Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 21

Dapur MBG 3T Segera Beroperasi, Batam Jadi Penyumbang Terbesar Penerima Manfaat

0
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, saat melakukan kunjungan kerja di Batam, Kamis (2/4) guna memastikan percepatan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk di wilayah 3T di Kepulauan Riau.

batampos – Pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat penyelesaian pembayaran pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Kepulauan Riau. Langkah ini dilakukan agar dapur yang telah selesai dibangun bisa segera beroperasi dan melayani masyarakat.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan pihaknya telah mendata seluruh dapur di wilayah 3T yang pembangunannya sudah rampung, namun belum difungsikan karena kendala administrasi pembayaran.

“Kami sedang melakukan penyelesaian. Untuk bangunan di daerah terpencil itu sudah kami data, sebagian sudah dibayarkan, dan sisanya akan kami selesaikan,” ujarnya saat berkunjung ke Batam, Kamis (2/4).

Ia mengakui, di sejumlah wilayah di Kepri terdapat dapur MBG yang sebenarnya siap digunakan, tetapi belum bisa beroperasi karena belum turunnya anggaran dari pusat. Untuk itu, BGN akan menggelar rapat lanjutan di Jakarta pada 7 April 2026 guna menuntaskan persoalan tersebut.

“Insya Allah tanggal 7 April kami rapat di Jakarta untuk penyelesaiannya. Setelah itu, dapur yang sudah selesai bisa langsung dioperasionalkan,” katanya.

Sony menambahkan, setelah tahap pertama penyelesaian rampung, pihaknya akan kembali melakukan pemetaan kebutuhan dapur MBG di wilayah lain yang belum terjangkau, terutama di pulau-pulau kecil.

“Nanti kami petakan kembali daerah mana saja yang belum terjangkau, berapa kebutuhan dapur, serta jumlah penerima manfaatnya. Ini akan kami koordinasikan dengan satgas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Pada tahap awal, terdapat 130 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun di wilayah 3T Kepri. Rinciannya yakni 14 dapur di Natuna, 20 di Anambas, 30 di Batam, 1 di Tanjungpinang, 9 di Bintan, 41 di Lingga, dan 15 di Karimun.

Di sisi lain, pelaksanaan program MBG secara keseluruhan di Kepri menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Hingga 31 Maret 2026, jumlah penerima manfaat telah mencapai 579.270 orang atau sekitar 85,26 persen dari target.

Program ini ditopang oleh 230 SPPG, 9.044 relawan, serta 509 supplier yang mendukung distribusi dan penyediaan bahan pangan. Kota Batam menjadi wilayah dengan capaian tertinggi. Sebanyak 135 dapur MBG di kota ini melayani 394.060 penerima manfaat, menjadikannya sebagai tulang punggung pelaksanaan program di Kepri.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan dan operasional dapur MBG, khususnya di wilayah 3T.

“Kami berkoordinasi dengan satgas kabupaten/kota untuk percepatan pembangunan di wilayah 3T. Ini sudah berjalan dan terus kami dorong,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan bahan pangan sebagai kunci keberhasilan operasional dapur MBG, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan distribusi.

“Kami memastikan pasokan dari Batam, Bintan, hingga Karimun tetap terjaga. Koordinasi terus dilakukan agar distribusi bahan pangan tidak terhambat,” katanya.

Untuk mempercepat distribusi logistik, pemerintah provinsi turut menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah dan satuan tugas di daerah, agar kebutuhan bahan pangan dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

Dengan percepatan operasional dapur di wilayah 3T serta capaian penerima manfaat yang terus meningkat, program MBG di Kepri diharapkan semakin merata dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah kepulauan.(*)

Artikel Dapur MBG 3T Segera Beroperasi, Batam Jadi Penyumbang Terbesar Penerima Manfaat pertama kali tampil pada Metropolis.

Gahar! Mercedes GLE 2027 AMG 53 Hybrid Tembus 577 HP

0
Mercedes-Benz GLE 2027 varian AMG 53 Hybrid yang hadir dengan tenaga hingga 577 HP dan teknologi plug-in hybrid terbaru. Sumber Gambar: x.com/cole_marzen.

batampos – Mercedes-Benz resmi memperkenalkan generasi terbaru Mercedes-Benz GLE 2027 dengan berbagai pembaruan signifikan, terutama pada sektor mesin, desain, dan teknologi.

