Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2030

Kawasan Bursa Kerja Batamindo Kini Sepi, Berubah Jadi Tempat Istirahat Pekerja

0
Kawasan MPH Batamindo. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kawasan Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo yang sebelumnya menjadi pusat pencari kerja, kini berubah fungsi menjadi tempat istirahat bagi para pekerja, terutama selama bulan Ramadan.

Jika dulu ribuan pencari kerja (pencaker) berjubel di area ini untuk mencari informasi lowongan kerja dan mengikuti proses seleksi, kini pemandangan tersebut mulai jarang terlihat.

Perubahan ini diduga akibat pergeseran metode perekrutan oleh perusahaan-perusahaan di Batam. Kini, banyak perusahaan lebih memilih merekrut karyawan melalui media sosial atau platform daring, dibandingkan membuka lowongan secara langsung di MPH Batamindo. Hal ini membuat pencaker tidak lagi berkumpul di satu titik, seperti yang biasa terjadi di masa lalu.

Iman, salah satu petugas di kawasan MPH Batamindo, membenarkan bahwa keramaian di area ini kini hanya terjadi sesekali. “Sekarang ini, MPH hanya ramai jika ada perekrutan atau seleksi yang dilakukan langsung oleh perusahaan. Itu pun tidak setiap hari seperti dulu,” ujarnya.

Meski demikian, fasilitas di MPH Batamindo masih tetap terawat. Papan pengumuman dan boks kaca yang dulunya dipenuhi dengan informasi lowongan kerja masih berdiri di tempatnya. Namun, kini tidak lagi ada tempelan pengumuman lowongan kerja baru, menunjukkan bahwa fungsi utama lokasi ini telah mengalami perubahan.

Di tengah perubahan tersebut, area ini kini lebih banyak dimanfaatkan oleh para pekerja sebagai tempat istirahat, terutama saat jam makan siang. Mereka memanfaatkan ruang yang luas dan teduh untuk sekadar duduk santai atau beristirahat sejenak sebelum kembali bekerja.

Selama bulan Ramadan, kawasan ini semakin banyak digunakan untuk beristirahat. Para pekerja yang menjalankan ibadah puasa lebih memilih tidur atau bersantai di MPH daripada menghabiskan waktu di luar ruangan yang panas. “Kebetulan puasa juga, jadi tiduran di sini untuk mengisi waktu istirahat,” kata Amri, salah satu pekerja di kawasan tersebut.

Perubahan ini mencerminkan bagaimana tren pencarian kerja telah bergeser ke arah digital, seiring dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan baru dalam proses perekrutan tenaga kerja. Pencari kerja kini lebih banyak mengandalkan internet untuk mendapatkan informasi tentang lowongan kerja, daripada datang langsung ke lokasi bursa kerja.

Meski MPH Batamindo tak lagi seramai dulu, kawasan ini tetap memiliki peran bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi tempat istirahat pekerja, aula ini juga masih berpotensi digunakan kembali jika ada perusahaan yang ingin mengadakan perekrutan langsung. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kawasan Bursa Kerja Batamindo Kini Sepi, Berubah Jadi Tempat Istirahat Pekerja pertama kali tampil pada Metropolis.

Bertahun-tahun Tak Digunakan, Terminal Mukakuning Kian Memprihatinkan

0
Kondisi terkini terminal Mukakuning. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kondisi Terminal Mukakuning yang terletak di Kecamatan Seibeduk semakin memprihatinkan. Terminal ini telah terbengkalai selama belasan tahun dan juga sudah lama berubah fungsi menjadi permukiman masyarakat. Berbagai faktor menyebabkan terminal ini tidak lagi beroperasi sebagaimana mestinya sejak awal dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Menurut cerita warga setempat, terminal yang berada di Jalan S. Parman ini awalnya sempat digunakan sebagai tempat naik dan turun penumpang angkutan kota. Namun, penggunaannya tidak berlangsung lama. Dalam beberapa tahun, terminal ini ditinggalkan dan kawasan di sekitarnya mulai dihuni oleh warga secara ilegal.

