batampos – Dunia otomotif dunia kehilangan salah satu tokoh global paling berpengaruh dalam sejarah otomotif modern. Kabar duka tersebut datang dari Jepang. Osamu Suzuki, mantan pemimpin dan orang nomor satu pabrikan Suzuki dikabarkan meninggal dunia, Jumat (27/12).
Melalui informasi resmi perwakilan Suzuki di Indonesia, disampaikan bahwa Osamu Suzuki meninggal dunia pada usia 94 tahun. Osamu Suzuki meninggal karena menderita penyakit limfoma atau kanker kelenjar getah bening.
Kepergian Osamu Suzuki sekaligus menutup perjalanan bersejarah Suzuki selama masa kepemimpinannya.
Tercatat dalam sejarah, bahwa Osamu Suzuki adalah salah satu tokoh di industri otomotif. Dia berhasil mengubah Suzuki dari produsen kecil kendaraan ringan menjadi raksasa global yang dikenal di seluruh dunia.
Mengutip informasi obituary yang dibagikan Suzuki Indonesia, Osamu Suzuki merupakan sosok yang lahir pada tahun 1930. Osamu Suzuki merupakan orang asli Gero City, Prefektur Gifu.
Osamu Suzuki bergabung dengan Suzuki Motor pada tahun 1958. Dia kemudian menikah dengan Shoko, cucu dari pendiri Michio Suzuki dan putri presiden kedua, Shunzo Suzuki.
Osamu Suzuki bergabung dengan Suzuki Motor tiga tahun setelah Suzuki meluncurkan sepeda motor pertamanya, yaitu Colleda COX 125cc 4-tak, serta mobil Suzulight 360cc 2-tak. Keduanya menjadi pelopor era kendaraan kecil atau Ke-i Car di Jepang.
Osamu Suzuki memang bukan pewaris asli trah Suzuki. Namun, kebiasaan dan budaya di sana, ketika bisnis keluarga tidak memiliki ahli waris laki-laki, sang suami kemudian mengambil nama belakang istri. Hingga Osamu mengubah nama belakangnya menjadi Suzuki.
Osamu Suzuki duduk menahkodai Suzuki mulai tahun 1978 sebagai Presiden Direktur. Saat itu, nama Suzuki belum seperti sekarang. Jauh dari kata dipertimbangkan sebagai produsen otomotif.
Namun demikian, di bawah kendali dan tangan dingin Osamu Suzuki, era ekspansi yang belum pernah terjadi sebelumnya dimulai. Osamu Suzuki memperkenalkan model ikonik yang kemudian memimpin ekspansi pesat ke pasar internasional.
Penjualan Suzuki ketika ia mengambil alih perusahaan pada 1978 mencapai JPY 323 miliar, menurut harian bisnis Nikkei Shimbun.
Saat Osamu pensiun sebagai ketua perusahaan pada tahun 2021, penjualan Suzuki mencapai JPY 3,18 triliun atau setara USD 20 miliar.
Angka tersebut merupakan catatan yang menakjubkan, yang meningkatkan pendapatan lebih dari sepuluh kali lipat, yang kemudian mengubah Suzuki menjadi salah satu produsen kendaraan yang diakui dunia.
Pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2024, Suzuki mencatat penjualan sekitar 3,2 juta kendaraan di seluruh dunia, berada di belakang Toyota, produsen mobil terbesar di Jepang dan dunia.
Lebih dari setengah penjualan Suzuki ini berasal dari India, di mana anak perusahaannya, Maruti Suzuki, mendominasi pasar.
Sebelum menjadi presiden pada 1978, Osamu Suzuki memegang berbagai posisi manajemen, dan pada tahun berikutnya, ia meluncurkan mobil mini Suzuki Alto di Jepang.
Selama masa jabatannya, pria yang lahir dengan nama Osamu Matsuda ini menjalin kemitraan strategis dengan General Motors dan Volkswagen.
Langkah ini memperluas kehadiran Suzuki di Amerika Utara dan Eropa, serta memperkuat posisinya di India melalui keunggulan Suzuki dalam mobil kecil dan mendapatkan banyak penghargaan dunia. (*)
batampos – Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Harlas Buana, menerima kunjungan Direktorat Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Jumat (27/12/2024).
Didampingi Direktur Lalu Lintas dan Penanaman Modal BP Batam, Surya Kurniawan Suhairi, rombongan disambut di Marketing Center BP Batam.
Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Muda, Umar Hasan selaku pimpinan rombongan menyampaikan apresiasinya atas sambutan dari BP Batam.
