Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2564

Pemkab Karimun Bayarkan Gaji ASN dan Honorer, Termasuk Tunjangan Tambahan ASN

0
Pegawai Pemkab Karimun. (inzet) Plt Sekda Kabupaten Karimun, Djunaidi

batampos – Pemerintah Kabupaten Karimun telah membayarkan gaji dan tunjangan tambahan untuk aparatur sipil negara (ASN), termasuk pembayaran gaji honorer. Pembayaran gaji telah dilakukan pada Rabu (13/11), diikuti dengan pembayaran tunjangan tambahan.

“Alhamdulillah, pembayaran gaji dan tunjangan tambahan untuk ASN sudah dibayar semuanya dua hari lalu (Rabu, red). Jumlah ASN di Kabupaten Karimun saat ini masih di bawah 6.000 orang atau tepatnya 5.142 orang,” ujar Plt Sekda Kabupaten Karimun, Djunaidi, kepada Batam Pos, Jumat (15/11).

Namun, lanjut Djunaidi, pembayaran tunjangan tambahan dilakukan secara bertahap berdasarkan Sasaran Kerja Pegawai (SKP). SKP terdiri dari beberapa unsur, yakni angka kredit, kegiatan tugas jabatan, dan target yang meliputi kuantitas, kualitas, waktu, dan biaya.

“Setelah SKP selesai dibuat oleh masing-masing ASN dan diserahkan ke OPD terkait, SKP tersebut diteliti lagi. Absensi pegawai juga dapat mempengaruhi pendapatan tunjangan tambahan, karena jika banyak absen atau tidak masuk kantor, penghasilan akan dipotong sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, ada pegawai yang tidak menerima tunjangan tambahan karena tidak masuk kantor selama satu bulan,” ungkapnya.

Sementara itu, tambah Djunaidi, untuk tenaga honorer yang SK-nya dikeluarkan BKPSDM sebanyak 1.788 orang juga telah dibayarkan gajinya untuk satu bulan. Untuk gaji bulan ini, pihaknya sudah menyiapkan dana yang akan dibayarkan pada minggu depan. Ia berharap baik ASN maupun tenaga honorer tidak langsung mempercayai informasi yang belum pasti kebenarannya. (san)

Artikel Pemkab Karimun Bayarkan Gaji ASN dan Honorer, Termasuk Tunjangan Tambahan ASN pertama kali tampil pada Kepri.

Malaysia Deportasi Ratusan PMI Bermasalah Lewat Tanjungpinang

0
Ratusan PMI ilegal dideportasi oleh Malaysia dari Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Kamis (14/11). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Sebanyak 105 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural atau ilegal dideportasi oleh Kerajaan Malaysia. Ratusan PMI tersebut dipulangkan ke tanah air melalui Kota Tanjungpinang, Kepri, pada Kamis (14/11) sore.

Ratusan PMI yang diantaranya terdiri dari 64 orang laki-laki, 40 perempuan dan satu bayi tersebut tiba di terminal internasional Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) sekitar pukul 13.30 WIB.

BACA JUGA: Dua Warga Tiongkok yang Gagal Diselundupkan ke Batam Bakal Dideportasi

“Dipulangkan dari tahanan Pekan Nanas, Malaysia. Setelah ini akan kita bawa ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang,” kata Sagala, Pengantar Kerja Ahli Madia BP3MI Kepri di Pelabuhan SBP Tanjungpinang.

Ia menerangkan, dua diantara PMI yang dideportasi ini merupakan warga Kota Batam dan Kabupaten Lingga. Sementara sisanya, merupakan warga asal Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Para PMI itu ditangkap oleh petugas Imigrasi Malaysia karena tidak memiliki dokumen yang lengkap, saat bekerja di Negeri Jiran tersebut. Mereka, rata-rata bekerja di restoran, kawasan pembangunan kontruksi hingga perkebunan.

“Pada prinsipnya mereka bekerja tampa dokumen yang lengkap. Ada juga yang visa nya mati, namun tidak diperpanjang,” tambahnya.

