batampos– Perusahaan Listrik Negara (PLN) Natuna memastikan ketersediaan pasokan listrik di Subi tidak mengalami kendala.
Hal ini ditegaskan Kepala PLN Natuna, Rafky Chandra pasca peristiwa terbakarnya KM Lyra yang mengangkut bahan bakar minyak (bbm) jenis solar milik PLN sebanyak 80 ton.
Menurut Rafky dengan terbakarnya kapal ini membuat pasokan solar di gudang mesin pembangkit semakin menipis. Namun masih bisa diatasi.
“Benar tadi kapal yang membawa solar milik kita terbakar. Stok solar yang ada saat ini insya allah cukup untuk satu minggu kedepan,” ujar Rafky Chandra, Selasa, (18/3).
Pihaknya akan melakukan pengiriman ulang solar ke Subi yang akan dijadwalkan pada pekan depan.
“Transportir (distributor) sedang berupaya untuk mengirim kembali solar ke Subi. Sampai saat ini pelayanan kepada pelanggan masih normal,” tutur Rafky.
Sebelumnya, kapal yang memiliki bobot 46 grass tone (GT) ini berangkat dari Selat Lampa menuju Subi dengan diawaki oleh 5 orang yakni nakhoda Eli Ismail, Sofian Hadi sebagai Kepala Kamar Mesin, Aspandi, Sudirman dan Samsudin masing-masing sebagai ABK.
Kapal berjenis kayu ini sebelum terbakar, sempat mengalami kandas di atas karang saat hendak tiba di Subi, Selasa, (18/3) sekitar pukul 05.00 WIB.
“Mengetahui pompong nya kandas nakhoda berusaha untuk keluar dari karang dengan memaju mundurkan kapal melalui naik turunnya putaran mesin dan berharap pompong nya bergerak keluar dari karang,” ujar Kasi Operasi Basarnas Natuna, Budiman.
Namun usaha tersebut menjadi musibah dikarenakan putaran mesin tinggi dan mengalami trouble sehingga menyebabkan adanya percikan api diruang mesin lalu menyambar minyak yang diangkut kapal tersebut.
“Karena terbakar, awak kapal langsung meloncat ke laut. Tim gabungan berhasil menemukan semua ABK. 4 orang ditemukan selamat namun 2 orang mengalami luka bakar,” terang Budiman.
Untuk korban meninggal dunia, lanjutnya, atas nama Aspandi. Atas kejadian ini kapal pompong tersebut habis terbakar dan ABK yang berhasil dievakuasi masih dirawat secara intensif di Puskesmas Subi. (*)
batampos– Seorang pria bernama Jefri Siburian (27) nekat melompat dari atas Jembatan 1 Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, pada Selasa (18/3/2024) sekitar pukul 23.00 WIB. Beruntung, ia berhasil diselamatkan oleh warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Menurut saksi mata bernama Murat, Jefri datang ke jembatan dengan menggunakan sepeda motor. Sesampainya di atas jembatan, ia langsung melompat ke bawah, meninggalkan sepeda motornya begitu saja. Kejadian ini sontak membuat warga yang berada di sekitar lokasi terkejut.
Warga yang menyaksikan aksi nekat tersebut segera berusaha menolong korban. Beberapa di antaranya turun ke bawah jembatan untuk memastikan kondisi Jefri. Berkat kesigapan mereka, Jefri berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat meskipun sempat mengalami shock akibat insiden tersebut.
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera datang ke lokasi. Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Aris, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Korban berhasil diselamatkan oleh warga di sekitar jembatan dan sudah diserahkan kembali ke keluarganya,” ujar Iptu Aris.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti alasan di balik tindakan nekat Jefri. Pihak kepolisian masih mendalami motif di balik upaya percobaan bunuh diri tersebut. Sementara itu, pihak keluarga juga telah dimintai keterangan terkait kondisi mental dan permasalahan yang mungkin sedang dihadapi korban.
Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, turut angkat bicara mengenai insiden ini. Ia kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengambil langkah ekstrem seperti bunuh diri ketika menghadapi masalah. “Setiap persoalan hidup pasti ada solusinya. Jika kita tegar dan berusaha mencari jalan keluar, pasti ada harapan. Jangan sia-siakan hidup dengan cara seperti ini,” tegasnya. (*)
Ketua Steering Committee (SC) Dr. Rachmad Chartady, didampingi Dwi Eko Pramono sebagai Ketua Organizing Committee (OC) dan Sudjiman anggota OC saat memberikan keterangan kepada pers terkait Musda BPD HIPMI Kepri. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Kepri akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) VII, pada 26 April 2025. Musda yang mengambil tema “Optimalisasi Pengusaha Muda Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi langkah penting dalam memastikan regenerasi kepemimpinan yang solid, serta memperkuat jaringan pengusaha muda di Kepri ini sejajar dengan pengusaha bertaraf nasional hingga internasional.
Ketua Steering Committee (SC) Dr. Rachmad Chartady, didampingi Dwi Eko Pramono sebagai Ketua Organizing Committee (OC) dan Sudjiman anggota OC mengatakan, pelaksanaan Musda kali ini dapat menjadi momentum untuk memilih ketua baru sekaligus menghimpun anggota baru. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya melakukan pembenahan organisasi agar HIPMI Provinsi Kepri dapat berfungsi lebih baik lagi di masa depan.
“Dalam Musda HIPMI ini nantinya kita mencari ketua baru serta menghimpun anggota baru. Juga akan kita benahi organisasi ini agar lebih baik lagi ke depannya, selain itu diharapakan HIPMI Kepri bisa melahirkan pemimpin yang mampu membawa pengusaha Kepri sejajar dengan pengusaha bertaraf nasional hingga internasional,” kata Ketua Steering Committee (SC) Dr. Rachmad Chartady.
“Di era menuju Indonesia emas 2045 sekarang ini pengusaha harus cerdas dan tangguh menentukan langkah untuk mempertahankan dan memajukan bisnisnya. Tidak hanya itu, HIPMI Kepri ingin menjadi bagian yang bisa menginspirasi masyarakat khususnya pengusaha muda agar menjadi garda terdepan dalam menuju Indonesia emas 2045,” ucap Rachmad menambahkan.
Rachmad menjelaskan, adapun syarat umum Bakal Calon Ketua Umum HIPMI Kepri antara lain memiliki KTA HIPMI dimana data tersebut sudah masuk database nasional dengan aplikasi HIPMIGO, surat pencalonan sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Kepri, surat pernyataan setia kepada cita-cita, usaha dan tujuan HIPMI, surat pernyataan mematuhi norma, etika dan disiplin organisasi.
Selanjutnya, surat pernyataan tidak dalam keadaan terpidana atau dinyatakan pailit oleh keputusan pengadilan, surat Keterangan telah memenuhi kewajiban membayar uang pangkal/ iuran keanggotaan dari BPD HIPMI KEPRI, surat keterangan pernah atau sedang menjadi fungsionaris di Badan Pengurus Daerah Periode 2021-2024 dan pernah atau sedang menjadi fungsionaris di badan pengurus cabang serta telah menjadi anggota aktif HIPMI lebih dari tiga tahun satu periode kepengurusan.
“Syarat Khusus untuk Bakal Calon Ketua Umum harus mendapatkan surat rekomendasi minimal dua rekomendasi dari Badan Pengurus Cabang (BPC),” jelasnya.
Syarat lainnya yang mutlak, lanjut Rachmad, yaitu usia tidak lebih dari 41 tahun pada saat Musda yakni lampirkan identitas diri KTP dan Akte Lahir, sudah mengikuti DIKLATDA BPD HIPMI KEPRI atau DIKLATDA dari daerah lain seperti lampirkan sertifikat ditambah dokumentasi, pas photo warna 4×6 sebanyak dua lembar dengan latar merah dan pakai jas.
“Melampirkan CV, membayar biaya pendaftaran bakal caketum senilai Rp250 juta melalui setor tunai/ cash ke Sekretariat BPD HIPMI KEPRI. Jadi pembayarannya secara bertahap, saat pendaftaran menyetor sebesar Rp150 juta, sisanya pas pengembalian fomulir Rp100 juta,” terangnya.
Semua persyaratan Bakal Calon Ketua Umum HIPMI Kepri diserahkan kepada SC Musda VII BPD HIPMI KEPRI paling lambat tanggal 27 Maret 2025.