Pada pertemuan tersebut, Hasan mengatakan tujuan pertemuan ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengelolaan kawasan investasi guna mendukung rencana proses hilirisasi kelautan dan perikanan.
Rencananya, proses hilirisasi tersebut akan dilakukan secara terpusat dan terintegrasi secara sistem bisnis perikanan, meliputi praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran.
“Kami berharap bisa belajar dari BP Batam terkait pengelolaan kawasan sekaligus cara mengundang investor untuk berinvestasi, mengingat Batam sudah memiliki 31 kawasan industri dan 3 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ujar Hasan.
Ia juga berharap BP Batam dapat memberikan masukan atas program yang diusung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Kampung Nelayan Modern (Kalamo) yang bisa diterapkan di dalam rencana pengembangan hilirisasi tersebut.
Kalamo sendiri merupakan upaya pemerintah pusat dalam peningkatan produktivitas nelayan dengan membangun sejumlah fasilitas seperti, dermaga, balai pertemuan nelayan, koperasi, cold storage, dan infrastruktur pendukung lainnya.
“Rencananya pengembangan ini akan dilakukan dalam skala besar. Bila nanti layak secara teknis dan administrasinya, mudah-mudahan pembangunan kawasan industri ini bisa terlaksana atau bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi KEK perikanan,” harap Hasan.
Terkait hal tersebut, Harlas mengatakan, sebelumnya BP Batam bersama KKP telah mengunjungi Tanjung Banun dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang bermatapencaharian sebagai nelayan.
Dengan rencana pengembangan yang disampaikan Hasan dan tim, Harlas berharap proyek percontohan hilirisasi tersebut juga dapat dikembangkan di Tanjung Banun.
“Jadi kunjungan ini masih berkaitan dengan kunjungan kami kemarin. Harapannya dari kunjungan itu bisa menjadi salah satu target KKP untuk membangun Kalamo dalam rangka menyukseskan program pemberdayaan masyarakat Tanjung Banun,”
Bukan tanpa alasan, Harlas menjabarkan setidaknya ada 13 kelompok nelayan di Tanjung Banun yang dibina oleh Dinas Perikanan Kota Batam.
“Lahannya sudah ada. Apakah nanti akan dibangun pasar ikan atau infrastruktur lainnya, bisa dilakukan untuk menjadi pusat kegiatan perikanan. Sedangkan untuk perizinan usaha terkait perikanan berikut budidayanya akan diterbitkan oleh BP Batam melalui Online Single Submission (OSS),” pungkas Harlas. (rud)
Kapal Pelni KM. Sabuk Nusantara yang berada di perairan Pelabuhan SBP Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– PT. Pelni cabang Tanjungpinang, Kepri menyebut puncak penumpang kapal setelah perayaan Natal akan terjadi pada Sabtu (27/12). Pelni mencatat bakal ada 1.456 orang penumpang yang mudik menggunakan KM. Bukit Raya.
Per Jumat (27/12) setidaknya terdapat 1.200 orang yang telah membeli tiket rute Pelabuhan Kijang, menuju Pulau Laut, Pulau Tujuh hingga Surabaya. Angka itu, diprediksi terus bertambah hingga jadwal keberangkatan.
“Berangkat sekitar pukul 22.00 WIB. Waktu keberangkatan sedikit ditunda, salah satunya karena faktor cuaca. Awalnya pukul 13.00 WIB,” kata Kepala Pelni cabang Tanjungpinang, Putra Kencana, Jumat (27/12).
Ia menerangkan, puncak penumpang sebelum perayaan Natal telah terjadi pada 20 Desember 2024 lalu. Tercatat, ada 1.500 orang penumpang yang menggunakan KM Tidar tujuan Kijang-Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Maumere, hingga Kupang.
Jumlah penumpang jelang maupun sesudah perayaan Natal ini mengalami kenaikan sebanyak 10 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Jumlah penumpang belum bisa disebutkan, karena masih direkap,” tambahnya.
Naiknya angka penumpang tersebut, menurutnya dipengaruhi musim libur yang cukup panjang, yaitu Natal, Tahun Baru dan ditambah libur anak sekolah, sehingga masyarakat banyak memilih pulang ke kampung.
“Tujuan penumpang sebelum Natal didominasi daerah Timur, terutama Nusa Tenggara Timur, Baubau, Lewoleba, serta Larantuka,” pungkasnya. (*)
Orangtua ikut mengawasi anak-anak yang bermain di bibir Pantai Dugong, kawasan wisata Pantai Trikora, Bintan, Jumat (27/12/2024) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Jumlah pengunjung di sejumlah objek wisata yang ada di kawasan wisata sepanjang Pantai Trikora, Bintan selama libur Natal 2024 tercatat sekitar 1.250 orang.
