Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 2192

Gelapkan Uang dan Curi Laptop, Briptu IM Terjerat Hutang Judol

0
Ilustrasi Polisi

batampos – Personel Polda Kepri yang bertugas di Satuan Pelayanan Markas (Yanma), Briptu IM terlibat kasus penggelapan dan pencurian. Ironisnya, uang dan barang yang dicuri merupakan milik instisusi yang diperuntukan operasional anggota Polri.

Informasi yang didapatkan, perbuatan kriminal ini dilakukan Briptu IM karena terlilit utang judi online (judol).

“Dulu dia (Briptu IM) anggota Ditlantas. Dia terlilit hutang judol,” ujar salah seorang sumber Batam Pos yang bertugas di Mapolda Kepri, Selasa (15/1).

Ia mengatakan kasus ini bermula adanya kegiatan pemeriksaan barang operasional di satuan tersebut. Saat itu, didapati laptop yang hilang.

“Laptop itu digadaikan dengan harga Rp 5 juta ke sesama anggota juga. Dia mengaku laptop itu miliknya,” sambung sumber tersebut.

Usai aksinya terbongkar, Briptu IM dimutasi ke Satuan Yanma dalam rangka pemeriksaan dan menjalani sidang kode etik.

Dirlantas Polda Kepri, Kombes Tri Yulianto membenarkan adanya kasus ini. Ia mengatakan Briptu IM merupakan mantan anggotanya.

“Itu sudah beberapa bulan lalu. Ada indikasi barang hilang, dan bersamaan penggelapan uang” katanya.

Ia mengatakan personel tersebut sudah dimutasi dan kasusnya ditangani Bid Propam Polda Kepri. “Sudah ditangani yang berwenang (Bid Propam),” tegasnya.

Sedangkan Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Ferry Irawan belum yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban atas kasus ini. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Gelapkan Uang dan Curi Laptop, Briptu IM Terjerat Hutang Judol pertama kali tampil pada Metropolis.

Batu Miring Amblas, Runtuhan ke Jalan

0
Batu miring ditepi jalan terlihat ambruk, Selasa (14/1). Ambruknya nbatu miring tersebut disebabkan terkikih air hujan yang mengguyur kota Batam beberapa hari ini. F Cecep Mulyans/Bsam Pos

batampos – Curah hujan yang tinggi membuat baru miring bangunan di Jalan Yos Sudarso, Baloi amblas. Runtuhan batu miring ini turun hingga ke badan jalan.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Rangga Primazada mengatakan runtuhan bangunan lokasi hiburan, Thrive tersebut sempat menimpa lory yang parkir.

“Kemarin ada lory parkir (di tepi jalan) terkena runtuhan, dan sudah dievakuasi. Tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Ia menambahkan runtuhan tersebut saat ini sedang diperbaiki menggunakan 1 unit alat berat. “Yang perbaiki dari BP Batam,” katanya.

Dengan kejadian ini, Rangga mengimbau para pengendara untuk tetap waspada. Sebab, hukan deras dan angin kencang berpotensi besar terjadinya longsor dan pohon tumbang.

“Tetap waspada dan hati-hati dijalan saat hujan,” ungkapnya.

Sementara Febri, salah seorang pengendara mengaku lebih waspada saat melintas di jalan Yos Sudarso.

“Kalau hujan memang rawan. Banyak tebing dan pohon,” katanya.

Ia mengatakan jalanan ini juga pernah memakan korban jiwa saat hujan deras dan angin kencang. Saat itu, 1 unit mobil tertimpa pohon.

“Beberapa tahun lalu ada pohon tumbang, dan orang di dalam mobil meninggal dunia,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Batu Miring Amblas, Runtuhan ke Jalan pertama kali tampil pada Metropolis.

Lagi, Truk Kontainer Bermuatan Alat Berat Tersangkut di JPO Tiban Kampung

0
Sebuah truk kontainer pengangkut alat berat dengan nomor polisi BP 8060 FU tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tiban Kampung, Selasa (14/1).

