Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 277

Kadin Kepri Bangun Konektivitas Bisnis dengan Diaspora Indonesia di Eropa

0
Ketua Kadin Kepri, Mustava saat bertemu dengan Head of Consulting and Professional Service Division ASPINA, Muktisjah Ramli S.

batampos – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri memperkuat langkah internasionalisasinya dengan membangun konektivitas strategis bersama komunitas bisnis Indonesia di Eropa.

Dalam agenda networking di Belanda, Ketua Kadin Kepri, Mustava, bertemu dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda (ASPINA) untuk menjajaki peluang kolaborasi investasi, industri maritim, serta pengembangan ekonomi berbasis diaspora.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan potensi regional Kepulauan Riau sebagai kawasan industri maritim yang berkembang dengan jejaring pelaku usaha Indonesia di Eropa. Dalam paparannya, Kadin Kepri memaparkan pertumbuhan ekonomi Kepri yang ditopang sektor manufaktur, galangan kapal, serta ekosistem maritim yang semakin kompetitif di Asia Tenggara.

Mustava mengatakan, diaspora bisnis Indonesia di luar negeri memiliki posisi strategis dalam menjembatani peluang investasi lintas negara.

“Komunitas pengusaha Indonesia di Eropa bukan hanya representasi diaspora, tetapi juga simpul jejaring global. Mereka bisa menjadi penghubung antara potensi daerah dengan pasar internasional,” katanya, Jumat (6/2).

Baginya, pendekatan networking global saat ini tidak lagi sekadar promosi potensi daerah. Kadin Kepri mendorong terbentuknya pipeline kerja sama yang berkelanjutan melalui pertukaran informasi pasar, penjajakan proyek konkret, hingga kemitraan langsung antarpelaku usaha.

“Kami ingin hubungan ini berlanjut pada proyek nyata. Ada peluang di sektor galangan kapal, manufaktur maritim, hingga pariwisata berbasis minat khusus yang bisa digarap bersama,” kata Mustava.

Komunitas pengusaha Indonesia di Belanda memiliki solidaritas dan jaringan yang kuat. Mayoritas anggota bergerak di sektor UMKM, tapi mulai memperluas orientasi pada investasi lintas negara.

Selain sektor maritim, diskusi juga mengangkat peluang pengembangan destinasi wisata bagi segmen senior citizen di Eropa yang mencari kawasan tropis dengan aksesibilitas baik dan infrastruktur memadai.

Kadin Kepri berharap komunikasi yang telah terbangun ini menjadi fondasi kolaborasi yang lebih luas. Upaya tersebut sekaligus memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai pintu gerbang ekonomi maritim Indonesia yang semakin terhubung dengan ekosistem global. (*)

Artikel Kadin Kepri Bangun Konektivitas Bisnis dengan Diaspora Indonesia di Eropa pertama kali tampil pada Metropolis.

Bawa Sabu 5 Kg, Tiga Penumpang di Bandara RHF Tanjungpinang Ditangkap

0
Para pria yang diduga sebagai kurir sabu usai diamankan di Bandara RHF Tanjungpinang, Kamis (5/2). F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Tiga orang penumpang tujuan Jakarta diamankan aparat setelah kepergok membawa narkotika jenis sabu-sabu di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Ketiga pria tersebut diamankan saat hendak terbang menuju Jakarta menggunakan maskapai Citilink pada Kamis (5/2). Dari tangan para terduga, petugas menemukan sabu dengan total berat mencapai 5 kilogram.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga penumpang tersebut masing-masing berinisial AZ, AW, dan IL. Mereka diduga berperan sebagai kurir narkotika.

General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya, ketiga pria itu diamankan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau.

“Iya benar, kejadiannya siang hari. Ada tiga orang laki-laki pemegang tiket Citilink yang diamankan oleh BNNP di Bandara,” ujar Setiadi kepada Batam Pos, Jumat (6/2).

