Vokalis Legendaris 3 Doors Down Brad Arnold Wafat di usia 47 tahun. F. x.com/charlielopezm
batampos – Kabar duka datang dari dunia musik rock internasional. Brad Arnold, vokalis utama sekaligus pendiri band rock Amerika 3 Doors Down, meninggal dunia pada Sabtu (7/2) di usia 47 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal stadium empat yang telah menyebar ke paru-paru.
Informasi wafatnya Arnold dikonfirmasi oleh sejumlah media internasional, termasuk People dan Reuters.
Arnold sebelumnya mengumumkan kondisi kesehatannya kepada publik pada Mei 2025 melalui sebuah video. Penyakit yang dideritanya membuat band 3 Doors Down terpaksa membatalkan tur musim panas mereka pada tahun tersebut.
Brad Arnold lahir di Escatawpa, Mississippi, Amerika Serikat, pada 27 September 1978. Ia mendirikan 3 Doors Down bersama teman-teman sekolahnya pada 1995–1996, jauh sebelum band tersebut meraih popularitas global.
Pada awal karier, Arnold sempat bermain drum sebelum akhirnya fokus sebagai vokalis utama. Ia juga dikenal sebagai penulis lagu berbakat.
Salah satu karya terbesarnya, “Kryptonite”, ditulis Arnold saat berusia 15 tahun dan kemudian menjadi lagu ikonik yang melambungkan nama 3 Doors Down ke panggung musik dunia.
Kesuksesan besar datang lewat album debut The Better Life yang dirilis pada 2000. Album tersebut terjual lebih dari 6 juta kopi dan menempatkan 3 Doors Down sebagai salah satu band rock paling berpengaruh di akhir 1990-an dan awal 2000-an.
Sejumlah lagu hits seperti When I’m Gone, Here Without You, dan Loser menandai era kejayaan rock alternatif dan berhasil menembus Billboard Hot 100, memperkuat posisi band tersebut di industri musik global.
Dalam pernyataan kenangan, 3 Doors Down menyebut Brad Arnold sebagai sosok yang tidak hanya berbakat secara musikal, tetapi juga rendah hati, hangat, dan penuh kasih terhadap keluarga, sahabat, serta para penggemar.
Kepergian Arnold meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik. Para musisi dan penggemar dari berbagai negara ramai-ramai menyampaikan penghormatan melalui media sosial.
Brad Arnold dikenang sebagai figur penting yang ikut membentuk wajah musik rock modern dan karya-karyanya akan terus hidup di hati para pendengar.(*)
batampos – Washington Post mengumumkan pengunduran diri CEO sekaligus penerbitnya, Will Lewis, yang berlaku efektif serta-merta. Keputusan itu diumumkan, hanya beberapa hari setelah media ternama Amerika Serikat tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang memicu kemarahan pembaca dan karyawan.
Pengunduran diri Lewis terjadi di tengah tekanan berat yang dialami industri media cetak dan digital di Amerika Serikat. Selama hampir dua tahun memimpin Washington Post, manajemen Lewis menuai kritik tajam dari internal redaksi maupun pelanggan, terutama terkait strategi efisiensi dan upaya menekan kerugian finansial harian perusahaan.
Dalam pernyataan resmi Washington Post, posisi Lewis kini digantikan oleh Jeff D’Onofrio, mantan CEO platform media sosial Tumblr. D’Onofrio sebelumnya bergabung dengan Washington Post sebagai Chief Financial Officer (CFO) pada tahun lalu dan kini ditunjuk sebagai CEO serta penerbit baru.
Lewis, warga negara Inggris, menyampaikan dalam sebuah email kepada staf bahwa ini merupakan waktu yang tepat baginya untuk mundur. Email tersebut kemudian dibagikan di media sosial oleh salah satu jurnalis Washington Post.
Sementara itu, pernyataan resmi perusahaan hanya menyebutkan pergantian kepemimpinan berlaku langsung tanpa penjelasan tambahan.
Pengumuman pengunduran diri ini menyusul keputusan Washington Post untuk memangkas ratusan karyawan redaksi. Pemotongan tersebut diumumkan pada Selasa dan berdampak pada wartawan dalam negeri, luar negeri, hingga desk olahraga.
