batampos – Arus Muda Kepri menggelar Arus Muda Millenial Food Fest 14-17 November 2024 di Alun-alun Engku Putri Batam Center. Panitia pun sudah mengundang pasangan calon Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri H Muhammad Rudi dan H Aunur Rafiq ke acara tersebut.
Namun, karena saat ini masih dalam masa kampanye dan lokasi acaranya di kawasan Engku Putri, Batam Centre, yang merupakan aset pemerintah nonkomersial, pasangan Rudi-Rafiq tak hadir demi mentaati aturan.
Ketua Arus Muda Kepulauan Riau Edy Kurniadi mengatakan, ketidak hadiran Rudi-Rafiq itu sebagai bagian dari mentaati aturan yang ada.
“Beliau berdua menghargai aturan dan ketentuan yang berlaku. Dan kami juga sudah mendengar penjelasan dan arahan langsung dari Bawaslu Kota Batam, sehingga disepakati Pak Rudi dan Pak Rafiq tak hadir,” kata Edy.
Edy bersama Hari Bambang Wahyudi, sudah berkonsultasi ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Batam. Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen Arus Muda Kepulauan Riau untuk tertib administrasi dan taat hukum demi terselenggarannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang tertib dan bermartabat.
Kegiatan Arus Muda Millenial Food Fest dilaksanakan pada 14-17 November 2024 di Alun-alun Engku Putri Batam Center. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahim sesama millenial agar tetap sejuk dan damai dalam kondisi politik di kepri. Kegiatan ini diisi dengan Penampilan Band, Cosplay, Seni Tradisional dan dimeriahkan dengan kehadiran Artis Ibu Kota Casandra Band. (*/adv)
batampos – Mulai Jumat (15/11), Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan wajib QR Code atau barcode untuk pembelian Bahan Bakar Khusus Penugasan (BBKP) Pertalite di Batam. Karena itu, jika tidak memiliki barcode MyPertamina, kendaraan roda empat tidak akan lagi bisa membeli Pertalite di seluruh SPBU di Batam.
Pengendara mobil membeli BBM jenis Pertalite dengan menunjukkan QR Code di SPBU Batam Center, Rabu (13/11). Sejumlah warga mempertanyakan jadwal resmi penggunaan QR Code untuk membeli Pertalite. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Meski Pertamina Patra Niaga sudah menerapkan aturan tersebut, ternyata Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam yang mewakili Pemerintah Kota Batam belum menerima informasi resmi. Artinya, diduga tidak ada koordinasi antara Pertamina dengan Pemko Batam.
Sales Branch Manager Ra-yon II Kepri Pertamina Patra Niaga, Gilang Hisyam Hasyemi, mengatakan bahwa wajib QR Code sudah resmi diberlakukan untuk pembelian Pertalite di SPBU-SPBU khusus kendaraan roda empat. “Ya, per 15 November, kami resmi memberlakukan QR Code sebagai syarat pembelian Pertalite kendaraan roda empat di SPBU,” tegas Gilang.
Bagi yang belum mendaftarkan kendaraannya untuk QR Code, secara otomatis tidak akan bisa lagi mengisi Pertalite di SPBU-SPBU. Petugas SPBU secara otomatis akan mengarahkan kendaraan untuk mengisi BBM jenis lainnya seperti Pertamax atau Pertamax Turbo.
“Untuk hari ini masih bisa mengisi Pertalite meski belum punya barcode, tapi mulai 15 November tidak bisa lagi. Wajib QR Code. Kecuali mereka yang sudah mendaftar namun masih dalam tahap verifikasi,” jelas Gilang.
Menurut Gilang, alasan pemberlakuan QR Code pada kendaraan roda empat di Batam karena jumlah kendaraan yang terdaftar sudah mencapai 70 persen. Hal tersebut sesuai dengan instruksi percepatan QR Code sebagai bentuk pendataan.
“Jadi, berdasarkan jumlah kendaraan yang sudah mendaftar, kami resmi memberlakukan QR Code sebagai syarat pembelian Pertalite,” ungkap Gilang.
