batampos – Komisi Yudisial (KY) mengaku sudah menerima informasi adanya dugaan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga orang hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Ketiga hakim PN Surabaya itu terjaring operasi senyap Kejaksaan Agung (Kejagung).
Juru bicara KY Mukti Fajar Nur Dewata menyatakan, pihaknya tengah menelusuri informasi dugaan OTT terhadap tiga hakim di PN Surabaya.
“KY telah menerima informasi terkait adanya tiga hakim PN Surabaya yang terjaring OTT oleh Kejaksaan Agung dan KY masih menelusuri kebenaran berita tersebut,” kata Mukti kepada JawaPos.com, Rabu (23/10).
Anggota KY itu memastikan, pihaknya akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah Kejaksaan Agung memberikan informasi rinci terkait OTT terhadap pihak-pihak di lingkungan PN Surabaya.
“KY akan menyampaikan statemen resmi setelah memperoleh detail OTT tersebut,” tegas Mukti.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak 3 hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya ditangkap dalam OTT itu.
“Betul (ada penangkapan),” ucap Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, Rabu (23/10).
Pihak yang terkena OTT ini diduga hakim yang menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa Gregorius Ronald Tannur (GRT) dalam perkara pembunuhan Dini Sera Afrianti. Namun, Febrie belum merespon lebih jauh mengenai hal itu. “Terkait Tanur sore ada keterangan dari Kapuspenkum,” jelas Febrie.
Seperti diketahui, pada akhir Juli lalu, Ronald Tannur yang merupakan anak anggota DPR saat itu, menjalani sidang vonis. Oleh hakim PN Surabaya, Ronald Tannur divonis bebas.
Majelis hakim yang menangani perkara tersebut terdiri dari tiga orang. Mereka adalah Erintuah Damanik, Mangapul, dan Heru Hanindyo.
Putusan itu menjadi kontroversial karena rekaman CCTV dan reka adegan menunjukkan Ronald Tannur sengaja melindas Dini Sera Afrianti. (*)
Kapal Tanker MT AL Derwazah diduga dirampok di perairan Batuampar Kota Batam Provinsi Kepri. (Foto: KPLP Tanjung Uban)
batampos – Kapal super tanker berbendera Kuwait, MT Al Derwazah diduga disatroni perampok Rabu (23/10) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Perampokan ini terjadi saat kapal melintas di Perairan Batuampar.
Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Trisno Eko Santoso mengatakan pihaknya mengetahui dugaan perampokan ini dari laporan Vessel Traffic Service (VTS) Batam.
“VTS ini menginfokan kemana-kemana, dan masuk juga ke kita (Polairud Polda Kepri). Dan kita bergerak ke lokasi yang disampaikan,” ujarnya.
Dari pemeriksaan polisi, perampokan tersebut dialami oleh chief engineer saat kapal tengah berlayar dengan kecepatan lambat. Korban mengaku disekap menggunakan tali tepatnya di kamar mesin.
“Saat kita sampai, talinya (pengikat korban) sudah terbuka, korban tidak terikat. Tidak ada pengancaman, maupun luka-luka,” katanya.
Kepada petugas, korban mengaku dirampok oleh seorang pria. Dalam aksinya, pelaku menggasak ponsel korban.
“Korban menolak membuat laporan, dan kita mau cek CCTv juga katanya tidak ada. Menolak semuanya, kan ini aneh,” ungkapnya.
Trisno mengaku belum bisa menyimpulkan laporan ini merupakan perampokan. Sebab, pihaknya hanya diberikan bukti oleh korban berupa tali.
“Belum bisa kita pastikan, kita tidak boleh memaksa juga. Kapal sudah melanjutkan perjalanan menuju Cina,” tutupnya. (*)
batampos – Tidak tersedianya lapangan pekerjaan di kampung halaman, membuat Ade Dahil (26) pemuda asal Sedanau, Kabupaten Anambas rela mengarungi lautan selama belasan jam menuju Tarempa, Anambas untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Kepada batampos, Ade mengatakan ia berangkat ke Tarempa secara beramai-ramai dengan rekannya sesama dari Natuna menggunakan KM Bukit Raya.
