batampos– Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan diminta menangkap peluang yang ada di pemerintah pusat maupun provinsi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Bintan.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyadari kekuatan anggaran daerah terbatas.
Karena itu, dia meminta kepala OPD dan stakholder terkait untuk menggali potensi anggaran lewat pemerintah provinsi atau pemerintah pusat melalui kementerian atau lembaga.
“Anggaran yang terbatas justru harus menjadi pemicu kita untuk terus bergerak untuk menangkap peluang, baik lewat provinsi atau pusat,” ujarnya.
Roby menyampaikan, keseriusan Pemkab Bintan dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.
Hal ini dimaksudkan guna meningkatkan konektivitas dan merangsang pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat.
Roby juga menyampaikan, Pemkab Bintan fokus terhadap kebijakan dalam upaya mendorong peningkatan infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Hal ini selaras dengan Asta Cita yang tertuang dalam Visi Misi Pemerintah Pusat.
“Kita optimis Bintan akan mampu mengimbangi setiap pembangunan tingkat nasional agar merata di tingkat daerah,” katanya.
“Infrastruktur pasti jadi salah satu prioritas, selain program-program pro masyarakat, bantuan-bantuan dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Diketahui sejauh ini Bintan telah melakukan beberapa peningkatan infrastruktur yang menjadi fasilitas umum. Beberapa progres pembangunan juga akan terus dilanjutkan di tahun hadapan guna meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Daerah.
Berbagai langkah pembangunan juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Bintan untuk memberi gambaran pasti kepada para investor bahwa Bintan memiliki banyak peluang investasi yang akan terus berkembang.
Tak hanya dominan pada sektor pariwisata dan industri, sektor perikanan, pangan hingga UMKM pun sejauh ini terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi kemajuan Bintan. (*)
batampos – Luna Maya buka rahasia suksesnya. Aktris cantik serba bisa ini tidak hanya masih eksis di dunia akting, tapi juga bintang iklan, brand ambassador, model, juri acara hingga pembawa acara.
Bahkan Luna Maya juga merambah dunia bisnis. Tercatat bisnis kekasih Maxime Bouttier ini memiliki sejumlah bisnis di bidang kecanyikan, travel, hingga media.
Rahasia sukses Luna Maya dibuka secara blak-blakan di kanal video Daniel Mananta.
Menurut Luna Maya, sombong adalah salah satu rahasia suksesnya.
“Sombong yang positif,” ujar Luna Maya di kanal video Daniel Mananta.
“Kenapa gua bilang gitu? Ada perasaan nggak mau dikalahin. Oh dia bisa gitu (gua juga harus bisa),” imbuh perempuan 41 tahun tersebut.
Luna Maya menyebut, keinginan yang besar untuk bisa menjadi orang sukses sebenarnya sudah muncul dalam dirinya sejak kecil. Waktu itu dia ingin menjadi artis dan juga ingin menjadi pengusaha sukses.
Berhubung tidak punya ilmunya, Luna Maya kecil tidak tahu harus melakukan apa untuk mewujudkan keinginannya tersebut.
“Tapi adanya afirmasi dari diri gua, jalan itu terbuka. Ada jalan tapi tanpa usaha keras juga tidak akan bisa,” tegas Luna Maya.
Dia pun bersyukur punya keinginan yang besar sejak kecil. Meski tak dibekali dengan ilmu yang cukup, akhirnya Luna Maya mengarahkan dirinya menuju ke sana dengan mempelajari ilmunya sembari berjalan.
“Karena ambisi seperti itu gua jadinya nggak gampang patah. Kalau gagal banyak sekali gua gagalnya,” aku Luna Maya. (*)
Personel Sat Lantas Polresta Barelang menunjukkan jalan yang berlubang di kawasan Seibeduk beberapa waktu lalu. F.Afid untuk Batam Pos
batampos – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Barelang sepanjang tahun ini mencatat 20 kecelakaan yang disebabkan jalan rusak atau berlubang. Kecelakaan ini mengakibatkan 2 pengendara tewas, dan 18 orang luka ringan.
