Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3301

Gaza Berpotensi Besar Kehilangan Generasi Anak-anak Akibat Agresi Israel

0
Pengungsi Palestina meninggalkan daerah di timur Khan Yunis setelah tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk sebagian kota dan Rafah, di Jalur Gaza selatan, Senin (1/7).

batampos – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan bahwa Jalur Gaza berpotensi besar kehilangan seluruh generasi anak-anak akibat agresi Israel yang sedang berlangsung di wilayah tersebut sejak 7 Oktober 2023, dikutip dari Antara.

Direktur Komunikasi UNRWA, Juliette Touma, melalui unggahan di X menjelaskan lebih dari 600.000 anak di Gaza belum dapat bersekolah sejak perang Israel berlangsung pada Oktober.

Touma juga merujuk pada penutupan sejumlah besar sekolah dan berubahnya sekolah UNRWA menjadi penampungan bagi pengungsi internal.

“Ini artinya bahwa jika perang ini terus berlanjut, kami bakal kehilangan seluruh generasi anak-anak,” tulisnya di X.

Pejabat UNRWA itu juga menyerukan agar segera dilakukan gencatan senjata demi anak-anak di Gaza. (*)

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Remaja 13 Tahun

0
Jasad Dyo setelah menjalani autopsi. Bocah berusia 13 tahun ini meninggal dunia usai menelan obat. F. Mohamad Ismail

batampos– Satreskrim Polresta Tanjungpinang masih melakukan penyelidikan terkait kematian remaja 13 tahun setelah minum obat dari Puskesmas.

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang AKP Agung Tri Poerbowo mengatakan pihaknya telah mengirim sampel cairan dan hasil autopsi rumah sakit ke Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri di Bogor.

“Sudah kami kirim untuk dilakukan uji laboratorium terkait cairan yang ada di lambung korban,” katanya.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium terkait sampel cairan lambung untuk membuktikan penyebab pasti kematian bocah 13 tahun tersebut.

Sejauh ini, pihaknya telah meminta keterangan dari pihak Puskesmas yang memberikan obat kepada korban dan pihak rumah sakit.

BACA JUGA: Hasil Autopsi, Remaja 13 Tahun Meninggal Karena Riwayat Penyakit Jantung dan Ginjal

“Perkembangan lebih lanjut nanti akan kami sampaikan,” singkat Agung.

Sebelumnya diketahui, polisi membeberkan hasil autopsi Dyo Putra Pratama, bocah 13 tahun di Tanjungpinang yang meninggal dunia usai menelan obat dari puskesmas.

Berdasarkan hasil autopsi, korban memiliki riwayat penyakit jantung dan ginjal, yang tidak pernah dilakukan pengobatan sebelumnya.

Selain itu, terdapat buih yang memenuhi area tenggorokan. Kemudian adanya pembengkakan di jantung dan hati. Sedangkan paru-paru korban terendam oleh cairan yang belum diketahui asalnya.

Saat ini, polisi belum dapat memastikan apakah korban meninggal dunia akibat mengkonsumsi obat dari Puskesmas atau ada penyebab lainnya. (*)

Reporter: Yusnadi

Pembunuh Nelwina Akui Perbuatannya

0
Pelaku Pembunuhan 3 F Cecep Mulyana scaled
Anggota Polisi membawa pelaku pembunuhan yang berhasil ditangkap saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (12/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – ZB atau Zulbahri pelaku pembunuhan Nelwina Tanjung, kasir kios sayur di Pasar Sagulung sampai di Batam, Jumat (12/7) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Ia digelandang polisi dari Medan melalui Bandara Internasional Hang Nadim.

Pantauan di lokasi, Zulbahri diborgol dan dikawal anggota buru sergap (buser). Ia mengenakan masker, baju kaus, serta celana pendek.

“Alhamdulillah. Kita berhasil melakukan penangkapan pelaku pembunuhan Nelwina,” ujar Kasat Reskim Polresta Barelang, AKP Giadi Nugraha.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Wina Tiba di Batam

Giadi mengatakan Zulbahri selanjutnya akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Pelaku kemudian digelandang ke Mapolsek Sagulung.

“Tersangka mengakui perbuatannya. Langsung kita bawa ke Polsek Sagulung untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Disinggung motif pembunuhan tersebut, Giadi mengaku belum bisa menyimpulkannya. Begitu juga dengan hubungan pelaku dan korban.

