Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani memperlihatkan barang bukti selundupan pasir timah di Gudang BC Batam, Tanjung Uncang, Kamis (19/12). F.Yofi Yuhendri/Batam Pos
batampos – Bea Cukai Batam dalam 2 bulan ini melakukan 364 penindakan di bidang kepabeanan dan cukai. Penindakan ini terdiri dari beberapa barang ilegal, seperti pasir timah, balpres, furniture, ponsel, gading gajah, mesin mobil mewah, mesin moge, minuman beralkohol, serta narkotika.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani mengatakan penindakan ini merupakan komitmen Bea Cukai untuk memberantas penyelundupan dan peredaran barang ilegal.
“Penindakan ini tergabung pada desk pencegahan dan pemberantasan penyelundupan yang dibentuk oleh Menko Polhukam dengan mengusung semangat Asta Cita,” ujarnya di Gudang BC Batam, Tanjung Uncang, Kamis (19/12).
Penindakan ini berupa 72 penindakan patroli laut, 38 penindakan pemasukan atau pengeluaran melalui pelabuhan dan barang kiriman udara, 200 penindakan barang penumpang, 45 penindakan Barang Kena Cukai (BKC), dan 9 penindakan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP).
Untuk di laut, petugas Bea Cukai Batam menindak penyelundupan 7,4 ton pasir timah, 1.461 balpres, 2.840 pcs ban, elektronik dan furniture.
“Khusus pasir timah ini diangkut menggunakan High Speed Craft (HSC) tanpa nama di Perairan Bintan,” kata Askolani.
Sementara penindakan pemasukan atau pengeluaran barang berupa mesin mobil mewah dan mesin motor senilai Rp 1,3 miliar. Kemudian alat kesehatan, tekstil, kosemtik dan barang bekas.
Sedangkan penindakan NPP terdiri 114.074,90 gram metamphetamine, 452 butir obat-obatan terlarang, 105 gram ganja sintetis, 8 gram MDMA, dan 7,7 gram ganja.
“Untuk ponsel merupakan penindakan barang bawaan penumpang di Pelabuhan Ferry Internasional dan Bandar Udara Hang Nadim Batam sebanyak 434 unit,” ungkapnya
Askolani menjelaskan sepanjang tahun ini pihaknya sudah melakukan 857 penindakan di bidang kepabeanan dan cukai. Jumlah ini meningkat 6,12 persen dibandingkan tahun lalu.
“Total perkiraan nilai barang hasil penindakan Rp 387 miliar dengan potensi kerugian negara Rp. 77 miliar,” katanya.
Selain itu, Bea Cukai Batam juga menghasilkan 138 Nota Hasil Intelijen (NHI), yang meningkat sebesar 21 persen dari
periode yang sama pada tahun lalu. Kemudian, untuk memberikan efek jera dan kepastian penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan, Bea Cukai Batam telah melakukan 13 penyidikan.
“Dari 13 tersebut 12 di antaranya sudah P-21 dengan estimasi nilai Rp 31 miliar dan potensi kerugian negara Rp. 11 miliar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Askolani turut memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum yang sudah berkolaborasi menindak kegiatan ilegal di Batam.
“Kegiatan ilegal ini sangat menganggu perekonomian. Presiden menjaga ekonomi kegiatan usaha supaya kompetitif dan lebih sehat,” tutupnya. (*)
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi. (dok. Kemenkop)
batampos – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman merespons pemeriksaan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi oleh Bareskrim Mabes Polri, terkait kasus dugaan judi online (judol) yang dibekingi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Ia meyakini, Budi Arie akan kooperatif menjalani proses pemeriksaan di institusi Polri.
“Ya bagus ya silakan saja, Pak Budi juga saya pikir akan kooperatif, sudah kooperatif juga memberikan keterangan supaya peristiwa ini bisa benar-benar diungkap dengan terang benderang,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/12).
Ketua Komisi III DPR RI itu meyakini, Budi Arie merupakan orang baik. Sehingga tidak ada keterlibatan dalam kasus dugaan keterlibatan judol.
“Kalau feeling saya sih ya, saya tahu Pak Budi orang baik. Pak Budi itu orang profesional ya, Insya Allah ya kita berharap nggak ada sedikit pun keterlibatan beliau,” ucap Habiburokhman.
Habiburokhman menilai wajar pemeriksaan Polri terhadap Budi Arie, karena kapasitasnya sebagai mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).
