Kondisi Gedung Beringin saat ini. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Gedung Beringin yang terletak di Kecamatan Sekupang, Batam, dulunya menjadi pusat kegiatan masyarakat, kini tampak terbengkalai. Gedung yang dahulu megah ini nyaris tak terlihat lagi dari kejauhan, tertutup oleh semak belukar dan pohon-pohon besar yang tumbuh liar di sekelilingnya. Kondisi bangunan yang semakin rusak dan tak terurus menambah kesan kumuh serta memprihatinkan.
Pantauan Batam Pos di lokasi menunjukkan halaman gedung dipenuhi tumbuhan liar yang menjulang tinggi. Pohon-pohon besar tumbuh subur tepat di pintu masuk, menghalangi akses ke dalam gedung.
Bahkan, salah satu pohon besar tampak miring dan membahayakan, berada di pintu utama gedung. Semak-semak lebat menutupi hampir seluruh halaman gedung, hingga dari kejauhan bangunan yang didirikan oleh Otorita Batam itu seolah hilang dari pandangan.
Beberapa bagian bangunan tampak rusak parah. Plafon atap mulai berlubang, dinding-dinding retak, dan cat gedung mengelupas di berbagai sudut. Kondisi di dalam gedung pun tak jauh berbeda, kusen pintu lapuk, serta jendela-jendela yang pecah menambah kesan tak terurus dan terbengkalai.
“Kalau kita lihat dari jauh, sudah tidak kelihatan lagi kalau ini gedung. Dulu tempat ini ramai digunakan untuk acara warga, sekarang malah jadi tempat kosong yang mengerikan,” kata Yanto, 50, warga Sekupang, Selasa (8/10).
Menurut Yanto, Gedung Beringin dulunya sering digunakan untuk acara pertemuan, pesta pernikahan, dan kegiatan resmi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, gedung ini dibiarkan kosong dan tak lagi digunakan, hingga akhirnya dipenuhi tumbuhan liar.
Warga menilai gedung ini masih memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan masyarakat, namun kondisinya yang semakin parah perlu segera ditangani. Warga khawatir gedung ini bisa menimbulkan bahaya, terutama dengan kondisi pohon-pohon besar yang tak terurus.
“Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki gedung ini. Tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membersihkan seluruh area yang sudah dipenuhi pohon dan semak belukar,” ujar Yanto.
Gedung Beringin merupakan bangunan pertama kali yang didirikan oleh Otorita Batam (1986) sebagai sarana serbaguna sekaligus dan gedung kesenian melayu. Lokasinya berada di wilayah Sekupang, dan sudah lama tidak gunakan.
Iwan warga lainnya mengaku, dulunya gedung tersebut merupakan tempat pertemuan para pejabat pusat di era masa Persiden Soeharto. Namun bangunan ini dibiarkan dan tak terawat. Penampakannya pun rusak, kotor dan kumuh.
“Terakhir digunakan sewaktu ada pentas seni kebudayaan melayu,” ujarnya. (*)
batampos – Pulau Belakangpadang merupakan salah satu dari 12 kecamatan di Kota Batam. Pulau ini kerap disebut sebagai pendahulu kesuksesan dari Batam yang kini terkenal sebagai kota industri. Mengapa demikian? Jauh sebelum Batam berkembang, Belakangpadang sudah memiliki peradaban maju. Pulaunya kecil. Bisa dikelilingi dengan berjalan kaki kurang dari sehari.
Pulau Belakangpadang. F Dok Batam Pos
Namun, pulau ini menawarkan pesona dan daya tarik tersendiri. Pulau ini terletak di bagian barat Kota Batam. Dapat diakses dengan menggunakan kapal kayu bertenaga mesin atau pompong dari pelabuhan Sekupang. Waktu tempuh dari Batam ke Pulau ini sekitar 25 menit, menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau bagi para wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan khas pulau yang sangat identik dengan Melayu Kepri.
Belakangpadang terkenal dengan keindahan alam yang masih asri dan terjaga. Konturnya berbukit dan masih hijau. Dari sini, pemandangan negara Singapura sangat terlihat dekat dan jelas. Pulau ini juga dikelilingi oleh gugusan batu karang yang menambah pesona alamnya.
Salah satu daya tarik utama di pulau ini adalah kulinernya dan juga pulau di seberangnya, yang memiliki nama unik, yakni Pulau Janda Berhias.
