Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 225

PPLP Tanjunguban Rayakan HUT dengan Sunat Massal dan Bantuan Sosial

0
Warga Tanjungpinang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka HUT KPLP ke-53 dan HUT PPLP ke-38 yang digelar PPLP Tanjunguban di Dompak. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Tanjunguban, Kabupaten Bintan, menggelar bakti sosial berupa sunat massal gratis bagi puluhan anak di Kota Tanjungpinang.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan HUT ke-38 PPLP.

Sebanyak 29 anak mengikuti sunat massal yang dipusatkan di Dompak, Tanjungpinang, Rabu (11/2). Selain itu, PPLP Tanjunguban juga menyalurkan 200 paket sembako, tiga unit kursi roda, serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk 200 warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PPLP Tanjunguban, Alfaizul, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian KPLP dan PPLP terhadap masyarakat.

“Kemudian ada bantuan tiga unit kursi roda hingga pemeriksaan kesehatan gratis untuk 200 orang,” ujar Alfaizul.

Ia menjelaskan, bakti sosial ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban masyarakat.

“Semoga kehadiran kami bisa merajut silaturahmi dan juga sinergi dengan semua pihak,” tambahnya.

Salah seorang warga penerima manfaat, Salam (79), mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Ia mengatakan biasanya harus datang ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatan menggunakan BPJS.

“Biasanya ngecek ke Puskesmas pakai BPJS. Merasa terbantu juga, karena saya juga mendapatkan bantuan sembako,” ujarnya.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan PPLP Tanjunguban. Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan pada momen peringatan hari besar, tetapi dapat terus berlanjut.

“Kita berharap lembaga lainnya bisa mencontoh rasa kepedulian dan kebersamaan untuk mengurangi beban masyarakat,” pungkasnya. (*)

Artikel PPLP Tanjunguban Rayakan HUT dengan Sunat Massal dan Bantuan Sosial pertama kali tampil pada Kepri.

Batam ASRI Bergerak Serentak, Sampah hingga Eceng Gondok Duriangkang Disasar

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Forkopinda meninjau pembersihan eceng gondok di Duriangkang pada acara pencanangan Gerakan Masyarakat Batam Asri, Rabu (11/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengerahkan lebih dari 5.600 personel untuk melakukan gotong royong (goro) serentak melalui Gerakan Masyarakat Batam ASRI. Aksi bersih-bersih ini menyasar 12 kecamatan, kawasan pantai, drainase, hingga pembersihan eceng gondok di Waduk Duriangkang.

Pencanangan Gerakan Batam ASRI diawali dengan apel di Dataran K-Square, Batam Center, Rabu (11/2). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan gerakan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar daerah melakukan pembenahan lingkungan secara menyeluruh.

“Pak Presiden menekankan agar daerah-daerah ini bersih, baik provinsi, kabupaten, maupun kota,” ujar Amsakar.

Baca Juga: Batam Bersiap Terapkan Program Gentengisasi, Seng Dinilai Tak Layak Hunian

Ia menjelaskan, instruksi tersebut mencakup penataan kota secara total, mulai dari persoalan sampah, bangunan liar, hingga infrastruktur yang mengganggu estetika dan kenyamanan masyarakat.

“Tidak boleh lagi ada sampah. Tidak boleh lagi ada bangunan yang mengganggu keindahan. Tidak boleh lagi ada kabel-kabel listrik yang semrawut,” katanya.

Gerakan Batam ASRI dilaksanakan serentak di 12 kecamatan se-Kota Batam. Salah satu fokus utama adalah pembersihan eceng gondok di Waduk Duriangkang, yang merupakan sumber air baku utama bagi masyarakat Batam.

“Kami masuk dari Pandan Wangi untuk membersihkan eceng gondoknya,” ujar Amsakar.

Baca Juga: Jam Sekolah Selama Ramadan Diubah, Disdik Batam Tetapkan Masuk Pukul 08.00 WIB

Dalam kegiatan tersebut, Amsakar turun langsung ke lapangan memantau pembersihan drainase dan eceng gondok di sekitar waduk. Ia terlihat berada di lokasi bersama petugas yang mengoperasikan alat berat.

