Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 2489

Dua Warga Tiongkok yang Gagal Diselundupkan ke Batam Bakal Dideportasi

0

batampos– Dua warga negara asing asal Tiongkok, Wang Yujie, 30 dan Huang Xiaoxia, 30, yang gagal diselundupkan ke Batam segera dideportasi dari Bintan oleh Kantor Imigrasi Tanjunguban.

Sebelumnya, dua warga negara asing tersebut  diamankan Lanal Bintan dan Satgas Pora setelah gagal diselundupkan dari Malaysia di perairan Selat Riau, Karang Galang, Senin (28/10/2024).

Dua warga Tiongkok yang gagal diselundupkan saat diserahkan dari Lanal Bintan ke kantor Imigrasi Tanjunguban. F.Imigrasi Tanjunguban untuk Batam Pos.

“Keduanya korban, sesuai pasal 86 dan 87 Undang-undang Keimigrasian maka mereka segera dipulangkan ke negara asalnya atau dideportasi,” ungkap Kasi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi II Tanjunguban, Zulfikri saat dihubungi pada Rabu (30/10/2024).

Dia mengatakan, dua warga negara Tiongkok tersebut bersama dua orang pelaku yakni An sebagai tekong dan Fn sebagai pembantu tekong telah diserahkan Lanal Bintan ke Kantor Imigrasi Tanjunguban.

“Barang yang diserahkan dari dua warga Tiongkok itu ada identitas paspor dan dua unit handphone,” katanya.

Dia mengatakan, dua orang pelaku baik tekong dan pembantu tekong kembali diserahkan Kantor Imigrasi Tanjunguban ke Polres Bintan.

“Ranahnya pidana umum, jadi kita serahkan ke Polres Bintan,” katanya.

Sedangkan dua orang warga negara asal Tiongkok tersebut masih diamankan di rumah detensi kantor Imigrasi Tanjunguban.

Untuk proses deportasi terhadap dua warga negara Tiongkok itu, dia mengatakan, pihaknya masih menunggu proses hukum terhadap dua pelaku yang kasusnya ditangani oleh Polres Bintan.

BACA JUGA: Lanal Bintan Gagalkan Penyelundupan Dua Warga Cina dari Malaysia Tujuan Batam

“Kami menunggu prosesnya clear dari Polres Bintan, karena pastinya keterangan dua warga negara Tiongkok itu diperlukan sebagai saksi,” katanya.

Dia mengatakan, dua warga negara Tiongkok itu akan diamankan paling lama sekitar 30 hari di rumah detensi kantor Imigrasi Tanjunguban sesuai surat edaran dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Keimigrasian terbaru.

Sementara untuk pemulangan dua warga negara Tiongkok itu, dia mengatakan, akan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok di Medan.

“Kita akan koordinasi dengan Kedutaan Cina di Jakarta dan Konjen Cina di Medan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Lanal Bintan dan Satgas Pora berhasil mengagalkan aksi penyelundupan dua orang warga negara asal Tiongkok dari Malaysia dengan tujuan Batam pada Senin (28/10/2024).

Penyelundupan ini digagalkan setelah Lanal Bintan menerima informasi adanya boat yang akan membawa warga negara asing.

Setelah melakukan penyekatan di Selat Riau, petugas mencurigai adanya boat yang melaju kencang.

Akhirnya, petugas melakukan pengejaran terhadap boat itu dan melepaskan tiga kali tembakan ke udara untuk menghentikan boat tersebut. (*)

Reporter: Slamet

Pertamina Salurkan BBM

0

elnusaTruk tangki Pertamina keluar dari terminal BBM Jambi membawa BBM untuk disalurkan ke SPBU dan industri. Dari SPBU ke masyarakat.

Terminal sering kali terhubung ke jaringan pipa melalui satu pipa, dan serangkaian katup dan meteran mengontrol aliran produk dari jaringan pipa ke tangki penyimpanan khusus untuk setiap jenis bahan bakar . Semua bahan bakar yang diterima oleh truk atau tongkang/kapal diturunkan melalui pipa ke tangki penyimpanan. Salah satunya di TBBM Jambi ini. Pertamina berkomitmen menyalurkan BBM tanpa batas untuk melayani masyarakat Indonesia. (*)

 

Teks/foto: Dalil Harahap / Batam Pos

Indonesia Diprediksi akan Menyumbang Lebih dari 55.000 Mahasiswa yang Belajar di Luar Negeri

0
Ilustrasi mahasiswa mengikuti perkuliahan. (Dok JawaPos)

batampos – Seiring dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mengubah berbagai industri di seluruh dunia, sektor pendidikan juga mulai memanfaatkan gelombang transformasi itu. AIG Education Group meluncurkan platform lead generation berbasis AI untuk industri pendidikan.