Nama Belakangpadang sendiri memiliki sejarah yang cukup menarik. Konon, pada masa lalu, pulau ini digunakan sebagai tempat persinggahan dan perdagangan antara Indonesia dan Singapura. Pulau ini juga merupakan tempat tinggal bagi sebagian besar komunitas Melayu yang masih menjaga kebudayaan dan tradisi mereka hingga saat ini.
Selain itu, pulau ini juga dikenal dengan masyarakat nelayannya yang hidup dari hasil laut. Kehidupan masyarakat yang masih bergantung pada tradisi lama membuat pulau ini menjadi tempat yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut, terutama bagi para wisatawan yang ingin merasakan kehidupan yang lebih sederhana dan alami.
Bagi para pendatang yang ingin menikmati pulau ini, redaksi menyarankan, selain berjalan kaki, bisa berkeliling menggunakan becak kayuh atau becak motor.Menyusuri jalanan pulau dengan sepeda atau motor bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menikmati pemandangan alam yang indah dan suasana tenang di sekitar pulau.
Puas berkeliling, bisa menikmati kuliner di Kedai Kopi Ameng atau menikmati seporsi mie goreng dan es campur di pasar dekat pelantarnya. Di sini, hidangan seafood segar seperti ikan, kepiting, dan udang yang tak hanya enak, tetapi juga murah.
Cobalah berjalan ke bagian belakang pulau. Nikmati pemandangan sore dari pelantar kayunya. Kalau Anda beruntung, pemandangan matahari terbenam dari pulau ini akan memendarkan sinar jingga indah dan dramatis.
Bagi warga lokal, pulau Belakangpadang kerap dijadikan sebagai wisata alternatif akhir pekan, sekadar menikmati sarapan pagi di sana. (*)
Muhammad Reza Cordova saat ini menyandang predikat sebagai profesor riset termuda di BRIN.
batampos – Puncak karier seorang peneliti di lembaga riset adalah menjadi profesor riset. Muhammad Reza Cordova berhasil meraihnya di usia yang relatif muda. Upaya penanganan mikroplastik menjadi perhatian utamanya.
”Prof, Prof, Prof. Jangan panggil saya Prof,” kata Muhammad Reza Cordova kepada wartawan saat diskusi mengenai kebocoran sampah plastik di kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 11 September lalu. Pada diskusi itu, Reza begitu luwes memaparkan soal sampah laut. Khususnya mengenai mikroplastik.
Pria kelahiran Bogor, 3 November 1986, itu berhasil menyandang status sebagai profesor riset termuda di BRIN. Dia dikukuhkan bersama tiga profesor riset lainnya pada 27 Juli lalu. Itu artinya, saat dikukuhkan, usia Reza menginjak 37 tahun. Masih terbilang muda.
Saat pengukuhan profesor riset urutan ke-667 itu, Reza menyampaikan orasi mengenai sampah plastik. Judulnya, Pengelolaan Sampah Plastik dalam Mendukung Mitigasi Pencemaran Lingkungan Laut.
Baginya, sampah laut adalah persoalan global. Sampah laut sama seperti angin. Jika memakai istilah saat pemilu presiden, sampah laut pun tidak memiliki KTP. Sampah laut dari Indonesia, ada yang ditemukan di Afrika Selatan (jarak 10.051 km). Bahkan sampah plastik dari Sungai Cisadane, Kabupaten Bogor, ada yang sampai ke Madagaskar (jarak 6.607 km). Sampah plastik dari Indonesia juga ditemukan di sejumlah pantai-pantai menawan di Maladewa.
Reza menceritakan, dirinya menjadi peneliti mulai 2015 di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), institusi yang sejak 2021 dilebur menjadi BRIN. Ketika itu, mimpi ingin menjadi profesor riset sudah tumbuh.
’’Sempat terbersit di pikiran, kayaknya seru jadi profesor riset termuda di LIPI,’’ katanya.
Alumnus IPB dan Tokyo University of Agriculture itu mengungkapkan, dirinya memang memiliki minat atau passion di bidang penelitian. Khususnya penelitian-penelitian dasar. Karena sifat penelitiannya itu, meski sudah dilakukan berkali-kali, belum ada satu pun hasil penelitiannya yang masuk tahap komersialisasi.
