Maia Estianty bersama Isa Zega. (Instagram: maiaestiantyreal).
batampos – Gara-gara mengundang Isa Zega di podcastnya, netizen mengaku kecewa berat dengan Maia Estianty.
Maia Estianty menghadirkan Isa Zega, seorang transgender dalam podcast dan videonya sudah tayang di YouTube.
Menurut netzen seharusnya Maia Estianty tahu kalau Ise Zega sempat dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan atas kasus dugaan melakukan penistaan agama.
Pelaporan ini buntut dari ibadah umrah yang dilakukannya di Tanah Suci dengan menggunakan pakaian perempuan.
Laporan polisi terhadap Isa Zega dilakukan setelah kasus penistaan agama diduga dilakukan Isa Zaga viral di media sosial dan menjadi sorotan banyak pihak, termasuk diatensi anggota DPR RI.
“Gila yang begini dikasih panggung. Penista agama public enemy. Undang yang lebih berbobot gitu loh bun. Ya Allah, kecewa sekali sekelas bunda Maia yang diundang kok yang
begini,” komentar salah satu netizen.
“Kukira bunda pintar, eh ternyata kayak gini dikasih panggung. Biar apa Bun ? Biar naikin viewer Bun, malu banget dah,” timpal yang lainnya.
Netizen lain meyakini Maia Estianty telah salah dalam memilih bintang tamu untuk datang ke podcast miliknya. Padahal, menurut netizen, banyak orang lain yang lebih layak dan lebih menarik untuk diundang ke podcast dan dikulik ceritanya.
“Disayangkan bunda @maiaestiantyreal mendingan undang kak @shellasaukiaofficial langsung kalau mau nanya-nanya,” komentar salah satu warganet.
“Saya bukan ahli surga, tapi jika melihat agama saya dipermalukan sama Sahrul rasanya tetap sakit. Dengan dia posting artinya dia merendahkan dan meremehkan aturan
agama Islam tentang tata cara beribadah,” timpal yang lainnya.
“Kalau viralnya positif boleh boleh saja sih diundang. Dia kan jelas-jelas menistakan agama, nggak jujur soal kelamin saat ibadah umrah. Mending gak usah dikasih panggung. Buktinya dia ngerasa nggak bersalah mainin agama.”
Ada juga yang menyerukan agar video podcast Maia Estianty dan Isa Zega di-take down. Bahkan, ada netizen membuat semacam polling untuk mengetahui seberapa anyak netizen yang ingin video itu di-take down. Polling itu ternyata disukai 15 ribu lebih para pengguna media sosial. (*)
batampos – Uang palsu (upal) yang dicetak di perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) diduga sudah beredar ke banyak tempat. Selain di Mamuju, Sulawesi Barat, upal pecahan Rp100 ribu itu ternyata telah beredar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Buktinya, polisi berhasil membekuk salah seorang anggota sindikat peredaran upal itu di Kampung Anabanua, Kecamatan Maniangpajo, Wajo.
Kasatreskrim Polres Wajo Iptu Alvin Aji Kurniawan menjelaskan, pria yang dibekuk itu bernama Ambo Ala, 42. Dia ditangkap Senin (16/12) lalu. Menurut Alvin, peran Ambo Ala atau AA sangat penting.
Namun, Ambo Ala dibekuk bukan karena mengedarkan upal. Lebih dari itu, dialah orang yang bertugas sebagai pencetak garis benang tengah pada uang kertas. Jika tak diteliti dengan baik, garis benang tersebut mirip asli.
Penangkapan terhadap Ambo Ala merupakan hasil koordinasi dengan Resmob Polres Gowa.
”Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan,’’ ujarnya kepada FAJAR (grup Batam Pos), Rabu (18/12).
Dia menjelaskan, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Wajo setelah mengetahui rekannya ditangkap polisi. Keberadaannya diketahui setelah polisi menerima informasi dari masyarakat.
Berdasar hasil interogasi, pria yang beralamat di Jalan Batua Raya, Kota Makassar, itu mengaku diminta oleh Andi Ibrahim untuk memuluskan pencetakan upal. ”Dia mendapatkan upah senilai Rp3 juta dari Andi Ibrahim,’’ tutur Alvin.
