Selasa, 16 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2891

Program Pembinaan Warga Binaan, Rutan Karimun Berhasil Budidaya Ikan Nila Salin

0
Program Pembinaan Warga Binaan, Rutan Karimun Berhasil Budidaya Ikan Nila Salin.

batampos– Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun saat ini sudah tidak menjadi tempat penahanan bagi tersangka atau terdakwa. Namun, dijadikan tempat pembinaan bagi Warga Binaan (WB). Dengan memanfaatkan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), disekitar Rutan dengan pembinaan berupa budidaya perikanan.

Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun Arjiunna mengatakan, melalui budidaya perikanan yang dipilih yaitu ikan nila salin. Dengan pertimbangan, lokasi ternak berada di area pesisir pantai, jangka waktu pemeliharaan yang tidak terlalu lama, dan daya minat serta konsumsi ikan nila yang cukup tinggi.

” Nila salin merupakan varietas ikan nila yang dikembangkan dari spesies nila air tawar sehingga dapat menoleransi kadar salinitas air yang lebih tinggi. Nila salin mampu menoleransi kadar salinitas air hingga kurang lebih 20 persen dengan memanfaatkan karakter euryhaline yang dimiliki oleh ikan nila,” terangnya, Rabu (30/10).

Euryhaline sendiri merupakan organisme yang dapat beradaptasi pada salinitas yang luas. Sehingga, ikan yang memiliki karakter ini mampu hidup pada air laut, air payau dan air tawar. Sebanyak satu kolam yang terdapat belasan ribu ekor ikan nila salin berhasil dipanen di SAE Rutan Karimun (bulan September dan Oktober). Pemeliharaan ikan nila ini memakan waktu kurang lebih 3-4 bulan.

” Harganya cukup menjanjikan, ikan nila berkisar Rp15 ribu per ekor. Nanti, hasil penjualannya untuk membeli bibit, memerikan upah WB berupa premi serta membeli alat-alat kerjakebun dan kolam. Selain itu, pihaknya juga ada tanaman herbal atau tanaman toga (tanaman obat keluarga), seperti jahe, pandan, kunyit, lengkuas, sertai merah dan bawah dayak,” ungkapnya.

Dalam budidaya iklan nilai pada air yang diggunakan phnya 8,8 dan salinitas air garamnya lebih dari 20 persen sementara pakannya kita menggunakan pelet dan sisa sayur-sayuran.

” Ini wujud keberhasilan Rutan kelas IIB Tanjung Balai Karimun dalam melakukan pembinaan kemandirian bagi warga binaannya. Adanya kegiatan ini diharapkan menjadi bekal agar warga binaan dapat membuka usaha sendiri setelah menjalani masa hukuman yang ada,” tambah Karutan lagi.

Sedangkan, Ferdinand Sebayang selaku pembina Keamanan dan Pembina Program Sarana Asimilasi Edukasi Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun bersama Daeng Antarestu petugas rutan tetap optimis dan selalu mencoba berbagai cara dan alternatif untuk keberhasilan membudidayakan ikan nila di lahan air payau. Sebab, harga ikan nila termasuk tinggi di pasaran Karimun ini dan posisi Rutan Karimun adalah pesisir pantai notabene air payau

” Dulu pernah dicoba namun hasilnya kurang memuaskan. Karena banyak yang mati karna kadar garam kolam terlalu tinggi (salinitas). Dan alhamudulillah, ikan nila yang dipelihara menjadi nila salin sudah dapat dipanen dengan belasan ribu ekor ikan yang bisa dijadikan lahan memancing bagi pengunjung SAE dan wisata hutan mangrove,” ucapnya.

Sebagai informasi tambahan, sesuai data yang diperoleh dari Dinas Perikanan Karimun, untuk saat ini Budidaya ikan nila salin satu-satunya di kabupaten Karimun berada di Sarana Asimilasi dan Edukasi Rutan Karimun. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas Rutan Karimun untuk terus membudidayakan ikan nila salin dan melatih warga binaan untuk melakukannya, sehingga tercapainya tujuan pemasyarakatan.(*)

Reporter: Tri Haryono

Polytron Fox 500 Meluncur pada IMOS 2024

0

batampos – Polytron memanfaatkan momen Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024 untuk memperkenalkan motor listrik terbarunya, Polytron Fox 500, yang dirancang dengan performa tinggi dan teknologi terbaru. Acara pameran otomotif terbesar ini berlangsung di ICE BSD, Tangerang, dari 30 Oktober hingga 3 November 2024. Tidak hanya memperkenalkan berbagai model motor listrik andalannya, Polytron juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melakukan test ride langsung pada Polytron Fox 500, motor listrik unggulan yang baru saja diluncurkan.

