
batampos– Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun saat ini sudah tidak menjadi tempat penahanan bagi tersangka atau terdakwa. Namun, dijadikan tempat pembinaan bagi Warga Binaan (WB). Dengan memanfaatkan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), disekitar Rutan dengan pembinaan berupa budidaya perikanan.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun Arjiunna mengatakan, melalui budidaya perikanan yang dipilih yaitu ikan nila salin. Dengan pertimbangan, lokasi ternak berada di area pesisir pantai, jangka waktu pemeliharaan yang tidak terlalu lama, dan daya minat serta konsumsi ikan nila yang cukup tinggi.
” Nila salin merupakan varietas ikan nila yang dikembangkan dari spesies nila air tawar sehingga dapat menoleransi kadar salinitas air yang lebih tinggi. Nila salin mampu menoleransi kadar salinitas air hingga kurang lebih 20 persen dengan memanfaatkan karakter euryhaline yang dimiliki oleh ikan nila,” terangnya, Rabu (30/10).
Euryhaline sendiri merupakan organisme yang dapat beradaptasi pada salinitas yang luas. Sehingga, ikan yang memiliki karakter ini mampu hidup pada air laut, air payau dan air tawar. Sebanyak satu kolam yang terdapat belasan ribu ekor ikan nila salin berhasil dipanen di SAE Rutan Karimun (bulan September dan Oktober). Pemeliharaan ikan nila ini memakan waktu kurang lebih 3-4 bulan.
” Harganya cukup menjanjikan, ikan nila berkisar Rp15 ribu per ekor. Nanti, hasil penjualannya untuk membeli bibit, memerikan upah WB berupa premi serta membeli alat-alat kerjakebun dan kolam. Selain itu, pihaknya juga ada tanaman herbal atau tanaman toga (tanaman obat keluarga), seperti jahe, pandan, kunyit, lengkuas, sertai merah dan bawah dayak,” ungkapnya.
Dalam budidaya iklan nilai pada air yang diggunakan phnya 8,8 dan salinitas air garamnya lebih dari 20 persen sementara pakannya kita menggunakan pelet dan sisa sayur-sayuran.
” Ini wujud keberhasilan Rutan kelas IIB Tanjung Balai Karimun dalam melakukan pembinaan kemandirian bagi warga binaannya. Adanya kegiatan ini diharapkan menjadi bekal agar warga binaan dapat membuka usaha sendiri setelah menjalani masa hukuman yang ada,” tambah Karutan lagi.
Sedangkan, Ferdinand Sebayang selaku pembina Keamanan dan Pembina Program Sarana Asimilasi Edukasi Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun bersama Daeng Antarestu petugas rutan tetap optimis dan selalu mencoba berbagai cara dan alternatif untuk keberhasilan membudidayakan ikan nila di lahan air payau. Sebab, harga ikan nila termasuk tinggi di pasaran Karimun ini dan posisi Rutan Karimun adalah pesisir pantai notabene air payau
” Dulu pernah dicoba namun hasilnya kurang memuaskan. Karena banyak yang mati karna kadar garam kolam terlalu tinggi (salinitas). Dan alhamudulillah, ikan nila yang dipelihara menjadi nila salin sudah dapat dipanen dengan belasan ribu ekor ikan yang bisa dijadikan lahan memancing bagi pengunjung SAE dan wisata hutan mangrove,” ucapnya.
Sebagai informasi tambahan, sesuai data yang diperoleh dari Dinas Perikanan Karimun, untuk saat ini Budidaya ikan nila salin satu-satunya di kabupaten Karimun berada di Sarana Asimilasi dan Edukasi Rutan Karimun. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas Rutan Karimun untuk terus membudidayakan ikan nila salin dan melatih warga binaan untuk melakukannya, sehingga tercapainya tujuan pemasyarakatan.(*)
Reporter: Tri Haryono

batampos – Polytron memanfaatkan momen Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024 untuk memperkenalkan motor listrik terbarunya, Polytron Fox 500, yang dirancang dengan performa tinggi dan teknologi terbaru. Acara pameran otomotif terbesar ini berlangsung di ICE BSD, Tangerang, dari 30 Oktober hingga 3 November 2024. Tidak hanya memperkenalkan berbagai model motor listrik andalannya, Polytron juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melakukan test ride langsung pada Polytron Fox 500, motor listrik unggulan yang baru saja diluncurkan.
batampos – Dalam acara Press Day yang meriah di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024, ALVA, merek kendaraan listrik terkemuka di Indonesia, resmi memperkenalkan model motor listrik N3 yang menawan. Mengusung tema “Faster, Farther, Easier with ALVA”, peluncuran ini tidak hanya memperkenalkan tiga warna baru—Shadow (hitam), Glacier (putih), dan Butterscotch (beige)—tetapi juga menyoroti komitmen ALVA dalam menyediakan solusi mobilitas yang efisien, ramah lingkungan, dan stylish untuk para komuter perkotaan.


batampos – Kepala Biro Humas, Promosi Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait memaparkan mekanisme pengalokasian lahan di Rempang sebagai kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada pengelola masih menunggu status penurunan hutan. Yang mulanya berstatus Hutan Produksi Dapat Dikonversi (HPK) menjadi Areal Penggunaan Lain (APL).


