Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2037

Momen Superlangka, 8 Anak Presiden RI Foto Bersama

0
Delapan anak presiden RI dari masa ke masa berfoto bersama. (Instagram Annisa Yudhoyono)

batampos – Sebuah foto menarik diunggah Annisa Yudhoyono, di akun media sosial Instagramnya @annisayudhoyono, pada Minggu (23/3).

Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu mengunggah foto yang memperlihatkan anak-anak dari delapan Presiden RI sedang duduk bersama.

Dalam foto itu, terlihat putra Presiden pertama RI Soekarno, Guruh Soekarnoputra; putri Presiden kedua RI Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto; putra Presiden ketiga RI BJ Habibie, Iham Akbar Habibie.

Terlihat juga Yenny Wahid yang merupakan putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur; Puan Maharani putri Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, putra Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, AHY.

Tampak juga Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep yang merupakan putra dari Presiden ketujuh RI Joko Widodo. Tak hanya itu, ada juga Didit Hediprasetyo, Putra Presiden Prabowo Subianto.

Foto itu diambil bersamaan dengan perayaan ulang tahun putra Prabowo, Didit Hediprasetyo. Melalui unggahan fotonya itu, Annisa Yudhoyono juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Didit.

About last night… We share something that not many people can understand ????????. Thank you @didit.hediprasetyo, fot getting us together last night, happiest Birthday, wish you all the best ????,” tulis @AnnisaYudhoyono. (*)

Artikel Momen Superlangka, 8 Anak Presiden RI Foto Bersama pertama kali tampil pada News.

Aktivis Kemanusiaan Desak Investigasi Menyeluruh Kasus TPPO di Kepri

0
Subdit 4 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggagalkan upaya pengiriman tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang hendak diberangkatkan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Operasi tersebut dilakukan di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center. F. Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri

batampos – Aktivis kemanusiaan Kepulauan Riau (Kepri), Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, menilai maraknya pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari luar negeri harus menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk mengungkap penyebab utama permasalahan ini. Ia menekankan bahwa lemahnya pengawasan di dalam negeri turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus perdagangan manusia.

“Mengapa pengawasan kita begitu lemah? Ini adalah kesempatan untuk mengungkap rantai mafia perdagangan orang yang telah lama beroperasi. Padahal sudah ada peraturan daerah yang seharusnya bisa mencegah ini,” kata Romo Paschalis yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP).

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah telah memulangkan ratusan WNI korban TPPO dari Myanmar dalam empat kloter berbeda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 orang berasal dari Kepulauan Riau. Romo Paschalis menyoroti minimnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap para korban yang berasal dari wilayah tersebut.

“Sebanyak 39 korban ini ada yang berasal dari Batam dan daerah lain di Kepri. Sayangnya, pemerintah provinsi terkesan tidak memberikan respons yang memadai terhadap situasi mereka, meskipun sudah mendapatkan informasi dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri,” ujarnya.

Baca Juga: Gabriel Sianturi: Penciptaan Lahan Pertanian Salah Satu Landasan Ketahanan Pangan

Ia juga mengungkapkan bahwa para korban seolah dibiarkan mengurus kepulangan mereka sendiri tanpa adanya bantuan yang memadai dari pemerintah daerah. Padahal, seharusnya ada mekanisme yang memastikan bahwa mereka mendapatkan pendampingan dan perlindungan setelah kembali ke tanah air.

Tahun 2024 lalu, kasus TPPO menjadi salah satu isu serius yang mengalami peningkatan signifikan. Data dari Jaringan Save Migrant, Peduli Perempuan, dan Anak mencatat bahwa TPPO menyumbang 32,6 persen dari total 181 kasus yang ditangani. Sementara itu, kekerasan seksual berada di posisi kedua dengan angka 18,8 persen. Dari total 209 korban yang terdata, 69 di antaranya adalah anak-anak, sedangkan 140 lainnya merupakan orang dewasa.

Yang lebih mengkhawatirkan, mayoritas pelaku TPPO adalah orang-orang terdekat korban, seperti anggota keluarga (44,2 persen) dan teman dekat (31,7 persen). Hal ini menunjukkan betapa lemahnya sistem perlindungan sosial yang seharusnya menjadi benteng pertama dalam mencegah terjadinya eksploitasi terhadap perempuan dan anak-anak.

