Aiptu Rasmudi membagikan makanan kepada warga Tanjungunggat Tanjungpinang yang terdampak banjir rob. F. Polsek Bukit Bestari
batampos– Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjungunggat Bukit Bestari Tanjungpinang Aiptu Rasmudi, membuka dapur umum untuk warga terdampak banjir rob,
Sebagai Bhabinkamtibmas, Aiptu Rasmudi menjadikan Pondok Baca Tanjungunggat sebagi dapur umum sementara membantu warga Tanjungunggat yang terdampak banjir rob.
Pondok Baca tersebut menjadi dapur umum tempat untuk memasak makanan bersama warga. Setelah makanan masak, Aiptu Rasmudi menyalurkan makanan kepada warga yang terdampak banjir rob.
Aiptu Rasmudi mengatakan, banjir rob masih berdampak di daerah pesisir Tanjungpinang. Salah satunya di Kelurahan Tanjungunggat, Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang.
“Oleh sebab itu, kami bersama-sama warga berinisiatif untuk memasak makanan di Pondok Baca. Kemudian hasil memasak makanan berupa nasi kotak ini kami berikan kepada warga,” katanya, Sabtu (18/1).
Bantuan bahan makanan tersebut, kata Rasmudi, merupakan hasil dari swadaya warga. Kemudian pihaknya bersama warga, mengolahnya lalu menyalurkan makanan tersebut.
Aiptu Rasmudi mengimbau warga agar tetap waspada dan berhati-hati saat cuaca hujan hingga cuaca ekstrem dan meminta warga melakukan antisipasi sedini mungkin.
“Terkait cuaca ekstrem, harus rutin melihat info peringatan dini cuaca dari BMKG,” imbau Aiptu Rasmudi. (*)
batampos– Kota Batam mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam dari Januari hingga November 2024 mencapai 1.166.849 kunjungan. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 8,23 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023, yang mencatat 1.043.078 kunjungan.
Dengan terus berkembangnya sektor pariwisata, Batam terus menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi dan pariwisata di Kepri.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Ia menilai kemajuan pesat yang terjadi di Bandar Dunia Madani, terutama dalam sektor infrastruktur, telah berkontribusi besar dalam menarik minat wisatawan asing.
Berbagai potensi wisata seperti keindahan alam, kekayaan kuliner, serta infrastruktur kota yang semakin modern menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
“Peningkatan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen di Batam. Kemajuan sektor pariwisata tentu akan memberikan stimulus positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan,” ujar Rudi, Senin (20/1).
Rudi menekankan bahwa pariwisata tetap menjadi salah satu sektor unggulan Batam. Pihaknya optimistis dengan berbagai program strategis pembangunan yang terus dijalankan oleh BP Batam pada tahun 2025, sektor ini akan semakin maju dan menjadikan Batam sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
“Pembangunan infrastruktur yang kami lakukan tidak hanya bertujuan untuk menarik investasi, tetapi juga untuk mendukung kebangkitan sektor pariwisata. Oleh karena itu, mari kita jaga kenyamanan dan keamanan kota ini agar pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut,” kata dia. (*)
batampos– Kota Batam mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam dari Januari hingga November 2024 mencapai 1.166.849 kunjungan. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 8,23 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023, yang mencatat 1.043.078 kunjungan.
Dengan terus berkembangnya sektor pariwisata, Batam terus menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi dan pariwisata di Kepri.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Ia menilai kemajuan pesat yang terjadi di Bandar Dunia Madani, terutama dalam sektor infrastruktur, telah berkontribusi besar dalam menarik minat wisatawan asing.
Berbagai potensi wisata seperti keindahan alam, kekayaan kuliner, serta infrastruktur kota yang semakin modern menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
“Peningkatan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen di Batam. Kemajuan sektor pariwisata tentu akan memberikan stimulus positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan,” ujar Rudi, Senin (20/1).