Kasat Lantas Polresta Barelang, AKP Afiditya Arief Wibowo mengatakan 20 kecelakaan ini terjadi di 9 titik jalan rusak dan berlubang. Seperti di Simpang Kepri Mall, Bukit Daeng, depan SDN 008 Lubuk Baja.
Kemudian di Sekolah Pelita Utama, traffick light Baloi Center, Pintu 2 Muka Kuning, halte bus Panbil, Legenda Malaka, dan Tanjung Piayu.
“Dari seluruh kecelakaan ini, 2 orang meninggal dunia, dan 18 orang luka ringan,” ujarnya.
Afid menjelaskan kecelakaan paling banyak yang disebabkan jalan rusak dan berlubang ini terjadi di Pintu 2 Mukakuning dan Tanjung Piayu dengan korban luka ringan sebanyak 9 orang.
Sedangkan kecelakaan yang mengakibatkan korban tewas berada di jalan Bukit Daeng dan depan SDN 008 Lubuk Baja.
“Untuk lokasi lainnya yang sering terjadi di Kepri Mall 3 kecelakaan, dan di Bukit Daeng,” kata Afid.
Sementara KBO Satlantas Polresta Barelang, Ipda Yudi Patra menambahkan kecelakaan yang disebabkan oleh jalan rusak dan berlubang ini kerap terjadi pada malam hari.
“Biasanya itu kecelakaan tunggal saat malam hari,” ujarnya.
Yudi menjelaskan dengan masih adanya jalanan berlubang ini, pihaknya sudah menyurati BP Batam untuk segera memerbaiki dan menambalnya.
“Dari Unit Kamsel juga sudah berkoordinasi dengan BP Batam. Informasi dari BP memang akan segera ditambal dalam waktu dekat ini,” katanya
Menurut Yudi, saat ini kondisi jalanan Batam memang rawan kecelakaan. Sebab, dengan banyaknya proyek pelebaran jalan menyebabkan jalanan minim rambu-rambu.
“Tapi kesadaran masyarakat juga penting. Sehingga kecelakaan ini bisa diantisipasi,” tutupnya. (*)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos.
batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam merencanakan pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan unit sekolah baru (USB) pada tahun 2025. Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi permasalahan pendidikan, terutama terkait dengan daya tampung sekolah negeri.
“Tahun 2025, kita akan membangun 20 ruang kelas untuk sekolah dasar (SD), 20 ruang kelas untuk sekolah menengah pertama (SMP), serta tiga unit sekolah baru,” ujar Tri Wahyu di Sagulung, Kamis (12/12).
Dari tiga unit sekolah baru tersebut, dua di antaranya akan langsung dibangun, yaitu satu SD di Kelurahan Sei Langkai, Sagulung, dan satu SMP di Panglong Batu Besar, Nongsa. Sementara satu unit lainnya difokuskan pada pematangan lahan.
Tri Wahyu menambahkan bahwa pembukaan sekolah baru memerlukan kesiapan matang, baik dari segi fasilitas maupun sumber daya manusia.
“Kami tidak akan membuka sekolah baru jika lembaga pendidikannya belum siap. Selain fasilitas, kami juga harus mempersiapkan guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah. Satu semester akan kami gunakan untuk persiapan, agar semuanya siap digunakan pada tahun ajaran 2026,” jelasnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah kota Batam untuk menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat yang terus meningkat. Seperti diketahui, Batam kerap menghadapi permasalahan saat penerimaan peserta didik baru. Sekolah negeri selalu kelebihan peminat, menyebabkan banyak calon siswa tidak terakomodir.
Tri Wahyu menyebutkan bahwa masyarakat Batam cenderung lebih memilih sekolah negeri untuk anak-anak mereka. Hal ini mendorong Pemko Batam untuk terus melengkapi fasilitas pendidikan, sehingga sistem belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal. “Penambahan ruang kelas dan unit sekolah baru ini juga bertujuan memaksimalkan sistem belajar mengajar di sekolah negeri,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya menjaga rasio ideal siswa per kelas. “Jika daya tampung terlalu berlebihan, sekolah bisa tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Jadi, kita harus memastikan penambahan fasilitas ini sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Rencana ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Batam yang menginginkan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas. Tri Wahyu berharap program ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai persoalan pendidikan yang ada di kota tersebut.