Baca Juga: Kerabat dan Kenalan Wina Ingin Pelaku Dihukum Berat

“Kita belum dapat pastikan apa motifnya, dan hubungannya. Tunggu setelah pemeriksaan,” ungkapnya.

Sementara Zulbahri yang digelandang polisi terlihat terunduk dan enggan mengeluarkan kata-kata. Ia membunuh dengan menganiaya korban kemudian merudapaksa jasad Nelwina. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Sejumlah Selebgram Ikut Sindikat Judi Online

0
Puluhan pelaku judi online diringkus di Jakarta Barat. (Takia Royyan/JawaPos.com)

batampos – Polisi mengungkap bahwa sejumlah selebgram turut terlibat sebagai telemarketing yang mempromosikan judi online di akunnya. Dari sana, perputaran uang yang dihasilkan bisa mencapai Rp 30 miliar.

Diketahui ada 29 pelaku yang ditangkap Polres Metro Jakarta Barat terkait kasus judi online ini. Selebgram itu termasuk dari 12 orang di antara yang menjadi telemarketingnya.

“Mereka rata-rata berperan sebagai selebram yang memasarkan situs judi online melalui media sosial dimana mereka memang telah memiliki followers yang lumayan banyak,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes M. Syahduddi, Jumat (12/7).

“Ketika mereka memiliki followers yang banyak, itulah yang disasar para pelaku judi online untuk memasarkan situs judi mereka,” sambungnya.

Dari para selebgram yang ikut serta mempromosikan judi online ini, perputaran uang yang bisa dihasilkan mencapai Rp 30 miliar.

“Kalau untuk yang selebgram dengan para pemain ini, tadi kurang lebih dari hasil rekap oleh penyidik kurang lebih Rp 30 miliar perputaran uangnya,” pungkas Syahduddi.

Atas perbuatan para pelaku, polisi menetapkan mereka sebagai tersangka dengan Pasal 45 ayat 3 juncto pasal 27 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 303 KUHP tentang perjudian. Dengan ancaman hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara. (*)

Dumping Produk China Ancam Industri Tekstil Batam, Ribuan Pekerja Bisa Kena PHK

0
IMG 7768 1
Ketua Apindo Kota Batam Rafky Rasyid (ANTARA/Jessica)

batampos – Industri garmen di Indonesia berada dalam situasi gawat darurat. Pasalnya, Indonesia dikhawatirkan menjadi dumping heaven produk-produk asal China.

Hal itulah yang disinyalir menjadi biang kerok maraknya penutupan pabrik tekstil di Indonesia, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 13.000 orang. Di Batam, contohnya ialah PT Batam Bintan Apparel (BBA) yang kolaps tahun lalu. Saat ini Batam hanya menyisakan dua perusahaan tekstil saja, salah satunya PT Ghim Li.

Indonesia menjadi target dumping produk China karena di negara itu sendiri mereka kelebihan produksi yang diakibatkan oleh daya beli berbagai negara menurun. Barang atau produk-produk yang tidak terjual itu dibuang ke Indonesia dengan harga yang sangat murah.

Baca Juga: Pesan Pak Menko Ekonomi sempena Hari Koperasi

Ketua Apindo Batam, Rafli Rasyid pun mewanti-wanti hal demikian terjadi. Ia mengaku, sejak perang Rusia-Ukraina, dumping heaven di sektor garmen, baik itu tekstil, alas kaki, sudah mulai dirasakan. Perusahaan mengalami penurunan permintaan konsumen di pasar global sehingga ini mengakibatkan sulitnya beroperasi, ditambah lagi seluruh Indonesia diserbu barang-barang murah impor dari China.

“Produk dari China murah, cukup signifikan bedanya sehingga masyarakat lebih memilih produk-produk dari China. Pakaian bekas juga berpengaruh, cukup banyak. Sampai saat ini pemerintah juga belum bisa menghentikan masuknya pakaian bekas dari luar negeri itu,” kata dia, Jumat (12/7).

Soal permintaan dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yang menginginkan Indonesia harus membuat kementerian yang mengurusi industri tekstil, menurutnya tak perlu dilakukan. Cukup dengan pemerintah berpihak kepada pengusaha yang bergerak disektor usaha sejenis yang semuanya padat karya.

