Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 2807

Sehari Usai Diresmikan Wapres, Pedagang Masih Bertahan Jualan di Area Parkir

0
Pedagang masih bertahan berjualan di area parkir, walaupun Pasar Encik Puan Perak sudah diresmikan Wapres Maruf Amin. F. Mohamad Ismail

batampos– Pasar Encik Puan Perak, yang berlokasi di Jalan Gambir Kota Tanjungpinang, Kepri telah diresmikan Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin. Kendati demikian, para pedagang masih bertahan berjualan di area parkir, ketimbang di lantai dua tempat lapak berjualan tersebut berada.

Pantauan Selasa (10/9) di lantai dua Pasar Encik Puan Perak sama sekali tidak ada aktivitas jual beli, layaknya pasar pada umumnya. Puluhan lapak yang berbahan beton tersebut terlihat berdebu, lantaran tidak digunakan oleh pedagang selama berbulan-bulan.

“Jualan di lantai dua sepi. Saya saja sebentar berjualan diatas itu. Jadi pelan-pelan pedagang termasuk saya pindah ke bawah (tempat parkir) sebagian pedagang lagi pindah ke luar,” kata Abdul, pedagang cabai di Pasar Encik Puan Perak.

Menurutnya, pemerintah seharusnya dapat tegas untuk tidak membiarkan pedagang berjualan di luar gedung Pasar Encik Puan Perak. Sebab, kondisi tersebut membuat pembeli jarang mendatangi pasar tersebut.

BACA JUGA:  Wapres Resmikan Pasar Encik Puan Perak

Jika terus dibiarkan, kata Abdul Pasar Encik Puan Perak bakal bernasib sama, dengan pasar-pasar lainnya yang sepi pembeli. “Kalau dibiarkan nanti pasar ini melempem, sebab tinggal beberapa orang saja yang masih berjualan dari pagi sampai siang,” tambahnya.

Ia mengaku, telah menyampaikan kepada pemerintah setempat untuk menertibkan pedagang. Agar pedagang yang berjualan di Jalan Gambir, dapat kembali masuk berjualan di gedung Pasar Encik Puan Perak.

“Ini kita harus jualan di bawah, karena diatas sidah tidak ada yang jualan. Jualan disini pun masih sepi pembeli,” sebut Abdul.

Sementara menurut Wasilah, pedagang sayur menyampaikan kedatang Wapres untuk meresmikan pasar tersebut tidak berefek banyak bagi para pedagang. Bahkan, dagangan miliknya tidak habis terjual saat peresmian pasar itu.

“Biasa aja (tidak berefek banyak) paling dapat Rp100 hingga Rp200 aja. Sayur saya saja tidak abis, katanya Wapres datang mau keluarin pembeli, eh pembeli datang tidak belanja,” tutur Wasilah.

Ia mengakui, sebelum Wapres datang, meja lapak para pedagang Pasar Encik Puan Perak diganti oleh pemerintah, dengan meja yang lebih bagus. Menurutnya, meja tersebut didatangkan dari Pasar Encik Puan Ramah Batu 7.

“Wapres datang mejanya diganti, padahal sebelumnya saya sudah buat meja sendiri. Yang jelas kemarin banyak orang pakai name tag pembeli, tapi hanya sedikit yang belanja,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Indonesia vs Australia: Duel Peringkat 133 FIFA Kontra Peringkat 24

0
Justin Hubner bersama timnas dalam sesi latiahn di Stadion Madya, Kompleks SUGBK, Jakarta, Senin (9/9). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

batampos – Timnas Indonesia bakal menghadapi laga berat pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/9) malam WIB. Dilansir dari FIFA, Timnas Indonesia menempati peringkat 133 dunia sedangkan lawannya Australia menempati peringkat 24 dunia.

Dilihat dari peringkat FIFA, Australia jauh lebih diunggulkan pada laga ini, apalagi termotivasi ingin mengalahkan Timnas Indonesia di depan puluhan ribu suporternya. Akan tetapi, berkaca pada pertandingan pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Arab Saudi vs Timnas Indonesia dan Australia vs Bahrain, peringkat FIFA bisa jadi hanya sekadar angka.

Saat itu, Timnas Indonesia datang ke King Abdullah Stadium sebagai tim dengan peringkat terendah pada Grup C yakni peringkat 133 dunia. Arab Saudi yang posisinya di peringkat 56 dunia pastinya sangat diunggulkan pada laga tersebut. Namun, Timnas Indonesia berhasil menahan imbang Arab Saudi di kandangnya sendiri.

Ragnar Oratmangoen berhasil membuka keunggulan untuk Timnas Indonesia pada menit 19, dan disamakan oleh Musab Al-Juwayz pada menit 45+2. Di babak kedua Arab Saudi terus menyerang, akan tetapi tidak membuahkan hasil.

Maarten Paes menjadi bintang pada laga tersebut dengan beberapa penyelamatan pentingnya terutama saat menahan tendangan penalti dari Salem Al Dawsari.