Lantaran tidak memiliki dokumen yang lengkap, ratusan PMI itu pun ditangkap oleh petugas Imigrasi Malaysia. Kemudian mereka menjalani hukuman, berupa dipenjara selama beberapa tahun di Malaysia.

Setelah tiba di Tanjungpinang, kata Sagala ratusan PMI bermasalah tersebut akan di data, untuk segera dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. “Setelah di RPTC, akan kita pulangkan ke daerah masing-masing,” pungkasnya.

Sementara itu, Marli satu diantara PMI yang dideportasi mengaku sudah bekerja selama dua tahun di sebuah kedai makan, yang ada di Malaysia. Di Negeri Jiran, ia digaji oleh atasannya senilai 1.820 ringgit per bulannya.

“Saya kesana, ya niatnya memang mau mencari duit. Surat (dokumen) tidak lengkap, makanya saya terjaring razia polisi,” sebut wanita asal Bengkulu tersebut. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Malaysia Deportasi Ratusan PMI Bermasalah Lewat Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Pemko Batam Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Nataru

0
Warga mengeluhkan harga bahan pokok di Batam akan merangkak naik jelang Nataru. F.Cecep Mulyana

batampos – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru (nataru), kekhawatiran akan stabilitas stok dan harga bahan pokok biasanya meningkat di kalangan masyarakat. Namun, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menjamin bahwa kebutuhan pokok di wilayah ini aman dan terkendali.

Kekhawatiran itu disampaikan oleh Rahma, warga Tiban, Sekupang. Tiap perayaan hari besar, ada semacam tradisi bahwa harga bahan pokok kerap kali melambung.
Sekarang, memang belum ada kenaikan harga pokok. Akan tetapi, hal tersebut patut disikapi oleh pemerintah setempat.
“Kita tahu, lah, kalau setiap perayaan hari besar seperti lebaran dan natal, pasti akan ada kenaikan harga pangan. Semoga saja kali ini itu tidak terjadi, walaupun kenaikannya kecil tapi berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat, terutama masyarakat menengag ke bawah,” ujarnya, Jumat (15/11).
Namun demikian, Pjs Wali Kota Batam, Andi Agung, memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di Batam dalam kondisi baik dan tidak mengalami lonjakan harga yang berarti.
“Stok dan harga bahan pokok di Batam aman dan terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru 2025,” kata dia.
Koordinasi telah dilakukan dengan berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar. “Kami sudah rapat bersama pihak asosiasi distributor, baik harga maupun stok bahan pokok mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi permintaan yang tinggi saat hari besar keagamaan, Pemko Batam telah bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam untuk menggelar operasi pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan bahan pokok tetap dapat diakses oleh masyarakat dengan harga yang terjangkau.
“Operasi pasar ini merupakan langkah kita untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok di daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa Pemko Batam juga akan melakukan peninjauan langsung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam ke sejumlah pasar tradisional. Peninjauan ini penting untuk memantau kondisi harga dan stok bahan pokok yang dijual oleh para pedagang.
“Tentu kita juga akan melakukan peninjauan ke lapangan untuk melihat langsung kondisi stok pangan dan memastikan harganya stabil,” kata Andi. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Pemko Batam Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Nataru pertama kali tampil pada Metropolis.

Dugaan Terjadi Money Politics, Tim Ansar-Nyanyang Lapor ke Bawaslu

0
Untung Budiawan melaporkan dugaan adanya politik uang (money politics) pada Pilgub Kepri 2024.

batampos – Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur (cagub-wagub) nomor urut 1, Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura wilayah Tanjungpinang, Untung Budiawan melaporkan dugaan adanya politik uang (money politics) di Pilgub Kepri 2024. Untung menjelaskan, dugaan itu mengarah kepada paslon nomor urut 2, Rudi-Rafiq.

“Ya arahnya ke sana (money politics) untuk memenangkan pasangan sebelah,” kata Untung, Jum’at (15/11/2024).

Untung melanjutkan, pihaknya mendapatkan informasi maupun bukti terkait dengan dugaan tersebut. Adapun bukti tersebut yakni berupa pendataan warga secara terstruktur, sistematis dan masif meliputi data diri, nomor rekening yang terjadi di wilayah Tanjungpinang.