Saat disinggung mengenai aturan hukum pemberlakuan QR Code sebagai syarat pembelian Pertalite, Gilang menjelaskan bahwa pihaknya berpedoman pada aturan BPH Migas tentang penggunaan digital dalam pembelian Pertalite, bukan pada aturan dari Kementerian ESDM.
“Kami tidak menggunakan aturan Kementerian ESDM karena prosesnya lebih lama. Jadi, kami berpedoman sesuai aturan BPH Migas saja, ini sebagai bentuk pendataan, bukan pembatasan. Karena jika sudah punya QR Code, pembelian Pertalite bisa dilakukan seperti biasa,” jelas Gilang.
Ia juga mengimbau masya-rakat yang belum memiliki barcode MyPertamina agar segera mendaftarkan kendaraan roda empatnya. Proses pendaftaran jika mengikuti aturan hanya memakan waktu kurang dari 10 menit.
“Pendaftaran bisa secara online, atau jika bingung bisa meminta bantuan petugas di SPBU, bahkan langsung ke Kantor Pertamina. Akan dibimbing sampai terdaftar,” ungkap Gilang.
Sementara itu, Kepala Disperindag Gustian Riau mengaku masih belum mendapatkan informasi terkait penerapan QR Code sebagai syarat pembelian Pertalite di Batam per 15 November. “Sampai hari ini, kami belum mendapat informasi terkait hal tersebut,” ujar Gustian.
Karena itu, pihaknya akan menunggu surat resmi pemberlakuan QR Code dari Pertamina. Apalagi penerapan tersebut berkaitan dengan hajat hidup masyarakat menengah ke bawah di Kota Batam.
“Jadi, kami akan menunggu surat resmi terkait itu,” ungkap Gustian.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga berencana menerapkan QR Code sebagai syarat wajib pembelian Pertalite untuk kendaraan roda empat di Kepri. Namun, rencana yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober tersebut belum mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Sehingga Pertamina membatalkan jadwal penerapan pada 1 Oktober 2024 lalu. (*)
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melaporkan lonjakan signifikan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Batam sepanjang tahun 2024. Hingga November, jumlah kasus DBD di Batam mencapai 602 kasus, naik drastis dibandingkan 392 kasus yang tercatat pada 2023.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa lonjakan ini juga diiringi dengan meningkatnya angka kematian akibat DBD. Tercatat sembilan orang meninggal dunia hingga 8 November 2024.
”Jumlah kasus yang meningkat ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujar Didi, Kamis (14/11).
Mengantisipasi kenaikan kasus DBD yang semakin mengkhawatirkan, Dinkes Kota Batam telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 23 Tahun 2024. Edaran ini menyerukan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran DBD, terutama saat memasuki musim hujan, yang dapat meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.
Sebagai langkah preventif, Dinkes Batam menggalakkan program jumantik di rumah-rumah dan perkantoran, dengan tujuan meningkatkan pengawasan terhadap jentik nyamuk di lingkungan pemukiman dan fasilitas umum.
”Program ini penting untuk memastikan tidak ada tempat berkembang biaknya nyamuk di lingkungan masyarakat,” kata Didi.
Selain itu, Dinkes juga mendorong partisipasi masyarakat dalam Gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, Mengubur, serta berbagai tindakan tambahan lainnya untuk mencegah DBD.
Gerakan ini diharapkan dapat meminimalisasi sumber-sumber genangan air yang menjadi tempat nyamuk bertelur.
Untuk meningkatkan keterlibatan warga, Dinkes juga meluncurkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J). Dalam gerakan ini, setiap rumah diharapkan memiliki satu juru pemantau jentik (jumantik) yang bertugas memastikan kebersihan lingkungan dari potensi genangan air.
Didi berharap, melalui G1R1J, setiap rumah tangga dapat berperan aktif dalam pencegahan DBD.