“Sejak Senin 23 Desember sampai siang ini sudah ada lebih kurang 1.250 orang wisatawan mengunjungi sejumlah objek wisata yang ada di sepanjang Pantai Trikora,” ungkap Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi di Pantai Dugong, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Jumat (27/12/2024).
Menurutnya, jumlah pengunjung di sejumlah objek wisata di sepanjang Pantai Trikora akan meningkat menjelang libur Tahun Baru 2025.
“Perkiraan kami di penghujung tahun akan ramai wisatawan mengunjungi sejumlah objek wisata di Pantai Trikora, karena kabarnya beberapa tempat wisata seperti hotel dan homestay sudah penuh,” katanya.
Pria akrab disapa Adi itu mempersilakan wisatawan berlibur di pantai, namun tidak berenang ke tengah laut.
“Memang dua hari terakhir cuaca cukup bagus, gelombang tidak terlalu tinggi tapi angin lumayan kencang, kita harus tetap waspada,” katanya.
Petugas BPBD Bintan, katanya, terus memberikan imbauan ke wisatawan yang berkunjung ke pantai untuk tidak berenang ke tengah laut.
“Silakan main di pantai, tapi jangan berenang terlalu jauh ke tengah,” katanya.
Dia berharap, wisatawan dapat memakluminya karena gelombang masih lumayan tinggi dan angin masih kencang.
Pengelola objek wisata Pantai Dugong, Sukarno mengatakan, wisatawan mulai ramai berkunjung dari siang hingga sore hari.
“Tapi kalau hari Sabtu dan Minggi, ramainya mulai pagi,” ujarnya.
Dia mengatakan, untuk masuk ke objek wisata Pantai Dugong, wisatawan cukup membayar Rp 10 ribu per orang. Di objek wisata Pantai Dugong tersedia 22 pondok. 1 pondok disewa dengan tarif Rp 35 ribu.
“Kalau ramai, pondok-pondok yang ada habis disewa,” pungkasnya. (*)
Ketua Apindo Kota Batam Rafky Rasyid (ANTARA/Jessica)
batampos – Pemerintah Indonesia akan menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025 mendatang.
Kebijakan ini diperkirakan berdampak signifikan terhadap perekonomian wilayah di Indonesia, termasuk Batam, meskipun kota ini berstatus sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) alias Free Trade Zone (FTZ).
Demikian disampaikan oleh Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid. Kenaikan PPN akan menurunkan daya beli konsumen di Batam.
“Untuk barang konsumsi di Batam, tidak bebas PPN. Akibat dari kenaikan PPN ini adalah turunnya daya beli konsumen di Batam,” ujar Rafki, Sabtu (28/12).
Penurunan daya beli ini diperkirakan akan berdampak pada konsumsi rumah tangga, yang merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dari sisi konsumsi rumah tangga, kemungkinan akan turun. Akibatnya bisa menahan pertumbuhan ekonomi Batam,” katanya.
Rafki mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif khusus untuk menjaga daya beli masyarakat. Ia mencontohkan kebijakan PT PLN yang memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen untuk bulan Januari dan Februari 2025.
Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk PLN Batam, yang berstatus sebagai perusahaan swasta, yang notabene terpisah dari PLN Nasional.
“Kita berharap BUMN di Batam melakukan langkah-langkah seperti PLN Nasional tersebut untuk menjaga daya beli masyarakat Batam tidak turun,” kata Rafki.
Ia juga mengkhawatirkan bahwa tanpa adanya insentif, pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun 2025 akan semakin melambat dibandingkan tahun 2024.
Oleh karena itu, Apindo Batam mendesak pemerintah daerah untuk mempertimbangkan kebijakan yang dapat memberikan insentif bagi masyarakat, terutama kalangan menengah yang akan lebih banyak menanggung beban kenaikan PPN kali ini.
Sementara itu, pemerintah pusat tetap pada keputusan untuk menaikkan tarif PPN menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, bahwa penyesuaian tarif PPN ini akan kembali kepada rakyat dalam berbagai bentuk, seperti bantuan sosial dan subsidi. Namun, kekhawatiran akan dampak kenaikan PPN terhadap daya beli masyarakat tetap menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk di Batam. (*)
Notaris/PPAT Batam, Andreas Timothy, SH, MKn dan Andrew, Komisaris Utama PT IBP saat berada di kantor Notaris/PPAT Batam, Andreas Timothy, SH, MKn di Lubukbaja. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Notaris/PPAT Batam, Andreas Timothy, SH, MKn, dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya telah memanipulasi akta perubahan kepemilikan saham dan merekayasa Akta RUPS PT Indospora Bumi Persada (IBP).