Setiadi menjelaskan, sabu seberat sekitar 5 kilogram ditemukan di dalam tas milik ketiga terduga pelaku. Setelah diamankan, mereka langsung dibawa keluar area bandara untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Informasinya, setelah diamankan langsung dibawa ke Batam melalui Tanjunguban. Barang bukti sekitar 5 kilogram sabu-sabu,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, BNNP Kepulauan Riau belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi penangkapan maupun jaringan yang terlibat dalam kasus tersebut. (*)

Artikel Bawa Sabu 5 Kg, Tiga Penumpang di Bandara RHF Tanjungpinang Ditangkap pertama kali tampil pada Kepri.

Akar Bhumi Nilai Insiden Kebakaran TPA Punggur Cerminkan Lemahnya Pengawasan

0
Petugas pemadam kebakaran bersama kepolisian melakukan pemadaman api yang membakar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, Kamis (5/2). Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kebakaran terjadi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Kota Batam, Kamis (5/2) sekitar pukul 15.10 WIB. Kobaran api terlihat cukup besar disertai asap hitam pekat yang membumbung dari area tumpukan sampah.

Di sekitar lokasi menunjukkan asap diduga berasal dari pembakaran material seperti plastik, karet, dan berbagai jenis sampah anorganik lainnya. Asap hitam itu dikhawatirkan mengandung senyawa berbahaya yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat sekitar serta berdampak terhadap kualitas udara.

Founder Akar Bhumi Indonesia (ABI), Hendrik Hermawan, menyebut, kondisi tersebut mengkhawatirkan, terlebih Batam tengah mengalami cuaca kering tanpa hujan selama kurang lebih satu bulan terakhir, sehingga meningkatkan risiko kebakaran terbuka.

Baca Juga: TPA Telaga Punggur Terbakar, Api Membesar di Tengah Tumpukan Sampah

“Situasi ini perlu menjadi perhatian serius karena potensi kebakaran sangat tinggi dalam kondisi cuaca seperti sekarang,” katanya, Jumat (6/2).

Di lokasi kejadian, terlihat upaya penanganan oleh pemerintah. Dua unit alat berat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam dikerahkan untuk menangani zona rawan api, sementara petugas melakukan pemadaman menggunakan air.

ABI mengapresiasi langkah cepat tersebut, namun menilai upaya itu belum menyentuh persoalan mendasar terkait kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran di kawasan TPA. Menurut mereka, dengan karakteristik TPA yang rentan terbakar, seharusnya tersedia sistem pencegahan, fasilitas pemadam yang memadai, serta mekanisme pengawasan dan mitigasi risiko sebagai bagian dari pengelolaan rutin.

Peristiwa kebakaran ini juga dinilai bertentangan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang melarang praktik pembakaran, termasuk pembakaran terbuka dalam skala kecil. Hendrik menilai, kebakaran di TPA, baik akibat kelalaian maupun pembiaran, mencerminkan lemahnya pengawasan dan manajemen persampahan di Batam.

Dari sisi regulasi, kejadian tersebut diduga melanggar UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mewajibkan pengelolaan sampah dilakukan secara aman bagi kesehatan dan lingkungan. Undang-undang itu juga mengatur tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan TPA tidak menimbulkan dampak negatif.

Selain itu, UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menekankan pentingnya pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan sejak dini, termasuk penerapan prinsip kehati-hatian serta larangan praktik pembakaran yang mencemari lingkungan.

ABI mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan TPA Telaga Punggur, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang. Perlindungan kesehatan warga dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama. (*)

Artikel Akar Bhumi Nilai Insiden Kebakaran TPA Punggur Cerminkan Lemahnya Pengawasan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ramai Kabar Tokopedia Tutup, ByteDance Bersiap Luncurkan TikTok Shop Standalone

0
F. unsplash.com/@solenfeyissa

batampos – Kabar mengenai penutupan aplikasi Tokopedia kembali ramai diperbincangkan setelah muncul spekulasi bahwa ByteDance tengah menyiapkan peluncuran aplikasi TikTok Shop Standalone di Indonesia.

Informasi tersebut pertama kali beredar melalui sejumlah akun pengamat industri e-commerce di media sosial. Namun hingga kini, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak perusahaan.

Diketahui, ByteDance melalui TikTok Shop telah mengakuisisi 75,01 persen saham Tokopedia dengan nilai investasi sekitar US$1,5 miliar. Akuisisi tersebut menjadikan TikTok memiliki peran dominan dalam ekosistem e-commerce Indonesia.