Selain itu, Pemko Batam juga sedang menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait pengadaan tenaga pendidik. Menurut Tri Wahyu, kekurangan jumlah guru menjadi tantangan utama dalam membuka sekolah baru. “Kita butuh kebijakan strategis untuk mengatasi kurangnya guru dan tenaga kependidikan ini,” katanya.
Dengan rencana ini, diharapkan tahun ajaran 2026 akan menjadi awal baru bagi pendidikan di Batam, dengan fasilitas yang lebih memadai dan tenaga pendidik yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi para siswa.
Pemko Batam pun terus berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan pendidikan masyarakat dapat terpenuhi, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat di wilayah tersebut. (*)
Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, saat menyerahkan kajian pengelolaan parkir ke Pemko Batam. Foto: Ombudsman Kepri untuk Batam Pos
batampos – Ombudsman RI perwakilan Kepri, telah menyerahkan hasil kajian analisis terkait pengelolaan parkir di Batam kepada perwakilan Wali Kota Batam dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.
Kajian ini merupakan salah satu upaya Ombudsman untuk mencegah maladministrasi dalam pelayanan publik.
“Tugas kami tidak hanya menyelesaikan laporan, tetapi juga mencegah maladministrasi. Salah satu cara pencegahan adalah melalui kajian analisis,” kata Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, Jumat (13/12).
Setelah kenaikan tarif, lanjutnya, banyak keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial, SP4N Lapor, dan langsung ke Ombudsman. Keluhan ini meliputi tidak diberikannya karcis parkir oleh juru parkir, sikap tidak ramah, pengaduan yang lambat ditangani, hingga maraknya parkir liar yang dipungut secara ilegal.
Ombudsman Kepri melakukan kajian untuk menyoroti potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir serta evaluasi terhadap kebijakan parkir berlangganan.
Kajian dilakukan melalui wawancara mendalam, pengumpulan data, serta Focus Group Discussion (FGD). Ombudsman melibatkan berbagai pihak, termasuk juru parkir, masyarakat, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang, dan Dishub.
Beberapa potensi maladministrasi dalam pengelolaan parkir rumija. Temuan utama mencakup kepatuhan penyelenggara parkir terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam Nomor 3 Tahun 2018 dan Peraturan Wali Kota Batam Nomor 52 Tahun 2018.
Lalu evaluasi titik parkir, penyediaan fasilitas parkir, dan pelayanan di lapangan, kebijakan parkir berlangganan dan sistem ganti rugi pelayanan parkir, serta pengelolaan pengaduan parkir yang dinilai kurang responsif.
Ombudsman memberikan rekomendasi dalam tiga kategori: jangka pendek, menengah, dan panjang. Rekomendasi ini mencakup peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, perbaikan kebijakan parkir berlangganan, peninjauan sistem ganti rugi parkir, dan pengelolaan pengaduan yang lebih efektif.
“Kami berharap rekomendasi ini dapat mulai diimplementasikan tahun depan. Meski pelaksana teknisnya adalah Dishub, tanggung jawab kebijakan tetap melekat pada Wali Kota, termasuk alokasi anggaran. Ombudsman akan terus memantau perkembangan ini,” ujar Lagat. (*)
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Andi Agung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Dunia industri diharapkan lebih aktif memberikan tanggung jawab sosialnya, khususnya dalam mendukung pendidikan di Kota Batam. Dukungan dari perusahaan dan pelaku industri dinilai sangat penting, terutama bagi sekolah kejuruan seperti SMKN 1 Batam, yang dituntut untuk mencetak lulusan siap kerja sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja.
Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, mengungkapkan bahwa sekolahnya masih membutuhkan dukungan dari pihak industri untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Kami memerlukan bantuan dari kawan-kawan industri agar materi pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan tenaga kerja di Batam. Dengan begitu, lulusan kami dapat langsung terserap oleh pasar kerja,” ujarnya.
Saat ini, SMKN 1 Batam telah memiliki lima kelas industri, di mana materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri, sesuai dengan program revitalisasi SMK yang menekankan pentingnya kerja sama untuk meningkatkan mutu lulusan.
