Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 2023

Jelang Ramadan, TPU Seitemiang Ramai Peziarah

0
Salah satu peziarah TPU Sei Temiang.
foto: Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Menjelang bulan suci Ramadan, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang mulai dipadati peziarah. Situasi ini berbeda dibandingkan hari-hari biasa, di mana sepanjang akhir pekan ini banyak pengunjung datang untuk berziarah ke makam keluarga dan kerabat mereka.

Peziarah yang datang umumnya merupakan ahli waris dan keluarga dari orang yang telah dimakamkan di TPU Seitemiang. Mereka berbondong-bondong mendatangi makam dengan tujuan mendoakan serta membersihkan area makam orang terkasih mereka. Tradisi ini memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat menjelang bulan Ramadan.

Ummar, seorang pekerja di TPU Seitemiang, mengungkapkan bahwa sejak Sabtu (22/2), pemakaman khusus umat Muslim tersebut mulai ramai dikunjungi peziarah. Jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa. “Orang ziarah mau Ramadan jadi ramai,” ujarnya.

Selama berada di pemakaman, para peziarah biasanya melakukan berbagai kegiatan, seperti menabur bunga, membersihkan makam, dan membaca doa bersama. Beberapa peziarah juga membawa air untuk menyiram makam serta memasang batu nisan baru jika diperlukan.

Salah satu peziarah, Sumardi, yang datang bersama keluarganya, mengatakan bahwa berziarah ke makam istrinya sudah menjadi rutinitas mereka setiap kali ada kesempatan. Istrinya meninggal dunia tiga tahun lalu akibat pandemi COVID-19. “Sebenarnya kami rutin ziarah ke sini kalau ada waktu. Sekarang harus lebih sering karena sebentar lagi Ramadan,” ungkapnya.

Selain Sumardi, banyak keluarga lain juga terlihat berbondong-bondong datang dengan membawa perlengkapan kebersihan makam, seperti sapu, sekop kecil, serta karung untuk mengumpulkan sampah. Mereka tampak membersihkan area makam agar terlihat lebih rapi dan nyaman untuk dikunjungi kembali di lain waktu. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jelang Ramadan, TPU Seitemiang Ramai Peziarah pertama kali tampil pada Metropolis.

Wamendagri Sebut 46 Kepala Daerah Belum Hadir Retret di Magelang

0
Kepala daerah berseragam Komcad saat mengikuti retret di Akmil, Magelang, Jawa Tengah. (Jawa Pos Radar Magelang)

batampos – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa terdapat 46 kepala daerah tidak hadir tanpa keterangan untuk mengikuti pembekalan atau retret di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Bima menyatakan bahwa panitia mempersilakan para kepala daerah tersebut mengirimkan perwakilan, jika memang tidak bisa hadir secara langsung.

“Untuk hal-hal yang lain apabila memang kemudian diputuskan tidak hadir karena satu atau lain hal, maka panitia meminta agar kepala daerah yang bersangkutan mengirimkan wakilnya untuk mengikuti rangkaian acara di Magelang ini,” kata Bima, dikutip Minggu (23/2).

Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan bahwa retret kepala daerah sangat penting, bukan untuk pemerintah pusat, melainkan bagi pemerintah daerah. Selain itu, retret juga penting bagi kepala daerah yang perlu saling mengenal satu sama lain.

“Saya menganggap bahwa kegiatan orientasi kepala daerah sangat-sangat penting. Bukan kepentingan pusat, kepentingan daerah itu sendiri. Supaya rekan-rekan kepala daerah memiliki bekal yang cukup sebelum lima tahun nanti melangkah,” tegas Tito.

Sebagian besar kepala daerah yang belum hadir retret di Magelang merupakan kader PDIP. Pasalnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengeluarkan instruksi kepada para kader partai berlambang banteng untuk menunda keberangkatan.