Platform itu untuk merevolusi operasi agen pendidikan dengan mengatasi tiga tantangan utama. Yakni keterbatasan kapasitas konselor pendidikan (dalam hal informasi, pengetahuan, dan bahasa), biaya operasional yang tinggi, serta manajemen calon mahasiswa yang tidak sistematis.

Co-founder AIG Education Group Jimmy Lim menyatakan, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, pihaknya terus berinovasi meningkatkan layanan. Menurut dia, AI adalah masa depan.

”Inilah yang mendorong kami untuk mengembangkan Achieva Edu. Platform lead generation AI pertama untuk sektor pendidikan, sebagai pendukung bagi penyedia jasa dan konselor pendidikan serta mahasiswa,” ujar Jimmy Lim.

Dia menyatakan, pembukaan kantor di Jakarta menegaskan komitmen terhadap Indonesia. Pihaknya yakin platform itu mendorong pertumbuhan sektor pendidikan, membuka peluang baru untuk studi internasional.

”Achieva Edu mengatasi masalah-masalah ini dengan menyediakan akurasi informasi yang lebih unggul melalui kemampuan analisis dan penyaringan yang canggih, didukung algoritma, kerangka kerja, dan alur kerja yang unik,” papar Jimmy Lim.

Dia menambahkan, mayoritas pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri terbagi antara mereka yang mengejar gelar sarjana (56 persen), Magister (30 persen), dan 4 persen sisanya terdaftar di berbagai program dan gelar lainnya. Jurusan yang paling diminati siswa Indonesia adalah teknologi dan teknik, ilmu sosial, dan ilmu kesehatan.

Selain itu, dia menambahkan, siswa Indonesia memiliki preferensi yang kuat terhadap institusi pendidikan di negara-negara seperti Inggris, Australia, Kanada, serta negara-negara Asia seperti Malaysia, Tiongkok, dan Singapura. Hal ini karena pengaruh dari beberapa generasi sebelumnya dalam pemilihan tempat studi di luar negeri dan peningkatan peringkat serta minat terhadap negara-negara tetangga di Asia.

”Dengan memulai operasi di Indonesia, kami membawa keahlian kami lebih dekat ke mitra lokal, memungkinkan lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Kami memperkirakan pada 2025, Indonesia akan menyumbang lebih dari 55.000 siswa yang belajar di luar negeri,” tambah Jimmy. (*)

Dilumasi Oli Pertamina, Tug Boat Menarik Pasir di Sungai Batang Hari

0

tug boatTampak kapal tug boat menarik kapal tongkang melintas di dekat jambatan Batang Hari II, Rabu (30/10/2024).

Kapal tug boat ini menggunakan oli Pertamina. Pertamina selalu siaga melayani masyarakat dan dunia industri perkapalan atau pelayaran.

 

Teks / Foto: Dalil Harahap / Batam Pos

Warga Seilekop Enggan Bayar Retribusi Sampah Jadi Pemicu Menumpuknya Sampah di Pinggir Jalan

0
1 3
Penumpukan sampah di pinggir jalan Seilekop meluber hingga ke ruas jalan. F.Eusebius

batampos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dan Satgas Penanganan sampah kecamatan mengkui kewalahan dengan persoalan sampah yang menumpuk di pinggir jalan di wilayah Kecamatan Sagulung. Tumpukan sampah kian bertambah banyak dan lokasi penumpukan baru pun terus bermunculan.

Salah satu titik penumpukan sampah yang paling mencolok adalah lokasi bekas TPS di pinggir jalan Seilekop, dekat kawasan Candi Bantar. Sampah mulai meluber hingga ke garis tengah jalan. Arus lalulintas mulai terhambat karena tumpukan sampah ini.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Batam Eka Surianto menjelaskan, pihaknya sudah berupaya keras menyelesaikan persoalan sampah di pinggir jalan ini. Namun kenyataan di lapangan memang sulit.