“Sudah lama ini tidak dipakai. Beginilah kondisinya sekarang, sudah jadi permukiman ” ujar Muklis, seorang warga yang telah lama tinggal di kawasan Mukakuning. Ia menyayangkan kondisi terminal yang semakin tak terurus ini.

Aris warga lainnya menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama terminal ini tidak berfungsi adalah lokasinya yang kurang strategis. Terminal Mukakuning berjarak sekitar satu kilometer dari jalan utama Ahmad Yani, yang menjadi jalur utama angkutan kota. Karena jarak yang cukup jauh, para sopir angkot lebih memilih menunggu penumpang di pinggir jalan utama daripada masuk ke terminal.

“Itulah awalnya. Penumpang yang mau ke PT, Panbil Mall, atau ke Batuaji dan Batamcenter lebih memilih turun di simpang Panbil. Jalur utama itu lebih ramai dengan angkot. Akibatnya, terminal ini semakin ditinggalkan, dan kondisinya terus memburuk,” kata Aris.

Sementara itu, pihak Pemko Batam mengakui bahwa ada kendala dalam menghidupkan kembali terminal ini. Salah satu alasan utamanya adalah status aset lahan yang masih berada di bawah kewenangan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pemko tidak bisa mengambil tindakan lebih lanjut sebelum ada kejelasan terkait status lahan tersebut.

“Pernah kami ajukan permohonan hibah lahan, tetapi tidak bisa disetujui karena terminal ini berada di kawasan lingkungan Dam. Jika dibangun kembali, dikhawatirkan akan mencemari lingkungan Dam. Status lahan masih di BP Batam,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Batam, Salim beberapa waktu lalu.

Saat ini, Pemko Batam memang memiliki bangunan terminal tersebut, tetapi karena status lahan belum jelas, pengembangan kembali tidak bisa dilakukan. Hal ini menyebabkan terminal semakin rusak dan tidak terawat. Hingga kini, belum ada kepastian apakah terminal ini akan difungsikan kembali atau diubah peruntukannya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi Terminal Mukakuning cukup memprihatinkan. Banyak bangunan yang rusak, dengan bagian-bagian seperti tiang dan rangka partisi yang hilang karena dicuri. Atap dan dinding bangunan pun banyak yang bolong, sehingga tidak layak lagi digunakan sebagai terminal.

Kini, belasan kepala keluarga menempati terminal tersebut sebagai tempat tinggal. Mereka tinggal di bekas kios dan bangunan yang ada di sekitar terminal. Kondisi ini semakin memperburuk situasi, karena terminal yang seharusnya menjadi fasilitas umum kini berubah menjadi kawasan permukiman liar yang tidak tertata. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bertahun-tahun Tak Digunakan, Terminal Mukakuning Kian Memprihatinkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Minyakita yang Diedarkan di Tanjungpinang Dipastikan Sesuai Takaran

0

batampos– Tingkat peminat minyak goreng merk Minyakita di Kota Tanjungpinang, Kepri diklaim masih tinggi, ditengah diterpanya isu oplosan dan tidak sesuainya takaran minyak goreng pemerintah tersebut.

Dalam pekan ini, setidaknya terdapat 20 hingga 30 ribu dus Minyakita yang telah disuplai ke sejumlah kabupaten kota yang ada di Kepri. Distributor memastikan, Minyakita yang di edarkan di Kepri tidak oplosan dan sesuai takaran.

Minyakita yang dipajang di etalase salah satu ritel modern di Tanjungpinang, Senin (10/2). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

“Bahkan di beberapa ritel masih bagus penjualannya. Kita juga menjamin minyakita di Kepri tidak ada kecurangan karena,” kata M Sadmi Al Qayum, seorang distributor Minyakita di Tanjungpinang, Senin (10/3).