Kesepakatan akuisisi Tokopedia oleh ByteDance juga telah memperoleh persetujuan bersyarat dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) setelah transaksi rampung.

Menanggapi isu yang berkembang, pihak TikTok secara tegas membantah kabar penutupan Tokopedia. TikTok memastikan Tokopedia tetap beroperasi penuh di Indonesia dan tidak ada rencana untuk menutup platform tersebut.

Spekulasi mengenai nasib Tokopedia mencuat setelah TikTok memindahkan Melissa Siska Juminto dari posisi CEO ke jabatan komisaris. Melissa sebelumnya memimpin Tokopedia sejak perusahaan itu didirikan oleh William Tanuwijaya, sebelum akhirnya bergabung ke dalam ekosistem GoTo Group.

Sebagaimana diketahui, GoTo resmi menjual sekitar 75 persen saham Tokopedia kepada ByteDance pada Januari 2024. Proses pasca-akuisisi tersebut turut berdampak pada restrukturisasi internal, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hingga Agustus 2025, tercatat sekitar 420 karyawan Tokopedia terdampak PHK. Rinciannya, sekitar 180 karyawan terkena PHK pada Juli dan 240 karyawan lainnya pada Agustus.

Di sisi lain, TikTok juga dilaporkan menawarkan insentif khusus berupa subsidi iklan hingga 30 persen kepada pedagang asal Tiongkok yang berjualan di TikTok Shop. Fasilitas tersebut disebut-sebut tidak diberikan kepada penjual asal Indonesia, sehingga memicu sorotan publik.

Meski demikian, TikTok menegaskan komitmennya terhadap pasar Indonesia serta keberlanjutan Tokopedia sebagai platform e-commerce yang berdiri terpisah.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari ByteDance maupun TikTok yang menyebutkan rencana peluncuran TikTok Shop Standalone untuk menggantikan Tokopedia secara penuh. (*)

Artikel Ramai Kabar Tokopedia Tutup, ByteDance Bersiap Luncurkan TikTok Shop Standalone pertama kali tampil pada Lifestyle.

Dilaporkan Hilang, Siswi SMAN 1 Batam Diketahui Berada di Tanjunguban

0
Siswi kelas XII SMAN 1 Batam, Khirani Winarti, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa (3/2) sore, akhirnya ditemukan di wilayah Tanjunguban, Kabupaten Bintan.

batampos – Siswi kelas XII SMAN 1 Batam, Khirani Winarti, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa (3/2) sore, akhirnya ditemukan di wilayah Tanjunguban, Kabupaten Bintan. Saat ini, korban dikabarkan tengah dalam perjalanan kembali ke Batam.

Informasi tersebut diperoleh dari sumber yang enggan disebutkan namanya. Menurut sumber tersebut, Khirani sebelumnya berada di Tanjunguban dan kini sudah dalam perjalanan menuju Batam.

“Korban sekarang dari Tanjunguban menuju Batam. Sebelumnya sempat dibawa orang terdekat ke Uban sebelum dinyatakan hilang oleh orang tuanya,” ujar sumber tersebut.

Baca Juga: Siswi SMAN 1 Batam Hilang Sejak Selasa, Polisi Periksa Lima Saksi dan Telusuri CCTV

Sumber itu juga menyebutkan, korban diduga dibawa oleh seorang laki-laki yang dikenal dekat dengan korban.“kayaknya dibawa cowoknya,” tambahnya.

Sebelumnya, Khirani juga sempat mengunggah klarifikasi melalui akun TikTok miliknya dengan nama pengguna lalaw. Dalam unggahan tersebut, Khirani menyatakan dirinya dalam kondisi baik dan tidak mengalami apa pun.

“Assalamu’alaikum teman-teman semua, saya Khirani Winarti. Banyak info beredar kalau saya hilang sudah beberapa hari. Saya mau klarifikasi kalau saya alhamdulillah sehat walafiat, tidak ada terjadi apa-apa di saya, dan saya juga pulang hari ini,” tulis Khirani dalam unggahannya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Riyanto, membenarkan bahwa pihaknya masih menangani laporan orang hilang tersebut. Namun, ia belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait perkembangan terbaru.

“Mudah-mudahan bentar lagi ada titik terang,” ujar Ipda Riyanto singkat.

