Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2646

Warga Belat, Keluhkan Jalan Rusak Akibat Kendaraan Berat

0
Kondisi sebagian jalan yang rusak akibat aktivitas penambangan bauksit di desa Sebele kec belat F.IST

batampos– Warga kecamatan Belat merasa senang telah dibangun jalan aspal oleh pemerintah provinsi kepri, namun kini kecewa berat akibat aktivitas tambang yang dilakukan oleh PT Tenang Air Berani (TAB). Dimana, jalan aspal yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat Belat yang sudah lama diidam-idamkan puluhan tahun ini rusak.

” Sangat kecewalah, tapi gimana lagi bang. Jalan aspal ini sudah kami nantilah cukup lama dan bisa mempersingkat akses untuk mengangkut hasil kebun ke pelabuhan,” keluh Jais warga Belat, Senin (23/12).

BACA JUGA: Pemkab Karimun Gelontorkan Rp52 Miliar untuk Peningkatan Jalan Kecamatan Belat

Ia mengungkapkan, aktivitas tambang bauksit yang dilakukan PT TAB tidak boleh menggunakan jalan aspal yang baru selesai dikerjakan pada bulan Agustus lalu. Namun, tidak diindahkan oleh pihak perusahaan sehingga berdampak terjadi kerusakan jalan aspal tersebut.

” Kerusakan jalan ini, diakibatkan banyaknya truk yang mengangkut tambang bauksit dan alat berat yang melintasi jalan ini. Jadi rusaklah,” ungkapnya sambil geram.

Masih kata Jais lagi, beroperasinya perusahaan tambang sampai sekarang belum melalui proses musyawarah yang melibatkan warga setempat. Seperti apakah ada kompensasi ataupun dampak lingkungan ke depannya. Termasuk penggunaan jalan umum yang baru diaspal tersebut.

” Kalau tidak ada tindakan dari pemerintah kecamatan, jalan aspal lama-lama hancur menjadi buburlah,” ucapnya.

Terpisah Camat Belat Yelfi Indra saat dikonfirmasi batam pos melalui telepon pintar terkait jalan aspal yang rusak tersebut. belum ada jawabanya. Selain itu juga dikonfirmasi lewat pesan singkat juga tidak direspon.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Warga Belat, Keluhkan Jalan Rusak Akibat Kendaraan Berat pertama kali tampil pada Kepri.

Antusiasme Tinggi, Lulusan SMA hingga Tenaga Teknis Ikut Seleksi PPPK

0
Peserta saat mengikuti ujian seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Batam di Hotel Golden View, Bengkong, Jumat (17/11) lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap kedua di lingkungan Pemerintah Kota Batam terus berlangsung dengan antusiasme tinggi. Hingga kini ada 204 orang telah resmi mendaftar melalui sistem rekrutmen online.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, menuturkan mayoritas pendaftar berasal dari lulusan SMA yang melamar posisi operator layanan operasional. “Saat ini 204 yang sudah submit. Didominasi operator layanan operasional untuk lulusan SMA,” kata Hasnah, Selasa (24/12).

Rekrutmen tahap kedua ini dibuka sejak 17 November dan akan berlangsung hingga 31 Desember 2024. “Proses ini ditujukan bagi tenaga non-ASN yang aktif bekerja di instansi pemerintah,” jelasnya.

Hasnah menjelaskan bahwa peserta tahap kedua juga memperebutkan sisa formasi dari tahap pertama. “Formasi yang tersedia masih menunggu hasil kelulusan tahap pertama. Informasi pengumuman mulai tanggal 23 Desember hingga 31 Desember 2024,” tambahnya.

Sebelumnya, pada tahap pertama, sebanyak 2.193 calon PPPK telah mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang berlangsung pada 7 Desember hingga 9 Desember 2024.

Tes tersebut dilaksanakan di salah satu hotel di Batam dengan pengawasan langsung dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional XII Pekanbaru. Proses seleksi dilakukan dengan tiga sesi setiap harinya, dimana setiap sesi diikuti oleh 300 peserta.