“Saya sudah seminggu disini dari Sedanau. Pakai KM Bukit Raya. Ramai dengan kawan-kawan lainlah,” kata Ade Dahil Ade Dahil usai mengikuti tes SKD, Selasa, (22/10).
Ade memilih datang lebih awal di Tarempa karena tidak adanya transportasi rutin yang tersedia.
“Tak apa nunggu lama disini (Tarempa). Karena kapal susah. Selama nunggu tes, saya tinggal dirumah saudara,” sebut Ade.
Ia mengeluhkan susahnya mendapat pekerjaan setelah lulus kuliah. Ia yang berlatar belakang apoteker ini terpaksa mengikuti tes CPNS di Anambas untuk mencapai keinginannya menjadi abdi negara.
“Cari kerja susah bang, apalagi di Natuna. Ada pembukaan CPNS senang, cuma formasi apoteker tidak ada di sana. Ya terpaksa ambil di Anambas,” ujar Ade.
Saat proses pendaftaran, Ade harus berjuang diketerbatasan sinyal. Sebab, Sedanau mengalami gangguan pada jaringan internet.
“Memang butuh perjuangan, awal pendaftaran susah, selalu gagal. Tapi alhamdulillah berhasil dan lulus administrasi,” ucap Ade yang baru pertama kali ikut seleksi CPNS ini.
Sambil menunggu panggilan tes, Ade merasa deg-degan karena ini merupakan pengalaman pertama.
“Deg-degan, tapi sudah belajar. Sebelum daftar saya sudah siapkan diri. Cuma pengalaman pertama ya begini. Semoga dapat hasil yang baik lah,” pungkas Ade. (*)
Petugas menggiring ND, tekong yang menyelundupkan sabu dan senpi di Mako Lantamal IV Batam, Batuampar, Rabu (23/10) pagi. F.Yofi Yuhendri/Batam Pos
batampos – Tim Gabungan TNI AL, Polri, BNN, dan Bea Cukai Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 10,3 kg narkotika jenis sabu di Perairan Barat Pulau Takong lyu, Tanjung Balai Karimun. Barang haram ini dibawa pelaku, ND, 49, menggunakan speeeboat dari Malaysia.
Selain pelaku dan sabu, petugas turut mengamankan 1 unit senjata api (senpi) laras pendek jenis blank gun dan 46 butir amunisi yang disimpan di dalam kantong plastik.
Panglima Koarmada 1, Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi mengatakan penyelundupan ini digagalkan pada Minggu (20/10) malam oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR).
Saat itu, Tim mendapat informasi bahwa akan ada transaksi sabu dari Malavsia menuju Karimun dengan menggunakan speedboat bermesin Yamaha 85 PK.
“Pengungkapan ini hasil kolaborasi dengan Tim Gabungan,” ujarnya yang didampingi Kapolda Kepri, Irjen Yan Fitri Halimansyah di Mako Lantamal IV Batam, Batuampar, Rabu (23/10) pagi.
Penangkapan ini berlangsung dramatis. Pelaku sempat malarikan diri dan menabrak speedboatnya ke kapal petugas. Akibatnya, speedboat pelaku kandas dan tenggelam.
“Waktu penyergapan sesuai Protap Kamla. Kita memberikan tembakan peringatan, apabila membahayakan bisa kita menembak,” katanya.
Dari kapal yang kandas, petugas mendapati 2 tas yang berisikan sabu. Barang haram ini dibungkus ke dalam 10 plastik transparan bertuliskan merk kemasan kopi.
“Untuk senpi ini dibawa dari Malaysia juga. Tapi (peruntukannya) belum bisa dipastikan, nanti dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya
Kepada petugas, pelaku mengaku warga Tanjung Balai Karimun dan barang haram itu akan diserahkan ke seorang pria di Karimun. Untuk membawa sabu tersebut ia diupah Rp 30 juta perkilogramnya.
“Perginya (ke Malaysia) pelaku membawa PMI ilegal dengan upah Rp 3 juta, dan pulangnya membawa sabu,” ungkapnya.
Sementara Kapolda Kepri, Irjen Yan Fitri Halimansyah mengatakan pengungkapan ini merupakan bukti nyata kerjasama antara instansi yang berjalan efektif.
