Masyarakat muslim di Masjid Istiqlal Jakarta. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com
batampos – Ribuan jemaah memadati Masjid Istiqlal pada hari raya Idul Fitri 1446 H, Senin (31/3). Seluruh lantai penuh, diisi oleh para jemaah.
Tak hanya warga Jakarta, jemaah datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari luar Pulau Jawa. Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi merasakan pengalaman salat di masjid terbesar di Asia Tenggara ini.
Salah satunya adalah Citra. Ia bersama keluarganya datang jauh-jauh dari Jambi dan baru tiba di Jakarta Pada Minggu (30/3) malam. Semua itu ia lakukan demi bisa salat Idul Fitri di Istiqlal.
“Saya dari Kerinci, Jambi. Tadi malam sampainya,” ujar Citra saat ditemui di masjid Istiqlal.
Citra mengungkapkan, usai salat Idul Fitri, ia bersama delapan orang lainnya akan melanjutkan perjalanan untuk berlibur ke Bandung, Jawa Barat.
“Memang salatnya niatnya maunya di sini. Soalnya kan Jakarta ini ikonnya,” ucapnya.
Citra berharap Idul Fitri kali ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki ibadah.
“Semoga Idul Fitri ini lebih baik lagi ibadahnya, lebih diperbaiki lagi,” harapnya.
Tak hanya Citra, Cindy, 19, wanita asal Padang, Sumatera Barat juga merasakan pengalaman pertama salat di Masjid Istiqlal. Ia mengaku terkesan dengan suasana Lebaran di masjid Istiqlal.
“Karena first time kesini. Saya dari Padang. Iya biasanya cuma lihat di TV, sekarang pengen ngerasain (salat di Istiqlal),” katanya.
Ia mengaku terkesan dengan kemegahan dan keramaian Masjid Istiqlal saat momen Idul Fitri ini.
“Kesannya wah gitu ya, ramai,” ucapnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut melaksanakan sholat Idul Fitri 1446 H di masjid Masjid Istiqlal pada Senin (31/3). Selain itu, sejumlah Kepala Daerah maupun tokoh dunia juga melaksanakan sholat Ied di masjid terbesar di Asia Tenggara itu.
Kehadiran para pemimpin negara ini diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih istimewa dalam penyelenggaraan sholat Idul Fitri 1446 H. Masjid Istiqlal telah mempersiapkan diri agar bisa menampung 150 ribu jemaah, namun tetap menjaga kekhusyukan ibadah. (*)
Penumpang melakukan check-in di salah satu maskapai penerbangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Bandara Internasional Hang Nadim Batam mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang pada puncak arus mudik Lebaran 2025. Pada Sabtu (30/3), tercatat sebanyak 19.900 orang menggunakan layanan bandara ini, meningkat 7 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
Pantauan terkini di Bandara Hang Nadim menunjukkan kondisi ramai namun tetap kondusif, tanpa antrean panjang maupun kepadatan yang berlebihan, berbeda dengan akhir pekan sebelumnya.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah, mengonfirmasi bahwa peningkatan jumlah penumpang ini telah diperkirakan dan diantisipasi dengan berbagai langkah strategis.
“Sejak dibukanya posko angkutan mudik Lebaran, puncak arus mudik di Bandara Hang Nadim terjadi pada Sabtu kemarin dengan lebih dari 19 ribu penumpang,” ujar Pikri, Senin (31/3).
Meskipun terjadi lonjakan signifikan, kelancaran operasional dan keamanan di Bandara Hang Nadim tetap terjaga. Pihak bandara telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan kenyamanan penumpang, termasuk optimalisasi jadwal penerbangan dan peningkatan kapasitas layanan di terminal.
Selain itu, Bandara Hang Nadim juga mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga tiket pesawat. Untuk meningkatkan transparansi, pihak bandara telah memasang layar informasi harga tiket di area keberangkatan dan kedatangan.
“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga tiket pesawat. Kami juga telah memasang layar informasi harga tiket di area keberangkatan dan kedatangan agar lebih transparan bagi penumpang,” jelas Pikri.
Dari segi ketepatan waktu penerbangan, Bandara Hang Nadim mencatat tingkat ketepatan waktu sebesar 79 persen.
Jam sibuk di bandara ini terjadi pada pukul 06.00–09.00 pagi dan 17.00–19.00 sore. Lonjakan penumpang juga terlihat pada siang hari, khususnya pukul 11.00–13.00.
Adapun destinasi penerbangan yang paling diminati oleh para pemudik dari Bandara Hang Nadim adalah Jakarta, Padang, Pekanbaru, Palembang, dan Surabaya.
