Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 33

Portal BISA Jadi Langkah Baru Digitalisasi Pelayanan Publik di Bintan

0
Bupati Bintan Roby Kurniawan meluncurkan Portal Bintan Satu Akses (BISA) sebagai upaya mengintegrasikan layanan publik dan sistem informasi pemerintah daerah. F. Zoko untuk Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan resmi meluncurkan Portal Bintan Satu Akses (BISA) sebagai langkah memperkuat transformasi digital dan mengintegrasikan layanan publik dalam satu platform. Peluncuran dilakukan di Aula Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (18/6).

Peluncuran portal tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas Integrasi Sistem Informasi oleh seluruh perangkat daerah sebagai bentuk komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Bupati Bintan Roby Kurniawan menegaskan, transformasi digital tidak hanya sebatas menghadirkan aplikasi baru, tetapi harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah.

“Digitalisasi tidak berhenti pada pembuatan aplikasi. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi mampu menyelesaikan masalah, menghubungkan layanan, memperbaiki tata kelola, serta membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih baik,” ujar Roby.

Untuk mendukung integrasi sistem informasi tersebut, Pemkab Bintan menunjuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bintan sebagai Government Chief Integration Officer (GCIO) yang bertugas mengoordinasikan keterpaduan layanan digital dan sistem informasi di lingkungan pemerintah daerah.

Selain itu, Pemkab Bintan juga memperkuat sinergi data melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Bintan guna memastikan data yang digunakan dalam perencanaan dan pelayanan publik lebih akurat serta terpercaya.

Dalam aspek keamanan informasi, Pemkab Bintan mulai menerapkan sistem enkripsi data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Langkah ini menjadikan Bintan sebagai daerah pertama di Kepulauan Riau yang mengadopsi standar perlindungan data pemerintah pusat.

Roby meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) aktif menyediakan data yang valid dan mutakhir agar manfaat Portal BISA dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Ukuran keberhasilannya adalah apakah masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan dan apakah pemerintah semakin tepat dalam mengambil keputusan berbasis data,” katanya.

Portal BISA merupakan inovasi yang diinisiasi Kepala Diskominfo Bintan, Didi Kurniadi, saat mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan I di BPSDM Kemendagri Tahun 2026.

Menurut Didi, Portal BISA tidak hanya berfungsi sebagai gerbang layanan digital, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan pemerintahan berbasis data yang terintegrasi.

“Melalui platform ini, seluruh perangkat daerah dapat saling terhubung dalam satu ekosistem digital sehingga proses pelayanan, pengelolaan data, hingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efisien,” ujarnya. (*)

Artikel Portal BISA Jadi Langkah Baru Digitalisasi Pelayanan Publik di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Pelabuhan Tanjunguban Bangun Dermaga Baru, Target Operasi Akhir 2026

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad meninjau proses pemasangan tiang pancang pembangunan Dermaga 2 Pelabuhan ASDP Tanjunguban. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pembangunan Dermaga 2 dan peningkatan kapasitas Dermaga 1 di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Kabupaten Bintan, resmi dimulai, Kamis (18/6).

Proyek ini diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan dan penumpukan penumpang yang kerap terjadi saat musim liburan atau periode puncak perjalanan.

Pantauan di lokasi, pekerjaan konstruksi telah dimulai dengan pemasangan tiang pancang menggunakan alat berat yang beroperasi di atas tongkang.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan penambahan dermaga dilakukan karena Pelabuhan Tanjunguban selama ini hanya memiliki satu dermaga aktif, berbeda dengan Pelabuhan Telaga Punggur di Batam yang telah memiliki dua dermaga.

“Kalau hanya satu dermaga, saat peak season pasti terjadi penumpukan. Karena itu kami menambah satu dermaga lagi agar pelayanan penyeberangan lebih lancar,” ujar Heru.

Selain pembangunan dermaga baru, ASDP juga menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kapasitas layanan, termasuk kemungkinan penambahan jam operasional kapal RoRo.

Saat ini layanan penyeberangan umumnya berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Namun ke depan, operasional kapal berpotensi diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB atau 21.00 WIB menyesuaikan kebutuhan dan volume kendaraan.

Heru menargetkan seluruh pekerjaan pembangunan rampung pada November 2026 sehingga fasilitas baru sudah dapat digunakan menjelang periode Natal dan Tahun Baru.