“Artinya perlindungan terhadap mereka itu harus diberikan, terutama dari serbuan produk impor murah dari luar negeri serta pakaian bekas,” kata dia.

Baca Juga: Oakwood Hotel & Apartments, Pilihan Baru Akomodasi Berkelas di Batam

Ia minta pemerintah betul-betul memperhatikan industri tekstil, sebab sektor ini adalah salah satu yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Jika tidak, maka perusahaan serupa dibayang-bayangi penutupan dan mengakibatkan ribuan pekerjaan di PHK.

Kalau PHK terjadi dimana-mana, kata Rafki, maka pengangguran akan semakin tinggi. Untuk itu, pemerintah harus menjaga betul pasar garmen dalam negeri.

“Kalau tidak serius maka satu-satu perusahaan akan kolaps. Pemerintah juga harus memikirkan insentif bagi perusahaan yang memang betul-betul keuangannya bermasalah, baik itu insentif fiskal maupun nonfiskal,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Samsat Tanjungpinang Raup Rp26,3 M dari PKB

0
Samsat Tanjungpinang Raup Rp.26,3 Miliar dari PKB dan Rp.14,9 miliar dari Bea Balik Nama. F. Mohamad Ismail

batampos – UPTD Samsat Tanjungpinang mencatat, pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari Januari hingga Juni 2024 mencapai Rp. 26,3 Miliar lebih.

Kasi Penetapan dan Penerimaan UPTD Samsat Tanjungpinang, Nurfashanty mengatakan, target pendapatan dari PKB tahun 2024 senilai Rp.52.539.321.000.

Hingga Juni 2024 yang lalu, kata dia PKB yang berhasil diraup senilai Rp. 26.365.246.000. Sehingga, capaian PKB dari target yang telah ditentukan sudah mencapai 50,18 persen.

“Untuk PKB di triwulan satu dan dua itu sudah mencapai target. Yaitu sudah Rp.26,3 Miliar, dari target Rp.26,2 miliar,” kata Nurfashanty, Jumat (12/7/2024).

BACA JUGA: Kombes Budi Santosa, Kapolresta Tanjungpinang Disambut Tradisi Pedang Pora

Sementara untuk bea balik nama kendaraan bermotor, Nurfashanty menegaskan belum mencapai target. Hingga, Juni lalu Samsat Tanjungpinang hanya meraup Rp.14,9 miliar.

Sementara target enam bulan yang telah ditentukan, senilai Rp.15,3 miliar. Sehingga capaian pendapatan bea balik nama yang diraup oleh Samsat Tanjungpinang senilai Rp. 14,9 miliar.

“Jadi baru 48,6 persen, tidak mencapai target. Untuk target bea ganti nama tahun ini senilai Rp. 30,7 miliar,” tambahnya.

Nurfashanty menerangkan, saat ini Samsat Tanjungpinang hanya mengharapkan pendapatan bea balik nama dari kendaraan yang baru.

“Misalnya harga mobil Rp.200 juta, satu persen BBNKB nya senilai Rp.2 juta. Kan lumayan. Tapi kita tidak bisa memaksa, karena kendaraan baru kan tergantung ekonomi masyarakat,” sebut Nurfashanty.

Samsat Tanjungpinang, kata dia akan terus berupaya untuk mencapaikan target pendapatan dari PKB, maupun bea balik nama kendaraan.

“Kita juga menginformasikan melalui surat maupun telpon, agar masyarakat membayar pajak. Karena jika sudah lebih satu hari dari jatuh tempo, akan didenda,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Jurus Baru Presiden Jokowi Percepat Pembangunan IKN

0
PRESIDEN Joko Widodo diikuti Menteri Keuangan Sri Mulyani saat meninjau pembangunan infrastruktur, salah satunya Tol IKN beberapa waktu lalu. Pembangunan IKN sendiri menelan APBN sebesar Rp 4,3 triliun, jauh lebih kecil dibandingkan anggaran Pemilu 2024 yang mencapai Rp 26 triliun.

batampos – Presiden Joko Widodo punya jurus baru untuk mempercepat pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang saat ini progresnya tidak sesuai harapan.

Presiden Jokowi meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang yang di dalamnya mengatur pemberian insentif bagi calon investor yang turut membangun layanan dan fasilitas di IKN.