“Panitia dari BKN sudah datang pada Jumat lalu untuk mempersiapkan pelaksanaan tes. Kami dari BKPSDM membantu pada bagian registrasi peserta,” jelas Hasnah.

Pemerintah Kota Batam sendiri membuka total 2.300 formasi PPPK yang terbagi menjadi 109 formasi untuk guru, 67 formasi tenaga kesehatan, dan 2.124 formasi tenaga teknis.

Rekrutmen PPPK ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemko Batam dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Antusiasme Tinggi, Lulusan SMA hingga Tenaga Teknis Ikut Seleksi PPPK pertama kali tampil pada Metropolis.

Bulog Siap Distribusikan MinyaKita

0
Pedagang memperlihatkan minyak goreng kemasan bersubsidi MinyaKita di salah satu pasar tradisional.
F. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

batampos – Perum Bulog menyatakan siap jika ditugaskan dan mendapatkan instruksi untuk menyalurkan MinyaKita dari pemerintah.

”Siap. Instruksi belum (ada), tapi kalau kita ada instruksi kita siap,” ujar Direktur Utama Perum Bulog, Wahyu Suparyono, di Jakarta, Senin (23/12) dikutip dari Antara.

Menurut Wahyu, Bulog siap untuk mendistribusikan MinyaKita jika ditugaskan pemerintah karena Bulog memiliki pengalaman bisnis di luar komoditas beras.

”Kita sudah punya pengalaman di bisnis di luar beras,” katanya.

Sebagai informasi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar minyak goreng kemasan rakyat atau MinyaKita dapat didistribusikan oleh BUMN pangan, terutama Perum Bulog.

Arief menjelaskan, keterlibatan Bulog ini bertujuan untuk mengontrol harga MinyaKita agar sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Tingginya harga MinyaKita, terutama di wilayah Indonesia bagian timur dikarenakan rantai distribusi. Dengan keterlibatan Bulog di bagian distribusi, diharapkan HET MinyaKita bisa seragam.

Lebih lanjut, Arief meminta kepada pemerintah daerah untuk memiliki cadangan pangan pemerintah di wilayah masing-masing.

Menurutnya, hal ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok pangan di berbagai daerah, khususnya wilayah tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan (3TP).

Sementara itu, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bambang Wisnubroto menekankan harga minyak goreng kemasan rakyat atau MinyaKita yang tak kunjung turun bukan karena stoknya yang menipis.

Wisnu menyebutkan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menurunkan harga MinyaKita yang secara rata-rata nasional mencapai Rp17.000, sedang harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp15.700.

Wisnu menjelaskan, MinyaKita tidak mengalami kelangkaan, begitu juga dengan minyak goreng kemasan premium dan minyak curah yang bisa didapatkan di pasar dengan mudah.
Lebih lanjut, kata Wisnu, yang perlu diselesaikan adalah masalah rantai distribusi yang dianggap panjang, sehingga menyebabkan terjadinya transaksi antar pengecer. (*)

Artikel Bulog Siap Distribusikan MinyaKita pertama kali tampil pada News.

Apindo Batam Dukung Gubernur Kepri Tolak UMSK Demi Stabilitas Dunia Usaha

0
Ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam (KRB) saat menggelar aksi unjuk rasa untuk mengawal pembahasan upah sektoral Kota Batam di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kamis (12/12) lalu. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Apindo Kota Batam mengapresiasi langkah Gubernur Kepulauan Riau yang menolak penetapan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Batam.

Keputusan ini dianggap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, terutama Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2024 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2025.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menyatakan bahwa batas waktu penetapan UMSK sesuai Permenaker adalah 18 Desember 2024.

“Penetapan UMSK yang melewati batas waktu tersebut jelas melanggar aturan. Maka dari itu, keputusan Gubernur untuk menolak penetapan UMSK Kota Batam sangatlah tepat,” katanya, Selasa (24/12).