Andi Ibrahim adalah kepala perpustakaan (Kapus) UIN Alauddin Makassar. Dia kini sudah dinonaktifkan dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai tersangka. ”Polisi (Polres Gowa, red) juga mengamankan barang bukti handphone milik Ambo Ala,’’ terangnya.
Selain kepala perpustakaan, Andi Ibrahim juga tercatat sebagai dosen di UINAM. Dia mengampu mata kuliah dasar-dasar organisasi informasi. Dia menyelesaikan sarjana bidang agama di UIN Alauddin pada 1995. Kemudian, pada 1998, dia melanjutkan studi bidang sastra di Universitas Indonesia (UI). Pada 2019, Ibrahim mendapatkan gelar doktor di UIN Alauddin Makassar. Dia juga kerap menjadi pembicara mengenai literasi dan perpustakaan.
Sebagaimana diberitakan, kasus itu berawal saat Polres Gowa menerima laporan transaksi menggunakan uang palsu senilai Rp500 ribu di Kecamatan Pallangga. Dari informasi tersebut, penyidik melakukan pelacakan.
Saat itulah diketahui ada sindikat upal yang melibatkan pegawai UINAM. Tim penyidik lantas menuju gedung perpustakaan UINAM. Di sana ditemukan mesin pencetak upal. Polisi juga menemukan upal siap edar senilai Rp446.700.000 dalam pecahan Rp100 ribu.
Belakangan terungkap jika sindikat upal di UINAM ternyata memiliki jaringan di Mamuju, Sulawesi Barat. Polresta Mamuju telah menangkap empat orang jaringan produksi upal yang beroperasi di UINAM. Dua orang di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov Sulbar.
Pada bagian lain, Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar Prof Muhammad Halifah Mustamin kembali menegaskan bahwa Ibrahim telah dinonaktifkan dari jabatan kepala perpustakaan. Begitu juga seorang staf yang membantunya dalam kasus upal tersebut.
Di sisi lain, hari ini Polda Sulsel akan mengekspose kasus tersebut secara lebih detail. Dari informasi yang diperoleh FAJAR, Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan secara langsung akan memimpin ekspose kasus tersebut di Polres Gowa pada hari ini.
”Kamis (19/12) rencananya (diekspose) di Polres Gowa,’’ ujar Kabidhumas Polda Sulsel Kombespol Didik Supranoto saat dikonfirmasi Selasa (17/12).
Ditanya lebih jauh mengenai perkembangan kasus tersebut, perwira polisi tiga melati di pundak itu masih enggan berbicara. Detailnya, kata dia, nanti disampaikan langsung oleh Kapolda Sulsel saat ekspose. (*)
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Jadi Kota Batam ke-195 Tahun 2024 yang digelar dengan khidmat di Dataran Engku Puteri, Batam Centre, Rabu (18/12/2024).
Dalam sambutannya, Muhammad Rudi mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas rahmat dan kasih sayang-Nya, yang telah memungkinkan Batam untuk terus berkembang menjadi salah satu kota modern di Indonesia. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Batam untuk menjadikan Hari Jadi Kota Batam sebagai inspirasi dan motivasi dalam bekerja keras, cerdas, serta mengatasi berbagai tantangan hidup.
”Hari ini, 18 Desember 2024, Batam telah berusia 195 tahun. Sebagai masyarakat Kota Batam, kita wajib bersyukur dan menjadikan hari kelahiran kota ini sebagai momentum untuk terus maju dan berkembang,” ujar Rudi.
Rudi juga mengungkapkan bahwa peringatan Hari Jadi Batam kali ini adalah yang terakhir ia pimpin sebagai Wali Kota Batam. Dalam rentang waktu 18 tahun memegang amanat masyarakat, mulai dari anggota DPRD, Wakil Wali Kota, hingga Wali Kota Batam, Rudi menyadari banyak tantangan yang dihadapi. Namun, berkat dukungan dan doa masyarakat, banyak tantangan tersebut berhasil diatasi.