Andreas menyebut tuduhan yang disampaikan oleh Paulus, yang mengaku sebagai salah satu Direktur PT IBP, tidak berdasar dan dapat dilaporkan dan diproses secara hukum.
“Tidak benar bahwa kami memanipulasi data akta perubahan kepemilikan saham maupun merekayasa Akta RUPS PT IBP. Semua dokumen yang kami kerjakan telah dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegas Andreas saat ditemui di kantornya, Sabtu (28/12).
Andreas menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari transaksi jual beli saham PT IBP yang dilakukan oleh dua pemegang saham lama kepada Andrew dan keluarganya. Transaksi tersebut dilakukan secara sah dan dituangkan dalam akta yang dibuat di hadapan dirinya sebagai notaris.
“Pemegang saham asli bertemu dengan keluarga Andrew, dan mereka sepakat untuk melakukan jual beli saham PT IBP. Semua dokumen dan proses dilakukan sesuai fakta yang ada. Kami tidak pernah berurusan dengan Paulus, apalagi membuatkan akta untuknya,” jelas Andreas.
Andreas mengungkapkan bahwa Paulus baru muncul setelah adanya aturan pembukaan impor pasir. Paulus kemudian melaporkan dugaan manipulasi akta ke Polda Metro Jaya, mengklaim bahwa ia dirugikan dalam transaksi tersebut.
Namun, Andreas menegaskan bahwa akta lama yang dipermasalahkan Paulus dibuat di Jakarta oleh notaris lain. Karenanya telah diproses di Polda Metro Jaya tahun 2023.
Andreas juga mengungkapkan bahwa Paulus pernah mendatangi kantornya secara mendadak bersama sejumlah orang, termasuk wartawan. Paulus memaksa meminta salinan akta yang dibuat di kantornya, meski secara hukum ia tidak berhak untuk itu. Karena dia bukan sebagai pihak dalam akta yg dibuat.
“Dia mendatangi kantor kami dan memaksa meminta akta yang bukan merupakan hak nya. Bahkan, mereka sempat mengancam akan menduduki kantor jika permintaannya tidak dipenuhi. Tentu ini membuat kami merasa terintimidasi,” ungkap Andreas.
Andreas menegaskan bahwa sesuai undang-undang, notaris hanya dapat memberikan salinan akta kepada pihak-pihak yang secara sah tercantum dalam dokumen tersebut.
“Saya sudah menjelaskan kepada Paulus bahwa dia tidak berhak mendapatkan akta tersebut. Tapi dia terus memaksa, bahkan menuduh kami bersekongkol,” tambahnya.
Merasa terancam, Andreas akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. “Kami tidak nyaman dengan tekanan yang diberikan. Karena itu, kami laporkan kejadian ini ke Polda Kepri dan diteruskan ke Polsek agar ada perlindungan hukum,” katanya.
Sedangkan Andrew, Komisaris Utama PT IBP, juga memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang dilayangkan kepada notaris Andreas Timothy. Ia menegaskan bahwa pembelian saham PT IBP dilakukan secara sah dan sesuai hukum yang berlaku.
“Kami membeli saham PT IBP langsung dari dua pemegang saham lama. Semua transaksi dilakukan melalui pertemuan di Jakarta, dan tidak ada campur tangan dari notaris mana pun dalam perkenalan kami,” ungkap Andrew.
Andrew juga menegaskan bahwa transaksi jual beli saham tersebut telah dituangkan dalam akta yang dibuat oleh Notaris Andreas Timothy di Batam.
“Proses jual beli saham kami dengan pemegang saham lama telah sesuai fakta. Jika ada pihak yang merasa dirugikan, seperti Paulus, itu bukan tanggung jawab kami. Apalagi akta lama yang ia permasalahkan dibuat di Jakarta, bukan di Batam,” tambahnya.
Tanggal 7 Agustus 2023, saat memberikan keterangan dalam rangka klarifikasi, Andrew menjelaskan kepada penyidik di Polda Metro Jaya bahwa dia dan keluarganya tidak mengenal Paulus dan tidak ada hubungan apapun.
Andrew merasa keberatan atas pemberitaan di beberapa media yang dianggap memutarbalikkan fakta. “Pemberitaan yang menyebut kami terlibat manipulasi sangat tidak benar. Kami sebagai pemilik sah PT IBP merasa dirugikan atas informasi liar yang tidak berdasar fakta,” tegasnya.