“Harapannya saat Nataru nanti masyarakat sudah bisa menikmati layanan yang lebih baik,” katanya.

Ia menjelaskan total investasi pembangunan dermaga baru dan peningkatan kapasitas pelabuhan di Tanjunguban dan Telaga Punggur mencapai sekitar Rp133 miliar.

Tak hanya memperkuat fasilitas sandar kapal, ASDP juga akan merevitalisasi ruang tunggu penumpang agar lebih nyaman dan representatif. Proses tender revitalisasi ditargetkan berjalan tahun ini dengan nilai anggaran sekitar Rp17 miliar.

“Dermaga bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi penghubung aktivitas ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat. Karena itu kami memastikan pembangunan berjalan sesuai target,” ujarnya.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang meninjau langsung lokasi pembangunan menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut. Menurutnya, peningkatan fasilitas pelabuhan menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Kepri yang didominasi kawasan perairan.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Batam, Reno Yulianto, menjelaskan Dermaga 2 Tanjunguban dibangun dengan panjang sekitar 119,48 meter dan mampu melayani kapal hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT). Dermaga tersebut juga akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton.

Sedangkan Dermaga 1 akan ditingkatkan kapasitasnya sehingga dapat melayani kapal hingga 2.000 GRT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter.

Selain di Tanjunguban, ASDP juga melakukan rehabilitasi Dermaga 1 Pelabuhan Telaga Punggur untuk meningkatkan aspek keselamatan dan efisiensi pelayanan penyeberangan.

“Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada akhir 2026,” kata Reno.

Data ASDP menunjukkan Pelabuhan Tanjunguban melayani sekitar 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Rute Tanjunguban–Telaga Punggur menjadi salah satu lintasan penyeberangan tersibuk di Kepulauan Riau. (*)

Artikel Pelabuhan Tanjunguban Bangun Dermaga Baru, Target Operasi Akhir 2026 pertama kali tampil pada Kepri.

Activision Bawa Kembali Dua Game Call of Duty Legendaris ke PlayStation

0
Call of Duty: Black Ops dan Black Ops II dikabarkan akan kembali hadir di konsol PlayStation modern, membangkitkan nostalgia para penggemar era keemasan Treyarch. Sumber gambar: x.com/Treyarch.

batampos – Call of Duty: Black Ops dan Call of Duty: Black Ops II dikabarkan bakal kembali hadir untuk konsol PlayStation modern. Kabar tersebut langsung disambut antusias oleh para penggemar yang selama ini menilai kedua gim tersebut sebagai era keemasan franchise Call of Duty garapan Treyarch.

Informasi mengenai kembalinya dua judul legendaris itu muncul setelah Treyarch dan Activision disebut telah mengonfirmasi keberadaan versi terbaru untuk platform PlayStation. Sebelumnya, kabar tersebut lebih dulu beredar sebagai rumor setelah nama kedua gim ditemukan dalam database PlayStation.

Temuan itu memicu spekulasi bahwa Activision tengah menyiapkan peluncuran Call of Duty: Black Ops (2010) dan Call of Duty: Black Ops II (2012) untuk PlayStation 4 serta PlayStation 5.

Sejumlah data miner juga mengklaim file instalasi kedua gim telah muncul di server PlayStation. Kehadiran file tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa proses peluncuran tengah dipersiapkan.

Meski demikian, proyek ini diyakini lebih mengarah pada port modern dibandingkan remaster penuh. Indikasinya terlihat dari ukuran file yang disebut mirip dengan versi asli serta penggunaan nama gim yang tidak mengalami perubahan.

Jika benar dirilis, pemain kemungkinan masih dapat menikmati tiga mode utama yang menjadi daya tarik seri tersebut, yakni Campaign, Multiplayer, dan Zombies. Namun hingga kini Activision belum mengungkap detail fitur maupun jadwal peluncuran resminya.

Bagi banyak penggemar, Black Ops dan Black Ops II merupakan dua seri paling berkesan dalam sejarah Call of Duty. Black Ops menghadirkan kisah Alex Mason, Frank Woods, dan Viktor Reznov dalam latar Perang Dingin yang penuh intrik.