“Warga didata nama, alamat, nomor rekening, dan segala macam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, adanya dugaan ini telah ia laporkan ke Bawaslu Kepri. Ia juga masih menunggu keputusan Bawaslu Kepri terkait hal tersebut.

“Dugaan ini sudah kami sampaikan secara resmi ke Bawaslu. Jadi setiap warga itu ada data nama, alamat, NIK, dan diarahkan ke sana,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Untung berharap agar Bawaslu bisa segera mengambil tindakan pencegahan. Ia khawatir praktik ini akan terus berlanjut sampai hari pencoblosan tiba.

“Sudah masif dan terstruktur kayaknya seperti itu. Kita yakin sudah terjadi money politics. Bahwa ada orang tertentu untuk memenangkan pasangan sebelah,” ujar Untung. (*/adv)

Artikel Dugaan Terjadi Money Politics, Tim Ansar-Nyanyang Lapor ke Bawaslu pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemenag akan Bentuk Direktorat Jenderal Pesantren

0
Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan, saat ini Kementerian Agama tengah memperjuangkan pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren. Komitmen ini disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat menghadiri perayaan Harlah ke-42, Pondok Pesantren Islam lslam Miftachussunnah ll, lstighosah Kebangsaan, dan Peringatan Hari Pahlawan di Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya, Jawa Timur.

“Kementerian Agama segera membentuk suatu Direktorat Jenderal khusus yang akan mengurus sekaligus untuk mengayomi pondok pesantren,” kata Nasaruddin, Kamis (14/11).
Nasaruddin mengatakan, pesantren adalah lembaga yang murni lahir dari rahim Nusantara. Fakta menunjukkan perintis dunia kependidikan yang sistematis dalam sejarah bangsa Indonesia adalah pondok pesantren. Hal ini terjadi bahkan sebelum Belanda datang ke Indonesia.
Mengutip Nurcholish Madjid, ia menyatakan bahwa seandainya Indonesia tidak dijajah Belanda, maka perguruan tinggi yang berkembang saat ini adalah Universitas Termas, Universitas Lirboyo, Universitas Tebu Ireng, dan universitas dari pesantren-pesantren lainnya. “Bukan UI, ITB, IPB, atau kampus-kampus lainnya,” ujarnya
“Maka sudah saatnya sekarang ini pondok pesantren merebut masa jayanya seperti yang pernah terjadi di masa lampau. Sudah waktunya pondok pesantren ini menjadi tuan rumah di dalam rumahnya sendiri, di negeri ini,” imbuh Menag.
Nasaruddin menjelaskan, terbitnya undang-undang tentang pesantren adalah bentuk dari kehadiran Kementerian Agama memberikan eksistensi dan legitimasi terhadap pondok pesantren.
“Tugas kami selanjutnya adalah bagaimana melanjutkan keberadaan pondok pesantren,” ujarnya.
Menurut Menag, penanaman karakter di pesantren sangat efektif. Sistem pemondokan (boarding) yang ada di pesantren memungkinkan para santri mendapat pengawasan selama 24 jam.
“Dan ini adalah di antara keunggulan pesantren. Sebab waktu yang sering rawan menimbulkan masalah adalah setelah pulang dari sekolah. Sebab itu sistem pemondokan yang diterapkan di pesantren diadopsi oleh sekolah-sekolah di Inggris dan Australia,” pungkasnya. (*)
Sumber: JP Group

Artikel Kemenag akan Bentuk Direktorat Jenderal Pesantren pertama kali tampil pada News.

Debat Wali Kota Batam Ricuh, Paslon Nomor 2 Tak Masuk Ruang Debat

0
Suasana ruang debat publik calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Crown Vista Hotel. Foto: Aziz Maulana/ Batam Pos.

batampos – Debat publik calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Crown Vista Hotel pada Jumat (15/11) berlangsung tegang sebelum dimulai. Jadwal yang seharusnya dimulai pukul 14.00 WIB molor hingga pukul 15.15 WIB. Kondisi di lokasi semakin tidak kondusif, dengan kedua tim pasangan calon (paslon) saling menunjukkan aksi dukungan.