Romo Paschalis, menyatakan bahwa tingginya angka TPPO mencerminkan krisis kemanusiaan yang harus segera ditangani. “Kasus TPPO bukan sekadar angka statistik, ini menyangkut nyawa manusia. Banyak anak-anak dan perempuan yang menjadi korban. Ini adalah krisis kemanusiaan yang harus segera dihentikan,” tegasnya.

Untuk menangani masalah ini secara lebih efektif, Romo Paschalis menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum (APH), dan masyarakat sipil. Ia menyoroti beberapa tantangan dalam proses penanganan kasus TPPO, seperti kurangnya perspektif korban di kalangan APH, keterbatasan kuota visum, serta minimnya dukungan keluarga korban dalam proses hukum.

“Kami mendorong adanya pelatihan bagi aparat penegak hukum agar mereka lebih memiliki sensitivitas terhadap korban, terutama dalam kasus yang berkaitan dengan gender,” tambahnya.

Baca Juga: Onward Siahaan Nahkodai PSI Kepri, Siap Perkuat Konsolidasi Jelang Pemilu 2029

Sebagai langkah konkret, KKPPMP bersama Jaringan Save Migrant mengusulkan sejumlah kebijakan strategis untuk meningkatkan perlindungan bagi perempuan, anak, dan pekerja migran. Usulan tersebut mencakup penyediaan kuota visum yang mencukupi, penerapan kebijakan daerah yang lebih ketat dalam melindungi perempuan dan anak, serta peningkatan kapasitas aparat hukum agar mampu menangani kasus TPPO dengan pendekatan berbasis korban.

Romo Paschalis menegaskan bahwa pemerintah harus lebih tegas dalam memberikan jaminan perlindungan bagi kelompok rentan. “Kita memerlukan kebijakan yang lebih kuat dan tegas. Pemerintah harus bertanggung jawab penuh dalam melindungi korban, terutama anak-anak dan perempuan yang berada dalam situasi rentan. Ini bukan sekadar isu hukum, tapi juga kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Aktivis Kemanusiaan Desak Investigasi Menyeluruh Kasus TPPO di Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Hamilton dan Leclerc Didiskualifikasi di GP China

0
Charles Leclerc didiskualifikasi dari GP China. (Simon BAKER / POOL / AFP)

batampos – Pembalap Ferrari Lewis Hamilton dan Charles Leclerc didiskualifikasi dari GP China yang berlangsung di Sirkuit Internasional Shanghai, Minggu (23/3).

Dikutip dari Antara, Hamilton terkena hukuman karena melakukan pelanggaran ketebalan blok belakangnya yang berada di bawah ketentuan, Sementara Leclerc didiskualifikasi karena pelanggaran berat mobil.

“Selama sidang perwakilan tim mengkonfirmasi bahwa pengukuran benar dan bahwa semua prosedur yang diperlukan dilakukan dengan benar. Tim tersebut juga mengakui bahwa tidak ada situasi yang mengurangi dan bahwa ini adalah kesalahan yang nyata oleh tim,” tulis Formula 1, Minggu.

“Dewan juri memutuskan bahwa Pasal 3.5.9 dari Regulasi Formula 1 FIA telah dilanggar dan oleh sebab itu hukuman standar dari diskualifikasi perlu diterapkan untuk pelanggaran seperti itu,” tulis Formula 1.

Sebelumnya tim Hamilton melakukan laporan yang menyatakan bahwa ketebalan dari papan mobilnya berada di ukuran 8,6 mm atau berada di bawah ambang batas minimum yakni 9 mm yang melanggar pasal 3.5.9 peraturan teknik.

Nasib serupa juga dialami oleh Leclerc yang mencatat bahwa SF25 miliknya mempunyai berat 1 kg di bawah berat minimum sehingga membuatnya didiskualifikasi.

Diskualifikasi ini sekaligus menjadi mimpi buruk untuk tim pabrikan Italia tersebut usai sebelumnya Hamilton mampu mencatatkan kemenangan di sprint race di GP Tiongkok.

Dengan didiiskualifikasinya ganda Ferrari ini maka Esteban Ocon, Kimi Antonelli, Alex Albon dan Ollie Bearman yang telah finis di urutan ketujuh sampai ke sepuluh masing-masing dipromosikan naik dua posisi.