Rudi menekankan bahwa pariwisata tetap menjadi salah satu sektor unggulan Batam. Pihaknya optimistis dengan berbagai program strategis pembangunan yang terus dijalankan oleh BP Batam pada tahun 2025, sektor ini akan semakin maju dan menjadikan Batam sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
“Pembangunan infrastruktur yang kami lakukan tidak hanya bertujuan untuk menarik investasi, tetapi juga untuk mendukung kebangkitan sektor pariwisata. Oleh karena itu, mari kita jaga kenyamanan dan keamanan kota ini agar pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut,” kata dia. (*)
Sampah menumpuk di sepanjang pingggiran jalan menuju kawasan galangan kapal Seilekop. f.eusebius sara3batampos– Sepanjang pinggiran jalan menuju kawasan galangan kapal Seilekop, Sagulung, dipenuhi tumpukan sampah yang meluber hingga memakan sebagian ruas jalan. Tumpukan sampah tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai dari sampah rumah tangga, material bekas bangunan, perabotan rusak, hingga plastik dan pakaian bekas. Kondisi ini tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga membawa ancaman penyakit bagi masyarakat yang menggunakan jalan tersebut.
Meski lokasi penumpukan sampah ini jauh dari permukiman, jalan tersebut menjadi akses utama bagi pekerja galangan kapal Seilekop. Panjang tumpukan sampah mencapai setengah kilometer, dan kondisi ini mempersempit jalan sehingga kendaraan berat yang berpapasan harus berhenti bergantian. “Jalan ini makin sempit karena tumpukan sampah. Kalau pagi saat jam kerja, lalu lintas sering macet,” ujar Rahman, salah seorang pekerja galangan kapal.
Menurut warga setempat, Aulia, penumpukan sampah di lokasi ini sudah berlangsung lama. Sebagian sampah bahkan dibakar oleh masyarakat karena volumenya yang terus bertambah. Aulia menyebutkan, sampah-sampah tersebut berasal dari berbagai permukiman di Sagulung. “Orang-orang buang sampah sembarangan di sini. Sudah penuh, malah terus ditambah,” katanya.
Lurah Seilekop, Bida Augusta, mengakui bahwa penumpukan sampah ini merupakan persoalan yang kompleks. Salah satu faktor utama adalah minimnya kesadaran masyarakat untuk tertib membuang sampah pada tempatnya. “Beberapa RW di Seilekop masih menolak membayar retribusi sampah. Akibatnya, sampah dari wilayah tersebut dibuang sembarangan ke pinggir jalan,” ungkap Bida Augusta.
Meski demikian, pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya membersihkan sampah yang menumpuk di pinggir jalan. Namun, karena jumlah sampah terus bertambah, upaya tersebut belum mampu sepenuhnya mengatasi masalah ini. “Satgas tetap bekerja, tetapi kapasitasnya terbatas karena tumpukan terus bertambah,” tambahnya.
Masalah serupa tidak hanya terjadi di Seilekop. Beberapa wilayah lain di Sagulung, seperti Kavling Baru, Tembesi, hingga Seipelenggut, juga menghadapi situasi yang sama. Jalan-jalan di wilayah tersebut kerap menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Menurut Lurah Sagulung Kota, tumpukan sampah ini terus bertambah dari waktu ke waktu meskipun berbagai upaya telah dilakukan.
Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, menegaskan bahwa masyarakat tidak memiliki alasan untuk membuang sampah sembarangan. Pemerintah telah menyediakan lokasi penampungan sampah sementara untuk mengakomodasi sampah dari permukiman. “Armada dan pekerja pengangkut sampah masih bekerja maksimal. Masyarakat harus disiplin dan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada,” katanya.
Selain itu, Rozie menekankan pentingnya penegakan aturan untuk mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan. Menurutnya, sosialisasi dan pendekatan persuasif akan terus dilakukan, tetapi sanksi tegas juga perlu diterapkan bagi pelanggar agar memberikan efek jera. “Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.
Pemerintah Kecamatan Sagulung berharap, dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, masalah sampah yang sudah berlangsung lama ini dapat segera teratasi. Sementara itu, masyarakat sekitar berharap adanya solusi yang lebih efektif agar jalan tidak lagi dipenuhi sampah dan menjadi sumber penyakit.
Masalah sampah di Sagulung mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Penanganan yang terintegrasi dan keberlanjutan program pengelolaan sampah menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi semua. (*)
Taeyong NCT (kiri), V dan RM BTS (kanan) ketika menjalani wajib militer. (Naver, instagram.com/rkive)
batampos – Idol k-pop serta drakor yang mengikuti wajib militer seperti member BTS Jungkook dan V, Kai EXO hingga Song Kang akan segera menuntaskan kewajiban mereka.
Segera setelahnya, para artis k-pop dan drakor tersebut akan segera menyapa para penggemarnya.