Selain waduk, gerakan ini juga menyasar kawasan pantai yang terdampak tumpahan minyak serta kiriman sampah akibat angin utara.

“Sekarang musim utara, sampah mulai masuk ke arah kita dan itu harus dibersihkan,” katanya.

Tidak hanya kawasan alam, Gerakan Batam ASRI juga menyasar fasilitas publik dan pusat aktivitas masyarakat, seperti kantor pemerintahan, sekolah, rumah ibadah, ruko, kawasan usaha, hotel, hingga kantor kecamatan dan kelurahan.

Drainase yang berpotensi memicu banjir turut menjadi perhatian, termasuk dam dan sumber air yang dinilai memengaruhi debit air di Batam.

“Objek kita juga menyasar drainase yang menyebabkan Batam banjir, serta dam-dam yang membuat debit air makin berkurang,” ujarnya.

Ke depan, Pemko Batam berencana menerbitkan edaran wali kota untuk mengatur pelaksanaan Batam ASRI secara berkala, baik mingguan maupun bulanan. Program ini akan melibatkan instansi pemerintah, swasta, sekolah, rumah ibadah, hotel, serta berbagai lokasi strategis lainnya.

Baca Juga: Universitas Batam Jadi Tuan Rumah Launching PPDS Empat Kampus di Sumatra

Gerakan ini melibatkan ASN, perangkat daerah, BP Batam, Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha. Amsakar menegaskan, Batam ASRI harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Yang diperlukan di Batam ini adalah membangun semangat kolektif. Semua orang harus membangun energi positif agar Batam semakin baik ke depan,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar tidak ada narasi kontraproduktif yang dapat memecah kebersamaan. “Kalau kita bersama dan bersatu padu, insya Allah Batam akan menjadi lebih hebat dan lebih besar lagi,” pungkasnya. (*)

Artikel Batam ASRI Bergerak Serentak, Sampah hingga Eceng Gondok Duriangkang Disasar pertama kali tampil pada Metropolis.

Limbah Minyak Hitam Cemari Laut Bintan, Nelayan Rugi Besar

0
Perkampungan nelayan di Kampung Kawal Pantai, Bintan, terdampak pencemaran limbah minyak hitam yang merugikan hasil tangkapan dan alat tangkap nelayan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pencemaran limbah minyak hitam kembali mengancam perairan Bintan. Karung-karung berisi limbah minyak ditemukan mengapung di laut hingga pecah dan mencemari pesisir, merugikan nelayan di Kampung Kawal Pantai, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

Salah seorang tekong kapal ikan, Imin, mengatakan empat hari lalu ia masih melihat karung-karung berwarna putih berisi limbah minyak hitam mengapung di laut. Sebagian karung dilaporkan pecah akibat tertabrak kapal sehingga cairan minyak menyebar ke perairan.

“Ada yang sudah pecah karungnya karena tertabrak kapal di laut,” ujar Imin, Rabu (11/2).

Menurutnya, pencemaran kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya limbah hanya berupa cairan yang mengapung, kini ditemukan dalam kemasan karung.

“Kalau dulu hanya cairan di laut, sekarang kami masih jumpa dalam karung-karung putih,” katanya.

Dampak pencemaran tersebut dirasakan langsung nelayan. Jaring yang digunakan untuk menangkap ikan ikut tercemar minyak sehingga rusak dan harus diganti. Harga satu potong (piece) jaring mencapai sekitar Rp700 ribu.

“Kalau yang rusak bisa puluhan sampai ratusan piece. Biayanya bisa puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Selain merusak alat tangkap, limbah minyak juga menimbulkan bau menyengat dan membuat jaring menjadi licin sehingga tidak layak pakai. Hasil tangkapan ikan pun menurun drastis.

“Biasanya bisa dapat 100 kilogram, sekarang hanya sekitar 20 sampai 30 kilogram. Ikan juga tidak mau mendekat,” keluh Imin.

Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan pencemaran yang terus berulang setiap musim utara.

Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Kelurahan Kawal, David Andriyadi, menyebut pencemaran limbah minyak hitam telah menjadi persoalan tahunan yang meresahkan nelayan.

“Kalau dulu hanya di Malang Rapat dan Teluk Bakau, sekarang sudah sampai Kawal hingga Berakit,” ujarnya.

David menilai kondisi tahun ini lebih parah karena limbah ditemukan dalam karung, yang diduga sengaja dibuang ke laut lalu hanyut ke pesisir Bintan.

“Ini sepertinya disengaja, limbah dibuang lalu hanyut ke pantai,” katanya.

Ia mendesak pemerintah daerah hingga pusat segera mengambil solusi tegas agar pencemaran tidak terus berulang.

“Kita berharap 2026 menjadi tahun terakhir Bintan mendapat ‘kado’ yang tidak bermanfaat ini. Pemerintah harus memikirkan solusi terbaik,” tegasnya. (*)

Artikel Limbah Minyak Hitam Cemari Laut Bintan, Nelayan Rugi Besar pertama kali tampil pada Kepri.

Bukan Gameplay, Ini Isi Trailer Spesial Imlek Black Myth Zhong Kui

0
Cuplikan trailer spesial Imlek Black Myth Zhong Kui menampilkan adegan memasak dengan visual fantasi dan grafis in-engine yang realistis. F. x.com/wario64

batampos – Studio pengembang Game Science merilis video spesial bertema Tahun Baru Imlek 2026 untuk gim terbarunya, Black Myth Zhong Kui. Trailer berdurasi sekitar enam menit itu menampilkan konsep unik berupa adegan memasak dengan sentuhan visual fantasi yang memukau.

Video tersebut dirilis melalui kanal YouTube PlayStation pada Rabu (11/2) dan langsung menarik perhatian komunitas gim global. Dalam cuplikannya, terlihat seorang karakter wanita tengah menyiapkan hidangan menggunakan bahan-bahan fantastis di dapur imajinatif.

Meski tampak seperti bagian dari alur permainan, pengembang menegaskan bahwa trailer ini bukan bagian dari cerita utama maupun gameplay resmi Black Myth Zhong Kui. Konten tersebut dibuat khusus sebagai perayaan Imlek sekaligus unjuk kemampuan teknis engine gim yang digunakan.

Sepanjang video, kualitas grafis in-engine terlihat sangat detail dan realistis. Efek pencahayaan, animasi pergerakan objek, hingga simulasi fisika bahan makanan ditampilkan dengan presisi tinggi.

Bahkan, sosok monster tampak membantu proses memasak, menambah nuansa fantasi khas gim tersebut.

Adegan ditutup dengan momen ketika hidangan siap disajikan kepada sosok misterius berkerudung, yang memicu spekulasi dan rasa penasaran di kalangan penggemar.

Trailer spesial ini dengan cepat meraih jutaan penayangan di berbagai platform, termasuk Bilibili dan Weibo. Antusiasme tinggi dari komunitas menunjukkan besarnya ekspektasi terhadap proyek terbaru Game Science tersebut.

Pihak pengembang kembali menegaskan bahwa video ini murni konten perayaan dan tidak mencerminkan konten final gim secara keseluruhan. (*)

Artikel Bukan Gameplay, Ini Isi Trailer Spesial Imlek Black Myth Zhong Kui pertama kali tampil pada Lifestyle.

Sambut Imlek, Warga Tionghoa Siantan Rayakan Tanpa Tradisi Ikan Dingkis

0
Ketua Vihara Gunung Dewa Siantan, Elly, bersama pengurus menerima kunjungan Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, menjelang perayaan Imlek 2577 di Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api yang jatuh pada Selasa (17/2) disambut khidmat oleh umat Tionghoa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Sejumlah persiapan dilakukan di Vihara Gunung Dewa Siantan, Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan.

Pantauan di lokasi, suasana vihara mulai dihiasi lampion merah, lilin-lilin besar dibersihkan, serta altar dan ornamen khas Imlek ditata rapi.