Sementara Lance Stroll dan Carlos Sainz juga meraih poin dengan pindah ke sepuluh teratas, mengingat Gasly juga didiskualifikasi dari P11. (*)

Artikel Hamilton dan Leclerc Didiskualifikasi di GP China pertama kali tampil pada Olahraga.

Penanaman Modal Asing Masuk ke Kawasan Industri Tunas Prima

0

batampos – Di tengah melemahnya berbagai indikator perekonomian, sejumlah investor asing masih menaruh minat besar mendirikan pabrik baru di Batam. Salah satunya di Kawasan Industri Tunas Prima, Kabil. Di kawasan industri yang dibangun pada 2023 itu, saat ini terdapat empat perusahaan besar yang dipastikan akan segera beroperasi pada 2025.

Kehadiran investasi asing ini memperkuat posisi sektor manufaktur sebagai penggerak utama ekonomi Kota Batam, memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Beberapa investasi di Kawasan Industri Tunas Prima yang akan segera beroperasi dalam waktu dekat bergerak di bidang manufaktur elektronik.

Saat ini, persiapan operasional sedang berlangsung dan diperkirakan akan membutuhkan sekitar 2.500 tenaga kerja pada 2025 serta tambahan 5.000 tenaga kerja pada 2026.

Perihal keberadaan salah satu investor baru itu pernah disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani, Januari lalu. “Ini adalah tahap awal, bisa ciptakan lapangan pekerjaan 2.000 orang,” ungkap Rosan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan jika rekrutmen tenaga kerja di Kawasan Industri Tunas Prima bisa terealisasi, hal ini akan berdampak signifikan pada pengurangan jumlah pencari kerja di Batam, yang terus meningkat.

Saat ini, kata dia, tercatat ada sekitar 17.000 tenaga kerja aktif yang sedang mencari pekerjaan, mulai dari lulusan SMA, perguruan tinggi, hingga jenjang S2.

“Kita masih memiliki surplus pencari kerja dari tahun sebelumnya dan tahun berjalan saat ini. Oleh karena itu, kami berharap perekrutan tenaga kerja di Kawasan Industri Tunas Prima dapat mengutamakan tenaga kerja lokal, baik dari Batam maupun daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Rudi, Jumat (21/3).

Menurut Rudi, kondisi industri di Indonesia saat ini cenderung stagnan, sehingga Batam harus mampu menarik lebih banyak investasi untuk terus tumbuh dan berkembang. Ia menambahkan, sejumlah perusahaan di Batam juga tengah bersiap untuk melakukan perekrutan tenaga kerja dalam waktu dekat.

“Beberapa perusahaan di Batam akan segera merekrut tenaga kerja. Dengan adanya surplus pencari kerja di Batam, kami harapkan kebutuhan industri yang ada bisa terpenuhi,” katanya.

“Dengan adanya informasi bahwa Kawasan Industri Tunas Prima akan membuka lowongan kerja, tentu ini sangat membantu dalam penyerapan tenaga kerja lokal di Batam,” tambahnya.

Disnaker Batam menegaskan bahwa perekrutan tenaga kerja di Batam harus mengutamakan tenaga kerja lokal sebelum membuka peluang bagi pekerja dari luar daerah. Rudi mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan penuh dalam proses rekrutmen, termasuk berkoordinasi dengan lembaga penempatan tenaga kerja.

“Kami berharap ada peran serta dari semua pihak, baik dari Disnaker sendiri, lembaga penempatan tenaga kerja lokal, maupun perusahaan. Jika memang tenaga kerja di Batam masih belum mencukupi, barulah kita merekrut dari luar daerah sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” jelasnya.

Untuk memastikan proses perekrutan berjalan efektif, Disnaker Batam telah memiliki 10 petugas pengantar kerja yang siap membantu perusahaan dalam mencari tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Kami siap berkolaborasi dengan perusahaan di Kawasan Industri Tunas Prima. Apa pun kebutuhan mereka, kami siap mendukung, termasuk dalam menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan,” kata Rudi.

Ia juga menyatakan sistem perekrutan tenaga kerja ke depan akan lebih transparan dan sesuai regulasi pemerintah pusat. Perusahaan diwajibkan mengumumkan lowongan kerja melalui platform nasional seperti Siap Kerja atau langsung melalui Disnaker, sehingga semua pencari kerja memiliki kesempatan yang sama.