“Tapi karena posisi beliau bekas Menteri waktu itu adalah Menteri ya kan kasusnya juga di zaman beliau Menteri ya, tentu wajar kalau dimintai keterangan, itu soal Pak Budi Ari,” tegas Habiburokhman.
Wakil Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Waka Kortas) Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Adiharsa sebelumnya membenarkan bahwa Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi tengah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri, pada Kamis (19/12).
Belum diketahui pasti pemeriksaan tersebut terkait dengan kasus apa. Belakangan ini, Polri melalui Polda Metro Jaya tengah menangani kasus judi online yang rentang peristiwa pidananya terjadi saat Budi Arie masih bertugas sebagai menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
”Betul (Budi Arie diperiksa),” ungkap Arief.
Secara lebih terperinci, Arief meminta agar awak media mengonfirmasi ihwal pemeriksaan Budi Arie tersebut kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda metro Jaya (PMJ). ”Tanyakan ke Dirkrimsus PMJ ya,” terang Arief singkat. (*)
Kondisi cuaca di Tarempa, Kabupaten Anambas terpantau mendung. BMKG memprediksi telah memasuki musim angin utara. f.ihsan
batampos– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memprediksi musim angin utara di Kepri akan berlangsung hingga bulan Maret 2025.
Masuknya musim angin utara pada Desember 2024 di Kepri diprediksi akan berakibat pada perubahan cuaca yang cukup ekstrem.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani mengatakan, musim angin utara ini memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah Tanjungpinang dan Bintan. Selain itu musim angin utara dapat menyebabkan gelombang tinggi.
Selain itu, BMKG juga memprediksi adanya potensi curah hujan yang tinggi disertai angin kencang dan petir di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya pada akhir tahun 2024.
“Intensitas hujan terpantau tinggi sejak November 2024, dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Januari 2025,” ungkap Rizqi.
BMKG Tanjungpinang juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas atau menggunakan transportasi laut untuk lebih hati-hati dan waspada. Meminta masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan cuaca terkini dan mempersiapkan diri saat beraktivitas di luar.
“Pastikan untuk memeriksa kondisi cuaca dan gelombang laut sebelum melakukan perjalanan, baik dengan kapal maupun kendaraan darat,” imbau Rizqi. (*)
Oknum anggota Polresta Barelang yang terlibat kasus narkoba saat dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam.
batampos – Sebelas anggota aktif polisi wilayah Polda Kepri dan 1 warga sipil yang terlibat dalam penyalahgunaan barang bukti narkotika akhirnya ditahap 2 kan (serahkan) ke Jaksa. Proses serah terima para tersangka dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri Batam dengan pengawalan ketat puluhan polisi bersenjata.
Tak hanya di kawal polisi, penyerahan tersangka dalam proses tahap 2 juga dikawal ketat, hingga ruangan serah terima tak bisa diakses pengunjung umum, bahkan keluarga tersangka. Ke 12 tersangka yang terdiri dari 11 polisi itu diantaranya, mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda, Alex candra, Jaka Surya, Sigit Sarwo Edi, Ibnu Marfu, Zulkifli, Simanjuntak, Rahmadi, Fadillah, Hariyanto, Junaidi Gunawan, dan Wan Rahmad, sedangkan warga sipil yakni Azis Martua Siregar.
Para tersangka diserahkan dalam dugaan melanggar pasal berlapis tentang narkoba, diantaranya pasal 114 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Untuk ancaman maksimal hukuman yakni mati.
Kasi Pidum Kajari Batam, Iqram Saputra mengatakan para tersangka dilimpahkan ke Kajari Batam karena lokus kejadian berada di Batam. Yang mana nantinya para tersangka akan disidang di Pengadilan Negeri Batam.
“Ini memang perkara Kajati Kepri, namun proses tahap 2 di Kajari Batam. Nanti yang menyidang jaksa Kajati Kepri dan jaksa Kajari Batam juga,” imbuh Iqram.
Menurut dia, dalam proses tahap 2 ada 12 tersangka yang diserahkan oleh penyidik Polda Kepri ke Kajari Batam. Diantara tersangka, 11 orang merupakan anggota polisi dan 1 warga sipil, yang memang sudah berada di rutan dengan perkara narkoba lainnya.