Manajemen tidak mengungkap jumlah pasti posisi yang dihapus, namun The New York Times melaporkan sekitar 300 dari 800 jurnalis Washington Post terdampak PHK.
Sejumlah desk utama turut dibubarkan, termasuk seluruh tim liputan Asia Barat, serta koresponden Ukraina yang berbasis di Kyiv di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Rusia.
Departemen olahraga, grafis, dan berita lokal juga mengalami pengurangan signifikan, sementara podcast harian Post Reports dilaporkan dihentikan sementara.
Gelombang protes pun terjadi. Ratusan orang dilaporkan berkumpul di depan kantor pusat Washington Post di pusat kota Washington pada Kamis, sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemangkasan karyawan tersebut.
Secara umum, industri media nasional di AS tengah menghadapi penurunan tajam pendapatan iklan dan jumlah pelanggan, seiring persaingan ketat dengan platform media sosial.
Namun, sejumlah media besar seperti The New York Times dan The Wall Street Journal dinilai mampu bertahan secara finansial, kondisi yang belum berhasil dicapai Washington Post meski dimiliki oleh miliarder Jeff Bezos, pendiri Amazon.
Lewis dalam catatannya kepada staf menyebutkan bahwa berbagai keputusan sulit telah diambil demi memastikan keberlanjutan Washington Post agar tetap mampu menyajikan jurnalisme berkualitas dan independen di masa depan.
Bezos dan Lewis juga sebelumnya menjadi sorotan terkait dugaan campur tangan pemilik dalam kebijakan editorial. Bezos diketahui membatasi sikap editorial liberal Washington Post dan menolak memberikan dukungan kepada kandidat presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, menjelang Pemilu AS 2024. Langkah tersebut dinilai banyak pihak sebagai pelanggaran terhadap prinsip independensi editorial dan dianggap sebagai bentuk kompromi politik.
Laporan The Wall Street Journal bulan lalu menyebutkan sekitar 250 ribu pelanggan digital meninggalkan Washington Post setelah media tersebut tidak mendukung Harris.
Pada 2024, Washington Post dilaporkan mengalami kerugian sekitar US$100 juta akibat merosotnya pendapatan iklan dan langganan.
Editor eksekutif Washington Post, Marty Baron, menyebut PHK massal ini sebagai salah satu hari tergelap dalam sejarah panjang salah satu organisasi media terbesar di dunia.
batampos – Menyusul kasus siswi SMAN 1 Batam yang sempat dilaporkan hilang dan diketahui berkenalan dengan pria melalui media sosial TikTok, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait mengimbau para orang tua dan pihak sekolah agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial.
Kompol Hippal menegaskan, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini memberikan dampak besar terhadap pola pergaulan remaja. Tanpa pengawasan yang cukup, anak-anak rentan terpengaruh dan menjalin hubungan dengan orang yang belum dikenal secara dekat.
“Kami mengimbau kepada bapak dan ibu orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, khususnya dalam penggunaan media sosial seperti TikTok dan aplikasi lainnya. Pergaulan anak perlu dibatasi dan diarahkan,” ujar Kompol Hippal, Minggu (8/2).
Ia juga meminta pihak sekolah turut berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun melalui pembinaan karakter dan literasi digital.
“Sekolah juga kami harapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa terkait risiko pergaulan bebas dan bahaya berkenalan dengan orang asing melalui media sosial,” katanya.
Menurutnya, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa komunikasi yang terjalin di dunia maya tidak selalu aman dan bisa berujung pada situasi yang merugikan, terutama bagi anak di bawah umur.
Kompol Hippal menambahkan, orang tua diharapkan tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar mereka tidak segan bercerita mengenai aktivitas dan pergaulan sehari-hari.
“Keterlibatan orang tua sangat penting. Jangan sampai anak mencari perhatian dan kenyamanan di luar rumah tanpa sepengetahuan keluarga,” tegasnya.