Ia menerangkan, Minyakita yang dijual di Kota Tanjungpinang, Karimun hingga Anambas tersebut berasal dari pabrik minyak goreng yang ada Batam, Dumai dan Medan. Sehingga ia memastikan, Minyakita yang disuplai ke Kepri tidak terjadi kecurangan.

BACA JUGA: Kemasan Tak Sesuai Takaran, Distributor Minyakita akan Koordinasi dengan Pihak Pabrik di Dumai

“Karena (Minyakita) yang masuk ke Kepri ini dari pabrik besar. Beda dengan daerah yang terjadinya kecurangan,” tambahnya.

Minyakita di Kepri, sebagian besar disuplai oleh pabrik yang ada di Medan. Jika tiga pabrik tersebut berhenti menyuplai, maka ia memastikan bakal terjadinya kekosongan terhadap pasokan Minyakita di Kepri.

Selain itu, takaran Minyakita yang ada di Kepri sudah dilakukan pengecekan dan hanya berkurang 10 sampai 20 mili liter. Angka tersebut, menurutnya masih diambang batas normal.

“Sudah ditakar, kurang 10 sampai 20 Mili saja, masih batas wajar. Berbeda sama yang ada di daerah jawa, kemasan 1 Liter, hanya berisi 750 Mili,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Minyakita yang Diedarkan di Tanjungpinang Dipastikan Sesuai Takaran pertama kali tampil pada Kepri.

Banyak Reklame Liar, Pemko Batam Lakukan Penertiban

0
Pemko Batam saat menertibkan reklame liar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menertibkan reklame yang dipasang tanpa izin sebagai bagian dari upaya penataan kota, Selasa (11/3).

Penertiban ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kepala DPM-PTSP Batam, Reza Khadafy, menyebut langkah awal penertiban dilakukan di jalan-jalan utama serta reklame insidentil yang dipasang tanpa izin.

“Bapenda yang menunjuk lokasi-lokasi reklame yang akan ditertibkan. Saat ini kami fokus pada yang ada di pinggir jalan,” katanya.

Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 50 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan pajak reklame.

Penertiban dilakukan secara bertahap, dimulai dengan reklame insidentil berukuran kecil yang tidak memiliki izin. Operasi dilakukan baik pada pagi maupun malam hari untuk mengoptimalkan efektivitas di lapangan.

Tim gabungan juga menandai reklame-reklame yang memerlukan tindakan khusus. “Ada yang cukup kami data, namun ada juga yang harus dipotong langsung menggunakan cutting coach,” tambahnya.

Tahapan selanjutnya adalah koordinasi dengan Bapenda dan CKTR guna memastikan titik-titik reklame yang memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Selain itu, tim juga akan memverifikasi reklame yang sudah membayar pajak.

Setelah data reklame yang berizin dan tidak berizin dikumpulkan, Pemko Batam akan berkoordinasi lebih lanjut dengan BP Batam. Langkah ini penting untuk menyelaraskan data antara Pemko dan BP Batam, terutama terkait titik reklame yang sudah membayar sewa lahan.

“Kami harus memastikan reklame mana saja yang sudah memenuhi kewajiban, baik dari sisi izin maupun pajak. Jika ada reklame yang tidak sesuai aturan, akan segera kami tertibkan,” ujar Reza.

Ia menyampaikan, Pemko Batam telah menerbitkan satu izin resmi terkait reklame, sebagai tahap awal penataan yang dimulai pasca pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.

Dalam pengurusan izin reklame di Batam, salah satu syarat utama adalah kepemilikan sewa lahan dari BP Batam. Hal ini menjadi dasar dalam menentukan legalitas pemasangan reklame di berbagai titik strategis kota.

“Dengan sekali langkah, kita bisa menertibkan reklame dari berbagai aspek, Pemko Batam mengawasi izin, BP Batam mengatur sewa lahan, dan pajak daerah juga dikelola sesuai aturan,” kata dia.