Sementara Black Ops II membawa inovasi besar melalui alur cerita bercabang, latar futuristik, serta sistem multiplayer yang dianggap revolusioner pada masanya.

Mode Zombies yang hadir dalam kedua gim tersebut juga menjadi salah satu alasan utama mengapa keduanya masih memiliki basis penggemar yang kuat hingga sekarang.

Kembalinya Black Ops klasik dinilai sebagai strategi Activision untuk memanfaatkan nostalgia pemain lama sekaligus menjaga minat terhadap franchise Call of Duty yang terus berkembang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Activision memang kerap menghadirkan berbagai elemen nostalgia ke seri-seri terbaru, mulai dari peta klasik hingga mode permainan yang terinspirasi dari era Black Ops.

Apabila peluncuran ini terealisasi, para pemain generasi lama berkesempatan kembali merasakan pengalaman bermain yang menjadi salah satu tonggak kesuksesan terbesar dalam sejarah franchise Call of Duty. (*)

Artikel Activision Bawa Kembali Dua Game Call of Duty Legendaris ke PlayStation pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pemkab Natuna Optimistis BUMDes Bisa Dongkrak Ekonomi Masyarakat Desa

0
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Natuna, Suhardi. F. Faidillah/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten Natuna mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal dan pemanfaatan dana desa secara produktif.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Natuna, Suhardi, mengatakan BUMDes memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian desa sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

“Harapan kami ke depan, BUMDes mampu mengelola dana desa secara maksimal sehingga dapat menghidupkan perekonomian di masing-masing desa,” ujar Suhardi saat ditemui di ruang kerjanya di Bukit Arai, Kamis (18/6).

Menurutnya, sejumlah BUMDes di Natuna saat ini telah bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi desa.

Selain memperkuat peran BUMDes, Suhardi juga meminta seluruh kepala desa lebih aktif menggali dan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki wilayah masing-masing.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Kabupaten Natuna memiliki 70 desa dan enam kelurahan dengan karakteristik serta potensi ekonomi yang berbeda-beda. Karena itu, strategi pengembangan ekonomi desa harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Menurut Suhardi, BUMDes juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir melalui berbagai program usaha yang mendukung aktivitas nelayan dan sektor kelautan secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, alokasi dana desa pada 2026 mengalami penyesuaian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini setiap desa menerima dana sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp800 juta hingga Rp1 miliar.

Meski demikian, Suhardi optimistis pembangunan ekonomi desa tetap dapat berjalan apabila pemerintah desa mampu mengelola potensi lokal secara inovatif dan memanfaatkan anggaran yang tersedia secara efektif.

“Peran kepala desa sangat menentukan. Dengan menggali potensi lokal, desa dapat menciptakan sumber ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (*)

Artikel Pemkab Natuna Optimistis BUMDes Bisa Dongkrak Ekonomi Masyarakat Desa pertama kali tampil pada Kepri.

Gracie Abrams Ungkap Isi Album Daughter From Hell, Siap Rilis Juli 2026

0
Gracie Abrams mengungkap sebagian besar daftar lagu album Daughter From Hell yang dijadwalkan rilis pada 17 Juli 2026 dan berisi 16 trek baru. Sumber gambar: Instagram/@gracieabrams.

batampos – Gracie Abrams mulai membagikan detail album studio ketiganya yang berjudul Daughter From Hell. Album tersebut dijadwalkan meluncur pada 17 Juli 2026 dan menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan para penggemarnya tahun ini.

Berbeda dari kebanyakan musisi yang mengumumkan daftar lagu secara sekaligus, Gracie memilih pendekatan yang lebih kreatif. Penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat itu mengungkap judul-judul lagu secara bertahap melalui toko resmi, edisi fisik album, materi promosi, hingga petunjuk yang disebarkan lewat media sosial.

Strategi tersebut membuat para penggemar aktif mengumpulkan dan menyusun sendiri daftar lagu lengkap menjelang hari peluncuran album.

Berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi melalui berbagai kanal resmi, Daughter From Hell akan berisi 16 lagu, yakni:

  1. Hit the Wall
  2. Death Wish
  3. The Knife
  4. Daughter From Hell
  5. Look at My Life
  6. Good Reason
  7. Men Like You
  8. Sober
  9. Broke My Heart
  10. Mews
  11. Minibar
  12. Imaginary Friend
  13. Afflictions
  14. Humming
  15. What If It’s Right
  16. Cold Goodbyes

Lagu Hit the Wall telah lebih dulu dirilis pada 14 Mei 2026 sebagai single pembuka era baru Gracie Abrams. Lagu tersebut mendapat respons positif berkat lirik emosional yang mengangkat tema hubungan personal, pertumbuhan diri, dan pergulatan emosi yang lebih matang dibanding karya-karya sebelumnya.

Gracie Abrams menyebut Daughter From Hell sebagai proyek yang sangat personal. Album ini lahir dari refleksi perjalanan hidupnya saat memasuki usia 20-an, termasuk proses memahami hubungan keluarga, menghadapi perubahan hidup, serta berusaha meninggalkan kebiasaan lama yang tidak lagi relevan.

Proses produksi album kembali melibatkan Aaron Dessner, produser yang selama beberapa tahun terakhir menjadi kolaborator utama Abrams. Kerja sama keduanya dinilai menjadi salah satu faktor penting yang membentuk karakter musikal khas Gracie Abrams.

Menurut Abrams, kolaborasi dengan Dessner memberikan ruang kreatif yang lebih bebas sehingga ia dapat mengeksplorasi berbagai ide secara lebih jujur dan intuitif.

Selain menyiapkan perilisan album, Gracie Abrams juga telah mengumumkan rangkaian konser dunia bertajuk Look at My Life Tour. Tur tersebut dijadwalkan dimulai pada Desember 2026 dan akan berlanjut hingga 2027 sebagai bagian dari promosi album Daughter From Hell.

Dengan tema yang lebih dewasa, pendekatan promosi yang unik, serta dukungan basis penggemar yang terus berkembang, Daughter From Hell diprediksi menjadi salah satu rilisan pop paling menarik pada paruh kedua 2026. (*)

Artikel Gracie Abrams Ungkap Isi Album Daughter From Hell, Siap Rilis Juli 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Mahasiswa Tuntut Pemko Batam Selesaikan Masalah Air, Sampah dan Banjir Dalam 6 Bulan

0
Aliansi mahasiswa bergerak demo di depan kantor DPRD Batam. F. M Syahban/ Batam Pos

batampos – Aliansi Mahasiswa Batam (AMB) memberikan tenggat waktu enam bulan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk menunjukkan perbaikan nyata terhadap tiga persoalan yang dinilai paling mendesak, yakni krisis air bersih, persoalan sampah, dan banjir.

‎Peringatan itu disampaikan usai puluhan mahasiswa melakukan audiensi dengan DPRD Kota Batam setelah menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung legislatif, Kamis (18/6).

‎Ketua Penanggung Jawab Aksi, Kevin Manurung, mengatakan mahasiswa telah menyampaikan seluruh tuntutan mereka, baik yang berkaitan dengan kebijakan nasional maupun persoalan daerah yang selama ini dikeluhkan masyarakat Batam.

‎”Hari ini kami sudah menyampaikan seluruh tuntutan, baik yang bersifat nasional maupun lokal. Kami berharap pemerintah benar-benar serius menanggapi apa yang menjadi aspirasi mahasiswa,” kata Kevin usai audiensi.

‎Pada isu nasional, mahasiswa mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mempercepat pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, serta menghentikan berbagai bentuk pemborosan anggaran negara.

‎Namun perhatian utama mahasiswa justru tertuju pada persoalan daerah yang dinilai belum kunjung terselesaikan meski telah berulang kali menjadi keluhan warga.

‎Mahasiswa menyoroti krisis air bersih yang masih dialami sebagian masyarakat, persoalan banjir yang terus berulang saat hujan deras, pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal, hingga kerusakan lingkungan akibat aktivitas pembangunan.

‎Selain itu, mereka juga meminta pemerintah memperhatikan perlindungan tenaga kerja lokal dan memperketat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

‎Perwakilan mahasiswa dari Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Azsari, mengatakan tiga isu dasar, yakni air bersih, sampah, dan banjir, akan menjadi fokus pengawalan mahasiswa dalam beberapa bulan ke depan.

‎Menurut dia, persoalan tersebut menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah.