Batam, yang dikenal sebagai kota industri, harus memperkuat kolaborasi ini. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Andi Agung sebelumnya menegaskan pentingnya peran dunia industri dalam mencetak tenaga kerja yang berkompeten. “Jika lulusan SMK sudah siap kerja, ini akan memudahkan perusahaan merekrut tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan produksi mereka,” katanya.
Dukungan industri juga terlihat di SMKN 5 Batam, yang berfokus pada bidang perkapalan. Kepala SMKN 5 Batam, Hendra Debeny, menyampaikan bahwa sekolah ini telah menjalin kerja sama dengan lebih dari seratusan perusahaan galangan kapal. “Kerja sama ini mencakup penempatan siswa magang, perekrutan tenaga kerja, hingga bantuan alat praktik. Ini sangat membantu kami dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Meskipun belum memiliki kelas khusus industri, program kejuruan di SMKN 5 Batam sudah sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di bidang perkapalan. Sekolah ini memiliki 10 program keahlian, termasuk teknik pemesinan kapal, teknik grafika, dan desain rancang bangun kapal. Setiap tahun, banyak lulusan sekolah ini yang direkrut oleh perusahaan mitra.
Hendra juga menambahkan bahwa dukungan perusahaan melalui program kerja sama dan memorandum of understanding (MoU) sangat membantu meningkatkan daya saing siswa. “Kami bersyukur banyak perusahaan yang terlibat. Ini menunjukkan bahwa pendidikan dan industri bisa saling mendukung untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten,” jelasnya.
Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kepri di Batam, Kasdianto, menyatakan bahwa program kelas industri dan kerja sama dengan dunia usaha harus terus ditingkatkan. “Dukungan ini penting agar lulusan SMK di Batam siap bersaing di dunia kerja dan memenuhi kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Selama ini, sudah banyak perusahaan di Batam yang berkontribusi terhadap pendidikan. Namun, menurut Deden Suryana, masih ada ruang bagi lebih banyak pelaku industri untuk ikut serta. “Semakin banyak dukungan, semakin baik kualitas pendidikan kita,” katanya.
Dengan sinergi yang terus terjalin antara pendidikan dan industri, diharapkan Batam tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga melahirkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan dunia kerja global. (*)
Ilustrasi Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi (SNBP). (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
batampos – Ketua Tim Penanggungjawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Eduart Wolok mengungkapkan alasan lulusan kurikulum merdeka sulit lolos dalam SNBP atau Seleksi Nasional Berbasis Prestasi yang menekanka pada nilai rapor.
Salah satu alasannya, bisa karena ada mata pelajaran tertentu yang diambil. Seperti halnya, Biologi dan Kimia yang memang menjadi syarat mutlak bagi peminat program studi Kedokteran.
“Jadi jangan sampai siswa yang dari SMA-nya tidak mengambil mata pelajaran yang menjadi syarat untuk prodi tertentu, lantas memilih prodi itu. Untuk SNBP ya,” kata Eduart kepada JawaPos.com, Jumat (13/12).
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini pun mengakui bahwa pihaknya banyak mendapatkan keluhan itu pada pelaksanaan SNBP tahun lalu. Padahal, kata Eduart, para peserta yang mengeluh itu tercatat memiliki nilai bagus.
Namun, ia menegaskan bahwa mereka akhirnya tidak bisa lulus SNBP karena ada sejumlah mata pelajaran yang tidak sesuai dengan program studi yang dipilih.
“Tahun kemarin, kita banyak menerima keluhan itu. Kenapa kita enggak lulus dan sebagainya, setelah dicek nilainya bagus. Tetapi paket bidang mata pelajaran yang diambil itu tidak berkesesuaian dengan program studi yang dipilih,” jelas Eduart.
“Misalnya, di SMA tidak pernah mengambil Kimia, Biologi, lantas SNBP memilih Kedokteran. Tentu ini indeks untuk menilainya tidak mungkin, makanya tidak lulus. Nilainya bagus-bagus,” sambungnya.
Lebih lanjut ia memastikan bahwa nilai rapor semasa SMA atau sederajat memang tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk kelulusan dalam jalur SNBP. Ada sejumlah ketentuan yang perlu diikuti, salah satunya soal kesesuaian mata pelajaran dengan program studi yang dipilihnya.