Dengan meningkatnya jumlah pemudik tahun ini, pengelola Bandara Hang Nadim berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan demi kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik Lebaran. (*)
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat ikut salat Id di Masjid Agung Raja Hamidah, Senin (31/3). f.azis
batampos-Pelaksanaan Salat Idulfitri tingkat Kota Batam, Kepulauan Riau, yang semula dijadwalkan berlangsung di Dataran Engku Putri, akhirnya dialihkan ke Masjid Agung Raja Hamidah, Senin (31/3). Keputusan ini diambil menyusul hujan deras yang mengguyur kota sejak pagi hari.
Meskipun cuaca kurang bersahabat, antusiasme masyarakat Batam untuk menunaikan salat Idulfitri tetap tinggi para jamaah umat muslim memadati Masjid Agung Raja Hamidah untuk bersama-sama melaksanakan ibadah di hari kemenangan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan sejumlah pesan penting kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa kebersamaan dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun Batam agar semakin maju dan sejahtera.
“Pertumbuhan ekonomi Batam saat ini mencapai sekitar 6,6 persen. Tahun ini, angka kemiskinan berhasil ditekan sebesar 0,7 persen,”ujar Amsakar.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras semua pihak. Namun, ia juga mengingatkan masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan demi kesejahteraan masyarakat.
“Saya mohon doa dan dukungan agar kita bisa terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadikan Batam sebagai kota modern dan maju,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh warga Batam.
“Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Kota Batam, serta BP Batam, saya mengucapkan Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ramadan yang telah di lalui dan Idulfitri yang di rayakan ini menjadi momen untuk meraih ampunan dan kemenangan,” tuturnya.
Pelaksanaan shalat Idulfitri di Batam tahun ini berjalan dengan lancar meskipun ada perubahan lokasi mendadak akibat cuaca. Masyarakat tetap khusyuk dalam beribadah dan saling bersilaturahmi setelah salat. (*)
Pemain Napoli Matteo Politano (kanan) berselebrasi setelah berhasil mencetak gol ke gawang AC Milan pada pekan ke-30 Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona. (F.Istimewa)
batampos – Napoli menempel ketat Inter Milan pada klasemen sementara setelah menggilas AC Milan dengan skor 2-1 pada pekan ke-30 Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Senin dini hari WIB.
Dikutip dari Antara, kemenangan ini membuat Napoli menempati peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia dengan 64 poin dari 30 pertandingan, terpaut tiga poin dari Inter Milan di posisi pertama, demikian catatan Serie A.
Di sisi lain, kekalahan membuat AC Milan masih tertahan di posisi sembilan klasemen sementara Liga Italia dengan 47 poin dari 30 laga, berjarak sembilan poin dari posisi empat besar.
Pada pertandingan ini Napoli meraih kemenangan berkat gol dari Matteo Politano dan Romelu Lukaku, sedangkan AC Milan sempat memperkecil ketertinggalan melalui Luka Jovic.
Secara statistik Napoli unggul penguasaan bola dengan 52 persen, sementara AC Milan lebih sering menciptakan ancaman dengan 17 tendangan yang empat di antaranya tepat sasaran.
Napoli mengambil inisiatif menyerang pada pertandingan ini dan berhasil unggul cepat lewat gol Matteo Politano ketika laga baru berjalan dua menit sehingga skor berubah menjadi 1-0.
Skuad asuhan Antonio Conte kembali memperagakan permainan menyerang dan mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 berkat gol yang dicetak oleh Romelu Lukaku pada menit ke-19.
Memasuki babak kedua, AC Milan memiliki peluang untuk memperkecil ketertinggalan setelah mendapatkan hadiah tendangan penalti karena pemain Napoli melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Meskipun begitu, peluang emas yang mereka dapatkan gagal dimaksimalkan oleh AC Milan karena tendangan penalti Santiago Gimenez dapat dihentikan oleh kiper Napoli Alex Meret.
Upaya AC Milan untuk memperkecil ketertinggalan dan baru membuahkan hasil pada menit 84 lewat gol Luka Jovic sehingga skor berubah menjadi 1-2.
Pada waktu yang tersisa, AC Milan terus berupaya untuk setidaknya menyamakan kedudukan, akan tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk keunggulan Napoli tetap bertahan. (*)
Ilustrasi pelaksanaan Salat Idul Id (F.Dery Ridwansah)
batampos – Sebagian besar masyarakat pemeluk Islam di Indonesia berlebaran hari ini, Senin (31/3). Hal tersebut mengacu pada sidang isbat yang digelar pemerintah. Organisasi Islam terbesar di, Muhammadiyah, juga merayakan Idul Fitri hari ini.