Salah satu sorotan utama adalah kehadiran varian performa tinggi Mercedes-AMG GLE 53 Hybrid yang kini dibekali tenaga jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya.

Model terbaru ini menjadi bagian dari penyegaran lini SUV premium Mercedes-Benz, dengan pembaruan pada tampilan eksterior, interior modern, hingga peningkatan sistem elektrifikasi yang semakin canggih.

Pada sektor performa, AMG GLE 53 Hybrid mengusung sistem plug-in hybrid yang menggabungkan mesin 3.0 liter inline-six turbo dengan motor listrik bertenaga tinggi.

Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga hingga 577 horsepower dan torsi 553 lb-ft, menjadikannya salah satu SUV hybrid paling bertenaga di kelasnya.

Dengan performa tersebut, SUV ini mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam waktu sekitar 4,4 detik, mendekati performa kendaraan bermesin V8.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Mercedes-AMG dalam menggabungkan performa tinggi dengan teknologi elektrifikasi tanpa menghilangkan karakter sporty khasnya.

Dari sisi desain, GLE 2027 tampil lebih modern dengan pembaruan pada grille depan, desain lampu, serta tampilan keseluruhan yang lebih futuristik.

Interior juga mengalami peningkatan signifikan, termasuk penggunaan layar digital berukuran besar dan sistem infotainment generasi terbaru berbasis perangkat lunak canggih.

Selain itu, ribuan komponen pada kendaraan ini turut diperbarui untuk meningkatkan kenyamanan, performa, serta efisiensi berkendara.

Kehadiran Mercedes-Benz GLE 2027, khususnya varian AMG 53 Hybrid, menjadi tonggak penting dalam evolusi SUV mewah berperforma tinggi yang kini semakin mengarah pada elektrifikasi. (*)

Artikel Gahar! Mercedes GLE 2027 AMG 53 Hybrid Tembus 577 HP pertama kali tampil pada Lifestyle.

Efek Lebaran Tak Berpengaruh, Inflasi Kepri Tetap Terkendali

0
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos – Laju inflasi di Provinsi Kepulauan Riau pada Maret 2026 menunjukkan tren melandai. Di tengah meningkatnya permintaan menjelang Idulfitri, tekanan harga tetap terkendali berkat kombinasi pasokan yang terjaga dan intervensi kebijakan pengendalian inflasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro, menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada Maret 2026 mencatat inflasi sebesar 0,08 persen secara bulanan (month to month). Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari yang mencapai 0,44 persen.

“Secara tahunan, inflasi Kepri tercatat 3,23 persen, turun dari bulan sebelumnya sebesar 3,54 persen, dan juga lebih rendah dari inflasi nasional yang berada di level 3,48 persen,” ujar Rony, Jumat, (3/3).

Capaian tersebut menempatkan Kepulauan Riau sebagai provinsi dengan inflasi tahunan terendah kelima di Sumatera. Secara spasial, inflasi bulanan terjadi di Batam sebesar 0,11 persen dan Karimun 0,56 persen. Sementara itu, Tanjungpinang justru mencatat deflasi sebesar 0,37 persen.

Tekanan inflasi terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan 0,48 persen dengan andil 0,13 persen. Lonjakan harga dipicu naiknya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri, terutama pada komoditas seperti udang basah, bayam, dan daging ayam ras.

Namun, kenaikan tersebut tertahan oleh deflasi di sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa mencatat penurunan harga sebesar 1,12 persen, terutama dipengaruhi turunnya harga emas perhiasan.

Penurunan ini berkaitan dengan penguatan dolar Amerika Serikat serta perubahan preferensi masyarakat dalam berinvestasi.

Selain itu, kelompok transportasi juga mengalami deflasi sebesar 0,38 persen. Penurunan ini didorong oleh kebijakan diskon tarif angkutan udara dan laut selama periode mudik Lebaran.

Rony menilai terkendalinya inflasi tidak lepas dari sinergi antara Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kepulauan Riau.