batampos – Sebuah truk kontainer pengangkut alat berat dengan nomor polisi BP 8060 FU tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tiban Kampung, Selasa (14/1). Insiden ini diduga terjadi karena tinggi muatan truk melebihi batas ketinggian jembatan yang tercatat 5 meter. Akibatnya, truk tidak dapat melintas dan harus mundur untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, saat kondisi jalan sedang ramai oleh pengguna kendaraan yang pulang kerja. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan Tiban Kampung mengalami kemacetan. Beruntung, aparat kepolisian segera tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi. Truk akhirnya berhasil dipindahkan ke pinggir jalan sehingga kemacetan dapat terurai.
Selain menyebabkan kemacetan, insiden ini juga mengakibatkan kerusakan kecil pada bagian bawah jembatan. Beberapa titik terlihat mengalami lecet dan pecah akibat benturan truk yang terlalu tinggi. Warga sekitar khawatir kerusakan ini dapat bertambah parah jika tidak segera ditangani.
“Sudah berulang kali truk kontainer tersangkut di sini. Saya rasa, ketinggian jembatan yang tertera 5 meter mungkin sudah tidak sesuai lagi karena jalan di sini sering dinaikkan. Akhir Desember lalu juga ada truk kontainer yang tersangkut,” ujar Wahyu, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Menurut Wahyu, kejadian kali ini masih lebih cepat tertangani dibandingkan sebelumnya. Ia berterima kasih atas respons cepat aparat kepolisian yang langsung mengatur lalu lintas dan mengevakuasi truk ke lokasi aman.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi lalu lintas di kawasan Tiban Kampung telah kembali normal. Sementara truk juga sudah dipindahkan ke pinggir jalan. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Lagi, Truk Kontainer Bermuatan Alat Berat Tersangkut di JPO Tiban Kampung pertama kali tampil pada Metropolis.

Tolak Penggusuran Lahan, Warga Kampung Gentawa Gelar Aksi di DPRD Batam

0
Puluhan warga Kampung Gentawa, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Batam, Selasa (14/1).

batampos – Puluhan warga Kampung Gentawa, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Batam, Selasa (14/1).

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap rencana penggusuran lahan yang telah menjadi tempat tinggal mereka selama puluhan tahun.

Duna Manalu, salah satu perwakilan warga, menyatakan bahwa masyarakat Kampung Gentawa telah tinggal di lokasi tersebut sejak tahun 1997. Lahan yang awalnya merupakan bekas tambang pasir itu, menurutnya, telah mereka kelola menjadi layak huni.

“Kami sudah tinggal di sana selama 28 tahun. Lahan itu dulu bekas tambang, kami garap sendiri hingga bisa dihuni. Sekarang tiba-tiba ada pihak yang ingin mengambilnya begitu saja, tentu kami tidak terima,” ujar Duna.

Duna menyebutkan, ada sekitar 136 kepala keluarga yang tinggal di Kampung Gentawa. Sejak munculnya klaim dari pengembang, warga kerap mengalami intimidasi. Padahal, menurutnya, warga memiliki legalitas atas lahan tersebut yang tercatat di Kelurahan Buliang.

“Ini satu-satunya tempat tinggal kami. Kami merasa diintimidasi karena ada oknum yang terus mendesak kami untuk pindah. Kami tidak tahu pasti siapa pengembangnya,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Batam Muhammad Fadli menyatakan bahwa status lahan Kampung Gentawa telah dialokasikan kepada perusahaan sejak tahun 1995. Perusahaan tersebut berencana membangun perumahan di atas lahan tersebut dan telah mengantongi Penetapan Lokasi (PL).

“Lahan itu memang sudah dialokasikan ke perusahaan sejak tahun 1995. Mereka berencana membangun perumahan, dan ini sudah sesuai prosedur,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan, konflik antara warga Kampung Gentawa dan pihak pengembang bukanlah hal baru. Sebagian warga bahkan sudah menerima ganti rugi, namun sebagian lainnya masih menolak.

“Sejauh ini, sebanyak 66 kepala keluarga telah menerima ganti rugi. Masih ada lebih dari 100 kepala keluarga yang belum mencapai kesepakatan. Saat ini pihak perusahaan sedang membuka ruang mediasi,” jelasnya.  (*)

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel Tolak Penggusuran Lahan, Warga Kampung Gentawa Gelar Aksi di DPRD Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

KPK Mengaku Tak Tahu Soal Beredar Isu Megawati Telepon Prabowo Minta Hasto Tak Ditahan

0
Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (24/12/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyatakan tidak mengetahui isu yang diduga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati menelepon Presiden RI Prabowo Subianto, pada Senin (13/1) kemarin. Diduga komunikasi Megawati dengan Prabowo meminga agar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto tidak ditahan KPK.

Sebab, Hasto Kristiyanto pada Senin kemarin menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI 2019-2024 dan perintangan penyidikan Harun Masiku.