“Kami sangat antusias menghadirkan Polytron Fox 500 di IMOS tahun ini. Ini merupakan kesempatan bagi pengunjung untuk langsung merasakan performa motor listrik kami yang dirancang dengan teknologi mutakhir,” kata Tekno Wibowo, Commercial Director Polytron.

Inovasi Polytron Fox 500: Motor Listrik dengan Performa Maksimal

Polytron Fox 500 hadir sebagai model unggulan dengan spesifikasi yang mengesankan. Motor ini dilengkapi dengan tenaga motor Mid-Drive 5.000 Watt yang mampu mencapai peak power hingga 14.000 Watt, menjadikannya salah satu motor listrik dengan performa tertinggi di kelasnya. Fox 500 dapat melaju hingga kecepatan maksimal 130 km/jam dan menempuh jarak hingga 130 km dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Dilengkapi dengan baterai berkapasitas 3,89 kWh (72V 54Ah), motor ini juga dibekali fitur Cruise Control dan 3 Level Regenerative Braking System, yang memberikan pengalaman berkendara nyaman dan aman.

Motor ini hadir di IMOS dengan harga OTR Jabodetabek sebesar Rp 43 juta, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang mencari kendaraan listrik dengan performa tinggi.

Jajaran Motor Listrik Polytron Fox Series

Selain Polytron Fox 500, Polytron juga menghadirkan beberapa varian lain yang telah dikenal di pasar:

• Polytron Fox R: Dibekali dengan daya 3.000 Watt dan baterai 3,8 kWh, Fox R memiliki jarak tempuh hingga 130 km. Dengan harga OTR Jabodetabek Rp 20,5 juta, motor ini cocok bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

• Polytron Fox R Limited Edition X Darbotz: Kolaborasi spesial dengan seniman Darbotz, varian ini tampil dengan desain unik yang mewakili kreativitas dan jiwa muda. Setiap pembelian Fox R Limited Edition dilengkapi merchandise eksklusif Darbotz, dengan harga OTR Rp 22 juta.

• Polytron Fox S: Varian ini ideal untuk mobilitas perkotaan dengan daya 3.000 Watt dan baterai 1,9 kWh yang mampu menempuh jarak 70 km. Harga OTR Jabodetabek Rp 18,5 juta. (*)

ALVA Luncurkan Motor Listrik N3 dengan Desain Futuristik dan Fitur Inovatif di IMOS+ 2024

0

batampos –  Dalam acara Press Day yang meriah di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024, ALVA, merek kendaraan listrik terkemuka di Indonesia, resmi memperkenalkan model motor listrik N3 yang menawan. Mengusung tema “Faster, Farther, Easier with ALVA”, peluncuran ini tidak hanya memperkenalkan tiga warna baru—Shadow (hitam), Glacier (putih), dan Butterscotch (beige)—tetapi juga menyoroti komitmen ALVA dalam menyediakan solusi mobilitas yang efisien, ramah lingkungan, dan stylish untuk para komuter perkotaan.

Desain dan Inovasi Warna Baru N3

CEO ALVA, Purbaja Pantja, menekankan bahwa pilihan warna baru dirancang untuk mencerminkan perpaduan antara gaya dan performa. “Kami ingin memberikan tampilan yang futuristik yang memungkinkan pelanggan kami mengekspresikan diri melalui kendaraan mereka,” ujarnya. Dengan desain yang menarik, N3 menjadi pilihan ideal bagi konsumen yang menginginkan kendaraan yang tidak hanya fungsional tetapi juga mencerminkan kepribadian mereka.

Fitur Unggulan yang Mempermudah Pengguna

Krisna Murti, Chief Commercial Officer (CCO) ALVA, menjelaskan sejumlah fitur unggulan yang membuat N3 menonjol di pasar motor listrik. Salah satunya adalah port USB A dan C yang memudahkan pengguna untuk mengisi daya perangkat elektronik saat berkendara. N3 juga dilengkapi dengan kompartemen penyimpanan yang luas, ideal untuk menyimpan barang-barang harian, menjadikannya pilihan praktis untuk komuter di kota.