“Kita berkomitmen menjaga kedaulatan negara serta melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Ia berharap kerjasama antara instansi ini akan semakin solid. Sehingga, seluruh barang haram yang masuk melalui Kepri dapat dicegah dan menyelematkan generasi penerus bangsa.
“Kita harus jaga bangsa kita. Dimulai dari Kepri yang meruoakan wilayah perbatasan dan gerbang masuknya narkotika di Indonesia,” tutupnya. (*)
Yandri Susanto di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
batampos – Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya memberikan imbauan kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih terkait penggunaan kop surat Kementerian. Para Menteri diminta lebih hati-hati dalam menggunakan kop surat Kementerian.
Hal itu buntut dugaan penggunaan kop surat untuk kepentingan pribadi yang dilakukan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Penggunaan kop surat itu viral dan mendapat kritikan dari mantan menkopolhukam Mahfud MD.
“Imbauan untuk semua menteri di kabinet merah putih,” kata Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10).
Budi menyatakan, para pembantu Presiden Prabowo Subianto harus bersama-sama menjaga kepercayaan publik. “Iya, kita harus siaga bersama. Kepercayaan publik yang besar ini harus kita jaga bersama ya,” ucap Budi.
Menurut dia, imbauan itu disampaikan melalui WhatsApp Grup pada jajaran menteri KabinetMerah Putih. “WhatsApp, di WhatsApp Group,” ungkap Budi.
Lebih lanjut, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini mengamini bahwa para menteri harus berhati-hati dalam bekerja. Sehingga diharapkan lembaga kementerian tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
“Semuanya diingatkan untuk kita hati-hati dalam lakukan langkah-langkah, terutama yang menyangkut kepentingan pribadi, keluarga, jangan terlena. Jangan digunakan kementerian ini untuk kepentingan pribadi dan keluarga,” tegas Budi.
Berdasarkan pesan yang tersebar di kalangan wartawan, terdapat dua poin yang diingatkan Seskab kepada para menteri.
Pertama, para menteri diharapkan berhati-hati dalam membuat surat atas nama/kop/stempel kementerian dan tanda tangan Menteri, khususnya terkait acara pribadi. Dan menghindari hal-hal yang berpotensi menjadi polemik di masyarakat.
Kedua, para menteri diharapkan untuk menekankan kepada bagian humas atau media setiap kementerian untuk lebih berhati-hati. Sehingga mencegah peretasan atau pengambilan website atau media sosial resmi di kementerian masing-masing. (*)
Kisah-kisah inspiratif dari orang yang lebih berpengalaman dalam menjalani kehidupan, sering kali memberikan pelajaran hidup berharga dan menjadi inspirasi bagi generasi muda. Salah satunya adalah kisah Saniar, seorang nenek tangguh berusia 82 tahun yang memperlihatkan ketekunan dan kemandirian hingga menunjukkan rasa syukur.
***
Saniar (82 tahun) saat menjajakan dagangan berupa es jeli dan kue serabi menggunakan kereta bayi di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
Ba’da Zuhur, cuaca terik dengan hawa panas yang cukup menyengat, menghiasi suasana siang itu. Matahari pun memancarkan sinarnya menerangi kawasan Sukaberenang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.
Di kawasan itu, sejumlah warga tampak sibuk menjalankan aktivitas masing-masing. Ada yang berjualan di pertokoan, sebagian lagi tengah istirahat siang di kedai kopi. Sementara pengendara lalu lalang memadati ruas jalan raya.
Namun di tepi jalan raya, tampak pemandangan luar biasa dan unik yang hampir setiap hari sering terlihat. Pemandangan khas itu adalah seorang perempuan yang terlihat bungkuk dengan kulit yang tampak telah keriput, mendorong kereta bayi (stroller).
Meskipun diterpa terik matahari dan tampak berjalan pelan pelan dan sedikit tertatih-tatih, perempuan berhijab yang berusia 82 tahun itu, tetap bersemangat mendorong kereta bayi menyusuri sepanjang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.
Hal yang unik lainnya, ternyata sang nenek yang bernama Saniar ini, bukan membawa bayi atau cucunya pada kereta bayi. Namun ternyata isi kereta bayi adalah sebuah boks atau kotak pendingin berisi beberapa botol es jeli. Selain itu, di dalam kereta bayi, tampak juga beberapa bungkus kue serabi.