‎”Untuk tiga persoalan ini kami akan terus mengawalnya. Dalam audiensi tadi kami memberikan tenggat waktu enam bulan kepada pemerintah untuk menunjukkan perbaikan yang nyata,” katanya.

‎Azsari menegaskan mahasiswa tidak ingin persoalan tersebut hanya berhenti pada rapat, diskusi, atau janji penyelesaian semata.

‎Jika dalam enam bulan ke depan tidak ada perkembangan yang signifikan, mahasiswa mengaku siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.

‎”Kami akan melakukan aksi lanjutan dengan tuntutan yang berbeda apabila tidak ada perubahan,” ujarnya.

‎Ia bahkan mengisyaratkan tuntutan yang lebih keras apabila pemerintah dinilai gagal memenuhi harapan masyarakat.
‎Menurut Azsari, saat ini kepemimpinan Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam telah berjalan lebih dari satu tahun. Namun sejumlah persoalan mendasar masih menjadi keluhan warga di berbagai wilayah.

‎”Kami melihat persoalan sampah, banjir, dan air bersih masih terus terjadi. Kalau dalam enam bulan ke depan tidak ada perbaikan yang berarti, maka kami akan mempertimbangkan tuntutan agar wali kota dan wakil wali kota mundur dari jabatannya,” katanya.

‎Meski demikian, mahasiswa menyatakan masih memberi ruang kepada pemerintah untuk membuktikan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

‎Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin yang menerima audiensi mahasiswa memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Batam.

‎Menurut dia, DPRD mencatat seluruh poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa selama audiensi berlangsung.

‎”Semua catatan dan tuntutan mahasiswa sudah kami terima dan akan kami sampaikan kepada wali kota dan wakil wali kota,” kata Kamaluddin.

‎Ia menjelaskan ketidakhadiran Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam dalam audiensi tersebut karena keduanya sedang berada di Jakarta untuk mengikuti rapat dengar pendapat dengan DPR RI.

‎”Wali kota dan wakil wali kota saat ini sedang berada di Jakarta menjalankan agenda pemerintahan,” ujarnya.(*)

Artikel Mahasiswa Tuntut Pemko Batam Selesaikan Masalah Air, Sampah dan Banjir Dalam 6 Bulan pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Ringkus Tahanan Kabur Kasus Curanmor di Kawasan Punggur Batam

0
Tersangka curanmor berinisial NB yang sempat kabur dari ruang tahanan Polsek Tanjungpinang Kota berhasil ditangkap kembali di Batam. F. Polresta Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Polisi berhasil menangkap kembali NB, tersangka kasus pencurian sepeda motor yang sempat kabur dari ruang tahanan Polsek Tanjungpinang Kota, Kepulauan Riau.

NB diringkus Unit Jatanras Satreskrim Polresta Tanjungpinang di kawasan Punggur, Kota Batam, setelah beberapa hari melarikan diri dan berpindah tempat untuk menghindari kejaran petugas.

Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Monang Silalahi, mengatakan tersangka kabur dari ruang tahanan pada Sabtu (13/6) sore. Setelah meloloskan diri, NB diketahui sempat bersembunyi di kawasan hutan di Tanjungpinang.

Dari hasil penyelidikan, tersangka kemudian keluar dari lokasi persembunyiannya dan bergerak melalui jalur darat menuju wilayah Bintan sebelum menyeberang ke Batam.

“Anggota telah menangkap NB. Saat ini pelaku sudah dibawa ke Mapolsek Tanjungpinang Kota guna proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Monang, Kamis (18/6).

Sebelumnya, kabar kaburnya NB sempat viral di berbagai grup WhatsApp. Dalam pesan yang beredar, masyarakat diminta segera melapor ke kepolisian atau menghubungi layanan darurat 110 apabila mengetahui keberadaan tersangka.

Monang menegaskan, setelah berhasil diamankan kembali, proses hukum terhadap kasus pencurian sepeda motor yang menjerat NB akan dilanjutkan sesuai prosedur.

Menurut dia, berkas perkara tersangka telah dinyatakan lengkap dan akan segera diserahkan ke pihak kejaksaan dalam proses tahap II.

“Hari ini kita naikkan ke tahap II dan kita serahkan ke Kejaksaan,” ujarnya.

