Senin, 27 April 2026
Beranda blog Halaman 2814

DPRD Batam Tegaskan Pentingnya Peran Keluarga dan Pelaporan di Tengah Maraknya Kasus Kekerasan Seksual

0
cabul mesum
ilustrasi pencabulan. (F. freepik)

batampos – Kasus kekerasan seksual terhadap anak bawah umur di Kota Batam terus menjadi perhatian khalayak. Dari catatan UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, (PPA) Batam ada 144 kasus kekerasan seksual dengan korban anak dibawah umur.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam Siti Nurlaila menaruh perhatian serius terhadap penanganan kasus ini, Ia mengatakan kasus kekerasan seksual kian marak di tengah upaya Pemerintah Daerah (Pemda) menjadikan Batam sebagai kota ramah anak.

“Pastinya ini menjadi sesuatu hal yang sangat kontradiktif, tetapi kami berharap ke depan kita lebih konsen terhadap perhatian keluarga,” ujar Siti Nurlailah, Rabu (25/9).

Menurut dia, DPRD Batam berkomitmen mendukung program pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai kota layak anak dengan mengadakan pemahaman bagi masyarakat untuk berani melaporkan (speak-up).

Baca Juga: Warga Batam Jadi Korban, Disnaker Imbau Cek Legalitas Penempatan Kerja Sebelum Berangkat ke Luar Negeri

“Kami menekankan pentingnya berani berbicara atau melaporkan bagi korban yang terjadi dalam keluarga. Sebab tak sedikit kasus ditutupi karena stigma di tengah sosial,” terangnya .

Siti menerangkan bahwa pada tahun lalu pelatihan dan penyuluhan yang membahas kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan anak juga diberikan.

“Kami berharap masyarakat, terutama orang tua diberikan pemahaman tentang langkah-langkah untuk melindungi diri dari pelecehan,” ungkapnya.

DPRD Batam juga mengajak pihak RT dan RW perumahan untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kita perlu memastikan semua pihak memahami pentingnya kolaborasi dalam mencegah pelecehan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dengan dukungan dari instansi terkait dan penegak hukum dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.

“Mari kita bersama-sama membangun Batam yang lebih baik dan aman untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Kepala UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Batam, (PPA), Dedy Suryadi menyampaikan upaya yang dilakukan dalam penanganan kasus kekerasan seksual meliputi melakukan dimulai dari penjangkauan seperti identifikasi dan assesment kepada korban.

Kemudian dilakukan pendampingan yang bertujuan memberikan penguatan dan penyelesaian kasus nya ke penegak hukum dan melakukan visum.

“Upaya dilakukan semua secara bertahap, kami juga memberikan ruang konseling untuk memotivasi dan meringankan beban psikis korban,” ujarnya.

UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak turut berperan melakukan rujukan kepada korban dengan mengetahui latar belakangnya seperti pendidikan, faktor ekonomi, dan sebagainya.

“Dan kami juga melakukan rujukannya apabila dari sisi pendidikan kami siap membantu dari sisi tersebut untuk sekolahnya agar bisa terus berlanjut. Lalu apabila tidak memiliki identitas maka kami juga membantu ke dinas terkait, dan apabila ada keluarga tidak mampu maka kami usulkan untuk mendapatkan bantuan,” terangnya.

Ia menyebut banyak faktor menyebabkan masih ada beberapa pihak yang tidak berani melaporkan persoalan ini ke UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (PPA).

Dedy menjelaskan bentuk kekerasan yang diterima anak mulai dari kekerasan verbal, dan fisik. Bentuk kekerasan ini akan menimbulkan dampak yang mengancam masa depan anak, sehingga perlu komitmen orangtua, dan pihak lainnya untuk mencegah agar ini tidak terjadi.

“Yang paling umum mereka dari pihak (korban) tidak berani melaporkan dalam arti kata tidak ingin menyampaikan ke kami,” ujarnya.

Ini artinya dukungan moral dari orang sekitar sangat penting. Korban membutuhkan orang lain agar bisa menjadi pelapor dan pelopor atas apa yang mereka alami.