Usia lanjut, tidak menjadi alasan bagi Saniar untuk menikmati hari tua dan bersantai di rumah. Saniar dengan penuh semangat justru terus berjuang dan bekerja keras membantu perekonomian keluarga dengan berjualan es jeli dan kue serabi.
Beberapa tahun belakangan ini, hampir setiap hari, sejak subuh, Saniar dan kerabatnya mulai menyiapkan dan memasak adonan serabi. Ia juga menyiapkan dan mengolah berbagai es jeli segar berbagai rasa.
Hampir setiap hari pula, Saniar sanggup berjalan kaki mendorong kereta bayi menempuh jarak hampir lima kilometer pulang pergi. Tanpa kenal lelah, Saniar menjajakan es jeli dan dan kue serabi kepada warga Tanjungpinang.
Saniar menempuh perjalanan dan jarak yang cukup jauh. Dari rumahnya di kawasan Kampung Baru Jalan Dr Sutomo, ia menyusuri Jalan Juanda ke kawasan Jalan Bakar Batu hingga ke Kampung Tambak.
Terkadang, pada hari lain, dari Kampung Baru, Saniar menyusuri kawasan Jalan Ir Sutami ke Jalan Raja Ali Haji Batu 4 hingga kawasan Jalan Ahmad Yani Batu 5 Tanjungpinang. Selain menjajakan dagangannya di jalan raya tersebut, Saniar terkadang dari Kampung Baru, menyusuri Jalan Tugu Pahlawan hingga ke Jalan Sumatera Tanjungpinang.
Pembelinya datang dari berbagai kalangan, baik anak-anak sekolah, pekerja kantoran, hingga masyarakat menjadi pelanggan setia. Dengan senyum ramah dan tangan cekatan yang telah keriput, Saniar tanpa lelah dan penuh semangat, menawarkan dan melayani pembeli.
Siang itu, salah seorang pembeli menghampiri Saniar dan membeli satu botol es jelly seharga Rp 13 ribu dan satu bungkus kue serabi seharga Rp 10 ribu. Pembeli itu tampak memberikan uang Rp 50 ribu.
Saat Saniar ingin menyerahkan kembalian, sang pembeli dengan ikhlas menyerahkan uang kembaliannya kepada Saniar. Dengan wajah tersenyum, Saniar pun membalas dengan mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih kepada pembeli. Tak lupa ia mendoakan pembeli agar mendapatkan rezeki berlimpah.
Saat istirahat berteduh dari sengatan sinar matahari, Saniar sempat bercerita. Biasanya, sisa kembalian dari pembeli itu ia tabung. Karena menurut Saniar, menabung itu sangat penting.
“Sebagian ditabung di Masjid,” sebut Saniar sambil tersenyum riang.
Di sela-sela istirahat menghilangkan lelah, Saniar mengaku, dengan berkat izin Allah, ia masih diberi nikmat sehat dan sanggup berjalan kaki mendorong kereta bayi. Ia mengaku tekun dan mandiri serta telah terbiasa bekerja keras sejak muda.
Meskipun kerabat dan keluarganya telah beberapa kali menyarankan agar ia berhenti berjualan dan menikmati masa tuanya, namun Saniar tetap dengan pendiriannya. Menurutnya, berjualan ini adalah cara bersyukur atas nikmat kehidupan yang Allah berikan kepadanya hingga saat ini.
“Ya mau jualan saja, tidak betah berada di rumah. Kalau capek istirahat dan pulang naik transpot (angkutan umum),” kata Saniar yang mengaku sebagai pensiunan pegawai Pertamina di Bintan.
Meskipun persaingan usaha semakin ketat, Saniar tetap konsisten mempertahankan usaha menjual es jeli dan kue serabi menggunakan kereta bayi. Hal itu dilakukannya demi keluarga kesayangannya.
Selama tubuh masih kuat, tangan masih bisa bergerak serta masih mendapatkan nikmat sehat dari Allah, ia akan terus bersyukur dan menjalankan usaha. Menurutnya, hal yang dilakukannya, bukan hanya soal uang, namun bagaimana mencari rezeki halal dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain.