Dia menegaskan bahwa tugas seorang peneliti tidak hanya melakukan penelitian saja. Tetapi menelurkan hasil penelitiannya itu menjadi publikasi ilmiah. Baginya, tanpa publikasi tersebut, seseorang tidak bisa disebut peneliti atau periset.
Ketika LIPI sudah dilebur ke BRIN, Reza tetap aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Sampai akhirnya, dia berhasil meraih status sebagai profesor riset.
”Ini mungkin yang namanya mestakung. Semesta mendukung. Ketika kita bilang A, kemudian terpatri di kepala, tiba-tiba tercapai,” katanya, lantas tertawa.
Reza menegaskan, menjadi profesor riset bukan tujuan utamanya. Baginya itu sebagai bonus. Hal itu berkat kegigihannya dalam melakukan penelitian serta publikasi ilmiah. Saat dikukuhkan menjadi profesor riset, Reza tercatat sudah menghasilkan 86 publikasi ilmiah. Dia juga aktif sebagai mentor akademik, menerima berbagai penghargaan, serta menjadi inspirasi bagi periset muda lainnya.
Namun, lanjut dia, penelitian yang diwujudkan dalam publikasi ilmiah itu bermanfaat untuk masyarakat ilmiah saja. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengubah hasil riset itu supaya bisa masuk ke pemerintahan atau pengambil kebijakan. Sehingga bisa berujung menjadi kebijakan yang membawa kebaikan untuk manusia.
”Ini harus saya lakukan. Karena saya merasa bertanggung jawab, diberikan ilmu sama Tuhan, masak tidak ada manfaatnya,” tutur pemilik sekitar lima paten itu. Reza menegaskan, hilirisasi berbagai penelitiannya bukan mengarah pada produk komersial atau sebuah purwarupa.
Meski begitu, saat ini ada hasil penelitiannya bersama sejumlah kolega yang masuk tahap uji coba. Penelitian tersebut adalah pengolahan sampah plastik dibuat interlocking brick. Yaitu sejenis concrete block (conblock) atau batu bata.
Bata dari sampah plastik itu sedang diuji supaya bisa digunakan sebagai tembok di pesisir. Tujuannya adalah menahan laju abrasi. Menu-rutnya, abrasi saat ini menjadi ancaman semua negara yang memiliki pantai. Meningkatnya suhu muka air laut yang dipicu perubahan iklim membuat muka air laut semakin bertambah.
Reza menjelaskan, inovasi pembuatan conblock itu nantinya tentu akan didaftarkan patennya. Tetapi, bisa jadi nanti sifat patennya terbuka. Artinya bisa dimanfaatkan oleh siapa pun. Sebab, untuk mencegah abrasi di pesisir atau bibir pantai, butuh kolaborasi banyak pihak.
Pengujian yang dilakukan saat ini untuk mengukur seberapa besar mikroplastik yang dilepaskan oleh conblock tersebut ke lautan. Jangan sampai mikroplastik yang terlepas ternyata cukup besar.
Di depan sejumlah wartawan di kantor BRIN, Reza me-nyampaikan bahwa plastik sejatinya bukan musuh manusia. Tetapi, yang masih jadi tantangan sampai sekarang adalah pengelolaannya. Dia mengatakan, 60 persen penggunaan plastik di dunia adalah plastik sekali pakai. Seperti botol air minum dan pembungkus makanan.
Khusus di Indonesia, keberadaan tempat pembuatan akhir (TPA) juga belum efektif. Karena baru 50 persen produksi sampah yang berakhir di TPA. Banyak orang yang masih membakar sampah atau membuang ke sungai yang akhirnya bermuara di lautan.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengapresiasi capaian yang diraih Reza sebagai profesor riset termuda di BRIN. ”Prestasi dia menjadi salah satu teladan baik. Serta menjadi motivasi bagi periset lain,” katanya.
Mantan kepala LIPI itu menuturkan, sejak awal pembentukannya, BRIN tidak hanya melakukan integrasi sejumlah lembaga riset. Tetapi juga transformasi proses bisnis dan penguatan SDM periset melalui program manajemen talenta nasional bidang riset dan inovasi. (*)
Kasubsi A bidang Intelijen Aditya Syaummil Patria saat menjadi pemateri dalam penerangan hukum di depan puluhan masyarakat Cengkui, Bulang.
batampos – Jelang Pemilihan Kepala Daerah di Kota Batam, Intel Kejaksaan Negeri Batam memberi penerangan hukum kepada masyarakat di Pulau Cengkui, Kecamatan Bulang, Selasa (8/10). Salah satunya menolak politik uang demi kesuksesaan Pilkada berlangsung bersih dan aman.