Intensitas pembuangan sampah ke pinggir jalan di wilayah berpenduduk padat ini sangat tinggi sehingga tak merubah jumlah yang sampah yang menumpuk. Sampah bahkan semakin bertambah banyak dari waktu ke waktu.

Baca Juga: 17 Desember Tarif Paspor Resmi Naik, Ini Rincian Biayanya

“Kita selalu angkut itu. Ada seratusan lebih armada kita yang bekerja setiap hari. Tapi itu tadi, perilaku buang sampah sembarangan yang belum hilang, jadi sampah terus menumpuk. Kita angkut pagi hari, malamnya sudah kembali menumpuk bahkan lebih banyak lagi,” ujar Eka, Rabu (30/10).

Apalagi, menurut penuturan Lurah Seilekop, masih banyak warga di pemukiman yang menolak membayar retribusi sampah tentu memperburuk situasi penanganan sampah ini. Warga yang tidak bayar retribusi tentunya tidak didatangi armada pengangkut sampah sehingga sampah dibuang begitu saja ke pinggir jalan.

“Itu masalah lama juga (warga menolak bayar retribusi sampah). Itu yang memperburuk situasi di lapangan. Ya seperti saya jelaskan tadi, yang di lokasi bayar retribusi saja kita sudah kewalahan, karena tim harus terbagi dengan penanganan sampah di pinggir jalan. Bagaimana mau akomodir juga dengan mereka yang menolak bayar retribusi tadi. Akan ada kecemburuan sosial nanti,” ujar Eka.

Baca Juga: Desak Realisasi Program, Pjs Wali Kota Pacu Kinerja Pegawai Pemko Batam

Ini bisa diatas jika semua masyarakat mau diatur dengan taat membayar retribusi serta tertib membuang sampah.

“Untuk retribusi ini kita tidak bisa paksakan begitu saja. Belum ada aturan atau sanksi untuk mereka yang menolak membayar retribusi. Konsekuensinya ya sampah harus jadi tanggungjawab sendiri. Tidak boleh buang sembarangan ke pinggir jalan. Kalau itu (buang sampah sembarangan) terjadi tentu ada sanksinya karena ada perda yang mengaturnya ” ujar Eka.

Upaya yang dilakukan DLH dan Satgas saat ini tetap pada peningkatan pengangkutan sampah dari pemukiman yang membayar retribusi sampah dan juga yang menumpuk di TPS ataupun di pinggir jalan tadi, serta pengawasan untuk penegakan perda bagi mereka yang buang sampah sembarangan.

“Itu yang bisa kami lakukan saat ini. Mari sama-sama kita bertanggungjawab atas persoalan ini. Tertib lah buang sampah. Kalau memang tak mau bayar retribusi ya tanggung jawab dong dengan sampah nya masing-masing. Jangan buang ke pinggir jalan. Kami akan awasi terus ini. Kalau kedapatan tentu akan kami tindak tegas sesuai Perda yang ada,” kata Eka.

Baca Juga: Pengusaha Batam Kritik Permintaan Kenaikan UMK 2025

Sebelumnya Lurah Seilekop Bida Augusta mengakui persoalan penumpukan sampah di wilayah Kelurahan Seilekop. Ini terjadi karena memang masih banyak warga di pemukiman yang menolak membayar retribusi sampah. Masyarakat inilah yang bisa jadi pemicu terjadinya penumpukan sampah di pinggir jalan.

“Iya itu persoalannya. Masih banyak pemukiman yang menolak bayar retribusi sampah. Ini akan terus kami sosialisasi kan melalui perangkat RT/RW biar semua sampah di pemukiman diakomodir oleh Satgas,” ujar Bida. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Warga Seibeduk Tanya Soal Penanganan Banjir dan Pembenahan Jalan, Ini Paparan Amsakar

0
amsakar 3
Amsakar berbicara di hadapan pendukungnya.

batampos – Calon Walikota Batam nomor urut 2, Amsakar Achmad menyerap aspirasi warga Seibeduk lewat kampanye dialogis dengan warga setempat di Rumah Makan Rosella Kebun, Mangsang, Kota Batam, pada Rabu (30/10) siang.

Pada kesempatan ini, Amsakar juga hadir bersama Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Kepulauan Riau Partai NasDem Pietra M. Paloh.