Merujuk pada pasal 9 ayat 2 poin ‘b’ dalam Permenaker 16 Tahun 2024, menyebutkan bahwa penetapan UMSK harus didasarkan pada kesepakatan Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota. Namun, dalam rapat Dewan Pengupahan Kota Batam, tidak ada kesepakatan yang tercapai.

“Jika Gubernur memaksakan menetapkan UMSK tanpa kesepakatan, itu sama saja melanggar aturan yang ada,” ujar Rafki.

Apindo Batam juga menyoroti dampak ekonomi dari kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Batam yang telah mencapai 6,5 persen untuk tahun 2025. Angka ini jauh di atas perkiraan awal yang hanya sekitar 4,5 persen berdasarkan formulasi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023.

“Selisih kenaikan 2 persen dari prediksi awal sudah cukup memberatkan pengusaha. Jika ditambah lagi dengan UMSK, kami khawatir banyak usaha di Batam yang tidak mampu bertahan,” katanya.

Dia mengimbau semua pihak untuk menerima kenaikan UMK sebagai solusi terbaik tanpa perlu menambah beban dengan UMSK.

Dalam rapat Dewan Pengupahan, ketidakjelasan definisi dalam Permenaker 16 Tahun 2024 juga menjadi kendala utama. Tidak hanya pengusaha, tetapi juga pemerintah, akademisi, dan BPS kesulitan memberikan interpretasi yang jelas terhadap beberapa istilah yang tercantum dalam regulasi tersebut.

“Kondisi ini membuat rapat Dewan Pengupahan menjadi buntu. Bahkan untuk menentukan sektor mana saja yang layak mendapatkan UMSK, tidak ada kesepakatan yang bisa dicapai,” katanya.

Rafki meminta pemerintah pusat untuk memberikan panduan teknis yang lebih jelas terkait penetapan UMSK agar tidak menimbulkan kebingungan di masa mendatang.

Selain itu, Apindo Batam juga menyerukan agar para pengusaha mematuhi ketentuan UMK yang telah ditetapkan oleh Gubernur Kepulauan Riau. Ia menghimbau para pengusaha untuk membayar upah sesuai UMK yang berlaku di tahun 2025 nanti.

Namun demikian, pihaknya juga membuka pintu bagi pengusaha yang kesulitan menerapkan UMK akibat kenaikan yang cukup tinggi. Mereka dipersilakan untuk melapor ke Apindo atau Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam agar dapat mencari solusi bersama.

Dengan situasi ini, lanjutnya, Apindo berharap keputusan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dapat menjadi dasar bagi semua pihak untuk menjaga stabilitas dunia usaha di Batam.

Langkah Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menurutnya, bukan hanya menunjukkan komitmen terhadap aturan yang berlaku, tetapi juga memberikan sinyal positif bagi para pelaku usaha di Batam yang tengah menghadapi tantangan berat. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Apindo Batam Dukung Gubernur Kepri Tolak UMSK Demi Stabilitas Dunia Usaha pertama kali tampil pada Metropolis.

BU SPAM BP Batam Upayakan Distribusi Air Tidak Terganggu

0

batampos – Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam melaksanakan apel siaga pengamanan distribusi air selama libur Natal Tahun 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Senin (23/12/2024).

Apel siaga yang dilaksanakan di Water Treatment Plan (WTP) Muka Kuning tersebut, dipimpin langsung oleh Direktur Badan Usaha SPAM BP Batam, Denny Tondano.

Denny mengatakan, apel yang dilaksanakan ini adalah untuk mempersiapkan tim dalam mengantisipasi permasalahan distribusi air selama libur Nataru. Dimana, tim dari BU SPAM BP Batam, membantu tim dari PT Air Batam Hulu (PT ABHu) dan PT Air Batam Hilir (PT ABHi), selaku operator pengelola air bersih di Batam.

“Jadi tim kita (BU SPAM) siaga. Jika mereka (PT ABHu dan PT ABHi) tidak bisa menangani, itu akan langsung dibantu oleh tim kita,” ujar Denny.