Meski demikian, polisi belum mengungkap secara rinci kronologi bagaimana NB bisa meloloskan diri dari ruang tahanan Polsek Tanjungpinang Kota. Kasus tersebut masih dalam pendalaman internal kepolisian.

Penangkapan kembali NB mengakhiri pelariannya yang sempat menjadi perhatian publik setelah informasi kaburnya tersangka beredar luas di media sosial dan grup percakapan masyarakat. (*)

Artikel Polisi Ringkus Tahanan Kabur Kasus Curanmor di Kawasan Punggur Batam pertama kali tampil pada Kepri.

Demo di Batam Ricuh, Pendemo Tuding Ada Oknum Polisi yang Berkata Kasar

0
Mahasiswa menggelar demo di depan DPRD Batam. F. M syahban/ Batam Pos

batampos – Gelombang kedua aksi Aliansi Mahasiswa Bergerak (AMB) Batam di depan Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (18/6), sempat diwarnai ketegangan antara massa dan aparat kepolisian. Kericuhan terjadi saat demonstran berupaya membakar ban di tengah aksi, namun dihalangi petugas pengamanan.

‎Dalam situasi tersebut, mahasiswa mengatakan, ada seorang anggota kepolisian melontarkan kata-kata kasar kepada peserta aksi. Dugaan ucapan itu kini menjadi salah satu tuntutan yang akan mereka laporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Barelang.

‎Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB itu diikuti puluhan mahasiswa. Mereka membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan “Revolusi Dimulai dari Batam”, “Stop MBG”, “Prabowo Nye Nye Nye”, dan “Vox Populi Vox Dei”.

‎Sejak awal, massa menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka nilai perlu dievaluasi secara menyeluruh.

‎Ketegangan mulai terjadi ketika massa mencoba melakukan pembakaran ban sebagai bagian dari aksi simbolik. Aparat kepolisian yang berjaga langsung menghalangi upaya tersebut sehingga memicu adu mulut antara kedua pihak.

‎Koordinator Lapangan aksi, Alwi Djaelani, mengatakan dalam insiden itu seorang anggota polisi diduga mengucapkan kata “pantek” kepada mahasiswa yang sedang berunjuk rasa.

‎”Kami memiliki rekaman video. Ada ucapan yang tidak pantas disampaikan kepada demonstran. Ini akan kami laporkan ke Propam,” kata Alwi usai aksi.

‎Menurut dia, ucapan tersebut tidak seharusnya keluar dari aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi.

‎Karena itu, pihaknya mendesak Polresta Barelang segera memproses dugaan pelanggaran etik tersebut. Bahkan, jika tidak ada tindak lanjut, mahasiswa mengancam akan meminta pencopotan Kapolresta Barelang.

‎”Kami meminta agar oknum tersebut diproses. Kalau tidak ada tindak lanjut, kami akan mendesak Kapolresta dicopot karena dianggap gagal menjaga kondusivitas dan profesionalitas pengamanan aksi,” ujarnya.

‎Selain persoalan dugaan ucapan kasar aparat, mahasiswa juga membawa sejumlah isu lokal yang dinilai belum terselesaikan di Batam.

‎Mereka menyoroti persoalan sampah yang terus meningkat, aktivitas cut and fill yang dianggap merusak lingkungan, krisis air bersih, hingga banjir yang masih berulang di berbagai wilayah.

‎”Semua persoalan itu harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan DPRD,” kata Alwi.

‎Koordinator Umum aksi, Muryadi Aguspriawan, mengatakan mahasiswa juga membawa sejumlah tuntutan nasional. Di antaranya meminta evaluasi Program MBG, menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak, hingga mengkaji ulang sejumlah regulasi yang dinilai memperluas keterlibatan aparat di ranah sipil.

‎Menurut dia, anggaran MBG yang mencapai triliunan rupiah per hari lebih tepat difokuskan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

‎”Menurut kami, daerah-daerah yang masih kekurangan fasilitas pendidikan justru lebih membutuhkan perhatian anggaran yang besar,” katanya.

‎Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin mengatakan seluruh aspirasi mahasiswa akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Batam maupun pemerintah pusat sesuai kewenangannya.

‎Ia menjelaskan Wali Kota Batam Amsakar Achmad tidak dapat menemui massa karena sedang mengikuti rapat bersama DPR RI di Jakarta.