“Saya justru tidak mendengar kabar itu, sampai dengan kemarin, saya hanya mendengar laporan dan membaca berita bahwa pukul 09.00 sekian dia datang, kemudian ada pemeriksaan,” kata Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (14/1).

Setyo meminta menanyakan isu tersebut ke penyabar informasi tersebut. Ia menegaskan, tidak ada intervensi dalam setiap penanganan kasus di KPK.

“Setelah itu saya baca lagi berita-berita aja. Jadi sebaiknya ditanyakan ke yang informasi itu, dari sini sih enggak,” tegas Setyo.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristoyanto selesai menjalani pemeriksan, dalam kapasitasnya sebagai tersangka oleh KPK. Hasto yang didampingi penasihat hukum Maqdir Ismail keluar ruang pemeriksaan, sekitar pukul 13.30 WIB.

Penyidik KPK tidak langsung menahan Hasto Kristiyanto. Politikus PDIP itu tidak melontarkan pernyataan apapun setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB.

Sementara, penasihat hukum Hasto, Maqdir menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap kleinnya telah selesai. Ia menyerahkan kepada penyidik terkait pemeriksaan Hasto.

“Saya ingin menyampaikan proses pemeriksaan hari ini sudah selesai dilaksanakan untuk hari ini. Pemeriksaan selanjutnya akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dari pihak penyidik,” ujar Maqdir saat mendampingi Hasto keluar dari ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (13/1).

Maqdir menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik KPK, terkait materi pemeriksaan Hasto. Menurutnya, pihaknya membatasi agar penyidik menanyakan terkait dua hal yang disangkakan kepada Hasto, khususnya terkait dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) DPR RI 2019-2024 dan perintangan penyidikan Harun Masiku.

“Silakan ditanyakan kepada penyidik karena ini kesepakatan kami dengan penyidik. Karena kami hanya menyampaikan pak Hasto hanya diperiksa untuk dua perkara, yaitu perkara suap dan perkara menghalangi penyidikan,” tegas Maqdir.
Adapun, pemeriksaan terhadap Hasto hari ini merupakan penjadwalan ulang yang seharusnya diperiksa, pada Senin (6/1) lalu. Hasto Kristiyanto menyandang status tersangka kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024 dan perintangan penyidikan Harun Masiku.

Selain Hasto, KPK juga menetapkan Donny Tri Istiqomah yang merupakan orang kepercayaan Hasto dalam kasus dugaan pemberian suap. Sementara, Donny belum diagendakan untuk hadir sebagai tersangka. (*)

Sumber: JP Group

Artikel KPK Mengaku Tak Tahu Soal Beredar Isu Megawati Telepon Prabowo Minta Hasto Tak Ditahan pertama kali tampil pada News.

Pahami Kepribadian Ekstrovert dan Introvert dalam Pergaulan

0
Ilustrasi Memahami kepribadian ekstrovert dan introvert dalam pergaulan sangat diperlukan agar tidak salah bertindak. (Freepik)

batampos – Kepribadian ekstrovert dan introvert sangat jauh berbeda. Karena perbedaan yang signifikan inilah, dalam pergaulan kita harus bisa membacanya.

Dalam pergaulan, lingkungan pertemanan biasanya akan mempertemukan dua kepribadian ini baik ekstrovert dan introvert. Jika kita sudah memahaminya, kita akan lebih bijak dalam bergaul dan mengambil keputusan dalam hubungan pertemanan.

Berikut tips mengenal kepribadian ekstrovert dan introvert sebagaimana dilansir dari laman klikdokter.com.

Baca juga: Girl Group Hearts2Hearts Resmi Debut, Salah Satu Member Carmen Asal Indonesia

1. Menikmati Waktu Senggang

Orang ekstrovert tidak merasa canggung atau kesulitan jika harus berhadapan dengan banyak orang. Sebaliknya, mereka sangat menikmati waktu luang bersama teman-teman.

Sebaliknya, orang introvert biasanya sangat menikmati waktu untuk diri mereka sendiri. Mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan melakukan apa yang mereka suka.

2. Memilih Pekerjaan

Orang ekstrovert biasanya hebat dalam mengatur kelompok dan cenderung merasa paling nyaman bekerja dengan orang lain atau kelompok, baik dalam tugas kerja maupun sekolah.

Orang ekstrovert juga dapat menjadi pemimpin dan membuat rencana untuk membantu kelompoknya mencapai tujuan. Namun, orang introvert juga mungkin mampu memimpin kelompok.