Warga bergotong royong menyapu halaman, mengecat pagar, hingga memasang simbol keberuntungan sebagai bentuk penghormatan menyambut tahun baru.

Ketua Vihara Gunung Dewa Siantan, Elly, mengatakan ada sejumlah tradisi yang akan dijalani umat saat Imlek, salah satunya mengenakan pakaian serba merah sebagai simbol keberanian, keberuntungan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

“Selain mengenakan pakaian merah, umat juga akan berdoa bersama di vihara untuk memohon kesehatan, rezeki, dan keselamatan di tahun yang baru,” ujar Elly saat menerima kunjungan Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan, doa bersama menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus memanjatkan harapan agar keluarga tetap harmonis dan usaha berjalan lancar.

Namun, terdapat perbedaan tradisi dibandingkan perayaan Imlek di kota-kota besar seperti Batam atau Tanjungpinang. Di Anambas, umat Tionghoa tidak memiliki tradisi menyajikan ikan dingkis bertelur saat perayaan Imlek.

Di sejumlah daerah, ikan dingkis bertelur dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan keberlimpahan karena telurnya melambangkan rezeki berlipat ganda. Hidangan tersebut kerap menjadi sajian khas keluarga Tionghoa di perkotaan.

“Di sini tidak ada tradisi makan ikan dingkis, itu biasanya di kota. Kami lebih menyiapkan kue-kue khas Tionghoa,” jelas Elly.

Menurutnya, kondisi perairan Anambas yang jernih, berpasir, dan berbatu karang membuat ikan dingkis yang biasa hidup di wilayah berlumpur sulit ditemukan di daerah tersebut.

Meski tanpa sajian ikan dingkis, makna Imlek tetap dijaga. Kue keranjang, kue lapis, dan berbagai penganan manis tetap disiapkan sebagai simbol harapan hidup yang manis dan penuh keberkahan.

Elly berharap perayaan Imlek tahun ini berjalan lancar dan aman. Ia juga meminta dukungan aparat keamanan agar umat dapat beribadah dengan tenang.

“Semoga perayaan Imlek di Siantan berjalan lancar dan aman. Kami berharap dukungan dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, menegaskan pihaknya siap melakukan pengamanan selama rangkaian ibadah Imlek berlangsung. Personel akan disiagakan di sekitar vihara guna memastikan situasi tetap kondusif.

“Kami akan menurunkan personel untuk pengamanan selama perayaan Imlek agar umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” tegas Dodi.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Imlek sebagai momentum memperkuat toleransi dan persaudaraan lintas suku dan agama di Anambas. (*)

Artikel Sambut Imlek, Warga Tionghoa Siantan Rayakan Tanpa Tradisi Ikan Dingkis pertama kali tampil pada Kepri.

Batam Bersiap Terapkan Program Gentengisasi, Seng Dinilai Tak Layak Hunian

0
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. F. Dok. Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam bersiap menjalankan program gentengisasi sebagai bagian dari penataan estetika kota dan peningkatan kualitas hunian masyarakat. Program ini mendorong peralihan penggunaan atap seng ke genting, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan penataan kota tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah dan infrastruktur dasar, tetapi juga menyangkut kenyamanan serta tampilan kawasan permukiman.

“Ini bukan sekadar soal estetika, tapi juga kenyamanan warga dan wajah kota Batam,” ujar Amsakar, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Akses Modal Makin Mudah, Dana Bergulir KUKM Batam Kini Terima Jaminan Mobil

Menurutnya, penggunaan atap seng kurang mendukung upaya menjadikan Batam sebagai kota yang bersih, rapi, nyaman, dan indah. Selain tampilan yang dinilai kurang sedap dipandang, atap seng juga mudah menyerap panas dan berpotensi berkarat, sehingga kurang ideal untuk hunian jangka panjang.

Sebagai langkah awal, Pemko Batam akan berkoordinasi dengan para pengembang perumahan agar ke depan lebih memperhatikan kualitas material bangunan, termasuk pemilihan atap rumah. Dorongan tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan permukiman yang lebih tertata dan berstandar.