Bagi reklame yang tidak memiliki izin resmi, pemilik diberikan kesempatan untuk mencopot sendiri papan reklamenya sebelum tindakan tegas dilakukan oleh petugas di lapangan.

Reza menambahkan bahwa dalam proses penataan reklame, terdapat berbagai Perwako yang harus dipatuhi oleh setiap dinas terkait. Hal ini demi memastikan penertiban berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Banyak Reklame Liar, Pemko Batam Lakukan Penertiban pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelni Batam Buka 2.000 Tiket Mudik Gratis, Pendaftaran Segera Dibuka

0
Kapal Pelni saat bersandar di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – PT Pelni Cabang Batam kembali membuka program mudik gratis Lebaran 2025 bagi masyarakat yang ingin pulang kampung menggunakan kapal laut. Sebanyak 2.000 tiket gratis disediakan melalui program yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk rute Batam-Belawan dan Batam-Tanjung Priok, serta sebaliknya.

Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pendaftaran mudik gratis tersebut.

“Segera akan ada link untuk pendaftaran beserta persyaratannya. Kami imbau masyarakat untuk terus memantau informasi agar tidak kehabisan tiket,” ujarnya, Selasa (11/3).

Dari total 2.000 tiket yang tersedia dengan KM Kelud, rincian Batam-Belawan 600 tiket, Belawan-Batam 600 tiket, Batam- Tanjung Priok, 400 tiket dan Tanjung Priok-Batam: 400 tiket.

Selain dari Kemenhub, Persero Batam juga berkontribusi dalam program ini dengan menyediakan 200 tiket mudik gratis. Tiket dari Persero Batam ini berlaku untuk keberangkatan pada 28 Maret 2025, dan pencarian penumpangnya dilakukan langsung oleh Persero Batam.

Sementara itu, Telkomsel turut berpartisipasi dengan menyediakan 200 tiket gratis untuk rute Batam-Tanjung Priok. Para pemudik yang mendapatkan tiket ini akan diberangkatkan menggunakan KM Ngapulu, yang dijadwalkan berangkat pada 28 Maret 2025.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Pelni akan mengoperasikan KM Ngapulu sebagai kapal tambahan. Kapal ini dijadwalkan bersandar di Batam pada minggu terakhir Maret 2025, setelah menyelesaikan proses docking.

“KM Ngapulu akan membantu KM Kelud dalam menampung lonjakan penumpang, terutama pada rute Batam-Tanjung Priok,” jelas Edwin.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan tiket mudik gratis ini, Pelni mengimbau agar segera mendaftar saat pendaftaran resmi dibuka.

“Kuotanya terbatas, jadi siapa cepat dia dapat. Kami sarankan masyarakat segera mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan dan terus memantau informasi resmi dari Pelni,” pungkas Edwin. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pelni Batam Buka 2.000 Tiket Mudik Gratis, Pendaftaran Segera Dibuka pertama kali tampil pada Metropolis.

Manfaat Air Cucian Beras Untuk Kesehatan Kulit Wajah

0
Ilustrasi ekstrak beras sebagai bahan kecantikan. (Freepik)

batampos – Air cucian beras ternyata banyak manfaatnya untuk kesehatan kulit wajah.

Sudah teruji secara klinis, sehingga tak heran dalam banyak produk-produk kecantikan mahal terdapat kandungan air beras di dalamnya.

Dilansir dari Hale Cosmeceuticals, manfaat air beras untuk kulit wajah yang wajib kamu tahu.

Baca juga: BABYMONSTER Gelar Konser di Jakarta, Penjualan Tiket Dibuka Pekan Depan

1. Menenangkan kulit yang iritasi
Air beras atau ekstrak beras, ternyata sudah teruji secara klinis dapat menenangkan kulit yang terkena iritasi.

Sebab, ekstrak beras memiliki kemampuan hidrolisis yang baik sehingga, dapat meredakan peradangan. Selain itu, ekstrak beras juga dapat mengurangi kemerahan dan rasa tidak nyaman di kulit.