“Proses serah terima ke 12 tersangka, mulai pagi hingga siang hari. Saat penyerahan tersangka keluruhnya dalam kondisi sehat. Sebelum penyerahaan kami juga ada sedikit sesi wawancara untuk memperjelas berkas penyidikan ke para tersangka,” imbuhnya.
Setelah proses serah terima, maka untuk sementara para tersangka di titip di Rutan Batam yang berada di Tembesi. Yang mana mereka akan menjalani masa tahanan selama 20 hari kedepan.
“Sudah berada di Rutan. Untuk penahanan mereka tidak dipisah dengan yang lain. Mereka ditahan bersama tahanan lain, jadi tak ada yang spesial,” ungkap Iqram.
Mengenai barang bukti, menurut Iqram tak ada barang bukti berupa narkoba atau sabu yang diserahkan. Namun lebih ke ponsel para tersangka, serta sebuah brangkas. Begitu juga dengan barang bukti tersangka Azis tak ada,m.
“Barang bukti tak ada narkoba, namun ponsel. Bergitu juga dengan barang bukti dari mantan Kasat Narkoba hanya ponsel,”
Ujar Iqram.
Masih kata Iqram, pihaknya dipastikan akan profesional dalam menangani perkara tersebut meski 11 dari 12 tersangka berstatus polisi. Begitu juga dengan intevensi, akan diabaikan demi keprofesionalan penanganan perkara.
“Kami pastikan akan tetap profesional. Untuk ke 12 tersangka disidik dalam berkas terpisah. Artinya ada 12 berkas, yang mana masing-masing berkas ditangani 9 jaksa. Tujuh jaksa dari Kajati dan 2 dari Batam, termasuk saya (Iqram),” tegasnya.
Untuk ancaman hukuman para tersangka yakni sesuai dengan pelanggaran pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 UU no 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika.
“Untuk ancaman maksimal mati,” tegas Iqram.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan sejumlah polisi aktif pada bulan Agustus 2024 lalu. Termasuk mantan Kasatnarkoba Polresta Barelang, Kompol SN, bersama sembilan anggota lainnya. Para tersangka diduga menyalahgunakan barang bukti narkotika yang seharusnya dimusnahkan. Selain itu, penyelidikan yang dilakukan Direktorat Propam Polda Kepri dengan dukungan Paminal Mabes Polri juga mengungkap keterlibatan lima anggota Satresnarkoba Polresta Barelang lainnya yang ditangkap di Tembilahan, Kepulauan Riau. (*)
Presiden Prabowo Subianto berpidato di Gedung Azhar Conference Center, Universitas Al-Azhar, Kairo, Rabu (18/12). (Mentari Dwi Gayati/Antara)
batampos – Presiden Prabowo Subianto mengklaim akan tegas menegakkan hukum terhadap pelaku korupsi. Prabowo menyatakan memberikan kesempatan kepada para koruptor untuk bertaubat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara pertemuan dengan para mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Kairo, Mesir, Rabu (18/12).
“Saya dalam minggu minggu ini, bulan bulan ini, saya dalam rangka memberi apa istilahnya tuh memberi voor apa itu, memberi kesempatan, memberi kesempatan untuk taubat,” kata Prabowo.
Prabowo mengingatkan, kepada para koruptor untuk segera mengembalikan uang rakyat yang dicuri. Ia menyabut, apabila dikembalikan, ada kemungkinan pemerintah akan memaafkan.
“Hai para koruptor atau yang merasa pernah mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya mungkin kita maafkan, tapi kembalikan dong,” ujar Prabowo.
Kepala Negara memastikan, akan memberikan kesempatan kepada koruptor untuk mengembalikan uang korupsi. Bahkan, koruptor bisa mengembalikan uang korupsi secara diam diam.
“Nanti kita beri kesempatan cara mengembalikannya bisa diam diam supaya nggak ketahuan, mengembalikan lho ya, tapi kembalikan,” tegas Prabowo.
Prabowo melanjutkan, meski dirinya baru menjabat dua bulan, namun sejauh ini puluhan koruptor yang merugikan uang negara hingga triliunan rupiah berhasil ditangkap. Ia pun berkeyakinan, jika jalan yang ditempuhnya sudah berada di jalur yang tepat.
“Saya merasa bahwa kalau sudah dipilih oleh rakyat. Sudah disumpah demi Yang Maha Kuasa, tidak perlu ragu-ragu kita setia kepada rakyat dan Yang Maha Kuasa,” urai Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menegaskan akan tetap menindak pihak-pihak yang melakukan korupsi.