‎”Kami akan menyampaikan seluruh tuntutan mahasiswa kepada Wali Kota Batam,” kata Kamaluddin di hadapan massa.

‎Untuk tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan nasional, DPRD Batam berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut melalui jalur resmi kepada pemerintah pusat.

‎Namun Kamaluddin mengaku tidak sependapat dengan tuntutan penghentian total Program Makan Bergizi Gratis. Menurut dia, program tersebut masih memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak dan warga di wilayah pesisir.

‎”Kalau evaluasi saya setuju. Tetapi kalau dihentikan total, saya kira perlu dipertimbangkan karena masih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” kata Kamaluddin.(*)

Artikel Demo di Batam Ricuh, Pendemo Tuding Ada Oknum Polisi yang Berkata Kasar pertama kali tampil pada Metropolis.

Swarovski Sulap Topi Baseball Jadi Aksesori Mewah Bertabur Kristal

0
Koleksi topi baseball hasil kolaborasi Swarovski dan ’47 hadir dengan hiasan kristal premium pada logo tim MLB, memadukan nuansa olahraga dan fashion mewah. Sumber gambar: x.com/ComplexStyle.

batampos – Swarovski kembali memperluas jejaknya di dunia fashion lewat kolaborasi terbaru bersama merek topi olahraga ternama, ’47.

Kerja sama ini menghadirkan koleksi eksklusif topi baseball MLB yang memadukan budaya olahraga Amerika dengan kemewahan khas kristal Swarovski.

Koleksi tersebut diluncurkan sebagai bagian dari perayaan 130 tahun berdirinya Swarovski melalui program Swarovski Creators Lab. Lewat proyek ini, topi baseball yang identik dengan stadion dan aktivitas olahraga disulap menjadi aksesori fashion premium yang menyasar pecinta gaya hidup mewah hingga kolektor.

Produk utama dalam kolaborasi ini menggunakan siluet ikonik ’47 CLEAN UP, salah satu model topi paling populer dari ’47 yang dikenal dengan desain santai, visor melengkung, serta strap penyesuaian di bagian belakang.

Daya tarik utama koleksi ini terletak pada detail kristal Swarovski yang menghiasi logo tim-tim Major League Baseball (MLB). Kristal dengan potongan baguette dan batu transparan disusun membentuk logo klub secara elegan.

Salah satu desain yang paling mencuri perhatian adalah topi New York Yankees yang seluruh logonya dipenuhi kristal berkilau. Tampilan tersebut menghadirkan kesan glamor yang jauh berbeda dari merchandise olahraga pada umumnya.

Swarovski menghadirkan empat pilihan warna utama dalam koleksi ini, yakni light pink, navy, light blue, dan marshmallow. Warna marshmallow disebut sebagai edisi eksklusif yang hanya tersedia dalam kolaborasi Swarovski x ’47.

Setiap topi dipasarkan dengan harga sekitar 22.000 yen atau setara lebih dari Rp2 juta. Harga tersebut menempatkan koleksi ini sebagai produk premium yang tidak hanya ditujukan bagi penggemar baseball, tetapi juga kalangan fashion enthusiast.

Kolaborasi ini melanjutkan strategi ’47 yang dalam beberapa tahun terakhir aktif menggandeng berbagai merek premium untuk mengangkat citra topi baseball menjadi bagian dari industri fashion kelas atas.

Sebelumnya, ’47 juga sempat berkolaborasi dengan rumah mode mewah Dolce & Gabbana dalam menghadirkan koleksi topi MLB eksklusif.

Bagi Swarovski, proyek ini menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan kristalnya ke berbagai kategori produk. Melalui Swarovski Creators Lab, perusahaan terus mengeksplorasi kolaborasi dengan berbagai nama dari dunia olahraga, budaya populer, hingga desain kontemporer.

Koleksi Swarovski x ’47 menjadi bukti bahwa batas antara dunia olahraga dan fashion semakin tipis. Topi baseball yang dulunya sekadar atribut pendukung tim kini berkembang menjadi simbol gaya hidup premium yang memiliki nilai eksklusivitas tinggi. (*)

Artikel Swarovski Sulap Topi Baseball Jadi Aksesori Mewah Bertabur Kristal pertama kali tampil pada Lifestyle.