”Terima kasih kepada seluruh masyarakat Batam, para pengusaha, pelaku UMKM, buruh, nelayan, tokoh agama, serta seluruh pegawai Pemerintah Kota Batam dan BP Batam atas segala dukungan, kerja sama, dan kerja keras dalam membangun kota ini,” ungkapnya penuh haru.
Wali Kota Batam ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masya-rakat Batam atas kekurangan selama masa jabatannya. Ia menyadari bahwa tidak semua harapan dan cita-cita dapat terwujud, namun ia yakin bahwa Batam akan terus berkembang dan mencapai cita-cita Batam Emas pada tahun 2045.
”Walaupun banyak yang belum tercapai, saya yakin dan percaya dengan dukungan kita semua, Batam akan terus melompat dan mencapai Batam Bandar Dunia Madani, Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan pada tahun 2045,” harap Rudi.
Di akhir sambutannya, Rudi berpesan agar seluruh masyarakat Batam terus mendukung pemimpin baru yang akan melanjutkan pembangunan Kota Batam ke depan. Ia juga berharap agar Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan rahmat-Nya kepada Batam dan seluruh warganya.
”Marilah kita bersama-sama terus berusaha mewujudkan kemajuan Kota Batam dan kesejahteraan masyarakatnya. Semoga Batam terus berkembang dan menjadi kota yang semakin gemilang,” tutupnya.
Upacara yang dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat, pejabat pemerintah, dan Forkopimda ini menjadi momen refleksi bagi perjalanan panjang Kota Batam dan sekaligus simbol semangat untuk masa depan yang lebih baik. (*)
Timnas Indonesia harus mengakui ketangguhan Vietnam di Piala AFF 2024. (Dok: PSSI)
batampos – Timnas Indonesia mendapatkan keuntungan besar dari hasil imbang dalam duel Filipina vs Vietnam. Satu kaki skuad Garuda – julukan Timnas – kini sudah menginjak fase semifinal Piala AFF 2024.
Filipina dan Vietnam harus puas berbagi angka saat saling berhadapan dalam matchday empat Grup B Piala AFF 2024. Kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1 di Stadion Rizal Memorium, Manila, Filipina pada Rabu (18/12) malam.
Pertandingan itu termasuk sarat drama. Semua bermula dari kegagalan tim tamu mendapatkan penalti pada pertengahan babak pertama setelah Vi Van Thanh dilanggar oleh Adrian Ugelvik di dalam kotak penalti.
Namun, wasit Akobirxuja Shukurrullaev kemudian melakukan pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) dan akhirnya keputusan penalti dibatalkan. Tuan rumah Filipina terselamatkan.
Kedua tim setelah itu saling berbalas serangan. Tapi, Filipina yang berhasil membuka keunggulan 1-0 atas Vietnam. Javier Gayoso sukses membobol gawang sang tamu pada menit ke-68.
Tapi, Vietnam langsung meresponsnya dengan cepat. Golden Star Warriors tampil lebih agresif dalam menekan hingga akhirnya berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Gol itu tercipta saat injury time.
Adalah Doan Ngoc Tan yang mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan pada menit ke-90+7. Vietnam pun selamat dari kekalahan dan dapat satu angka dari Manila berkat hasil imbang 1-1.
Hasil imbang tersebut berarti Vietnam kian kukuh di puncak klasemen. Pasukan Kim Sang-sik kini mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni di Piala AFF 2024.
Sementara bagi Filipina, tambahan satu angka hanya menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen Grup B. The Azkals baru mengumpulkan tiga angka dalam tiga pertandingan.
Filipina ada di bawah Timnas Indonesia yang bertahan di urutan kedua klasemen Grup B. Ini jadi keuntungan untuk skuad Garuda karena berada dalam posisi yang bagus untuk lolos ke babak semifinal.
Kini, satu kaki Timnas Indonesia sudah di semifinal. Pasukan Shin Tae-yong hanya perlu satu syarat untuk memastikan melaju ke empat besar, yakni meraih kemenangan dalam laga pamungkas Grup B Piala AFF 2024.