”Dengan peran serta warga, kami yakin risiko penyebaran virus dapat ditekan,” tutupnya. (*)
Petugas dari Satlantas Polres Bintan melakukan olah tempat kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Barat, Desa Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Bintan pada Kamis (14/11/2024) sekitar pukul 10.30 WIB. F.Satlantas Polres Bintan untuk Batam Pos.
batampos– Seorang ayah berinisial Sg, 52, dan ibu berinisial Ls, 44, warga jalan Anggrek Merah, Tanjungpinang meninggal usai mengalami tabrakan dengan truk di Jalan Lintas Barat, Desa Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Bintan pada Kamis (14/11/2024) sekitar pukul 10.30 WIB.
Sementara seorang anak perempuan berinisial Ca, 7, mengalami luka berat.
Kasat Lantas Polres Bintan, AKP Firuddin melalui Kanit Gakkum Ipda Juang mengatakan, kejadian berawal saat truk BP 8267 WQ yang dikemudikan Fy dengan membawa seorang penumpang berinisial Yl melaju dari arah luar kota hendak menuju ke arah Kijang.
“Truk membawa muatan ayam. Mereka mau mengantar ayam,” katanya.
Saat melintas jalan tikungan, dia mengatakan, tiba-tiba truk yang dikemudikan Fy masuk ke jalur lawan.
Sementara dari arah berlawanan, dia mengatakan, datang sepeda motor BP 4286 WB yang dikendarai Sg membawa dikabarkan istrinya Ls dan anaknya Ca.
“Truk masuk ke jalur sepeda motor yang datang dari arah dalam kota menuju ke arah luar kota,” katanya.
Dia mengatakan, saat itu jalan basah karena baru selesai hujan. Karena jarak antara truk dan motor terlalu dekat sehingga tabrakan tak terhindarkan.
Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut, pengendara motor Sg dan istrinya, Ls meninggal, sedangkan anaknya Ca mengalami luka berat.
“Saat ini korban Ca masih dalam penanganan medis di rumah sakit,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian. Dari olah kejadian, petugas menyimpulkan sementara penyebab kecelakaan karena truk yang masuk ke jalur lawan. (*)
Beberapa lampu penerangan jalan di Jalan Raja Isa, Batam Center, padam, Kamis (14/11). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Raja Isa, mulai dari Simpang Perumahan Beverly hingga Simpang Sekolah Kallista, Batam Center, kembali kembali padam sejak beberapa hari terakhir. Kondisi serupa juga terjadi di jalur dari Simpang Sekolah Kallista hingga Orchard Park, yang sudah beberapa hari terakhir tidak berfungsi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari pengendara serta warga setempat, terutama pada malam hari.
Pantauan di lokasi pada malam hari menunjukkan bahwa minimnya penerangan membuat jalan tersebut gelap gulita, mengurangi jarak pandang pengendara, dan meningkatkan risiko kecelakaan. Selain membahayakan keselamatan, kondisi ini juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan kecemasan bagi para pengguna jalan.
”Sepanjang jalan ini gelap kalau malam, apalagi kendara-an yang melintas cukup ramai. Ini membuat kami waswas setiap kali melintas,” ujar Ana, salah satu warga yang sering melewati jalan tersebut, Kamis (14/11).
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki PJU yang padam untuk meminimalisasi risiko kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Kondisi gelap di Jalan Raja Isa, yang sering dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama karena area tersebut merupakan jalur lalu lintas yang cukup ramai pada malam hari. Beberapa pengendara mengaku harus berhati-hati dan mengurangi kecepatan untuk menghindari potensi kecelakaan akibat kurangnya penerangan.
Pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah untuk memperbaiki PJU yang rusak dan memulihkan penerangan di sepanjang jalan tersebut. Warga berharap agar perbaikan segera dilakukan agar penerangan di sepanjang jalan kembali normal dan risiko kecelakaan dapat diminimalisasi.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang PJU Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Kukuk, mengaku pihaknya akan segera memeriksa lokasi-lokasi yang dilaporkan padam. Ia menjelaskan bahwa area tersebut sebelumnya telah diperbaiki akibat pencurian kabel yang menyebabkan kerusakan pada PJU.