N3 juga menghadirkan fitur Boost Charge yang memungkinkan pengisian daya lebih cepat. “Kami memahami bahwa kekhawatiran tentang waktu pengisian daya adalah masalah utama bagi banyak pengguna. Dengan fitur Boost Charge, kami ingin mengurangi waktu tunggu dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman,” jelas Krisna. Motor listrik ini menawarkan jangkauan hingga 140 km dalam sekali pengisian dan dapat mencapai kecepatan maksimum 80 km/jam, menjadikannya sebagai solusi transportasi harian yang efisien.

Perluasan Infrastruktur Pengisian Daya ALVA

Dalam acara tersebut, ALVA juga mengumumkan pengembangan jaringan Boost Charge Stations yang semakin luas. Stasiun pengisian daya ini telah tersedia di berbagai lokasi strategis seperti ALVA Experience Center dan gerai Pizza Hut serta kedai kopi terkenal. Krisna menambahkan, “Kami terus berkomitmen untuk memperluas infrastruktur pengisian daya agar pengguna ALVA dapat menikmati pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan tanpa kekhawatiran.”

Harga dan Skema Pembayaran Fleksibel

ALVA mengumumkan harga resmi untuk N3, yakni Rp 18.500.000,- (OTR JABODETABEK) untuk varian baterai tunggal. Konsumen dapat memilih skema cicilan mulai dari Rp 200 ribuan per bulan. N3 juga dilengkapi dengan garansi hingga 3 tahun serta dukungan pelanggan yang unggul, termasuk Customer Service 24/7 dan Roadside Assistance dari ZuttoRide. “Kami berusaha memberikan layanan purna jual yang terbaik, termasuk perawatan dan perbaikan di lebih dari 50 jaringan distribusi dan servis ALVA di berbagai wilayah Jawa dan Bali,” ujar Krisna.

Komitmen ALVA untuk Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia

Krisna menekankan bahwa ALVA berkomitmen untuk terus berinovasi dalam ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. “Kami percaya bahwa dengan menawarkan produk inovatif dan layanan pendukung yang memadai, kami dapat mendorong lebih banyak orang untuk beralih ke kendaraan listrik dan berkontribusi pada masa depan yang lebih ramah lingkungan,” tutupnya. (*)

KPK: Korupsi di PT INTI Rugikan Negara Rp120 Miliar

0
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tessa Mahardhika Sugiarto. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/am.

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan dugaan korupsi proyek kerja sama pengadaan komputer dan laptop pada tahun 2017—2018 di PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Persero, berpotensi merugikan keuangan negara hingga Rp120 miliar.

“Perkiraan awal potensi kerugian negaranya berada di angka Rp120 miliar dan prosesnya masih awal, angka itu dapat berubah menyesuaikan perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh auditor,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Tessa mengatakan belum ada informasi yang dibuka oleh penyidik yang menangani perkara tersebut, namun dia memastikan akan segera menyampaikan kepada media apabila ada perkembangan soal penanganan perkara tersebut. Penyidik KPK juga belum mengungkap jenis korupsi dalam perkara tersebut beserta dengan modusnya.

Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi pada Selasa, 29 Oktober 2024 mengumumkan telah memulai penyidikan dugaan korupsi dalam proyek kerja sama pengadaan komputer dan laptop di PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Persero.

“Ini merupakan sprindik (surat perintah penyidikan) yang baru diterbitkan oleh KPK. Belum ada penetapan tersangka,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika.

Juru Bicara KPK berlatar belakang penyidik Polri tersebut mengatakan bahwa penyidik masih mengumpulkan dan menganalisis berbagai alat bukti terkait dengan perkara tersebut.

“Penyidik masih mengumpulkan dan mempelajari semua alat bukti untuk kemudian akan meminta pertanggungjawaban pidana kepada pihak-pihak yang patut untuk dimintakan pertanggungjawaban pidananya atas pengadaan tersebut,” ujarnya.

Terkait dengan dimulainya penyidikan tersebut, KPK telah memeriksa lima orang saksi pada hari Senin (28/10) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

“Saksi hadir semua dan didalami terkait dengan peran dan pengetahuan mereka dalam pengadaan komputer dan laptop pada tahun 2017—2018 di PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Persero,” kata Tessa.