Instruksi itu keluar tidak lama setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Berikut daftar kepala daerah yang belum hadir dalam retret di Akmil Magelang:

1. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
2. Gubernur Bali I Wayan Koster
3. Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk
4. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie
5. Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah
6. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono
7. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo
8. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara
9. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti
10. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen
11. Bupati Minahasa Robby Dondokambey
12. Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli
13. Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar
14. Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan
15. Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Birdana
16. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono
17. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat
18. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno
19. Bupati Karanganyar H. Rober Christanto
20. Bupati Sukoharjo Etik Suryani
21. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari
22. Bupati Temanggung Agus Setyawan
23. Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten
24. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami
25. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo
26. Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha
27. Bupati Magelang Grengseng Pamuji
28. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra
29. Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu
30. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya
31. Bupati Klungkung I Made Satria
32. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan
33. Bupati Gianyar I Made Mahayastra
34. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa
35. Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta
36. Bupati Musi Rawas Utara Devi Suhartoni
37. Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus
38. Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote
39. Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit
40. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntari Ningsih
41. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana
42. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin
43. Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid
44. Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo
45. Bupati Sanggau Yohanes Ontot
46. Bupati Banyuasin H. Askolani

Sumber: JP Group

Artikel Wamendagri Sebut 46 Kepala Daerah Belum Hadir Retret di Magelang pertama kali tampil pada News.

Semak Belukar dan Tumpukan Kayu Terbakar di Tanjunguban, Api Nyaris Membakar Kabel Listrik

0
Petugas Damkar memadamkan api yang membakar semak belukar dan tumpukan kayu di Jalan Indunsuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, pada Sabtu (22/2/2025). 
Foto: Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Kebakaran melanda semak belukar dan tumpukan kayu di Jalan Indunsuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, pada Sabtu (22/2/2025).

Warga melaporkan kebakaran tersebut ke petugas pemadam kebakaran (Damkar) sekitar pukul 17.52 WIB.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan bahwa warga yang melihat api menyala besar langsung menghubungi petugas.

Setelah menerima laporan, petugas bergerak ke lokasi kejadian.

Menurut Panyodi, yang terbakar adalah semak belukar yang sudah tinggi dan tumpukan kayu bekas.

“Jika tidak dipadamkan, api bisa membakar kabel listrik di sana,” kata Panyodi.

Lokasi kebakaran yang berada di pinggir jalan juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Namun, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.25 WIB.

Penyebab kebakaran belum diketahui. Panyodi mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah sembarangan karena cuaca panas dan angin kencang bisa memicu kebakaran. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

Artikel Semak Belukar dan Tumpukan Kayu Terbakar di Tanjunguban, Api Nyaris Membakar Kabel Listrik pertama kali tampil pada Kepri.

Ditlantas Polda Kepri Berikan Penyuluhan Berlalu Lintas ke WNA di McDermott

0
Ditlantas Polda Kepri melakukan penyuluhan terhadap WNA di Kawasan Industri McDermott. F. Ditlantas Polda Kepri untuk Batam Pos

batampos – Dalam rangka Operasi Keselamatan Seligi 2025, Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau menggelar kegiatan penyuluhan tertib berlalu lintas melalui Pos Bising kepada warga negara asing yang bekerja di Kawasan Industri McDermott, Sabtu (22/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas di Indonesia, terutama bagi pekerja asing yang beraktivitas di Batam.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna McDermott ini dihadiri oleh sejumlah personel Ditlantas Polda Kepri, termasuk Kompol Ida Mardiana Qadirun, AKP Adrius, IPDA Nolanda Mustika, serta beberapa anggota lainnya. Selain itu, turut hadir dua perwakilan dari Jasa Raharja guna memberikan pemahaman terkait keselamatan berkendara dan kewajiban pembayaran pajak kendaraan.

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Tri Yulianto, menyampaikan, bahwa penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga negara asing tentang aturan lalu lintas di Batam, terutama terkait sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

“Kami ingin memastikan bahwa para pekerja asing di Batam memahami dan mematuhi aturan lalu lintas, termasuk sistem tilang elektronik yang saat ini sudah diterapkan di empat titik, yakni Simpang Panbil, Simpang KBC, Simpang Engku Putri, dan Simpang Grand Mall Batam. Kamera ETLE akan menangkap setiap pelanggaran lalu lintas secara otomatis,” ujar Kombes Tri Yulianto.

Dalam penyuluhan ini, IPDA Nolanda Mustika, Bripda Debby, serta perwakilan Jasa Raharja, Irfan, memberikan materi mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, jenis-jenis ETLE yang berlaku di Batam, serta mekanisme pembayaran tilang bagi pelanggar. Selain itu, peserta juga diberikan himbauan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan membayar pajak kendaraan tepat waktu.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, terutama terkait mekanisme tilang ETLE dan prosedur penyelesaiannya. Pihak manajemen McDermott menyambut baik kegiatan ini dan berharap adanya penyuluhan serupa di masa mendatang.

Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan warga negara asing semakin meningkat, sehingga dapat menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib di Batam. (*)

Artikel Ditlantas Polda Kepri Berikan Penyuluhan Berlalu Lintas ke WNA di McDermott pertama kali tampil pada Metropolis.

Diduga Terlibat Perkelahian, Pengunjung THM di Tanjungpinang Tewas

0
Petugas Satreskrim Polresta Tanjungpinang saat melakukan olah TKP di THM Lekko Jalan Baru Dompak, Minggu (23/2). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Seorang pengunjung Tempat Hiburan Malam (THM) Leko, yang terletak di Jalan Baru Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepri dilaporkan meninggal dunia, pada Minggu (23/2).

Pantauan Batam Pos di lokasi kejadian, petugas dari Satreskrim Polresta Tanjungpinang tengah sibuk melakukan olah tempat kejadian, baik di dalam, maupun halaman Leko.

Tidak hanya itu, di bahu jalan tidak jauh dari THM Lekko tersebut terdapat darah yang berceceran yang diduga sebagai darah korban yang tewas.

BACA JUGA: Kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah di Bintan Nyaris Merembet ke Permukiman, Warga Panik

“Saya lewat di pagi hari sudah banyak orang berkumpul, termasuk polisi,” kata warga sekitar, yang enggan disebutkan nama.

Menurutnya, ada seorang pengunjung yang meninggal dunia, usai terlibat perkelahian sesama pengunjung Lekko tersebut. THM tersebut, kata dia memang kerap terjadi keributan hingga menyebabkan perkelahian .

“Informasinya ada yang kelahi, sampai ada yang meninggal dunia. Di situ juga memang sering ada yang kelahi,” pungkasnya.

Sementara warga lainnya menyampaikan, bahwa keributan itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Kala itu, ia mendengar suara keributan.

“Jam 3 pagi saya dengar suara orang ribut. Cuma saya malas mau keluar, karena hampir setiap subuh selalu ribut di tempat itu (Leko),” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Diduga Terlibat Perkelahian, Pengunjung THM di Tanjungpinang Tewas pertama kali tampil pada Kepri.

KPJ Johor Buka Kantor Perwakilan di Tanjungpinang

0
Peresmian kantor KPJ Johor di Hotel Aston Tanjungpinang, Jumat (21/2). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– KPJ Johor, salah satu Rumah Sakit terkenal di Malaysia, kini membuka kantor perwakilan di Kota Tanjungpinang, Kepri. Kantor perwakilan tersebut berlokasi di Hotel Aston.

Kantor KPJ di Kota Tanjungpinang secara resmi oleh Maisarah Omar, selaku Chief Executive Officer (CEO) KPJ Wilayah Selatan, Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam dan Anggota DPRD Kepri Rudi Chua, Jumat (22/2) malam.

Adanya kantor perwakilan di Tanjungpinang ini nantinya akan lebih memudahkan bagi masyarakat yang ingin mengakses layanan kesehatan KPJ Johor. Mulai dari membuat janji dengan dokter, rimcian pengobatan, hingga rincian biaya yang nantinya harus dibayar.

BACA JUGA: Dua Motor Bertabrakan di Tanjungpinang, 3 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

“Jadi disini tidak ada screening, kantor ini seperti kantor layanan informasi bagi pasien,” kata CEO KPJ Wilayah Selatan, Maisarah Omar.

Sejauh ini, kata dia kantor perwakilan KPJ hanya ada dua di Kepri. Yakni di Batam dan kini di Tanjungpinang. Sehingga, masyarakat di Kota Gurindam tidak perlu jauh-jauh lagi ke Batam, untuk memperoleh informasi soal KPJ Johor ini.

Maisarah mengatakan KPJ yang telah berusia 44 tahun ini, terus berupaya memberikan layanan kesehatan terbaik oleh para ahlinya. Dengan layanan terbarunya yakni pengobatan dengan robotik.

“Sehingga hasilnya lebih baik dibandingkan metode biasa, tentu dengan dioperasionalkan oleh tenaga ahli medis,” sebutnya.

Pihaknya telah menambahkan beberapa fasilitas medis terbaru, termasuk laboratorium jantung (Cath Lab) di Hospital Pakar KPJ Puteri, Hospital Bandar Dato Onn, dan Hospital Pakar KPJ Kluang.

“Total terdapat lima Cath Lab yang beroperasi di Hospital Pakar KPJ Wilayah Selatan,” katanya.