Pasangan calon nomor urut 1, Nuryanto-Hardi Hood (Nadi), telah hadir di lokasi sejak pukul 13.45 WIB. Namun, pasangan calon nomor urut 2, Amsakar Achmad-Li Claudia (Asli), belum memasuki ruang debat.

Sementara itu, tim pemenangan Nadi tampak bershalawat, sedangkan tim Asli menyanyikan yel-yel untuk mendukung pasangan mereka. Keterlambatan ini disebabkan oleh rapat koordinasi mendadak yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam bersama tim keamanan dan perwakilan kedua paslon.

Rapat membahas aturan tata tertib debat, termasuk perihal penggunaan handphone atau catatan selama acara. Aturan tersebut sebelumnya sudah disepakati dalam rapat terakhir, namun kembali dipersoalkan oleh salah satu pihak.

Sekretaris tim pemenangan Nadi, Erna, mengungkapkan kekecewaannya terhadap KPU yang dianggap tidak konsisten dengan kesepakatan sebelumnya.

“Semalam kami sudah sepakat soal tata tertib, termasuk paslon boleh membawa handphone atau catatan. Sekarang tidak ada waktu lagi untuk rapat ulang,” ujar Erna.

Ketua KPU Kota Batam, Mawardi, meminta maaf atas keterlambatan ini dan memohon waktu tambahan untuk menyelesaikan permasalahan. “Mohon maaf atas keterlambatan kami. Kami sedang berusaha menyelesaikan perbedaan pandangan melalui rapat koordinasi ini,” katanya.

Namun, hal ini memicu kritik dari calon Wali Kota nomor urut 1, Nuryanto. Ia menyayangkan KPU terlalu longgar dalam menjalankan tugasnya.

“Debat ini sudah dibiayai oleh negara dengan dana besar. Seharusnya KPU tegas dan tidak diatur oleh peserta. Saya rasakan penyelenggara malah diatur oleh peserta,” ujar Nuryanto yang didampingi oleh wakilnya, Hardi Hood. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Debat Wali Kota Batam Ricuh, Paslon Nomor 2 Tak Masuk Ruang Debat pertama kali tampil pada Metropolis.

UPTD PPA Batam: Pengawasan Orang Tua Sangat Penting untuk Cegah Anak Terlibat Prostitusi Online

0

batampos – Kepala UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Batam, Dedy Suryadi, menyatakan bahwa kasus prostitusi online semakin marak di Batam, dengan sebagian besar korban merupakan anak-anak perempuan yang menjadi objek perdagangan oleh teman atau bahkan pasangan mereka sendiri.

“Meskipun kasus-kasus ini jarang dilaporkan secara langsung sebagai prostitusi online, pihaknya sering menerima laporan terkait persetubuhan yang kemudian terungkap sebagai bentuk prostitusi terselubung,” kata dia, Jumat (15/11).

Bahwa anak-anak ini awalnya dilaporkan mengalami kekerasan seksual. Namun, setelah pihaknya melakukan pendalaman, ternyata mereka menjadi korban transaksi prostitusi online yang diatur oleh komunitas atau kelompok tertentu.

Baca Juga: Lapor Pak, Prostitusi Online Anak di Bawah Umur makin Meresahkan, Jual Diri Terang-terangan

“Biasanya, kasus ini baru terungkap ketika orang tua korban mengetahui dan melaporkannya ke pihak berwajib,” kata Dedy.

Menurutnya, beberapa korban mengaku dijual oleh pacar mereka sendiri atau dimanfaatkan oleh teman yang menjanjikan imbalan seperti ponsel atau uang.

“Korban sering kali diajak bermain oleh teman, lalu diimingi hadiah, seperti ponsel, untuk kemudian dijadikan objek transaksi,” lanjutnya.