Baca juga: Ciri Perempuan yang Kuat dan Mandiri

3. Cara Mengekspresikan Diri

Dalam kebanyakan kasus, orang ekstrovert tidak mengalami kesulitan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pendapat mereka.

Tidak seperti ekstrovert, mengungkapkan apa yang dirasakan secara langsung mungkin menjadi tantangan bagi seorang introvert. Dia cenderung lebih nyaman mengekspresikan perasaan, ide, atau pendapatnya melalui tulisan atau musik.

4. Dalam proses pengambilan keputusan

Perbedaan antara kepribadian introvert dan ekstrovert terlihat dalam cara mereka membuat keputusan. Ekstrovert cenderung lebih mudah menerima peluang atau tawaran baru.

Introvert cenderung lebih berhati-hati saat membuat keputusan daripada ekstrovert. Saat menghadapi masalah, ia biasanya tidak banyak berbicara kepada orang lain; sebaliknya, ia memilih orang-orang terdekatnya untuk diajak berbicara.

Jadi, jika dalam lingkungan pergaulan Anda ada pribadi ekstrovert maupun introvert, pahami bahwa mereka memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing dengan tips di atas. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Pahami Kepribadian Ekstrovert dan Introvert dalam Pergaulan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Abrasi Laut Hantam Rumah Warga di Pulau Karas, Batam

0
Abrasi yang merusak bangunan milik warga di Pulau Karas. f.ist untik batampos

batampos-Abrasi akibat arus dan gelombang laut telah merusak aset masyarakat pesisir di Pulau Karas, Batam. Kejadian yang berlangsung pada 11 Januari lalu itu merusak sejumlah rumah warga, termasuk satu rumah yang roboh dan satu lainnya yang pondasinya pecah dihantam ombak besar.

Busri, salah seorang warga setempat, menjelaskan dampak dari abrasi tersebut. “Kalau di daerah kita, ada satu rumah yang roboh dan satu lagi pondasinya pecah. Rumah yang roboh itu di Kampung Padang, sementara tembok yang pecah berada di Kampung Darat, Pulau Karas,” katanya, Selasa (14/1).

BACA JUGA: Pencuri Motor yang Dijual ke Pulau Karas Akhirnya Diringkus, Mengaku 70 Kali Mencuri

Abrasi di wilayah tersebut terasa lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mencatat bahwa gelombang laut kali ini lebih tinggi, dan ombak yang besar memperparah kondisi pesisir.

“Kalau tahun ini, airnya tinggi dan ombaknya besar, jadi kerusakannya lebih parah dibandingkan tahun lalu,” kata dia.

Kendati demikian, kondisi terkini mulai membaik dalam beberapa hari terakhir. Namun, ia tetap merasa khawatir akan dampak abrasi di masa mendatang jika tidak ada penanganan yang signifikan.

Pemerintah disebut telah datang meninjau rumah yang roboh di Kampung Padang, namun belum ada tindak lanjut untuk kerusakan lainnya. “Kalau rumah yang roboh sudah ada (pemerintah) yang datang, tapi kalau tembok yang pecah itu belum ada,” ujar Busri.

Abrasi di Pulau Karas bukanlah permasalahan baru. Lokasi geografis pulau yang langsung berhadapan dengan laut membuatnya rentan terhadap gelombang tinggi, terutama saat musim hujan dan angin kencang. Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah antisipasi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

“Paling tidak ada pembangunan tanggul atau pengaman pantai untuk melindungi rumah-rumah kami. Kalau tidak, setiap tahun kami terus dihantui kekhawatiran rumah akan rusak,” kata dia.

Selain itu, abrasi ini juga berdampak pada mata pencaharian warga pesisir yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Gelombang tinggi membuat mereka sulit melaut dan kehilangan penghasilan harian.

Warga menginginkan perhatian lebih serius dari pihak terkait untuk membantu memperbaiki kerusakan serta mencegah bencana serupa di masa depan.

Pulau Karas menjadi salah satu wilayah di Batam yang menghadapi ancaman abrasi serius. Langkah mitigasi yang cepat dan tepat belum nampak, padahal itu dapat melindungi masyarakat pesisir dari dampak buruk kerusakan lingkungan. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Abrasi Laut Hantam Rumah Warga di Pulau Karas, Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Dihantam Gelombang, Abdullah Hilang Saat Melaut, Pompong Ditemukan Pecah

0
Puing pompong Abdullah bagian depan ditemukan warga saat melakukan pencarian pada Senin, (13/1) malam tadi. f.nurdin untuk batampos

batampos – Nelayan asal Desa Mubur, Abdullah dikabarkan hilang saat pergi melaut, Senin, (13/1) kemarin.