Dengan masuknya investasi asing yang berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja baru, Batam semakin memperkuat posisinya sebagai pusat industri yang kompetitif di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang baru bagi tenaga kerja lokal. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Penanaman Modal Asing Masuk ke Kawasan Industri Tunas Prima pertama kali tampil pada Metropolis.

Musim Hujan, Warga Diminta Waspada Genangan Air

0
Banjir di Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji. F. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Batam tengah menghadapi musim hujan yang menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Bahkan genangan air berhari-hari. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat membahayakan masyarakat, terutama anak-anak yang sering bermain di sekitar area tersebut.

Pihak kepolisian telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh genangan air. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, beberapa anak dilaporkan hanyut terbawa arus dan tenggelam hingga meninggal dunia. Oleh karena itu, pengawasan terhadap anak-anak harus lebih ditingkatkan.

“Wilayah Sagulung cukup rawan terhadap kejadian seperti ini. Oleh karena itu, kami mengimbau agar orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka. Jangan biarkan mereka bermain di sungai, drainase, atau kolam saat hujan karena risiko terseret arus dan tenggelam sangat tinggi,” ujar Kapolsek Sagulung Iptu Rohandi Tambunan.

Baca Juga: Musim Hujan, Titik Baru Kerusakan Jalan Bermunculan

Selain risiko tenggelam, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam menjaga lingkungan agar tetap aman. Jika ada sumur atau sungai di sekitar pemukiman, sebaiknya dibuat pagar pembatas atau pengamanan tambahan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Langkah pencegahan ini sangat penting untuk menghindari musibah yang dapat merenggut nyawa anak-anak.

Tak hanya di Sagulung, wilayah Sekupang juga sering mengalami kejadian serupa. Beberapa kasus anak terseret arus atau tenggelam di musim hujan sudah pernah terjadi di daerah ini. Salah satu insiden terbaru terjadi pada Sabtu (23/3), di mana seorang bocah berusia lima tahun di Perumahan Gesya Eternal Marina nyaris tenggelam di sumur buatan dalam kompleks tersebut.

Baca Juga: Masyarakat Antusias Hadiri Bazar Sembako Renggali Grup

Beruntung, warga setempat cepat tanggap dan berhasil menyelamatkan bocah tersebut sebelum terlambat. “Iya, kemarin ada anak lima tahun yang sempat tenggelam, tapi untungnya bisa diselamatkan karena warga segera menolong,” ungkap Yono, salah satu warga perumahan tersebut.

Selain bahaya tenggelam, masyarakat juga diminta mewaspadai risiko lain yang datang bersamaan dengan musim hujan, seperti pohon tumbang dan tanah longsor. Banyak pohon yang akarnya melemah akibat genangan air, sehingga rentan tumbang dan menimbulkan korban. Oleh karena itu, warga diimbau untuk segera melaporkan pohon-pohon berisiko kepada pihak terkait agar bisa segera ditangani.

Pihak kepolisian Sekupang kembali menegaskan agar masyarakat selalu waspada dan tidak lengah dalam menjaga keselamatan anak-anak di musim hujan. “Kami berharap orang tua lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain di area berisiko tinggi. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sekupang Iptu Ridho. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Musim Hujan, Warga Diminta Waspada Genangan Air pertama kali tampil pada Metropolis.

Menkes Budi Siap Sekolahkan Anak Anambas di Kedokteran dengan Biaya Pribadi

0
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (tengah) didampingi Menko PMK, Pratikno dan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat diwawancara awak media di Tarempa, Anambas. f.ihsan

batampos– Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyoroti kurangnya dokter yang berminat mengabdi di daerah terluar, tertinggal dan terdepan (3T).

Padahal daerah 3T setiap tahun membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), namun sepi peminat.

“Bukan hanya di Anambas saja seperti itu, hampir sebagian daerah 3T sepi pelamar CPNS di formasi dokter,” ujar Budi Gunadi Sadikin di Tarempa, Sabtu, (22/3) kemarin.

BACA JUGA: Kekurangan Dokter, Gedung PSC 119 di Tanjungpinang Belum Dioperasikan

Menurutnya tugas di daerah 3T menjadi beban bagi dokter yang bukan asli tempatan karena tidak terbiasa dengan hidup dalam keterbatasan.

“Kalau dibuka (lowongan) mengharapkan orang dari Jawa untuk kesini sepi. Jadi kita pilih anak-anak terpintar dari sini dengan sistem seleksi, sekolahkan untuk jadi dokter,” kata Budi Sadikin.