Pihak UPTD PPA juga menemukan bahwa sejumlah korban mulai tergiur dengan hasil yang diperoleh dari aktivitas ini. Namun, setelah dilakukan asesmen, ditemukan adanya indikasi anak-anak tersebut telah terlibat dalam praktik open BO (Booking Online), meskipun awalnya mungkin tidak mereka sadari.

Untuk penanganan korban, UPTD PPA Batam memberikan pendampingan khusus guna memperhatikan kondisi psikologis mereka. Dedy menekankan bahwa pihaknya berkoordinasi erat dengan kepolisian dalam proses pendampingan.

“Pendampingan diberikan setelah ada laporan di polisi dan penyidik meminta bantuan kami dalam mendampingi korban,” jelasnya.

Dedy juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan perilaku dan pergaulan anak-anak mereka, terutama di era digital ini.

“Saat ini, sangat mudah bagi anak-anak untuk terkoneksi dengan orang lain melalui ponsel, sehingga pengawasan ketat dari orang tua menjadi sangat penting agar anak-anak tidak terjerumus dalam perilaku yang merugikan diri mereka sendiri,” tambahnya.

Sebagai langkah preventif, pihaknya juga aktif memberikan edukasi di sekolah-sekolah di Kota Batam. “Edukasi ini bertujuan untuk mengarahkan siswa agar memiliki pola pikir positif dan menjaga diri dari pergaulan yang berpotensi membahayakan mereka,” sebutnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam Siti Nurlaila menaruh perhatian serius terhadap penanganan kasus ini. “Pastinya ini menjadi suatu dua hal yang sangat kontradiktif, tetapi kami berharap ke depan kita lebih konsen terhadap perhatian keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan kasus kekerasan seksual kian marak ditengah upaya Pemerintah Daerah (Pemda) menjadikan Batam sebagai kota ramah anak.

DPRD Batam berkomitmen mendukung program pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai kota layak anak dengan mengadakan pemahaman bagi masyarakat untuk berani melaporkan (speak up).

“Kami menekankan pentingnya berani berbicara atau melaporkan bagi korban yang terjadi dalam keluarga. Sebab tak sedikit kasus ditutupi karena stigma di tengah sosial,” tutupnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel UPTD PPA Batam: Pengawasan Orang Tua Sangat Penting untuk Cegah Anak Terlibat Prostitusi Online pertama kali tampil pada Metropolis.

Mata Pelajaran Coding dan AI Akan Diterapkan di Sekolah Dasar

0
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bertatap muka dengan para guru dan kepala sekolah Batam di Aula SMKN I Batam, Jumat (15/11). Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Men dikdasmen), Abdul Mu’ti memastikan dua mata pelajaran baru yakni Coding dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan segera diterapkan mulai dari tingkat SD di tahun ajaran yang akan datang.

Dua mata pelajaran baru ini perlu untuk menyiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi dan bersaing di pasar kerja global.

“Dua mata pelajaran baru ini pilihan. Minimal mulai dari kelas IV atau kelas V SD, ” ujar Abdul Mu,ti saat menemui guru dan kepala sekolah di Batam, Jumat (15/11).

Baca Juga: Mendikdasmen Temui Guru dan Kepala Sekolah di Batam, Bahas Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah

Seperti yang dijelaskan sebelumnya diberbagai kesempatan, Abdul Mu’ti menegaskan dua mata pelajaran baru ini merupakan mata pelajaran pilihan, tergantung kemampuan sekolah dan anak.

“Karena itu membutuhkan alat-alat yang canggih, sarana internet yang bagus, sementara kita ketahui belum seluruh sekolah kita ini memiliki sarana itu, “ujarnya.

Rencana pemberlakuan mata pelajaran Coding dan AI mulai jenjang sekolah dasar ini merupakan pelaksanaan dari salah satu 8 misi atas Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuning Raka. Poin nomor 4 dari Asta Cita itu adalah

“Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas”.

Dalam sesi dialog dengan para guru dan kepala sekolah di Batam, Abdul Mu’ti menjelaskan banyak hal terkait kebijakan dan rencana Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Selain melengkapi materi mata pelajaran yang sesuai, kemampuan dan kesejahteraan para guru dan tenaga pengajar adalah faktor yang tak kalah penting untuk diperhatikan lagi.