Selama ini menurutnya KPJ memang menjadi pilihan bagi masyarakat terutama yang memiliki masalah serius. “Beberapa keluhan penyakit yang paling banyak diterima KPJ dari masyarakat Kepri diantaranya adalah Kanker, Jantung, dan Ortopedi,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel KPJ Johor Buka Kantor Perwakilan di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Tujuh Warga Anambas Ditahan Malaysia

0

AGENSI Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menahan tujuh warga Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau, di anjungan minyak milik Petronas di Perairan Terengganu, Malaysia, Kamis (20/2).

Batam Darurat Lingkungan

0
Lahan reklamasi yang dikerjakan oleh PT Blue Steel di Kampung Panau, Kabil, Nongsa. Foto. Hendrik untuk Batam Pos

batampos – Batam saat ini berada dalam kondisi darurat lingkungan, seperti yang disampaikan oleh Akar Bhumi Indonesia dalam presentasinya di hadapan Komisi IV DPR RI beberapa waktu lalu. Tentu saja, pernyataan mengenai darurat ini bukanlah sekadar retorika belaka.

Menurut data yang dihimpun Akar Bhumi, tercatat ada 31 kasus dugaan pelanggaran peraturan lingkungan hidup di Kepri, dengan sebagian besar kasus tersebut terjadi di Batam. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen di antaranya berkaitan dengan reklamasi yang menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat nelayan.

”Banyak nelayan mengalami kerugian ekonomi dan ancaman terhadap budaya maritim lokal akibat aktivitas reklamasi yang masif. Kehidupan mereka semakin terhimpit karena berkurangnya akses terhadap sumber daya laut,” kata Founder Akar Bhumi, Hendrik Hermawan, Sabtu (22/2).

Selain reklamasi, deforestasi dan degradasi lingkungan juga menjadi perhatian serius. Kerusakan hutan dan pesisir telah menurunkan daya dukung lingkungan di Batam, yang dikategorikan sebagai pulau kecil dengan luas di bawah 2.000 kilometer persegi.

Hendrik menyebut, kota ini rentan terhadap ancaman kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim serta penurunan daratan (land subsidence). Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan semakin luas terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat.

Pada 22 Maret 2022 silam, Akar Bhumi telah memaparkan kondisi darurat lingkungan Batam di hadapan Komisi IV DPR RI. Pihaknya menyoroti krisis air, pesisir, hutan, dan sampah yang semakin memburuk.

Akar Bhumi mengidentifikasi beberapa faktor utama penyebab krisis ini, yakni rendahnya kesadaran masyarakat, lemahnya penegakan hukum, serta perubahan status hutan yang berakibat pada berkurangnya daya dukung lingkungan. ”Sebagai kota investasi, Batam menghadapi dilema besar antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Berbagai proyek investasi yang merusak lingkungan dinilai semakin memperparah kondisi masyarakat asli yang sudah lama termarginalisasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Akar Bhumi mendesak pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam kebijakan pembangunan. Tanpa keseimbangan ini, dampak lingkungan bisa semakin tidak terkendali.

Pemerintah Kota Batam kini dihadapkan pada tugas besar untuk memastikan kebijakan yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat pesisir. Langkah nyata dan tegas sangat diperlukan guna mengatasi krisis lingkungan yang semakin mendesak.

Selain pengawasan terhadap kebijakan, Akar Bhumi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kesadaran kolektif harus ditingkatkan agar lingkungan Batam tetap lestari.

”Euforia pelantikan telah usai, kini saatnya para pemimpin memenuhi janji mereka kepada masyarakat. Kami akan terus mengawasi dan menagih janji tersebut demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan rakyat,” kata Hendrik.

Bicara soal lingkungan di Batam, tentu sayang untuk tidak membahas soal sampah. Pengelolaan yang semrawut membuat Pemerintah pusing tujuh keliling menyelesaikan persoalan ini hingga kini.

Batam Pos mencoba mengonfirmasi ini ke Kabid Penindakan DLH Batam, IP. Dia mengatakan, tak bisa memberikan keterangan. ”Mohon maaf, konfirmasi semuanya menjadi kewenangan Kadis (Herman Rozie),” ucapnya melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Sementara itu, Batam Pos mencoba menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Herman Rozie. Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban. Meskipun sudah ditelpon maupun dikirimkan pesan, masih belum ada jawaban.

Beberapa waktu lalu, Batam Pos sempat mewawancarai Rektor Universitas Raja Ali Haji (Umrah), Prof Agung Dhamar S. Dia berbicara mengenai problem sampah, salah satu masalah lingkungan yang dihadapi Kota Batam saat ini.