Tak hanya laga Arab Saudi vs Timnas Indonesia yang menjadi kejutan, Australia mengalami hal buruk pada laga perdana menghadapi Bahrain. Australia yang sudah langganan Piala Dunia dan bermain di depan publiknya sendiri harus menelan kekalahan pada pertandingan perdana melawan Bahrain dengan skor 0-1.

Hasil dua laga tersebut membuktikan bahwa peringkat FIFA tidak terpengaruh, karena yang menentukan hasil adalah perjuangan dan kerja sama dari sebuah tim. Timnas Indonesia pun memiliki head to head buruk ketika bertemu Australia. Dalam 19 kali pertemuan, Indonesia hanya meraih satu kali kemenangan.

Sudah 43 tahun Timnas Indonesia tidak meraih kemenangan, terakhir kali Timnas Indonesia meraih kemenangan pada Agustus 1981 dengan skor 1-0. Pertandingan kali ini akan menjadi laga balas dendam Coach Shin Tae-yong atas kekalahannya di ajang Piala Asia 2024, pada saat itu menelan kekalahan telak 0-4 di Qatar.

Laga sebelumnya menghadapi Arab Saudi akan menjadi modal berharga untuk Timnas Indonesia kala berjumpa Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Patut ditunggu untuk pecinta sepak bola Indonesia, akankah Timnas Indonesia yang memiliki peringkat terendah di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia kembali memberi kejutan untuk tim-tim kuat langganan Piala Dunia?

Klasemen Sementara Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putara Ketiga

Jepang (3 Poin)
Bahrain (3 Poin)
Arab Saudi (1 Poin)
Indonesia (1 Poin)
Australia (0 Poin)
Tiongkok (0 Poin)

Penjelasan Kemenag soal Haji Khusus, Tidak Ada Jemaah Haji Reguler Nol Tahun Berangkat

0
Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie

batampos-Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pengisian kuota haji 1445 H/2024 M sudah sesuai dengan ketentuan. Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie memastikan tidak ada jemaah haji reguler nol tahun yang berangkat pada 2024.

“Haji reguler itu clear. Tidak ada jemaah nol tahun berangkat tahun ini,” tegas Anna Hasbie dalam siaran persnya, Senin (9/9) di Jakarta.

Dijelaskan Anna, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), masa tunggu tercepat jemaah haji reguler yang berangkat pada 1445 H mendaftar pada 2020 sebanyak empat orang dan mendaftar pada 2021 sebanyak dua orang. Mereka berasal dari Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur.

“Jemaah yang mendaftar pada tahun 2020 dan 2021 berasal dari Kabupaten Mahakam Ulu itu memang sesuai dengan masa antreannya. Jadi sudah sesuai nomor urut porsi,” jelasnya.

Selain itu, ada 1.497 jemaah haji reguler yang berangkat tahun ini dan mereka mendaftar pada 2019. Ini jumlahnya cukup banyak, kata Anna, karena memang secara ketentuan ada batas maksimal pendaftaran lima tahun bagi pendamping jemaah lansia, penggabungan mahram, serta pendamping jemaah disabilitas.

“Jadi mereka berangkat karena secara dokumen memenuhi persyaratan untuk menjadi pendamping jemaah lansia, atau penggabungan mahram, atau pendamping jemaah disabilitas. Ini semua bisa dijelaskan,” sebutnya.

BACA JUGA: Ketua MUI Bintan Tidak Respon Permintaan Kemenag Soal Testimoni Video Dukungan Pelaksanaan Haji Sukses

Ada 3.503 Haji Khusus
Kemudian, terkait dengan jemaah haji khusus, Anna Hasbie mengatakan bahwa Siskohat mencatat ada 3.503 orang yang mendaftar dan berangkat pada tahun ini. Istilah yang digunakan adalah nol tahun. Data ini juga sudah diserahkan kepada Pansus Angket Haji.

“Kita transparan. Kita serahkan data 3.503 jemaah nol tahun ke Pansus Angket Haji,” ujar Anna.

Namun, keberadaan data itu juga bisa dijelaskan. Menurut Anna, 3.503 jemaah nol tahun itu melunasi pada tahap pengisian sisa kuota, bukan pada tahap awal. Tepatnya pada rentang 19 Februai sampai Juni 2024.

“Jadi pernyataan Marwan Dasopang bahwa jemaah nol tahun sudah melunasi sejak Januari itu jelas tidak benar, bahkan cenderung fitnah karena tidak sesuai data. Sebab, kami punya data tahapan setiap pelunasan jemaah haji khusus,” ucap Anna.

Anna menjelaskan bahwa pengisian kuota haji khusus dibagi dua: 16.305 kuota pokok dan 9.222 kuota tambahan. Tahapan pengisian 16.305 kuota pokok jemaah haji khusus 1445 H/2024 M dibuka untuk tahap I pada 12 – 15 Desember 2023. Tahap ini diperuntukkan bagi jemaah dengan tiga kriteria.