Dihadapan awak media, Budi menegaskan komitmennya untuk membantu menyekolahkan beberapa anak asli Anambas untuk menimba ilmu kedokteran dengan biaya pribadinya.

“Karena saya benar-benar merasa tidak akan sempurna kalau bukan putra putri daerah. Nanti tugas saya meloby Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi agar beri kesempatan anak 3 T. Kalau engga saya sendiri yang biayain bahkan sampai keluar negeri,” tegas Budi.

Kemudian, Budi menyarankan dokter yang berstatus lajang bertugas di Anambas agar dapat mencari jodoh warga tempatan.

“Biar dokter-dokter ini tidak pulang ke daerah asalnya. Seperti ibu Dirut RSUD Tarempa ini, asli Jawa tapi temukan pujaan hatinya disini. Jadi dia tak pulang-pulang,” kelakar Budi.

Selain itu, Budi juga terkejut setelah mengetahui dokter bedah yang tersedia di RSUD Tarempa hanya satu orang melalui program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) Kementrian Kesehatan. Itu pun masa kontraknya akan berakhir pada bulan depan.

“Banyak pasien operasi usus buntu, hernia dan kecelakaan. Itu sebenarnya tugas dokter bedah. Sangat rentan kalau tidak ada dokter bedah,” ujar Budi.

Untuk mengatasi hal ini, Budi mendorong Pemda untuk meminta bantuan perusahaan Medco Energi agar menempatkan dokternya di RSUD Tarempa.

“Hasil kekayaannya di ambil, seharusnya Pemda meminta Medco Energi tempatkan dokter di RSUD Tarempa. Agar bisa membantu pasien disini,” tuturnya.

Kedepan, Budi akan melaporkan temuan ini ke Presiden Prabowo Subianto dengan harapan Anambas mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat.

“Semoga ada harapan baik untuk Anambas dan daerah 3T. Adanya pemerataan dokter agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” pungkas Budi Sadikin. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Menkes Budi Siap Sekolahkan Anak Anambas di Kedokteran dengan Biaya Pribadi pertama kali tampil pada Kepri.

Viral di Medsos, Pengemudi Ojol Dapat “THR” Cuma Rp105

0
Ilustrasi: Ojol bagi-bagi tangkapan layar perolehan THR mereka. (Platform X)

batampos – Pekerja lepas seperti mitra pengemudi ojek online atau ojol mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau yang disebut oleh aplikator sebagai Bonus Hari Raya (BHR). Besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama satu dan lainnya.

Di media sosial (medsos) seperti di X, para pengemudi ojol yang mulai mendapatkan THR atau BHR ini banyak yang membagikan perolehan mereka. Seperti sudah disinggung di atas, besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama.

Si A mendapatkan berapa, belum tentu si B memperoleh jumlah yang sama. Demikian pula dengan si C, ada yang apes banget, cuma dapat BHR kurang dari Rp 1.000.

ATENSI KHUSUS dari Pemerintah langsung membuahkan HASIL.. THR dari GOJEK untuk para Driver SUDAH CAIR Ayo bang @Gojekmilitan dan semua Ojol.. Ucapkan terima kasih ke pak @prabowo .. Dapat THR, Mayan BUAT BAYAR TOILET waktu pjalanan Mudik,” cuit akun X @AraituLaki membagikan video pengemudi ojol cuma dapat BHR senilai Rp 105.

Dalam video tersebut, terlihat User Interface atau UI aplikasi ride hailing, Gojek, memberikan informasi kepada mitra bahwa mereka telah mengirimkan sesuatu. Yang dikirim adalah uang, besarannya sedemikian, bahkan di komentar posting-an tersebut, ada yang dapat hanya Rp 93 saja.

THR gojekmilitan untuk bayar wc umum saja masih nombok Rp 1.895,” komentar pengguna X lainnya dengan akun @NawawiAlMaroni.

Sementara pada komentar di posting-an yang sama, dari mitra pengemudi ojol lainnya, banyak yang membagikan tangkapan layar perolehan THR atau BHR mereka sebagai mitra pengemudi ojol. Ada yang dapat Rp50 ribu, Rp100 ribu, Rp 450 ribu dan Rp900 ribu.

