Gurun Pasir Bintan yang juga dikenal sebagai Bukit Pasir Busung, menjadi salah satu destinasi wisata eksotis di Kabupaten Bintan, Kepri. Menawarkan pemandangan gurun pasir yang unik dan menjadi spot foto yang Instagramable atau estetik.
***

Gurun pasir ini berlokasi di Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam Bintan, Kepri. Awalnya merupakan bekas area pertambangan pasir yang kini berubah menjadi hamparan pasir luas dengan lanskap berbukit-bukit layaknya gurun pasir di Timur Tengah.
Destinasi wisata ini memiliki keunikan tekstur pasir dan warna tanah yang kecokelatan sehingga menjadikannya sebagai daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan para fotografer.
Gurun Pasir Bintan ini juga memiliki lanskap yang eksotis dengan gundukan-gundukan pasir yang terbentuk secara alami setelah pertambangan ditutup.
Selain itu keberadaan danau biru yang menawan di sejumlah lokasi gurun pasir, menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin mencari suasana baru dan bagi fotografer yang ingin mencari spot foto yang unik.
Tak hanya itu, sebagian masyarakat atau wisatawan menyamakan destinasi wisata unik ini dengan Gurun Sahara dalam versi mini. Sebab panoramanya yang menyerupai gurun pasir Timur Tengah memiliki beberapa daya tarik utama keindahan alam.
Salah seorang Fotografer di Bintan Fara, mengatakan gurun pasir di Busung Bintan ini menjadi spot foto yang instagramable atau estetik. Dengan latar belakang hamparan pasir yang luas dan bukit-bukit kecil, gurun pasir ini menjadi spot favorit bagi para fotografer dan wisatawan yang ingin mengabadikan momen.
Meskipun disebut gurun pasir, kawasan ini sebenarnya bukan gurun pasir alami. Lanskapnya terbentuk dari bekas galian tambang pasir yang telah lama ditinggalkan.
Seiring waktu, jelas Fara, pasir-pasir halus di lokasi ini menciptakan pola bukit dan lembah yang indah. Ditambah dengan langit biru cerah dan danau-danau kecil di sekitarnya, pemandangan di sini begitu memukau dan fotogenik.
Selain itu, sejumlah danau yang terbentuk dari bekas galian tambang dengan air yang berwarna biru yang kontras, menjadi latar belakang yang menarik untuk lokasi pemotretan.
“Airnya yang berwarna biru jernih memberikan kontras yang menakjubkan dengan warna pasir yang kecokelatan, menciptakan pemandangan yang menawan dan sempurna untuk dijadikan latar belakang foto,” ungkap Fara.
Saat berada di Gurun Pasir Bintan, Fara mengaku merasakan sensasi seperti berada di gurun pasir alami di Timur Tengah. Beberapa pengunjung dan wisatawan bahkan mengibaratkan Gurun Pasir Bintan sebagai gurun ala Timur Tengah karena lanskapnya yang menyerupai gurun pasir di Timur Tengah.
“Ada sensasi berada di gurun pasir alami kayak di Timur Tengah,” katanya.
Menurut Fara, Gurun Pasir Bintan ini juga menjadi salah satu lokasi favorit bagi pasangan yang ingin mengabadikan momen prewedding atau after wedding dengan latar belakang yang unik dan eksotis.
Bagi pasangan yang ingin foto prewedding bertema eksotis, Gurun Pasir Bintan juga menawarkan suasana yang menyerupai gurun pasir di Timur Tengah dan hasil foto akan tampak seperti benar-benar berada gurun pasir yang luas.
“Foto di sini bisa menciptakan suasana yang romantis dan berbeda dari lokasi prewedding pada umumnya dan jadi pilihan yang sempurna,” jelas Fara.
Dengan keindahan alamnya yang eksotis dan suasana yang romantis, tidak heran jika Gurun Pasir Bintan menjadi lokasi andalan bagi pasangan yang ingin mengabadikan momen prewedding dengan latar yang unik.
“Inilah yang membuat tempat ini semakin populer di kalangan fotografer prewedding, wisatawan lokal maupun mancanegara,” jelasnya.
Menurut Fara, waktu terbaik untuk berfoto adalah saat matahari terbit atau menjelang senja. Saat cahaya matahari menciptakan efek bayangan yang dramatis di permukaan pasir.
“Berkunjung di waktu yang tepat. Kunjungi pada pagi atau sore hari untuk menghindari terik matahari yang menyengat,” katanya.
Selain itu, lanjut Fara, menggunakan pakaian yang nyaman dan membawa topi serta kacamata hitam untuk melindungi diri dari sinar matahari.
“Jika ingin mendapatkan hasil foto terbaik, bawa kamera atau smartphone dengan fitur yang baik serta tripod jika diperlukan,” katanya.
Fara menambahkan, meskipun merupakan area bekas tambang, Gurun Pasir Bintan yang eksotis ini tetap perlu dijaga agar tetap bersih dan nyaman untuk dikunjungi.
“Jaga kebersihan dengan tidak buang sampah sembarang,” sebutnya.
Salah seorang wisatawan lokal yang juga konten kreator asal Tanjungpinang Albet Dzikri, mengatakan lokasi Gurun Pasir Bintan ini cukup strategis. Berada di antara Kota Tanjungpinang dan kawasan wisata Lagoi, Bintan.
Dari Tanjungpinang maupun dari kawasan wisata Lagoi, perjalanan menuju gurun pasir ini, memakan waktu lebih kurang 30 hingga 60 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat.
Menurut Albet, Gurun Pasir Bintan ini cocok bagi wisatawan dan pecinta fotografi sebab menawarkan banyak sudut menarik untuk diabadikan seperti bukit-bukit pasir yang bergelombang.
Kemudian hamparan pasir yang membentuk bukit kecil menciptakan efek dramatis, terutama saat matahari terbenam serta serasa berada di gurun pasir alami seperti di Timur Tengah
Selanjutnya, jalur pasir yang panjang dan luas menjadi area terbuka Gurun Pasir Bintan ini, sering dijadikan latar belakang untuk sesi foto prewedding dan konten media sosial.
Untuk mendapatkan foto terbaik, wisatawan disarankan datang pada pagi atau sore hari. Sebab cahaya matahari pada waktu tersebut lebih lembut, menciptakan bayangan yang indah dan warna langit yang lebih dramatis.
“Kalau datang pagi, tentunya suhu udara lebih sejuk dibandingkan siang hari,” kata Albet.
Menurut Albet, pengelola Gurun Pasir Bintan juga menyewakan kendaraan ATV untuk menjajal area gurun, menyewakan kuda dan fasilitas foto bersama burung elang serta bermain panahan.
“Dengan keunikan dan suasana eksotisnya, Gurun Pasir Bintan menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi pecinta fotografi dan wisatawan pecinta alam. Tidak perlu jauh-jauh ke Timur Tengah,” tutupnya. (*)
Reporter: Yusnadi Nazar
Artikel Merasakan Sensasi Berada di Timur Tengah, Gurun Pasir Bintan, Destinasi Wisata yang Eksotis dan Estetik pertama kali tampil pada Kepri.





batampos – Windy Astuti, seorang driver ojek online (ojol), tewas setelah ditabrak seorang remaja yang diduga melakukan aksi balap liar di kawasan Batam Center, Minggu (9/2) dini hari. Wanita berusia 32 tahun ini merupakan tulang punggung keluarga dan seorang single parent yang menghidupi anak serta ibunya yang sudah lanjut usia.



