Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2160

Bakti Sosial Polresta Barelang, Berbagi Bersama Anak Panti Asuhan

0
Polresta Barelang menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan At-Taqwa, Batam Centre, Senin (3/3).

batampos – Polresta Barelang menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan At-Taqwa, Batam Centre, Senin (3/3). Kegiatan ini dalam rangka HUT Polda Kepri ke 20 dan menyambut bulan suci Ramadan.

Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Polda Kepri ke-20 dan momentum bulan suci Ramadhan untuk berbagi berkah.

“Kegiatan pertama ini kami lakukan di Panti Asuhan At-Taqwa dan akan kami lanjutkan secara berkelanjutan di yayasan sosial dan panti asuhan di wilayah hukum Polresta Barelang, kegiatan ini juga dilaksanakan oleh Polsek Jajaran Polres Barelang” ujarnya.

Heribertus menjelaskan kegiatan sosial ini berupa pemberian nasi kotak untuk berbuka puasa, paket mie instan, beras, dan sembako kepada pengurus dan anak-anak panti asuhan.

“Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta membawa keberkahan di bulan suci Ramadan,” katanya.

Selain bakti sosial, kegiatan diisi dengan memberikan motivasi kepada anak-anak panti asuhan untuk tetap semangat dalam meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan.

“Semoga anak-anak panti ini terus semangat belajar demi meraih cita-citanya di masa depan,” ungkapnya.

Sementara Pengurus Panti Asuhan At-Taqwa, Hasna mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Polresta Barelang.

“Kami juga mendoakan agar seluruh personel Polresta Barelang senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas, kesehatan, dan keselamatan dalam menjaga keamanan Kota Batam,” ujarnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Bakti Sosial Polresta Barelang, Berbagi Bersama Anak Panti Asuhan pertama kali tampil pada Metropolis.

Tumpahan Minyak Hitam di Bintan, Nelayan Keluhkan Kapal Kotor dan Hasil Tangkapan Berkurang

0
Amris, nelayan dari Pulau Pucung menunjukkan sisa-sisa tumpahan minyak hitam yang masih terlihat di pesisir pantai Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Senin (3/3/2025) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Nelayan Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang mengeluhkan dampak tumpahan minyak hitam yang mengotori kapal dan hasil tangkapan mereka berkurang.

Seorang nelayan yang ditemui di Pelabuhan Dakomas, Desa Malang Rapat mengungkapkan bahwa tumpahan minyak hitam telah terjadi tiga hari yang lalu.

Namun hingga saat ini, sisa-sisa tumpahan minyak hitam masih terlihat di sepanjang pesisir pantai.

“Tiga hari lalu, penuh minyak hitam,” ujar pria tersebut.

BACA JUGA: Pemkab Minta Pemerintah Pusat Selesaikan Pencemaran Minyak Hitam di Bintan

Seorang nelayan lainnya, Amris mengungkapkan kekhawatirannya turun ke laut karena sisa-sisa minyak hitam masih terlihat di permukaan air.

Dia juga merasa kesal karena kapalnya menjadi kotor setelah terkena tumpahan minyak hitam.

“Boat sudah saya bersihkan, mau ditarik ke darat karena mau dicat, eh malah kotor lagi terkena minyak hitam,” ujarnya.

Dia terpaksa membersihkan kembali kapalnya akibat terkena tumpahan minyak hitam.

Bukan hanya itu, dia juga merasakan dampaknya langsung pada mata pencahariannya karena hasil tangkapannya berkurang akibat tumpahan minyak hitam.

Terkait tumpahan minyak hitam, dia berharap, pemerintah dapat segera menangani tumpahan minyak hitam tersebut agar nelayan seperti dirinya dapat mencari ikan dengan aman. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Tumpahan Minyak Hitam di Bintan, Nelayan Keluhkan Kapal Kotor dan Hasil Tangkapan Berkurang pertama kali tampil pada Kepri.

Paket Berbuka Puasa Hotel Swiss-Belinn Baloi Batam, Tersedia Makanan Nusantara dan Rumahan

0
Hotel Swiss-Belinn Baloi Batam menyediakan paket berbuka puasa selama bulan Ramadan ini. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos

batampos – Hotel Swiss-Belinn Baloi Batam menyediakan paket berbuka puasa selama bulan Ramadan ini. Paket dengan tema Kurma (Kuliner Ramadan) ditawarkan dengan harga Rp120 ribu per paketnya.