Kebetulan, lawan terakhir Timnas Indonesia pada Grup B nanti adalah Filipina. Duel tersebut akan berlangsung di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/12) malam. (*)
Terdakwa kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022 Harvey Moeis tiba untuk menjalani sidang Pembacaan Tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/12/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
batampos – Terdakwa kasus dugaan korupsi tata niaga timah Harvey Moeis mengklaim tidak pernah menikmati uang yang disangkakan sebesar Rp 271 triliun. Menurutnya, perhitungan Rp 271 triliun berasal dari ahli lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo.
Nilai tersebut bukan kerugian negara dalam bentuk cash, melainkan kerusakan alam. Namun, yang tercuat di publik seperti ada pihak yang merasakan keuntungan sebesar Rp 271 triliun tersebut.
“Sungguh analisa yang sangat tepat dan bijaksana, faktanya kita semua sudah kena prank ahli Yang Mulia. Auditor kena prank, jaksa kena prank, masyarakat Indonesia kena prank, tapi saya yakin, Majelis tidak akan bisa diprank oleh ahli,” kata Harvey Moeis saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (20/12).
Harvey mengaku, masih kesulitan mencari pembenaran untuk saksi ahli lingkungan yang bersaksi di persidangan. Pasalnya dari informasi yang didapatnya, ahli lingkungan tersebut menghitung kerugian hingga menghasilkan kerugian Rp 271 triliun dengan hanya melakukan kunjungan ke lapangan sebanyak dua kali untuk mengambil 40 sample dari luasan 400.000 hektar.
Ia menyebut, dari sisi teknologi juga hanya memakai software gratisan dengan ketepatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun hasilnya keluar angka kerugian negara terbesar sepanjang Republik Indonesia ini berdiri.
“Ijin membandingkan pengalaman saya melakukan explorasi di tambang batubara yang Mulia, untuk 1 pit yang berukuran 10 hektar, biasanya kami lakukan bor rapat setiap 5 sampai 10 meter, jadi kira-kira bisa lebih dari 1000 titik untuk menghitung jumlah cadangan di area 10 hektar, itupun masih sering salah,” ungkap Harvey.
“Ketika seluruh kami para terdakwa, penasehat hukum, bahkan majelis hakim ingin menggali keterangan saksi di persidangan, dijawab dengan gampangnya ‘saya malas jawab’, ditambah lagi ketika kami memohon hasil perhitungannya untuk lebih diteliti, permohonan kami ditolak,” sambungnya.
Suami dari artis Sandra Dewi itu mengungkapkan, fakta yang terjadi saat ini adalah ketika harga timah dunia di atas USD 30.000/MT, hampir tiga kali lipat harga rata-rata harga timah ketika kerja sama. Namun, ekspor timah Indonesia malah terendah sepanjang sejarah.
Ia menduga, kondisi ini menyebabkan Indonesia kehilangan devisa, pajak, royalti, dividen dari PT Timah, beserta semua pendapatan lain dari roda ekonomi yang terhenti. Sebaliknya negara tetangga yang tidak punya cadangan timah, tiba-tiba mengalami kenaikan produksi yang signifikan, belum lagi posisi PT Timah sebagai eksportir timah terbesar yang otomatis lengser dan dianggap sebelah mata oleh dunia.
“Bagaimana cara mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8 persen, ketika pertumbuhan ekonomi disalah satu provinsi tidak sampai 1 persen (0,71 persen)? Bagaimana kita berharap investor asing mau masuk ke Indonesia ketika warga sendiri saja dihukum karena membantu negara?” cetus Harvey Moeis.
Dalam kasusnya, Harvey Moeis dituntut hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun kurungan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung. Jaksa meyakini, Harvey Moeis melakukan tindak pidana korupsi di PT Timah dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Harvey Moeis dengan pidana penjara selama 12 tahun, dikurangi lamanya terdakwa dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan di rutan,” kata jaksa membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/12).
Suami dari artis Sandra Dewi itu juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 210 miliar. Uang pengganti itu harus dibayarkan dalam waktu paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Namun, jika dalam waktu tersebut tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang. “Jika harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana penjara selama enam tahun,” ucap Jaksa.