”Segera kami cek, harusnya sudah oke itu,” ujar Kukuk.
Menurutnya, proses penggantian kabel dari bahan kuningan ke aluminium terus dilakukan oleh DBMSDA Kota Batam, termasuk di lokasi yang saat ini mengalami pemadaman. Langkah ini diambil untuk meminimalisasi pencurian kabel kuningan yang kerap terjadi.
”Proses penggantian ke aluminium terus berlangsung tanpa henti,” tambah Kukuk. (*)
batampos – Pemerintah memang terus mempersempit ruang gerak judi online (judol). Meski demikian, pemain judol tak kunjung berkurang. Bahkan, jumlahnya meningkat tajam. Berdasar laporan terbaru intelijen yang diterima Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan, pemain judol di Indonesia mencapai 8,8 juta orang.
”Kalau data dari intelijen ekonomi di tahun 2024, ada sebanyak 8,8 juta pemain judi online. 80 persennya adalah masyarakat bawah dan menyasar ke anak-anak muda,” tutur BG, sapaan akrab Budi Gunawan.
Ironisnya, mayoritas pemain judol berasal dari kelas ekonomi bawah. Anak-anak juga menjadi salah satu kelompok yang banyak terpapar judol pada 2024.
Angka yang disampaikan BG tersebut naik tajam dibandingkan data yang pernah dirilis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di website-nya pada Juli lalu. Waktu itu, Indonesia disebut menjadi negara tertinggi pengguna judol. Pemain judol di Indonesia sebanyak 4 juta orang.
Jika diperinci berdasar demografi, pemain judol usia di bawah 10 tahun mencapai 2 persen atau 80.000 orang. Lalu, pemain berusia 10–20 tahun sebanyak 11 persen atau sekitar 440.000 orang. Kemudian, usia 21–30 tahun 13 persen atau 520.000 orang. Usia 30–50 tahun 40 persen atau 1.640.000 orang dan usia di atas 50 tahun sebanyak 34 persen atau 1.350.000 orang.
BG menegaskan, tak ada toleransi bagi pihak-pihak yang terlibat judol. Hal itu merespons kabar yang menyebut eks Menkominfo Budi Arie Setiadi terlibat dalam pusaran kasus judol.
Meski demikian, Budi meminta semua pihak menghormati pengungkapan kasus yang kini tengah dilakukan Polri. Dia memastikan kasus judol akan diberantas tuntas.
”Polri sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus-kasus judi online. Tidak akan ada toleransi dan kami meyakini itu karena sudah perintah Pak Presiden bahwa semuanya akan diproses,” tegas mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu di kantor Bea Cukai, Jakarta, Kamis (14/11).
Sementara itu, pemerintah menegaskan bahwa seluruh rekening masyarakat akan dipantau. Jika terdapat indikasi transaksi judol, akan diblokir. Sampai saat ini, 10 ribuan rekening sudah diblokir karena terafiliasi dengan praktik judol.
Perkembangan pencegahan kasus judol itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid di kantornya, Kamis (14/11). Sebelum menyampaikan paparan kepada wartawan, Meutya lebih dahulu menggelar rapat bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar.
Meutya menuturkan, kerja sama Kementerian Komdigi dengan OJK terkait pencegahan praktik keuangan ilegal terus diperkuat. Politikus Partai Golkar itu mengatakan, mereka membuka layanan cekrekening.id yang bisa diakses masyarakat. Tujuannya, mengetahui rekening mana saja yang terkait dengan judol.
Layanan online tersebut terdiri atas tiga fitur utama. Pertama, cek rekening. Fitur itu untuk mengecek apakah rekening yang akan kita tuju untuk bertransaksi terlibat dalam transak-si ilegal atau tidak. Informasi tersebut muncul karena ada laporan dari pengguna atau masyarakat lainnya.