Kasubsi A bidang Intelijen Aditya Syaummil Patria menjadi pemateri dalam penerangan hukum di depan puluhan masyarakat Cengkui, Bulang. Dalam materinya, jaksa Adit menjelaskan peran intelejen kejaksaan memiliki peran penting dalam menjaga integritas dan transparansi Pilkada.
Apalagi sebagai penegak hukum, intelejen kejaksaan bertanggung jawab untuk memastikan proses Pilkada serentak 2024 berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Tak hanya itu, bagian intelejen juga bertugas dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 diantaranya, telat aktif menggunakan Inteliz untuk menginput data terkait potensi ancaman gangguan, hambatan dan tantangan (AGHT) penyelenggaraan Pemilu serentak, kemudian laporan pengawasaan atau pencegahan melalui program edukasi politik atau sosialisasi potensi AGHT pemilu telah berjalan di masing-masing Satuan Kerja (Satker).
“Namun ada beberapa Satker yang belum aktif, bahkan tidak memberikan pemahaman MoU kepada stake holder, sehingga kesulitan mendapatkan informasi,” ujar Adit di depan puluhan warga.
Karena itu, Adit berharap agar masyakat ikut mengawal proses Pemilu agar bisa berjalan sukses. Diantaranya menolak politik uang, serta adanya kecurangan Pilkada yang terjadi ditengah masyarakat.
“Kami berharap masyarakat bisa turut serta dalam mengawal Pemilu damai dan bersih. Salah satunya menolak politik uang,” tegas Adit.
Dijelaskannya, kejaksaan juga memiliki peran untuk mencegah tindak pidana Pemilu. Diantaranya dengan melakukan detensi dini terhadap potensi tindak pidana Pemilu untuk mengambil langkah pencegahan.
Kemudian dengan melakukan sosialisasi, dimana jajaran intelejen harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait aturan hukum dan Pilkada. Dan terakhir koordinasi dengan pihak KPU atau Bawaslu untuk memastikan tidak adanya celah tindak pidana Pemilu.
“Ada tiga tahapan untuk pencegahan tindak pidana Pemilu, pertama deteksi dini, kemudian sosalisasi dan terakhir koordinasi,” tegas Adit.
Masih kata Adit, penanganan dugaan pelanggaran oleh Kejaksaan bisa melalui posko pemilu Kejaksaan Negeri Batam di Batamcenter. Yang mana petugas posko pemilu menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran dalam Pilkada. Kemudian bagian intelejen akan melakukan operasi intelejen secara tertutup untuk mengumpulkan informasi terkait potensi pelanggaran.
“Terakhir hasil dari investigasi intelejen akan mengambil langkah untuk laporan tersebut, apakah layak diambil langkah hukum,” pungkasnya. (*)
Petugas merapikan barang bukti kasus judi online di Bareskrim Mabes Polri, jakarta, Selasa (8/10). Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan tujuh orang tersangka, satu di antaranya merupakan warga negara asal Tiongkok dengan barang bukti berupa uang tunai Rp6,06 miliar, 17 ponsel, tiga unit laptop, satu unit iPad, serta tiga unit token BCA dan satu unit token BRI. F. Salman Toyibi/Jawa Pos
batampos – Bandar judi online internasional masih beroperasi di Indonesia. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim membongkar bandar judi situs slot 8278 yang dikelola warga negara Tiongkok berinisial QF. Hanya dalam dua tahun beroperasi, perputaran uang bandar judi ini mencapai Rp685 miliar.
Dittipid Siber Bareskrim Brigjen Himawan Bayu Aji menuturkan, bandar judi yang dikelola warga negara asing asal Tiongkok ini dibongkar pada 1 Oktober. Terdapat sejumlah situs yang dikelola bandar tersebut, salah satunya slot 8278 yang telah beroperasi selama dua tahun atau sejak 2022.
”Mereka memiliki beberapa situs dengan beragam jenis judi yang dimainkan,” urainya.