Berbagai langkah dilakukan sepanjang Maret, mulai dari rapat koordinasi, edukasi publik, hingga operasi pasar dan penyelenggaraan pasar murah.

“Program pengendalian seperti Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga,” kata dia.

Meski demikian, sejumlah risiko tetap membayangi. Potensi dampak fenomena El Nino, normalisasi tarif transportasi pasca-Lebaran, serta kenaikan harga energi global dinilai dapat mendorong tekanan inflasi ke depan.

Di sisi lain, terdapat faktor penahan inflasi, seperti normalisasi harga emas serta pergeseran masa panen sejumlah komoditas pangan yang berpotensi meningkatkan pasokan.

Bank Indonesia bersama TPID, kata Rony, akan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran target nasional 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026.(*)

Artikel Efek Lebaran Tak Berpengaruh, Inflasi Kepri Tetap Terkendali pertama kali tampil pada Metropolis.

Politeknik Bintan Cakrawala Hadirkan Chef Muhammad Tirta dan Chef Cinta, Perkuat Kurikulum dan Buka Wawasan Karier Jerman

0
Mahasiswa Politeknik Bintan Cakrawala mengikuti kegiatan internasional bersama Chef Muhammad Tirta dan Chef Cinta Nanda Ayu Vrismadi yang berkarier di Jerman. F. Politeknik Bintan Cakrawala untuk Batam Pos.

batampos – Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) menghadirkan dua praktisi kuliner Indonesia yang berkarier di Jerman untuk memperkuat kurikulum sekaligus membuka wawasan mahasiswa terkait peluang karier internasional.

Kegiatan yang digelar melalui Program Studi DIII Seni Kuliner ini menghadirkan Muhammad Tirta dan Cinta Nanda Ayu Vrismadi dalam rangkaian agenda internasional yang berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pengembangan kurikulum, guest lecture, serta seminar terbuka bertajuk Hospitality Career Opportunities: From PBC to Germany.

Kepala Program Studi DIII Seni Kuliner PBC, Henricus Yayan, mengatakan pengembangan kurikulum menjadi langkah penting agar pembelajaran tidak hanya berfokus pada teknik, tetapi juga standar kerja dan budaya profesional di industri internasional.

“Pembelajaran harus mampu menangkap standar kerja, kreativitas presentasi produk, serta budaya profesional yang berlaku di industri global, khususnya di Jerman,” ujarnya.

Pada sesi guest lecture, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar langsung terkait European pastry dan praktik kerja di dapur profesional yang menuntut ketelitian, konsistensi, serta kualitas visual produk.

Beberapa menu pastry Eropa yang diperkenalkan antara lain Schwarzwälder Kirsch Torten, chocolate mousse, dan choux au craquelin.

Chef Muhammad Tirta menilai pengalaman praktik menjadi kunci penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja internasional.

“Bekerja di dapur profesional, terutama di Jerman, bukan hanya soal rasa, tetapi juga disiplin, presisi, kebersihan, dan konsistensi kualitas,” katanya.

Ia berharap mahasiswa dapat memahami standar kerja global sejak dini dan memiliki gambaran nyata jika ingin berkarier di luar negeri.

Kedua chef tersebut diketahui meniti karier melalui program Ausbildung di Jerman. Saat ini, Chef Tirta berkarier di Hotel Der Sonnenhof, sementara Chef Cinta bekerja di Rischart Bäckerei.

Puncak kegiatan ditandai dengan seminar terbuka yang diikuti mahasiswa lintas program studi. Seminar ini membahas peluang kerja di Jerman, termasuk tantangan kompetensi, kesiapan mental, serta pentingnya adaptasi di lingkungan kerja internasional.

Direktur Politeknik Bintan Cakrawala, Emilia Ayu Dewi Karuniawati, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan global.

“Kami ingin mahasiswa melihat bahwa peluang karier di luar negeri terbuka, namun harus dipersiapkan melalui kompetensi, karakter, dan kemauan belajar yang kuat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PBC menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, aplikatif, dan berorientasi global, sekaligus membuka jalan bagi mahasiswa untuk meraih peluang karier internasional. (*)

Artikel Politeknik Bintan Cakrawala Hadirkan Chef Muhammad Tirta dan Chef Cinta, Perkuat Kurikulum dan Buka Wawasan Karier Jerman pertama kali tampil pada Kepri.