Andreas Timothy dan Andrew menegaskan bahwa mereka akan mengambil langkah hukum untuk meluruskan tuduhan yang beredar. Mereka berharap kasus ini dapat segera diselesaikan secara adil sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
“Fakta-fakta yang ada sangat jelas. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan semua proses berjalan sesuai hukum,” pungkas Andreas.
Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak berwajib, baik di Polda Metro Jaya maupun Polsek, semua pihak agar menghormati proses hukum yang berlangsung. (*)
batampos – PT Capella Dinamik Nusantara, sebagai main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau, resmi meluncurkan New Honda Scoopy generasi terbaru. Skutik ini hadir dengan desain unik, fitur modern, dan tetap mengedepankan karakter fashionable yang telah menjadi daya tariknya sejak diperkenalkan pada 2010.
Dengan konsep terkini, New Honda Scoopy menghadirkan perubahan pada desain lampu LED crystal block yang lebih modern, Digital Panel Meter, dan USB Type-C Charger untuk menunjang mobilitas. Sentuhan retro ditampilkan melalui desain velg palang baru, sementara warna serta detail jok semakin menegaskan kesan stylish.
Regional Head PT Capella Dinamik Nusantara, Syaiful, menyebutkan New Honda Scoopy terus berevolusi mengikuti tren dan kebutuhan gaya hidup anak muda yang unik dan fashionable.
“Skutik ini tidak hanya alat transportasi, tetapi juga simbol gaya hidup modern dan ekspresif,” jelasnya, Sabtu (28/12).
New Honda Scoopy dilengkapi fitur seperti Honda Smart Key, Answer Back System, dan Antitheft Alarm. “Ukuran console box diperbesar hingga 4 liter, sementara Digital Panel Meter memberikan informasi lengkap seperti indikator ECO dan konsumsi bahan bakar,” terangnya
Dari segi performa, skutik ini menggunakan mesin 110cc SOHC dengan teknologi eSP (enhanced Smart Power), menghasilkan tenaga 6,6 kW dan torsi 9,2 Nm. Konsumsi bahan bakarnya mencapai 59 km/liter, sesuai standar emisi Euro 3.
New Honda Scoopy tersedia dalam empat varian dan delapan warna Energetic: Energetic Silver dan Red (Rp 21.018.000 OTR Batam) Fashion Fashion Blue dan Brown (Rp 21.018.000 OTR Batam) Stylish: Stylish Red dan Green (Rp 21.744.000 OTR Batam). Prestige White & Black (Rp 21.744.000 OTR Batam)
“Harga di wilayah lain, seperti Bintan, Tanjungpinang, dan Natuna, berkisar antara Rp22 juta hingga Rp24 juta tergantung varian,” ujarnya.
Dengan fitur, desain, dan performa yang ditingkatkan, New Honda Scoopy diharapkan terus menjadi skutik favorit serta simbol gaya hidup modern bagi para penggemarnya. (*)
batampos – Berakhirnya masa Operasi Mantap Praja (OMP) Seligi 2024 menjadi momen penting bagi Polda Kepulauan Riau (Kepri) untuk menggelar kegiatan konsolidasi, guna mengevaluasi dan memperkuat langkah ke depan.
Karoops Polda Kepri Kombes Pol Ulami Sudjaja menyampaikan laporan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama pelaksanaan Pilkada 2024 berlangsung aman dan kondusif tanpa adanya gangguan yang menonjol.
Tahapan pemilu di seluruh wilayah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten, berjalan sesuai aturan yang berlaku. Pemerintah daerah pun dinilai tetap melaksanakan tugasnya dengan baik selama masa Pilkada.
“Selama Pilkada, tidak terjadi konflik yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Kombes Pol Ulami Sudjaja, Sabtu, (28/12).
Namun demikian, tingkat partisipasi pemilih di Kepulauan Riau hanya mencapai 54 persen. Angka ini dinilai rendah dan menjadi perhatian untuk perbaikan di masa mendatang.
“Partisipasi masyarakat dalam Pilkada masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Evaluasi ini penting sebagai dasar untuk meningkatkan kinerja dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam agenda demokrasi mendatang,” tambahnya.
Ulami juga menekankan bahwa keberhasilan pengamanan Pilkada merupakan hasil kerja keras semua pihak, baik aparat keamanan maupun penyelenggara pemilu.
“Kami berharap momentum ini dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan menjaga stabilitas di masa depan,” ujarnya.
Dengan berakhirnya OMP Seligi 2024, Polda Kepri berkomitmen untuk terus mempertahankan stabilitas keamanan yang telah tercipta demi menjaga harmoni dan demokrasi di wilayah Kepulauan Riau. (*)
Air berwarna hijau. Foto kiriman warga kepada Batam Pos
batampos – BP Batam melalui Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU-SPAM) memutuskan untuk menghentikan sementara commissioning atau serangkaian proses dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) Duriangkang 5.