Polisi berharap dengan adanya pengawasan bersama antara orang tua, sekolah, dan lingkungan, kasus serupa tidak kembali terulang di wilayah hukum Polsek Sekupang maupun Kota Batam secara umum. (*)
Pengunjung melihat Rafflesia Hasseltii di Bukit Tabir, Desa Tarempa Selatan. Polhut lakukan pengawasan ketat sejak ramainya masyarakat yang ingin menyaksikan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Keberadaan bunga langka Rafflesia Hasseltii yang tumbuh di kawasan Bukit Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, menarik perhatian masyarakat. Warga dari berbagai wilayah berdatangan untuk melihat langsung salah satu tumbuhan langka yang jarang mekar tersebut.
Rafflesia Hasseltii dikenal sebagai bunga berukuran besar dengan aroma khas. Kemunculannya yang tidak menentu membuat setiap kali mekar langsung menjadi perhatian publik. Informasi soal mekarnya bunga ini cepat menyebar dari mulut ke mulut maupun melalui media sosial.
Meski demikian, lokasi Rafflesia Hasseltii terbilang sulit dijangkau. Dari permukiman warga, perjalanan menuju kawasan Bukit Tabir memakan waktu hampir satu jam dengan medan yang cukup menantang. Selain jarak yang jauh, di lokasi tersebut juga belum tersedia pos penjagaan permanen.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerusakan lingkungan, terutama jika kunjungan masyarakat tidak diawasi. Risiko seperti menginjak vegetasi sekitar, membuang sampah sembarangan, hingga menyentuh atau merusak Rafflesia yang sedang mekar dinilai cukup besar.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polisi Kehutanan (Polhut) dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Provinsi Kepulauan Riau melakukan pengawasan ketat di kawasan Bukit Tabir. Langkah ini dilakukan karena Rafflesia termasuk tumbuhan langka yang dilindungi negara.
Perlindungan terhadap Rafflesia diatur dalam Pasal 50 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yang melarang setiap orang merusak, memetik, atau mengambil tumbuhan dilindungi dari kawasan hutan. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana.
Polhut KPHP Kepri, Faizal Rangkuti, mengatakan patroli rutin terus dilakukan, terutama saat akhir pekan dan hari libur ketika jumlah pengunjung meningkat.
“Kalau akhir pekan, kami rutin masuk untuk patroli. Karena di waktu libur masyarakat banyak yang ingin melihat Rafflesia,” ujar Faizal, Minggu (4/2/2026).
Menurutnya, patroli bertujuan memastikan kondisi Rafflesia tetap aman serta mencegah tindakan yang berpotensi merusak ekosistem di sekitarnya. Selain pengawasan, Polhut juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada pengunjung.
Faizal mengimbau masyarakat agar tetap menjaga etika saat berwisata alam dan tidak merusak lingkungan. Ia juga meminta warga berkoordinasi dengan petugas sebelum menuju lokasi.
“Berwisata boleh, tapi tetap saling menjaga. Jangan merusak yang ada. Silakan lapor ke kami, nanti bisa dilakukan pendampingan untuk melihat Rafflesia,” katanya.
Dengan pengawasan yang ketat serta kesadaran masyarakat, diharapkan Rafflesia Hasseltii di kawasan Bukit Tabir dapat terus terjaga kelestariannya dan menjadi kekayaan alam yang dibanggakan Kabupaten Kepulauan Anambas. (*)
batampos – Manajemen Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) bersama Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Jakarta.
Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut Nota Kesepahaman BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2022, sekaligus bagian dari langkah memperkuat posisi RSBP Batam dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.
Audiensi dipimpin Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait. Ia hadir bersama Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP; Wakil Direktur Keuangan dan Umum, Evi Elfiana Br. Bangun; Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Muhammad Yanto; Kepala Satuan Penjaminan Mutu, Feri Nawa Pamungkas, serta jajaran manajemen dan staf teknis.
Menurut Ariastuty, audiensi tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat transformasi layanan RSBP Batam.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan yang mampu mendukung program prioritas kesehatan nasional,” ujar Ariastuty.
Dalam pertemuan tersebut, BP Batam dan RSBP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) prioritas kepada Kementerian Kesehatan.
Usulan tersebut mencakup penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu, serta pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).
Transformasi tersebut sejalan dengan pengembangan peran RSBP Batam yang tidak lagi hanya sebagai rumah sakit penunjang investasi, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan, termasuk penyelenggaraan program fellowship.