Biaya Bahan Bakar Naik, Dua Maskapai Jepang Akan Naikkan Fuel Surcharge Mulai Juni 2026

0
Ilustrasi pesawat Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) yang akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan internasional mulai Juni 2026. Sumber gambar: x.com/MeetOurWorld.

batampos – Dua maskapai terbesar Jepang, Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA), berencana menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk penerbangan internasional mulai Juni 2026.

Kenaikan ini dipicu lonjakan harga minyak global yang dipengaruhi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran.

Untuk rute jarak jauh seperti Amerika Utara dan Eropa, biaya tambahan bahan bakar diperkirakan meningkat signifikan. Bahkan, kenaikan bisa mencapai lebih dari 20.000 yen per penumpang atau hampir dua kali lipat dibandingkan periode April–Mei 2026.

Sementara itu, rute jarak pendek seperti ke Tiongkok, Taiwan, hingga Korea Selatan juga akan mengalami kenaikan. Khusus rute Korea Selatan, biaya tambahan diperkirakan meningkat hingga dua kali lipat menjadi sekitar 3.000 yen.

JAL dan ANA diketahui menerapkan sistem penyesuaian fuel surcharge setiap dua bulan. Besaran tarif dihitung berdasarkan rata-rata harga avtur di pasar Singapura serta nilai tukar yen dalam dua bulan sebelumnya.

Untuk periode Juni–Juli 2026, perhitungan biaya didasarkan pada data harga bahan bakar dan kurs yen pada Februari hingga Maret 2026.

Kebijakan ini bertujuan menyesuaikan fluktuasi harga energi global agar maskapai tetap mampu menutup biaya operasional yang meningkat.

Kenaikan fuel surcharge tersebut dipastikan berdampak pada total harga tiket pesawat internasional yang menjadi lebih mahal.

Lonjakan biaya ini juga diperkirakan dapat memengaruhi minat perjalanan masyarakat, terutama menjelang musim liburan musim panas di Jepang.

Bagi calon penumpang, kondisi ini berarti perlu mempersiapkan anggaran lebih besar untuk perjalanan internasional dalam waktu dekat. (*)

Artikel Biaya Bahan Bakar Naik, Dua Maskapai Jepang Akan Naikkan Fuel Surcharge Mulai Juni 2026 pertama kali tampil pada News.

Potensi Hujan Ringan di Kepri di Beberapa Daerah Esok Hari dan Minggu

0
Hujan mengguyur kawasan Batam Center, Selasa (31/3). Sebelumnya kota Batam mengalami cuaca panas beberapa bulan. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Langit di Batam dalam beberapa pekan terakhir lebih sering tampak cerah tanpa hujan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan datangnya periode kemarau lebih awal, bahkan mendorong pemerintah kota Batam menggelar salat meminta hujan sebagai ikhtiar menghadapi kekeringan.

Namun, di balik langit yang kering, prakiraan cuaca menunjukkan dinamika yang belum sepenuhnya stabil.

Forecaster dari BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Annisa, menjelaskan bahwa rendahnya kelembapan udara di lapisan atmosfer atas menjadi faktor utama yang menghambat pembentukan awan hujan di wilayah Kepulauan Riau.

“Pembentukan awan hujan menjadi tidak optimal karena kelembapan di lapisan atas rendah,” ujar Annisa, Jumat, (3/3).

Kendati demikian, peluang hujan belum sepenuhnya hilang. Berdasarkan prakiraan untuk Sabtu, 4 April, hingga Minggu, 5 April 2026, cuaca di wilayah Kepulauan Riau umumnya diprediksi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah daerah.

“Hujan ini dipicu oleh aktivitas konvektif lokal—fenomena yang kerap terjadi secara sporadis dan tidak merata,” ujarnya.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah. Kabupaten Karimun dan Kabupaten Lingga diperkirakan berpeluang mengalami hujan dengan akumulasi curah hujan kategori sedang, berkisar 20 hingga 50 milimeter per hari. Kondisi tersebut dapat disertai petir dan angin kencang.

Di satu sisi, peringatan ini menjadi penanda bahwa ancaman kekeringan belum sepenuhnya menghapus risiko cuaca ekstrem.