Itu sebabnya, kata Eduart, pihaknya ke depan akan membuka komunikasi secara intens dengan pihak sekolah. Utamanya pada sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka agar bisa menyesuaikan program studi pilihan dengan mata pelajaran yang sudah diambil.
Hal ini sejalan dengan kelulusan siswa yang sangat ditentukan dengan kesesuaian mata pelajaran. Sebelum akhirnya dinyatakan lulus pada program studi yang dipilih saat mengikuti SNBP.
“Terkait nilai rapor, tidak bisa dipatokan semata. Bahwasannya dia sudah pasti lulus, inilah yang kita sampaikan kemarin ketika kita audiensi dengan Mendikdasmen agar soal komunikasi dengan pihak sekolah biar bisa kita intenskan,” ujar Eduart.
“Karena khusus adik-adik dari kurikulum merdeka, pemahamannya harus lebih, dalam memilih prodi di SNBP. Karena itu sangat ditentukan dengan mata pelajaran yang sudah diambil,” pungkasnya. (*)
Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce, Melissa Siska Juminto bersama Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si. saat diwawancarai media dalam Konferensi Pers: Kilas Balik Tren Belanja Online dan Dampak dari Kolaborasi Tokopedia dan ShopTokopedia selama 2024 di momentum Harbolnas hari ini, Kamis (12/12).
batampos – Dalam satu tahun berkolaborasi, Tokopedia dan ShopTokopedia, mencatat berbagai pencapaian signifikan. Berdasarkan riset Tempo Data Science bersama dengan Tokopedia dan ShopTokopedia (2024), sinergi Tokopedia dan TikTok melalui ShopTokopedia meningkatkan pendapatan pelaku UMKM hingga 95%. Hal ini memperkuat komitmen kedua platform dalam memberdayakan pelaku usaha lokal di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan teknologi, salah satunya dengan menggencarkan kampanye ‘Beli Lokal’.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si., menyampaikan, “Pada tahun 2023, transaksi e-commerce mencapai Rp453 triliun, dan pada tahun 2024 diproyeksikan naik menjadi Rp487 triliun. Sedangkan pengguna platform e-commerce juga terus naik, pada tahun 2024 jumlah pengguna e-commerce mencapai 65,65 juta, angka ini naik 11% persen dari tahun lalu. Hal ini membuktikan bahwa e-commerce sudah menjadi bagian yang lekat dengan kehidupan masyarakat. Kementerian Perdagangan RI memiliki tiga program, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan UMKM BISA (Berani Inovasi Siap Adaptasi) Ekspor. Untuk mendukung produk lokal semakin maju, diperlukan kerja sama yang erat antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat. Kampanye ‘Beli Lokal’ dari Tokopedia dan ShopTokopedia adalah salah satu contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat mendukung pelaku usaha lokal berkembang dan meningkatkan daya saing. Mari bersama-sama membantu produk lokal semakin maju dengan #PakaiProdukSendiri.”
Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce, Melissa Siska Juminto, mengatakan, “Pada 12 Desember 2023 lalu, bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Tokopedia memasuki babak baru dengan berkolaborasi bersama TikTok menghadirkan ShopTokopedia dan meluncurkan kampanye ‘Beli Lokal’. Dengan dukungan dari Kementerian Perdagangan RI, kampanye ‘Beli Lokal’ terus menjadi panggung khusus untuk menampilkan karya terbaik dari para brand lokal di Indonesia, termasuk Dear Me Beauty, No Void Minds dan Minimal. Para pelaku usaha tersebut merupakan bagian dari puluhan juta penjual di Tokopedia dan ShopTokopedia, yang 100%-nya berada di Indonesia dan mayoritasnya adalah UMKM.”