Selain itu, RSBP Batam juga menyampaikan kesiapannya untuk menghadapi akreditasi Paripurna yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana layanan unggulan, termasuk di bidang kardiovaskular.
RSBP Batam juga memaparkan rencana pengembangan layanan lainnya, dimana salah satunya merupakan layanan hiperbarik yang akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengusulan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pengembangan RSBP Batam kami arahkan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mendukung daya saing Batam sebagai pusat layanan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan menyoroti pentingnya pemerataan layanan penyakit jantung di luar Pulau Jawa.
“Penguatan layanan jantung di daerah merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Benyamin.
Terkait rencana pengembangan layanan jantung di RSBP Batam, Benyamin menyatakan dukungan secara prinsip. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki RSBP Batam menjadi salah satu modal penting.
“Penguatan fasilitas kesehatan idealnya diberikan kepada rumah sakit yang telah siap dari sisi tenaga medis dan tata kelola layanan,” katanya.
Dalam konteks regional, Wakil Menteri Kesehatan menilai Batam memiliki posisi strategis sebagai tujuan layanan kesehatan dan wisata medis di Kepulauan Riau, di tengah pertumbuhan rumah sakit yang cukup pesat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan layanan kesehatan berjalan seimbang dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut audiensi, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan kepada Kementerian Kesehatan RI serta menjadwalkan pertemuan berikutnya guna mempercepat realisasi kerja sama strategis yang telah dibahas. (*)
batampos – Manajemen Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) bersama Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Jakarta.
Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut Nota Kesepahaman BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2022, sekaligus bagian dari langkah memperkuat posisi RSBP Batam dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.
Audiensi dipimpin Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait. Ia hadir bersama Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP; Wakil Direktur Keuangan dan Umum, Evi Elfiana Br. Bangun; Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Muhammad Yanto; Kepala Satuan Penjaminan Mutu, Feri Nawa Pamungkas, serta jajaran manajemen dan staf teknis.
Menurut Ariastuty, audiensi tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat transformasi layanan RSBP Batam.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan yang mampu mendukung program prioritas kesehatan nasional,” ujar Ariastuty.
Dalam pertemuan tersebut, BP Batam dan RSBP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) prioritas kepada Kementerian Kesehatan.
Usulan tersebut mencakup penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu, serta pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).
Transformasi tersebut sejalan dengan pengembangan peran RSBP Batam yang tidak lagi hanya sebagai rumah sakit penunjang investasi, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan, termasuk penyelenggaraan program fellowship.
Selain itu, RSBP Batam juga menyampaikan kesiapannya untuk menghadapi akreditasi Paripurna yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana layanan unggulan, termasuk di bidang kardiovaskular.
RSBP Batam juga memaparkan rencana pengembangan layanan lainnya, dimana salah satunya merupakan layanan hiperbarik yang akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengusulan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pengembangan RSBP Batam kami arahkan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mendukung daya saing Batam sebagai pusat layanan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan menyoroti pentingnya pemerataan layanan penyakit jantung di luar Pulau Jawa.
“Penguatan layanan jantung di daerah merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Benyamin.
Terkait rencana pengembangan layanan jantung di RSBP Batam, Benyamin menyatakan dukungan secara prinsip. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki RSBP Batam menjadi salah satu modal penting.
“Penguatan fasilitas kesehatan idealnya diberikan kepada rumah sakit yang telah siap dari sisi tenaga medis dan tata kelola layanan,” katanya.
Dalam konteks regional, Wakil Menteri Kesehatan menilai Batam memiliki posisi strategis sebagai tujuan layanan kesehatan dan wisata medis di Kepulauan Riau, di tengah pertumbuhan rumah sakit yang cukup pesat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan layanan kesehatan berjalan seimbang dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut audiensi, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan kepada Kementerian Kesehatan RI serta menjadwalkan pertemuan berikutnya guna mempercepat realisasi kerja sama strategis yang telah dibahas. (*)
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi, mengingatkan jemaah haji agar tidak terjebak pada persoalan teknis seperti memilih kelompok terbang (kloter) atau gelombang keberangkatan. Menurutnya, inti ibadah haji tetap sama bagi seluruh jemaah, yakni melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah.