Kebijakan Pemerintahan Prabowo dan Gibran untuk pendidikan sangat baik. Dalam berbagai persiapan yang dilakukan Kemendikdasmen saat ini meliputi banyak hal mulai dari kurikulum, kompetensi dan kesejahteraan guru hingga koordinasi lintas Kementerian untuk membangun bangsa ini dengan pendidikan yang sesuai.

“Kita sebagai guru juga harus terus menggali dan meningkatkan kompetensi kita. Guru harus punya kemampuan yang leadership. Guru tidak hanya mentransfer ilmu tapi juga transformasi ilmu. Kemampuan anak didik buka saja di lembar jawaban soal ujian tapi untuk bekal mereka selanjutnya, ” ujar Abdul Mu’ti. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Mata Pelajaran Coding dan AI Akan Diterapkan di Sekolah Dasar pertama kali tampil pada Metropolis.

Mendikdasmen Temui Guru dan Kepala Sekolah di Batam, Bahas Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah

0
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bertatap muka dengan para guru dan kepala sekolah Batam di Aula SMKN I Batam, Jumat (15/11). Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bertatap muka dengan para guru dan kepala sekolah yang ada di Batam, Jumat (15/11). Pertemuan singkat yang dilaksanakan di aula SMKN I Batam di Batuaji ini, Menteri Abdul Mu’ti mendapat banyak pertanyaan dan masukan dari para guru terkait upaya peningkatan mutu pendidikan nasional ke depannya.

Salah satu yang disuarakan oleh oleh para guru adalah penerapan mata pelajaran matematika untuk sekolah PAUD dan TK. Para guru PAUD dan TK yang hadir umumnya tidak persoalkan dengan wacana dari Presiden Prabowo Subianto ini, namun mereka tetap menekankan bahwa materi pelajaran matematika tetap disesuaikan dengan kemampuan murid PAUD dan TK.

“Itu bagus pak untuk pengenalan dasar bagi anak. Kami tunggu penerapannya dan tetap sesuai dengan materi untuk anak PAUD dan TK, ” ujar Novi, perwakilan salah satu guru PAUD yang hadir di diskusi bersama Mendikdasmen tersebut.

Selain soal mata pelajaran dan kurikulum, pada guru juga menyinggung persoalan sosial lain seperti perlakukan tidak menyenangkan atau persekusi dari orangtua wali murid dan siswa yang kerap terjadi selama ini. Beberapa guru-guru bahkan menyatakan akankah Kemendikdasmen mempertimbangkan usulan agar orangtua wali murid juga mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bersama anak mereka saat awal masuk sekolah.

“Biar ada materi khusus untuk para orang tua dan wali murid atau siswa. Diberi pemahaman tentang sekolah memberikan pendidikan dan bimbingan kepada anak-anak mereka, ” ujar Novi.

Selain itu ada juga masukan untuk mengembalikan tradisi pelatihan kompetensi guru secara luring. Sejak pandemi COVID-19 mewabah, pelatihan ataupun pembekalan kompetensi guru lebih banyak dilakukan secara during.

“Karena luring lebih karena bisa berinteraksi langsung dengan pembimbing, pemateri atau rekan-rekan guru lainnya, ” ujar Junaidi guru SMAN 19 Batam.

Dialog dalam rangka menjaring masukan, usulan dan saran dari para guru dan kepala sekolah ini, Menteri Abdul Mu’ti menanggapinya dengan serius. Satu persatu pertanyaan atau usulan yang masuk dijawab dan ditanggapi.

Untuk usulan materi matematika di tingkat TK dan PAUD dipastikan Menteri akan segera diterapkan sesuai dengan materi yang dibutuhkan murid TK dan PAUD.

“Itu tetap karena kebijakan dari pak Presiden langsung. Tetap mengedepankan prinsip bermain sambil belajar. Misalkan dalam hal mewarnai, selama ini mungkin biasanya mewarnai buah, pemandangan atau gambar hewan, dalam materi ini bisa diganti dengan mewarnai angka untuk pengenalan angka. Seperti itu materi matematika yang akan diterapkan di sekolah TK dan PAUD, ” ujar Abdul Mu’ti.