“Di sisi lain, ketidakmerataan hujan memperlihatkan tantangan pengelolaan sumber daya air di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada curah hujan,” katadia.

Dalam situasi ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. Informasi prakiraan cuaca hingga tingkat kecamatan dan desa dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, sebagai rujukan aktivitas harian maupun mitigasi risiko cuaca.(*)

Artikel Potensi Hujan Ringan di Kepri di Beberapa Daerah Esok Hari dan Minggu pertama kali tampil pada Metropolis.

ASN Ditjenpas Kepri Terjerat Kasus Narkoba bersama Istri, Proses Hukum Diserahkan ke Polisi

0
Kasat Narkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Sianturi menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari tersangka kasus peredaran narkoba. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Riau (Kepri) terjerat kasus dugaan peredaran narkoba jenis sabu. Proses hukum terhadap yang bersangkutan sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

Pria berinisial R (27) itu ditangkap bersama istrinya, EW (39), di kediamannya di kawasan Kampung Baru, Kota Tanjungpinang, beberapa waktu lalu.

Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kepri, Aris Munandar, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke kepolisian.

“Tim kami sudah mengecek ke Polres. Benar ada satu oknum pegawai yang diamankan terkait dugaan penyalahgunaan narkoba,” ujar Aris, Jumat (3/4).

Aris menegaskan, institusinya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Selain itu, pihaknya juga akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap yang bersangkutan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami serahkan proses hukumnya ke kepolisian. Secara internal, tentu akan ada sanksi tegas,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Ditjenpas Kepri juga akan memperkuat pembinaan terhadap seluruh pegawai agar menjaga integritas dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan seorang nelayan berinisial DC (31) yang kedapatan memiliki sabu seberat 0,15 gram.

Dari hasil pengembangan, polisi mengamankan EW yang merupakan tetangga DC dengan barang bukti 0,31 gram sabu.

“Dari pengembangan, sabu diperoleh dari EW,” ujar Kasat Narkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Siado Rio Sianturi, Kamis (2/4).

Penggeledahan di rumah EW kemudian menemukan sabu dalam jumlah lebih besar, yakni sekitar 49,04 gram. Polisi juga mengungkap bahwa barang tersebut berasal dari suaminya, R.

Penyidik menduga pasangan suami istri ini telah dua kali melakukan transaksi sabu. Saat ini, polisi masih memburu satu orang lain berinisial B yang diduga sebagai pemasok.

“Dari penyelidikan sementara, sabu didapatkan dari R bersama seseorang berinisial B yang masih dalam pengejaran. Keduanya berstatus sebagai pengedar,” jelasnya.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara hingga maksimal 20 tahun atau seumur hidup.

Polisi memastikan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih luas di wilayah Tanjungpinang. (*)

Artikel ASN Ditjenpas Kepri Terjerat Kasus Narkoba bersama Istri, Proses Hukum Diserahkan ke Polisi pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Bunuh Diri Marak, Dinkes Batam Gencarkan Layanan Kesehatan Mental hingga Kawasan Industri

0
Kepala Dinkes Batam dr. Didi Kusmarjadi, SpOG.

batampos – Meningkatnya kasus bunuh diri di Kota Batam dalam beberapa waktu terakhir menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Upaya pencegahan dinilai perlu diperkuat, tidak hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga dengan menghadirkan layanan kesehatan mental yang lebih dekat, mudah diakses, dan menyentuh langsung masyarakat, termasuk para pekerja di kawasan industri.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya enam kasus bunuh diri terjadi sepanjang awal tahun 2026 di sejumlah titik berbeda, seperti Jembatan Barelang, Bengkong, Batam Centre, hingga Sekupang. Mayoritas korban diketahui merupakan kalangan pekerja, yang diduga rentan mengalami tekanan psikologis akibat persoalan ekonomi, pekerjaan, maupun masalah pribadi.

Kondisi ini memunculkan dorongan agar Pemerintah Kota (Pemko) Batam lebih serius memperkuat langkah pencegahan, terutama melalui kampanye kesehatan mental yang lebih masif dan membumi. Sosialisasi dinilai tidak cukup hanya dilakukan secara formal, tetapi juga harus menjangkau komunitas, lingkungan kerja, hingga platform media sosial yang dekat dengan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan pihaknya telah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kesadaran serta pencegahan bunuh diri di tengah masyarakat.