Pertama, jemaah haji yang sudah melunasi pada tahun lalu namun tertunda keberangkatannya. Ini jumlahnya 2.322 orang. Kedua, jemaah haji yang memang secara urutan nomor porsi masuk alokasi kuota berhak melunasi tahun ini. Jumlahnya mencapai 13.806. Ketiga, jemaah yang masuk prioritas lanjut usia atau lansia. Jumlahnya ada 177 orang.

“Jadi pada pelunasan tahap pertama, jelas Kemenag memberikan porsi kepada jemaah yang sudah melunasi tahun lalu dan jemaah yang memang secara urutan sesuai nomor porsi. Jadi mereka diberi kesempatan pertama untuk melunasi, bersamaan juga dengan prioritas lansia,” tegasnya.

“Jika tahap ini sudah melunasi semua, maka tidak perlu lagi pelunasan tahap berikutnya. Namun faktanya, setelah diberi kesempatan, yang melunasi hanya 12.487 orang. Masih ada 3.818 kuota yang belum terisi,” sambungnya.

Karena masih ada kuota yang belum terisi, dibuka pelunasan tahap II, dari 27 Desember 2023 – 2 Januari 2024. Tahap ini diperuntukkan bagi jemaah dengan kriteria: a) Jemaah haji gagal sistem tahap 1; b) Pendamping Jemaah haji Lanjut Usia; c) Penggabungan mahram/keluarga; d) Penyandang disabilitas dan pendamping; e) Nomor porsi urut berikutnya. Hasilnya, ada 2.635 yang melunasi. Sehingga masih tersisa 1.183 kuota.

“Kita buka pemenuhan Sisa Kuota Tahap II, pada 10 – 12 Januari 2024. Kriterianya adalah jemaah haji dengan nomor porsi urut berikutnya berbasis PIHK serta kesiapan jemaah dan PIHK. Tercatat 1.005 melunasi dan tersisa 178 kuota,” papar Anna.

“Jadi, sampai akhir pelunasan, masih terdapat 178 kuota pokok untuk jemaah haji khusus. Tidak ada T Nol atau jemaah baru mendaftar langsung melunasi,” lanjutnya.

Pada tahap berikutnya, terdapat 9.222 kuota tambahan bagi jemaah haji khusus. Jika ditambahkan dengan 178 sisa kuota pokok, jumlahnya menjadi 9.400 kuota. Pengisian kuota tambahan jemaah haji khusus 1445 H/2024 M tahap I dibuka pada 30 Januari – 5 Februari 2024. Ini diperuntukkan bagi jemaah haji dengan nomor urut pendaftaran secara nasional.

“Kriterianya jelas, berpihak kepada jemaah sesuai nomor urut porsi. Sesuai regulasi, mereka adalah prioritas pertama. Kami berharap semua bisa melunasi. Tapi ternyata hanya 4.204 yang melunasi. Sehingga, masih ada 5.196 sisa kuota,” papar Anna Hasbie.

Karena itu, lanjutnya, dibuka tahap pengisian sisa kuota. Tahap ini dibuka dalam beberapa kali perpanjangan, mulai dari 19 – 21 Februari 2024, 23 – 26 Februari 2024, hingga 29 Februari – 1 Maret 2024. Tahap ini diperuntukkan bagi jemaah haji yang terdaftar di SISKOHAT berdasarkan kesiapan jemaah haji dan PIHK.

Sampai 1 Maret 2024, terdapat 25.522 jemaah haji khusus yang melakukan pelunasan, sehingga hanya tersisa 5 kuota. Namun, ada sejumlah jemaah yang menunda keberangkatan (padahal sudah melunasi), hingga dibuka kembali tahapan pengisian sisa kuota sampai 12 Juni 2024.

“Untuk optimalisasi, terdapat 3.503 jemaah T Nol yang melunasi pada tahap pengisian sisa kuota dari 19 Februari – 12 Juni 2024. Tapi itu tentu berbasis pada persyaratan yang harus dipenuhi sebagaimana diatur dalam regulasi,” ujar Anna.

“Jadi kalau disebut Marwan ada jemaah haji khusus T Nol yang melunasi sejak Januari, itu jelas tidak sesuai fakta,” tutupnya.(*)

Reporter: Jailani

Dinkes Batam: Kebutuhan Puskesmas Tinggi, Dukungan Pemerintah Daerah Diperlukan

0
puskesmas pelunggut
Pembangunan Puskesmas Pelungut yang dibangun dari APBD Batam tahun 2024.

batampos – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kemungkinan terhambatnya pembangunan Puskesmas pada tahun depan. Menurut Didi, hal ini disebabkan oleh peraturan dari kementerian yang menetapkan bahwa setiap kecamatan hanya boleh memiliki maksimal dua Puskesmas. Akibatnya, dana dari pemerintah pusat tidak akan dialokasikan lagi untuk kecamatan-kecamatan yang sudah memiliki dua Puskesmas.