Kedua, fitur daftarkan rekening. Fitur itu bermanfaat bagi masyarakat yang memiliki usaha legal dan ingin mendaftarkan rekeningnya supaya aman dan dapat di-pantau masyarakat lain. Ketiga, laporkan rekening.
Sesuai namanya, fitur tersebut dibuka bagi masyarakat yang menemukan nomor rekening terkait judol, pinjaman online (pinjol) ilegal, dan aktivitas keuangan melanggar hukum lain. Layanan tersebut akan dikaitkan dengan Pusat Anti-Scam yang saat ini digagas OJK.
”Semua rekening dapat dipantau. Memang ini harus dilakukan,” katanya.
Karena itu, Meutya mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik judol, baik sebagai pengguna maupun pemain. Jika terdeteksi, rekeningnya akan diblokir dan bisa dijerat pidana perjudian.
”Kalau sudah terpantau (terlibat judol), mohon maaf akan kita blokir. Kementerian Komdigi akan tegas,” jelasnya.
Mantan presenter TV tersebut mengatakan, arahan Presiden Prabowo sebelum lawatan ke luar negeri sudah jelas. Bahwa seluruh instansi atau lembaga harus bersiner-gi melawan judol. Dia menga-takan, pemblokiran 10 ribuan rekening terkait judol itu merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Komdigi, OJK, perbankan, serta lembaga lain. (*)
Pemberian vaksin tetanus, DT dan ATD di SDN 006 Bengkong, belum lama ini. Dinkes Batam mengingatkan adanya kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada sebagian anak penerima vaksin. F. Rengga Yuliandra/Batam Pos
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan target ribuan siswa SD. Meskipun imunisasi ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit, Dinkes Batam mengingatkan bahwa setiap vaksin berpotensi menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada sebagian anak penerima vaksin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Batam, Melda Sari, menjelaskan bahwa semua jenis vaksin memiliki potensi menimbulkan reaksi atau KIPI. KIPI terbagi menjadi dua jenis, yaitu reaksi lokal dan reaksi sistemik.
”Reaksi lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada lokasi suntikan adalah yang paling sering terjadi. Sementara itu, reaksi sistemik bisa berupa ruam, demam, hingga malaise atau kondisi tubuh yang lemas,” ujar Melda, Kamis (14/11).
Melda menyebutkan bahwa vaksin yang diberikan selama BIAS meliputi vaksin campak rubela, tetanus (DT dan ATD), serta HPV, yang masing-masing memiliki potensi menimbulkan reaksi lokal maupun sistemik.
”Untuk vaksin campak rubela, reaksi lokal berupa nyeri dan kemerahan muncul pada sekitar 10 persen penerima, demikian juga untuk vaksin DT dan ATD. Sedangkan vaksin HPV dapat menimbulkan reaksi lokal pada sekitar 1 hingga 10 persen penerima,” jelasnya.
Selain reaksi lokal, KIPI juga dapat berupa reaksi sistemik seperti demam atau rewel. Gejala demam pada vaksin campak rubela dapat terjadi pada 5 hingga 15 persen penerima, sedangkan vaksin tetanus, DT, dan ATD kurang dari 10 persen. ”Demam akibat vaksin HPV juga sangat jarang, yaitu di bawah 10 persen,” tambah Melda.
Melda menjelaskan bahwa meskipun efek samping ini mungkin terjadi, tim kesehatan selalu siap untuk memantau dan menangani KIPI apabila terjadi. Ia mengimbau orang tua agar tidak khawatir berlebihan. ”Jika ada gejala yang dirasakan setelah imunisasi, segera laporkan kepada petugas kesehatan yang bertugas untuk dilakukan pemantauan lanjutan,” kata Melda.