Menurut informasi yang dihimpun, para saksi tersebut adalah Direktur PT Mitra Buana Komputindo Natalia Gozali, Direktur PT Asiatel Globalindo Victor Antonio Kohar, Direktur Bisnis PT Industri Telekomunikasi Indonesia 2016—2017 Adiaris, Direktur Keuangan PT Industri Telekomunikasi Indonesia 2014—2019 Nilawaty Djuanda, dan Senior Account Manager PT Industri Telekomunikasi Indonesia tahun 2017—2018 Yani Gustiana. (*)

Sumber: Antara

Banjir Besar di Spanyol Tewaskan 51 Orang

0
Sebagian besar wilayah Spanyol dilanda hujan deras pada Selasa (29/10/2024), dengan wilayah Andalusia dan Valencia mengalami dampak terparah. (ANTARA/Anadolu/py)

batampos – Bencana banjir besar yang dipicu oleh badai dahsyat di wilayah Valencia menewaskan 51 orang, demikian data provinsi yang dilaporkan Pusat Koordinasi Operasional Terpadu Kementerian Dalam Negeri Spanyol, Rabu.

Jumlah korban tewas terbaru ini muncul setelah banjir dahsyat yang melanda wilayah itu pada malam hari akibat badai terburuk di abad ini yang hanya sebanding dengan dua badai lainnya pada 1980-an, kata badan meteorologi Spanyol.

Badai tersebut dimulai pada Selasa, menurunkan curah hujan setahun hanya dalam hitungan jam. Akibatnya sungai meluap dengan cepat dan bahkan menimbulkan tornado.

Jalan-jalan dan kota-kota mulai dilanda banjir, memaksa pihak berwenang menghentikan layanan kereta di sekitar Valencia, membatalkan penerbangan, serta meminta warga agar tetap berada di dalam kediaman masing-masing pada Selasa malam.

Namun, pada saat pemerintah mengirimkan peringatan darurat yang meminta masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah atau mencari tempat yang lebih tinggi, sebagian besar kerusakan sudah terjadi.

Saat sungai mengalir deras melewati kota, jalan, dan lingkungan, ratusan orang terjebak di atap rumah, kendaraan, mal, maupun kawasan industri. ​​Sebagian warga berpegangan pada pohon.

Warga yang putus asa beralih ke media sosial untuk meminta bantuan setelah saluran panggilan darurat setempat rusak akibat banjir yang merendam gedung-gedung dan banyaknya panggilan masuk.

Harian Spanyol El Pais melaporkan ratusan orang masih menunggu diselamatkan pada Rabu pagi.

“Kami tidak dapat menjangkau para korban saat mereka sangat membutuhkannya,” kata Jose Miguel Basset, kepala pemadam kebakaran di provinsi Valencia, kepada penyiar Spanyol RTVE.

“Dan kami masih belum memiliki akses ke semua tempat yang membutuhkan penyelamatan.”

Pemerintah wilayah Valencia telah membuka saluran telepon khusus untuk melaporkan orang hilang.

Penduduk setempat masih diimbau menjauhi perjalanan menggunakan jalan raya, dan sebagian besar sekolah di wilayah otonomi itu ditutup.

Sementara itu, badai terus bergerak melintasi Semenanjung Iberia, dengan sebagian besar wilayah timur laut dan barat daya Spanyol mendapat peringatan cuaca hujan lebat. (*)

Sumber: Antara

BP Batam Paparkan Mekanisme Pengalokasian Lahan Rempang

0

banun 1batampos – Kepala Biro Humas, Promosi Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait memaparkan mekanisme pengalokasian lahan di Rempang sebagai kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada pengelola masih menunggu status penurunan hutan. Yang mulanya berstatus Hutan Produksi Dapat Dikonversi (HPK) menjadi Areal Penggunaan Lain (APL).

“Jadi tidak benar adanya pembayaran UWT kepada negara melalui BP Batam telah dilakukan sejak tahun 2004. Saat ini, proses masih terus berjalan. Setelah berubah status menjadi APL, maka baru bisa dilakukan pengurusan HPL yang selanjutnya bisa dilakukan pengalokasian kepada PT MEG,” ujar Tuty, panggilan akrabnya, Rabu (30/10/2024).