Hotel Manager Hotel Swiss-Belinn Baloi Batam, Enrico SR Aji mengatakan selama bulan puasa ini pihaknya menyediakan makanan nusantara, dan makanan rumahan.

“Boleh dibilang comfort food, yang semua orang pasti suka. Dan menunya setiap hari berganti-ganti,” ujarnya di lokasi, Selasa (4/3).

Adapun makanan unggulan yang disajikan seperti ikan salai, dan babat gongso salah satu makanan khas asal Semarang, Jawa Tengah. Kemudian hotel ini juga menyediakan aneka jajanan pasar, aneka es dan buah-buahan.

“Ada beberapa menu yang kita highlight. Untuk ikan salai cukup unik rasanya,” katanya.

Untuk pembelian paket ini tersedia promo, yakni beli 8 dapat 10 paket. Kemudian paket khusus untuk tamu hotel berupa makanan sahur dan berbuka puasa.

“Paket ini kita buka di website, booking direct ke kita. Paket kamar hotel, plus sahur dan berbuka puasa,” ungkapnya.

Enrico menambahkan untuk berbuka puasa ini tersedia di restaurant hotel yang luas dengan nuansa Ramadan yang kental.

“Tempatnya baru kita renovasi pada Desember kemarin. Dari sisi kostumer lebih ramai dari tahun sebelumnya,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Paket Berbuka Puasa Hotel Swiss-Belinn Baloi Batam, Tersedia Makanan Nusantara dan Rumahan pertama kali tampil pada Metropolis.

Awal Ramadan, Harga Cabai Merah di Batam Naik Bertahap Hingga Rp85 Ribu Per Kilogram

0
Warga saat membeli cabai merah di pasar Sungai Harapan. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Sejumlah komoditas di Kota Batam mulai mengalami kenaikan harga pada bulan Ramadan 2025. Salah satu yang mengalami lonjakan signifikan adalah cabai merah. Di Pasar Fanindo Sekupang, harga cabai merah per kilogram kini mencapai Rp80 ribu.

Kondisi yang sama juga terjadi di pasar Sungai Harapan, cabai merah dijual Rp85 ribu per kilo. Kenaikan harga cabai sudah terjadi sebelum memasuki Ramadan, meningkat secara bertahap dari Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram hingga akhirnya menyentuh Rp80 ribu.

“Kemarin harga cabai masih Rp60 ribu, sekarang sudah naik jadi Rp80 ribu. Cabai hijau juga naik, dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram,” kata Iwan salah seorang pedagang di Pasar Fanindo, Batuaji, Selasa (4/3).

Menurutnya, kenaikan harga cabai di bulan Ramadan memang lazim terjadi, meskipun ia tidak mengetahui secara pasti penyebabnya. “Hampir setiap Ramadan itu cabai naik, modal naik karena permintaan di masyarakat juga tinggi,” ujarnya.

Yudi pedagang cabai di Pasar Sungai Harapan mengakui jika kenaikan harga cabai merah ini berdampak kepada daya beli di masyarakat. “Bisanya masyarakat beli setengah kilo sekarang seperempat kilo. Kita juga tak berani stok banyak,” sebutnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, sebelumnya telah memprediksi kemungkinan kenaikan harga beberapa komoditas pada bulan Ramadan. Meski demikian, ia menyebut harga beras, minyak goreng, gula, dan bawang masih berada dalam kisaran wajar.

Beberapa komoditas berpotensi mengalami kenaikan harga seperti cabai, daging ayam, dan telur ayam ras. “Setiap tahun, tiga komoditas ini biasanya mengalami kenaikan harga karena permintaan meningkat. Untuk itu kita terus berkoordinasi dengan distributor guna memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan di pasar, ” tuturnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Awal Ramadan, Harga Cabai Merah di Batam Naik Bertahap Hingga Rp85 Ribu Per Kilogram pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Lebaran, ASDP Batam Prediksi Lonjakan Penumpang di Rute Antar Provinsi

0
Kapal Roro. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan untuk mempersiapkan layanan angkutan mudik Lebaran 2025.

Salah satu rencana adalah pembukaan kembali rute lintas provinsi menuju Riau, dengan pengalihan dari Sei Selari, Bengkalis ke Tanjung Buton, Siak yang dijadwalkan beroperasi pada pertengahan Maret.