Di tahun ini beberapa nama besar di industri hiburan Korea seperti k-pop dan drakor dijadwalkan kembali ke dunia entertainment setelah menyelesaikan tugas negara.
Di Korea Selatan, berdasarkan undang-undang tahun 1957, semua pria berbadan sehat harus menjalani wamil di usia 18 hingga 28 tahun, dengan durasi sekitar 21–24 bulan tergantung unit penempatan.
Semua warga negara wajib mengikuti, termasuk para pesohor juga harus cuti dari dunia hiburan. Dengan cutinya para idola ini, para penggemar juga menanti dengan waktu yang cukup lama kapan idola mereka kembali ke jagat hiburan.
Berikut daftar idol dan aktor yang akan segera kembali menyapa penggemar, seperti dilansir Lifestyle Asia:
Kai EXO akan menyelesaikan wamilnya pada 10 Februari 2025 setelah bertugas sebagai pekerja layanan sosial sejak 11 Mei 2023.
Lee Dohyun, aktor Sweet Home dan Exhuma, bertugas di band militer Angkatan Udara dan akan selesai pada 13 Mei 2025.
Lima member BTS yang tahun ini dalam waktu berdekatan bakal menyelesaikan wamil. V BTS yang bertugas di unit Ssangyong Angkatan Darat dijadwalkan rampung pada 10 Juni 2025.
RM BTS, sang leader, juga akan menyelesaikan wamilnya pada 10 Juni 2025, setelah bertugas di Satuan Tugas Khusus Komando Pertahanan Ibu Kota.
Jungkook BTS dan Jimin BTS akan menyusul sehari kemudian, yakni pada 11 Juni 2025.
Suga BTS, yang bertugas sebagai agen layanan sosial sejak 22 September 2023, akan menyelesaikan wamilnya pada 21 Juni 2025.
Sehun EXO, maknae EXO, dijadwalkan selesai pada 20 September 2025.
Song Kang, aktor Nevertheless dan My Demon, akan kembali ke
dunia akting setelah menyelesaikan tugasnya sebagai prajurit aktif pada 1 Oktober 2025.
Taeyong NCT, yang bertugas di band militer Angkatan Laut sejak 15 April 2024, akan kembali ke panggung pada 14 Desember 2025.
Kembalinya para idol dan aktor ini tentu menjadi momen yang dinantikan oleh penggemar. Terutama bagi ARMY, EXO-L, dan NCTzen, yang sudah tak sabar menyambut comeback mereka di industri hiburan. (*)
batampos – Pentingya keselamatan ketika berkendara tak hanya dibutuhkan bagi pengendaranya saja melainkan penumpangnya. Sepeda motor khususnya di Indonesia biasanya juga memiliki kapasitas untuk mengangkut penumpang, yaitu sebanyak 2 orang termasuk penumpang dan tidak boleh melebihi dari jumlah tersebut tentunya. Berikut beberapa tips agar berkendara aman saat berboncengan.
Yang Pertama perhatikan tekanan angin pada ban, sesuaikan tekanan angin ban dengan spesifikasi teknis yang tertera pada sepeda motor kita. Biasanya tertera sepesifikasi tekanan angin ban untuk berkendara sendiri dan berboncengan. Dan ketika berkendara berboncengan tekanan angin ban akan lebih keras karena beban yang juga bertambah.
Kemudian Postur Penumpang juga harus tepat. Ketika dibonceng posisikan tangan kita memegang perut samping pengendara, Posisikan lutut kita sedikit menjepit secara ringan pengendara. Nah jika sang pengendara bukan Muhrim kita boleh cukup dengan meletakan tangan pada lutut kita saja dan juga lutut kita tidak menyentuh pengendara. Lalu posisi kaki tentunya memijak foot step atau pijakan kaki yang terdapat pada motor dan kita wajib menyeleraskan pergerakan kita dengan pengendara dan sepeda motor tersebut.
Untuk pengendara sebaiknya irama berkendara agar lebih halus dalam melakukan manuver, berakselerasi maupun deselerasi termasuk saat melakukan pengereman, serta juga pada saat pergantian gigi. Dengan begitu penumpang dapat lebih mudah menyelaraskan pergerakan motor, kemudian hentakan ke belakang yang dialami penumpang akibat akselerasi yang terlalu spontan dan efek gravitasi ke arah depan karena pengereman yang terlalu keras dapat dihindari yang dapat membahayakan penumpang.