Dinkes Batam menargetkan program imunisasi ini dapat mencakup seluruh siswa kelas satu, dua, dan lima jenjang SD di Kota Batam, dengan total target 66.800 siswa. Pemberian imunisasi ini diharapkan dapat mencegah penyakit serius seperti difteri dan tetanus serta memastikan kesehatan anak-anak di Batam tetap terjaga.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa dari total target tersebut, sebanyak 22.422 siswa kelas satu akan menerima imunisasi Difteri Tetanus (DT). Sementara itu, 22.189 siswa kelas dua dan lima masing-masing akan mendapatkan imunisasi Tetanus Difteri (TD).
Hingga saat ini, capaian imunisasi untuk siswa kelas satu mencapai 5,1 persen, atau sekitar 1.148 siswa. Sedangkan 4,4 persen atau 973 siswa kelas dua, dan 4,6 persen atau 1.010 siswa kelas lima, telah menjalani imunisasi.
”Pemberian imunisasi ini dilaksanakan langsung di sekolah-sekolah di Kota Batam. Namun, bagi siswa yang tidak dapat mengikuti imunisasi di sekolah, mereka dapat mengunjungi puskesmas terdekat untuk mendapatkan layanan imunisasi,” ujar Didi.
Sebanyak 21 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan siap melayani pemberian imunisasi DT dan TD bagi siswa yang belum diimunisasi di sekolah. ”Program ini merupakan upaya penting untuk menjaga kesehatan anak-anak Kota Batam, terutama dari risiko penyakit serius seperti difteri dan tetanus,” kata Didi. (*)
Bupati Anambas, Abdul Haris jelang Pilkada serentak mengumpulkan paguyuban warga perantau dalam rangka menjaga kondusifitas daerah. f.ihsan
batampos – Bupati Anambas, Abdul Haris mengumpulkan paguyuban warga perantau yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Anambas, Kamis, (14/11).
Tujuan Haris mengumpulkan paguyuban untuk berdialog dalam rangka menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November mendatang.
Menurut Haris peran FPK selama ini begitu besar dalam menjaga kondusifitas daerah. Selain itu, organisasi yang mengakomodir 11 paguyuban ini dinilai memiliki peran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat setempat.
“Di sisa waktu ini, kami meminta rekan-rekan bisa bekerja untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kondusifitas daerah kita,” kata Haris.
Tidak hanya itu, Haris juga menekankan kepada FPK agar dapat mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih.
“Kita tidak ingin angka golput tinggi. Ini kerja kita, ajak lah teman, saudara atau siapapun untuk datang ke TPS untuk gunakan hak suara. Kan sayang kalau tidak digunakan,” tegas Haris.
Sementara itu, Camat Siantan Utara yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua FPK Anambas, Iing Sumindar tidak membantah jika peran mereka dalam menjaga kedamaian di Anambas begitu penting.
Mengingat hampir semua warga perantauan dari seluruh Indonesia tergabung dalam FPK.
Maka dari itu, kata dia, FPK menjadi garda terdepan untuk menyukseskan Pilkada tahun 2024 secara damai dan tentram.
“Mau tidak mau, suka tidak suka kita adalah yang terdepan bila terjadi konflik sosial dimasyarakat. Ini bagaimana menekan konflik sosial antara suku, ras dan agama, dikaitkan lagi dengan kepentingan-kepentingan politik,” katanya. (*)
batampos – Praktik prostitusi online yang melibatkan kaum pelajar di Batuaji dan Sagulung kembali disorot masyarakat. Pasalnya, transaksi esek-esek tersebut makin masif terjadi.
Ini menjadi kekhawatiran serius para orangtua, sebab anak mereka bisa saja terjerumus menjadi korban ataupun pelaku praktik prostitusi ini. Masyarakat berharap pihak berwenang serius memperhatikan persoalan ini.
Penegakan hukum dari pihak kepolisian sa-ngat diperlukan untuk menye-lamatkan generasi muda dari praktik pergaulan bebas ini. Begitu juga dengan dinas terkait yang berwenang mengawasi hotel, wisma, atau tempat penginapan lainnya untuk memperketat pengawasan di lapangan. Hotel dan tempat pengi-napan yang melayani praktik prostitusi anak bawah umur ini sudah seharusnya mendapat sanksi yang tegas.