“Tidak perlu memperdebatkan kloter atau gelombang. Semua jemaah akan melaksanakan rukun haji yang sama, khususnya wukuf di Arafah,” tegas Syahbudi saat memberikan bimbingan manasik haji, Sabtu (7/2).
Ia menjelaskan, pembagian keberangkatan haji ke dalam dua gelombang dilakukan semata-mata karena alasan teknis transportasi. Pergerakan jemaah dari Indonesia ke Arab Saudi tidak memungkinkan dilakukan secara bersamaan, sehingga sebagian jemaah mendarat di Jeddah dan sebagian lainnya di Madinah.
Bimbingan manasik haji tersebut diikuti sekitar 240 orang jemaah asal Kecamatan Batam Kota dan Nongsa. Kegiatan berlangsung di Masjid An-Namirah Asrama Haji Batam, Sabtu (7/2).
Dalam kesempatan itu, Syahbudi menekankan pentingnya kesiapan jemaah tidak hanya secara fisik, tetapi juga spiritual. Ia mengingatkan agar seluruh rangkaian ibadah dijalani dengan menghadirkan diri secara jasadan wa ruhan.
“Khusus saat berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Madinah, jangan sampai yang hadir hanya jasadnya saja tapi ruhnya entah ke mana-mana. Atau sebaliknya, hanya ruhani saja dengan membaca selawat dari kamar hotel,” pesannya.
Ia mengajak jemaah untuk menghadirkan jasad dan ruh secara utuh ketika berziarah. Menurutnya, salam dan selawat hendaknya disampaikan dengan penuh kelembutan dan ketundukan.
“Hadirilah makam Nabi, ucapkan salam dan selawat dengan khusyuk,” ujarnya.
Syahbudi juga mengutip hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Baihaqi dengan sanad sahih, yang menyebutkan bahwa setiap salam dan selawat yang disampaikan kepada Rasulullah SAW akan dijawab oleh beliau dengan izin Allah SWT.
Pantauan di lokasi, para jemaah mengikuti bimbingan manasik dengan serius dan khidmat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik mengenakan pakaian ihram sebagai bagian dari persiapan teknis ibadah haji.
Selain materi manasik, Syahbudi turut menyampaikan berbagai kebijakan penyelenggaraan haji, baik di dalam maupun luar negeri. Mulai dari kuota haji, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BIPIH), hingga layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jemaah.
Melalui kegiatan ini, ia berharap jemaah haji Kota Batam dapat mempersiapkan diri secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi administrasi dan fisik, tetapi juga mental dan spiritual, sehingga mampu menunaikan ibadah dengan baik dan meraih haji yang mabrur. (*)
Presiden Prabowo Subianto dalam Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama melalui siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu (8/2). (ANTARA)
batampos – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dari berbagai ancaman, mulai dari kemiskinan, kelaparan, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan dan pendidikan.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama yang disiarkan melalui Sekretariat Presiden dari Jakarta, Minggu (8/2).
Menurut Prabowo, komitmen itu merupakan bagian dari sumpah jabatan yang ia ucapkan saat dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.
Prabowo menekankan bahwa tujuan nasional pertama sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Mandat tersebut, kata dia, dimaknai sebagai kewajiban negara untuk hadir melindungi rakyat dari segala bentuk ancaman.
“Saya terima tugas tersebut, saya terima mandat tersebut. Melindungi segenap tumpah darah Indonesia artinya melindungi rakyat dari semua ancaman, baik ancaman fisik, kemiskinan, kelaparan, pelayanan kesehatan, maupun ketidaktersediaan pendidikan terbaik,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan tugas Presiden tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga memastikan kesejahteraan rakyat melalui pemenuhan kebutuhan dasar serta pengelolaan kekayaan nasional secara adil dan bertanggung jawab.
Prabowo juga menyampaikan telah bersumpah setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Ia menegaskan tidak akan mundur dalam menjalankan amanat tersebut selama masih memiliki tenaga dan kesempatan untuk mengabdi.