Kolaborasi Tokopedia dan ShopTokopedia yang telah berjalan selama 1 tahun terbukti memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal di Tokopedia dan ShopTokopedia. Riset yang sama juga mengungkapkan bahwa UMKM yang memiliki akun di kedua platform, baik Tokopedia maupun ShopTokopedia, mengalami kenaikan penjualan hingga 118% sepanjang 2024. (Sumber: Riset Tempo Data Science, 2024).*
Untuk memeriahkan satu tahun berjalannya kampanye ‘Beli Lokal’, Tokopedia dan ShopTokopedia juga menyelenggarakan ‘Beli Lokal’ Challenge yang diikuti seluruh masyarakat Indonesia. Pada kompetisi ini, Tokopedia dan ShopTokopedia memberikan hadiah dengan total saldo Gift Card Tokopedia senilai Rp360 juta bagi 120 pemenang, termasuk Rp2 juta untuk 9 pemenang harian dan Rp12 juta untuk 12 pemenang utama.
Dalam rangka menyemarakkan satu tahun program ‘Beli Lokal’ sekaligus merayakan keberagaman produk hasil karya UMKM, ShopTokopedia melibatkan 12 pelaku usaha dari berbagai kategori. Mulai dari makanan dan minuman seperti ikan asin dan jamu, hingga fesyen seperti batik, untuk berpartisipasi dalam sesi live streaming selama 12 hari.
Selain itu, sebagai salah satu program turunan dari kampanye ‘Beli Lokal’, Tokopedia dan ShopTokopedia melalui #SatuDalamKopi juga bekerja sama dengan pelaku usaha lokal kopi, Arutala Coffee, untuk meluncurkan produk biji kopi hasil kolaborasi dengan para petani kopi Lahat, Sumatra Selatan. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pascapanen kepada lebih dari 1.000 petani kopi yang telah dilakukan Tokopedia dan ShopTokopedia bekerja sama dengan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).
Selain “Beli Lokal”, kampanye “Promo Guncang” Terbukti Meningkatkan Pendapatan UMKM hingga 115%
Selain melalui ‘Beli Lokal’, Tokopedia dan ShopTokopedia rutin mengadakan “Promo Guncang” yang berlangsung di setiap tanggal kembar untuk mempermudah masyarakat menjangkau produk kebutuhan, mulai dari fesyen, kecantikan dan perawatan tubuh, elektronik, perlengkapan rumah tangga dan masih banyak lagi, dengan lebih murah lewat beragam penawaran, seperti bebas ongkir, cashback, dan diskon.
Menurut riset Tempo Data Science pada 2024, kampanye “Promo Guncang” berhasil meningkatkan pendapatan UMKM mencapai 115%.** Selain itu, kampanye “Beli Lokal” juga mampu mendorong penjualan produk UMKM naik hingga 70% (Sumber: Riset Tempo Data Science, 2024).*
Live Shopping Hadirkan Pengalaman Belanja Online yang Interaktif
Tokopedia dan ShopTokopedia terus mendukung pelaku usaha untuk menawarkan pengalaman belanja online yang lebih menarik dan interaktif melalui fitur Live Shopping di ShopTokopedia. “Pelaku usaha yang melakukan live shopping di ShopTokopedia rata-rata mengalami kenaikan penjualan hampir 7 kali lipat jika dibandingkan dengan penjual lainnya yang tidak melakukan live shopping,” jelas Melissa.
Salah satu cara meningkatkan penjualan live shopping adalah berkolaborasi dengan kreator konten sekaligus afiliator. Saat ini, ada lebih dari 8 juta kreator yang mendapatkan penghasilan dari ShopTokopedia. Lewat kolaborasi, brand lokal bisa meningkatkan penjualan, sedangkan afiliator bisa memperoleh penghasilan,” jelas Melissa.
Fitur Live Shopping di ShopTokopedia sangat diminati masyarakat, termasuk saat ada momentum gajian maupun tanggal kembar. Hal ini terbukti dari data internal yang mencatat bahwa pada jam pertama puncak “Promo Guncang” 11.11 tahun ini, nilai transaksi di ShopTokopedia melalui fitur Live Shopping di TikTok meningkat hingga 26 kali lipat dibandingkan dengan rata-rata transaksi harian. (*)
Terduga pelaku pelecehan seksual I Wayan Agus Suartama (IWAS) alias Agus Buntung mengenakan penutup wajah atau topeng saat menjalani rekonstruksi 49 adegan pada tiga lokasi berbeda. (Kaltim Post)
batampos – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Pol Syarif Hidayat mengakui, rekonstruksi kasus dugaan pelecehan seksual fisik oleh tersangka berinisial IWAS alias Agus Buntung berkembang menyesuaikan situasi di lapangan. Dari 28 reka adegan sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) menjadi 49 adegan.