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2). Dalam forum tersebut, Presiden menyoroti masih banyaknya rumah di Indonesia yang menggunakan atap seng.

“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” kata Prabowo.

Baca Juga: Universitas Batam Jadi Tuan Rumah Launching PPDS Empat Kampus di Sumatra

Presiden bahkan menggagas gerakan nasional “gentengisasi” guna mendorong penggunaan genting sebagai atap bangunan. Ia menilai industri genting relatif mudah dikembangkan dan dapat diperkuat melalui koperasi, termasuk dengan memanfaatkan bahan baku lokal serta inovasi pencampuran material seperti limbah batu bara agar menghasilkan genting yang ringan dan kuat.

Prabowo menegaskan, peralihan penggunaan atap tersebut bukan semata persoalan teknis bangunan, melainkan bagian dari simbol kemajuan dan peradaban bangsa. (*)

Artikel Batam Bersiap Terapkan Program Gentengisasi, Seng Dinilai Tak Layak Hunian pertama kali tampil pada Metropolis.

Karhutla di Singkep Barat Hanguskan 13 Ribu Batang Karet Milik Warga

0
Petugas Damkar berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan hingga malam hari di wilayah Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Selasa (10/2). F. Damkar Lingga untuk Batam Pos.

batampos – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Sebanyak 13.000 batang karet milik dua warga dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Laporan pertama diterima petugas pemadam kebakaran (Damkar) dari seorang warga bernama Rusdian.

“Mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Danton Damkar Lingga Unit Dabo Singkep, Ikmal Hakim, Rabu (11/2).

Ikmal menjelaskan, kondisi di lapangan menyulitkan proses pemadaman. Selain jarak titik api yang cukup jauh, keterbatasan perlengkapan dan minimnya sumber air menjadi kendala utama.

“Pada saat itu terjadi kebocoran pada selang air. Selain itu di lokasi kejadian banyak sumber air yang kering, titik api cukup jauh, dan tidak ada akses untuk mendekati lokasi,” jelasnya.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai belasan hektare. Dari total 13.000 batang karet yang hangus, sekitar 7.000 batang merupakan milik Nuris dan 6.000 batang lainnya milik Nurdin.

“Untuk kebun karet Pak Nuris saja 7.000 batang yang hangus terbakar, kemudian kebun karet Pak Nurdin 6.000 batang,” ungkap Ikmal.

Petugas berjibaku memadamkan api selama hampir lima jam. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.15 WIB.

“Dari pukul 15.30 WIB petugas melakukan pemadaman, sekitar pukul 20.15 WIB api berhasil dipadamkan. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. (*)

Artikel Karhutla di Singkep Barat Hanguskan 13 Ribu Batang Karet Milik Warga pertama kali tampil pada Kepri.

12 Kasus Narkoba Terbongkar, Polresta Barelang Sita 1,1 Kg Sabu

0
Kapolresta Barelangm Kombes Pol Anggoro Wicaksonom bersama Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kapolsek Batuaji, dan Kadis DP3AP2KB Kota Batam memberikan keterangan kasus pengungkapan narkotika saat rilis di Mapolresta Barelang, Rabu (11/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Upaya pemberantasan narkotika di wilayah Barelang kembali mencatat capaian signifikan. Dalam rentang 14 Januari hingga 4 Februari 2026, Polresta Barelang berhasil membongkar 12 kasus peredaran narkoba dan menyita lebih dari 1,1 kilogram sabu. Pengungkapan tersebut diperkirakan menyelamatkan hampir 15 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, mengatakan, dari belasan laporan polisi yang diungkap, polisi mengamankan 19 tersangka yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki. Penangkapan dilakukan di sejumlah lokasi berbeda di wilayah Kota Batam dan sekitarnya.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polresta Barelang,” tegas Anggoro dalam rilis resmi, Selasa (4/2).

Baca Juga: Pemko Batam Siaga Karhutla, Warga Diingatkan Tak Bakar Lahan dan Sampah

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 52 paket sabu dengan berat total 1.130,93 gram. Selain itu, diamankan pula 46 butir ekstasi berbagai merek, di antaranya Minion, Kodok, Heineken, Redbull, dan Gold.