Besaran BHR yang diperoleh para pengemudi ojol tadi tidak sama. Memang, seperti sudah diberitakan sebelumnya, THR untuk ojol yang sudah diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara beberapa waktu lalu, besarannya akan disesuaikan oleh kinerja si mitra yang bersangkutan.

Aplikator ride hailing seperti Gojek dan Grab juga sudah memastikan bahwa besaran uang THR yang diterima oleh mitra mereka akan sangat tergantung pada performa dan kinerja mereka. Sementara pengemudi yang rajin dengan target tertentu dapat THR besar, yang malas dapat sedikit atau bahkan tidak sama sekali.

Hal tersebut diklaim dilakukan karena prinsip keadilan. Sebab, tidak semua mitra ojol memiliki kinerja dan performa baik, begitu juga mitra pengemudi lama dengan mitra pengemudi baru, maka persentase yang didapat juga berbeda. (*)

Artikel Viral di Medsos, Pengemudi Ojol Dapat “THR” Cuma Rp105 pertama kali tampil pada News.

UU TNI yang Baru Disahkan Digugat Mahasiswa UI ke MK

0
Ilustrasi gedung Mahkamah Konstitusi (MK). (dok Jawa Pos)

batampos – Revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang telah disahkan DPR RI menjadi Undang-Undang, pada Kamis (20/3) menuai kontroversi. Pengesahan UU TNI itu dilakukan di tengah masifnya kritik dan kecaman atas revisi UU TNI.

Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan itu teregister dengan nomor 48/PUU/PAN.MK/AP3/03/2025.

“Permohononan pengujian formil tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI,” sebagaimana dikutip pada laman MKRI.id, Minggu (23/3).

Adapun, ketujuh mahasiswa FH UI yang mengajukan gugatan di antaranya Muhammad Alif Ramadhan, Namoradiarta Siahaan, Kelvin Oktariano, M. Nurrobby Fatih, Nicholas Indra Cyrill Kataren, Mohammad Syaddad Sumartadinata, dan Yuniar A. Alpandi.

Dalam petitumnya, mereka menilai terdapat kecatatan prosedural dalam revisi UU TNI. Mereka meminta MK membatalkan revisi UU TNI, serta menyatakan bahwa UU TNI yang baru disahkan itu inkonstitusional bertentangan dengan UUD 1945.

Bahkan, mereka juga meminta MK untuk menghapus norma baru dalam UU TNI. Serta mengembalikan norma lama sebelum adanya revisi oleh Komisi I DPR RI.

Adapun, DPR RI telah mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pengesahan itu dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/3).

Terdapat tiga Pasal penting yang menjadi perhatian publik dalam revisi UU TNI. Ketiga pasal di antaranya Pasal 7, Pasal 47, dan Pasal 53. Pasal-pasal itu mengatur terkait kewenangan pokok TNI, termasuk usia pensiun dan penempatan militer pada jabatan sipil.

Berikut tiga pasal penting pada Revisi UU TNI:

Pasal 7, Tugas pokok dalam operasi militer selain perang (OMSP).

Dalam Pasal 7 RUU TNI terdapat dua tugas baru militer selain perang, dari yang sebelumnya hanya 14 menjadi 16 tugas TNI. Adapun, dua tambahan tugas itu yakni, menanggulangi ancaman siber dan menyelamatkan warga negara serta kepentingan nasional di luar negeri.

Pasal 7 (2) huruf b:

1. mengatasi gerakan separatis bersenjata;
2. mengatasi pemberontakan bersenjata;
3. mengatasi aksi terorisme;
4. mengamankan Wilayah perbatasan;
5. mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis;
6. melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri;
7. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya;
8. memberdayakan Wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta;
9. membantu tugas pemerintahan di daerah;
10.membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam Undang-Undang;
11.membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia;
12. membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan;
13. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan;
14. membantu Pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan;
15. membantu dalam upaya menanggulangi Ancaman pertahanan siber; dan
16. membantu dalam melindungi dan menyelamatkan Warga Negara serta kepentingan nasional di luar negeri.

Pasal 47, Kementerian/Lembaga yang bisa diisi TNI

Dalam pasal 47, terdapat penambahan posisi jabatan sipil yang bisa diisi militer, dari sebelumnya hanya 10 kementerian/lembaga kini menjadi 14 kementerian/lembaga.