Dia menyebut bahwa penyelesaian masalah sampah harus dilakukan dari hulu ke hilir. ”Dalam meyakinkan masyarakat, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tidak perlu khawatir. Proses pemilahan sampah inilah masalahnya. Kalau bisa dipilah dengan baik, maka akan mempermudah pekerjaan,” ujarnya.

Dalam manajemen pengelolaan sampah, hindari memproduksi sampah. Masyarakat bisa melakukannya, tapi tidak dilakukan secara konsisten. Apabila semua punya pemahaman yang sama, maka tak ada yang sulit. (*)

 

Reporter : ARJUNA

Artikel Batam Darurat Lingkungan pertama kali tampil pada Metropolis.

KPJ Wilayah Selatan Malaysia Bincang Kesehatan di Tanjungpinang

0

Batampos – Rumah Sakit Kumpulan Perubatan Johor (KPJ) Wilayah Selatan Malaysia mengadakan bincang kesehatan di Tanjungpinang, Jumat (21/2/2025) lalu. Kegiatan ini bersempena silaturahmi perayaan Imlek kepada para pelanggan setia KPJ dari ibu kota Provinsi Kepri itu.

Kepala Eksekutif KPJ Wilayah elatan, Maisarah Omar member rambutan saat BIncang Kesehatan di Aston Hotel, Tanjungpinang, kemerin. F KPJ untuk Batam Pos

Dalam kegiatan itu, KPJ melaporkan, sebanyak 20 ribu pasien Indonesia mendapatkan rawatan dan pelayanan kesehatan di RS KPJ. Sebagian besar diantaranya berasal dari Kepri, khususnya Batam, Tanjungpinang, dan Karimun.

Umumnya, para pasien ini mendapatkan rawatan untuk berbagai penyakit, seperti kanker, jantung, hingga pemeriksaan kesehatan ortopedi. Mereka tersebar mendapatkan perawatan di KPJ Johor, KPJ Puteri, KPJ Bandar Dato‘ Onn dan KPJ Pasir Gudang.

Kepala Eksekutif KPJ Wilayah elatan, Maisarah Omar menyebutkan, KPJ juga merupakan rumah sakit utama sebagai hub kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan dan prosedur kardiologi di KPJ Puteri, KP Bandar Dato Onn, dan juga KPJ Kluang yang sudah menyediakan cath lab untuk pemeriksaan jantung.

“Sebelum ini, dua daripada hospital kami di Wilayah Selatan, yakni Hospital Pakar KPJ Johor dan Hospital Pakar KPJ Pasir Gudang telah memulakan operasi makmal jantung masing-masing, menjadikan lima buah Cath Lab secara keseluruhannya beroperasi di Hospital Pakar KPJ di Wilayah Selatan yang mampu merawat pesakit jantung di beberapa daerah di negeri Johor,” ujar Maisarah di hadapan para peserta dan undangan.

Menurutnya, saat ini mereka berinisiatif meningkatkan pelayanan kesehatan internasional, dengan memberikan berbagai kemudahan dan meningkatkan layanan fasilitas, seperti lobi RS yang lebih bersabahat, penambahan layanan kesehatan, tempat tidur pesakit, dialisis dan juga dokter bedah yang solutif dalam menangani berbagai jenis penyakit para pasien.

“Ini akan kami laksanakan secara bertahap. Mulai dari 100 unit tempat tidur baru akan kami adakan tahun ini. Itu artinya, lebih dari 900 katil sudah tersedia di seluruh Pakar KPJ wilayah selatan,” jelas Maisarah.

Tak hanya itu, untuk menyambut pasien internasional melalui Pelabuhan Stulang Laut, mereka juga sudah menyiapkan Premier Lounge untuk memudahkan para pasien khususnya dari Kepri seperti dari Batam, Tanjungpinang . “Untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat terutamanya daripada pesakit antarabangsa, lebih ramai doktor pakar juga dijangka menyertai Hospital Pakar KPJ di Wilayah Selatan tahun ini daripada pelbagai bidang kepakaran perubatan dan pembedahan,” tambahnya.