Tuty juga membantah jika seluruh anggaran BP Batam dialokasikan untuk Proyek Rempang Eco-City.

Dimana, pengalokasian anggaran pada tahun 2024 ataupun tahun berikutnya telah memiliki porsi masing-masing sesuai kebutuhan. Seperti pembangunan jalan serta proyek-proyek strategis lain yang bertujuan mendukung iklim investasi di Batam.

“Anggaran BP Batam sudah ada porsinya. Selain Rempang, kami juga memiliki pekerjaan lain yang mesti diselesaikan sesuai rencana strategis pembangunan yang telah diajukan dan disepakati bersama,” tambahnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Batam agar tidak terprovokasi dengan isu miring yang sengaja dihembuskan sejak beberapa waktu terakhir.

Dengan harapan, iklim investasi di Batam pun tetap kondusif sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah agar lebih baik ke depannya.

“Mari bersama-sama kita menjaga situasi Batam ini agar tetap aman dan kondusif. BP Batam akan selalu memberikan kinerja terbaik untuk mendukung ekonomi Batam,” pungkasnya. (*)

BP Batam Paparkan Mekanisme Pengalokasian Lahan Rempang

0

banun 1batampos – Kepala Biro Humas, Promosi Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait memaparkan mekanisme pengalokasian lahan di Rempang sebagai kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada pengelola masih menunggu status penurunan hutan. Yang mulanya berstatus Hutan Produksi Dapat Dikonversi (HPK) menjadi Areal Penggunaan Lain (APL).

“Jadi tidak benar adanya pembayaran UWT kepada negara melalui BP Batam telah dilakukan sejak tahun 2004. Saat ini, proses masih terus berjalan. Setelah berubah status menjadi APL, maka baru bisa dilakukan pengurusan HPL yang selanjutnya bisa dilakukan pengalokasian kepada PT MEG,” ujar Tuty, panggilan akrabnya, Rabu (30/10/2024).

Tuty juga membantah jika seluruh anggaran BP Batam dialokasikan untuk Proyek Rempang Eco-City.

Dimana, pengalokasian anggaran pada tahun 2024 ataupun tahun berikutnya telah memiliki porsi masing-masing sesuai kebutuhan. Seperti pembangunan jalan serta proyek-proyek strategis lain yang bertujuan mendukung iklim investasi di Batam.

“Anggaran BP Batam sudah ada porsinya. Selain Rempang, kami juga memiliki pekerjaan lain yang mesti diselesaikan sesuai rencana strategis pembangunan yang telah diajukan dan disepakati bersama,” tambahnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Batam agar tidak terprovokasi dengan isu miring yang sengaja dihembuskan sejak beberapa waktu terakhir.

Dengan harapan, iklim investasi di Batam pun tetap kondusif sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah agar lebih baik ke depannya.

“Mari bersama-sama kita menjaga situasi Batam ini agar tetap aman dan kondusif. BP Batam akan selalu memberikan kinerja terbaik untuk mendukung ekonomi Batam,” pungkasnya. (*)

Bangso Batak Marsada Taja Pesta Budaya, Manortor Massal hingga Kolaborasi Spesial dengan Judika

0

batampos– Bangso Batak Marsada (BBM), akan menggelar Pesta Budaya Bangso Batak di Batam pada 2-3 November mendatang. Acara yang akan berlangsung di Dataran Engku Putri, Batamcenter, ini menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk bazar kuliner, lomba BBM Idol, dan puncak acara kebudayaan.

Event dimulai pada Sabtu (2/11) dengan pembukaan bazar kuliner. Di situ, ada lebih dari 120 tenant pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal mengisi stand bazar.

bbm
Ketua Panitia, Rusmini Simorangkir (tengah); didampingi tokoh masyarakat Batak di Batam, Wirya Silalahi (kiri) saat melangsungkan konferensi pers kegiatan Pesta Budaya Bangso Batak. f.Arjuna

Selain itu, pada hari yang sama akan diadakan audisi BBM Idol. Pemenangnya berkesempatan berduet dengan artis ibukota, Judika, yang juga menjadi bintang tamu acara.