Masih kata Rachmad, Musda VII BPD HIPMI Provinsi Kepri akan dihadiri oleh 7 Kabupaten/Kota BPC HIPMI. Sebagai persyaratan untuk memilih dan mendapatkan hak suara dalam MUSDA, BPC harus memiliki SK masih aktif, telah telah melaksanakan Diklatcab, Rakercab, Forbis dan persyaratan lainnya di daerah kota atau kabupaten masing-masing.
“Hingga saat ini sudah ada tiga calon yang muncul dan menyatakan diri siap menjadi Ketum HIPMI Kepri. Kami berharap, Ketua yang terpilih nantinya mampu berkolaborasi dalam hal program maupun jaringan. Pengusaha Kepri mampu dibawa ke level nasional dan ada langkah konkret yang bisa go internasional,” harap Rachmad.
Sementara, Ketua Organizer Committee Dwi Eko Pramono MUSDA ke VII HIPMI Provinsi Kepri menyampaikan tahapan-tahapan menuju Musda VII BPD HIPMI Provinsi Kepri, di antaranya, pada 14 Februari 2025, sudah dibentuk panitia. Kemudian, persiapan Musda pada 15 Februari, lalu, pengumuman tahapan Musda pada 18 Maret 2025.
“Tahapan selanjutnya pengambilan formulir dari pada 20-24 Maret bertempat di Sekretariat BPD HIPMI Kepri. Kemudian pada 25-27 Maret pengembalian formulir di Sekretariat. Dilanjutkan dengan verifikasi berkas dan penetapan Balon Caketum sekaligus nomor urut pada 28 Maret. Untuk lokasi pelaksanaan di Raddisson atau JW Marriot pada 26 april 2025,” jelas Eko.
Eko menambahkan, pada Musda nanti, Ketua Umum Sari Dwi akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban selama mengemban sebagai Ketua Umum HIPMI Kepri.
“Kami berharap, akan lahir ketua umum baru yang mempunyai visi lebih maju. Mampu berkolaborasi dengan stekholder daerah dan para pemangku jabatan, sehingga cita-cita HIPMI Kepri bisa sejalan dengan pusat, dan Kepri mampu memberikan sumbangsih yang nyata,” tutup Dwi Eko Pramono.
Selain itu, Eko menambahkan ketua yang akan terpilih nantinya dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di HIPMI dengan baik dan diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang tidak hanya memajukan organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi daerah. (*)
batampos – Penyanyi Nini Carlina ingin bersyiar lewat lagu. Sehingga Ramadan tahun ini, dia memutuskan kembali ke dunia musik dengan merilis lagu ‘Semesta Bersyukur’.
Menurut pengakuan Nini Carlina, sebenarnya ia sudah berniat untuk pensiun dari dunia musik sejak beberapa tahun belakangan setelah lebih dari tiga dekade barkarier.
Namun keinginan Nini Carlina sejak pandemi adalah melakukan syiar agama. ”Saya ingin bersyiar. Tapi kalau ceramah tidak cocok. Mungkin ini jalan syiar saya,” ungkapnya di bilangan Rawamangun Jakarta Timur, belum lama ini.
Namun perjalanan waktu ternyata mampu mengubah jalan pikirannya dan ini sebagai bagian dari dinamika perjalanan spiritualnya.
Dia pun terpikirkan untuk kembali merilis karya yang positif dan dampaknya dapat mengingatkan manusia akan Tuhan.
Single religi berjudul Semesta Bersyukur ciptaan Budie Noegroho dan dirilis di bawah label Positif Art Music.
Lagu tersebut mengajak para pendengar untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah dengan menjalani hidup, serta menjalani kehidupan dengan penuh
keikhlasan dan berserah diri kepada-Nya.
Nini Carlina memiliki keyakinan bahwa kehadirannya kembali di industri musik bukan suatu kebetulan belaka. Tapi sudah merupakan takdir yang ditetapkan Allah.
“Proses pembuatan lagu Semesta Bersyukur sangat cepat dan terasa begitu mengalir. Ini cara saya untuk kembali ke dunia musik sekaligus menjadikan lagu ini sebagai syiar dakwah,” paparnya.