“Pemerintah baru ini fokusnya mempersiapkan generasi emas untuk Indonesia yang lebih baik. Generasi emas ini ya anak-anak kita ini. Tolong ini diperhatikan karena semakin masif dan terang-terangan praktik prostitusi online yang melibatkan anak-anak sekolah ini,” ujar Suherman, warga Bukit Tempayan, Kecamatan Batuaji.
Sulaiman sendiri mengaku sering memergoki aktivitas anak di bawah umur yang menyimpang. Sebagai sopir taksi online yang kerap mangkal di kawasan perhotelan dan wisma malam hari, ia sering mengantar penumpang dari kalangan pelajar usai melakukan transaksi di hotel kelas melati.
“Tahu kita dari gerak-gerik mereka ketika keluar dari hotel. Saya sering ngobrol dengan mereka dan memang ke sana arahnya. Jual diri. Padahal masih sekolah. Ini kan miris,” tutur Sulaiman. “Orangtua mungkin di rumah pikir anaknya sedang kerja kelompok atau belajar, rupanya check in ke hotel. Bahkan ada yang berkeliaran di sekitar hotel sampai subuh,” tambah dia.
Warga yang berdiam dan berjualan di sekitar Ruko Limanda, Kelurahan Buliang, Batuaji, juga menyampaikan hal yang sama. Praktik prostitusi online anak di bawah umur makin marak.
Setiap malam, banyak anak remaja yang keluar-masuk hotel melati di sekitar ruko tersebut. Bahkan kafe remang-remang juga ramai dengan gadis di bawah umur.
“Semakin ramai sekarang dengan anak-anak sekolah ini. Setiap malam itu. Keluar dari kafe, kadang langsung check in ke hotel. Semakin mengkhawatirkan lingkungan kami ini,” kata Saurma, warga Perumahan Pandawa, Batuaji.
Apa yang dikhawatirkan masyarakat ini pernah dibuktikan jajaran Polsek Batuaji dan Seibeduk beberapa waktu lalu. Bahkan menurut Polsek Seibeduk, muncikari janda muda kerap menyalurkan anak di bawah umur atau pelajar ke pria hidung belang. Meskipun lokasi pengungkapannya di Kampung Aceh, Mukakuning, ia tinggal di Batuaji, dan sering beraksi di Batuaji.
Demikian dengan Polsek Batuaji yang pernah mengungkap jaringan prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur ini. Muncikarinya bahkan juga siswi yang masih aktif sebagai pelajar waktu itu. Ini hendaknya menjadi perhatian serius dari aparat penegak hukum agar praktik prostitusi online anak di bawah umur ini bisa diberantas.
Sementara di lapangan, Batam Pos juga mendapati maraknya praktik prostitusi terselubung anak di bawah umur. Aplikasi MiChat menjadi media favorit bagi pelaku ataupun penikmat layanan prostitusi terselubung tersebut.
Penelusuran Batam Pos menunjukkan bahwa pelaku prostitusi ini terang-terangan menawarkan jasa mereka pada keterangan profil aplikasi. Tulisan beragam, mulai dari “terima short time” hingga “temani pelanggan semalaman”.
Pelaku prostitusi juga sudah memiliki lokasi hotel atau wisma langganan sehingga transaksi berlangsung di hotel atau wisma yang sudah mereka tentukan. Tarif yang ditawarkan berkisar dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta.
Ls, salah satu pelaku prostitusi yang berhasil dihubungi menuturkan, praktik seperti ini sudah lama berlangsung dan bukan rahasia umum lagi bagi para pria yang ingin menikmati jasa layanan esek-esek tersebut. Pelaku prostitusi diakui sangat banyak.
Aktivitas mereka ada yang dikoordinasi oleh muncikari serta ada juga yang bergerak sendiri.
“Kalau saya sendiri. Karena ada layanan massage juga,” ujar Ls.