General Manager PT ASDP Batam, Hermine Welkis, menyebutkan hingga saat ini belum ada peningkatan signifikan dalam permintaan tiket penyeberangan. Namun, ia memperkirakan lonjakan penumpang akan terjadi menjelang dua minggu sebelum Lebaran.

“Tanjungbuton memiliki dermaga yang lebih besar dan memadai untuk kapal Roro. Jika uji coba sandar berjalan sukses, rute ini akan segera dioperasikan. Saat ini kami masih menunggu izin operasional,” ujar Hermine, Selasa (4/3).

Dalam beberapa tahun terakhir, layanan kapal Roro menuju Tanjungbuton sempat terhenti. Namun, dengan adanya rencana ini, masyarakat dapat kembali menikmati kemudahan transportasi laut yang lebih efisien dan ekonomis.

ASDP telah menyiapkan sejumlah armada untuk melayani rute ini. Nantinya, perjalanan dari Pelabuhan Telagapunggur, Batam menuju Tanjungbuton, Riau, akan beroperasi sebanyak empat kali dalam sepekan, baik dari Batam maupun sebaliknya.

“Kami berharap kehadiran kembali rute ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan memperlancar distribusi barang antarwilayah,” tambahnya.

Selain rute baru ini, jalur penyeberangan Punggur–Tanjunguban diperkirakan tetap menjadi yang paling ramai selama musim mudik.

Namun, lonjakan penumpang juga diprediksi terjadi pada lintasan antarprovinsi seperti ke Tanjungbuton, Riau, serta Kuala Tungkal, Jambi.

“Pembukaan kembali layanan kapal Roro ini menjadi alternatif transportasi yang lebih ekonomis bagi masyarakat Riau dan sekitarnya,” kata dia.

Dengan fasilitas yang lebih baik di Tanjungbuton, perjalanan laut di wilayah ini diharapkan semakin nyaman dan efisien, terutama saat puncak arus mudik Lebaran 2025. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Jelang Lebaran, ASDP Batam Prediksi Lonjakan Penumpang di Rute Antar Provinsi pertama kali tampil pada Metropolis.

Beli Mobil Rental Rp12,5 Juta, Denni Divonis 5 Bulan Penjara

0
Denni Parsaoran Simanjutak saat sidang di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (4/3). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Denni Parsaoran Simanjutak membeli mobil rental jenis Daihatsu Xenia secara ilegal seharga Rp12,5 juta. Akibat perbuataanya itu, ia pun menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Batam.

Oleh majelis hakim Twis Retno, Denni dinyatakan terbukti bersalah melakukan penadahan barang. Dimana ternyata mobil yang ia beli merupakan barang yang digelapkan Julianti. Perbuataan terdakwa sebagaimana terbukti pasal 480 ayat 1 tentang penadahan.

“Perbuataan terdakwa sah dan menyakinkan bersalah,” ujar Twis Retno.

Menurut dia, hal memberatkan perbuataan terdakwa telah merugikan korban. Sedangkan hal meringankan terdakwa menyesal.

“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, menjatuhkan pidana terhadap Denni dengan 5 bulan penjara, dikurangi selama terdakwa ditahan,” sebutnya.

Atas vonis itu terdakwa menerima, begitu juga dengan jaksa. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 18 Oktober 2024, sekitar pukul 22.30 WIB, di kawasan Simpang Kara, Batam Center, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

Terdakwa diduga membeli satu unit mobil Daihatsu Xenia berwarna putih dengan nomor polisi BP 1453 HI dari seorang saksi bernama Juliyanti. Pembelian dilakukan dengan harga Rp12,5 juta, yang terdiri atas transfer dana sebesar Rp2,5 juta dan pelunasan utang Juliyanti kepada terdakwa sebesar Rp10 juta.

Setelah transaksi, terdakwa mengganti nomor polisi mobil tersebut menjadi BP 1356 MM untuk menghilangkan identitas aslinya. Selain itu, pembelian dilakukan tanpa dokumen kepemilikan resmi, hanya berupa unit kendaraan saja. Berdasarkan hasil penyelidikan, mobil tersebut merupakan kendaraan rental milik Wati Oktaviani, yang sebelumnya disewakan kepada Juliyanti.