Selain itu, perbuatan Harvey Moeis juga dinilai telah mengakibatkan kerugian keuangan negara yang sangat besar, sejumlah Rp 300 triliun. Bahkan, dugaan korupsi itu diduga menguntungkan diri Harvey sebesar Rp 210 miliar, serta Harvey berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan.
“Namun terdapat pula hal meringankan yang dipertimbangkan, yakni terdakwa Harvey belum pernah dihukum sebelumnya,” ujar Jaksa.
Karena itu, Jaksa meyakini, Harvey Moeis bersama sejumlah pihak lain merugikan keuangan negara sejumlah Rp 300 triliun terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah IUP di PT Timah Tbk tahun 2015-2022.
Jumlah kerugian negara tersebut berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Tata Niaga Komoditas Timah di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT Timah Tbk Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2022 Nomor: PE.04.03/S-522/D5/03/2024 Tanggal 28 Mei 2024 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPKP RI).
Harvey Moeis terjerat kasus korupsi PT Timah, terkait posisinya sebagai perwakilan PT Refined Bangka Tin (RBT). Harvey Moeis disebut mendapat keuntungan bersama Crazy Rich Pantai Indah Kapuk (PIK) Helena Lim.
Harvey Moeis sebagai perwakilan PT RBT berperan mengkoordinir pengumpulan uang pengamanan dari para perusahan smelter swasta di Bangka Belitung. Perusahaan smelter itu yakni CV Venus Inti Perkasa, PT Sariwiguna Binasentosa, PT Stanindo Inti Perkasa, dan PT Tinindo Internusa. Perbuatan Harvey Moeis itu sepengetahuan petinggi PT RBT, yakni Suparta selaku direktur utama dan Reza Andiransyah selaku direktur pengembangan usaha.
Masing-masing perusahaan itu menyetor besaran uang pengamanan yang berbeda, dari USD 500 sampai dengan USD 750 untuk setiap ton bijih timah. Uang itu dikumpulkan dalam bentuk seolah-olah corporate social responsibility (CSR) PT RBT.
Selain itu, Harvey Moeis juga dituntut melanggar pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) yakni Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)
TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menyerahkan dua unit perangkat Traffic Light Baton (TLB) kepada SDN 005 Sekupang yang diterima Kepala Sekolah SDN 005 Sekupang, Sri Ningsih, Jumat (13/12/2024).
Bantuan diberikan dalam acara Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Polibatam Peduli Kecelakaan Lalu-Lintas (Laka-Lantas). Ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
Tim PKM Polibatam beranggotakan dosen, teknisi laboran, dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektronika Manufaktur Polibatam, yaitu: Fiyan, Budiana, Eka, Imam, Elin, Bayu, dan Fikri.
TLB merupakan rancangan yang dikembangkan tim mahasiswa melalui Project-Based Learning (PBL). Mulai dari proses desain, produksi hingga perakitan menggunakan teknologi dan fasilitas yang tersedia di Teaching Factory Manufacturing Electronics (TFME) Polibatam.
Bayu, Mahasiswa Prodi Teknik Elektronika Manufatur Polibatam mengatakan, TLB yang mereka desain memiliki desain ergonomis, ringan, hemat energi, rechargeable, dan dilengkapi dengan fitur adjustable pencahayaan.
Fiyan, dosen Prodi Teknik Elektronika Manufaktur Polibatam sekaligus Pengelola TFME menambahkan, harapannya ke depan, kapabilitas yang dimiliki TFME-Polibatam dan resources pendukung yang tersedia dapat mereka manfaatkan secara optimal, dan berkelanjutan untuk menghasilkan produk-produk inovasi yang dapat bersaing di pasar.
‘’Tentunya bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat,” ungkap Fiyan.
Fiyan melanjutkan, mereka juga berupaya melakukan pengembangan keilmuan prodi agar selaras dengan tantangan kemajuan teknologi, program pemerintah, dan isu yang ada di tengah masyarakat. Polibatam berkomitmen ingin menjadi bagian dari solusi (problem solver) melalui inovasi dan aksi nyata. Inilah yang dilakukan melalui kegiatan program PKM ini.