Didi menjelaskan bahwa rasio ideal antara jumlah penduduk dan Puskesmas menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 1 Puskesmas untuk setiap 30.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk Batam yang mencapai sekitar 1,2 juta, kota ini seharusnya membutuhkan sekitar 40 Puskesmas untuk memenuhi standar WHO. Namun, penyebaran penduduk yang tidak merata di Batam membuat pemenuhan rasio ini menjadi sulit.

“Sebagai contoh, Kecamatan Belakang Padang dan Bulang, meskipun jumlah penduduknya tidak terlalu banyak, sudah memiliki satu Puskesmas masing-masing, ” ujarnya, Selasa (10/9).

Dalam situasi saat ini, kata Didi, dengan adanya 30 Puskesmas di Batam, jumlah tersebut dianggap sudah memadai. Namun, batasan yang diberlakukan oleh kementerian membatasi pembangunan Puskesmas baru di kecamatan-kecamatan yang sudah memiliki dua Puskesmas, sehingga menghambat peluang untuk mendapatkan bantuan dana pusat untuk pembangunan Puskesmas tambahan.

Sebagai solusi untuk masalah ini, Kusmarjadi menyarankan agar pembangunan Puskesmas bisa dilakukan oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kota. Tahun ini, Pemerintah Kota Batam sedang membangun satu Puskesmas tambahan, yaitu Puskesmas Pelunggut, yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Kusmarjadi menekankan pentingnya memiliki banyak Puskesmas, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pengobatan, tetapi juga untuk layanan promotif dan preventif. Meskipun Batam sudah memiliki lebih dari 100 klinik dan lebih dari 20 rumah sakit yang memadai untuk layanan pengobatan, pelayanan kesehatan promotif dan preventif masih sangat kurang. Sebagai contoh, kegiatan imunisasi atau vaksinasi mayoritas hanya diselenggarakan oleh Puskesmas.

“Sekitar 60-70% dari sasaran imunisasi di provinsi ditangani oleh 21 Puskesmas di Batam. Sementara di kabupaten atau kota lain dengan jumlah sasaran lebih kecil, seperti Bintan dan Tanjung Pinang, memiliki jumlah Puskesmas yang hampir sama atau bahkan lebih banyak, dengan rasio penduduk terhadap Puskesmas yang memenuhi standar WHO, ” tambahnya.

Didi berharap pemerintah provinsi dapat membantu dalam pembangunan Puskesmas, terutama karena keterbatasan dana dari pusat. Dengan tambahan Puskesmas dari APBD Batam, saat ini terdapat 22 Puskesmas di Batam. Namun, perhitungan kebutuhan menunjukkan bahwa setidaknya masih diperlukan tambahan minimal delapan Puskesmas lagi untuk meringankan beban kerja petugas kesehatan.

“Sebagai ilustrasi, Batam Kota dengan jumlah penduduk lebih dari 100.000 hanya dilayani oleh dua Puskesmas, padahal jumlah penduduknya hampir menyamai penduduk satu kabupaten Bintan atau kota Tanjung Pinang, yang masing-masing dilayani oleh 16-20 Puskesmas. Hal ini menunjukkan betapa beratnya beban kerja petugas Puskesmas di Batam, ” sebutnya.

Didi juga menyoroti masalah tunjangan untuk petugas Puskesmas, yang seharusnya setara dengan OPD kelas A seperti Bapelitbang, BKD, BPKAD, dan Bapenda. Namun, kenyataannya tunjangan mereka masih jauh di bawah standar, meskipun beban kerja mereka lebih berat.

Ia berharap agar pemerintah daerah, baik provinsi maupun kota, dapat mengambil langkah-langkah untuk mendukung pembangunan Puskesmas dan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin meningkat di Batam. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

DPRD Batam Ikuti Orientasi Wajib: Penguatan Kapasitas dan Pengenalan Batas Kewenangan

0

dprd batambatampos – Seluruh anggota DPRD Kota Batam menjalani orientasi atau perkenalan pendalaman tugas di Hotel Harris Resort Barelang, Batamkota. Orientasi ini diwajibkan untuk seluruh anggota DPRD 2024-2029 baik yang baru terpilih maupun petahanan sesuai dengan Permendagri Nomor 6 Tahun 2024.

“Kegiatan berlangsung selama empat hari hingga Rabu besok, hal ini penting dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas dan integritas anggota dewan serta memperkenalkan batasan kewenangan mereka,” ujar Sekretaris DPRD, Ridwan, Selasa (10/9).

Ia menambahkan pemateri dalam orientasi ini ada dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Narkotika Nasional (BNN), akademisi, dan widyaiswara Provinsi Kepri.

“Kegiatan meliputi pemaparan materi, diskusi, harapan nya seluruh anggota dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik hingga selesai,” kata dia.

Wakil Ketua Sementara DPRD, Muhammad Rudi menegaskan pentingnya mengikuti orientasi ini dengan serius.

Menurutnya, ada konsekuensi bagi anggota dewan yang tidak mengikuti orientasi, maka tidak dapat mengikuti kegiatan pendalaman tugas berupa bimtek maupun diklat selanjutnya baik yang digelar partai maupun lembaga lainnya.