Menurut Ketua Panitia, Rusmini Simorangkir, kehadiran Judika diharapkan bisa menyemarakkan suasana. “Kegiatan tanggal 3 November itu lebih kepada perayaan budaya. Tapi pada 2 November, selain bazar, juga ada aktivitas lain seperti perlombaan,” ujar Rusmini, Rabu (30/10).

Puncak acara akan berlangsung pada 3 November dengan menampilkan upacara budaya dan kegiatan manortor massal, yaitu tarian khas Batak yang akan melibatkan puluhan ketua marga dan masyarakat yang hadir. Acara akan dibuka untuk umum pada pukul 17.00 WIB melalui gerbang utama di sebelah barat, sementara gerbang VIP berada di gerbang selatan.

BBM juga memastikan ketersediaan waktu jeda untuk ishoma agar umat muslim dapat melaksanakan salat maghrib dan isya sebelum melanjutkan kegiatan budaya.

“Kami menyediakan dua kali waktu istirahat atau ishoma untuk saudara-saudara kita yang ingin salat. Setelah itu, kegiatan manortor akan dimulai, dan di situlah ruh dari acara ini,” katanya.

Manortor merupakan elemen utama dalam perayaan ini, yang dimaksudkan untuk menghidupkan semangat persaudaraan di antara para marga. Ini adalah kali ketiga BBM mengadakan acara setelah sebelumnya sukses menggelar kegiatan pembagian sembako dan seminar adat.

Melalui perayaan ini, Rusmini berharap dapat mempererat tali persaudaraan antar-marga serta memperkenalkan kekayaan budaya Batak kepada masyarakat luas. (*)

Reporter: Arjuna

 

Drainase Induk Batuaji dan Sagulung Butuh Perawatan Rutin

0
Draianse Buliang Batuaji Dalil Harahap 11 e1699448314392
Ilustrasi. Drainase didekat Perumahan Kodim, Buliang, Batuaji. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Hujan deras disertai banjir yang sering terjadi akhir-akhir ini menyisakan sumbatan sampah dan material tanah di dalam drainase induk. Banyak drainase induk yang kembali bermasalah karena sumbatan tersebut. Aliran air jadi tak lancar dan sebabkan banjir di lingkungan sekitar.

Pantauan di lapangan, masih banyak drainase induk di pinggir jalan utama di Batuaji dan Sagulung yang tersumbat sampah, material tanah dan ditumbuhi semak belukar.

Drainase di sepanjang Jalan R Suprapto depan sekolah Putera Batam dan depan perumahan Buana Raya Sagulung misalkan banyak ditemui semakin belukar di dalamnya. Semak belukar ini tumbuh karena sumbatan sampah dan material tanah tadi.

Begitu juga dengan drainase induk atau sungai di sekitaran Kaveling Nato Sagulung yang juga banyak dijumpai tanah sedimentasi bercampur sampah dan ditumbuhi semak belukar. Meskipun berukuran besar sungai ini, namun jika tidak dibersihkan secara rutin tentu akan jadi masalah nantinya. Drainase atau sungai ini jadi kunci kelancaran aliran air dari sebagian besar pemukiman di Sagulung.

“Sudah cukup lama juga ini tidak dikeruk. Kemarin ada pengerjaan dari Dinas Bina Marga tapi di bagian atas dekat kantor lurah Sagulung kota. Yang ke sini (jembatan Nato) belum lagi,” ujar Arman, warga Kaveling Nato.

Drainase induk di sepanjang jalan Brigjen Katamso Tanjunguncang juga demikian kondisinya. Sampah dan material tanah memenuhi sepanjang saluran drainase. Butuh penanganan yang lebih serius lagi dari Pemerintah agar persoalan banjir bisa diatasi dengan baik.

Sementara dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Batam terpantau masih berjibaku dengan proyek normalisasi drainase di dua wilayah berpenduduk padat ini. Pengerjaan masih terlihat di sepanjang drainase utama di sekitar simpang Basecamp. Drainase yang tersumbat sampah dan material tanah dikeruk agar aliran air berjalan lancar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Suhar menjelaskan, tahun 2024 ini perhatian pemko Batam dengan normalisasi drainase cukup besar. Pengerukan dan proyek pelebaran drainase masih berjalan di sejumlah wilayah.