“Kami mengajak kepada masyarakat, paling dekat itu adalah tetangga, hingga perangkat RT/RW serta pihak yang memiliki wewenang di satu wilayah untuk memperhatikan kondisi sekitar,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Kadin: Batam Bisa Tertinggal Jauh dari Johor karena Insentif Pajak

0
92336076 c0a9 4a3c 9a7d a2c0dd53293d
Makruf Maulana

batampos– Pengusaha di Batam mengkawatirkan pertumbuhan investasi di Kepri khususnya di Batam akan tergerus paska pengumuman sejumlah kemudahan untuk berinvestasi di Johor-Singapore Special Economic Zone (SEZ). Salah satunya adalah kemudahan dalam hal pajak yang jauh berbeda dengan di Indonesia. Di mana ini berdampak kepada Batam, yang merupakan daerah border yang selama ini dianggap menjadi saingan Johor.

Johor yang dikembangkan oleh Pemerintah Malaysia dan Pemerintah Singapura, pada tanggal 20 September 2024 telah mengumumkan berbagai kemudahan di Special Financial Zone Incentive khusus untuk industri manufaktur. Salah satunya adalah pemberian 5% tax rate upto 20 years (10+10 years) dan Incentive for Industrial building allowance of 10%.

“Jadi kalau di sana sudah diumumkan bahwa PPh untuk perusahaan itu hanya 5 persen, nah di kita saat ini masih 21 persen. Bayangkan bedanya yang sangat jauh,” kata ketua Kadin Kepri,Ahmad Ma’ruf Maulana, Selasa (24/9).

Ma’ruf mengatakan dengan kemudahan yang diterapkan SEZ Johor- Singapore akan membuat para perusahaan industri manufacture di FTZ Batam yang notabenenya adalah penanaman modal asing melirik SEZ Johor-Singapore sebagai lokasi yang strategis untuk relokasi atau expansi.

“Kondisi ini tentu kita tidak mengharapkan terjadi, sehingga sangat diperlukan kebijakan khusus untuk industri-industri manufacture di FTZ Batam agar dapat diberikan setidak-tidaknya kemudahan dibidang perpajakan yang seimbang dengan apa yang diterapkan oleh SEZ Johor- Singapore,” Pintanya.

Ia menambahkan, sesuai arahan dari Presiden Terpilih masa jabatan 2024 – 2029, target dari pertumbuhan ekonomi ditahun 2025 sebesar 8% serta prioritas program pemerintah Indonesia kedepannya adalah sektor hilirisasi sumber daya alam, energi bersih, kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia. “Dan sesuai arahan Bapak Menko, bahwa FTZ Batam akan di khususkan untuk pengembangan hilirisasi pasir silika dan sebagai pusat pengembangan dari industri semikonduktor. Maka harus didukung dengan berbagai kemudahan,” tambahnya.

BACA JUGA: TKDN Lindungi Keberlangsungan Industri, Kadin Batam: Pemerintah Seharusnya Fokus pada Kemudahan Perizinan

Menurutnya, Struktur ekonomi Batam dari tahun ke tahun selalu didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan dengan rata-rata diatas 50% terhadap total Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDBR) Kota Batam dan tahun 2023, kontribusi dari sektor tersebut sebesar 56,38% terhadap total PDRB kota Batam.

“Bukan hanya itu saja, kita berharap biaya dalam pengurusan perizinan baik di tingkat daerah dan pusat juga dipermudah dan murah. Kalau ditanya, saat ini banyak cost yang kita keluarkan untuk sebuah perizinan,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap adanya sinergi di antara semua pemangku kepentingan di Batam dan Kepri pada umumnya untuk meningkatkan investasi. “Walikota, Kepala BP Batam dan Pemprov Kepri harus saling dukung dan bersinergi untuk pertumbuhan investasi di daerah ini. Kami pengusaha akan terus berupaya mendatangkan investor. Tetapi tentu harus disertai dengan proses yang mudah dan murah dari pemerintah,” ujarnya.

Makruf sudah melayangkan surat ke Menteri Koordinator Bidang Perekenomian terkait hal tersebut. Juga sudah diberitahukan kepada Kementerian Keuangan, Kementerian Investasi/ BKPM dan Kadin Indonesia. Ia berharap pusat bisa memberikan keputusan terkait insentif perpajakan untuk FTZ Batam.