Adapun, penambahan jabatan sipil itu di antaranya penempatan di BNPT, Bakamla, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung.

1. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
2. Kementerian Pertahanan, termasuk Dewan Pertahanan Nasional
3. Kesekretariatan negara yang menangani urusan kesekretariatan presiden dan kesekretariatan militer presiden
4. Badan Intelijen Negara
5. Badan Siber dan/atau Sandi Negara
6. Lembaga Ketahanan Nasional
7. Badan Search And Rescue (SAR) Nasional
8. Badan Narkotika Nasional (BNN)
9. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP)
10. Badan Penanggulangan Bencana
11. Badan Penanggulangan Terorisme
12. Badan Keamanan Laut
13. Kejaksaan Republik Indonesia (Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Militer)
14. Mahkamah Agung.

Pasal 53, Usia pensiun TNI

Pasal 53 RUU TNI mengubah batas usia pensiun prajurit TNI. Hal itu diatur dalam Pasal 53 ayat (2) dengan batas usia pensiun yang variatif berdasarkan pangkat dan jabatan.

– bintara dan tamtama maksimal 55 tahun
– perwira sampai dengan pangkat kolonel maksimal 58 tahun
– perwira tinggi bintang 1 maksimal 60 tahun
– perwira tinggi bintang 2 maksimal 61 tahun
– perwira tinggi bintang 3 maksimal 62 tahun

Sementara untuk perwira tinggi bintang 4, batas usia pensiun maksimal 63 tahun dan dapat diperpanjang maksimal dua kali atau dua tahun sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden (Keppres). (*)

Artikel UU TNI yang Baru Disahkan Digugat Mahasiswa UI ke MK pertama kali tampil pada News.

Tiket Pesawat Mahal dan Habis

0

Warga Batam Pilih Mudik lewat Malaysia dan Singapura

Bupati Lingga Ajak Masyarakat Memperbanyak Ibadah

0
Bupati Lingga, Muhamad Nizar saat melakukan I’tikaf pada malam ke 22 pada Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah di Masjid Jami’ Sultan Daik, Kabupaten Lingga, Sabtu (22/3). F.diskominfo Lingga

batampos– Sepuluh hari terakhir di Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah, Bupati Lingga Muhamad Nizar mengajak masyarakat kabupaten lingga untuk terus meningkatkan ibadah kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan di bulan Ramadan ini. Hal ini disampaikan oleh Bupati Lingga saat mengikuti i’tikaf di malam ke 22 Ramadan yang digelar di Masjid Jami’Sultan Lingga, Kabupaten Lingga pada Sabtu (22/3).

Bupati Lingga, Muhamad Nizar dalam kesempatan ini menyampaikan, pada momen sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan ini mari sama-sama kita perbanyak beribadah kepada Allah SWT dengan melakukan i’tikaf di masjid-masjid untuk menggapai kemuliaan Lailatul Qadar.

BACA JUGA: Menjaga Warisan Sejarah, Pemkab Lingga Bangun Fasilitas Sarana Prasarana Makam Megat Kuning

“Pada momen sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan ini saya mengajak kepada kita semua untuk terus meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT agar kita semua mendapatkan kemuliaan dari Lailatul Qadar,” ujar Muhamad Nizar, Sabtu (22/3).

Bupati Lingga juga mengajak masyarakat untuk bermunajat kepada Allah SWT pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan untuk Kabupaten Lingga ini agar selalu diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

“Saya berharap kepada masyarakat kabupaten Lingga di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan ini agar menyisipkan Doa terbaik yang dikhususkan untuk Kabupaten Lingga agar selalu diberikan keberkahan dan kesejahteraan,” ungkap Nizar.

Harapannya setelah menjalani serangkaian ibadah selama Bulan Ramadan 1446 hijriah tahun 2025 ini bisa memberikan semangat baru bagi kita semua dalam menjalankan aktivitas kehidupan, dan kami dari pemerintah Kabupaten Lingga dapat lebih maksimal lagi melakukan upaya-upaya untuk memajukan Kabupaten Lingga lebih baik lagi kedepannya. Semoga kita dapat membiasakan diri dengan hal-hal kebaikan yang sudah kita terapkan selama Bulan Ramadan ini. (*)

Reporter: Vatawari

 

 

Artikel Bupati Lingga Ajak Masyarakat Memperbanyak Ibadah pertama kali tampil pada Kepri.