Ketua RT 03/RW 01 Asna Pakpahan mengatakan, bahwa persoalan banjir adalah hal yang pelik yang dihadapi warga Mangsang. Tidak hanya sekali, musibah ini kerap dirasakan warga setempat.

“Kami mohon ada solusi dari ASLI (Amsakar-Li Claudia, red) apabila diamanahkan nantinya,” harap dia

Sementara itu, seorang tokoh masyarakat Sei Beduk, Kasi, menitipkan harapan masyarakat Sei Beduk kepada Amsakar dan Li Claudia untuk membenahi Jalan S Parman. Bukan tanpa sebab, jalan tersebut merupakan akses utama warga Seibeduk.

“Bertahun-tahun kami hanya mendapatkan angin surga untuk dibenahi jalan ini,” kata dia.

Merespon harapan warga, Amsakar mengatakan, penanganan persoalan banjir merupakan salah satu program prioritas dirinya bersama Li Claudia.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya susah mendudukan perihal inj dengan para ahli dibidangnya untuk memetakan titik banjir berikut solusi pemecahan masalahnya.

“Ada 21 titik banjir saat ini yang perlu mendapat perhatian. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah pengadaan pompa-pompa pengendali banjir. Tapi ini memakan biaya cukup besar,” jelas Amsakar.

Mengingat biaya yang besar itu, sambung Amsakar, untuk tahap awal sebagai percontohan, ia dan Li Claudia akan mencoba di wilayah Lubuk Baja.

“Untuk tahun berikutnya, akan kami titipkan melalui DPRD Kota Batam untuk tiga buah pompa. Dan apabila nanti kita se-mazhab dengan pilihan gubernur, saya bisa usulkan juga dengan beliau untuk membantu pengadaan ini,” papar dia.

Amsakar menyebut, salah satu alternatif penyelesaian persoalan itu, nanti pihaknya akan melihat langsung kondisi drainase di sekitar pemukiman tersebut.

“Apakah banjir ini imbas dari drainase yang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Baru kita ambil tindakan, drainase itu akan kita lakukan revitalisasi atau normalisasi,” jelas dia.

Terkait jalan S Parman, menurut dia, tak hanya menangani eksisisting yang ada. Bahkan pihaknya memiliki rencana jangka panjang yang kompleks.

Amsakar dan Li Claudia, terang dia, telah merencanakan dibuatnya jalan baru yang dirasa nantinya akan memecahkan persoalan ini.

“Kami menamakan proyek jalan ini jalan Batam Timur, Jalan Batam Tengah, Jalan Batam Barat,” kata dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga berencana akan membenahi transportasi massal. Inovasinya yakni dengan menyiapkan kendaraan pengumpan yang beroperasi dari rumah warga ke jalan protokol.

“Hal ini dimaksudkan, agar Trans Batam dapat efektif dan efisien. Serta nantinya kita akan membenahi halte. Setidaknya kita bisa mencontoh di Jakarta, agar penumpang merasa nyaman menggunakan moda transportasi massal,” jelas dia.

Gelandang AC Milan Bangga Punya Darah Indonesia

0
Tijjani Reijners, gelandang AC Milan keturunan Indonesia. (Instagram Tijjani Reijnders)

batampos – Gelandang AC Milan sekaligus pemain yang mempunyai darah Indonesia, Tijjani Reijnders mengatakan bahwa latar belakang keluarga dari Indonesia merupakan sesuatu yang sangat ia banggakan.

“Latar belakang Indonesia saya adalah sesuatu yang sangat saya banggakan. Itu adalah bagian besar dari siapa saya. Ibu saya berasal dari Indonesia, dan saya merasakan hubungan yang mendalam dengan budaya dan masyarakat sana,” kata Tijjani Reijnders dilansir dari laman resmi FIFA, Kamis (31/10).

Tijjani yang juga merupakan kakak dari pemain tim nasional Indonesia, Eliano Reijnders tersebut senang atas dukungan yang diberikan oleh para penggemar di Indonesia.

“Sungguh istimewa mengetahui bahwa saya mendapat dukungan dari penggemar di Indonesia, dan saya selalu berusaha mewakili akar Belanda dan Indonesia saya dengan bangga,” ujar gelandang yang sempat berseragam AZ Alkmaar tersebut.