“Menurut saya, kalau insentif ini tak ada, Batam akan semakin jauh tertinggal dari Johor. Dan kita akan kalah dalam menarik dan meyakinkan investor untuk masuk ke Indonesia,” katanya.

Ketua Apindo Rafki belum lama ini juga mengatakan, bahwa pemerintah ingin bersaing dengan Johor. Tetapi itu akan berat jika tidak ada pembenahan. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan termasuk dalam hal membenahi perizinan berusaha.

“Itu masih sebagian ada yang terkendala di pusat, dan Apindo berharap Menko Airlangga mendorong supaya perizinan tertentu seperti AMDAL dilimpahkan ke pemerintah daerah tentunya dapat menaikkan daya saing Kepri. Namun jika masih seperti saat ini mungkin agak sulit bersaing dengan Johor , karena disana perkembangannya cukup pesat . Selain didukung penuh oleh pemerintah Malaysia, mereka juga kerja sama dengan Singapura untuk pengembangan Johor,”sebutnya.

Faktor tersebut harus segera di benahi dan dikaji oleh pemerintah daerah baik itu BP Batam dan instansi terkait.

“Kemudian persoalan lahan juga menjadi hal yang perlu dibenahi karena terbatasnya lahan di kota Batam,” ujarnya.

Bagaimana hal ini bisa dibenahi segera oleh BP Batam sehingga ketika investor itu datang sudah tersedia lahannya. Saat ini masih banyak lahan yang telah di kuasai tetapi masih kosong.

“Kita berharap dalam hal ini di dukungan oleh BP Batam untuk bisa teruskan ke pemerintah pusat agar bisa dimaksimalkan, perizinan yang di pusat dilimpahkan saja ke daerah tinggal diawasi saja pelaksanaannya,” tutupnya.(*)

Reporter: Alfian

BP Batam Serahkan Hunian untuk Warga Rempang yang Memilih Bergeser

0

rumah barubatampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi menyerahkan hunian baru kepada tiga warga pertama dari Rempang yang bersedia pindah. Acara berlangsung di Tanjung Banun, Sembulang, Galang, Rabu (25/9) pagi, dimulai dengan doa bersama dan prosesi tepung tawar saat memasuki rumah baru atas nama Rantau, Winarto, dan Angga. Ketiga warga ini adalah yang pertama secara sukarela pindah pada September 2023 lalu.

Prosesi tepung tawar dipimpin Lembaga Adat Melayu dan dihadiri oleh Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain; serta perwakilan FKPD Kota Batam.
Penyerahan rumah ini merupakan bagian dari upaya penanganan dampak sosial pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.

Purwiyanto, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala BP Batam dan Plh. Kepala BP Batam, menyampaikan apresiasinya kepada warga yang mendukung pe­ngembangan proyek ini.

”Hari ini kami menyerahkan rumah bagi warga Rempang. Terima kasih kepada bapak dan ibu yang mendukung penuh pembangunan PSN Rempang Eco-City,” kata Purwiyanto.

Ia berharap, di tempat tinggal baru ini, rezeki masyarakat bertambah dan lebih baik. ”Rumah baru, harapan baru. Semoga kebahagiaan selalu menyertai bapak dan ibu,” ucapnya.

Purwiyanto juga menegaskan bahwa keberhasilan suatu wilayah tidak hanya bergantung pada pemerintah. Ada empat elemen penting yang harus bersinergi untuk kesuksesan PSN Rempang Eco-City, yaitu masyarakat, pemerintah (BP Batam dan forkopimda), sektor perusahaan (MEG), dan investor asing.

”Jika keempat elemen ini bekerja sama, proyek ini pasti sukses. Kami berkomitmen untuk mensejahterakan rakyat melalui investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan UMKM, tanpa mengorbankan masyarakat,” tuturnya.

Purwiyanto juga mengingatkan pihak MEG bahwa kesuksesan PSN Rempang Eco-City harus membawa manfaat maksimal bagi kesejahteraan warga Rempang, terutama dalam memberikan peluang karier bagi generasi muda setempat.

Rantau, salah satu warga yang berpindah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.

”Saya sangat bersyukur atas bantuan bapak-bapak. Terima kasih kepada Pak Rudi dan seluruh jajaran atas segala bantuan yang diberikan kepada kami,” ucap Ibu Rantau saat menerima kunci rumah secara simbolis.