Tak hanya narkotika konvensional, aparat juga menemukan tren baru penyalahgunaan zat etomidate yang dicampurkan dalam liquid rokok elektrik. Total barang bukti liquid vape yang diamankan mencapai 238 pcs dengan beragam merek.

Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Arsyad Riyandi menyebut, pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras jajaran Satresnarkoba hingga polsek, serta dukungan aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada kepolisian.

“Kami mengapresiasi peran masyarakat. Informasi yang disampaikan sangat membantu pengungkapan kasus-kasus narkoba ini,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan asumsi, pengungkapan tersebut diperkirakan menyelamatkan sekitar 14.971 jiwa. Estimasi tersebut dihitung dari potensi konsumsi sabu, ekstasi, dan liquid vape yang berhasil diamankan.

Baca Juga: Disbudpar Batam Siapkan Deretan Bazar dan Event Semarakkan Ramadan 2026

Para tersangka dijerat pasal berlapis, antara lain Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah disesuaikan. Ancaman hukuman maksimal mencapai 20 tahun penjara disertai denda hingga Rp2 miliar.

Anggoro menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan intensitas penindakan dan pengawasan guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika di wilayah Barelang.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkotika. Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (*)

Artikel 12 Kasus Narkoba Terbongkar, Polresta Barelang Sita 1,1 Kg Sabu pertama kali tampil pada Metropolis.

Ribuan Warga Anambas Nonaktif dari PBI-JK, BPJS Kesehatan Buka Suara

0
Warga Anambas berobat di Puskesmas Tarempa. Per 1 Februari 2026, sebanyak 1.223 peserta BPJS Kesehatan segmen PBI-JK di Anambas dinonaktifkan berdasarkan SK Menteri Sosial. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Sebanyak 1.223 warga Kabupaten Kepulauan Anambas dinonaktifkan dari kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) terhitung sejak 1 Februari 2026.

Penonaktifan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 tentang pemutakhiran data peserta PBI-JK.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Anambas, Dewi Ria Elvira, membenarkan adanya penghentian kepesertaan tersebut. Ia menjelaskan, peserta yang dinonaktifkan sebelumnya merupakan warga yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

“Yang menerima PBI-JK ini adalah masyarakat yang masuk kategori miskin dan rentan miskin,” ujar Dewi, Rabu (11/2).

Ia menegaskan, penetapan siapa yang berhak masuk atau keluar dari daftar PBI-JK bukan kewenangan BPJS Kesehatan. Seluruh proses verifikasi dan penetapan dilakukan oleh pemerintah melalui Kemensos.

“BPJS Kesehatan hanya menjalankan status kepesertaan sesuai penetapan tersebut,” tegasnya.

Menurut Dewi, ada beberapa faktor yang menyebabkan kepesertaan PBI-JK dinonaktifkan. Di antaranya peserta dinilai tidak lagi masuk kategori miskin atau rentan miskin berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data terbaru.

Selain itu, ketidaksesuaian data kependudukan juga dapat menjadi penyebab, seperti perubahan alamat, domisili, atau data yang tidak sinkron dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Peserta yang meninggal dunia juga biasanya dinonaktifkan secara rutin, bahkan di luar keputusan menteri tersebut. Namun demikian, data tersebut tetap perlu diverifikasi ulang untuk memastikan kebenarannya.

“Nah kalau yang meninggal, biasanya memang rutin dinonaktifkan, bahkan di luar SK ini. Tapi tetap wajib dicek,” ungkapnya.

Hingga saat ini, BPJS Kesehatan Cabang Anambas mengaku belum menerima aduan masyarakat terkait penonaktifan 1.223 peserta tersebut. Situasi di lapangan disebut masih relatif kondusif.