Keterangan itu disampaikan oleh Kombes Syarif sebagaimana dikutip dari pemberitaan Lombok Post pada Jumat (13/12).
”Dari tiga lokasi rekonstruksi, sebenarnya ada 28 adegan yang tertuang dalam BAP yang kami skenariokan. Tetapi, berkembang di lapangan ada 49 adegan. Hal ini disampaikan karena ada perkembangan lapangan perbuatan yang dilakukan tersangka,” terang dia.
Perwira menengah dengan tiga kembang di pundak menyampaikan bahwa pihaknya mengakomodir keterangan dan perbuatan yang diduga dilakukan oleh tersangka di tiga lokasi tersebut. Syarif juga menyampaikan, penyidikan kasus dengan tersangka seorang penyandang disabilitas tuna daksa itu turut didampingi pengawas internal dan pengawas eksternal.
”Komisioner Kompolnas juga hadir dan memberikan supervisi dan asistensi terhadap apa yang kami lakukan. Kemudian ada juga dari tim pengawas internal kami dari Itwasum Mabes Polri,” jelasnya.
Berkaitan dengan adegan di dalam kamar homestay yang tertutup, Syarif menjelaskan bahwa ada dua versi yang dilakukan rekonstruksi. Pertama versi korban dan kedua versi tersangka. Menurut korban, pihak yang aktif membuka pintu, membuka pakaian, dan memaksa melakukan persetubuhan adalah tersangka.
Sebaliknya dari versi tersangka, pihak yang aktif melakukan semua aktivitas mulai dari membuka pintu hingga membuka pakaian adalah korban. Dari rekonstruksi tersebut, penyidik menyampaikan ada sejumlah fakta baru yang telah didapatkan. Itu menyusul beberapa adegan yang didapatkan, namun sebelumnya belum tertuang dalam BAP. (*)
Ketua Komisi III DPRD Anambas, Adnan (kiri) meminta maaf kepada perwakilan korban atas pelecahan verbal yang ia lakukan kepada dokter spesialis bedah RSUD Tarempa. f.ihsan
batampos – Ketua Komisi III DPRD Anambas, Adnan diduga melakukan pelecehan verbal terhadap seorang dokter spesialis bedah di RSUD Tarempa berinsial Nn.
Kejadian ini terjadi pada Sabtu, (7/12), ketika Adnan mendapat laporan dari konstituennya yang sedang sakit hendak melakukan operasi hernia.
“Dengan semangatnya, beliau (Adnan) terpancing emosi. Rupanya, konstituennya tidak mendapatkan informasi yang jelas, bahwa operasi bisa dipending. Karena keterbatasan alat dan sumber daya manusia,” ujar saksi, Ronald Sianipar, Kamis, (12/12).
Ia menerangkan ketika mendapat pelecehan verbal, dokter yang berjenis kelamin wanita itu langsung syok serta menangis. Kemudian, hendak mengundurkan diri dari tugasnya sebagai dokter bedah.
“Kita bujuk, dan lakukan mediasi. Kami dan kawan-kawan meminta dokter tersebut untuk menahan diri agar tidak mundur sebelum kontrak habis. Syukurnya beliau mau,” tutur Ronald.
Setelah kejadian ini viral, lantas Ronald memanggil Adnan untuk meminta klarifikasi. Dari klarifikasi itu, politisi Partai Nasdem mengakui kesalahannya.
Sementara itu, Adnan ketika dikonfirmasi batampos, mengakui perbuatan yang ia lakukan itu salah. Menurutnya, ketika peristiwa itu terjadi karena spontan saja.
“Abang minta maaf, ini kesalahan yang sangat fatal. Abang terlalu tergesa-gesa dalam mengambil tindakan,” ujar Adnan.
Dirinya dalam waktu dekat akan menjumpai korban untuk meminta maaf secara langsung.
“Sekarang yang bersangkutan (Nn) sedang sibuk operasi pasien. Segera abang minta maaf ke beliau,” pungkas Adnan. (*)