Senada dengan itu, Camat Galang, Ute Rambe, juga mengapresiasi BP Batam. ”Tak ada wajah kecewa, hanya kebahagiaan terpancar dari warga. Mendapatkan rumah baru adalah anugerah luar biasa. Terima kasih, Pak, akhirnya ini terwujud. Kami berharap warga lainnya segera menyusul,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan sembako kepada warga yang telah menempati rumah baru di Tanjung Banun. Proses pemindahan ke permukiman baru ini akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kesiapan warga.

Saat ini, BP Batam masih te­rus memfasilitasi pemindahan warga yang terdampak pem­bangunan Rempang Eco-Ci­ty, dengan total 202 kepala ke­luarga yang telah bergeser. (*)

BP Batam Serahkan Hunian untuk Warga Rempang yang Memilih Bergeser

0

rumah barubatampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi menyerahkan hunian baru kepada tiga warga pertama dari Rempang yang bersedia pindah. Acara berlangsung di Tanjung Banun, Sembulang, Galang, Rabu (25/9) pagi, dimulai dengan doa bersama dan prosesi tepung tawar saat memasuki rumah baru atas nama Rantau, Winarto, dan Angga. Ketiga warga ini adalah yang pertama secara sukarela pindah pada September 2023 lalu.

Prosesi tepung tawar dipimpin Lembaga Adat Melayu dan dihadiri oleh Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain; serta perwakilan FKPD Kota Batam.
Penyerahan rumah ini merupakan bagian dari upaya penanganan dampak sosial pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.

Purwiyanto, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala BP Batam dan Plh. Kepala BP Batam, menyampaikan apresiasinya kepada warga yang mendukung pe­ngembangan proyek ini.

”Hari ini kami menyerahkan rumah bagi warga Rempang. Terima kasih kepada bapak dan ibu yang mendukung penuh pembangunan PSN Rempang Eco-City,” kata Purwiyanto.

Ia berharap, di tempat tinggal baru ini, rezeki masyarakat bertambah dan lebih baik. ”Rumah baru, harapan baru. Semoga kebahagiaan selalu menyertai bapak dan ibu,” ucapnya.

Purwiyanto juga menegaskan bahwa keberhasilan suatu wilayah tidak hanya bergantung pada pemerintah. Ada empat elemen penting yang harus bersinergi untuk kesuksesan PSN Rempang Eco-City, yaitu masyarakat, pemerintah (BP Batam dan forkopimda), sektor perusahaan (MEG), dan investor asing.

”Jika keempat elemen ini bekerja sama, proyek ini pasti sukses. Kami berkomitmen untuk mensejahterakan rakyat melalui investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan UMKM, tanpa mengorbankan masyarakat,” tuturnya.

Purwiyanto juga mengingatkan pihak MEG bahwa kesuksesan PSN Rempang Eco-City harus membawa manfaat maksimal bagi kesejahteraan warga Rempang, terutama dalam memberikan peluang karier bagi generasi muda setempat.

Rantau, salah satu warga yang berpindah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.

”Saya sangat bersyukur atas bantuan bapak-bapak. Terima kasih kepada Pak Rudi dan seluruh jajaran atas segala bantuan yang diberikan kepada kami,” ucap Ibu Rantau saat menerima kunci rumah secara simbolis.

Senada dengan itu, Camat Galang, Ute Rambe, juga mengapresiasi BP Batam. ”Tak ada wajah kecewa, hanya kebahagiaan terpancar dari warga. Mendapatkan rumah baru adalah anugerah luar biasa. Terima kasih, Pak, akhirnya ini terwujud. Kami berharap warga lainnya segera menyusul,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan sembako kepada warga yang telah menempati rumah baru di Tanjung Banun. Proses pemindahan ke permukiman baru ini akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kesiapan warga.

Saat ini, BP Batam masih te­rus memfasilitasi pemindahan warga yang terdampak pem­bangunan Rempang Eco-Ci­ty, dengan total 202 kepala ke­luarga yang telah bergeser. (*)

Investasi Asing Masuk IKN Tercatat Rp 1,15 Triliun

0
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat prosesi peletakan batu pertama proyek (groundbreaking) di IKN. (ANTARA

batampos – Investasi asing atau luar negeri masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur, mencapai Rp 1,15 triliun. Angka ini diketahui dari peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan fisik baru (groundbreaking) tahap delapan.