Bincang kesehatan di Tanjungpinang ini sekaligus menandai dibukanya kantor perwakilan pakar KPJ di sana. Kegiatan ini melibatkan empat dokter spesialis dari KPJ yakni Noorashikin Maan, Pakar Obgyn dari KPJ Johor dan Doktor Lim Hong Chun, Pakar Ortopedik dari KPJ Puteri, Azrina Abdul Kadir Pakar Kardiologi dari KPJ Pasir Gudang dan Tye Yi Loon Pakar Nefrologi dari KPJ Bandar Dato Onn. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel KPJ Wilayah Selatan Malaysia Bincang Kesehatan di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Lifestyle.

7 Warga Anambas Ditahan Malaysia, Ketahuan Mencuri di Anjungan Minyak Milik Petronas

0
Keterangan: Ketujuh warga Anambas ditahan oleh otoritas Malaysia karena berusaha mencuri di anjungan minyak milik Petronas
Foto: Istimewa

batampos – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menahan tujuh orang warga Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau, di anjungan minyak milik Petronas di perairan Terengganu, Malaysia, Kamis (20/2).

Ketujuh warga Anambas ini ditahan karena berusaha melakukan aksi pencurian bahan material anjungan minyak, seperti panel surya, baterai, dan kabel.

Identitas warga yang ditahan ini sedang ditelusuri oleh batampos. Yang jelas, domisili pelaku berasal dari Pulau Jemaja dan Pulau Siantan.

“Ya benar, ada keluarga saya yang ditangkap. Baru hari ini, saya lagi berusaha mencari kabarnya,” ujar Bang Bin, keluarga dari Tabrani, warga Desa Mampok yang ditahan, Sabtu (22/2).

Dia belum mengetahui pasti kronologis penangkapan keluarganya itu. Yang pasti, kata dia, Tabrani sempat pamit untuk berangkat kerja bersama rekannya beberapa waktu yang lalu.

“Saya tidak tahu aktivitas apa yang dilakukannya, baru tahu dari media,” ucapnya singkat.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara, juga baru mengetahui adanya warga Kepri yang ditangkap otoritas Malaysia.

Saat ini, dirinya sedang berkomunikasi dengan Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, untuk memfasilitasi bantuan hukum.

“Dari hasil komunikasi kami, sedang ditangani oleh KBRI Kuala Lumpur. Kami masih terus menggali informasi mengenai warga kita yang ditahan,” kata mantan Pj Bupati Bintan ini.

Dikutip dari Antara, Direktur Dinas Kelautan Negara Bagian Terengganu, Kapten Mohd Khairulanuar, menjelaskan bahwa penangkapan ini bermula ketika Pusat Operasi Maritim Negara Bagian Terengganu (PUSOP) mendapat informasi dari tim keamanan Petronas pada Rabu (19/2) pukul 13.30 siang waktu setempat.

Pihak Petronas mengungkapkan bahwa mereka mendeteksi tanda-tanda pelanggaran di anjungan tak berpenghuni di ladang minyak Tembikai yang terletak sekitar 77 mil dari Kuala Terengganu.

Pasalnya, seorang anggota melihat seseorang bersembunyi di ruang generator saat melakukan pemeriksaan rutin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, KM Rawa dikirim ke lokasi dan tiba di peron pukul 21.00 waktu setempat untuk melakukan pemantauan fisik.

“Namun, laut yang berombak menyulitkan kapal untuk mendekat. Para personel baru berhasil naik ke kapal pukul 11.30 siang pada hari Kamis,” ujar Mohd.

Kondisi anjungan saat itu dalam keadaan berantakan akibat pembongkaran. Banyak bekas kabel yang terputus, tumpukan baterai, wadah makanan, dan terlihat ada alat pemotong kabel, seperangkat kunci pas, serta tali.

Petugas juga menemukan para WNI yang diduga pelaku sedang bersembunyi di ruang ventilasi. Berdasarkan penyelidikan awal, mereka dibawa ke anjungan menggunakan kapal, tetapi ditinggalkan oleh nahkoda yang melarikan diri setelah mengetahui kehadiran petugas.

Para WNI yang diduga pencuri itu kini ditahan selama tujuh hari sejak Rabu untuk penyelidikan lebih lanjut berdasarkan Pasal 378 KUHP.

Menurut Kapten Khairulanuar, aksi pembobolan dan pencurian ini berpotensi menyebabkan kerugian puluhan juta ringgit per hari serta menghambat jalannya produksi minyak.

Reporter: Ihsan Imaduddin

 

Artikel 7 Warga Anambas Ditahan Malaysia, Ketahuan Mencuri di Anjungan Minyak Milik Petronas pertama kali tampil pada Kepri.