Akibat tindakan terdakwa, pemilik mobil, Wati Oktaviani, mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp185 juta. Jaksa penuntut umum mendakwa Denni Parsaoran Simanjuntak dengan pasal penadahan, yang dapat dikenai hukuman pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Beli Mobil Rental Rp12,5 Juta, Denni Divonis 5 Bulan Penjara pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus HIV di Batam Capai 790, Dinkes Perketat Skrining dan Edukasi

0
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos – Dinas Kesehatan Kota Batam melaporkan jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Batam mencapai 790 kasus. Angka ini merupakan akumulasi kasus HIV disepanjang 2025 atau periode Januari hingga Februari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi menyebutkan, kasus HIV di Kota Batam ini menjadi salah satu yang paling banyak di derita oleh warga Batam. Bahkan dari 10 penyakit terbanyak, HIV ini berada di urutan ke delapan untuk di awal tahun 2025 ini.

“Kasus HIV ini masuk dalam sepuluh besar penyakit terbanyak diderita masyarakat Batam di tahun ini,” ujarnya, Selasa (4/2).

Disebutkan Didi, dari 790 penderita HIV ini, sebanyak 635 diantaranya adalah laki-laki. Sedangkan 155 lainnya adalah perempuan. Ironisnya lagi, belasan orang penderitanya menimpa usia anak usia atau mereka di bawah usia 19 tahun.

“Umumnya mereka tertular karena pergaulan bebas. Paling banyak itu laki-laki suka laki-laki (LSL) atau Gay,” ujarnya.

Sementara itu bila melihat kelompok pekerjaan yang paling banyak terinfeksi HIV di Batam, masih didominasi oleh buruh pabrik atau karyawan. Selain itu ada juga pegawai swasta, ibu rumah tangga, pekerja hotel, panti pijat, salon, PSK dan gay.

“Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya perilaku seksual,” jelasnya.

Menurut Didi, berbagai upaya juga dilakukan Dinkes Batam dalam menimimalisir angka HIV ini. Salah satunya ialah dengan melakukan pemeriksaan dini terkait HIV pada ibu hamil.

“Dengan melakukan skrining dini terhadap ibu hamil maka diharapkan akan lebih memudahkan mendapatkan ibu hamil yang terinfeksi. Dan bila ditemukan kita mengambil tindakan terutama dalam upaya menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungan supaya tak ikut terinfeksi HIV dari ibunya,” ujarnya.

Selain itu pemeriksaan ibu hamil wajib dilakukan pemeriksaan HIV, syphilis dan HBsAg (program national triple eliminasi). Untuk anak-anak, metode obat yang dipakai juga sama yakni ARV tergantung dengan berat badan anak penderita tersebut.

Selain itu Dinkes Batam juga terus intens memberikan penyuluhan dengan melibatkan semua lapisan masyarakat. Melakukan tes HIV AIDS sebanyak-banyaknya termasuk juga Mobile VCT. Tak ketinggalan kita juga memberikan sosialisasi pengobatan segera, sebab orang dalam HIV AIDS (ODHA) yang teratur ARV menyebabkan viral load rendah dan kemungkinan tingkat penularannya bisa menjadi lebih rendah.

“Saat ini layanan pemeriksaan HIV bisa dilakukan di 21 puskesmas se Batam dan 11 rumah sakit di Batam,” terangnya.

Sementara untuk layanan pemeriksaan di rumah sakit bisa di RS Awal Bros, RSBP, RSBI, RS Harapan Bunda, RS Keluarga Husada, RS Elisabeth Batam Kota, RS Elisabeth Batam, RSUD, RS Elisabeth Sungai Lekop, RS Mutiara Aini, dan RS Bunda Halimah. “Jadi layanan pemeriksaan ini bisa di 21 puskesmas ataupun 11 rumah sakit yang ada di Kota Batam,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kasus HIV di Batam Capai 790, Dinkes Perketat Skrining dan Edukasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Setelah Wawako Geram, TPS Liar di Seipanas Langsung Bersih

0
TPS langsung bersih.

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menindaklanjuti aduan masyarakat terkait tumpukan sampah di Seipanas, Kecamatan Batamkota. Aduan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, yang geram melihat kondisi sampah berserakan di pinggir jalan utama kawasan tersebut.

Li Claudia sempat mengungkapkan bahwa dirinya kerap menerima keluhan dari warga mengenai keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di lokasi tersebut. Selain mengganggu kebersihan, tumpukan sampah itu juga dinilai merusak estetika kota yang sudah memiliki infrastruktur jalan yang baik.

Menindaklanjuti perintah Wakil Wali Kota, Camat Batamkota, Firman, langsung mengerahkan satu unit alat berat untuk membersihkan area TPS liar tersebut. Alat berat tersebut merupakan pinjaman dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DMB-SDA).