“Alhamdulillah, uang hasil penjualan bisa untuk bantu (kebutuhan) keluarga, beli popok dan beli susu untuk cucu,” ungkap Saniar yang mengaku kelahiran Sumatera Barat ini.
Usai istirahat dan merasa letihnya telah hilang, Saniar melanjutkan perjalanan untuk menjajakan dagangannya ke kawasan Jalan Raja Ali Haji yang berjarak lebih kurang satu kilometer dari kawasan Sukaberenang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.
Saniar pun sempat berpesan, dalam keadaan apapun, jangan meninggalkan kewajiban salat, berdoa dan sedekah. Selalu berbuat baik kepada sesama. Begitulah pesan Saniar.
Inspirasi bagi Generasi Muda agar Tidak Pantang Menyerah Kisah semangat dan ketekunan Saniar ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang khususnya generasi muda di Tanjungpinang. Inspirasi untuk selalu bersyukur dan pantang menyerah serta tangguh dalam berbagai keadaan.
Sebab pada zaman modern yang serba cepat dan serba mudah ini, ketekunan dan kerja keras menjadi kunci serta pengingat, bahwa kesenangan dan kebahagiaan sejati tidak datang dari hal-hal yang mudah dan instan. Namun datang melalui perjuangan, ketekunan dan usaha yang tulus.
Banyak pelanggan dan pembeli yang kagum dengan ketangguhan dan kegigihan Saniar dalam menikmati masa tuanya. Saniar disebut sebagai simbol ketekunan dan ketangguhan yang menyebarkan kebaikan dan semangat hidup kepada siapa saja.
Saniar telah membuktikan bahwa usia yang telah menua, bukan penghalang untuk tetap produktif dan bersemangat menjalani kehidupan. Saniar merupakan simbol dari ketekunan, kemandirian dan cinta pada pekerjaan dan selalu mengucap syukur.
“Nenek Saniar mengajarkan kita semua untuk bersyukur. Selama masih sehat dan memiliki semangat hidup, segala sesuatu bisa kita capai, tidak peduli berapa pun usia kita,” kata Ayu, 40, salah seorang pelanggan Saniar.
Ayu bercerita, pernah suatu hari, ia membeli dagangan nenek Saniar. Ia kemudian menawarkan jasa untuk menemani dan mengantar nenek Saniar ke tujuannya. Namun, kata Ayu, nenek Saniar menolak secara halus tawaran tersebut.
“Waktu itu nenek Saniar mengaku ingin berjalan kaki saja. Alasannya karena sudah terbiasa sejak muda,” katanya.
Pada lain hari di kawasan Batu 4, usai pulang bekerja, Ayu ingin membeli dagangan nenek Saniar. Namun dagangan Saniar telah ludes diborong pembeli. Lalu Ayu menawarkan kepada nenek Saniar untuk mengantarkannya pulang ke rumah.
“Nenek Saniar memang sudah agak pelupa karena umurnya. Awalnya nenek tidak mau, tapi akhirnya mau diantar pulang. Kami antar sampai di depan gang rumahnya. Nenek tidak mau diantar sampai rumah. Nenek mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih,” ungkapnya
Menurut Ayu, sikap rendah hati, semangat, ketekunan, kegigihan, ketangguhan dan rasa syukur yang ditunjukkan oleh nenek Saniar, patut menjadi inspirasi bagi generasi muda dan contoh yang baik bagi siapa saja termasuk dirinya.
“Semoga Allah terus memberi nikmat sehat kepada nenek Saniar dan keluarganya. Kami sebagai pelanggannya, dapat ilmu bermanfaat dan berharga dari sosok tangguh nenek Saniar,” tutup Ayu. (*)
Atap rumah warga yang rusak setelah disapu angin kencang di Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, Selasa (22/10/2024) siang. F.Kiriman Iwan untuk Batam Pos.
batampos– Satu rumah warga yang berada di Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir mengalami kerusakan akibat disapu angin kencang, Selasa (22/10/2024).
Berdasarkan video yang diterima Batam Pos, rumah warga yang disapu angin kencang berada di daerah pesisir. Atap bagian belakang rumah itu terlihat sudah hilang akibat diterbangkan angin.