Dilansir Antara dari berkas salinan perpres tersebut di laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (12/7), pemerintah memberikan insentif dan fasilitas perizinan berusaha kepada pelaku usaha yang turut membangun penyediaan dan pengelolaan layanan dasar/atau sosial serta fasilitas komersial.

Insentif dan fasilitas tersebut diberikan melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Misalnya pada pasal 5 ayat 1, Kepala OIKN, dalam hal ini Plt. yaitu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, berwenang menetapkan pelaku usaha pelopor yang telah menyatakan minat dan menandatangani “letter of intent” dengan pihak OIKN.

Pelaku usaha pelopor yang turut membangun infrastruktur di IKN dengan sumber biaya di luar APBN itu juga bersedia memulai pembangunan paling lama lima tahun sejak berlakunya UU Nomor 21 Tahun 2023 tentang Ibu Kota Negara.

Lalu pada pasal 7, pelaku usaha pelopor dapat dikenakan tarif atas pengelolaan aset dalam penguasaan (ADP) oleh OIKN hingga Rp 0 atau dengan mengangsur pembayaran.

Insentif yang diberikan bagi pelaku usaha tersebut dalam bentuk jaminan kepastian jangka waktu hak atas tanah yang disebutkan dalam Pasal 9.

Pada Pasal 9 ayat 2, hak guna usaha diberikan hingga 190 tahun dan dibagi dalam dua siklus, atau selama 95 tahun dalam satu siklus pertama dan 95 tahun pada siklus kedua.

“Hak guna usaha untuk jangka waktu paling lama 95 (sembilan puluh lima) tahun melalui 1 (satu) siklus pertama dan dapat dilakukan pemberian kembali untuk 1 (satu) siklus kedua dengan jangka waktu paling lama 95 (sembilan puluh lima) tahun berdasarkan kriteria dan tahapan evaluasi,” demikian bunyi Pasal 9 ayat 2 dalam Perpres itu.

Pemerintah juga memberikan jaminan hak guna bangunan dengan jangka waktu paling lama 80 tahun pada siklus pertama, dan dapat dilakukan pemberian kembali pada siklus kedua dengan jangka waktu paling lama 80 tahun, sehingga totalnya 160 tahun untuk HGB.

Begitu juga dengan pemberian hak pakai bangunan akan dilakukan dengan jangka waktu paling lama 80 tahun pada siklus pertama dan 80 tahun berikutnya pada siklus kedua.

Namun, pemberian ketiga hak atas tanah tersebut tidak dilakukan sembarangan, karena harus berdasarkan kriteria yang berlaku dan tahapan evaluasi.

Pemerintah juga mengatur Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang akan ditetapkan oleh OIKN pada saat menyelenggarakan pemerintahan daerah khusus.

Perpres tersebut diharapkan mampu mempercepat progres pembangunan IKN agar segera terwujud ekosistem kota layak huni, khususnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan. (*)

Ibu Pembuang Bayi Diamankan Polisi

0
Pelaku didampingi dua polisi saat dibawa ke RSUD Tarempa untuk diperiksa kesehatan usai diamankan polisi

batampos – Seorang wanita di bawah umur berinisial D (16) berhasil diamankan oleh Tim Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Kepulauan Anambas, Jum’at, (12/7) malam.

D diamankan petugas berkaitan dengan kasus pembuangan anak yang terjadi di Jalan Pemuda RT 002 RW 004 Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan.

“Dia diamankan nga jauh dari lokasi kejadian,” ujar salah satu tetangganya, Tiur.

Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke RSUD Tarempa untuk cek kesehatan pasca melahirkan.

BACA JUGA: Penemuan Mayat Bayi Perempuan Gegerkan Warga Tarempa, Diperkirakan Sudah 3 Hari Tewas

Pantauan batampos, pelaku masih terlihat shock. Ia didampingi oleh dua orang polwan.

Rencananya, setelah dilakukan cek kesehatan, pelaku akan dibawa ke Polres Anambas guna mendapatkan proses hukum.

Kepala Puskesmas Tarempa, Apriyanti kepada awak media mengatakan, kondisi pelaku sangat shock dengan kejadian yang menimpanya. Sambil terisak, pelaku menceritakan awal kejadian kepada Apriyanti.