2. Melindungi kulit dari sinar UV
Ekstrak beras memiliki kandungan antioksidan yang kuat. Sehingga, ekstrak beras juga dapat melindungi kulit dari paparan sinar UV yang tentunya dapat mencegah penuaan dini
akibat paparan matahari. Ekstrak beras juga dapat memperbaiki kerusakan sel kulit yang diakibatkan oleh radiasi UV.

3. Menjaga kelembapan kulit
Ekstrak beras juga dapat melembapkan kulit secara optimal. Sebab, air beras ternyata dapat digunakan sebagai pelembap alami yang efektif.

Sama seperti gliserin, air beras ternyata juga dapat mengunci kelembapan di kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Sehingga, kulit akan tampak terhidrasi, lebih kenyal, dan terhindar dari penuaan.

Baca juga: Serum dari Ekstrak Tanaman Lebih Baik Untuk Kesehatan Kulit

4. Mencegah tanda-tanda penuaan
Air beras ternyata dapat berguna untuk melawan tanda-tanda penuaan. Sebab, ekstrak beras dapat merangsang prduksi kolagen yang merupakan protein penting untuk menjaga
elastisitas kulit. Sehingga, menggunakan air beras juga dapat mengurangi tampilan garis halus dan kerutan.

5. Meratakan warna kulit dan mengurangi hiperpigmentasi
Air beras ternyata juga dapat berfungsi untuk meratakan warna kulit dan mengurangi hiperpigmentasi. Sebab, air beras terbukti menghambat aktivitas tirosinase, enzim yang memproduksi melanin.

Karena itu, air beras dapat secara efektif memudarkan flek di wajah serta dapat membuat kulit menjadi lebih bercahaya.

6. Mengangkat sel kulit mati
Ternyata, air beras juga dapat melakukan ekfoliasi alami pada kulit. Sebab, peptida beras ternyata mampu mendorong deskuamasi, yaitu pelepasan sel-sel kulit mati dari lapisan
terluar. Sehingga dapat dengan cepat meregenerasi kulit dan membuat kulit tampak lebih cerah.

7. Meningkatkan produksi ceramide
Air beras ternyata dapat meningkatkan produksi ceramide, yaitu kandungan pelindung pada kulit. Sehingga, kulit akan tampak lebih lembap, kencang, dan terhindar dari kerusakan. Hal ini juga membuat kulit tampak lebih sehat dan tangguh.

8. Mencerahkan kulit wajah
Air beras dapat menjadi salah satu alternatif untuk mencerahkan kulit secara alami. Sebab, peptida beras ternyata dapat menghambat enzim tirosinase yang memproduksi melanin.

Sehingga, air beras dapat membantu untuk memudarkan bitnik-bintik gelap serta menghasilkan warna kulit yang merata dan bercahaya.

9. Menjaga kekenyalan dan kekencangan kulit
Peptida beras ternyata terbukti secara klinis dapat merangsang produksi kolagen dalam sel fibrolas. Sehingga, air beras dapat menjadi kunci untuk menjaga kekenyalan dan kekencangan kulit. Oleh karena itu, menggunakan air beras dapat membuat
tampilan kulit menjadi lebih muda dan segar.

Baca juga: BB Naik Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Buruk yang Memicunya

10. Menenangkan kulit gatal dan mengelupas
Jika kamu mengalami kulit yang gatal, bersisik, dan suka mengelupas, maka air beras sangat cocok untukmu. Sebab, air beras ternyata dapat menenangkan kulit melalui sifat
hidrasinya.

Ekstrak beras dapat membantu meredakan gatal pada kulit, memperbaiki penghalang kulit yang rusak, serta mengembalikan kulit jadi lebih sehat. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Manfaat Air Cucian Beras Untuk Kesehatan Kulit Wajah pertama kali tampil pada Lifestyle.