“Kalau kau bandel terus apa boleh buat? Kita akan tegakkan hukum. Dan, bagi aparat-aparat harus setia kepada bangsa dan rakyat atau setia pada manusia lain? Kalau setia pada bangsa dan negara, ayo. Percayalah, saya akan bersihkan RI dan saya yakin dan percaya rakyat Indonesia berada di belakang saya,” pungkasnya. (*)
Warga memilih telur yang dijual pada operasi pasar murah yang digelar oleh Disperinda Kota Batam di fasum Perumahan Pesona Asri Batamkota, Kamis (19/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Operasi pasar murah yang digelar di Lapangan Villa Pesona Asri Batamcenter, Kamis (19/12) diserbu warga. Sejumlah komoditi seperti bawang dan cabai jadi primadona dan habis dalam waktu sekejap.
Sejumlah warga juga mengeluhkan beberapa komoditi yang dijual terbatas. Padahal jumlah warga yang datang cukup banyak.
“Datang agak telat, cabai sudah pada habis, bawang merah juga habis,” imbuh Lastri salah satu warga.
Menurut dia, beberapa komoditi memang dijual dengan harga lebih murah dibanding pasar. Namun ada juga komoditi atau sembako yang harganya tak jauh dari pasaran.
“Ada yang murah ada juga yang sama. Telur itu lebih murah sedikit, disini Rp 55 ribu, di swalayan Rp 58 ribu, tapi ukurannya agak besar,” ungkap Lastri.
Sementara, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Wahyu Daryatin mengatakan antuasias warga cukup luarbiasa. Sebab belum dibuka pukul 09.00 WIB, banyak warga yang sudah datang dan berbelanja.
“Antusias warga luarbiasa, mudah-mudahan operasi pasar ini bisa membantu,” imbuhnya.
Menurut dia, lebih dari 100 kilogram cabai dan bawang terjual habis dalam operasi pasar tersebut. Ia juga menegaskan bahwa harga-harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan pasar tradisional, karena langsung didistribusikan dari 56 distributor yang turut serta.
“Untuk bawang merah dan bawang putih, juga cabai paling laris. Setiap operasi pasar ada 25 distributor. Cabai memang sedikit lebih mahal karena didatangkan dari luar Batam, tetapi tetap lebih murah dibandingkan di pasar umum,” kata Wahyu.
Ia mencontohkan harga cabai di operasi pasar berkisar Rp35.000 per kilogram, sementara di pasaran bisa mencapai Rp40.000 hingga Rp50.000. Begitu pula dengan bawang merah, yang di pasar murah dijual Rp20.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang mencapai Rp38.000 hingga Rp44.000 per kilogram.
Selain itu, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga dijual dengan harga miring. Misalnya, telur ayam yang di pasaran bisa mencapai Rp60.000 per rak, dalam operasi pasar dijual hanya Rp55.000. Ikan benggol juga dijual dengan harga Rp5.000 lebih murah per kilogram dibandingkan harga pasar.
Operasi pasar murah ini dilaksanakan di empat lokasi berbeda, yaitu Lapangan Vila Pesona Asri di Batamkota dan Kantor Camat Bengkong pada hari pertama, serta Ruko Griya Prima Batuaji dan Kopi Mori Patam Lestari di Sekupang pada hari kedua.
Wahyu menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru, sekaligus memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah, stok sangat tercukupi, harga pun terjangkau. Operasi ini diharapkan bisa membantu masyarakat Batam, terutama menjelang momen besar seperti Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Operasi pasar ini juga melibatkan berbagai mitra, termasuk distributor LPG dari Pertamina, serta instansi terkait seperti Dinas Perikanan dan Dinas Ketahanan Pangan. Dengan keberhasilan program ini, masyarakat Batam dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga kebutuhan pokok. (*)
Sejumlah Calon Jemaah Haji Kabupaten Anambas mengikuti bimbingan kesehatan untuk kesiapan menghadapi musim haji 2025. f.ihsan
batampos – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Anambas mencatat ada 15 orang calon jamaah haji (CJH) yang akan berangkat pada tahun 2025. CJH ini terdiri dari 13 dewasa dan 2 orang lansia.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Anambas, Muslimin Can mengatakan untuk kuota haji Kabupaten Anambas hingga saat ini belum diketahui. Sebab, masih ada perubahan dari pusat.