TLB ini dapat digunakan petugas keamanan sekolah untuk membantu siswa-siswi dalam penyeberangan. Juga mengatur lalu lintas kendaraan bagi pengguna jalan yang cukup padat di depan SDN 005 Sekupang. Terutama saat pergantian shift jam belajar.
Dengan perangkat pendukung TLB, petugas keamanan akan lebih mudah dan terbantu untuk mengatur arus lalu lintas dengan lebih efektif.
Sri Ningsih mengapresiasi kontribusi Polibatam dalam mendukung keselamatan siswa di lingkungan sekolah.
‘’Kami sangat berterima kasih atas produk inovasi yang diberikan Polibatam. Alat ini tentu akan membantu petugas satuan keamanan kami dalam mengatur ketertiban dan menjaga keamanan lalu lintas di sekitar area sekolah,” ujarnya.
Polibatam berharap produk-produk inovasi serupa dapat terus dihadirkan dan diperluas dalam lingkup mitra masyarakat. Dan dapat membangun kerja sama dengan industri maupun instansi terkait, sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan masyarakat. (adv)
batampos – Menjelang libur akhir tahun, yang bertepatan dengan musim hujan, Bridgestone Indonesia mengajak para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan kendaraan, khususnya kondisi ban, dalam keadaan optimal. Jalanan basah, licin, dan genangan air sering kali menjadi tantangan yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat perjalanan jarak jauh.
Menurut Fisa Rizqiano, Deputy Head of Original Equipment (OE) Sales Bridgestone Indonesia, ban adalah komponen yang memegang peran krusial sebagai satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan. “Meskipun rem berfungsi baik, kendaraan tetap membutuhkan daya cengkeram ban yang optimal untuk bisa berhenti sempurna. Jika ban dalam kondisi tidak prima, risiko kecelakaan bisa meningkat, terutama di jalan basah,” ujar Fisa.
Tips Perawatan Ban Ala Bridgestone untuk Liburan Aman
Untuk membantu pengendara menikmati perjalanan yang aman dan nyaman, Bridgestone memberikan beberapa tips praktis merawat ban kendaraan sebelum berlibur:
1. Periksa Tekanan Angin Secara Rutin
Tekanan angin yang tidak sesuai standar pabrikan bisa menurunkan performa ban dan mengurangi efisiensi bahan bakar. Tekanan ban ideal bisa ditemukan di lis pintu pengemudi atau di buku manual kendaraan.
2. Cek Ketinggian Kembangan Ban
Ban dengan kembangan yang aus akan kehilangan daya cengkeram optimal, meningkatkan risiko hydroplaning dan memperpanjang jarak pengereman. Gunakan indikator Tread Wear Indicator (TWI) yang ada pada permukaan ban untuk memastikan ban masih layak pakai.
3. Lakukan Spooring dan Balancing
Penting untuk menjaga stabilitas kendaraan dan mencegah getaran berlebih, terutama saat melewati jalan basah atau berlubang.
Fisa kembali mengingatkan bahwa ban memiliki kontak yang terbatas dengan permukaan jalan, setara dengan luas telapak tangan. “Ban harus mampu menahan beban kendaraan, mendukung akselerasi, manuver, dan pengereman, sehingga perawatan berkala menjadi sangat penting, apalagi di musim hujan,” jelasnya.
Bridgestone Raih Penghargaan IBETIA 2024
Komitmen Bridgestone dalam mendukung keselamatan berkendara kembali mendapat apresiasi melalui penghargaan Indonesia Brand Experience in Transportation Industry Award (IBETIA) 2024 yang diselenggarakan oleh Forum Keselamatan Transportasi Indonesia (FOKTI).
Penghargaan ini diberikan berdasarkan survei terhadap 1.500 responden dari enam kota besar di Indonesia – Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar – yang menilai Bridgestone unggul dalam kategori Ban Mobil dengan predikat Excellent.
Masaki Abe, Marketing Director Bridgestone Indonesia, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kepercayaan masyarakat. “Penghargaan ini membuktikan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk Bridgestone. Kami akan terus berinovasi dan menghadirkan layanan terbaik sesuai janji merek kami, ‘Generation to Next Generation’,” ungkapnya.