“Dinas Kesehatan Kota Batam terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan mental, dengan menghadirkan layanan yang lebih dekat dan mudah diakses,” ujarnya, Jumat (3/4).

Ia menjelaskan, sejumlah program yang telah berjalan meliputi pengelolaan pelayanan kesehatan bagi orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ), pelayanan bagi orang dengan masalah kesehatan jiwa (ODMK), serta layanan kesehatan jiwa dan penanganan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza).

Selain itu, Dinkes juga melakukan deteksi dini kesehatan jiwa dan penyalahgunaan napza di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) serta lingkungan sekolah. Langkah ini bertujuan untuk menemukan lebih awal individu yang berisiko, sehingga dapat segera diberikan intervensi.

Tidak hanya fokus pada masyarakat umum, Dinkes Batam juga mulai memperluas jangkauan program ke sektor industri. Hal ini mengingat kawasan industri menjadi salah satu titik dengan konsentrasi pekerja yang tinggi dan memiliki potensi kerentanan terhadap tekanan mental.

“Melalui puskesmas, kami telah melakukan skrining kesehatan jiwa di tempat kerja serta memberikan orientasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi pekerja,” jelas Didi.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pekerja maupun manajemen perusahaan dalam mengenali tanda-tanda gangguan mental serta memberikan penanganan awal sebelum kondisi memburuk.

Meski demikian, Didi mengakui bahwa upaya tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan akses layanan kesehatan jiwa, terutama bagi pekerja dengan jam kerja padat, serta masih kuatnya stigma negatif terhadap gangguan mental di masyarakat.

“Masih banyak yang enggan memeriksakan diri karena takut stigma. Ini yang terus kita coba ubah melalui edukasi dan sosialisasi,” tambahnya.

Untuk itu, Dinkes Batam menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dalam memperluas akses layanan konseling, baik secara langsung maupun daring, serta menciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi individu yang mengalami tekanan mental.

Perusahaan juga didorong untuk lebih aktif menyediakan layanan kesehatan mental bagi karyawan, seperti konseling rutin, pelatihan manajemen stres, hingga penyediaan saluran pengaduan internal yang aman dan rahasia.

Dengan langkah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, diharapkan kampanye kesehatan mental di Kota Batam tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar mampu menjangkau masyarakat hingga ke lapisan paling bawah.(*)

Artikel Kasus Bunuh Diri Marak, Dinkes Batam Gencarkan Layanan Kesehatan Mental hingga Kawasan Industri pertama kali tampil pada Metropolis.

UMKM Anambas Naik Kelas, Produk Masuk Resort Mewah Bawah Reserve

0
Ketua Dekranasda Kepulauan Anambas, Sinta, melihat produk UMKM yang dipasarkan di Bawah Reserve. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Produk UMKM Anambas mulai menembus pasar internasional melalui kolaborasi strategis antara Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas dengan destinasi wisata premium Bawah Reserve.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memperluas pemasaran produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah kepulauan tersebut.

Ketua Dekranasda Kepulauan Anambas, Sinta, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengangkat kualitas serta nilai jual produk lokal.

“Kolaborasi ini adalah langkah konkret kami untuk membuka akses pasar internasional bagi produk UMKM Anambas,” ujar Sinta, Jumat (3/4).

Ia menegaskan, pihaknya terus mendorong inovasi dan memperluas jejaring kerja sama agar pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

“Dengan sinergi bersama Bawah Reserve, kami ingin memastikan produk lokal bisa dikenal dan diminati oleh wisatawan dunia,” tambahnya.

Melalui kerja sama tersebut, berbagai produk kerajinan khas Anambas kini dipasarkan langsung di lingkungan resort eksklusif tersebut. Produk unggulan yang ditawarkan meliputi batik mangrove, kain songket cual, selendang, hingga aneka kerajinan anyaman khas daerah.

Harga produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp3 jutaan untuk kategori premium, sehingga wisatawan mancanegara dapat langsung membeli produk lokal berkualitas saat berkunjung.