“Walaupun bersifat cadangan, calon jamaah haji ini harus menyiapkan diri,” sebut Muslimin Can, Rabu, (18/12).
Saat ini, jamaah yang telah mendapatkan tempat di musim haji tahun depan sedang diberikan bimbingan kesehatan dari petugas medis.
“Untuk yang mengikuti pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran tadi ada sebanyak 8 orang dari jamaah yang akan berangkat,” ungkap Muslimin.
Selain itu, pihaknya juga sedang melaksanakan proses mengurus kelengkapan administrasi seperti mengurus pasport dan visa.
Kemenag juga menyarankan kepada calon jamaah haji yang akan berangkat, apabila berhalangan untuk memeriksa kesehatan di tempat yang telah disediakan, calon jamaah haji juga bisa melakukannya di Puskesmas yang dekat dengan tempat mereka.
Hal itu mengingat kondisi geografis Anambas yang terdiri dari pulau-pulau ditambah lagi saat ini Anambas juga sedang memasuki cuaca yang cukup ekstrim.
“Kita sarankan bagi yang berhalangan untuk memeriksa kesehatan di tempat yang sudah ditetapkan, mereka bisa melakukannya di Puskesmas yang dekat dengan tempat mereka berada,” pungkasnya. (*)
Datok Amat Tantoso bersama tokoh masyarakat Melayu Kota Batam. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos.
batampos – Tokoh masyarakat Melayu Kota Batam menyerukan kedamaian dan kondusifitas pasca kerusuhan yang terjadi di Rempang pada Selasa (17/12) malam hingga (18/12) dini hari.
Dalam pertemuan yang digelar bersama sejumlah tokoh Melayu Batam, mereka menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan antara masyarakat, pemerintah, dan investor demi kelangsungan pembangunan dan kesejahteraan bersama di Kota Batam.
Tokoh Melayu Datok Amat Tantoso menyampaikan sikapnya terkait kejadian tersebut. Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang.
“Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan sikap terkait kerusuhan di Rempang. Pada intinya, kami masyarakat Melayu sangat menghargai dan menyayangi orang-orang yang datang ke kampung kami. Namun, kami merasa sedih dan sangat terluka ketika melihat orang-orang kampung kami dizalimi seperti ini,” ujar Datok Amat Tantoso, Kamis (19/12).
Datok Amat menegaskan pentingnya peran pemerintah dan aparat untuk menegakkan keadilan dan menjaga ketertiban. “Saya mengimbau kepada pemerintah setempat dan aparat penegak hukum, tolong bantu dengan cara-cara yang baik. Jangan sampai ada lagi insiden pukul memukul terhadap orang-orang kampung. Kami ingin hukum ditegakkan dengan adil,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Datok Amat juga menyampaikan pesan kepada investor. Ia menegaskan bahwa masyarakat Melayu tidak menolak investasi, tetapi berharap para investor mematuhi adat dan etika setempat.
“Kami tidak anti-investasi. Kami hanya minta investor patuhi adat dan memberdayakan masyarakat sekitar. Libatkan tokoh masyarakat dalam sosialisasi, rangkul semua elemen masyarakat, dan selesaikan persoalan lahan dengan baik,” ucap Datok Amat Tantoso.
Sementara itu, Abdul Rajak, Panglima Aliansi Rakyat Menggugat (Alaram) Kepri, juga menyampaikan harapannya agar situasi di Batam tetap kondusif.
“Kami menyikapi kejadian ini dengan serius. Batam harus kondusif ke depannya. Kami juga akan terus memantau perkembangan ini untuk memastikan tidak ada kerusuhan lanjutan,” tegas Abdul Rajak.
Alimin, tokoh masyarakat Melayu lain, menyoroti pentingnya menjaga keamanan demi mendukung iklim investasi di Batam. “Kami meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku kerusuhan di Sembulang. Kami akan terus memantau dan kami ingin investasi yang masuk ke Batam ini terjaga dan tidak terganggu oleh konflik seperti ini,” katanya.
Tokoh Melayu yang lain Datok Tukijan Sarpan menyampaikan bahwa Batam adalah simbol keberagaman Indonesia yang harus dijaga bersama.