Keputusan ini diambil setelah terjadi gangguan pada pompa injeksi kimia atau dosing pump chemical IPA tersebut, yang menyebabkan kualitas air menjadi keruh dan berwarna hijau.
Gangguan ini membuat bahan kimia tidak tercampur dengan sempurna dalam proses pengolahan air, sehingga memengaruhi hasil akhir. Direktur Badan Usaha SPAM BP Batam, Denny Tondano, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan kualitas air yang diterima dalam beberapa hari terakhir.
“Setelah pembangunan IPA Duriangkang 5 dengan kapasitas 500 liter per detik selesai, kami melakukan commissioning untuk memastikan seluruh sistem berfungsi sesuai standar. Namun, saat commissioning, terjadi gangguan pada dosing pump, sehingga sekitar 3.600 meter kubik air yang tercampur alga sempat terkirim ke pelanggan,” katanya, Jumat (27/12).
Sebagai langkah mitigasi, BP Batam menghentikan sementara commissioning IPA Duriangkang 5 untuk memperbaiki pompa dosing yang bermasalah. Selain itu, pihaknya juga melakukan flushing atau tekanan pada sejumlah jaringan utama untuk membersihkan endapan dan kotoran dalam saluran perpipaan.
Flushing dilakukan dengan memberikan tekanan tertentu melalui katup pengurasan guna menghilangkan kerak yang menempel di dalam pipa. Meski demikian, air yang telah masuk ke jaringan pelanggan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke kondisi normal.
Commissioning ini dilakukan untuk menguji arah aliran air serta dampak yang ditimbulkan oleh pengoperasian IPA Duriangkang 5. Selain itu, commissioning juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan distribusi air yang mendesak, salah satunya di wilayah Tanjunguncang.
“Pengujian ini penting agar kami dapat memastikan distribusi air berjalan sesuai rencana dan meminimalkan potensi masalah di masa mendatang,” katanya.
Saat ini, BP Batam sedang melakukan uji kualitas air terakhir untuk memastikan hasil pengolahan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Jika hasil pengujian memuaskan, IPA Duriangkang 5 akan kembali dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Batam.
Denny menjelaskan, kapasitas IPA Duriangkang 5 sebesar 500 liter per detik. Itu diharapkan mampu meningkatkan pasokan air bersih di Batam, yang terus berkembang sebagai salah satu pusat ekonomi utama di Indonesia.
“Dengan beroperasinya IPA ini, kami optimistis kebutuhan air bersih di Kota Batam dapat terpenuhi lebih baik, terutama di daerah-daerah yang selama ini menghadapi kendala distribusi,” kata Denny.
BP Batam berharap masyarakat dapat bersabar selama proses perbaikan dan pengujian berlangsung. “Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk memastikan kualitas air yang diterima sesuai standar yang berlaku,” kata Denny.
Ke depan, BP Batam akan terus memantau operasional IPA Duriangkang 5 dan melakukan evaluasi berkala guna mencegah terjadinya masalah serupa. Hal ini merupakan bagian dari upaya BP Batam untuk mendukung kebutuhan infrastruktur dasar yang berkelanjutan bagi masyarakat Batam. (*)
batampos – Sepanjang 2024, Batam mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, baik dari realisasi investasi hingga pembangunan infrastruktur.
BP Batam, di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi, banyak melakukan pembangunan masif dan terstruktur, mulai dari pengembangan Pelabuhan Batuampar, Bandara Internasional Hang Nadim, Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, pelebaran jalan, dan berbagai macam proyek prestisius lainnya.
Realisasi investasi di Batam juga terus menunjukkan tren positif hingga semester pertama 2024. Berdasarkan catatan dari BP Batam, realisasi investasi tumbuh sebesar 55,70 persen.
“Lokasi geografis menjadi daya tarik utama bagi investor. Selain itu, adanya peningkatan infrastruktur dan diversifikasi ekonomi Batam, yang tidak hanya bergantung pada manufaktur tapi sektor jasa pariwisata dan lain-lain jadi faktor pendorong,” kata Rudi, Sabtu (28/12).
Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam
Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim berawal dari kerja sama antara BP Batam dengan PT Bandara Internasional Batam (BIB) selama 25 tahun. PT BIB selanjutnya akan bertanggung jawab dalam pengoperasian dan pengembangan bandara yang meliputi renovasi, perluasan, dan pemeliharaan terminal penumpang eksis di Terminal I, pembangunan terminal penumpang baru yakni Terminal II, pengelolaan terminal kargo baru, serta pengembangan rencana induk Bandara Internasional Hang Nadim dengan konsep Logistics Aerocity.