Bandar judi tersebut beroperasi lintas negara. Servernya memang berada di Tiongkok, namun bandar menyasar sejumlah negara ASEAN, seperti Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Kamboja.
”Mereka melakukan berbagai upaya untuk menarik pemain, dari penggunaan pornografi hingga janji kemenangan 1 banding 5 atau 1 banding 7,” paparnya.
Menurutnya, dengan berbagai trik tersebut, perputaran uang bandar judi ini dalam du tahun mencapai Rp685 miliar. Petugas menyita Rp6 miliar uang tunai dari bandar judi tersebut.
”Kami jerat dengan tindak pidana pencucian uang,” urainya.
Untuk jumlah pemain judi, lanjutnya, diperkirakan pemain judi situs tersebut mencapai 85 ribu warga Indonesia. Namun, untuk pemain judi dari negara lain masih didalami.
”Kami masih cek jumlah pemain keseluruhan atau globalnya,” terangnya.
Terdapat tujuh orang yang ditangkap dalam kasus tersebut, yakni satu orang WNA Tiongkok dan enam orang warga Indonesia. Tersangka warga Tiongkok itu memiliki jabatan tinggi di bandar judi, yakni Direktur Penyedia Jasa Pembayaran. ”Warga Tiongkok inisialnya QF,” paparnya.
Untuk enam lainnya, berinisial RA sebagai Dirut Penye-dia Jasa Pembayaran, IMM sebagai Komisaris dan Legal, AF sebagai Chief Operating, FH sebagai Finance, dan RAP sebagai Operator. ”Yang unik, QF itu tidak bisa berbahasa Indonesia,” jelasnya.
QF memiliki latar belakang sebagai investor di Tiongkok, sekaligus memiliki pengalaman di bidang keuangan di Tiongkok. Diketahui, QF berada di Indonesia untuk membuat perseroan terbatas (PT). ”Langsung kami tangkap saat masuk Indonesia,” ujarnya.
Pembuatan PT tersebut ditujukan untuk bisa mengirim uang hasil kejahatan dari Indonesia ke Tiongkok. Petugas mendalami aliran dana dari bandar judi tersebut. ”Kami masih mendalami apakah ada aset dan sebagainya,” jelasnya.
Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa sejak 21 Juni 2024 hingga 6 Oktober 2024, Polri telah berhasil mengungkap kasus perjudian daring sejumlah 198 kasus dan melakukan penangkapan terhadap 247 tersangka. Barang bukti yang disita terdiri dari 1.265 unit handphone, 542 unit laptop, 273 rekening, 30 akun judi daring, 1 unit mobil, 1 unit motor, 1.051 kartu ATM, dan total uang yang disita dari rekening yang diajukan blokir sebesar Rp6.149.010.020.
”Selain penegakan hukum, dalam periode yang sama, Polri melakukan kegiatan preemptive dan preventive sebanyak 11.708 kegiatan preemptive berupa edukasi kepada masyarakat melalui sekolah, kampus, maupun instansi pemerintahan,” ujarnya.
Untuk kegiatan preventive, Polri telah mengajukan pemblokiran situs konten praktik perjudian daring kepada Kominfo sebanyak 52.151 situs atau konten.
”Polri berkomitmen akan menindak tegas dan menekan praktik perjudian daring melalui pendekatan preemptive, preventive, dan penegakan hukum,” ujarnya. (*)
Sejumlah nelayan mempersiapkan perlengkapan untuk dibawa ke laut di pelabuhan Kawal, baru-baru ini. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Kosulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru telah mendampingi tiga nelayan asal Bintan, Kepri yang diamankan petugas keamanan laut Malaysia.
Ketua KNTI Bintan, Buyung Adly menginformasikan bahwa ketiga nelayan asal Bintan yang diamankan petugas keamanan laut Malaysia sudah dilakukan pendampingan oleh KJRI Johor Bahru. Tiga nelayan tersebut pun diharapkan bisa segera dipulangkan ke Tanah Air.
Diberitakan sebelumnya, Kades Berakit, M Darus mengatakan, pihaknya menerima laporan dari ketua RW yang menyampaikan tiga orang nelayan telah diamankan di Malaysia.
“Saya tahu laporan Pak RW warga nelayannya ditangkap di Malaysia,” katanya.
Atas kejadian itu, dia melapor ke pemerintah kabupaten melalui kecamatan.