Dewi menilai, pemutakhiran data secara berkala penting dilakukan agar bantuan iuran tepat sasaran dan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di Anambas sendiri, terdapat grup koordinasi lintas fasilitas kesehatan untuk mengecek status keaktifan kartu peserta. Jika ada warga yang berobat dan kartunya tidak aktif, fasilitas kesehatan akan langsung melaporkan melalui grup tersebut untuk ditindaklanjuti.

“Sejauh ini relatif aman karena ada grup cek keaktifan kartu. Jadi setiap peserta berobat dan kartu tidak aktif, faskes langsung sounding di grup itu,” pungkas Dewi. (*)

Artikel Ribuan Warga Anambas Nonaktif dari PBI-JK, BPJS Kesehatan Buka Suara pertama kali tampil pada Kepri.

Jam Sekolah Selama Ramadan Diubah, Disdik Batam Tetapkan Masuk Pukul 08.00 WIB

0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan. F. Dok. Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menetapkan penyesuaian jam belajar selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Selama periode tersebut, seluruh satuan pendidikan di Batam memulai kegiatan belajar mengajar pukul 08.00 WIB.

Kebijakan tersebut tertuang dalam pedoman penyusunan kalender pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026 yang resmi diterbitkan Disdik Batam. Penyesuaian mencakup jadwal pembelajaran Februari hingga Ramadan, termasuk pelaksanaan Pesantren Ramadan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan, kalender pendidikan tersebut menjadi acuan wajib bagi seluruh satuan pendidikan tingkat PAUD, SD, SMP, SKB, dan PKBM di Batam.

Baca Juga: Pemko Batam Siaga Karhutla, Warga Diingatkan Tak Bakar Lahan dan Sampah

“Kalender pendidikan ini sudah kami tetapkan dan wajib menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Batam, terutama dalam pengaturan kegiatan belajar selama Ramadan,” ujar Hendri, Rabu (11/2).

Dalam Keputusan Nomor 83/400.5.3.1/VI/2025, dijelaskan bahwa pada 16 hingga 21 Februari 2026, peserta didik melaksanakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah. Sementara 17 Februari 2026 ditetapkan sebagai libur Tahun Baru Imlek.

Kegiatan Pesantren Ramadan dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 25 Februari 2026 dan dilaksanakan secara tatap muka di satuan pendidikan masing-masing. Setelah itu, proses belajar mengajar kembali berjalan normal mulai 26 Februari hingga 14 Maret 2026.

Untuk libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Disdik Batam menetapkan masa libur pada 16 hingga 28 Maret 2026. Kegiatan belajar mengajar kembali dimulai pada Senin, 30 Maret 2026.

Baca Juga: Akses Modal Makin Mudah, Dana Bergulir KUKM Batam Kini Terima Jaminan Mobil

Selama Ramadan, durasi jam pelajaran juga mengalami penyesuaian. Untuk jenjang SD, durasi setiap jam pelajaran dikurangi lima menit. Sementara jenjang SMP dikurangi 10 menit per jam pelajaran.

Khusus peserta didik PAUD, pembelajaran dapat dilakukan secara mandiri di rumah sesuai program satuan pendidikan. Hal serupa juga berlaku bagi siswa kelas I dan II SD yang mengikuti pembelajaran mandiri melalui penugasan dari guru. Adapun siswa kelas III SD hingga kelas IX SMP tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Untuk pelaksanaan Pesantren Ramadan, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dianjurkan mengenakan pakaian Melayu atau bernuansa Islami. Sekolah juga didorong mengemas kegiatan yang edukatif, menyenangkan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan.

“Pesantren Ramadan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi momentum pembentukan karakter dan penguatan nilai spiritual peserta didik,” tegas Hendri.

Ia juga mengingatkan agar seluruh kegiatan selama Ramadan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan siswa. Setiap kegiatan di luar lingkungan sekolah wajib mendapat persetujuan orang tua dan berkoordinasi dengan Disdik Batam.

“Kami berharap seluruh satuan pendidikan dapat melaksanakan ketentuan ini dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Artikel Jam Sekolah Selama Ramadan Diubah, Disdik Batam Tetapkan Masuk Pukul 08.00 WIB pertama kali tampil pada Metropolis.