“Nangis dia bercerita. Kita kasihan. Dia anak di bawah umur asal Desa Liuk, Siantan Tengah,” sebut Apriyanti, Sabtu, (13/7) dini hari.

Apriyanti menuturkan pelaku bisa dikatakan sangat kuat, sebab setelah melahirkan ia mampu berjalan untuk menguburkan bayi.

“Dengan kondisi lemah habis melahirkan, dia mencari tempat dan menggali walaupun tidak dalam lubangnya. Dia cerita juga saat menggali kondisinya pitam dan pusing,” terang Apriyanti.

Selaku ahli kesehatan, Apriyanti turut berperan serta dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Saya beri clue nya, kemungkinan anak di bawah umur karena pikirannya pendek dan kondisi tertekan. Terus kalau habis melahirkan ga bisa lari jauh. Kami langsung kordinasi dengan pihak kepolisian,” kata Apriyanti.

Apriyanti juga mengungkapkan ibu dari yang dibuang mengaku pernah melakukan hubungan suami istri dengan 3 pria.

“Cuma dengan Pi yang terakhir ini. Terus cowok itu pernah bilang ke pelaku wanita kok perutnya macam orang mengandung,” kata Apriyanti.

Dari keterangan ibu bayi, ia tidak mempunyai hubungan apapun dengan Pi. “Kok bisa ya melalukan itu tanpa ada status hubungan,” kata Apriyanti sedikit heran.

Sementara itu, ayah dari bayi yang dibuang yakni Pi berhasil diamankan Bhabinkamtibmas Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur  Briptu Rizky Firmansyah. Ia diamankan di kediamannya.

Pi segera dibawa ke Polres Anambas untuk periksa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Selain itu, dua orang pria juga turut diamankan. Mereka juga terimbas, karena melakukan hubungan dengan remaja. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Tarempa

0
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Anambas, Bripka Taufik Ismail

batampos – Polisi langsung memburu pelaku pembuangan bayi perempuan di Jalan Pemuda RT 002 RW 004, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kasat Reserse Kriminal Polres Anambas, Iptu Rio Ardian melalui Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), Bripka Taufik Ismail mengatakan saat ini pihaknya sedang menyelidiki sosok pelaku pembuangan bayi.

“Saat ini belum ada yang dicurigai, masih diselidiki dulu dilapangan, jika ada yang mencurigakan nanti kami sampaikan,” ujar Taufik, Jum’at, (12/7).

Saat ini, kata Taufik, jenazah bayi sedang dilakukan pemeriksaan oleh dokter RSUD Tarempa. Dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut sudah meninggal dunia selama seminggu.

“Jenis kelamin perempuan, tinggi badannya 48 cm dan berat badan tidak bisa ditimbang karena kondisi jenazahnya lembek sudah mengembang,” sebut Taufik.

Mengingat Anambas belum ada ahli forensik, otopsi jenazah belum bisa dilakukan. Maka dari itu penyidik Polres Anambas sedang menunggu arahan dari Polda Kepri dan RS Bhayangkara, Batam.

“Kita tunggu dari Polda Kepri Apa dokter (dokter forensik) datang ke sini atau jenazah bayinya yang dibawa kesana,” tutut Taufik.

Sementara itu, Ketua RT 002, Ferry menerangkan dilingkungan tempat ia tinggal ada dua orang ibu hamil. Kondisi saat ini sehat.

“Begitu kejadian, kita cek ibu hamil yang ada ditempat kita. Alhamdulillah, mereka masih mengandung,” ujar Ferry.

Dua ibu hamil itu, kata Ferry, sudah memasuki usia 8 bulan dan 3 bulan. Ia tidak mau menduga, jika pelaku pembuangan bayi merupakan warga luar.

“Kita tak mau menduga biar polisi bekerja dulu. Kalau dari kami, masih ada ibu hamilnya. Satu sehat dan satunya lagi kondisinya mabuk karena hamil muda,” terang Ferry.

Ia juga enggan berkomentar terlalu jauh perihal pelaku kemungkinan sepasang kekasih yang belum menikah.