Tijjani kini membela timnas Belanda usai menjalani debut pada tahun 2023 lalu usai namanya masuk dalam skuad pelatih Belanda, Ronald Koeman. Berseragam Oranje, pemain berusia 26 tahun tersebut kini telah mencatatkan 19 penampilan dengan mencetak tiga gol.

Peran dari Tijjani di Belanda kini juga tak tergantikan usai menunjukkan performa impresif sejak gelaran Piala Eropa 2024. Pemain yang sempat menimba ilmu di akademi PEC Zwolle tersebut mengungkapkan bahwa bergabung dengan AC Milan merupakan salah satu langkah terbesar yang diambil dalam karirnya sebagai seorang pesepak bola.

“Bergabung dengan AC Milan adalah langkah besar dalam karir saya. Tuntutan taktis di Serie A tinggi, dan saya harus beradaptasi dengan cepat,” ujar Tijjani.

“Bermain bersama rekan satu tim yang berpengalaman telah mempertajam posisi, pengambilan keputusan, dan pemahaman saya secara keseluruhan tentang permainan. AC Milan adalah klub besar dengan sejarah yang kaya, dan saya bangga menjadi bagian dari proyek seperti ini,” imbuh pemain bernomor punggung 14 AC Milan tersebut. (*)

Jadi Korban Kekerasan, Eky Malah Jadi Terdakwa

0
image0 1 3 scaled e1730302944672
Eky usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (30/10). F:Yashinta

batampos – Sudah jatuh, tertimpah tangga! Pribahasa ini cocok mengambarkan situasi yang dialami Eky saat ini. Bagaimana tidak, usai mengetahui kakak jadi korban KDRT, ia malah mendapat kekerasan dari sekelompok orang. Tak sampai disitu, saat ini Eky malah menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Batam. Ia didakwa dengan pasal pengancaman atau UU Darurat karena membawa senjata tajam.

Kemarin, agenda persidangan Eky adalah memberi keterangan di depan majelis hakim. Dari pengakuannya, Eky mengaku ke rumah sang kakak hendak menjemput indetitas diri seperti KTP dan ijasah, karena mendapat pekerjaan baru.

Namun di lokasi, ia melihat rumah kakaknya ramai karena sedang ada mediasi. Ternyata kakaknya sedang didamaikan oleh RT usai mendapat KDRT dari sang suami. Eky terdiam di depan pintu,namun ia mendapat pukulan dibagian pundaknya dua kali. Saat menoleh ke belakang, ia melihat belasan orang yang merupakan teman dari ipar atau suami kakanya.

Baca Juga: Terbukti Gunakan Narkotika, Oknum Anggota Bawaslu Kepri Khairurrijal Dipecat

Merasa terancam, Eky langsung menuju dapur rumah kakaknya, dan mengambil sebilah pisau dapur. Namun baru saja ia sampai di ruang utama yang sedang ramai, pak RT langsung mengambil pisau tersebut.

“Saya sempat mengatakan jangan macam-macam, namun tak sempat mengangkat pisau karena langsung diambil pak RT, hanya pak RT yang melihat saya pegang pisau,” ungkap Eky.

Menurut Eky, ia terpaksa mengambil pisau dapur karena merasa terancam. Sebab dalam keramaian itu, di pihaknya hanya ada dia, kakak, dan keponakannya.

“Orang itu ramai. Saya merasa terancam dan itu hanya bentuk perlindungan diri. Tak ada niatan lain,” ungkap Eky.

Baca Juga: Jadi Perantara Penyaluran PMI Ilegal, Warga Batam Dituntut 6 Tahun Penjara

Pria berusia 22 tahun ini juga membantah pernyataan korban pelapor yang mengatakan dirinya sempat mengeluarkan kata ancaman. Padahal, ia sama sekali tak pernah mengeluarkan kata-kata seperti itu.

“Saya tak pernah mengancam. Saya lah yang jadi korban pemukulan. Orang yang melaporkan saya, juga menunjukan pisau ke saya dan kakak saya. Namun saya lah yang masuk penjara,” terang Eky.

Masih kata Eky, saat proses penyidikan di polsek, ia juga sempat dipaksa menandatangani BAP, yang sebenarnya bukan keterangannya.