Adapun tiga nelayan tersebut masing-masing bernama M Senin, 41 dan Taufik Hidayat, 32 serta Angga Bayu Dinata, 23 itu berangkat melaut dari perairan Berakit, Kecamatan Teluk Sebong.
Kemudian, mereka diamankan petugas keamanan Malaysia karena diduga melewati perairan perbatasan. (*)
batampos – Indonesia berada di peringkat 115 dalam Indeks Persepsi Korupsi (CPI) tahun 2023, menurut BPSDM Kemendagri. Pencapaian ini belum menguntungkan bagi iklim investasi dalam negeri.
Berdasarkan data dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index) Indonesia berada di peringkat 115 dari 180 negara pada tahun 2023. Posisi ini menunjukkan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam memperbaiki citra transparansi dan integritas di mata dunia internasional.
Persepsi korupsi yang tinggi dapat menghambat masuknya investasi asing dan domestik, yang pada gilirannya akan memengaruhi target pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai pusat industri dan manufaktur terkemuka di Asia Tenggara.
Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono, menyoroti bahwa capaian ini belum menguntungkan, terutama bagi iklim investasi di Indonesia. “Ini (Indeks Persepsi Korupsi) tentu tidak menguntungkan, karena ini menjadi tolok ukur investor,” ujar Sugeng di Batam, Senin (7/10) malam.
Indeks Persepsi Korupsi merupakan salah satu indikator penting yang dipertimbangkan oleh para investor global sebelum menanamkan modalnya di sebuah negara. Semakin tinggi skor sebuah negara, semakin rendah tingkat persepsi korupsi yang ada, dan hal ini dianggap menguntungkan bagi iklim bisnis serta investasi.
Selain indeks korupsi, Sugeng juga menyinggung kemajuan Indonesia dalam Indeks Kemudahan Berusaha (Ease of Doing Business), yang saat ini berada di peringkat 73 dari 190 negara. Menurutnya, penerbitan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi langkah besar yang diharapkan mampu memperbaiki iklim investasi di Indonesia.
“Indeks kemudahan berusaha, alhamdulillah sudah terbit UU Cipta Kerja. Itu adalah ikhtiar kita. Semua peraturan perundang-undangan terkait dengan investasi menggunakan UU Cipta Kerja,” ujarnya.
Meski demikian, Sugeng mengakui bahwa tantangan terbesar Indonesia saat ini masih terletak pada upaya pemberantasan korupsi yang memengaruhi persepsi global terhadap negara.
Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI mencatat, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang Januari hingga Maret 2024 di Batam mencapai 382,20 juta dolar AS (USD) atau setara Rp5,73 triliun. Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan realisasi pada kuartal pertama tahun 2023 yang hanya sebesar USD174,063 juta atau senilai Rp2,61 triliun.
Pertumbuhan nilai realisasi PMA tersebut tidak terlepas dari perkembangan beberapa sektor industri di Batam, terutama industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam yang kembali mendominasi sepanjang triwulan I 2024 dengan nilai USD151,68 juta atau Rp2,275 triliun.
Peningkatan investasi turut didorong oleh Otorita Batam. Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak atas pencapaian positif tersebut. BP Batam dan seluruh komponen daerah berhasil menjaga iklim investasi dan situasi kondusif Kota Batam, sehingga para investor pun merasa aman.
“Jika keamanan dan kenyamanan investor terjamin, maka investasi akan berjalan lancar. Mari kita terus menjaga kondisi ini agar ekonomi Batam bangkit dan memberikan dampak kesejahteraan terhadap masyarakat,” ujarnya dalam rilis pers BP Batam, Rabu (17/7) lalu.
Rudi optimistis, nilai investasi di Batam akan terus meningkat dengan hadirnya sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat. Harapannya, PSN yang ada mampu memberikan stimulus terhadap peningkatan nilai investasi di masa depan.
“Investasi yang hadir kita harapkan mampu mendukung peningkatan ekonomi daerah. Oleh sebab itu, butuh kolaborasi dari seluruh pihak agar produksi yang ada saat ini berjalan lancar dan maksimal,” ujarnya. (*)
Warga saat membeli cabai merah keriting di Pasar Aviari, Batuaji. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Pedagang pasar basah Aviari komitmen untuk menjaga mutu dan kualitas pangan yang mereka jual. Komitmen ini berjalan dengan baik sebab, diawasi dengan ketat oleh petugas Pos Pantau Pasar Segar Aman (Pos Aman) yang dibentuk oleh Badan Pangan Nasional (BPN) beberapa waktu lalu.