Tak hanya membuka akses pasar, Dekranasda juga menyiapkan program pembinaan berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar internasional, hingga penguatan identitas budaya lokal.

Sementara itu, Manager Public Affair Bawah Reserve, Sali, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi ini sebagai langkah positif dalam mendukung promosi produk lokal ke pasar global.

“Ini juga menjadi bentuk kontribusi kami dalam memberdayakan masyarakat lokal sekaligus melestarikan budaya daerah,” ujar Sali.

Dengan adanya sinergi ini, diharapkan pendapatan pelaku UMKM meningkat seiring terbukanya akses pasar internasional. Selain itu, produk kerajinan khas Anambas juga diharapkan mampu memperkuat citra budaya daerah di kancah global. (*)

Artikel UMKM Anambas Naik Kelas, Produk Masuk Resort Mewah Bawah Reserve pertama kali tampil pada Kepri.

BBM Subsidi untuk Nelayan Batam Tak Dibatasi, Pengawasan Diperketat agar Tepat Sasaran

0
Kapal pancung milik nelayan. F Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Di tengah keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi saat ini, Dinas Perikanan Kota Batam memastikan tidak ada kebijakan pembatasan penyaluran BBM subsidi bagi nelayan kecil.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admaji, menegaskan bahwa distribusi BBM subsidi untuk nelayan tetap berjalan normal sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk nelayan tidak ada pembatasan. Penyaluran masih berjalan seperti biasa,” ujarnya, Jumat (3/4).

Meski demikian, pengawasan distribusi dilakukan secara ketat untuk memastikan BBM subsidi benar-benar tepat sasaran. Yudi menjelaskan, setiap nelayan yang berhak harus mengantongi surat rekomendasi yang diterbitkan setiap bulan.

Rekomendasi tersebut disesuaikan dengan jenis mesin, ukuran kapal, serta kebutuhan operasional melaut. Selain itu, nelayan juga diwajibkan melampirkan bukti berupa foto saat pengambilan BBM di SPBU hingga proses distribusi kepada nelayan.

“Setiap pengambilan harus ada dokumentasi. Selain itu, nelayan juga menggunakan kartu kendali sebagai alat kontrol,” jelasnya.

Ia menegaskan, sanksi tegas akan diberikan jika ditemukan penyalahgunaan. Nelayan yang melanggar tidak akan mendapatkan rekomendasi pada bulan berikutnya.

“Kalau ada penyalahgunaan, kita tidak keluarkan rekomendasi lagi,” tegas Yudi.

Sebelumnya, Dinas Perikanan mencatat sebanyak 274 nelayan memperoleh rekomendasi pembelian solar subsidi, sementara 189 nelayan lainnya mendapatkan rekomendasi untuk Pertalite.

Untuk solar, total kuota yang disalurkan mencapai 118.021 liter melalui 279 surat rekomendasi di empat SPBU atau SPBUN yang telah ditetapkan. Sedangkan Pertalite disalurkan sebanyak 87.484 liter melalui 194 surat rekomendasi di enam SPBU di Batam.

Yudi menekankan bahwa BBM subsidi hanya diperuntukkan bagi nelayan kecil dengan kapal berukuran 0 hingga 5 gross tonnage (GT). Sementara kapal berukuran 5 hingga 30 GT harus mengurus rekomendasi di tingkat provinsi, dan kapal di atas 30 GT tidak diperbolehkan menggunakan BBM subsidi.

“Subsidi ini khusus untuk nelayan kecil. Kapal besar tidak boleh menikmati agar tidak terjadi penyimpangan,” katanya.

Selain itu, nelayan yang mengajukan rekomendasi juga wajib melengkapi dokumen administrasi seperti Surat Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP), KTP atau Kartu Kusuka, serta Nomor Induk Berusaha (NIB). Seluruh proses pengajuan dilakukan tanpa dipungut biaya.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap penyaluran BBM subsidi dapat lebih tepat sasaran dan mendukung keberlangsungan usaha nelayan kecil di Batam.(*)

Artikel BBM Subsidi untuk Nelayan Batam Tak Dibatasi, Pengawasan Diperketat agar Tepat Sasaran pertama kali tampil pada Metropolis.