Pengerjaan tidak bisa dilakukan secara merata dalam waktu yang bersama karena keterbatasan sumber daya. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

“Yang urgensi dulu dikerjakan. Tahun ini memang fokus ke drainase,” ujar Suhar belum lama ini.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Wan Taufik sebelumnya juga menyampaikan hal yang sama. Persoalan drainase saat ini adalah sumbatan sampah dan material tanah tadi. Terjadi sedimentasi di dalam drainase sehingga butuh perawatan yang rutin dari waktu ke waktu.

Untuk sungai besar di Sagulung memang diakui Wan ada permasalahan juga dengan sedimen material tanah dan sampah yang mengeras dan mempersempit alur sungai. Namun itu belum begitu parah sebab air masih bisa mengalir lancar. Namun demikian pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV karena penanganan sungai di Sagulung masih tanggungjawab BWS IV. “Tetap kita koordinasi dengan BWS biar pembersihan ini merata dari hilir sampai ke hulu,” kata Wan. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Hasan Jadi Saksi Kasus Sengketa Lahan di Bintan

0
Hasan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos– Sidang gugatan warga Batam, Darma Parlindungan melawan PT Expasindo Raya dan PT Bintan Properti Indo terkait lahan di Bintan digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (30/10).

Mantan Camat Bintan Timur yang juga Kadis Kominfo Kepri, Hasan turut hadir dipanggil sebagai saksi. Hasan turut memberikan keterangan dalam sidang perdata tersebut.

Dalam kesaksiannya, Hasan mengungkapkan bahwa selama menjabat Camat Bintan Timur tahun 2016 hingga 2018, tidak pernah sedikit pun mengetahui tanah milik PT Expasindo telah berpindah tangan ke orang lain. Akan tetapi surat dokumen kepemilikan lahan yang asli tidak pernah ia temukan. Namun hanya berbentuk fotokopi.

Hasan membeberkan bahwa sebagai Camat, ia telah berupaya untuk meminta surat atau dokumen yang asli, namun tak kunjung ditunjukkan oleh PT Expasindo.

“Tidak pernah saya lihat aslinya, di kepolisian baru saya melihat surat asli itu, sebelumnya tidak pernah,” ungkap Hasan kepada Majelis Hakim yang di ketuai Boy Syailendra.

Menurut Hasan, saat itu, pihak perusahaan berusaha untuk melakukan pengukuran ulang lahan agar suratnya dapat diterbitkan oleh pemerintah setempat sebagai dasar hukum yang kuat.

“Bahkan yang menunjuk lahan dan memberi kuasa bahwasannya itu lahan milik expasindo adalah orang yang bernama Saini pada waktu itu,” jelas Hasan

Hal yang sama ia ungkapkan saat adanya tumpang tindih kepemilikan lahan oleh masyarakat yang berada di lahan yang diklaim milik PT Expasindo.

Karena muncul permasalahan pada lahan tersebut, Hasan mencoba melakukan mediasi melalui RT, RW, Lurah dan Camat, kepada 20 orang yang mengklaim memiliki lahan yang sama.

BACA JUGA: Penangguhan Penahanan Dikabulkan Polres Bintan, Hasan Wajib Lapor

“Hasil mediasi yang dilakukan tidak berhasil,” kata Hasan menjawab pertanyaan Hakim.

Usai sidang, Hasan menjelaskan bahwa hadirnya pada persidangan agar dapat mengedepankan asas pra duga tak bersalah. Artinya, kasus yang menyangkut terkait permasalahan tanah harus dahulu dibawa ke Pengadilan sidang perdata.

“Jadi alur hukumnya jelas, harus perdata, bukan pidana, karena orang yang di nyatakan bersalah harus melalui proses putusan pengadilan,” kata Hasan.

Terkait kepemilikan lahan oleh Dharma Parlindungan selaku penggugat, Hasan menjawab bahwa pada 2014, pemilik lahan atas nama Rusdian Rauf mengaku bahwa tidak pernah melakukan pembebasan lahan.

Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya dokumen pada tahun 1990-an yang menyatakan pembebasan lahan oleh perusahaan atas nama Rusdian Rauf.

Sehingga pada 2016, dokumen yang di temukannya pada saat ia menjabat sebagai Camat Bintan Timur, tidak terdapat nama Rusdian Rauf.

“Tidak ada nama Rusdian Rauf sebagai pemilik lahan yang telah dibeli oleh Dharma Parlindungan,” jelas Hasan. (*)

Reporter: Jailani