Kampanye Edukasi Keselamatan Berkendara
Selain menghadirkan produk ban berkualitas tinggi, Bridgestone juga aktif dalam program edukasi keselamatan berkendara melalui inisiatif seperti “Goes to Campus”, yang sejalan dengan misi Forum Keselamatan Transportasi Indonesia (FOKTI).
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman pengendara muda tentang pentingnya perilaku berkendara yang aman, khususnya menjelang liburan panjang di musim hujan.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Bridgestone mengajak semua pengendara untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Dengan perawatan ban yang rutin dan menyeluruh, perjalanan liburan Nataru akan lebih aman, nyaman, dan bebas kekhawatiran, meski di tengah tantangan cuaca hujan. (*)
Ilustrasi: Pasar murah di Fasum Villa Pesona Asri, Batamcenter, Kamis (21/9). F.Yulitavia
batampos – Jelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam kembali menggelar operasi pasar murah di empat lokasi berbeda dengan melibatkan 56 distributor di Batam. Gelaran operasi pasar murah dilaksanakan pada Kamis (19/12) dan Jumat (20/12) .
Sekretaris Disperindag Kota Batam, Gusfron mengatakan operasi pasar yang digelar selama dua hari bertujuan untuk membantu masyarakat yang akan merayakan Nataru. Serta juga sebagai dalah satu langkah untuk mengendalikan inflasi.
Dimana harga-harga yang ditawarkan di pasar murah tersebut adalah harga dari distributor.
“Tujuan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi Nataru. Untuk komoditi yang ada dijual dengan harga distributor,” imbuh Gufron, Rabu (18/12).
Menurut dia, untuk operasa pasar murah hari pertama (Kamis) digelar di Batamkota dan Bengkong. Untuk lokasi Batamkota digelar di Lapangan Vila Pesona Asri dan Bengkong di Depan Kantor Camat.
Sedangkan hari kedua (Jumat) digelar di Batuaji dan Sekupang. Untuk Batuaji digelar di depan Ruko Griya Prima Batuaji dan Sekupang Depan Kopi Mori Patam Lestari.
“Pelaksanaan selama dua hari. Untuk kegiatan di satu lokasi ada sekitar 30 distributor yang terlibat. Kalau 2 lokasi berarti 60 distributor,” imbuhnya.
Karena itu Gufron mengajak seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar operasi pasar murah agar datang ke lokasi. Karena di lokasi pasar murah akan dijual berbagai jenis komoditi, seperti daging, ayam, telur, ikan, sayuran, cabai, bahan pokok dan buahan.
“Sudah diinformasikan juga ke Kecamatan dan Kelurahan,” katanya.
Sementara, Ketua Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto juga membenarkan adanya operasi pasar murah. Dalam kegiatan ini, ada sekitar 56 distributor yang terlibat.
“Ada 56 distributor untuk dua lokasi operasi pasar murah,” kata Aryanto. (*)
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar lagu Indonesia Raya dapat disiarkan lembaga penyiaran secara serempak, pada pukul 07.00 WIB. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
batampos – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar lagu Indonesia Raya dapat disiarkan lembaga penyiaran secara serempak, pada pukul 07.00 WIB. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Angga Raka Prabowo usai melakukan pertemuan dengan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah.
Menurutnya, penayangan lagu nasional dalam siaran pagi bisa menanamkan rasa nasionalisme. Ia mengungkapkan, lembaga radio kini sudah mulai menyiarkan lagu Indonesia Raya sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara di televisi, lagu tersebut belum serentak ditayangkan.
“Karena sekarang kalau kita lihat di beberapa stasiun televisi ada yang siarkan pukul 06.00, 05.00, 04.00 bahkan 03.00 pagi. Ke depan semoga bisa serempak pukul 07.00 pagi,” kata Angga dalam keterangannya, dikutip Kamis (21/12).
Selain itu, kata Angga, Presiden Prabowo menginginkan stasiun TV untuk menyajikan siaran ramah anak yang lebih informatif, edukatif, dan inspiratif.