Sejak menjabat sebagai Presiden, Prabowo mengaku telah mempelajari berbagai data dan fakta terkait kondisi bangsa. Dari kajian tersebut, ia menilai Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar, namun belum sepenuhnya dikelola untuk kepentingan rakyat.
Ia menyoroti masih terjadinya kebocoran kekayaan negara akibat korupsi, penipuan, dan manipulasi, yang menyebabkan banyak aset bangsa hilang atau mengalir ke luar negeri.
Oleh karena itu, Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan ragu dalam memberantas segala bentuk penyalahgunaan kekayaan negara.
“Kita tidak boleh ragu-ragu. Saya dan pemerintah tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, penipuan, manipulasi, dan penggarongan atas kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan mundur setapak pun,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bertekad menghapus kemiskinan dari bumi Indonesia.
Ia optimistis, dengan keberanian, keteguhan, serta pengelolaan kekayaan nasional yang baik, kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud. (*)
RSBP Batam melaksanakan tindakan intervensi penyakit jantung bawaan tanpa bedah terbuka bagi pasien dewasa, perdana di Kepulauan Riau, dengan pendampingan tim dokter tamu. Foto. RSBP Batam untuk Batam Pos
batampos – Selama 22 tahun hidup tanpa pernah tahu mengidap penyakit jantung bawaan, Nurdiana akhirnya mendapatkan penanganan medis yang mengubah hidupnya. Perempuan asal Tanjungpinang itu menjadi salah satu pasien dewasa pertama yang menjalani tindakan intervensi penyakit jantung bawaan (PJB) tanpa bedah terbuka di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.
Tindakan tersebut sekaligus menandai tonggak penting layanan kesehatan di Kepulauan Riau. Untuk pertama kalinya pada 2026, RSBP Batam menghadirkan layanan intervensi PJB non-invasif bagi pasien dewasa, yang sebelumnya hanya tersedia untuk pasien anak dan sebagian besar dilakukan di luar daerah.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSBP Batam, dr. Muhammad Yanto, mengatakan kehadiran layanan ini menjadi terobosan penting bagi masyarakat Kepri yang selama ini bergantung pada rumah sakit rujukan nasional.
“Ini menjadi pertama kali di rumah sakit di Batam, khususnya di RSBP Batam, dilakukan tindakan penyakit jantung bawaan untuk pasien dewasa. Kalau sebelumnya hanya anak-anak, sekarang usia di atas 18 tahun sudah bisa kami tangani di sini,” ujarnya, Sabtu (7/2).
Pelaksanaan perdana dilakukan dengan pendampingan tim dokter tamu dalam program proctorship. Sebanyak enam pasien dewasa menjalani tindakan intervensi di fasilitas cathlab RSBP Batam setelah melalui proses skrining medis ketat dan sesuai standar keselamatan pasien.
Muhammad Yanto menjelaskan, perbedaan utama layanan ini terletak pada kompetensi tenaga medis yang menangani pasien dari berbagai kelompok usia.
“Untuk kelainan jantung bawaan pada anak, sebelumnya sudah dilakukan oleh dokter spesialis anak konsultan jantung. Di RSBP Batam, tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis jantung konsultan penyakit jantung bawaan yang mampu menangani pasien mulai dari anak hingga dewasa secara non-invasif. Ini yang pertama di Kepulauan Riau,” jelasnya.
Salah satu dokter tamu, Radityo Prakoso, Sp.JP(K), FIHA, menyoroti masih tingginya antrean pasien penyakit jantung bawaan di pusat rujukan nasional.
“Di Jakarta saja, sekitar 6.000 bayi masih menunggu penanganan penyakit jantung bawaan. Dengan keterbatasan kapasitas layanan, tidak semua pasien tertangani optimal, bahkan ada yang meninggal sebelum mendapat jadwal tindakan,” ungkapnya.
Menurut Radityo, kehadiran layanan intervensi PJB di daerah seperti RSBP Batam menjadi solusi penting agar pasien tidak sepenuhnya bergantung pada rumah sakit rujukan nasional.