Berkenaan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah atau Lebaran tahun 2025, beberapa negara Arab merayakan Idul Fitri pada Minggu (30/3) kemarin. Termasuk Arab Saudi, tempat dimana Kabah berada, kiblat umat Muslim dunia, juga merayakan hari Lebaran lebih dulu.
Dilansir dari Morocco World News, Arab Saudi telah mengumumkan hari Minggu, 30 Maret sebagai Idul Fitri 2025. Negara Teluk itu mengumumkan tanggal resmi setelah komite keagamaan melakukan penampakan bulan pada hari Sabtu (29/3).
Berdasarkan hasil pengamatan bulan, panitia telah melihat bulan sabit pada bulan Syawal, bulan kesepuluh dalam kalender Islam.
Konfirmasi ini berarti bahwa hari Minggu menandai Idul Fitri di Arab Saudi, mengumumkan berakhirnya bulan suci Ramadan yang berlangsung selama 29 hari atau 30 hari tahun ini karena negara tersebut mulai berpuasa untuk bulan suci tersebut pada tanggal 1 Maret.
Banyak negara lain yang mengukuhkan hari Minggu sebagai Idul Fitri. Termasuk Qatar, juga merayakan Idul Fitri kemarin, Minggu (30/3).
Sebagaimana diketahui, Idul Fitri merupakan hari raya yang dirayakan umat Islam di seluruh dunia, namun hari raya ini sangat istimewa di negara-negara Islam, dan adat istiadat serta tradisinya berbeda dari satu daerah ke daerah lain.
Perayaan Idul Fitri dimulai dengan shalat subuh di seluruh masjid dimana hari tersebut dirayakan oleh umat Muslim. Di masjid-masjid, mempertemukan ratusan orang yang mengenakan pakaian-pakaian terbaik mereka.
Idul Fitri juga dirayakan dengan banyak tradisi berbeda di berbagai negara. Setiap negara memiliki tradisinya masing-masing, begitu juga dengan penganan khasnya. (*)
batampos – Lebaran tiba. Senin, 31 Maret 2025, hujan mengguyur Pulau Batam sejak pukul 06.30 WIB, menjelang waktu Salat Idulfitri yang dijadwalkan pukul 07.00 WIB.
Di Pelataran Parkir One Batam Mall, direncanakan akan digelar Salat Id. Sesaat sebelum dilaksanakan salat hujan mengguyur. Panitia segera bergerak mencari lokasi alternatif yang memiliki atap agar jamaah tetap bisa beribadah dengan nyaman. Sekejap kemudian, panitia berhasil mendapatkan tempat yang lebih terlindung dari hujan dan segera mengatur ulang sistem tata suara.
Sekitar pukul 07.14 WIB, pengeras suara sudah siap digunakan, dan Salat Id pun segera ditegakkan. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Ustadz Abu Azzam Firdaus, Lc., S.PdI.
Dalam khutbahnya, Ustaz Abu Azzam Firdaus mengajak jamaah untuk menyiapkan bekal mudik, bukan hanya kembali ke kampung halaman, tetapi juga perjalanan menuju kampung akhirat. Beliau menekankan bahwa bekal terbaik untuk akhirat adalah:
Kalimat tauhid Laa ilaaha illallah
Ilmu agama
Amal salih
Ketakwaan kepada Allah
Meski sempat diguyur hujan, pelaksanaan Salat Id di One Batam Mall tetap berlangsung dengan khidmat. Jamaah yang hadir mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan, menandai kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan.
Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima (amal ibadah) kita
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata (kanan) di depan mobil hias bertema pasak yang menyemarakkan pawai takbir dan lomba mobil hias tingkat Kota Batam, Minggu (30/3/2025) malam. F. Dokumentasi Disbudpar untuk Batam pos
batampos – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam turut memeriahkan malam takbiran Idulfitri 1446 H tingkat Kota Batam dengan menghadirkan mobil hias bertema pasak yang kental dengan nuansa Melayu.
Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (30/3/2025) malam di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Center, Kota Batam, sebagai bagian dari perayaan menyambut Hari Raya Idulfitri dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan.
Mobil hias yang disiapkan Disbudpar Batam di bawah kepemimpinan Ardiwinata mengusung tema pasak, elemen penting dalam seni bangunan tradisional Melayu. Desain mobil yang berbeda karena berbentuk lancip menyerong di bagian depan dan kotak di sisi belakang, cukup menyita perhatian warga yang menonton jalannya pawai mobil hias.