Proses pembersihan berlangsung cepat. Sebanyak dua truk sampah berhasil diangkut dari lokasi tersebut. Setelah area tersebut dibersihkan, pihaknya akan melakukan penghijauan agar lingkungan sekitar tetap terjaga kebersihannya.

Selain upaya pembersihan, petugas juga menggelar patroli untuk menindak warga yang masih membuang sampah sembarangan. Pada malam sebelumnya, tim satgas sampah berhasil mengamankan beberapa warga yang kedapatan membuang sampah di TPS liar tersebut.

Salah satu warga bahkan tertangkap tangan membuang sampah menggunakan becak motor di dekat SMAN 20 Batam. Tim Satpol PP yang berada di lokasi langsung memberikan edukasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami langsung edukasi warga. Walaupun dampaknya mungkin tidak bisa instan, setidaknya ada upaya untuk menuntaskan persoalan sampah ini. Karena sudah ada perintah dari Bu Wawako, jadi kami gas, lah,” ujar Firman, Selasa (4/3).

Menurutnya, tim akan terus menyisir sepanjang jalan utama untuk memastikan tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan. Ia menekankan bahwa upaya ini tidak hanya sebatas pembersihan sementara, tetapi juga bagian dari komitmen menjaga keindahan kota.

Pihaknya juga akan memasang papan peringatan di beberapa titik rawan agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan. Jika masih ditemukan pelanggaran, sanksi yang lebih tegas akan diberlakukan.

Firman berharap kesadaran masyarakat meningkat sehingga kebersihan kota dapat terus terjaga. Ia mengimbau warga untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan agar lingkungan tetap rapi dan nyaman.

“Besar harapan kami, besok kondisi jalan tetap bersih. Kami juga akan terus berpatroli untuk memastikan tidak ada lagi yang membuang sampah di lokasi ini,” kata dia. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel Setelah Wawako Geram, TPS Liar di Seipanas Langsung Bersih pertama kali tampil pada Metropolis.

Baru 200 dari 500 RPH di Batam Bersertifikat Halal

0
Sekda Batam, Jefridin Hamid, saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di daerah yang dirangkaikan dengan akselerasi produk halal melalui zoom meeting di ruang rapat Embung Fatimah, kantor Wali Kota Batam, Selasa (4/3). Foto. Humas Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah memastikan Rumah Potong Hewan (RPH) dan rumah potong unggas (RPU) yang dikelolanya telah bersertifikat halal.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di daerah yang dirangkaikan dengan akselerasi produk halal melalui zoom meeting di ruang rapat Embung Fatimah, kantor Wali Kota Batam, Selasa (4/3).

Dalam rapat yang dihadiri Kementerian Dalam Negeri dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tersebut, disampaikan bahwa terdapat 14 juta pelaku usaha kuliner yang wajib memiliki sertifikat halal per Oktober 2024. Namun, hingga saat ini baru sekitar 2,2 juta pelaku usaha yang telah mengantongi sertifikat tersebut. Salah satu kendala utama adalah masih banyak restoran yang mendapatkan pasokan daging dari RPH yang belum bersertifikasi halal.

Pemko Batam mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam menyediakan RPH bersertifikat halal. Jefridin memastikan RPH yang dikelola Pemko Batam telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan petugas penyembelih bersertifikat dan diawasi langsung oleh dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam. Hal ini dilakukan untuk memastikan daging yang dihasilkan aman, halal, dan utuh bagi konsumen.

Selain memastikan kelayakan RPH, Pemko Batam juga aktif mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memiliki sertifikat halal. Melalui program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) yang digagas BPJPH, banyak UMKM di Batam telah memperoleh sertifikat halal untuk produknya.

“Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam sebagai mitra pelaku usaha mikro terus mengimbau agar mereka melengkapi administrasi usahanya, termasuk sertifikat halal. Saat ini, konsumen tidak hanya melihat rasa dan kemasan produk, tetapi juga label halal sebagai jaminan kehalalan dan kesehatan makanan yang mereka konsumsi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, mengungkapkan bahwa dari 500 RPH yang ada di Indonesia, baru 200 RPH yang telah bersertifikasi halal dengan total 553 juru sembelih halal. Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan pendataan terhadap pelaku usaha kuliner yang belum memiliki sertifikat halal agar dapat difasilitasi oleh BPJPH melalui pendampingan.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, dalam paparannya menyampaikan bahwa berdasarkan survei terbaru, sebanyak 87,2 persen masyarakat Indonesia lebih memilih produk halal. Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya menjadi jaminan kehalalan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap keamanan dan kesehatan produk makanan.