“Jadi sesuai Permendagri, orientasi ini wajib diikuti. Dengan demikian kegiatan pendalaman tugas berikutnya dapat diikuti oleh anggota Dewan,” ungkapnya.

Kepala BPSDM Provinsi Kepri, Any Lindawati menambahkan bahwa kegiatan ini dipantau langsung oleh petugas Kemendagri. Orientasi DPRD Kota Batam adalah yang kedua di Kepri setelah DPRD Kabupaten Karimun.

“Sesuai Permendagri, orientasi untuk DPRD kabupaten dan kota dilaksanakan oleh BPSDM Provinsi. Sedangkan orientasi untuk DPRD provinsi dilaksanakan oleh BPSDM Kemendagri,” tutupnya .(*)

 

 

Reporter : AZIS MAULANA

Fokus Pilgub, Nyanyang Undur Diri dari DPRD Kepri

0
Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris

batampos – Bakal Calon Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, resmi mengundurkan diri dari DPRD Kepri. Dia seharusnya ikut dilantik, Senin (9/9) kemarin, sebab terpilih kembali sebagai dewan di Kepri periode 2024-2029.

Pengunduran dirinya itu dilakukan seiring dengan keputusannya untuk maju sebagai Calon Wakil Gubernur Kepri dalam Pilkada 2024, mendampingi petahana Ansar Ahmad.

“Iya, betul (tidak dilantik). Saya sudah mengundurkan diri,” ujar Nyanyang, Selasa (10/9).

Ia menyebut, pengunduran dirinya sudah disampaikan kepada KPU Kepri. Posisi Nyanyang digantikan oleh Arianto Lu yang memperoleh 3.800 suara dalam pemilihan. Sementara Nyanyang sendiri memperoleh 10.335 suara, dan Andi Mukhtar memperoleh 9.898 suara.

“Surat pengunduran diri sedang diproses dari DPC, DPD, ke DPP. Nanti DPP akan memberikan surat kepada KPU,” kata dia.

Keputusannya untuk maju sebagai calon Wakil Gubernur Kepri merupakan mandat langsung dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

“Batam adalah satu-satunya yang dipilih langsung oleh Pak Presiden terpilih untuk penunjukan langsung Cawagub-nya. Saya menerima mandat ini dengan penuh tanggung jawab. Semua kader dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang memperjuangkan kepentingan masyarakat. Mudah-mudahan saya dan Pak Ansar bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” ujar Nyanyang.

Pasangan ini memiliki visi besar untuk membangun Provinsi Kepri. Visi tersebut berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kepri, dengan prioritas pada infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan yang lebih baik hingga tahun 2030.

“Misi kami adalah ‘Permata Biru Kepri’, dengan menggali potensi maritim dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kami juga akan memprioritaskan pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Kepri,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua KPU Kepri, Indrawan Susilo Prabowoadi, mengungkapkan bahwa hanya 43 dari 45 anggota DPRD Kepri terpilih yang dilantik untuk periode 2024-2029. Dua anggota lainnya, termasuk Nyanyang Haris Pratamura dan Ery Suandi dari PDIP, telah mengundurkan diri karena mengikuti pencalonan dalam Pilkada 2024.

“Dari 45 anggota DPRD Kepri yang terpilih, hanya 43 orang yang dilantik. Sebab, ada dua orang yang sudah menyatakan pengunduran diri,” ujar Indrawan, Senin (9/9).

Menurut dia, pengunduran diri tersebut tidak bisa ditarik kembali dan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) masih menunggu prosedur lebih lanjut.

“Kami masih menunggu dari Sekwan Kepri untuk menentukan urutan kedua suara terbanyak dari dapil dan partai yang sama. Setelah itu, pengajuan PAW akan dilakukan,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Ombudsman Desak Dishub Batam Terapkan Sistem Parkir Berlangganan untuk Cegah Penyimpangan

0
stiker parkir berlangganan
Petugas Dinas Perhubungan Kota Batam menunjukan stiker parkir berlangganan untuk roda dua dan roda empat, Senin (13/5) lalu.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ombudsman RI perwakilan Kepri kembali menyoroti persoalan retribusi parkir di Batam. Masyarakat masih banyak mengeluhkan pungutan parkir yang dilakukan tanpa karcis, meski Dinas Perhubungan (Dishub) setempat telah mengimbau untuk tidak membayar tanpa tanda bukti.

Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, menegaskan pentingnya pengawasan ketat oleh Dishub guna mencegah kerugian bagi masyarakat dan pemerintah daerah, serta mendorong implementasi parkir berlangganan agar lebih transparan.

Merujuk pada Perda Batam Nomor 3 Tahun 2018 pasal 17, bahwa petugas parkir atau jukir mempunyai tugas, salah satunya menyerahkan bukti penggunaan fasilitas parkir yakni karcis.

Apalagi berdasarkan Pasal 15 Undang-Undang (UU) 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, penyelenggara berkewajiban untuk memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan asas penyelenggaraan pelayanan publik serta melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan.