Denny mengatakan, pembentukan tim untuk membantu pengamanan distribusi air ini sudah dijalankan oleh BU SPAM BP Batam. Terutama saat memasuki hari besar, seperti bulan Ramadan dan sebagainya.

“Tim ini, kita turunkan untuk memberikan jaminan supaya pelayanan itu bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Masih kata Denny, saat ini sudah ada tambahan dua Instalasi Pengolahan Air (IPA). Meskipun masih dalam tahap commisioning, IPA Duriangkang 5 dengan kapasitas 500 lpd dan IPA Tembesi dengan kapasitas 230 lpd diharapkan bisa membantu meningkatkan pelayanan air yang lebih optimal.

“Mudah-mudahan akan lebih terlayani, walaupun belum maksimal karena memang masih commisioning. Disamping itu, juga beberapa jaringan di hilir yang masih terus kita tambah atau perkuat lagi,” tutupnya. (*)

Artikel BU SPAM BP Batam Upayakan Distribusi Air Tidak Terganggu pertama kali tampil pada Metropolis.

BU SPAM BP Batam Upayakan Distribusi Air Tidak Terganggu

0

batampos – Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam melaksanakan apel siaga pengamanan distribusi air selama libur Natal Tahun 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Senin (23/12/2024).

Apel siaga yang dilaksanakan di Water Treatment Plan (WTP) Muka Kuning tersebut, dipimpin langsung oleh Direktur Badan Usaha SPAM BP Batam, Denny Tondano.

Denny mengatakan, apel yang dilaksanakan ini adalah untuk mempersiapkan tim dalam mengantisipasi permasalahan distribusi air selama libur Nataru. Dimana, tim dari BU SPAM BP Batam, membantu tim dari PT Air Batam Hulu (PT ABHu) dan PT Air Batam Hilir (PT ABHi), selaku operator pengelola air bersih di Batam.

“Jadi tim kita (BU SPAM) siaga. Jika mereka (PT ABHu dan PT ABHi) tidak bisa menangani, itu akan langsung dibantu oleh tim kita,” ujar Denny.

Denny mengatakan, pembentukan tim untuk membantu pengamanan distribusi air ini sudah dijalankan oleh BU SPAM BP Batam. Terutama saat memasuki hari besar, seperti bulan Ramadan dan sebagainya.

“Tim ini, kita turunkan untuk memberikan jaminan supaya pelayanan itu bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Masih kata Denny, saat ini sudah ada tambahan dua Instalasi Pengolahan Air (IPA). Meskipun masih dalam tahap commisioning, IPA Duriangkang 5 dengan kapasitas 500 lpd dan IPA Tembesi dengan kapasitas 230 lpd diharapkan bisa membantu meningkatkan pelayanan air yang lebih optimal.

“Mudah-mudahan akan lebih terlayani, walaupun belum maksimal karena memang masih commisioning. Disamping itu, juga beberapa jaringan di hilir yang masih terus kita tambah atau perkuat lagi,” tutupnya. (*)

Artikel BU SPAM BP Batam Upayakan Distribusi Air Tidak Terganggu pertama kali tampil pada Metropolis.

Gubernur Belum Tetapkan UMSK Batam 2025, Buruh Kecewa

0
Ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam (KRB) saat menggelar aksi unjuk rasa untuk mengawal pembahasan upah sektoral Kota Batam di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kamis (12/12) lalu. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Hingga saat ini, Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Batam untuk tahun 2025 belum mendapatkan penetapan resmi dari gubernur. Hal itu tertera dalam surat resmi yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, No:B/54/1516.1/DTKT-SET/2024, yang ditandatangani oleh Sekda Adi Prihantara, pada 20 Desember.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi serikat pekerja, pengusaha, dan pihak terkait lainnya. Bagi pekerja, UMSK merupakan instrumen penting yang mencerminkan pengakuan terhadap kontribusi mereka dalam sektor tertentu yang memiliki karakteristik dan kebutuhan spesifik.