Warga Batam saat mengurus administrasi kependudukan di kantor Disdukcapil Batam di Sekupang. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Menjelang Pilkada serentak 2024, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam berfokus pada percepatan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dengan menargetkan pemilih pemula.
Hingga akhir Oktober 2024, sebanyak 16.963 warga telah melakukan perekaman e-KTP. Sebagian besar dari mereka adalah pelajar yang baru memasuki usia 17 tahun, sehingga berstatus sebagai pemilih pemula dalam Pilkada mendatang.
Kepala Disdukcapil Kota Batam, Heryanto, mengatakan upaya percepatan perekaman ini dilakukan melalui program jemput bola. Disdukcapil bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan kecamatan di seluruh Batam untuk mempercepat proses perekaman e-KTP bagi pemilih pemula.
“Kami turun langsung ke sekolah-sekolah dan membuka layanan agar anak-anak yang berusia 17 tahun bisa langsung mendapatkan e-KTP dan siap memilih di Pilkada 2024,” jelas Heryanto, Rabu (23/10).
Layanan jemput bola ini memungkinkan perekaman e-KTP berlangsung lebih cepat dan efisien, di mana petugas Disdukcapil mengunjungi sekolah-sekolah secara rutin. Tidak hanya itu, layanan ini juga dilengkapi dengan program perekaman di kantor-kantor kecamatan untuk memudahkan warga yang tidak dapat mengikuti kegiatan di sekolah.
“Setiap hari kami melakukan perekaman di berbagai tempat, baik di sekolah maupun di kantor kecamatan. Semua ini kami lakukan agar semua warga yang berusia 17 tahun bisa memiliki e-KTP,” tambahnya.
Heryanto menegaskan bahwa seluruh e-KTP yang telah direkam sudah dicetak dan siap digunakan, memastikan tidak ada penundaan dalam proses pencetakan.
“16.963 e-KTP yang direkam, semuanya sudah kami cetak. Jadi, seluruh pemohon telah menerima e-KTP mereka tanpa hambatan,” katanya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh pemilih pemula yang memenuhi syarat memiliki dokumen resmi untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada serentak 2024.
“Pemilih pemula ini kami prioritaskan agar mereka bisa ikut berpartisipasi dalam Pilkada, sehingga tidak ada yang tertinggal karena belum memiliki e-KTP,” ujar Heryanto.
Selain untuk kepentingan pemilu, perekaman e-KTP juga memudahkan warga untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi lainnya. Salah satu pemohon e-KTP, Bagas yang ditemui di Kantor Disdukcapil Batam mengatakan bahwa ia mengurus e-KTP selain untuk pemilu juga sebagai syarat melamar pekerjaan.
“Saya urus KTP sekarang untuk cari kerja. Sekalian nanti bisa ikut milih wali kota dan gubernur,” ucapnya.
Selain fokus pada perekaman e-KTP, Disdukcapil juga mencatat peningkatan jumlah warga yang mengajukan surat pindah. Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 25.985 surat pindah yang diajukan, dengan total penduduk yang berpindah mencapai 52.247 orang. Tingginya mobilitas penduduk ini, baik antar kecamatan maupun keluar dari Batam, menunjukkan dinamika yang cukup tinggi dalam kependudukan di Batam.
“Kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan efektif, agar warga dapat mengurus kebutuhan kependudukan mereka dengan mudah,” tutup Heryanto. (*)
Mahasiswa Polibatam sedang belajar Teknik Elektronika dan Konstruksi Kapal di kampus Polibatam. F Polibatam
POLITEKNIK Negeri Batam (Polibatam) menutup dan mengalihkan Program Studi (Prodi) Diploma Tiga (D3) Teknik Elektronika dan D3 Teknik Perencanaan & Konstruksi Kapal menjadi Program Studi Sarjana Terapan (D4) Teknologi Rekayasa Elektronika dan Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan.
‘’Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia No. 28/D/OT/2022 tanggal 4 Maret 2022,’’ sebut Wakil Direktur 1 Bagian Akademik Polibatam, Ahmad Riyad Firdaus SSi MT PhD (Rifi) kemarin.