Sementara itu, Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Kardiologi RSBP Batam, Afdalun Hakim, SpJP, menyebut angka kejadian penyakit jantung bawaan di Indonesia berkisar 8 hingga 10 kasus per 1.000 kelahiran hidup, sementara jumlah dokter dan fasilitas penanganannya masih sangat terbatas.
“Kondisi ini membuat penanganan penyakit jantung bawaan turut dibantu oleh berbagai lembaga dan yayasan sosial. Karena itu, penguatan layanan PJB di rumah sakit daerah menjadi sangat penting,” katanya.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fellowship Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan, dr. Priyandini Wulandari, menjelaskan salah satu pasien dewasa yang ditangani sebelumnya tidak memiliki keluhan dan baru terdeteksi setelah pemeriksaan rontgen saat medical check-up menunjukkan pembesaran jantung.
“Pasien tersebut diketahui telah hidup dengan penyakit jantung bawaan selama 22 tahun tanpa terdiagnosis. Kami melakukan tindakan penutupan patent ductus arteriosus menggunakan metode kateterisasi tanpa operasi. Alhamdulillah tindakan berjalan lancar dan pasien sudah boleh pulang,” jelasnya.
Ia menegaskan, mulai saat ini RSBP Batam telah siap melayani tindakan intervensi penyakit jantung bawaan mulai dari usia neonatus hingga dewasa.
Salah satu pasien, Nurdiana, mengaku bersyukur karena bisa mendapatkan penanganan di Batam dengan jaminan BPJS Kesehatan.“Alhamdulillah bisa ditangani di RSBP Batam. Semoga teman-teman yang punya penyakit sama tidak putus asa dan bisa berobat di sini,” ujarnya.
Selain tindakan medis, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan bagi dokter dan tenaga kesehatan internal RSBP Batam agar layanan penyakit jantung bawaan dapat dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, RSBP Batam diharapkan menjadi rumah sakit rujukan regional dalam penanganan penyakit jantung bawaan di Kepulauan Riau. (*)
Petugas DLH Lingga bersama warga mengevakuasi karung diduga berisi limbah B3 yang terdampar di Pantai Dungun. F. Djoko Wiyono untuk Batam Pos.
batampos – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau menyoroti serius penemuan puluhan karung yang diduga berisi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di perairan Lingga, tepatnya di Pantai Dungun, Desa Belungkur, Lingga Utara.
Puluhan karung tersebut ditemukan berserakan di pinggir pantai dan mengeluarkan cairan hitam menyerupai minyak, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan dan kesehatan ekosistem laut.
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Dapil Bintan–Lingga, Hanafi Ekra, mengapresiasi langkah cepat DLH Lingga dalam merespons laporan warga. Namun, ia menilai persoalan ini tidak bisa ditangani hanya di level daerah.
“Ini bukan lagi sekadar tugas pemerintah kabupaten atau provinsi. Apalagi kasus serupa sudah terjadi di dua daerah, yakni Bintan dan Lingga. Negara harus hadir, dan pemerintah pusat perlu turun tangan,” tegas Hanafi.
Ia mengingatkan agar wilayah Kepulauan Riau tidak sampai menjadi lokasi pembuangan limbah berbahaya, mengingat sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan hidup sebagai nelayan.
“Kita harus mencari siapa dalang di balik pembuangan limbah ini. Jangan sampai keberadaan karung-karung diduga limbah B3 merugikan nelayan dan merusak ekosistem laut,” ujarnya.
Hanafi juga mendesak agar pemerintah pusat segera melakukan penyelidikan menyeluruh terkait penemuan ratusan karung yang diduga limbah B3 di perairan Bintan dan Lingga.
“Jangan sampai lingkungan kita rusak dan tercemar akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab yang membuang limbah berbahaya di laut kita,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga langsung turun ke lokasi untuk mengamankan karung-karung tersebut dan melakukan pemeriksaan awal.
Kepala DLH Lingga, Djoko Wiyono, mengatakan hasil pengecekan sementara menunjukkan isi karung berupa campuran kumuk dan oli dalam bentuk cairan.
“Setelah diperiksa, isi karung tersebut berupa campuran kumuk dan oli yang berbentuk cair, sehingga mengeluarkan cairan hitam seperti minyak,” ujar Djoko, Minggu (8/2). (*)