Dalam surat itu, dijabarkan beberapa penyebab keterlambatan penetapan UMSK, seperti perbedaan pandangan antara serikat pekerja dan pengusaha terkait besaran kenaikan, hingga dinamika ekonomi daerah. Di Batam, sebagai salah satu kota industri utama di Indonesia, penundaan ini dapat berdampak signifikan terhadap stabilitas hubungan industrial.

Proses penetapan UMSK biasanya melibatkan dialog tripartit yang intensif. Serikat pekerja umumnya mendorong kenaikan yang proporsional dengan tingkat inflasi dan kebutuhan hidup layak, sementara pengusaha cenderung mempertimbangkan aspek keberlanjutan bisnis dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Tidak adanya kejelasan terkait UMSK dapat memicu ketidakpastian di kalangan pekerja, yang sebagian besar menggantungkan kehidupan mereka pada sektor-sektor industri, seperti manufaktur, elektronik, dan jasa. Di sisi lain, pelaku usaha juga memerlukan kepastian kebijakan agar dapat menyusun strategi bisnis secara optimal.

Ketua PC Serikat Pekerja Elektronik dan Elektrik (PEE) FSPMI Batam, Masrial, kecewa dengan keputusan itu. Ia menilai Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, melawan putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait upah sektoral.

“Pak Prabowo (presiden) juga sudah sampaikan di pidato resminya (putusan upah sektoral). Sedangkan wali kota sudah merekomendasikan upah sektoral kota Batam. Harusnya gubernur tinggal menetapkan (UMSK),” katanya, Selasa (24/12).

Kata dia, banyak di daerah lain yang tidak ada kesepakatan nilai maupun sektornya. Akan tetapi, gubernur berani ambil sikap mengeluarkan SK.

“Wali kota rekomendasikan komplit beserta berita acara DPK Kota Batam beserta KBLI-nya. Jadi enggak ada alasan gubernur itu tidak mengeluarkan SK upah sektoral Kota Batam,” katanya.

Atas keputusan itu, buruh kemungkinan bakal melakukan aksi unjuk rasa lagi. Pihaknya akan lakukan aksi setiap Minggu sampai gubernur mengeluarkan SK UMSK. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Gubernur Belum Tetapkan UMSK Batam 2025, Buruh Kecewa pertama kali tampil pada Metropolis.

Gubernur Belum Tetapkan UMSK Batam 2025, Buruh Kecewa

0
Ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam (KRB) saat menggelar aksi unjuk rasa untuk mengawal pembahasan upah sektoral Kota Batam di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kamis (12/12) lalu. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Hingga saat ini, Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Batam untuk tahun 2025 belum mendapatkan penetapan resmi dari gubernur. Hal itu tertera dalam surat resmi yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, No:B/54/1516.1/DTKT-SET/2024, yang ditandatangani oleh Sekda Adi Prihantara, pada 20 Desember.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi serikat pekerja, pengusaha, dan pihak terkait lainnya. Bagi pekerja, UMSK merupakan instrumen penting yang mencerminkan pengakuan terhadap kontribusi mereka dalam sektor tertentu yang memiliki karakteristik dan kebutuhan spesifik.

Dalam surat itu, dijabarkan beberapa penyebab keterlambatan penetapan UMSK, seperti perbedaan pandangan antara serikat pekerja dan pengusaha terkait besaran kenaikan, hingga dinamika ekonomi daerah. Di Batam, sebagai salah satu kota industri utama di Indonesia, penundaan ini dapat berdampak signifikan terhadap stabilitas hubungan industrial.

Proses penetapan UMSK biasanya melibatkan dialog tripartit yang intensif. Serikat pekerja umumnya mendorong kenaikan yang proporsional dengan tingkat inflasi dan kebutuhan hidup layak, sementara pengusaha cenderung mempertimbangkan aspek keberlanjutan bisnis dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Tidak adanya kejelasan terkait UMSK dapat memicu ketidakpastian di kalangan pekerja, yang sebagian besar menggantungkan kehidupan mereka pada sektor-sektor industri, seperti manufaktur, elektronik, dan jasa. Di sisi lain, pelaku usaha juga memerlukan kepastian kebijakan agar dapat menyusun strategi bisnis secara optimal.