Disebutkan Rifi, terkait penutupan dan pengalihan Prodi Diploma Tiga (D3) menjadi Prodi Sarjana Terapan (D4) adalah Prodi D3 Teknik Elektro menjadi Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektronika.
Kemudian Prodi D3 Teknik Perencanaan dan Konstruksi Kapal menjadi Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan.
Berdasarkan Keputusan tersebut, kedua Prodi ditingkatkan/ migrasi dari jenjang Diploma Tiga (D3) menjadi Sarjana Terapan (D4) dengan beberapa ketentuan yang tertuang dalam keputusan tersebut sebagai berikut:
Pengalihan (migrasi) mahasiswa angkatan 2020 dan angkatan 2021 Prodi D3 Teknik Elektro dan Prodi D3 Teknik Perencanaan dan Konstruksi Kapal menjadi mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektronika dan Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan.
Lalu, menyelesaikan studi mahasiswa mahasiswa angkatan 2019 dan angkatan sebelumnya pada Prodi D3 Teknik Elektro dan Prodi D3 Teknik Perencanaan dan Konstruksi Kapal paling lama 1 (tahun) sejak dikeluarkannya surat keputusan tersebut.
Selanjutkan, tidak melakukan penerimaan mahasiswa baru Prodi D3 Teknik Elektro dan Prodi D3 Teknik Perencanaan dan Konstruksi Kapal terhitung sejak tanggal keputusan tersebut.
Dengan demikian sejak Semester Ganjil 2022/2023, Polibatam secara resmi telah memulai pembukaan Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektronika dan Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan dan tidak lagi menerima mahasiswa baru Prodi D3 Teknik Elektro dan D3 Teknik Perencanaan dan Konstruksi Kapal. (*/adv).
batampos – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam menurunkan empat kapal patroli untuk memantau dan menindaklanjuti kebocoran pipa minyak milik perusahaan raksasa energi, Shell, di perairan Singapura.
Kebocoran yang terjadi pada Minggu (20/10) pagi di antara Pulau Bukom dan Bukom Kecil ini telah memicu respons cepat dari KSOP Batam guna memastikan tidak ada dampak pencemaran yang meluas hingga ke perairan Indonesia, khususnya Kota Batam.
Kepala KSOP Khusus Batam, Capt Bharto Ari Raharjo, melalui Kabid Gakum KSOP Batam, Yuzirwan Nasution, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti informasi kebocoran pipa minyak itu dengan mengerahkan empat kapal patroli untuk melakukan pengawasan di seluruh wilayah perairan Batam.
“Kami telah mengerahkan empat kapal patroli untuk memantau situasi dan memastikan tidak ada dampak tumpahan minyak yang mengalir ke perairan Batam. Hingga hari kedua patroli, belum ada laporan terkait pencemaran minyak di wilayah perairan kita,” ujar Yuzirwan, Rabu (23/10).
KSOP Batam juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta instansi terkait lainnya guna mempersiapkan langkah-langkah antisipatif jika tumpahan minyak sampai memasuki perairan Batam.
Menurut Yuzirwan, patroli ini akan terus dilakukan secara intensif hingga situasi dinyatakan aman. “Saat ini, kondisi masih terpantau aman. Namun, kami tetap waspada. Jika nantinya ditemukan tumpahan minyak di wilayah kita, kami akan segera melokalisir area terdampak dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait untuk tindakan lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) telah mengonfirmasi bahwa kebocoran pipa minyak milik Shell telah berhasil dihentikan pada sumbernya. Shell juga telah mengerahkan kapal pembersih yang dilengkapi dengan dispersan serta menempatkan boom penampung untuk mengatasi tumpahan yang ada di sekitar lokasi kebocoran.
“Proses pembersihan sedang berlangsung, dan kami juga telah mengaktifkan pemantauan menggunakan pesawat nirawak dan satelit untuk memastikan tidak ada tumpahan minyak yang meluas,” ujar MPA dalam pernyataan resminya.
Meski begitu, KSOP Batam tetap siaga penuh, mengingat perairan Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura bisa saja terdampak. “Patroli ini akan terus berlangsung hingga benar-benar dipastikan tidak ada ancaman pencemaran bagi perairan Batam,” pungkas Yuzirwan. (*)