Nini Carlina berharap lagu Semesta Bersyukur yang dinyanyikannya dengan suara khas dan prima, bisa menjadi pengingat bagi banyak orang untuk senantiasa bersyukur dan
semakin mendekatkan diri kepada Allah, terutama di bulan suci Ramadan
Nini Carlina adalah penyanyi Indonesia yang dikenal dengan kemampuannya membawakan berbagai genre musik. Mulai dari pop, rock, hingga lagu-lagu bernuansa etnik, dan religi.
Dia mengawali karier di industri musik pada tahun 1992 lewat lagu Ganteng Pacarku. Namanya semakin dikenal lewat lagu-lagu hits seperti Aku Cinta Kamu (duet dengan Doel Sumbang, 1993), Kalau Bulan Bisa Ngomong (1993), Cintaku 1 Tok Til (1993), serta Bayangan (single rock, 1993).
Seiring perjalanan kariernya, Nini Carlina terus bereksplorasi dalam berbagai genre. Ia merilis lagu slow rock Ijinkan (1994), lagu etnik Bulan Andung-Andung (1997), serta Panah Asmara (2000).
Di era 2000-an, Nini Carlina tetap aktif dengan merilis Party on The Beach (bersama SMOOTHIES, 2004) dan kembali ke akar musik tradisional dengan Ojo Ngelu Mas (2023). (*)
batampos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menyatakan akan memberikan tunjangan hari raya (THR) untuk pegawai honorer dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
THR diberikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan membenarkan, Pemkab Bintan akan memberikan THR untuk pegawai honorer dan PPPK.
“Insha Allah, ada THR untuk honorer dan PPPK,” kata Roby singkat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Ronny Kartika menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan alokasi anggaran untuk pembayaran THR bagi pegawai honorer dan PPPK.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa alokasi anggaran yang dibutuhkan sesuai kemampuan dengan keuangan daerah.
Lebih lanjut Ronny mengatakan, besaran THR yang akan diterima pegawai honorer dan PPPK belum dapat dipastikan.
Besaran THR yang diberikan untuk pegawai honorer dan PPPK bisa 50 persen, 75 persen, atau 100 persen.
“Besarannya masih dihitung karena harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah,” pungkasnya. (*)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudoyono saat rapat di kantor BP Batam, Selasa (18/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Meski tidak tercantum dalam daftar 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029, pemerintah memastikan proyek Rempang Eco City tetap mendapat perhatian serius.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan pemerintah pusat masih terus mengawal proyek ini dan akan memberikan solusi bagi masyarakat terdampak.
“Kalau tidak ada perhatian dari pemerintah pusat, artinya diserahkan ke gubernur atau wali kota. Tetapi ini kami datang secara langsung untuk memberikan perhatian sekaligus mengidentifikasi apa saja yang masih perlu dilakukan,” katanya dalam kunjungannya ke Batam, Senin (18/3).
Ia mengaku, tantangan utama dalam pelaksanaan proyek ini adalah penolakan dari sebagian masyarakat Rempang yang masih enggan direlokasi. Meski demikian, ia memastikan pendekatan yang dilakukan pemerintah bukan cuma membangun infrastruktur pendukung, tetapi juga menghadirkan solusi sosial bagi warga yang terdampak.
Ia juga menekankan bahwa ada sebagian masyarakat yang sudah bersedia direlokasi secara sukarela dan telah memperoleh kepastian hukum berupa sertifikat tanah di lokasi baru.
“Saya dengar juga sudah sekian ratus orang yang menunjukkan harapan dan keinginannya untuk bisa berpindah,” ujar AHY.
Namun, proses ini tidak mudah dan membutuhkan waktu serta pendekatan yang tepat. “Kami ingin bersama-sama di sini untuk memastikan semuanya mendapatkan perlakuan dan perhatian yang baik,” lanjutnya.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyebut Rempang Eco City tetap masuk dalam daftar prioritas nasional. Ia telah mengonfirmasi hal ini langsung kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Menurutnya, penolakan masyarakat terjadi karena mereka belum merasakan manfaat proyek ini secara langsung. Iftitah menyoroti perbedaan antara konsep relokasi dan transmigrasi yang diterapkan dalam program ini.