Pangan mulai dari barang sembako, sayur, bumbu, buah hingga ikan dan daging dipastikan aman untuk dikonsumsi. “Karena petugas Pos Aman rutin cek. Kalau ada pangan yang mengandung atau tercemar bahan kimia berbahaya atau cemaran lainnya langsung ditindak. Barang itu tak boleh dijual, ” ujar Husni, pedagang daging pasar Aviari.
Senada disampaikan Jeriko, pedagang buah lainnya, pengecekan bahan pangan yang dijual pedagang rutin dilakukan setiap kali pedagang mendatangkan barang pangan yang akan dijual. Buah yang rusak rusak pun tidak boleh dijual lagi. Begitu juga dengan pangan yang ada masa kadaluarsa juga akan ditarik.
“Bagus memang, semenjak ada Pos Aman ini. Pedagang jadi tertib dan jujur. Tak ada lagi yang main curang pakai pengawet atau cemaran semacam lainnya. Intinya terawasi bahan pangan yang ada di pasar ini. Jangan ragu untuk berbelanja ke sini ya, ” ujar Jeriko.
Ketua Pos Aman pasar Aviari Jumadi menyampaikan, sesuai tugas dan fungsi, petugas Pos Aman ini akan rutin melakukan pengecekan dan pengawasan. Jika ada temuan bahan pangan yang tercemar atau berbahaya langsung dilaporkan ke Dinas Terkait lainnya.
“Alhamdulillah sudah kita jalankan pak program ini. Rapid testnya kalau ada temuan kadar bahan berbahaya kita langsung koordinasi ke pihak laboratorium. Sejauh ini aman pak dan akan kita maksimalkan terus kedepannya. Ini bagus untuk keamanan kita bersama, ” ujar Jumadi.
Sebelumnya, Deputi bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto saat monitoring Pos Aman dan barang pangan di pasar Aviari ini, menegaskan bahwa pangan yang dijual ke masyarakat harus benar-benar steril dan bebas dari cemaran bahan berbahaya.
Pos Aman dibuat untuk mengawasi itu. Tujuannya agar pangan seperti sayuran, daging, ikan ataupun bumbu dapur yang dijual tidak terkontaminasi cemaran bahan berbahaya.
“Melalui Pos Aman ini, Kita harus kembalikan status SNI sebagai pasar tradisional. Barang pangan yang dijual ke masyarakat harus steril dan higienis,” ujar Andriko.
Barang pangan yang diedarkan ke masyarakat harus memiliki standar keamanan dan kesehatan. Dalam arti aman untuk dikonsumsi dan terhindari dari cemaran bahan berbahaya. Jika ada temuan adanya tanda bahaya atau terkontaminasi zat berbahaya maka akan dilakukan pemeriksaan lab dan menelusuri sumber pangan bermasalah itu untuk ditindaklanjuti melalui Pos Aman tadi.
“Nah tindak lanjutnya ini nanti ada edukasi bersama instansi terkait lain. Kalau sayuran terlampau banyak pestisida, petaninya yang kita edukasi. Boleh menggunakan pestisida tapi ada ambang batasnya. Intinya bahwa dengan pos ini kita ingin pastikan bahwa pangan yang diedarkan masyarakat aman untuk dikonsumsi. Tidak mengandung bahan berbahaya di dalamnya, ” ujar Andriko.
Pos Pantau Pasar Segar Aman (Pos Aman) ini sudah hadir di hampir seluruh kabupaten kota se Indonesia dengan harapan agar pasar tradisional Pos Pantau Pasar Segar Aman (Pos Aman) kembali dengan standar nasional Indonesia (SNI). Di Kepri Pos Aman ini baru ada di pasar Aviari dan rencananya akan diberlakukan ke semua lokasi pada tradisional yang ada.