“Investasi asing sudah masuk IKN pada groundbreaking tahap delapan hari hari ini,” ungkap Presiden Joko Widodo di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu (25/9).

“Investasi asing sudah masuk ke IKN dari Australia sektor pendidikan, serta Rusia dan China sektor properti,” tambahnya

Nilai investasi dari Australia Rp 150 miliar, Rusia dengan nilai investasi Rp 500 miliar dan nilai investasi Tiongkok dengan nilai Rp 500 miliar. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi, saat diwawancara usai kegiatan groundbreaking tahap delapan di Kota Nusantara berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Banyak investor asing menandatangani dokumen komitmen awal untuk kerja sama (letter of intent/LoI) dalam pembangunan ibu kota masa depan Indonesia. Tetapi tidak langsung disetujui harus melalui seleksi terlebih dahulu disesuaikan konsep pembangunan ibu kota baru Indonesia.

“Disesuaikan kebutuhan yang ada di IKN, agar terbangun ekosistem yang baik, sehingga Kota Nusantara jadi lokasi yang menarik,” jelas Jokowi.

Kemudian aja juga dua investasi lokal dalam peletakan batu pertama tandai dimulainya fisik baru tahap delapan di ibu kota baru Indonesia tersebut, dengan nilai investasi masing-masing Rp 100 miliar dan Rp 25 miliar. Kepercayaan investasi dari dalam dan luar negeri, menggambarkan bahwa Kota Nusantara tempat yang sangat menarik untuk investasi.

Kendati demikian, menurut Presiden untuk pembangunan fasilitas pemerintahan seluruhnya ditangani oleh pemerintah. Groundbreaking tahap delapan di Kota Nusantara bukan merupakan akhir sebelum masa jabatan kepala negara berakhir. Dalam jangka waktu satu pekan ke depan banyak investor yang ingin melakukan peletakan batu pertama pembangunan fisik baru. (*)

Warga Batam Jadi Korban, Disnaker Imbau Cek Legalitas Penempatan Kerja Sebelum Berangkat ke Luar Negeri

0
Kepala Disnaker Rudi Sakyakirti
Kepala Disnaker Batam Rudi Sakyakirti.

batampos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mengimbau warga Batam untuk berhati-hati menerima tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama yang tidak melalui prosedur resmi. Pasalnya, saat ini ada laporan terkait penempatan pekerja dari Batam ke beberapa negara tanpa izin yang jelas.

“Sudah ada beberapa kasus warga Batam yang bekerja di luar negeri melalui perusahaan penempatan yang tidak terdaftar secara resmi,” ujar Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti, Rabu (25/9).

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu keluarga korban meminta bantuan ke Disnaker Batam karena anaknya tidak bisa pulang ke Batam karena ditahan di luar negeri. Setelah laporan itu diverifikasi dan diteruskan ke Kementerian Tenaga Kerja, akhirnya enam orang pekerja asal Batam itu bisa dipulangkan.

Baca Juga: Penerapan E-Ticketing di Pelabuhan Domestik Diperluas, BP Batam Terus Gencarkan Sosialisasi

“Awalnya laporan hanya satu orang, setelah dijemput ternyata ada enam orang dan semuanya berhasil dipulangkan,” ujarnya

Rudi mengingatkan warga agar tidak langsung berangkat kerja ke luar negeri berdasarkan informasi yang hanya berasal dari media sosial atau sumber tidak terpercaya. Disnaker mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memiliki jalinan kerja sama dengan berbagai negara untuk penempatan tenaga kerja secara legal.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terlebih dahulu mengecek lowongan kerja ke Disnaker daerah Batam. Hal ini penting untuk memastikan keabsahan informasi sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri.

“Warga Batam harus berhati-hati dalam menerima informasi mengenai penempatan kerja ke luar negeri. Pastikan informasi tersebut sudah dikonfirmasi ke Disnaker atau instansi terkait untuk menghindari risiko penipuan dan perlindungan hukum yang lemah,” katanya.