Informasi yang dihimpun, Abdullah pergi melaut seorang diri dengan kapal pompong miliknya. Korban biasanya mencari tangkapan ikan di perairan Senayan yang lokasinya berhadapan langsung dengan laut cina selatan.

Kerabat korban, Nurdin mengatakan baru mengetahui kejadian ini setelah mendapat laporan jika korban belum pulang kerumah pasca melaut sejak pukul 12.30 WIB kemarin.

BACA JUGA: Diadang Gelombang 6 Meter di Belinyu, KM Bukit Raya Tunda Keberangkatan ke Anambas dan Natuna

“Malam hari tak kunjung pulang kerumah, lantas tetangga berupaya mencari keberadaan abang ipar saya,” ujar Nurdin saat dikonfirmasi, Selasa, (14/1).

Karena cuaca tidak memungkinkan, pencarian malam tadi tidak lama. Baru pagi tadi, bersama tim SAR gabungan pencarian dilanjutkan dengan menyisir alur pelayaran yang biasa dilalui korban.

“Saat jalan pulang pencarian malam tadi, warga menemukan puing pompong bagian depan milik korban tepat pukul 22.37 WIB. Ada juga alat pancing,” terang Nurdin yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Perindo Kabupaten Anambas ini.

Terpisah, Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman menyatakan telah menurunkan sejumlah personil untuk mencari keberadaan korban.

Dirinya berharap Abdullah segera ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat,

“Kami juga berharap Doa dan dukungan masyarakat dalam pemberian informasi,” kata Abdul Rahman. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Dihantam Gelombang, Abdullah Hilang Saat Melaut, Pompong Ditemukan Pecah pertama kali tampil pada Kepri.

Warga Kampung Genta III, Batuaji Terisolir Akibat Longsor, Rumah Rusak dan Akses Tertutup

0
Material tanah yang menutup akses jalan. f. eusebius sara

batampos– Puluhan warga di pemukiman Kampung Genta III RT 009/RW 001, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, terisolir akibat longsor yang menutup akses jalan masuk ke pemukiman mereka. Longsor yang terjadi pada Senin (13/1) dini hari ini juga mengakibatkan beberapa warga harus mengungsi karena rumah mereka terdampak material tanah dari tebing yang longsor.

Salah satu rumah yang berada di pinggir tebing dekat ruko Genta III mengalami kerusakan parah. Longsor telah memakan separuh teras rumah tersebut, sehingga tidak lagi layak dihuni. “Kami tidak bisa tinggal di rumah ini lagi. Longsor bisa bertambah kapan saja, terutama kalau hujan turun,” ujar Wahyu, salah satu warga terdampak.

BACA JUGA: Pasca Longsor di Tiban Koperasi, Beberapa Warga Mengungsi

Lokasi longsor berada di area pemukiman yang terletak di tempat lebih tinggi. Pembangunan ruko di area tersebut sebelumnya sempat mengeruk bagian pinggir pemukiman, menyebabkan terbentuknya tebing curam antara ruko dan rumah warga. Struktur tanah di lokasi yang masih lembek dan rentan memperbesar risiko longsor susulan jika hujan deras kembali turun.

“Kondisi tanah di sini sangat rawan. Kalau hujan deras lagi, kami khawatir longsor akan meluas,” kata Edo, warga lainnya yang juga terdampak.

Sementara itu, sebagian warga memilih memindahkan kendaraan mereka ke area parkir ruko karena akses utama jalan pemukiman sudah tidak bisa dilalui.

Aparat pemerintah setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memikirkan langkah-langkah penanganan jangka pendek maupun panjang. Kepala Kelurahan Buliang menyatakan bahwa tim mereka sedang mengkaji solusi yang cepat agar akses warga bisa segera dibuka.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan keselamatan warga dan mencari solusi permanen,” ujar personil polsek Batuaji.

Namun, hingga saat ini belum ada langkah konkret untuk memperbaiki akses jalan maupun menstabilkan tebing yang longsor. Warga berharap pemerintah bertindak cepat, terutama karena beberapa keluarga sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Kami butuh perhatian serius. Jangan sampai ada korban jiwa,” tambah Edo.