Angin Kencang Hancurkan Atap Pelabuhan Pancung Sekupang

0
Kondisi terkini atap Pelabuhan Pancung Sekupang usai diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.
(F. Rengga / Batam Pos)

batampos – Atap di dua titik dermaga Pelabuhan Kapal Pancung Sekupang-Belakang Padang mengalami kerusakan parah, membuat area tunggu penumpang tidak sepenuhnya terlindungi. Beberapa lembar atap bahkan telah terlepas, sementara yang tersisa masih tersangkut di penyangganya.

Kondisi paling parah terlihat di dekat loket tiket dan pintu keluar penumpang dari Belakang Padang. Di sana, atap sudah tak tersisa sama sekali, hanya menyisakan rangka besi yang terbuka dan membiarkan sinar matahari langsung menyengat lantai pelabuhan. Saat hujan, area tersebut menjadi basah, menyulitkan penumpang yang hendak menunggu keberangkatan atau turun dari kapal.

Jip, petugas loket tiket di pelabuhan tersebut, mengatakan bahwa kondisi ini telah terjadi sejak tahun 2024 akibat terpaan angin kencang. Hingga kini, belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan.

“Katanya mau diperbaiki, tapi enggak tahu kapannya,” ujarnya.

Salah satu penumpang, Nia, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Menurutnya, atap yang sudah tidak ada lagi cukup mengganggu kenyamanan penumpang.

“Kami lewat pelabuhan ini setiap hari. Kalau panas, kepanasan. Kalau hujan, kehujanan. Harapannya segera diperbaiki,” kata Nia.

Keluhan serupa juga disampaikan beberapa penumpang lain yang mengaku sering menggunakan pelabuhan tersebut. Mereka berharap ada solusi cepat agar aktivitas naik dan turun kapal tetap nyaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, membenarkan bahwa atap pelabuhan tersebut rusak akibat angin kencang pada akhir tahun 2024. Namun, perbaikan baru bisa diusulkan pada APBD 2026 karena anggaran tahun 2025 sudah ditetapkan.

“Mau diusulkan di APBD Perubahan 2024, tapi sudah lewat. Untuk kegiatan 2025 juga sudah selesai, makanya kami usulkan untuk rehab di 2026,” jelasnya.

Menurut Salim, atap yang rusak memang sengaja dibongkar demi keamanan masyarakat yang menggunakan pelabuhan tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa kejadian angin kencang di akhir tahun lalu tidak hanya merusak atap, tetapi juga membuat loket tiket ikut terlepas.

“Memang harus dibongkar semua. Kami usulkan anggarannya untuk 2026. Ini dilakukan demi keamanan, karena angin di sana cukup kuat,” tambahnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Angin Kencang Hancurkan Atap Pelabuhan Pancung Sekupang pertama kali tampil pada Metropolis.

Tak Hanya Dipecat, Eks Perwira Polda Kepri Terancam Proses Hukum dalam Kasus Pemerasan

0
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

batampos – Kasus pemerasan yang melibatkan mantan Kasubdit Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau, Kompol CP, bersama seorang perwira lainnya di jajaran Polda Kepri, kini berpotensi naik ke proses hukum lebih lanjut.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, yang menyatakan kedua mantan personel kepolisian tersebut telah resmi dipecat usai menjalani sidang disiplin dan Komisi Kode Etik Profesi (KKEP).

Namun, hingga saat ini, laporan terkait tindak pidana pemerasan mereka masih dalam tahap awal. Korban baru melaporkan kasus ini ke Propam Polda Kepri, sementara laporan pidana masih dalam proses pengecekan lebih lanjut.

“Laporan yang masuk baru ke Propam. Untuk laporan pidana, kami masih menunggu perkembangannya. Namun, setiap laporan akan ditindaklanjuti secara simultan hingga ada kepastian hukum,” ujar Pandra, Selasa (11/3).

Baca Juga: Dipimpin Kompol CP, 9 Polisi Polda Kepri Peras Pengguna Narkoba, Kompol CP dan Satu Perwira Polda Kepri Dipecat

Kasus ini terjadi pada Desember 2024, ketika Kompol CP dan rekannya menangkap seorang warga Batam atas dugaan penyalahgunaan narkotika.