“Kalau relokasi hanya memindahkan rumah tinggalnya saja, setelah itu terserah masing-masing. Sementara kalau transmigrasi sifatnya sukarela, ada pendampingan dari pemerintah pusat, ada insentif yang diberikan,” kata dia.
Untuk mendukung masyarakat yang menggantungkan hidup pada bermacan sektor, contohnya perikanan, pemerintah juga berencana menyediakan kapal dan membangun dermaga nelayan. “Kalau masyarakat ada yang senangnya melaut, akan kami siapkan kapal,” tambahnya.
Dari sisi anggaran, pemerintah telah menyiapkan dana untuk mendukung pembangunan perumahan bagi warga terdampak. Meskipun jumlah pastinya belum ditentukan, Kementerian Transmigrasi telah mengalokasikan hingga Rp70 miliar untuk pembangunan 400-500 rumah, di luar anggaran tambahan untuk fasilitas lainnya.
Saat ini, Kementerian Transmigrasi tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memastikan dukungan lebih lanjut bagi nelayan yang terdampak proyek ini.
“Dana ini sebenarnya berasal dari kantong yang sama, yaitu pemerintah,” ujarnya. (*)
Sesosok mayat perempuan yang mengambang di perairan Batuampar.
batampos – Kasi Operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Eryk Subiyantoro mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan orang kehilangan terkait mayat yang ditemukan di laut.
Untuk itu, ia belum bisa memastikan asal jasad wanita yang ditemukan di Perairan Tanjung Sengkuang, Batuampar.
“Laporan awalnya ini penemuan jenazah, bukan laporan korban hilang kontak. Jadi kami belum mengetahui lokasi pasti dan asal jenazahnya,” ujarnya, Selasa (18/3).
Informasi yang beredar, jasad ini bernama Mutiara, warga Sukabumi, Jawa Barat. Wanita ini sempat dilaporkan hilang saat berada di Malaysia karena mengalami kecelakaan kapal.
“Jasad itu bisa saja terbawa arus. Tapi kita harus tau dulu pastinya tanggal kematian korban. Karena beda waktu bisa ganti arah arus laut,” kata Eryk.
Sementara Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Syaiful Badawi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab pastinya korban meninggal dunia.
Personel Polsek KKP Batam melakukan patroli di konter dan agen-agen tiket kapal di Pelabuhan Domestik Sekupang. Foto: Polsek KKP untuk Batam Pos
batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat mudik menggunakan kapal pada Lebaran 2025 ini.
Ia meminta masyarakat membeli tiket secara resmi atau menghindari pembelian tiket dipercaloan.
“Imbauan kepada calon penumpang yang mudik lebaran ini untuk membeli tiket kapal di lokasi atau loket yang sudah terdaftar resmi,” ujarnya.
Heribertus menjelaskan sebelum membeli tiket, calon penumpang juga terlebih dahulu memastikan atau menggunakan operator yang dipercaya. Sehingga keamanan di dalam kapal tetap terjamin.
“Pilihlah operator pelayanan yang sudah dipercaya,” katanya.
Selain itu, masyarakat diminta tetap mematuhi peraturan petunjuk keselamatan pelayaran dan memastikan letak life jaket di kapal.
“Terus patuhi prosedur keselamatan, tetap ikuti instruksi nahkodan dan ABK kapal,” ungkapnya.
Selain itu, kata Heribertus, menjelang lebaran ini, pihaknya akan membangun posko pengamanan dan posko terpadu. Posko ini tersebar di objek vital dan tempat keramaian. “Kita cek dulu lokasinya,” tutupnya. (*)
Pekerja kios santan di Jalan Kuantan Tanjungpinang saat mengupas kelapa bulat, Selasa (18/3). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Harga santan di sejumlah daerah di Provinsi Kepri, terutama di Kota Tanjungpinang masih tinggi, jelang lebaran Idul Fitri 2025. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) pun masih menunggu kebijakan Pemerintah Pusat, untuk menekan harga santan.
Disperindag Provinsi Kepri sendiri, mengklaim telah meminta Pemerintah Pusat untuk melakukan pembatasan ekspor kelapa bulat, yang merupakan bahan baku pembuatan santan. Saat ini, permintaan tersebut masih dalam tahap pembahasan.