“Pasak adalah benda yang digunakan untuk menguatkan struktur tiang bangunan atau rumah agar lebih kokoh. Dalam pepatah Melayu, dikatakan bahwa tiang harus lebih besar daripada pasak. Hal ini bermakna bahwa setiap elemen dalam kehidupan, seperti pemerintah dan masyarakat, harus saling mendukung dan bekerja sama agar membentuk struktur yang lebih besar dan kuat tanpa ada elemen yang mendominasi,” jelas Ardiwinata.
Pepatah tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sekaligus Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, yang terus mengutamakan efisiensi anggaran dan skala prioritas dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah Kota Batam berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan kota ini agar semakin berkembang dan berjaya. Semangat inilah yang kami sebarkan melalui mobil hias malam ini,” ujar Ardiwinata.
Kegiatan malam takbiran dengan mobil hias ini tidak hanya menjadi ajang menyambut Idulfitri, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya Melayu yang terus dijaga oleh Pemerintah Kota Batam.
“Malam takbiran ini memiliki makna yang mendalam bagi kita semua. Selain sebagai momen merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, juga menjadi kesempatan untuk memperkuat identitas budaya Batam yang kaya akan tradisi Melayu,” ungkap Kepala Disbudpar Batam.
Acara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Batam yang turut berpartisipasi meramaikan suasana. Ribuan warga antusias menyaksikan parade mobil hias yang menampilkan berbagai kreasi budaya dan seni tradisional Melayu.
“Semoga kegiatan ini dapat terus mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menjaga kekayaan budaya Melayu Batam agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” tambah Ardiwinata.
Sebelumnya, pawai mobil hias tingkat Kota Batam dilepas langsung oleh Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Adapun rute pawai dimulai dari Masjid Agung, melewati Simpang Kepri Mall, Laluan Madani, Seraya Atas, hingga Simpang Pelabuhan Batuampar.
Pemenang pawai akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, yaitu Rp12 juta untuk juara pertama, Rp10 juta untuk juara kedua, Rp8 juta untuk juara ketiga, dan Rp6 juta untuk juara harapan.
Pawai takbir ini diikuti oleh 123 kendaraan, terdiri atas 73 mobil hias, 50 mobil pendukung, serta kendaraan roda empat dan roda dua milik masyarakat Batam.
Peserta pawai berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, kecamatan se-Kota Batam, BP Batam, kelurahan, instansi vertikal, organisasi masyarakat Islam, serta masjid dan musala se-Kota Batam.
“Terima kasih atas antusiasme masyarakat Batam. Pawai takbir ini merupakan simbol kebersamaan dan semangat masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya merayakan kemenangan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi,” ujar Amsakar. (*)
Ilustrasi kumpul keluarga saat lebaran ditanya ‘kapan nikah?’ (123rf Dicintai.com)
batampos – Pertanyaan klise seperti ‘Kapan Nikah?’ atau ‘Kapan Wisuda?’ kerap muncul saat kumpul keluarga di momen Lebaran. Bagi sebagian orang, pertanyaan tersebut adalah basa-basi yang menjengkelkan.
Hal ini diamini oleh Psikolog Universitas Airlangga, Atika Dian Ariana. Ia mengatakan bahwa desakan semacam ini dapat memicu rasa traumatis ketika seseorang menghadapi pertanyaan yang sudah membebaninya.
“Bisa saja, seseorang itu sedang berjuang dengan skripsinya. Ketika itu ditanya (Kapan wisuda) akan membangkitkan rasa tidak nyaman dan sedih,” tutur Atika di Surabaya, Minggu (30/3).
Lantas bagaimana cara menyikapi pertanyaan-pertanyaan pribadi dengan santai? Atika menyebut ada dua cara untuk menyikapi emosi yang muncul saat mendapat pertanyaan menjengkelkan saat Lebaran.
Yakni dengan cara fight (melawan rasa itu), atau cara flight (melarikan diri). Namun, cara melarikan diri, lanjut Atika, agaknya sulit dilakukan ketika momen Lebaran, di mana semua keluarga berkumpul.
“Maka mau tidak mau, kita harus fight dengan menyiapkan jawaban. Perlu dipertimbangkan apakah jawaban kita akan membuat lawan bicara tidak bertanya lebih lanjut atau justru bertanya semakin personal,” imbuhnya.
Apabila pertanyaan yang diajukan masih membuat tidak nyaman, seseorang juga bisa melakukan teknik grounding untuk mengalihkan perasaan cemas melalui aktivitas panca indra, seperti olah napas, jalan-jalan, dan tidur.