“Ibarat Pilot pesawat terbang, ia bertanggung jawab atas keselamatan seluruh penumpang dan crew serta muatannya, begitupun saat berkendara berboncengan maka anda harus #Cari_Aman saat naik motor bertanggung jawab memastikan anda dan penumpang menerapkan tips ini agar tiba ditempat tujuan dengan Selamat” Tutup Christofer Valentino selaku Safety Riding Instructor Main Dealer Sepeda Motor Honda PT. Capella Dinamik Nusantara Kepri. (*)
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad memberikan pemaparan saat menjadi narasumber pada podcast Batam Pos, Selasa (10/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos– Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa terdapat 21 titik banjir di Batam yang membutuhkan penanganan serius dengan estimasi biaya mencapai Rp19 miliar.
Ia berencana untuk mengunjungi DKI Jakarta pada 23 Januari mendatang. Tujuannya untuk melihat langsung keberhasilan Jakarta dalam mengatasi genangan air yang sebelumnya kerap menjadi permasalahan ibu kota.
Keberhasilan Jakarta dia harapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Batam dalam upaya penanganan banjir.
“Saya akan mengunjungi DKI Jakarta untuk melihat langsung bagaimana landing station itu dibuat dan bagaimana model tata kelolanya,” katanya, Minggu (19/1).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sistem penanganan banjir di Batam akan mencakup penggunaan pompa, sumur resapan, serta detail engineering design. Berdasarkan analisis sementara dari konsultan, Batam membutuhkan 12 pompa untuk menangani 21 titik banjir yang ada.
“Satu titik banjir diestimasi membutuhkan anggaran sekitar Rp19 miliar. Anggaran ini mencakup pembangunan landing station, instalasi pompa, sumur resapan, hingga perencanaan teknis yang matang,” kata Amsakar.
Pemerintah pun tak berkelit bahwa banjir disebabkan juga akan daya tampung saluran yang sudah tak mampu menampung debit air. Kawasan Jodoh dan Nagoya, misalnya. Lingkungan di sana sudah tertata, meliputi bangunan, jalan, maupun drainase. Mustahil jika konturnya dinaikkan. Sementara, syarat pengaliran lewat gravitas itu cuma mengandalkan kemiringan tanah.
“Kinerja drainase tidak semuanya maksimal. Ada juga beberapa memang persoalan utilitas di dalam saluran yang mengganggu aliran. Kalau untuk Batam ini, 100 persen masih memanfaatkan pengaliran gravitasi” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Batam, Suhar, tempo lalu.
Kapasitas saluran air di lingkungan yang dimaksudkan itu sudah maksimal. Secara logika, jika badan jalan diambil untuk pelebaran drainase, sama dengan mengambil badan jalan. Itu tidak mungkin dilakukan.
“Fakta yang kita hadapi di sana, kita tak bisa melebarkan saluran, kita tidak bisa meninggikan lingkungan. Kapasitas tetap sama. Kita juga tidak bisa menjamin kecepatan aliran karena kemiringan saluran sedikit. Satu-satunya upaya pengentasan masalah banjir yakni dengan dipompa,” kata dia.
DBM-SDA bakal segera membahas dan mengusulkan pengadaan sistem pompa air tersebut ke DPRD Batam. Satu unit pompa semi lengkap berserta konstrukainya, ditaksir mencapai Rp20 miliar.
Sistem pompa itu dinilai yang paling efektif mengatasi banjir, sebab mampu membuang 1.800 kubik air per menit. Untuk tahap awal, paling tidak Batam membutuhkan empat hingga lima titik penempatan pompa air.
“Marina, Bengkong, itu juga dibutuhkan (pompa air). Sementara Jodoh, Nagoya, mungkin ada tiga kebutuhan. Kita bukannya mengistimewakan kawasan Jodoh dan Nagoya, tapi memang sekarang di sana itu lebih rentan banjir,” ujar Suhar.
Ia melihat, bahwa solusi pengentasan masalah banjir harus secara komprehensif dan tidak serta merta dengan solusi teknis semata. Solusi komprehensif yang dimaksud mulai dari pendekatan kebijakan, sampai ke teknisnya. Hal itu harus berjalan bersamaan.