Praktik prostitusi online ini memiliki beragam modus. Mulai dari terang-terangan hingga bermoduskan pijat atau massage.
Aktivitas massage plus-plus ini marak di perhotelan sebab lokasi massage yang sebelumnya cukup marak di sana sudah banyak tutup. Pelaku massage kini pindah ke hotel dan bekerja secara mandiri.
Polsek Batuaji saat kembali dikonfirmasi mengaku masih intens dengan pengawasan dan penindakan di lapangan. Praktik prostitusi ataupun kenakalan remaja pada umumnya masih menjadi perhatian dalam berbagai kegiatan penertiban dan pengawasan.
“Itu tetap kita perhatikan. Kita pantau. Tapi yang jauh lebih penting adalah pengawasan orangtua di rumah. Kami tak bosan-bosan untuk menyampaikan ini agar perhatikan kegiatan anak di rumah. Anak keluar malam harus diperhatikan. Kalau kelamaan segera jemput atau telepon suruh pulang. Bila perlu jangan izinkan keluar di malam hari,” imbau Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Andi Pakpahan. (*)
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan kapten Jay Idzes. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
batampos – Tak ada rasa minder apalagi takut yang menggelayuti Timnas Indonesia jelang laga berat melawan Jepang. Pasukan Garuda menyatakan kesiapannya untuk berjuang meraih kemenangan pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Duel Timnas Indonesia vs Jepang akan tersaji pada matchday lima grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga itu bakal dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Jumat (15/11) pukul 19.00 WIB.
Bila berbicara data, terdapat perbedaan level yang cukup jomplang antara Timnas Indonesia dengan Jepang. Dalam urusan ranking FIFA misalnya, ada selisih 115 tingkat di antara kedua tim negara.
Timnas Indonesia berada di posisi ke-130 dunia dalam ranking FIFA. Sedangkan Jepang menempati urutan ke-15 dunia. Samurai Biru adalah negara dengan peringkat FIFA tertinggi di Asia.
Selain itu, kemenangan dalam pertemuan terakhir kedua tim juga jadi milik Jepang. Timnas Indonesi kalah dari Samurai Biru dengan skor 1-3 di fase grup Piala Asia 2023 pada Januari lalu.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengakui bahwa pertarungan melawan Jepang tak akan mudah. Tapi, juru taktik asal Korea Selatan itu menolak untuk mengibarkan bendera putih.
Shin Tae-yong dengan tegas menyatakan bahwa Timnas Indonesia akan berjuang semaksimal mungkin melawan Jepang. “Pastinya besok akan jadi pertandingan yang sangat sulit bagi kami,” tutuenya dalam jumpa pers pralaga.
“Namun, semua pemain termasuk saya ingin menjadikan laga ini sebagai laga yang tidak disesali setelah selesai. Hasil pertandingan tidak ada yang tahu pastinya,” tambah Shin Tae-yong.
Jay Idzes selaku kapten Timnas Indonesia sementara pun sepakat. Dia setuju dengan pernyataan sang pelatih dan menyatakan bahwa Garuda tak akan menyerah begitu saja dari Jepang.
Malah, Jay Idzes menilai peluang dan kesempatan Timnas Indonesia untuk mendapatkan poin, termasuk menang atas Jepang tetap terbuka.
Apalagi Timnas Indonesia akan bermain di Stadion Utama GBK, di hasapan puluhan ribu suporter sendiri. Setidaknya ada 70 ribu penonton yang dipastikan bakal memadati arena megah di daerah Senayan tersebut.
“Jepang adalah lawan yang berat dan nomor satu di Asia. Namun, bukan berarti kita tidak punya kesempatan, kami punya kesempatan. Saya percaya pada tim kami, pada kemampuan kami,” jelas Jay Idzes.
“Jadi kami akan coba mengerahkan semuanya besok apalagi kami akan bermain di atmosfer SUGBK. Semua hal bisa terjadi besok, jadi kami akan coba memberikan yang terbaik,” pungkas bek Venezia FC ini. (*)