Berdiri di lahan seluas 50.000 m2, dengan nilai investasi Rp2,4 Triliun, pembangunan Terminal II Bandara Hang Nadim ditargetkan selesai hingga 2026 mendatang.
Rudi mengatakan, pembangunan ini menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan Bandara Hang Nadim sebagai bandara bertaraf internasional yang maju dan modern.
“Pembangunan Terminal II ini menjadi kebangkitan Bandara Hang Nadim yang kita cintai, mari kita dukung, sehingga Batam kota baru bisa sama-sama kita capai,” katanya.
Bandara Internasional Hang Nadim juga terus menambah rute penerbangan baru baik di level internasional, maupun dalam negeri. Beberapa waktu lalu, bandara ini telah membuka penerbangan Internasional dengan maskapai Jeju Air, dengan rute Incheon-Batam mulai 18 Oktober 2024.
Bertambahnya rute penerbangan luar negeri ini, akan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian di Batam. Tidak hanya itu, pembukaan rute penerbangan ini akan semakin meningkatkan konektivitas antara Indonesia, khususnya Kota Batam dengan Korea Selatan.
Pengembangan Pelabuhan Batuampar
Pengembangan Pelabuhan Batuampar terus digesa BP Batam. Dari hasil kerja sama dengan Persero, pelabuhan ini telah bertransformasi menjadi Terminal Peti Kemas yang akhirnya bisa membuka rute perdagangan baru atau direct call dari Batam ke China, 31 Maret 2024. Selain itu, TPK Batuampar juga telah melayani direct call ke Myanmar pada Agustus 2024.
Pelayaran langsung ke China ini dioperasikan oleh Shandong International Transportation Corporation (SITC). Pada pelayaran rute perdana dari China menuju Batam, SITC mengoperasikan kapal MV SITC Hakata, yang berbobot 23.000 GT.
Kemajuan lainnya yang telah dicapai Pelabuhan Batuampar yakni akan segera memiliki Container Yard (CY). BP Batam dan Persero bekerja sama dengan Waskita Beton Precast mulai membangun Container Yard (CY) di Pelabuhan Batuampar, 6 Mei 2024. CY merupakan bagian dari pengembangan tahap II pelabuhan tersebut, dengan kapasitas kontainer mencapai 900.000 TEUs per tahun.
Rudi berkomitmen akan terus membangun Pelabuhan Batuampar mulai dari segi infrastruktur, suprastruktur, dan bidang pelayanan lainya.
BP Batam juga telah menyiapkan rencana pengembangan jangka panjang hingga tahun 2033 mendatang. Namun, diharapkan pada tahun 2025 nanti, arus peti kemas di Pelabuhan Batuampar mencapai 1,8 Juta TEUs dan dapat mengakomodir kapal dengan kapasitas 3.000 TEUs atau kapal generasi ke-3 untuk angkutan peti kemas internasional, kata Rudi.
Pembangunan Jalan di Batam
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur, BP Batam mengembangkan berbagai akses jalan di Kota Batam guna mengantisipasi kenaikan jumlah pengguna jalan, penurunan biaya logistik, dan peningkatan konektivitas, diantaranya Flyover Sei Ladi hingga Bundaran Punggur.
Seluruh proyek yang dijalankan telah rampung 100 persen, sementara Progres Bundaran Punggur saat ini telah mencapai 89 persen berada pada tahap penyelesaian pengecoran jalan. Kemudian Flyover Lela Bahari atau dikenal sebagai Flyover Sei Ladi, saat ini terus dikebut dan mencapai progres 90 persen. Keduanya ditargetkan selesai pada akhir Desember 2024.
“Kami berkomitmen menjadikan Batam terus berkembang, infrastruktur sempurna, ekonomi dan investasi bangkit, meningkatkan perdagangan internasional dan muara akhir masyarakat lebih sejahtera,” kata Rudi.
Salah satu megaproyek di Batam, yakni PSN Rempang Eco-City akan menjadi motor baru penggerak perekonomian nasional. Rempang Eco City merupakan salah satu proyek yang terdaftar dalam Program Strategis Nasional 2023, yang pembangunannya diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023 yang disahkan pada 28 Agustus.
Proyek ini merupakan kawasan industri, perdagangan, hingga wisata terintegrasi yang ditujukan untuk mendorong daya saing dengan Singapura dan Malaysia. Proyek tersebut akan digarap oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) dengan target investasi mencapai Rp381 triliun pada 2080.