“Maka merupakan keniscayaaan penyelenggaraan pelayanan parkir juga harus sesuai dengan standar pelayanan. Salah satunya ialah terkait pemberian bukti pembayaran pajak parkir kepada pengguna parkir yakni karcis,” kata Lagat, Selasa (10/9).

Lebih lanjut, ia menyarankan Dishub Batam melakukan pengawasan lebih ketat terhadap penyelenggaraan parkir di lapangan.

“Saat ini kami sedang melakukan kajian mengenai retribusi pajak parkir di Kota Batam ini. Sedikit mengenai temuan kami, Jukir hanya menerima sedikit karcis dari Koordinator Lapangan. Maka kami minta Dishub untuk melakukan pengawasan. Jangan sampai merugikan masyarakat juga pendapatan daerah,” ujar Lagat.

Selain itu, Ombudsman Kepri juga meminta Dishub untuk melakukan edukasi kepada Jukir agar melakukan kewajibannya dengan baik dan benar. Antara lain memberikan pelayanan masuk dan keluar kendaraans serta menjaga ketertiban dan keamanan kendaraan.

“Jadi jangan sampai masyarakat membayar, tapi tidak mendapatkan pelayanan yang baik,” kata dia.

Kepada masyarakat, dirinya berpesan agar tidak perlu membayar retribusi parkir jika Jukir tidak dapat memberikan karcis.

“Waktu operasional Jukir juga mulai pukul 6 pagi hingga 10 malam. Bila kendaaraan menggunakan fasilitas parkir di luar jam tersebut, maka masyarakat tidak dikenakan retribusi parkir. Jika ada pemungutan maka itu ilegal. Masyarakat dapat menolak,” ujarnya.

Ke depannya, Ombudsman Kepri berharap Dishub kembali fokus menyosialisasikan retribusi parkir berlangganan sehingga pembayaran gaji jukir dapat dilakukan per bulan. Dengan demikian penyimpangan retribusi parkir dapat diminimalisir.

“Dengan parkir berlangganan, pembayaran tersebut kan langsung masuk ke pendapatan daerah sehingga tidak ada celah oknum tertentu mengambil keuntungan dari retribusi parkir ini. Namun Dishub harus pastikan dengan ikut serta parkir berlangganan, di seluruh Batam, tidak ada lagi pemungutan tarif parkir,” kata Lagat.

Hingga hari ini, akhir Agustus 2024, total sebanyak 993 kendaraan telah mendaftar untuk mengikuti parkir berlangganan. Kendaraan yang terdaftar terdiri dari 132 kendaraan roda dua, 693 kendaraan roda empat, dan 168 kendaraan roda enam.

Kepala Dishub Batam, Salim mengatakan, pihaknya masih fokus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program ini. Ia ingin publik dapat menggunakan atau membeli stiker parkir berlangganan karena akan lebih murah hitungannya dan langsung masuk ke kas daerah.

Lebih lanjut, Salim menjelaskan bahwa untuk kendaraan dinas di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Batam, anggaran parkir berlangganan baru akan dialokasikan pada tahun anggaran 2025.

“Kalau untuk kendaraan dinas Pemko Batam baru akan dianggarkan tahun depan di tahun anggaran 2025 karena target kita adalah kendaraan pribadi dari ASN Pemko Batam,” katanya.

Hingga saat ini, terdapat 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ASN-nya telah ikut berlangganan. Dari situ, total sudah ada 228 kendaraan pribadi.

Dishub sendiri telah menetapkan target untuk program parkir berlangganan tahun 2024. “Target sementara dari Dishub untuk stiker adalah roda dua sebanyak 500 kendaraan, roda empat 1000 kendaraan, dan roda enam 500 kendaraan,” katanya.

Dishub juga menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp1,1 miliar dari program ini. Hingga kini, realisasi pendapatan telah mencapai Rp574,8 juta atau sekitar 52,25 persen dari target.

Salim menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang ingin berlangganan. “Dishub siap melayani ke tempat konsumen di mana mereka akan berlangganan,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Vinilon Group Bersama Solar Chapter Alirkan Kebaikan Melalui Akses Air Bersih untuk Desa Banuan, NTT

0

batampos – Menurut data dari Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) tahun 2023, menyebutkan hanya 20% masyarakat Indonesia yang mampu mendapatkan akses air bersih. Vinilon Group bekerjasama dengan lembaga non-profit Solar Chapter dan Pemerintah Desa Banuan untuk menanggulangi hal tersebut melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) “Water for Banuan 2024” dengan bantuan berupa, Pipa HDPE sepanjang 4,5km, beserta aksesori pendukung lainnya, seperti Straight Coupler, Socket Reducer, Elbow, Air Valve, Gate Valve, Clamp Saddle, dan Male Threaded Adaptor kepada warga Desa Banuan, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilakukan pada akhir Agustus 2024.