Autogate Batam Centre Dinilai Efektif, Ombudsman Soroti Kapasitas Layanan

0
Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher (kiri), didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, meninjau layanan autogate di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Kamis (18/6). f. Rengga/ Batam Pos

batampos – Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Internasional Batam Centre, Kamis (18/6), untuk memantau implementasi sistem autogate dan tindak lanjut rekomendasi hasil kajian sistemik Ombudsman terkait pelayanan keimigrasian.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring atas saran perbaikan yang telah disampaikan Ombudsman RI kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada 2025 lalu, khususnya terkait pelayanan terhadap lalu lintas warga negara asing dan pengawasan keimigrasian.

“Kami datang untuk melihat sejauh mana tindak lanjut dari saran dan perbaikan yang telah kami sampaikan kepada Kementerian Imigrasi. Alhamdulillah, kami telah berdiskusi dengan Kanwil Imigrasi Kepulauan Riau dan melihat berbagai perkembangan yang sudah dilakukan,” kata Nuzran.

Dalam kunjungannya, Ombudsman mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, termasuk pengembangan sistem pemeriksaan keimigrasian berbasis teknologi melalui autogate.
Meski demikian, Nuzran menilai kapasitas layanan masih perlu ditingkatkan seiring terus bertambahnya jumlah penumpang internasional yang keluar masuk melalui Batam.

“Secara teknologi saya pikir sudah bagus. Tinggal penambahan kapasitas saja karena jumlah pengguna akan terus meningkat. Jangan sampai terjadi antrean yang mengganggu pelayanan publik,” ujarnya.

Menurutnya, kelancaran layanan keimigrasian tidak hanya bergantung pada kinerja petugas imigrasi, tetapi juga harus didukung integrasi dengan berbagai pihak seperti pengelola pelabuhan, Bea Cukai, maskapai maupun operator kapal.

Ia juga menyoroti kondisi area pelayanan di Pelabuhan Batam Centre yang dinilai mulai terasa padat. Kepadatan tersebut berpotensi memengaruhi kenyamanan dan kecepatan pelayanan jika tidak diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana.

“Kapasitas pelayanan harus disesuaikan dengan jumlah pengguna. Semua pihak harus duduk bersama agar pelayanan publik berjalan optimal dan tidak ada pihak yang kemudian disalahkan ketika terjadi antrean,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, menjelaskan bahwa saat ini Pelabuhan Internasional Batam Centre telah memiliki lima unit autogate untuk keberangkatan dan lima unit autogate untuk kedatangan.

Menurut Guntur, penggunaan autogate mampu mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian karena seluruh tahapan dilakukan secara otomatis, mulai dari pemindaian paspor, perekaman biometrik hingga verifikasi wajah.

“Waktu pemeriksaan maksimal sekitar 20 detik per penumpang. Bahkan bisa lebih cepat tergantung proses pemindaian paspor,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh pelabuhan dan bandara internasional dapat menggunakan sistem autogate secara penuh pada 2027.

“Ini merupakan program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami terus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan agar ke depan seluruh layanan pemeriksaan keimigrasian bisa menggunakan autogate,” katanya.

Selain mempercepat pelayanan, sistem tersebut juga mengurangi kontak langsung antara petugas dan penumpang serta memperkuat aspek keamanan melalui integrasi dengan sistem pengawasan keimigrasian nasional.

Guntur menjelaskan, melalui sistem yang terhubung dengan aplikasi All Indonesia, petugas dapat mendeteksi lebih awal keberadaan Subject of Interest (SOI), termasuk individu yang masuk daftar cekal maupun buronan internasional.

“Dari awal pembelian tiket, data penumpang sudah dapat terdeteksi sehingga sangat membantu petugas dalam aspek pengawasan dan keamanan,” ujarnya.

Hasil pemantauan Ombudsman RI menunjukkan implementasi autogate di Pelabuhan Batam Centre berjalan baik dan memberikan dampak positif terhadap percepatan layanan. Namun, peningkatan jumlah alat dan penguatan integrasi antarinstansi dinilai tetap diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang internasional di masa mendatang.(*)

Artikel Autogate Batam Centre Dinilai Efektif, Ombudsman Soroti Kapasitas Layanan pertama kali tampil pada Metropolis.