Sebelum menghadiri acara sosial, penting bagi seseorang untuk mempersiapkan diri dan mengelola ekspektasi agar lebih siap menghadapi pertanyaan dan dapat merespons situasi dengan tenang dan terkontrol.
“Tidak semua pertanyaan harus kita jawab, kita perlu melihat juga siapa yang bertanya. Kita bisa menjawab dengan senyum atau dengan kata ‘oke’ untuk orang yang tidak terlalu kita kenal,” tukas Atika.
Terakhir, ia menegaskan bahwa meskipun individu tidak bisa mengendalikan munculnya pertanyaan pribadi saat silaturahmi keluarga, mereka tetap memiliki kendali atas jawaban yang diberikan.(*)
Salah satu peserta pawai takbir keliling yang sedang melintas di kawasan Pasar Tarempa, Anambas. f.ihsan
batampos – Pelaksanaan lomba pawai takbir Idul Fitri 1446 Hijriyah di Kabupaten Anambas berlangsung meriah, Minggu, (30/3).
Untuk kali ini, pawai takbir dipusatkan di Kecamatan Siantan. Dengan titik start di Lapangan Sulaiman Abdullah kemudian peserta melewati Pasar Tarempa – Jalan Patimura dan kembali lagi di Lapangan Sulaiman Abdullah.
Pawai takbiran tahun ini diramaikan oleh empat kontingen dari masing-masing Desa yang ada di Kecamatan Siantan.
Peserta tampak membawa obor serta miniatur masjid yang dihias dengan lampu warna warni membuat suasana malam takbiran menjadi lebih berwarna.
Pawai malam takbiran itu dilepas secara resmi oleh Bupati Anambas, Aneng. Hadir dalam pelepasan pawai itu unsur Forkompinda Anambas.
Aneng mengatakan Idul Fitri adalah perayaan kemenangan bagi umat muslim. Wujud kemenangan itu salah satunya dengan pawai malam takbiran.
“Ini merupakan kemenangan bagi umat muslim yang telah melaksanakan ibadah puasa Ramadan satu bulan penuh. Wujud kemenangan itu salah satunya ada pawai takbir yang malam ini kita saksikan bersama,” kata Aneng dalam sambutannya pada pelepasan pawai malam takbiran itu.
Pemkab Anambas pada lomba pawai takbir kali ini menyiapkan Rp 15 juta untuk 3 pemenang. Adapun pemenangnya yakni Masjid Jami’ Baiturrahim sebagai juara pertama dengan hadiah Rp 6 juta, Ikatan Masyarakat Tanjung (Ikamata) sebagai juara kedua dengan hadiah Rp 5 juta dan Remaja Kampung Baru sebagai juara ketiga dengan hadiah Rp 4 juta. (*)
batampos – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan telah menerima sebanyak 2.216 aduan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya atau THR 2025. Data tersebut merupakan angka kumulatif sejak 24-29 Maret 2025.
Adapun rinciannya, sebanyak 1.322 merupakan aduan terkait perusahaan yang belum membayarkan THR. Lalu, sebanyak 456 aduan karena ada perusahaan yang tidak membayar THR sesuai ketentuan.
Sedangkan sisanya sebanyak 438 aduan terkait dengan THR yang terlambat dibayar. Secara total, ada sebanyak 1.409 perusahaan yang diadukan ke Posko THR Kemnaker.
Lebih lanjut, dari total aduan tersebut, baru 9 persen yang berhasil diselesaikan. Sebanyak 91 persen sisanya masih diproses oleh pengawas ketenagakerjaan di daerah masing-masing.
Sementara itu jika dilihat dari rekapitulasi konsultasi THR pada 12 hingga 28 Maret 2025, Posko THR menerima sebanyak 1.654 konsultasi yang terdiri dari 1.593 soal THR dan 61 konsultasi terkait bonus hari raya alias BHR.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi telah menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai pelaksanaan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2025 bagi pekerja dan buruh di perusahaan.
Melalui SE Menaker Nomor M/2/HK.04.00/III/2025, pemerintah menegaskan bahwa pembayaran THR adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan bahwa THR bagi pekerja swasta harus dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Ia juga memastikan bahwa pembayaran THR tidak boleh dilakukan secara cicilan.
“THR wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan. THR harus dibayar penuh, tidak boleh dicicil,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/3).
Selain itu, Yassierli meminta seluruh pengusaha untuk mematuhi ketentuan dalam SE THR tersebut. “Saya minta kepada semua perusahaan agar memperhatikan dan melaksanakan regulasi ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya. (*)