“Sebuah kebanggan bagi kami, dapat berkontribusi membantu saudara-saudara kita di Desa Banuan, NTT untuk mendapatkan akses air bersih agar mudah dijangkau. Kami berharap langkah ini bisa terus berlanjut untuk membantu saudara-saudara kita yang masih kesulitan mengakses air bersih di kawasan pelosok, di seluruh wilayah di Indonesia,” ujar Sandy Susanto, CEO Vinilon Group.

Desa Banuan berjarak sekitar 200 kilometer dari Kota Kupang, dan dapat ditempuh melalui jalur darat dengan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan. Desa ini terdiri dari 759 penduduk dengan 186 kepala keluarga. Sebelumnya, warga setempat harus rela berjalan kaki sambil membawa jerigen air sejauh 2 kilometer atau selama 3-5 jam dengan kondisi jalanan berbatu dan terjal, serta melewati sungai untuk mendapatkan air bersih dari sumber air. Bahkan, warga harus membeli tangki air dengan harga Rp250.000 hingga Rp300.000 untuk mendapatkan 5.000 liter air bersih. Kini seluruh warga di Desa Banuan telah Merdeka Air Bersih yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, minum, mandi, dan mencuci.

“Ini adalah tahun kedua Vinilon Group dengan Solar Chapter berkolaborasi untuk memberikan akses air bersih di Desa tertinggal di wilayah Timur Indonesia melalui sistem perpipaan yang baik. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan warga Desa Banuan,” ungkap Mustika Wijaya, Founder Solar Chapter.

Lewat program ini, Agustinus Manbait, Kepala Desa Banuan juga menyampaikan bahwa dukungan Vinilon Group bersama Solar Chapter berhasil mewujudkan cita-cita warga Desa Banuan akan ketersediaan air bersih yang mudah.

“Setelah penantian sekian lama, akhirnya warga Desa Banuan dapat mengakses kebutuhan air bersih dengan mudah. Semoga bantuan ini mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian kami, warga di Desa Banuan menjadi lebih baik. Terlebih untuk anak-anak Desa Banuan sebagai generasi penerus bangsa Indonesia,” ujarnya.

Pada tahun 2023, Vinilon Group dan Solar Chapter juga telah menyalurkan pipa untuk kebutuhan air bersih di Desa Boen, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sesuai dengan nilai perusahaan kami, yaitu “Dari Indonesia, Untuk Indonesia”, Vinilon Group bersama Solar Chapter berkomitmen mendukung kesejahteraan masyarakat akan hak mendapatkan akses air bersih di seluruh Indonesia.

Keikutsertaan program Water for Banuan 2024, semakin memperkuat posisi Vinilon Group sebagai penyedia solusi perpipaan yang andal, efisien, dan berkelanjutan untuk proyek infrastruktur air di Indonesia. (*)

 

Didi Jabat Kadiskominfo dan Niken Jabat Kepala DLH Bintan

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyerahkan SK kepada Didi Kurniadi usai dilantik menjadi Kadiskominfo Bintan di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Senin (9/9/2024) sore. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Bupati Bintan, Roby Kurniawan melantik dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan sebagai kepala dinas di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Senin (9/9/2024) sore.

Dua pejabat yang dilantik adalah Didi Kurniadi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bintan.

Didi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Bintan.

Sementara Sekretaris Inspektorat Daerah Bintan, Niken Wulandari dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan.

BACA JUGA: Enam Nama Lolos Seleksi Administrasi dan Kompetensi untuk Lelang Jabatan Kadiskominfo dan Kadis LH Bintan

Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyampaikan, pelantikan dua pejabat sebagai kepala dinas di lingkungan Pemkab Bintan untuk mengisi kekosongan jabatan kadiskominfo dan kepala DLH Bintan.

Dia juga mengatakan, pelantikan yang dilakukan telah mendapat persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Pelantikan keduanya sudah mendapat persetujuan KASN dan Kemendagri sesuai hasil seleksi terbuka yang diadakan beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Dia berpesan kepada kedua kadis yang baru dilantik untuk melahirkan inovasi dan kreativitas serta memberi pelayanan publik yang optimal. (*)

Reporter: slamet

Setidaknya Ada 21 Titik Rawan Banjir, DBM-SDA Batam: Sistem Drainase Sudah Tidak Mampu Menampung Air

0
IMG 20240909 WA0011
Simpang Duta Mas, Kampung Air yang terendam banjir. (F.Fiska Juanda)

batampos – Hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Kota Batam, Senin (9/9), yang menye-babkan banjir di sejumlah titik. Salah satu lokasi yang terdampak adalah Simpang Duta Mas dan Kepri Mall, Batam Center. Banjir juga terjadi di beberapa titik jalan di wilayah Sagulung dan Batuaji.

Misalnya, di Jalan Brigjen Katamso dan R. Suprapto, hampir semua ruas jalan digenangi air. Pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terlibat kecelakaan atau mengganggu pengguna jalan lainnya dengan cipratan air.

Kondisi ini diperparah dengan ceceran tanah yang jatuh dari truk pengangkut tanah, sehingga jalan menjadi becek dan berlumpur. Keselamatan pengendara dipertaruhkan karena kondisi jalan yang sangat tidak nyaman.