Namun, alih-alih memproses kasus sesuai hukum, Kompol CP justru meminta uang damai sebesar Rp20 juta kepada korban agar bisa dibebaskan.

Karena korban tidak memiliki uang tunai, ia dipaksa menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk didaftarkan sebagai peminjam di salah satu aplikasi pinjaman online (pinjol).

“Tindakan ini dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang yang mencoreng nama baik institusi kepolisian. Sebagai anggota Polri, dia sudah melakukan tindakan tercela. Publik harus tahu bahwa dia tidak pantas menjadi polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat,” katanya.

Selain Kompol CP dan satu rekannya yang telah dipecat, sebanyak 7 personel lain di Ditresnarkoba Polda Kepri juga ikut terseret dalam kasus ini. Mereka diduga menikmati uang hasil pemerasan tersebut.

Dalam sidang kode etik yang telah digelar, dua perwira dipecat secara tidak hormat, sementara tujuh anggota lainnya dikenai sanksi demosi atau penurunan jabatan sebagai bentuk hukuman atas keterlibatan mereka.

Kombes Pol Pandra juga mengungkapkan bahwa Kompol CP bukan kali ini saja tersandung masalah etik. Ia telah tiga kali menjalani sidang kode etik karena berbagai pelanggaran sebelumnya.

“Keputusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) ini merupakan akumulasi dari tindakan tercela yang telah berulang kali dilakukan oleh Kompol CP,”jelasnya.

Meskipun telah diberhentikan secara tidak hormat, Kompol Chrisman Panjaitan dan rekannya masih memiliki hak untuk mengajukan banding. Namun, Polda Kepri memastikan bahwa seluruh prosedur telah dijalankan sesuai aturan yang berlaku untuk menjaga transparansi dan profesionalisme dalam penegakan hukum.

“Kami ingin memastikan bahwa tindakan tegas ini menjadi pembelajaran bagi seluruh personel kepolisian agar selalu menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” ujarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Tak Hanya Dipecat, Eks Perwira Polda Kepri Terancam Proses Hukum dalam Kasus Pemerasan pertama kali tampil pada Metropolis.

Garuda Indonesia dan Citilink Turunkan Harga Tiket untuk Mudik Lebaran 2025

0
ilustrasi

batampos – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bersama anak usahanya, Citilink, secara resmi mendukung kebijakan penurunan harga tiket penerbangan domestik selama periode mudik Lebaran 1446 H.

Kebijakan ini telah diberlakukan sejak 1 Maret 2025 dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang ingin pulang kampung. Penurunan harga tiket berlaku untuk periode pembelian 1 Maret hingga 7 April 2025, dengan jadwal keberangkatan 24 Maret sampai 7 April 2025.

“Kami memahami bahwa momen hari raya adalah waktu yang dinantikan banyak masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Oleh karena itu, layanan transportasi udara dengan harga terjangkau di periode peak season menjadi kebutuhan penting dalam perencanaan perjalanan mudik,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, Selasa (11/3).

Mengacu pada keputusan Pemerintah RI, rata-rata penurunan harga tiket yang akan dirasakan masyarakat dapat mencapai hingga 14 persen.

Garuda Indonesia dan Citilink telah memperhitungkan kebijakan ini secara matang, terutama dari aspek proyeksi pertumbuhan jumlah penumpang di musim Lebaran.

“Kami optimistis bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pendapatan perusahaan. Peningkatan jumlah penumpang selama musim mudik diharapkan dapat mengompensasi penyesuaian harga tiket yang telah dilakukan,” jelas Wamildan.

PT Bandara Internasional Batam (BIB) memperkirakan adanya lonjakan jumlah penumpang di Bandara Hang Nadim Batam pada momen Lebaran Idulfitri 2025.

Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, menyatakan pergerakan penumpang diprediksi meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan ini dipengaruhi oleh libur panjang yang berdekatan dengan perayaan Nyepi dan Lebaran Idulfitri, sehingga arus mudik akan lebih tersebar,” ujar Pikri.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya sebagai pengelola Bandara Hang Nadim terus berkoordinasi dengan maskapai guna menambah frekuensi penerbangan ke beberapa rute dengan permintaan tinggi, terutama tujuan Jakarta, Pulau Jawa, dan Padang.

Selain itu, PT BIB juga bersiap menghadapi kepulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Singapura dan Malaysia yang pulang ke kampung halaman melalui Batam.

“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai, khususnya untuk tambahan penerbangan ke Jakarta, Jawa, dan Padang. Hal ini tak hanya untuk mengakomodasi penumpang asal Batam, tetapi juga para pekerja migran dari Singapura dan Malaysia yang transit melalui Batam,” terangnya. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

 

Artikel Garuda Indonesia dan Citilink Turunkan Harga Tiket untuk Mudik Lebaran 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Untuk Mudik Lebaran 2025, Garuda Indonesia dan Citilink Turunkan Harga Tiket

0
Ilustrasi. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

batampos–Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bersama anak usahanya, Citilink, secara resmi mendukung kebijakan penurunan harga tiket penerbangan domestik selama periode mudik Lebaran 1446H.

Kebijakan ini telah diberlakukan sejak 1 Maret 2025 dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang ingin pulang kampung.
Penurunan harga tiket berlaku untuk periode pembelian 1 Maret hingga 7 April 2025, dengan jadwal keberangkatan 24 Maret sampai 7 April 2025.

“Kami memahami bahwa momen hari raya adalah waktu yang dinantikan banyak masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Oleh karena itu, layanan transportasi udara dengan harga terjangkau di periode peak season menjadi kebutuhan penting dalam perencanaan perjalanan mudik,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, Selasa (11/3).

BACA JUGA: Garuda Indonesia Kembali Buka Kantor Sales Office di Batamcenter

Mengacu pada keputusan Pemerintah RI, rata-rata penurunan harga tiket yang akan dirasakan masyarakat dapat mencapai  14 persen dari harga normal.

Garuda Indonesia dan Citilink telah memperhitungkan kebijakan ini secara matang, terutama dari aspek proyeksi pertumbuhan jumlah penumpang di musim Lebaran.

“Kami optimistis bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pendapatan perusahaan. Peningkatan jumlah penumpang selama musim mudik diharapkan dapat mengompensasi penyesuaian harga tiket yang telah dilakukan,” jelas Wamildan.

PT Bandara Internasional Batam (BIB) memperkirakan adanya lonjakan jumlah penumpang di Bandara Hang Nadim Batam pada momen Lebaran Idul Fitri 2025.

Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, menyatakan pergerakan penumpang diprediksi meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan ini dipengaruhi oleh libur panjang yang berdekatan dengan perayaan Nyepi dan Lebaran Idul Fitri, sehingga arus mudik akan lebih tersebar,” ujar Pikri.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya sebagai pengelola Bandara Hang Nadim terus berkoordinasi dengan maskapai guna menambah frekuensi penerbangan ke beberapa rute dengan permintaan tinggi, terutama tujuan Jakarta, Pulau Jawa, dan Padang.

Selain itu, PT BIB juga bersiap menghadapi kepulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Singapura dan Malaysia yang pulang ke kampung halaman melalui Batam.

“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai, khususnya untuk tambahan penerbangan ke Jakarta, Jawa, dan Padang. Hal ini tak hanya untuk mengakomodasi penumpang asal Batam, tetapi juga para pekerja migran dari Singapura dan Malaysia yang transit melalui Batam,” terangnya.(*)

Reporter: Azis

Artikel Untuk Mudik Lebaran 2025, Garuda Indonesia dan Citilink Turunkan Harga Tiket pertama kali tampil pada Metropolis.