Baca Juga: Soroti Kasus Penyalahgunaan Barang Bukti Sabu Oleh Personil Polresta Barelang, Ombudsman: Ini Memilukan

Disnaker juga menyebut bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk memastikan setiap penempatan tenaga kerja ke luar negeri berjalan sesuai prosedur dan aman. Pemerintah secara berkala akan melakukan pengecekan dan investigasi terhadap laporan-laporan penempatan tenaga kerja ilegal.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnaker Batam Isra Wira Sanjaya mengatakan sesuai undang-undang Nomor 18 tahun 2017, setiap tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri harus memenuhi syarat dan terdaftar di instansi pemerintah dalam hal ini Disnaker Batam yang bertanggungjawab dibidang ketenagakerjaan. Baik yang akan bekerja, sedang bekerja atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di dalam dan di luar wilayah Indonesia.

“Syarat bekerja di luar negeri minimal berusia 18 tahun, memiliki kompetensi, sehat jasmani dan rohani, terdaftar dan memiliki nomor kepesertaan jaminan sosial serta memiliki dokumen lengkap yang dipersyaratkan,” ungkap Wira.

Baca Juga: Kejahatan Jalanan Meningkat di Batam, Kapolresta Barelang Perintahkan Tindakan Tegas dan Terukur

Ia menambahkan, ada empat skema bekerja diluar negeri. Pertama, P3MI Jenis penempatan yang difasilitaai Perusahaan Penemoatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan terdaftar di sistim siap kerja yg di verifikasi petugas pengantar kerja disnaker. Lalu kedua secara mandiri di verifikasi dan terdata oleh BP2MI/P4MI. Ketiga UKPS yang diajukan oleh perusahan verifikasi dan terdata di PTKLN Kementerian Tenaga Kerja.

“Dan terakhir keempat itu ada namanya G to G (goverment to Goverment). Jenis penempatan yang oleh UU nomor 18 tahun 2017 hanya dapat dilaksanakan oleh BP2MI dalam pelaksanaan penempatannya,” terang Wira. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Bapenda Karimun Raih Penghargaan P2DD

0
Pjs Bupati Karimun, Anwar Hasyim mengikuti rapat koordinasi TP2DD Kemenko Bidang Perekonomian RI

batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karimun mendapatkan penghargaan dari Kementerian Koordinator Kemenko) Bidang Perekonomian dalam bidang percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (P2DD). Penghargaan ini diberikan terkait inovasi digital yang telah dilakukan oleh Bapenda.

BACA JUGA: Bapenda Kepri Luncurkan Pembelian BBM Non Tunai

Kepala Bapenda Kabupaten Karimun, Kamarulazi yang dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (25/9) mengatakan, penghargaan yang diterima merupakan terbaik kedua nasional dengan inovasi digitalisasi yang sudah dijalankan sejak tahun lalu.

”Inovasi digitalisasi yang kita lakukan dengan program setiap saat tongkrongin objek pajak (SiaSat TOP). Melalui inovasi unggulan ini kita bisa memantau langsung objek pajak yang bisa memberikan kontribusi untuk daerah. Tidak itu saja, wajib pajak juga diberikan kemudahan untuk melakukan pembayaran menggunakan aplikasi yang sudah bekerjasama dengan Bapenda,” ujarnya.

Program tim P2DD ini, katanya, memang untuk meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Sistim yang digitalisasi ini juga erat kaitannya dengan eletronik transaksi pemerintah daerah (ETPD) sebagai salah satu kunci keberhasilan P2DD.

”Berapa hari lalu, Pjs Bupati Karimun, Anwar Hasyim mengikuti rapat koordinasi nasional P2DD di Jakarta dengan pembahasan digitalisasi transaksi Pemda untuk percepatan pertumbuhan ekonomi daerah 2024. Sekaligus menetapkan jadwal penyerahan penghargaan yang akan dilakukan pada bulan depan,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sandi

Makin Banyak ASN Terlibat Judi Online, MenPAN-RB Terbitkan Surat Edaran Sanksi Pemecatan

0
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas

batampos – Makin banyaknya kasus aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat judi online (judol) membuat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengambil sikap tegas. Dia baru saja menerbitkan surat edaran (SE) tentang sanksi terhadap para abdi negara yang terlibat judol.

SE Menteri PAN-RB No 5/2024 itu diterbitkan untuk mengurangi dampak-dampak negatif dari perjudian daring di kalangan ASN.