Tak hanya itu, genangan air juga menutup lokasi jalan yang berlubang sehingga menjadi jebakan bagi pengendara. ”Kami mengapresiasi upaya pemerintah untuk peningkatan akses jalan atau drainase, tetapi masalah ini belum selesai,” ujar Riyanto, warga Batuaji.

Banjir dan genangan air masih saja terjadi. Banyak jalan yang dikepung banjir karena kontur jalan yang lebih rendah. Drainase juga belum semuanya diperbaiki. Kadang drainase lebih tinggi dari jalan, sehingga air tidak mengalir. Itulah yang menyebabkan banjir dan genangan air masih terus terjadi,” tambah dia.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Batam, Wan Taufik, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya rutin normalisasi di beberapa titik. Salah satunya di Simpang Ke­pri Mall, yang baru saja di­nor­malisasi sepekan yang lalu.

“Normalisasi sudah rutin dilakukan, termasuk di Simpang Kepri Mall. Namun, sejak dibangun trash rack (penangkap sampah) dan pelebaran jalan, banjir masih terjadi. Kami akan segera duduk bersama BP Batam untuk mencari solusi yang lebih efektif,” kata Wan Taufik.

Menurut data dari DBM-SDA Batam, terdapat setidaknya 21 titik rawan banjir di kota ini. Banjir tidak hanya terjadi di jalan raya, tetapi juga di kawasan perumahan seperti di wilayah Jodoh, Nagoya, Tiban, Bengkong, dan Marina.

Wan Taufik menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan dua pendekatan dalam menangani masalah banjir, yaitu penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, pihaknya rutin melakukan pembersihan dan normalisasi saluran air, baik menggunakan alat berat maupun tenaga manusia.

“Untuk jangka panjang, kami akan membangun drainase permanen di daerah-daerah yang aliran airnya masih dapat mengandalkan gravitasi. Sementara untuk daerah yang dipengaruhi oleh pasang air laut, kami akan menggunakan sistem polder, yaitu dengan membangun fasilitas fisik seperti saluran drainase, kolam retensi, dan pompa air yang dikelola secara terpadu,” terangnya.

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya pemulihan fungsi daerah resapan air di hulu melalui penghijauan dan pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tidak tersumbat dan mengurangi risiko banjir.

Selain curah hujan tinggi, tata guna lahan, dan kapasitas daya tampung menjadi penyebab atau faktor utama banjir yang kerap terjadi di Batam. Jika daerah resapan air limpasannya sedikit, tidak semua air hujan menjadi air permukaan.

Pemerintah pun tidak bisa mengelak bahwa banjir juga disebabkan oleh daya tampung saluran yang sudah tidak mampu menampung debit air. Kawasan Jodoh dan Nagoya, misalnya. Lingkungan di sana sudah tertata, meliputi bangunan, jalan, maupun drainase. Mustahil jika konturnya dinaikkan. Sementara, syarat pengaliran lewat gravitasi itu hanya mengandalkan kemiringan tanah.

”Kinerja drainase tidak semuanya maksimal. Ada juga beberapa persoalan utilitas di dalam saluran yang mengganggu aliran. Untuk Batam ini, 100 persen masih memanfaatkan pengaliran gravitasi,” kata Kepala DBM-SDA, Suhar.

Kapasitas saluran air di lingkungan yang dimaksud sudah maksimal. Secara logika, jika badan jalan diambil untuk pelebaran drainase, sama dengan mengambil badan jalan. Itu tidak mungkin dilakukan.

”Fakta yang dihadapi adalah kita tidak bisa melebarkan saluran, kita tidak bisa meninggikan lingkungan. Kapasitas tetap sama. Kita juga tidak bisa menjamin kecepatan aliran karena kemiringan saluran sedikit. Satu-satunya upaya pengentasan masalah banjir adalah dengan dipompa,” kata dia.

DBM-SDA akan segera membahas dan mengusulkan pengadaan sistem pompa air tersebut ke DPRD Batam. Satu unit pompa semi lengkap beserta konstruksinya ditaksir mencapai Rp20 miliar.

Sistem pompa itu dinilai paling efektif mengatasi banjir, karena mampu membuang 1.800 kubik air per menit. Untuk tahap awal, Batam membutuhkan empat hingga lima titik penempatan pompa air.

”Marina, Bengkong, itu juga dibutuhkan pompa air. Sementara Jodoh, Nagoya, mung-kin ada tiga kebutuhan. Kami bukannya mengistimewakan kawasan Jodoh dan Nagoya, tetapi memang sekarang di sana lebih rentan banjir,” ujar Suhar.

Ia melihat bahwa solusi pengentasan masalah banjir harus dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya dengan solusi teknis semata. Solusi komprehensif yang dimaksud meliputi pendekatan kebijakan dan teknis yang harus berjalan bersamaan.

”Sedapat mungkin kita bisa mempertahankan daerah resapan yang masih tersisa. Paling tidak mengurangi air limpahan,” kata dia. (*)

 

Reporter : Arjuna, Eusebius Sara