“Sedapat mungkin kita bisa mempertahankan daerah resapan yang masih tersisa. Paling tidak mengurangi air limpasan,” kata dia. (*)
Pemadam menangkap ular yang bersembunyi di bawah kolong rumah panggung di jalan Eka Bhakti, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Sabtu (18/1/2025) malam. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.
batampos– Seekor ular phyton bersembunyi di bawah kolong rumah panggung di jalan Eka Bhakti, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Sabtu (18/1/2025) malam.
Ular sepanjang 1,5 meter itu berhasil diamankan setelah membuat petugas Damkar Tanjunguban kewalahan.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, proses evakuasi ular cukup menyulitkan, karena ular bersembunyi dan menyelinap di bawah kolong rumah panggung.
“Butuh kerja extra, karena ular bersembunyi di bawah kolong rumah dan di bawah rumah ada kolam ikan, salah-salah melangkah bisa masuk kolam,” ujarnya.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto (berpeci)
batampos – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto kembali menyosialisasikan Peraturan Menteri Desa (Permendesa) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025.
Setelah sebelumnya dilakukan secara virtual bersama para Kepala Desa di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jambi, kali ini dilakukan bersama Kepala Desa Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau,
Dalam sosialisasi tersebut, Mendes Yandri mengatakan bahwa Permendesa ini akan menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah hingga Desa untuk wujudkan percepatan kesejahteraan masyarakat desa. Menurutnya, Dana Desa menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa.
Pada 2025, Sebanyak Rp71 triliun Dana Desa digelontorkan Pemerintah Pusat ke Pemerintah Desa. Sejak tahun 2015 sampai saat ini total Dana Desa yang telah dialokasikan oleh Pemerintah Pusat dari APBN ke Pemerintah Desa mencapai Rp610 Triliun.
“Oleh karena itu Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama jajaran instansi pemerintah terkait, terus mengawal dan memastikan proses percepatan dan pengendalian pemanfaatan Dana Desa dapat bermanfaat secara maksimal,” ujar Yandri.
Mendes Yandri kemudian menjabarkan fokus penggunaan Dana Desa tahun 2025 sesuai dengan Permendesa Nomor 2 Tahun 2024 yakni, Pertama, Fokus Penanganan Kemiskinan Ekstrem sebesar 15 persen untuk Bantuan Langsung Tunai.
Kedua, Penguatan Desa yang adaptif terhadap perubahan Perubahan Iklim. Ketiga, peningkatan promosi dan layanan dasar kesehatan termasuk pencegahan stunting.
Fokus Keempat yaitu Dukungan Terhadap Program Ketahanan Pangan atau Swasembada Pangan. Mendes Yandri berkomitmen untuk fokus untuk menyukseskan program ini. Menurutnya hal ini penting karena sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Jumat kemarin saya sebagai Menteri desa dan PDT diundang oleh bapak presiden Prabowo untuk rapat kabinet terbatas yaitu tentang makan siang bergizi,” kata Mendes Yandri.
Lebih lanjut Ia mengatakan, Kemendes dan PDT diberi tanggung jawab oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan bahan baku makan siang bergizi.
“Dari mana dananya? Itu dari dana desa yang 20% ini, ya 71 triliun. Kalau kita ambil 20% berarti hampir sekurang-kurangnya Rp 16 triliun dana desa untuk ketahanan pangan,” ungkap Mendes Yandri.
“Sekurang-kurangnya ya, tidak boleh kurang dari Rp16 triliun. Sekurang-kurangnya dana desa itu digunakan untuk ketahanan pangan sebesar 20%. Nah, bagaimana kalau 30%? Ya boleh. Bagaimana kalau 25%? Boleh, sekurang-kurangnya Rp16 triliun, berarti bisa juga sampai ke angka 20 triliun sebagaimana yang saya sampaikan di istana negara kemarin,” sambungnya.
Fokus Kelima, Pengembangan Potensi Keunggulan Desa. Keenam, Dana Desa digunakan untuk pemanfaatan Teknologi dan Sistem Informasi untuk percepatan implementasi Desa Digital. Ketujuh, Pembangunan Berbasis Padat Karya Tunai dan Penggunaan Bahan Baku Lokal serta program sektor prioritas lainnya di desa.
Untuk mengawal dana yang sedemikian besar itu, Mendes Yandri menggandeng Jaksa Agung Muda Intelejen untuk melakukan pengawasan dan pendampingan. Sehingga ke depan tidak ada lagi persoalan hukum yang berkaitan dengankepala desa beserta perangkat desa.