Sebelumnya diberitakan, Khirani Winarti dilaporkan hilang oleh orang tuanya setelah tidak kunjung pulang ke rumah sejak Selasa (3/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban berpamitan untuk belajar kelompok bersama teman-temannya.

Informasi terakhir yang diterima keluarga, korban sempat mengabarkan berada di sekitar Tiban Center. Setelah itu, ponsel korban tidak lagi dapat dihubungi.
Pihak Polsek Sekupang telah melakukan berbagai upaya penyelidikan, termasuk memeriksa lima orang saksi serta mengamankan rekaman CCTV di lokasi terakhir korban terlihat.

“Kami sudah mengambil CCTV di salah satu tempat ngopi di Tiban Center, lokasi pertemuan korban dengan seorang laki-laki. Kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak yang diduga mengenal laki-laki tersebut,” jelas Ipda Riyanto sebelumnya. (*)

Artikel Dilaporkan Hilang, Siswi SMAN 1 Batam Diketahui Berada di Tanjunguban pertama kali tampil pada Metropolis.

Air PDAM Tersendat di Tanjungpinang Saat Kemarau, Warga Terpaksa Beli Air Galon

0
Petugas PDAM memperbaiki pipa rusak di Jalan Gatot Subroto yang menyebabkan pengaliran air bersih di Tanjungpinang tersendat. F. PDAM Tirta Kepri untuk Batam Pos.

batampos – Warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai mengeluhkan tersendatnya pengaliran air bersih dari PDAM Tirta Kepri di tengah musim kemarau berkepanjangan.

Sejumlah warga mengaku aliran air PDAM tidak lagi mengalir lancar seperti biasanya. Kondisi tersebut sudah dirasakan sejak beberapa waktu terakhir dan diperparah dengan sulitnya mendapatkan pasokan air tangki karena tingginya permintaan.

“Biasanya setiap hari airnya mengalir. Sekarang bisa sampai tiga hari tidak ada air. Sumur juga sudah kering,” ujar Lusiana, warga Jalan D.I Panjaitan, Jumat (6/2).

Akibat kondisi tersebut, Lusiana terpaksa menggunakan air galon isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi anak dan mencuci peralatan makan.

Ia mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 24 ribu per hari untuk membeli empat galon air bersih. Sementara itu, upaya membeli air tangki juga terkendala antrean yang cukup panjang.

“Mau beli air tangki antreannya lama, karena banyak warga yang juga membutuhkan,” katanya.

Menanggapi keluhan warga, Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik, menjelaskan bahwa gangguan pengaliran air bersih disebabkan adanya perbaikan pipa di Jalan Gatot Subroto.

Akibat perbaikan tersebut, sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Sei Jang, Jalan Sultan Machmud, Jalan Anggrek Merah, hingga Jalan D.I Panjaitan.

“Perbaikan pipa berlangsung lebih dari satu hari. Saat ini pekerjaan sudah selesai dan pengaliran air segera kembali normal,” ujar Kholik.

Ia juga memastikan ketersediaan air baku di waduk Sungai Pulai dan Gesek masih dalam kondisi aman meski musim kemarau berlangsung cukup lama.

“Ketinggian air di Waduk Sungai Pulai masih aman, begitu juga di Gesek yang masih beroperasi normal,” pungkasnya.

Artikel Air PDAM Tersendat di Tanjungpinang Saat Kemarau, Warga Terpaksa Beli Air Galon pertama kali tampil pada Kepri.

Dua Kasus Pembunuhan Putri dan Bela Masuki Tahap Akhir, Polisi Targetkan Berkas Segera Dilimpahkan

0
Wilson alias Koko dan tiga tersangka pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini dikawal polisi saat melakukan rekonstruksi 97 adegan di mess agency Jodoh Permai, Kecamatan Batuampar, Batam, Kamis (15/1/2026). Foto. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Dua kasus pembunuhan terhadap perempuan muda yang menyita perhatian publik di Batam kini sama-sama memasuki tahap akhir penyidikan. Polsek Batuampar dan Polsek Lubuk Baja memastikan berkas perkara segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum, menandai keseriusan aparat dalam menuntaskan perkara yang mengguncang rasa keadilan masyarakat.