Rudi berkomitmen untuk menjaga hak rakyat, hak kultural, serta hak keseluruhan warga yang sudah bermukim secara turun-temurun di Pulau Rempang. Pengembangan kawasan ini pun diyakininya dapat memberikan eskalasi bagi peningkatan kualitas hidup warga Pulau Rempang.
Ada banyak keuntungan dari pengembangan Pulau Rempang yang bakal menjadi mesin ekonomi baru bagi Indonesia ini, antara lain meningkatkan kegiatan usaha ekonomi mikro kecil dan menengah (UMKM), menyerap tenaga kerja warga tempatan, pemerataan pembangunan, dan investasi berkelanjutan, katanya.
Pemerintah juga terus memastikan keterlibatan masyarakat setempat terkait sosialisasi kompensasi atas area yang terdampak. Untuk itu BP Batam telah melaksanakan langkah-langkah untuk mendukung pemukiman kembali penduduk, antara lain lahan, rumah pengganti, relokasi sementara, dan program pemberdayaan pendudukan yang dimukimkan kembali.
Pada September 2024, BP Batam akhirnya menyelesaikan pembangunan rumah permanen di Tanjung Banon, Galang. Hunian di selatan Pulau Rempang ini ditujukan bagi warga yang setuju direlokasi. Sebelumnya mereka yang setuju dipindahkan ke hunian sementara di Batam.
Warga Rempang yang setuju relokasi imbas dari Proyek Rempang Eco-City mulai pindah ke hunian permamen yang baru dirampungkan BP Batam. Penghuni pertama pindah pada 25 September 2024. Dan hingga 2 Desember 2024, sudah 42 KK yang pindah ke Tanjung Banun.
Selain itu, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2024 pada 7 Oktober 2024, Presiden RI Joko Widodo menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.
KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam ini, diharapkan membawa dampak signifikan terhadap perekonomian nasional sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, dengan peningkatan lapangan pekerjaan dan inovasi serta berbagai multiplier effect lainnya.
KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, menargetkan realisasi investasi hingga Rp6,91 Triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 105.406 orang. Ini akan memperkuat posisi Batam sebagai destinasi pariwisata kesehatan regional yang kompetitif, sekaligus mengurangi pengeluaran devisa melalui peningkatan layanan medis dalam negeri, sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu lagi mencari perawatan ke luar negeri.
KEK Pariwisata Kesehatan tersebut menjadi fokus Rudi dalam mengembangkan perekonomian di Batam. Pihaknya juga mengapresiasi semua pihak yang terus mendukung hingga terwujudnya KEK tersebut.
“KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam menargetkan investasi Rp6,91 triliun sampai dengan 2032 dan akan menyerap tenaga kerja 105.406 orang selama 80 tahun,” ujarnya.
Secara keseluruhan hingga saat ini, realisasi investasi dari KEK yang ada di Batam, mencapai Rp3,85 triliun hingga semester I tahun 2024. Dengan demikian, KEK telah menyumbang 31,19 persen dari total realisasi investasi Batam sebesar Rp12,31 triliun.
Investasi ini berasal dari dua KEK, yakni KEK Nongsa Digital Park sebesar Rp2,96 triliun dan KEK Batam Aero Tehcnic sebesar Rp884 miliar.
Kemudian, untuk pengelolaan air bersih, Badan Usaha SPAM saat ini sedang membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 500 liter per detik (lpd) di Waduk Duriangkang dan 230 lpd di Waduk Tembesi serta penguatan dan pembangunan jaringan baru guna mengatasi defisit air bersih, yang sekarang terjadi di Batam.
Penyebabnya karena pertumbuhan jumlah pelanggan yang sangat tinggi. Berdasarkan data dari BP Batam, jumlah pelanggan SPAM per 30 September 2024 sebanyak 321.786. Kedua IPA baru tersebut akan selesai bulan Desember 2024 ini.
Selain itu BP Batam juga telah membangun pipa berkapasitas 370 lps di Waduk Muka Kuning untuk mengakomodir kebutuhan air bersih pelanggan.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan persoalan air ini selalu menjadi prioritas utama BP Batam. Persoalan air masih menjadi prioritas utama.
“Kami terus bekerja dan bekerja agar persoalannya bisa tuntas. Maka, kesabaran sangat penting supaya pekerjaan bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Atas berbagai prestasi tersebut, BP Batam berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2023, penghargaan yang telah diraih delapan kali berturut-turut sejak 2017.
“Kami berkomitmen menjalankan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel,” kata Rudi.
Dengan pencapaian ini, Batam semakin mendekati visinya sebagai kota modern yang ramah investasi, siap bersaing di kancah internasional. (*)