Ketua PC Serikat Pekerja Elektronik dan Elektrik (PEE) FSPMI Batam, Masrial, kecewa dengan keputusan itu. Ia menilai Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, melawan putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait upah sektoral.

“Pak Prabowo (presiden) juga sudah sampaikan di pidato resminya (putusan upah sektoral). Sedangkan wali kota sudah merekomendasikan upah sektoral kota Batam. Harusnya gubernur tinggal menetapkan (UMSK),” katanya, Selasa (24/12).

Kata dia, banyak di daerah lain yang tidak ada kesepakatan nilai maupun sektornya. Akan tetapi, gubernur berani ambil sikap mengeluarkan SK.

“Wali kota rekomendasikan komplit beserta berita acara DPK Kota Batam beserta KBLI-nya. Jadi enggak ada alasan gubernur itu tidak mengeluarkan SK upah sektoral Kota Batam,” katanya.

Atas keputusan itu, buruh kemungkinan bakal melakukan aksi unjuk rasa lagi. Pihaknya akan lakukan aksi setiap Minggu sampai gubernur mengeluarkan SK UMSK. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Gubernur Belum Tetapkan UMSK Batam 2025, Buruh Kecewa pertama kali tampil pada Metropolis.

Pertagas Komitmen Dukung Ketahanan Energi Nasional

0

batampos – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi guna memastikan pasokan energi yang stabil, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Komitmen ini sejalan dengan bisnis perusahaan yang bergerak dalam pembangunan infrastruktur energi terintegrasi, mulai dari regasifikasi gas, pemrosesan gas menjadi LPG, transportasi gas, termasuk pengoperasian pipa transmisi gas bumi, hingga pengelola pipa Bahan Bakar Minyak (BBM).

Direktur Utama Pertagas, Gamal Imam Santoso, mengatakan Pertagas selalu berkomitmen untuk menjaga keandalan operasional dalam menyalurkan gas bumi, baik untuk sektor domestik maupun industri. “Keandalan dalam operasi dan pelayanan adalah kunci dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Gamal dalam keterangannya dikutip Senin (23/12).

Pertagas terus menunjukkan komit­mennya dalam membangun dan mengoperasikan infrastruktur penyaluran energi di Indonesia. Hingga saat ini, Pertagas telah mengoperasikan sepanjang 2.930 KM pipa transmisi gas yang berada di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan menghubungkan berbagai wilayah Nusantara.

Sebagai perusahaan yang progresif dan berorientasi pada pertumbuhan, Pertagas tidak hanya mempertahankan bisnis yang ada, tetapi juga terus meningkatkan kinerja operasionalnya. melalui tagline baru ”Delivering Reliable Energy” Pertagas telah menegaskan posisinya sebagai Wajah Baru Infrastruktur Energi yang menjadi leading sector dalam pengembangan bisnisnya.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati, mengatakan infrastruktur gas bumi akan menjadi strategi utama dalam menjaga ketahanan energi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di era transisi energi dan hilirisasi gas bumi. Hal ini diungkapkan Erika saat ajang BPH Migas Award 2024 yang berlangsung di Jakarta pada 13 Desember 2024, di mana Pertagas mendapat dua penghargaan.

Pada ajang tersebut Pertagas menyabet penghargaan Badan Usaha Pengangkutan Gas Terbaik Kedua untuk kategori Besar dan Kategori Menengah Kecil. Penghargaan tersebut semakin mengukuhkan peran Pertagas sebagai pilar utama memperkuat ketahanan energi nasional melalui penyaluran energi andal dan inovatif.

“Penghargaan BPH Migas merupakan apresiasi kepada para pemangku kepentingan, termasuk kementerian, lembaga, badan usaha, dan pemerintah daerah, yang mendukung pengembangan ekosistem hilir migas di Indonesia,” kata Erika.