Untuk kasus pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini (25), Polsek Batuampar menargetkan pelimpahan berkas perkara tahap I dalam waktu dekat. Kanit Reskrim Polsek Batuampar, M. Brata Ul Usna, mengatakan penyidikan telah rampung secara materiil. “Insyaallah minggu ini mau tahap satu,” ujarnya.

Kasus Putri bermula dari penyiksaan brutal di sebuah mess agency di Perumahan Jodoh Permai Blok D28, Batuampar, pada akhir November 2025. Korban diketahui mengalami penganiayaan berulang selama tiga hari sebelum akhirnya meninggal dunia. Polisi menetapkan empat tersangka, yakni Wilson Lukman alias Koko, Anik Istiqomah alias Mami, Putri Engelina alias Papi Tama, dan Salmiati alias Papi Charles, dengan peran berbeda dalam rangkaian kekerasan tersebut.

Baca Juga: Adegan ke-36 hingga 97 Ungkap Brutalnya Penyiksaan Dwi Putri oleh Wilson Cs

Motif pembunuhan terungkap berawal dari video rekayasa yang menggambarkan seolah-olah korban mencekik Anik. Video tersebut memicu emosi Wilson hingga berujung pada penganiayaan berat yang dilakukan secara bertahap dan sistematis. Untuk memperkuat konstruksi hukum, penyidik menggelar rekonstruksi pada 15 Januari 2026 dengan memperagakan 97 adegan di lokasi kejadian.

Kuasa hukum keluarga korban dari Hotman Paris 911, melalui Maya Rumanti, menegaskan rekonstruksi tersebut semakin memperjelas unsur pembunuhan berencana. “Rekonstruksi ini supaya peristiwa terang benderang dan tidak ada yang ditutupi. Unsur Pasal 340 KUHP sangat kuat dan harus dipertahankan,” ujarnya saat itu.

Sementara itu, kasus pembunuhan perempuan muda lainnya, Bela Yudela, yang ditangani Polsek Lubukbaja, juga memasuki tahap akhir penyidikan. Kapolsek Lubukbaja, Deny Langie, menyampaikan bahwa berkas perkara tersangka M Tegar Aditama hampir rampung. “Jika tidak ada kendala, dalam sepekan ini kami targetkan tahap I,” katanya, Jumat (6/2).

Dalam kasus Bela Yudela, penyidik telah melaksanakan seluruh rangkaian penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi, tersangka, serta rekonstruksi terbuka di tempat kejadian perkara. Rekonstruksi memperagakan 37 adegan yang mengungkap korban meninggal akibat cekikan tersangka di kamar kosnya di kawasan Lubuk Baja.

Kapolsek Deny menjelaskan, hasil rekonstruksi memperkuat dugaan bahwa perbuatan tersangka bukan spontan semata, melainkan rangkaian tindakan yang mengarah pada pembunuhan berencana. Penyidik juga telah berkoordinasi intensif dengan jaksa penuntut umum untuk memastikan kelengkapan formil dan materiil berkas perkara.

Sebagai ringkasan, jasad Bela Yudela ditemukan membusuk di kamar kosnya pada Kamis (18/12) sore, ditutupi karpet, selimut, dan kasur. Temuan bercak darah di lokasi menguatkan dugaan kekerasan. Polisi menetapkan M Tegar Aditama sebagai tersangka dan menjeratnya dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Dengan dua perkara besar ini sama-sama mendekati tahap penuntutan, kepolisian berharap proses hukum dapat berjalan cepat dan transparan. Keluarga korban di kedua kasus menaruh harapan besar agar para pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya, sehingga keadilan bagi para korban benar-benar ditegakkan dan menjadi pelajaran agar tragedi serupa tidak terulang kembali. (*)

Artikel Dua Kasus Pembunuhan Putri dan Bela Masuki Tahap Akhir, Polisi Targetkan Berkas Segera Dilimpahkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Mazda Andalkan CX-5 Generasi Terbaru dan Mazda3 untuk Dongkrak Penjualan Global

0
Strategi baru andalkan Mazda CX-5 terbaru dan Mazda3 raup pasar. F. x.com/mazdaukpr.

batampos – Mazda Motor Corporation menempatkan Mazda CX-5 generasi terbaru sebagai salah satu pilar utama untuk memulihkan momentum penjualan sekaligus menjaga relevansi merek di tengah persaingan ketat segmen SUV global.