Menurut Anas, perilaku tersebut bisa mengakibatkan kerugian finansial, gangguan sosial dan psikologis, bahkan bisa mendorong perilaku kriminal.

”Tak dimungkiri, ASN juga bisa terlibat dalam lingkaran perjudian daring ini. Karena itu, kami sudah keluarkan surat edaran untuk mencegah dan menangani perjudian online. ASN yang terlibat akan kami kenai tindakan tegas,” kata Anas di Jakarta kemarin (24/9).

Dia menegaskan, judi online termasuk pelanggaran hukum. Karena itu, Anas mengimbau instansi pemerintah melakukan kampanye atau gerakan mendukung anti perjudian daring. Instansi pemerintah pusat dan daerah diminta melakukan kegiatan edukatif bagi ASN dan non-ASN tentang dampak buruk judol. Hal tersebut juga tertera dalam SE yang ditandatangani Anas pada 24 September 2024 itu.

”Pejabat pembina kepegawaian (PPK) dan atasan langsung wajib melakukan pengawasan terhadap pegawainya atas indikasi perjudian daring,” tegasnya.

Apabila ditemukan bukti, PPK atau atasan bisa memberikan teguran atau peringatan kepada yang bersangkutan. Bagi ASN pelaku judol yang pelanggarannya berdampak buruk bagi unit kerja atau instansi, bisa dijatuhkan hukuman ringan hingga sedang. Namun, jika berdampak buruk bagi negara atau pemerintah, mereka dapat dijatuhi hukuman disiplin berat. Disiplin berat ini dapat berupa pemecatan.

SE tersebut juga menjelaskan, apabila ada ASN yang menjadi tersangka dalam proses tindak pidana perjudian daring, dapat dilakukan pemeriksaan pelanggaran disiplin sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sedangkan bagi yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa, tindak lanjut penanganan dilaksanakan setelah putusan pengadilan yang bersifat inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Kendati begitu, PPK wajib memberhentikan sementara pegawai tersebut. Hal ini sesuai dengan Pasal 53 ayat (2) UU No 20 Tahun 2023 tentang ASN.

SE tersebut juga mengatur sanksi bagi tenaga non-ASN di instansi pemerintah yang terlibat judol. Bagi pegawai non-ASN yang terbukti terlibat perjudian daring, dapat dijadikan pertimbangan pejabat yang berwenang untuk melakukan penilaian kerja. ”Atau pemutusan hubungan kerja pegawai non-ASN yang dilakukan sesuai perjanjian kontrak kerja,” tegasnya. (*)

KM Kelud Tidak Beroperasi Selama 3 Pekan, Pelni Batam Belum Siapkan Kapal Pengganti

0
Kapal Pelni Dalil Harahap scaled e1702264679219
KM Kelud saat lepas tali di Pelabuhan Batuampar, Batam menuju Medan, Minggu (10/12). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam menyampaikan bahwa Kapal Motor (KM) Kelud tidak akan beroperasi mulai 29 September hingga 20 Oktober 2024. Hal ini disebabkan kapal tersebut harus menjalani docking untuk perawatan dan pemeliharaan rutin.

“Selama tiga minggu itu, tidak ada pelayaran laut KM Kelud untuk penumpang dari dan ke Pelabuhan Batu Ampar. Hingga saat ini, kami belum menerima informasi terkait kapal pengganti,” ujar Kepala Cabang PT Pelni Batam, Muhammad Iqbal, Rabu (25/9).

Iqbal menjelaskan bahwa bulan September dipilih sebagai masa docking KM Kelud karena berada dalam periode low season atau masa sepi penumpang. Perawatan ini dilakukan sebagai persiapan menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), mengingat sebelumnya jadwal docking sempat tertunda karena kapal digunakan untuk mendukung kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh dan Medan.

“Kami belum tahu di galangan mana KM Kelud akan menjalani docking karena masih dalam proses lelang. Namun biasanya tidak jauh dari home base kapal, yaitu di Jakarta,” jelasnya.

Baca Juga: Respon terkait Harga Tiket Feri Turun Rp30 Ribu, Masyarakat Kecewa, Kok Bisa?!