“Ada pesan dari Bapak Presiden agar siaran pagi atau pada jam-jam yang banyak anak-anak menonton TV agar bobot siarannya lebih informatif, edukatif dan inspiratif,” ucap Angga.
Disisi lain, Angga mendorong KPI untuk menyelamatkan generasi bangsa dari tayangan yang tidak sesuai dengan usia.
“Jangan sampai anak-anak kita terpapar siaran yang bukan sesuai dengan usia tontonnya. Ini demi selamatkan generasi bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Angga.
Lebih lanjut, Angga juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto mengenai upaya bersama dalam memberantas judi online yang sudah menjadi ancaman serius bagi bangsa.
“Kita harus kompak, kami harap juga para stakeholder TV nasional ikut serta membantu perang terhadap judol ini. Mungkin bisa kita sisipkan iklan layanan masyarakat terkait bahaya judol ini pada waktu-waktu prime time, guna tingkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya judol,” pungkasnya. (*)
Bapanas dan Satgas Pangan sidak ke ritel modern Indo Grosir Batam di Mukakuning, Kamis (19/12). Foto:Eusebius
batampos – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di Kota Batam, Rabu (18/12). Sidak ini dilakukan di Pasar Tos 3000, beberapa perusahaan, dan dua ritel modern yang menjadi gudang suplai kebutuhan bahan pokok di kota tersebut.
Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, Kombes Pol Hermawan, menyatakan sidak ini penting dilakukan menjelang hari raya keagamaan. “Kami ingin memastikan komoditi pangan ini aman dan berizin, sehingga ada jaminan keamanan pangan yang beredar,” ujarnya usai sidak di salah satu ritel modern.
Sidak ini menemukan beberapa pelanggaran, seperti adanya bawang Birma yang dijual di ritel modern. Hermawan menegaskan, bawang Birma dengan ukuran di bawah lima sentimeter dilarang beredar sesuai aturan.
“Tadi kami temukan bawang Birma ini di salah satu ritel modern. Ini tidak boleh dijual,” ungkapnya.
Selain itu, ditemukan juga produk pangan seperti kentang dan bawang putih yang tidak memiliki label izin impor. “Seharusnya, wajib ada nomor izin impor dan nama perusahaan yang terkait. Ini penting untuk transparansi kepada konsumen,” tambah Hermawan.
Satgas juga mencatat kurangnya sertifikat penerapan penanganan yang baik (SPPB) pada produk segar yang dikemas ulang oleh ritel modern. “Buah dan sayuran segar yang dikemas ulang wajib memiliki SPPB. Namun tadi ditemukan beberapa produk yang tidak memenuhi standar ini,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Mardanis, mengakui masih banyak suplier bahan pangan di Batam yang tidak memiliki izin edar. “Temuan di ritel modern menjadi bukti. Sayuran lokal pun ada yang menggunakan label izin edar dari luar daerah. Ini jelas melanggar aturan,” katanya.
Manajer operasional salah satu ritel modern, Satria Jayadi, menyatakan pihaknya akan segera menarik produk yang tidak memenuhi syarat. “Kami jual karena ada suplai dari pihak terkait. Namun dengan temuan ini, kami akan menarik produk dan memberikan teguran kepada supplier,” ujar Satria.
Hermawan menegaskan, produk yang tidak memenuhi ketentuan harus segera ditarik dari peredaran. “Kami sudah tegaskan kepada pengelola ritel modern untuk memperbaiki hal ini. Ini demi melindungi konsumen,” ujarnya.
Selain soal izin edar, sidak juga memantau harga dan ketersediaan bahan pokok. Menurut Hermawan, harga bahan pokok seperti beras, bawang merah, ayam, dan telur di Batam masih dalam batas wajar.
“Ketersediaan bahan pangan cukup stabil, dan tidak ada indikasi penimbunan,” jelasnya.
Dengan sidak ini, Bapanas dan Satgas Pangan berharap seluruh pihak, baik pengelola ritel maupun supplier, mematuhi aturan yang ada. “Kami ingin memastikan pangan yang beredar di Kota Batam aman, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat,” pungkas Hermawan. (*)