“Di Kepri, pasar Aviari ini kita mulai. Nanti kita terapkan semua pasar basah bersama Pemerintah Daerah di sini. Ini tujuan mulia demi generasi yang sehat dan cemerlang ke depannya. Kalau bahan berbahaya dan beracun ini tidak kita cegah, ya memang tidak langsung kena sekarang ini, tapi kasihan generasi kita selanjutnya yang akan kena. Ini harus kita kembalikan keamanan dan kesehatan sebagai pasar tradisional, ” turut Andriko. (*)
Ilustrasi. Warga saat membeli sayuran di Pasar Botania I Batamcentre. Harga beberapa jenis sayuran mulai beranjak naik. Penyebabnya adalah hasil panen petani berkurang karena curah hujan yang tinggi dalam sebulan terakhir ini. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Harga beberapa jenis sayuran mulai beranjak naik. Penyebabnya adalah hasil panen petani berkurang karena curah hujan yang tinggi dalam sebulan terakhir ini.
Kenaikan ini umumnya pada sayuran lokal seperti bayam, kacang panjang dan sawi. Perkilogram naik Rp 3 ribu pada, Rabu (9/10).
“Bayam sudah naik lagi ke angka Rp 14 ribu perkilogram. Sebelumnya Rp 12 ribu. Sawi dan kacang panjang juga demikian. Petani gagal panen semua katanya, ” ujar Darwis, pedagang sayur di pasar Aviari, Batuaji.
Begitu juga dengan pasar Fanindo, sejumlah jenis sayur diakui mulai naik harga. Alasannya sama sayuran lokal pasokan berkurang drastis dalam sepekan ini. Petani di Barelang dan sekitarnya gagal panen karena intensitas hujan yang begitu tinggi akhir-akhir ini.
“Kalau cabai, bawang dan bumbu lainnya masih stabil karena memang dari luar Batam. Yang naik ini sayur yang dari Barelang dan sekitarnya, ” kata Agus, pedagang sayur di pasar Fanindo.
Sebelumnya, petani sayur di Barelang dan Marina memang mengeluhkan kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini. Tanaman sayur dan cabai membusuk karena terlalu banyak dan keseringan terendam air. Hasil panen menurun drastis.
“Tak bisa kalau hujan terus begini. Pada busuk semua tanaman. Cabai yang baru mulai berbuah malah kekuningan semua. Tak jadi buahnya, ” ujar Yanto, petani sayur di Marina.
Jika musim hujan terus berkepanjangan dan juga terjadi di daerah penghasil sayuran dan bahan pangan lainnya tentu kenaikan harga barang kebutuhan dapur ini akan berlaku menyeluruh. Pedagang dan petani lokal Bayam prediksi cabai dan jenis sayuran lainnya juga akan naik harga.
“Memang belum semua naik. Tapi kalau begini terus pasti akan naik semua, ” kata Yanto. (*)
batampos– Propam Polresta Tanjungpinang mengamankan oknum anggota polisi, yang kerap bolos kerja. Oknum polisi berpangkat Briptu F (inisial) juga diduga positif narkoba, usai menjalani tes urine.
Briptu F diketahui diamankan pada Kamis (3/10) pekan lalu di kediamannya di kawasan Kecamatan Bukit Bestari. Saat ini, oknum polisi tersebut sedang ditahan oleh Propam, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Seksi Humas Polresta Tanjungpinang, Iptu Sahrul Damanik membenarkan Briptu F yang bertugas di Polsek Bukit Bestari tersebut telah diamankan Propam. Briptu F selama ini tidak disiplin dalam bekerja.
“Selama ini memang tidak disiplin dalam kinerja. Sering bolos, tiga hari masuk (kerja) tiga hari tidak masuk kerja,” kata Sahrul.
Ia menerangkan, Propam Polresta Tanjungpinang masih mendalami terkait penyebab Briptu F kerap bolos bertugas. Jika alasannya tidak jelas, oknum polisi itu akan diproses sesuai dengan kode etik anggota kepolisian yang berlaku.
Namun, Sahrul enggan membeberkan terkait hasil tes urine terhadap Briptu F tersebut. Sementara informasi yang dihimpun, Briptu F diamankan karena dinyatakan positif narkoba, usai dilakukan tes urine saat diamankan.
“(kalau Positif narkoba) akan kami dalami. Karena akan kami lakukan cek and ricek kembali,” tambahnya.
Kendati demikian, kata dia Briptu F tetap diamankan oleh Propam untuk dilakukan pemeriksaan. Jika terbukti bersalah mengguna narkoba, akan ditindak. “Masih ditahan, jika bersalah akan kita tindak sesuai aturan,” pungkasnya. (*)