“Di kantor polisi, saya dipaksa untuk tandantangani,” kata Eky. (*)

 

Reporter: Yashinta

Pemkab Natuna Fokus Tangani Stunting, BP2D Lakukan Peningkatan Kapasitas Tim Teknis

0
Sekretaris Diskominfo Wan Udayani (tengah) turut serta dalam kegiatan pengelolaan data Monev stunting

batampos – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BP2D) Pemerintah Kabupaten Natuna melaksanakan kegiatan peningkatan Kapasitas Tim Koordinasi dan Pengelola Data Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting di gedung Gajah Mina Ballroom, Jelita Sejuba Resort, Selasa (29/10/2024).

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Basri dalam sambutanya menyebutkan, persoalan stunting menjadi bagian penting untuk dapat ditangani dengan baik khususnya dalam membackup data secara akurat dan aman.

BACA JUGA: Cegah Stunting, Petani di Tanjunguban Bagikan Bubur Sorgum

Agar hal itu dapat ditangani secara proposional, maka perlu adanya koordinasi tim secara intens. Disamping itu bahwa persoalan stunting menjadi isu yang aktual sehingga perlu penanganan secara keseluruhan.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo Natuna, Kevin Kahar (kacamata) serius mengikuti acara pengelolaan data Monev Stunting

“Stunting menjadi isu yang luar biasa dan aktual, stunting harus ditangani secara holistik karena rantai penanganan yang panjang,” Kata Basri saat membuka acara.

Basri juga menghimbau agar tim penanganan dan tim stunting beserta OPD harus bekerja ekstra agar dapat memberikan pengetahuan dan implementasi mengenai penanganan serta pencegahan stunting di kabupaten Natuna.

“Selanjutnya selaku Tim, Dinas, atau yang membidangi harus bekerja keras untuk mengedukasi masyarakat Natuna mengenai stunting. Agar penanganannya lebih maksimal,”jelasnya.

Adapun tujuan kegiatan ini lanjut Basri, yaitu untuk memastikan berjalannya koordinasi dan pencapaian laporan pelaksanaan cegah stunting pada Web bangda Kementrian Dalam Negeri. Selain itu, peningkatan kapasitas dimaksudkan untuk membekali tim teknis dalam mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data.

Kegiatan berlangsung sampai tanggal 31 Oktober 2024 diikuti oleh 48 peserta yang terdiri dari Tim Koordinasi dan Pengelola Data Monev Stunting Kabupaten Natuna. (*)

Reporter: Sholeh Ariyanto

Presiden Prabowo Punya Akun Instagram Baru

0
Tampilan akun Instagram resmi Presiden Prabowo Subianto yang dikelola pihak Istana Kepresidenan. (Instagram @presidenrepublikindonesia)

batampos – Presiden Prabowo Subianto mempunyai akun Instagram baru dengan nama @presidenrepublikindonesia. Akun media sosial Instagram itu dikelola langsung oleh pihak istana kepresidenan, dalam hal ini Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Hingga hari Rabu (30/10), pukul 11.25 WIB, jumlah pengikut pada akun Instagram tersebut sudah mencapai 400 ribu.

Namun, baru terdapat satu unggahan, yakni momen saat Presiden Prabowo menjalani pelantikan di MPR RI, pada 20 Otober 2024. Foto itu diunggah Pada Jumat (25/10) atau Sabtu (26/10) lalu.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi membenarkan bahwa akun Instagram tersebut merupakan akun resmi Presiden Prabowo Subianto yang dikelola pihak Istana Kepresidenan. Akun Instagram itu terpisah dengan milik pribadi Prabowo.

“Ini kita siapkan sebagai akun resmi lembaga kepresidenan. Jadi bukan akun pribadi,” kata Hasan Nasbi kepada wartawan, Rabu (30/10).

Hasan Nasbi menyatakan, akun Instagram Presiden Prabowo saat ini belum aktif. Akun Instagram itu akan memuat seluruh aktifitas Prabowo sebagai kepala negara.

“Sementara standby dulu, belum aktif. Nanti direncanakan berisi kegiatan-kegiatan beliau sebagai presiden,” ucap Hasan.

Prabowo sendiri telah memiliki akun Instagram dengan username @prabowo. Akun Instagram itu telah digunakan Prabowo sebelum menjabat sebagai Presiden RI. Jumlah pengikut pada akun Instagram itu hingga hari ini mencapai 13,8 juta akun. (*)