“Sertifikat halal juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Produk dengan label halal lebih mudah diterima di pasar internasional, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, serta menjadi daya saing yang kuat di pasar lokal,” katanya.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, kebijakan nasional terkait akselerasi produk halal dapat berjalan lebih optimal. Pemko Batam pun berkomitmen untuk terus mendorong sertifikasi halal bagi pelaku usaha, baik di sektor RPH maupun UMKM, guna memastikan ketersediaan produk halal bagi masyarakat dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Baru 200 dari 500 RPH di Batam Bersertifikat Halal pertama kali tampil pada Metropolis.

 Aktivitas Rombongan Pelajar asal Denmark Belajar Kultur Budaya di Anambas

0
Rombongan pelajar asal Denmark (kanan) saat belajar memainkan alat musik Gendang Siantan di Sanggar Seni Tanjung, Desa Tarempa Barat. f.ihsan

batampos– Anambas daerah terpencil yang letaknya berbatasan langsung dengan Malaysia dan Vietnam menyimpan banyak sejarah serta sejuta budaya.

Hal inilah membuat rombongan pelajar asal Denmark menjatuhkan hati ke Anambas untuk mendalami ilmu sosial dan budaya.

Rencananya, rombongan yang terdiri dari 12 orang pelajar ini akan menetap di Anambas selama satu bulan penuh sambil berkunjung ke tempat pengrajin maupun sanggar kesenian.

BACA JUGA: Warga Pertanyakan Perkembangan Kasus Penebangan Pohon Gaharu di Cagar Budaya Makam Dato’ Bujuk di Bintan

Pada hari ini, Senin, (3/2), batampos berkesempatan mengikuti kegiatan mereka di Sanggar Seni Tanjung yang berada di Desa Tarempa Barat.

Disini, pelajar tersebut antusias berlatih cara memainkan Gendang Siantan. Meski gerakan masih kaku, tak menyurut mereka untuk memainkan Gendang Siantan.

Perlu diketahui, Gendang Siantan adalah musik tradisional yang berasal dari Kecamatan Siantan. Diperkirakan kesenian musik ini telah ada sejak abad ke-13 Masehi.

Kesenian gendang siantan ini terdiri dari dua buah gendang panjang bermuka dua, biola, dan gong.

“Biasanya, alat musik ini dimainkan untuk mengiringi nyanyian yang berisi pantun, cerita, nasihat, dan imbauan yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam,” ujar pemateri, Syamsir.

Selain belajar Gendang Siantan, pelajar asing ini juga diberi pemahaman tentang tari persembahan melayu. Bahkan mereka juga berlatih tari persembahan dengan gerakan yang terbata-bata.

“Mereka kesini bukan hanya dikasi materi saja, tetapi langsung praktek. Tujuannya biar mereka tahu kalau budaya kita ini banyak,” kata Syamsir.

Usai mengunjungi Sanggar Seni Tanjung, pelajar ini lantas pergi ke Rumah Anyaman Sulaiman yang berada di Rekam, Desa Tarempa Barat Daya.

Disini, rombongan antusias menganyam kerajinan tangan. Saat itu, mereka akan membuat tas keranjang yang biasa digunakan warga serempat sebagai penampung hasil kebun.

“Mereka bertanya dimana tempat buat tas atau keranjang karena mau belajar, jadi kita arahkan ke sini,” ujar Kabid Informasi Diskominfo Anambas, Hani Eska Saragih.

Hani menyampaikan kesan rombongan turis ini saat baru pertama kali menganyam, sedikit sulit dan mengasyikkan.

“Karena di tempat mereka (Denmark) tidak ada anyaman. Baru disini lah mereka belajar anyam,” kata Hani.

Anambas, kata dia, masih sedikit ruang pelatihan kesenian yang bisa mengajarkan wisatawan mancanegara (wisman). Padahal, mayoritas wisman yang berkunjung ke Anambas ingin belajar kultur budaya.

“Semoga kedepan, ada workshop kita yang lain. Jadi banyak pilihan untuk wisman dan semakin banyak produk yang dihasilkan,” pungkas Hani. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel  Aktivitas Rombongan Pelajar asal Denmark Belajar Kultur Budaya di Anambas pertama kali tampil pada Kepri.