“Tapi masih dalam pembahasan di tingkat Kementerian. Semoga dalam waktu dekat ini, ada kebijakan yang memproteksi (harga) santan kelapa, agar terkendali,” kata Kepala Disperindag Kepri, Aries Fhariandi, Selasa (18/3).
Selain masalah ekspor, penyebab tingginya harga santan di Kepri disebut-sebut karena panen kelapa bulat yang terganggu. Kondisi terganggunya panen kelapa bulat tidak hanya terjadi di Kepri, melainkan juga terjadi di daerah lain seperti Riau dan Jambi.
Sehingga, jumlah produksi kelapa bulat pun menurun, hingga membuat harga santan ikut tidak terkendali. Terlebih lagi, permintaan kelapa bulat yang sangat tinggi, memang tidak sebanding dengan penyuplaian bahan baku santan tersebut.
“Ini terjadi di beberapa daerah di kuar Kepri, memang (produksi) sedang mengalami penurunan. Permintaan tinggi, kelapa berkurang suplainya,” tambahnya.
Untuk di Tanjungpinang, harga santan kian meroket dari yang sebelumnya Rp20 ribu per kilogram, kini telah menyentuh ke angka Rp40 ribu. Tingginya harga santan di Pinang sudah terjadi sejak beberapa pekan jelang bulan Ramadan 2025.
“Kan awalnya Rp20 ribu, naik menjadi Rp35 ribu. Sekarang Rp40 ribu per kilogram, mulai naik Rp40 ribu ini sejak seminggu jelang puasa,” kata Bambang, pemilik kios santan di Jalan Kuantan.
Menaikan harga santan dipicu oleh faktor ekspor kelapa bulat, hingga tingginya harga kelapa tua tersebut. Saat ini, per biji kelapa bulat dijual dengan harga Rp8 ribu hingga Rp9 ribu per biji.
“Kalau dari kita ya faktor ekspor. Kalau tidak ikut persaingan harga, kita tidak dapat barang (kelapa). Kalau dulukan harga kelapa tidak sampai Rp5 ribu,” pungkasnya. (*)
Kakanwil Dirjen Pemasyaratan Kepri Aris Munandar, Manager UBP Kepri PLN Indonesia Power Andi Taufik Saputra, Bupati Karimun Iskandarsyah dan Plt Karutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun Candra Putra Irawansyah saat meninjau workshop FABE yang ada di Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun.f.TRI HARYONO/BATAMPOS
batampos– Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun, kini memiliki workshop Fls Ash dan Bottom (FABA) yang dapat dimanfaatkan bagi Warga Binaan Pemasyaratan (WBP).
Kakanwil Dirjen Pemasyaratan Kepri Aris Munandar mengatakan, dengan diresmikannya workshop FABA ini bisa memberikan nilai tambah bagi pembinaan WBP yang lebih baik.
“ Dengan diresmikannya workshop ini, diharapkan dapat memperoleh keterampilan baru bagi WBP Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun. Sehingga, nanti setelah bergabung dengan masyakat dapat keterampilan yang ada nilai ekonomisnya,” terangnya didampingi Plt Karutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun Candra Putra Irawansyah, Selasa (18/3).
Manager UBP Kepri PLN Indonesia Power Andi Taufik Saputra menuturkan, limbah FABA ini sudah tidak lagi limbah B2. Dan limbah FABA bisa dimanfaatkan untuk pembuatan publing blok dan lainnya yang ada nilai ekonomisnya.
“ Harapannya kami kerjasama berkelanjutan, untuk dimanfaat menjadi breaket yang bisa dimanfaatkan lagi untuk bahan baku PLTU,” tuturnya.
Sehingga, workshop tersebut bisa dimanfaatkan lebih banyak lagi bagi masyarakat kedepannya.
“Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi warga binaan disini,” pesannya.
Sedangkan, Bupati Karimun Iskandarsyah mengucapkan terimakasih atas adanya workshop tersebut.
“Intinya mari kita menjadi insan kreatif dan inovatif, terutama bagi warga binaan. Dan, segera kembali bersama keluarga, ini sebagai pembelajaran kita untuk tetap semangat. Apalagi dibulan suci ramadan 1446 H agar dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Usai peresmian dilanjutkan dengan buka bersama dengan pegawai dan WBP Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun. Sekaligus dimulainya pesantren kilat.(*)