BACA JUGA: Penemuan Mayat Bayi Perempuan Gegerkan Warga Tarempa, Diperkirakan Sudah 3 Hari Tewas

“Kita tak bisa menebak, soalnya kalau sudah menikah tidak mungkin buang. Lagipun ini kasusnya baru pertama kali di Tarempa,” sebut Ferry

Ferry heran dengan lingkungan tempat penemuan bayi, sebab aktifitas pelaku tidak terdeteksi padahal sekitar kejadian menjadi tempat favorite anak-anak muda berkumpul.

“Masa orang menggali atau mencangkul tidak kedengaran kan. Itu lubangnya sejengkal, seharusnya kedengaran. Tapi mungkin saja orang pada terlelap semua,” tutur Ferry.

Warga di Jalan Pemuda berharap pelaku segera ditemukan untuk mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Kami harap cepat ketemu. Kasian bayi tak berdosa dibunuh,” kata Ferry.

Perlu diketahui, mayat bayi itu pertama kali ditemukan oleh Hajariah yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan.

“Pagi tadi ditemukan, sebelumnya sudah ada tumpukan tanah disitu, saya lagi menata tanaman, mau ambil air di drum, terpandang tumpukan tanah itu ada bayi,” ujar Hajariah.

Dikatakannya, tiga atau empat hari lalu ia sudah mengetahui ada tumpukan tanah. Namun ia tak menaruh rasa curiga.

“Pas siang hari saya lihatnya, saya naik aja (ke rumah), tak curiga, paling kucing menurut saya waktu itu,” sebut Hajariyah.

Ia menduga pelaku pembuangan bayi melancarkan aksinya ketika malam hari. Karena, dilokasi kejadian warga tidak beraktifitas di malam hari.

“Kalau siang tak ada orang buat tumpukan tanah. Mungkin malam orang tu buat tumpukan tanah. Karena malam sepi disini, saya biasa tutup pintu jam 8 malam,” kata Hajariyah. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Inovasi Dishub Batam, Bayar Bus Trans Batam Harus Tap E-Money

0
Trans Batam 3 F Cecep Mulyana scaled e1720799643448
Seorang calon penumpang membeli kartu e-money sebelum naik bus Trans Batam di halte Batam Centre, Jumat (12/7). F.Cecep Maulana

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam meningkatkan layanan Bus Trans Batam dengan menghadirkan pembayaran non tunai.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BLUD Pelayanan Jasa Transportasi dengan perbankan dengan menandakan dimulainya era baru kemudahan bagi pengguna bus trans.

Usai PKS dilakukan maka pembayaran non tunai buat trans Batam sudah bisa melalui e-money dari Bank Mandiri, Bank BNI, BRI, dan Flazz.

“Paling lambat 30 hari sejak PKS ini ditandatangani, e-money dari bank tersebut sudah bisa digunakan,” kata Kadishub Batam Salim, Jumat (12/7).

Baca Juga: 3.500 Nelayan di Batam Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Hadirnya layanan non tunai ini akan meningkatkan pelayanan bus trans. Di era digital ini, hampir semua transaksi menggunakan non tunai.

Bus trans Batam sebagai salah satu fasilitas publik berupaya memberikan pelayanan yang baik. “Salah satunya terus mendorong penerapan non tunai di semua pelayanan yang ada di Dishub,” ujarnya.

Nantinya, masyarakat bisa mendapatkan langsung kartu e-money ini di halte-halte bus trans Batam yang ada di Batam.

“Alhamdulillah, ini adalah inovasi yang terus kami galakkan,” sebutnya.

Baca Juga: Ada 1008 Koperasi di Batam, yang Aktif Cuma …

Salim menambahkan pihaknya juga memiliki program naik bus bagi pegawai Dishub Batam. Dalam satu pekan itu, pegawai memiliki kewajiban menggunakan moda transportasi bus trans Batam.

“Kami ingin memberikan contoh untuk menggunakan fasilitas umum bus trans Batam ini. Karena bus kita juga sudah sangat bagus, dan sudah dilakukan peremajaan. Jadi sangat layak untuk digunakan,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat juga bisa memanfaatkan fasilitas umum ini. Infrastruktur yang sudah bagus, juga menjadi penunjang bus trans Batam dalam menikmati fasilitas publik ini.

Sementara itu, kerja sama dilakukan bersama Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Central Asia, PT Nusantara Global Inovasi (NGI) dalam penerapan transaksi non tunai menggunakan kartu uang elektronik perbankan pada bus rapid transit (BRT) trans Batam. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Play sound