Turut hadir dalam sosialisasi ini yakni Wamendes PDT Ariza Patria, Sekjen Kemendes Taufik Madjid, Jaksa Agung Muda Intelejen Reda Manthovani serta Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemendes PDT. Hadir secara virtual, Kepala Dinas PMD, Para Camat, Kepala Desa, BPD serta Tenaga Pendamping Desa. (*)
Pedagan cabai di pasar Victoria. F. Rengga/Batam Pos
batampos– Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Sekupang, seperti Pasar Victoria dan Pasar Sungai Harapan, terus melonjak. Ibu-ibu rumah tangga mengeluhkan tingginya harga cabai yang kini mencapai Rp 80 ribu per kilogram.
Pantauan di Pasar Victoria, Sekupang, Senin (20/1), harga cabai merah dijual Rp22 ribu per seperempat kilogram atau Rp80 ribu per kilogram. Cabai hijau sedikit lebih murah, yakni Rp 65 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai rawit dan cabai setan lebih mahal lagi, masing-masing mencapai Rp27 ribu per seperempat kilogram atau Rp Rp 100 ribu per kilogram.
“Kalau cabai memang sejak akhir tahun lalu sampai sekarang masih tinggi. Kami juga tak berani stok banyak, ” ujar Anwar salah seorang pedagang cabai di pasar Victoria.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Sungai Harapan. Pedagang di sana menjual cabai merah dengan harga yang sama, yakni Rp 90 ribu per kilogram. Cabai hijau dihargai Rp17–18 ribu per seperempat kilogram, dan cabai rawit serta cabai setan tetap di kisaran Rp 100 ribu per kilogramnya.
Siti, seorang ibu rumah tangga yang berbelanja di Pasar Fanindo, mengeluhkan dampak kenaikan harga tersebut terhadap pengeluaran sehari-harinya. “Biasanya saya beli cabai merah Rp12 ribu seperempat kilogram, sekarang jadi Rp20 ribu. Berat sekali, apalagi kebutuhan lainnya juga banyak,” ujarnya, Minggu (20/1).
Namun, harga bahan pokok lain di dua pasar tersebut terpantau masih stabil. Bawang merah dan bawang putih dijual Rp35 ribu per kilogram. Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi juga masih di harga normal, rata-rata Rp12 ribu per kilogram.
Menurut Ahmad, salah satu pedagang di Pasar Sungai Harapan, kenaikan harga cabai ini dipicu oleh minimnya pasokan dari distributor akibat cuaca buruk. “Pengiriman dari Jawa terganggu karena hujan terus-menerus. Stok sedikit, tapi permintaan tetap tinggi,” jelasnya.
Di Pasar Sungai Harapan, pedagang lain bernama Lina membenarkan kondisi tersebut. “Sudah seminggu ini stok cabai dari distributor turun drastis. Kalau kondisinya seperti ini terus, mungkin harga akan naik lagi,” katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, memastikan pasokan sembako ke Kota Batam masih berjalan lancar meskipun cuaca ekstrem tengah melanda sejumlah daerah. Pasokan komoditas seperti cabai merah, cabai hijau, bawang merah, bawang putih, dan bahan pokok lainnya tetap stabil.
“Pengiriman dari luar daerah tidak ada masalah. Cabai merah dari Mataram, Lombok, dan Jawa dikirim menggunakan pesawat. Sejauh ini distribusi masih aman,” ujarnya.
Namun, ia membenarkan bahwa harga cabai merah di Batam masih tinggi, sejalan dengan kondisi di seluruh Indonesia. Harga cabai merah melonjak karena penurunan produksi di sejumlah daerah akibat musim hujan yang memengaruhi proses panen.
“Produksi cabai menurun karena hujan. Banyak tanaman terkena penyakit, panen jadi sulit, dan distribusi terganggu. Di beberapa daerah, harga cabai merah bahkan mencapai Rp150 ribu per kilogram, seperti di Kalimantan,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah juga sedang menyusun rencana untuk mengatasi kenaikan harga cabai yang berkepanjangan. Salah satu opsinya adalah subsidi transportasi untuk mendukung pengiriman cabai dari daerah produsen ke Batam.
“Badan Pangan Nasional sudah mempersiapkan rencana subsidi transportasi. Misalnya, jika ongkos kirim dari Mataram mencapai Rp20 ribu per kilogram, nanti sebagian akan disubsidi pemerintah. Namun, skema ini masih dalam pembahasan,” tutupnya. (*)