Begitu juga terkait kekerasan yang dilakukan ataupun dialami oleh para guru, Kementerian telah berkoordinasi langsung dengan Kapolri untuk mempertimbangkan kasus-kasus yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar siswa dan murid sekolah ini.

“Dalam arti gini. Misalkan guru memukul siswa tapi efeknya tidak begitu parah dan dalam koridor mendidik dan mengajarkan ya kita minta dipertimbangkan ke jalur Restorative Justice (RJ). Beda hal kalau guru mencabuli murid atau memberikan ajaran yang intoleransi ya tetap berjalan hukum yang berlaku karena memang ini pelanggaran hukum, ” ujar Menteri.

Selain itu Menteri Abdul Mu’ti juga menjelaskan secara umum tentang fokus kerja Kemendikdasmen untuk peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.

Ada tiga hal yang menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan yakni peningkatan kompetensi untuk menjadi guru atau tenaga pengajar yang hebat, penyesuaian Kurikulum dan kebijakan baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

“Untuk kurikulum tidak ada masalah jika ada perubahan karena tidak merubah metode atau teori dalam mata pelajaran. Dan nanti juga akan ada kebijakan baru seperti penambahan dua mata pelajaran coding dan artificial intelegence (AI). Ini semua untuk kemajuan pendidikan di Tanah Air. Kesejahteraan guru juga akan diperhatikan dengan baik, ” ujarnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Mendikdasmen Temui Guru dan Kepala Sekolah di Batam, Bahas Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah pertama kali tampil pada Metropolis.

Marriott International dan Four Points Hotel Donasikan Sepatu untuk Siswa SD Negeri 04 Batuampar

0
Jajaran Marriott International dan Four Points Hotel by Sheraton Batam usai menyerahkan bantuan sepatu buat siswa-siswi di SD Negeri 04. Foto: Arjuna/ Batam Pos.

batampos – Sebanyak 155 pasang sepatu disalurkan kepada siswa-siswi SD Negeri 04 Batuampar, Batam oleh Marriott International dan Four Points Hotel by Sheraton Batam, Jumat (15/11).

Donasi ini merupakan bagian dari program tahunan bertajuk “Shoes to School”, sebuah inisiatif Marriott International yang bertujuan membantu para siswa yang membutuhkan.

Human Resource Manager Four Points Hotel by Sheraton Batam, Ria Haryanti mengatakan, program “Shoes to School” diadakan setiap tahun dan menargetkan sekolah-sekolah yang siswanya membutuhkan perlengkapan dasar seperti seragam atau sepatu.

Tahun ini, Marriott International menggandeng pelaku UMKM yang memproduksi sepatu untuk disalurkan ke sekolah-sekolah. “Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan yang kami adakan setiap tahun. Kami selalu menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Batam untuk memperoleh data sekolah yang memerlukan bantuan,” kata Ria.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Negeri 04 Batam, Rosminah mengapresiasi bantuan tersebut, mengingat jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 1.053 orang. Menurutnya, banyak diantara anak didiknya yang membutuhkan sepatu tersebut dan sangat terbantu dengan adanya donasi sepatu ini.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak kami. Donasi ini sangat bermanfaat, terutama bagi siswa-siswa yang membutuhkan,” ujarnya.

Program “Shoes to School” ini menjadi salah satu dari sekian banyak inisiatif sosial Four Points by Sheraton Batam dalam mendukung pendidikan anak-anak di Batam. Pihak hotel berkomitmen untuk melanjutkan program ini secara konsisten setiap tahunnya, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan mereka.

“Anak-anak juga sangat gembira menerima sepatu baru. Kami berharap kedepannya lebih banyak lagi pengusaha yang peduli pada dunia pendidikan, karena pendidikan memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan bahagia,” kata Rosminah. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Marriott International dan Four Points Hotel Donasikan Sepatu untuk Siswa SD Negeri 04 Batuampar pertama kali tampil pada Metropolis.