Selama proses perawatan ini, Iqbal mengimbau para penumpang untuk memahami situasi dan merencanakan perjalanan menggunakan alternatif transportasi lain. Penangguhan operasional KM Kelud ini akan mempengaruhi beberapa rute pelayaran, termasuk Batam–Belawan Medan dan Batam–Tanjung Priok.

“Kami dari Manajemen PT Pelni menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. Hingga saat ini, kami belum menerima informasi mengenai kapal pengganti,” ucap Iqbal.

Sementara itu, Agus, salah satu pengguna setia KM Kelud, berharap Pelni dapat menyediakan kapal pengganti selama KM Kelud menjalani perawatan. Menurutnya, KM Kelud menjadi pilihan utama masyarakat Batam karena harga tiket yang lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lain dan jadwal pelayaran yang rutin setiap pekan.

“Kalau bisa, setiap kali docking ada kapal pengganti seperti KM Dorolonda. Jadi, kami masih punya pilihan,” ujar Rizal.

Baca Juga: 5 Personel Masih Ditahan di Mapolda Kepri, Kabid Humas: Untuk Pengembangan Kasus

Hal senada diungkapkan oleh Edward, warga Bengkong. Ia mengaku terpaksa menunda perjalanannya ke Belawan karena tidak ada alternatif kapal lain. “Tunggu selesai dulu lah, katanya sampai 20 Oktober baru selesai. Harapannya ada kapal pengganti selama Kelud docking,” tuturnya.

Pelni Batam berjanji akan menyosialisasikan informasi terkait proses docking KM Kelud ini kepada calon penumpang dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar pelayanan tetap berjalan baik selama masa perawatan tersebut. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

UEFA Batalkan Final Liga Champions 2027 di San Siro

0
Stadion San Siro atau Stadio Giuseppe Meazza kandang AC Milan dan Inter Milan, bakal digantikan Le Cattedrale. (SEMPRE MILAN-SEMPRE INTER )

batampos – UEFA membatalkan San Siro, Milan, sebagai lokasi penyelenggaraan laga final Liga Champions 2027 dan membuka kembali proses penawaran untuk laga puncak tersebut. Itu lantaran rencana renovasi yang tidak pasti hingga terancam dibongkar.

Stadion ikonik yang menjadi markas AC Milan dan Inter Milan ini sebelumnya telah ditunjuk sebagai tuan rumah pada Mei 2024. Namun, kini harus kehilangan kesempatan tersebut.

”Karena Pemerintah Kota Milan tidak dapat menjamin bahwa Stadion San Siro dan sekitarnya tidak akan terpengaruh oleh pekerjaan renovasi selama periode final Liga Champions UEFA 2027, diputuskan untuk tidak menyelenggarakan final di Milan dan membuka kembali proses penawaran untuk menunjuk venue yang sesuai,” tulis UEFA dalam pernyataan resminya, dikutip dari ESPN seperti dilansir dari Antara.

UEFA memberikan syarat kepada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk menyerahkan rencana renovasi besar-besaran San Siro, yang memerlukan dana jutaan euro. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum menemui kejelasan.

AC Milan dan Inter Milan bahkan tengah mempertimbangkan untuk pindah dari San Siro akibat kesulitan mendapatkan pendanaan untuk merenovasi stadion yang juga dikenal dengan nama Stadio Giuseppe Meazza.

Jika pendanaan tidak dapat diamankan, San Siro, yang memiliki kapasitas 75.817 penonton dan dibuka pada 1926, terancam akan dibongkar. Dengan masa depan stadion yang masih belum pasti, UEFA mengambil langkah tegas dengan mengumumkan pencabutan Milan sebagai tuan rumah final 2027 dan membuka kembali proses penawaran untuk mencari lokasi baru.

Keputusan ini diumumkan setelah pertemuan Komite Eksekutif UEFA pada Selasa (24/9). UEFA akan mengambil keputusan penentuan penyelenggaraan final Liga Champions 2027 pada Mei atau Juni 2025.

Sementara itu, Allianz Arena di Munich akan menjadi tuan rumah final Liga Champions 2025 yang dijadwalkan pada 31 Mei. Pada proses penawaran yang dibuka pada Juli 2023, hanya Budapest dan Milan yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah final 2026 dan 2027.

Namun, UEFA kini akan mencari minat dari kota-kota yang sebelumnya tidak ikut dalam proses penawaran untuk final 2027. (*)