SUV crossover andalan Mazda tersebut baru saja mencatat tonggak penting dengan capaian lebih dari 5 juta unit produksi dan penjualan secara global hingga akhir 2025. CX-5 menjadi model ketiga dalam sejarah Mazda yang menembus angka tersebut, setelah Mazda323 dan Mazda3.

Pencapaian itu menegaskan peran strategis CX-5 sebagai tulang punggung volume penjualan Mazda. Model ini telah dipasarkan di lebih dari 100 negara dan wilayah, serta menjadi SUV terlaris Mazda di berbagai pasar utama.

Mazda juga telah meluncurkan generasi ketiga CX-5 di pasar Eropa pada pertengahan 2025. Sementara versi globalnya dijadwalkan menyusul ke Amerika Utara dan Jepang pada musim semi 2026.

Peluncuran tersebut diharapkan dapat memperkuat permintaan Mazda di segmen SUV yang semakin kompetitif. Selama bertahun-tahun, CX-5 menjadi kontributor utama penjualan sekaligus penjaga citra merek Mazda di kelas menengah.

Capaian lima juta unit juga menempatkan CX-5 sejajar dengan model legendaris Mazda lainnya, seperti Mazda3. Kedua model ini dinilai memiliki nilai strategis tinggi dalam portofolio global Mazda.

Pada generasi terbarunya, CX-5 mendapatkan sejumlah pembaruan, mulai dari desain yang lebih sporty hingga peningkatan kenyamanan dan kegunaan harian. Pembaruan tersebut mencakup ruang kabin yang lebih lapang serta sistem antarmuka manusia-mesin (HMI) terbaru.

Di sisi lain, Mazda terus memperbarui lini produknya, termasuk SUV dan kendaraan berteknologi hybrid. Pabrikan asal Jepang ini juga mulai mengintegrasikan teknologi elektrifikasi pada model-model masa depan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Melalui kombinasi model inti seperti CX-5 dan Mazda3, Mazda berharap dapat mempertahankan momentum pertumbuhan, terutama di tengah tren konsumen yang kini mencari kendaraan yang matang, nyaman, serta memiliki nilai jual kembali tinggi. (*)

Artikel Mazda Andalkan CX-5 Generasi Terbaru dan Mazda3 untuk Dongkrak Penjualan Global pertama kali tampil pada Lifestyle.

Hukuman Majikan Penyiksa ART Dipangkas, Roslina Kini Divonis 7 Tahun

0
Roslina saat sidang di PN Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Putusan banding perkara kekerasan terhadap asisten rumah tangga (ART) di Batam mengubah peta hukuman, tapi tidak menghapus luka kasus yang sempat mengguncang publik.

Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau memangkas hukuman majikan korban, Roslina, dari 10 tahun menjadi 7 tahun penjara. Sementara vonis terhadap terdakwa lain, Merliati Loru Peda, tetap dua tahun penjara.

Putusan banding itu keluar pada akhir Januari 2026. Aparat penegak hukum memastikan kedua terpidana tetap menjalani masa tahanan, dengan masa penahanan sebelumnya diperhitungkan sebagai bagian dari hukuman.

Baca Juga: Dua Terdakwa Penyiksaan Intan Divonis Berbeda: Roslina 10 Tahun, Merliyati 2 Tahun

Pengurangan hukuman Roslina menegaskan sikap majelis hakim tingkat banding yang mengubah amar putusan Pengadilan Negeri Batam.

Namun terhadap Merliati yang merupakan sepupu korban sekaligus bekerja sebagai ART di rumah yang sama, putusan tingkat pertama dikuatkan.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Priandi Firdaus, mengatakan jaksa menerima putusan tersebut. Namun ruang upaya hukum masih terbuka jika pihak terdakwa mengajukan kasasi.

“Kalau terdakwa kasasi, jaksa juga kasasi. Kalau mereka menerima, jaksa juga menerima,” kata Priandi, Jumat (6/2).

Data pemberitaan juga menunjukkan vonis Roslina memang diturunkan dari 10 tahun menjadi 7 tahun, sementara terdakwa lain tetap divonis 2 tahun penjara.