Pada ajang apresiasi kepada badan usaha yang aktif meningkatkan layanan serta penyaluran minyak dan gas bumi, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, Direktur Utama Pertamina Gas Gamal Imam Santoso dan Direktur Komersial Pertamina Gas Kasdi Widodo.

Wamen ESDM menyampaikan harapannya agar penghargaan ini mampu memotivasi para pemangku kepentingan. “Kami berharap BPH Migas Award 2024 dapat mendorong kontribusi yang berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan energi, memenuhi availability, accessibility, dan affordability BBM serta gas bumi demi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen,” ungkap Yuliot. (*)

Artikel Pertagas Komitmen Dukung Ketahanan Energi Nasional pertama kali tampil pada News.

PATRI Produksi Kopi dan Lempok Durian, Wamen Viva Yoga: Rasanya Mantap, Perlu Dicoba

0

batampos – Di akhir tahun, Desember 2024, Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) menggelar Munas V. Munas yang diikuti oleh berbagai utusan pengurus dari berbagai daerah itu digelar di Gedung Makarti,  komplek kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta.

Di sela-sela acara, Wakil Menteri Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menerima pengurus PATRI DPC Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Ketua PATRI Kayong Utara Iwan Dwi Purnomo dalam kesempatan itu mengatakan merasa senang bisa bertemu dengan Bapak Wamen. Dalam pertemuan tersebut ia dan pengurus lainnya menyampaikan berbagai permasalahan yang ada di kawasan transmigrasi. “Tak lupa Kami menyampaikan berbagai usulan”, ujarnya.

Dirinya merasa senang, semua isi hati yang dicurahkan mendapat respon positif. “Beliau juga mendukung pengembangan kawasan transmigrasi menjadi daerah yang maju dan berkembang serta menjadi contoh lingkungan sekitarnya”, ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus organisasi itu membawa produk olahan hasil bumi di sana yang dikemas menjadi komoditas UMKM yang bisa dibanggakan, yakni kopi dan lempok durian.

Produk yang ditunjukan itu diapresiasi oleh Viva Yoga. Kopi jenis liberika itu menurut Wakil Ketua Umum PAN perlu dicoba dan dipasarkan lebih luas. Jenis kopi yang berasal dari Afrika dan masuk ke Indonesia pada tahun 1965 yang memiliki ciri biji buah kurma, berukuran lebih besar, dan agak lonjong itu rasanya beda dan mantap.

Produksi kopi dari Kayong Utara menurut Wakil Ketua Umum PAN itu menunjukan kawasan transmigrasi berupa lahan gambut bisa ditanami kopi. “Dengan dolomit mampu mengurangi tingkat keasaman dan menyuburkan tanah”, ujarnya. “Kerja keras mengolah lahan gambut menghasilkan produk yang bisa dibanggakan”, tambahnya.

Tak hanya kopi produksi PATRI Kayong Utara yang perlu dirasakan, lempok durian yang dibawa oleh mereka juga didorong untuk lebih berkembang. Produksi durian di sana melimpah dan menjadi sentra buktinya dibangun tugu durian. “Semua produk UMKM ini perlu dicoba dan dipasarkan lebih luas”, ujar Viva Yoga.

Saat menutup Munas V, mantan anggota Komisi IV DPR itu mengatakan dengan terdistribusinya penduduk Indonesia dari daerah padat ke longgar lewat transmigrasi, hal demikian akan memberikan perliundungan terhadap wilayah-wilayah yang masih kosong. “Perpindahan penduduk itu menciptakan akulturasi budaya, percampuran penduduk, sehingga memperkuat ke-bhineka-an”, ujarnya. “Juga menumbuhkan pertumbuhan ekonomi  baru seperti di Provinsi Kalimantan Barat”, ujarnya.

Hadirnya PATRI dan perpindahan penduduk yang difaslitas oleh Kementrans disebut sebagai langkah yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (*)

Artikel PATRI Produksi Kopi dan Lempok Durian, Wamen Viva Yoga: Rasanya Mantap, Perlu Dicoba pertama kali tampil pada News.