“Batam ini dibangun untuk kita semua, siapa pun yang datang dari mana pun. Kota ini adalah miniatur Indonesia. Jangan sampai terjadi konflik besar di Batam. Kita harus menjaga kedamaian di Batam agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Datok Tukijan juga menekankan pentingnya menjaga citra Batam di mata internasional, mengingat kota ini adalah salah satu pusat ekonomi dan wisata utama di Indonesia.
“Batam ini sudah menjadi kota modern. Apalagi kita bertetangga dengan Singapura dan Malaysia. Jika konflik ini berkembang dan terdengar di luar negeri, turis tidak mau datang ke sini. Rugi kita semua. Kita harus menjaga agar Batam tetap menjadi destinasi investasi dan wisata yang aman,” tambahnya.
Ttokoh Melayu berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Mereka menginginkan agar pembangunan di Kota Batam dapat terus berjalan dengan melibatkan masyarakat setempat. Selain itu, mereka menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk menjaga kedamaian di Batam. (*)
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Khusus Jakarta menggeledah lima lokasi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. (Istimewa)
batampos – Uang tunai senilai Rp 1 miliar disita oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta saat menggeledah sejumlah tempat terkait dugaan korupsi Dinas Kebudayaan Jakarta senilai Rp150 miliar.
Kasipenkum Kejati Jakarta Syahron Hasibuan menuturkan, pihaknya telah menggeledah lima lokasi yang terkait dengan korupsi di Dinas Kebudayaan Jakarta. Lima tempat tersebut ialah Kantor Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kantor EO GR-Pro, Jalan Duren 3, Jakarta Selatan dan Rumah tinggal di Jalan H. Raisan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Kemudian, Rumah tinggal di Jalan Kemuning, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur dan Rumah tinggal di Jalan Zakaria, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
“Dalam penggeledahan ini dilakukan penyitaan PC, alat bukti elektrobik lainnya berupa HP, laptop flashdisk dan uang tunai Rp 1 Miliar dan berkas lainnya yang diduga atau dianggap penting dalam proses penyidikan nanti,” ujar Syahron.
Kasus ini berawal dari adanya dugaan penyimpangan pada kegiatan-kegiatan Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang bersumber dari Anggaran Dinas Kebudayaan Jakarta tahun anggaran 2023.
Kemudian, pihaknya menemukan adanya tindak pidana korupsi dan menaikkan status ke penyidikan pada tanggal 17 Desember 2024.
Dalam pengembangan kasus ini, penyidik menemukan indikasi kuat adanya perbuatan pidana dengan nilai dugaan kerugian negara mencapai Rp150 miliar.
Barulah pada hari ini, Rabu (18/12/2024), dilakukan penggeledahan dan penyitaan di lima lokasi untuk mengamankan bukti-bukti terkait. (*)
Satreskrim Polresta Barelang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah lokasi di Sembulang untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari saksi. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Aksi penyerangan brutal kembali mengguncang wilayah Rempang, Galang. Sejumlah warga dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut, termasuk seorang lansia bernama Abu Bakar (63), warga Kampung Sei Buluh, yang nyaris tewas setelah ditempelkan parang oleh kelompok penyerang. Kondisinya diperparah dengan riwayat stroke yang dideritanya.
“Saya ditempelin parang, motor saya dirusakin, tetangga saya dipukul. Mereka tuduh saya ikut menyekap rekan mereka. Padahal, saya ini sudah stroke, mana bisa buat ribut. Memang tak ada hati nurani orang-orang itu. Mereka membabi buta saja, rusakin barang orang, rampas ponsel, uang, semuanya diambil,” keluh Abu Bakar dengan suara gemetar saat ditemui di sembulang.
Peristiwa penyerangan ini disebut warga lebih mirip aksi perampokan. Beberapa saksi mata menyebut para pelaku menggunakan sistem kelompok dan mengenakan sebo (penutup wajah). Mereka datang menggunakan satu truk, dua mobil pikap, dan sejumlah sepeda motor. “Sudah kayak perampokan orang itu. Datangnya bergerombol, bawa parang, tombak, dan panah,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Penyerangan yang terjadi pada Rabu (18/12) dini hari itu menciptakan suasana mencekam di wilayah Sembulang. Para pelaku, yang jumlahnya disebut mencapai puluhan orang, melakukan penganiayaan terhadap warga tanpa pandang bulu. Sebelum menyerang, mereka terlebih dahulu memecahkan lampu-lampu penerangan di sekitar lokasi.