Kasus ini mencuat setelah korban, Intan Tuwa Negu, diduga mengalami kekerasan fisik dan psikis selama hampir satu tahun sebelum akhirnya terungkap pada Juni 2025.

Dalam proses persidangan sebelumnya, korban mengungkap berbagai bentuk penyiksaan. Ia mengaku dipukul, dipaksa melakukan tindakan merendahkan martabat, hingga dipaksa minum air kloset.

Penyidik juga menemukan barang bukti berupa catatan yang disebut “buku dosa”, berisi daftar kesalahan korban yang diduga kerap dijadikan alasan penganiayaan.

Akibat perlakuan tersebut, korban mengalami luka fisik serius, malnutrisi, serta trauma psikologis mendalam.

Dalam proses hukum, kedua terdakwa dijerat Pasal 44 ayat (2) UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga juncto Pasal 55 KUHP tentang penyertaan.

Pengadilan Negeri Batam sebelumnya menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap Roslina dan 2 tahun penjara terhadap Merliati pada Desember 2025. Putusan itu kemudian berlanjut ke tingkat banding.

Putusan banding bukan akhir cerita. Jika salah satu pihak menempuh kasasi, perkara ini masih akan berlanjut ke Mahkamah Agung. (*)

Artikel Hukuman Majikan Penyiksa ART Dipangkas, Roslina Kini Divonis 7 Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemarau Panjang, Usaha Penatu di Tanjunguban Kebanjiran Pelanggan

0
Pekerja Laundrybox tampak sibuk memilah baju-baju yang akan dicuci di tempat usaha, Jalan Permaisuri, Tanjunguban, Jumat (6/2). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kesulitan air bersih akibat musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan membuat warga Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, lebih sering memanfaatkan jasa penatu untuk mencuci pakaian.

Kondisi tersebut justru membawa berkah bagi pelaku usaha penatu di kawasan Tanjunguban. Salah satunya dirasakan oleh usaha Penatu Laundrybox yang berlokasi di Jalan Permaisuri.

Operator Penatu Laundrybox, Kurnia, mengatakan jumlah pelanggan meningkat sejak pasokan air di rumah-rumah warga mulai berkurang akibat kemarau.

“Pelanggan yang sudah lama tidak datang, tiba-tiba kembali antar bajunya ke penatu karena di rumah tidak ada air,” ujar Kurnia, Jumat (6/2).

Menurut Kurnia, sebelum musim kemarau, lonjakan pelanggan biasanya hanya terjadi pada akhir pekan. Namun kini, pada hari biasa pun penatu tetap ramai.

“Kalau biasanya ramai itu Sabtu dan Minggu, bisa sampai buka 20 nota. Sekarang hari biasa bisa sampai sembilan nota, satu pelanggan bahkan ada yang sampai 11 kilogram,” katanya.

Meningkatnya jumlah pelanggan berdampak pada waktu pengerjaan cucian. Saat ini, pengambilan pakaian memerlukan waktu sekitar dua hari. Meski demikian, pihak penatu tetap menyediakan layanan ekspres dengan waktu pengerjaan sekitar lima jam.

Di sisi lain, usaha penatu juga ikut terdampak musim kemarau. Pasokan air dari PDAM yang berkurang membuat ketersediaan air di tempat penampungan tidak maksimal.

“Kalau sebelum kemarau air mengalir 24 jam, penampungan penuh. Sekarang tidak sampai penuh,” ujar Kurnia.

Ia mengaku sempat membeli air tangki seharga Rp 70 ribu per tangki untuk memenuhi kebutuhan operasional, namun biaya tersebut dinilai cukup memberatkan.

Sementara itu, salah seorang warga Tanjunguban, Nopi, mengaku lebih sering membawa pakaian kotor ke penatu sejak air sumur di rumahnya mulai berkurang.

“Di rumah sudah tidak ada air. Air yang ada dipakai untuk kebutuhan sehari-hari saja, jadi baju dibawa ke penatu,” kata Nopi. (*)

Artikel Kemarau Panjang, Usaha Penatu di Tanjunguban Kebanjiran Pelanggan pertama kali tampil pada Kepri.