Selain itu, warga mengeluhkan kurangnya tindakan pencegahan sebelumnya. Menurut mereka, masalah ini sudah lama diantisipasi karena pembangunan ruko yang mengikis tebing dinilai meningkatkan risiko longsor. “Kami sudah pernah memberi masukan, tapi tidak ada tindakan nyata,” kata Wahyu.

Akses yang terputus juga menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. Anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah, dan beberapa warga yang bekerja harus menempuh jalan memutar yang lebih jauh. Kondisi ini memaksa mereka mencari solusi darurat sambil menunggu tindakan dari pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, cuaca di lokasi masih mendung dengan potensi hujan, yang membuat warga semakin cemas akan kemungkinan longsor susulan. Mereka berharap solusi cepat dapat segera diberikan untuk memulihkan situasi dan memastikan keamanan seluruh penghuni Kampung Genta III.

Camat Batuaji Faizal belum memberikan keterangan apapun terkait persoalan ini. Dikonfirmasi via ponsel belum memberikan jawaban. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Warga Kampung Genta III, Batuaji Terisolir Akibat Longsor, Rumah Rusak dan Akses Tertutup pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiga Buaya yang Sempat Kabur Berhasil Ditangkap

0
Petugas kembali mengamankan tiga ekor buaya yang terlepas dari lokasi penangkaran. Foto Kapolsek Bulang

batampos– Insiden lepasnya lima ekor buaya dari penangkaran milik PT Perkasa Jaga Karunia (PJK) di Pulau Bulan, Kelurahan Batu Legong, Kecamatan Bulang, Senin (13/1), memicu keresahan warga sekitar. Kejadian ini disebabkan oleh kerusakan pagar penangkaran akibat curah hujan tinggi yang meningkatkan debit air hingga merusak jalur pintu keluar-masuk air di kandang.

Tim gabungan yang dipimpin oleh Polsek Bulang segera melakukan upaya pencarian dan penangkapan. Hingga Selasa malam, tiga dari lima buaya yang lepas berhasil diamankan kembali ke lokasi penangkaran. “Tiga ekor sudah ditangkap tadi malam,” ujar Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan.

Dua ekor buaya lainnya masih dalam proses pencarian. Kedua buaya yang masih belum ditangkap diprediksi masih berada di sekitar area penangkaran.

“Namun demikian, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di laut kecuali jika benar-benar penting, dan melengkapi diri dengan alat pengamanan berlayar, terutama karena cuaca sedang tidak mendukung,” tambahnya.

BACA JUGA: Buaya Lepas dari Penangkaran di Pulau Bulan, Begini Kronologinya

Kekhawatiran warga sempat meningkat akibat beredarnya video yang menunjukkan seorang warga terluka akibat serangan buaya. Namun, Kapolsek Adyanto menegaskan bahwa video tersebut adalah peristiwa lama dan tidak terkait dengan insiden kali ini. “Video itu kejadian di Pulau Temoyong beberapa waktu lalu. Tidak ada korban akibat lepasnya buaya di penangkaran ini,” tegasnya.

PT PJK selaku pengelola penangkaran menyampaikan bahwa saat ini ada sekitar 200 ekor buaya di lokasi tersebut. Hanya lima yang sempat lepas akibat kerusakan pagar. “Sebagian besar buaya masih berada di kandang. Kerusakan terjadi di pintu keluar-masuk air, yang menjadi titik lemah akibat curah hujan tinggi,” ungkap Toni perwakilan PT PJK.

Perusahaan telah mengambil langkah perbaikan sementara dengan menggunakan kawat untuk memperbaiki pagar yang rusak. “Kami akan membangun pagar permanen setelah cuaca memungkinkan,” jelas Toni. Mereka juga berkomitmen meningkatkan keamanan di area penangkaran untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Upaya pencarian dua buaya yang masih lepas terus dilakukan oleh tim gabungan. Selain itu, mereka juga memeriksa area sekitar untuk memastikan tidak ada buaya lain yang lolos dari penangkaran. Proses ini dilakukan dengan pengawasan ketat untuk melindungi warga setempat dari potensi bahaya.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat buaya di sekitar permukiman atau perairan. “Kami memohon kerja sama masyarakat untuk membantu kami menyelesaikan masalah ini dengan aman,” kata Kapolsek Adyanto.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan dan pengawasan yang ketat terhadap fasilitas penangkaran satwa liar, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem. PT PJK menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan area penangkaran ke depannya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tiga Buaya yang Sempat Kabur Berhasil Ditangkap pertama kali tampil pada Metropolis.