“Mereka pecahkan semua lampu dulu, baru hajar kami. Pakai parang, broti (batang kayu), panah, dan tombak. Saya sampai pura-pura mati, kalau bangun lagi pasti dimatikan mereka,” ujar Dakirin, salah satu korban, yang mengalami patah tangan akibat penganiayaan tersebut.
Data korban dalam insiden ini terus bertambah. Sebelumnya dilaporkan ada delapan korban luka-luka. Para korban terdiri dari warga berbagai usia, termasuk seorang anak berusia 12 tahun. Berikut data lengkap korban kekerasan tersebut:
1. Zakaria (42), warga Kampung Sembulang Hulu, mengalami luka berat, termasuk lebam di wajah, luka sayat di punggung, serta retak dan patah tulang pipi.
2. Samsudin (±50), warga Kampung Sembulang Hulu, menderita luka sobek di kepala akibat senjata tajam.
3. Zaidi (±50), warga Kampung Sembulang Pasir Merah, juga mengalami luka sobek di kepala.
4. Edi Jumardi (52), warga Kampung Sei Buluh, menderita memar di punggung akibat pukulan benda tumpul.
5. Perdiansyah (12), pelajar SMP N 18 Batam dari Kampung Sei Buluh, mengalami memar di wajah akibat pukulan.
6. Sukio (33), warga Kampung Sembulang Tanjung, mengalami luka sobek di kepala.
7. Dakirin (42), warga Kampung Sembulang Pasir Merah, mengalami patah tangan akibat dipukul dengan broti dan parang.
8. Khaidir (41), warga Kampung Sembulang Camping, terkena anak panah di pinggang bagian belakang.
Sementara itu, laporan dari sejumlah warga juga mengungkapkan bahwa para pelaku penyerangan melakukan perampasan harta benda milik warga. Ponsel, uang tunai, dan barang-barang berharga lainnya dilaporkan hilang setelah para pelaku kabur dari lokasi.
“Mereka ambil ponsel saya, dompet, dan uang di kantong. Motor saya juga dirusakin,” ungkap Abu Bakar yang tampak masih trauma dengan kejadian tersebut.
Penyerangan ini disebut-sebut dipicu oleh dugaan penyekapan anggota dari pihak PT MEG yang tengah melakukan patroli di wilayah tersebut. Namun, beberapa warga membantah tuduhan tersebut, dengan alasan bahwa mereka hanya berusaha mempertahankan hak atas lahan yang kini menjadi bagian dari proyek Rempang Eco-City.
Penyerangan ini disebut-sebut dipicu oleh dugaan penyekapan anggota dari pihak PT MEG yang tengah melakukan patroli di wilayah tersebut. Namun, beberapa warga membantah tuduhan tersebut, dengan alasan bahwa mereka hanya berusaha mempertahankan hak atas lahan yang kini menjadi bagian dari proyek Rempang Eco-City.
Hingga kini, pihak kepolisian dari Polresta Barelang telah turun ke lapangan untuk menyelidiki kasus ini. Satreskrim Polresta Barelang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah lokasi di Sembulang untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari saksi.
“Hari ini kami lakukan olah TKP di beberapa titik. Semua informasi akan kami proses dalam penyelidikan lanjutan,” kata Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Thetio.
Sementara itu, Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius dan tegas. la berjanji bahwa proses hukum akan berjalan secara objektif dan transparan.
“Penanganan kasus penyerangan dan penganiayaan ini akan ditangani secara tegas oleh Polresta Barelang. Semua pihak yang terbukti bersalah, tanpa pandang bulu, akan diproses secara hukum,” tegas Iptu Alex Yasral.
Suasana di wilayah Sembulang masih tegang pasca penyerangan. Sejumlah warga meminta perlindungan dari aparat kepolisian untuk mengantisipasi serangan susulan.
“Kami takut mereka datang lagi. Kalau tidak ada polisi yang jaga, bisa-bisa kami jadi korban lagi,” ujar seorang warga.
Polisi kini tengah melakukan patroli intensif di wilayah Sembulang untuk mencegah potensi konflik lanjutan. Polresta Barelang juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Serahkan proses ini kepada kami. Jangan terprovokasi dan jangan bertindak sendiri. Kami akan usut tuntas kasus ini,” pungkas Iptu Alex Yasral. (*)