Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3391

Polisi Perbanyak Spanduk Imbauan Agar Tidak Bunuh Diri di Jembatan Barelang

0
polisi pasang spanduk di jembatan Barelang
Polisi memasang spanduk imbauan agar tidak bunuh diri di Jembatan Barelang, Rabu (6/6). (F.Eusebius Sara)

batampos – Polsek Sagulung memperbanyak spanduk imbauan kepada pengunjung untuk tidak melakukan bunuh diri di Jembatan Barelang. Imbauan ini kembali dipertegas menyusul ada dua kejadian bunuh diri yang terjadi dalam sehari pada akhir pekan kemarin. Satu korban meninggal dunia dan satu selamat.

Spanduk dengan tulisan “Hidup Anda Berharga dan jangan Bunuh Diri di sini dan dimana saja” dipasang di pagar pembatas Jembatan I Barelang.

“Sebelumnya memang sudah ada, tapi kita perbanyak lagi biar terus mengingatkan siapa saja yang datang ke sini agar jangan melakukan aksi bunuh diri dalam bentuk apapun,” ujar Kapolsek Sagulung Iptu Donalf Tambunan.

Dikatakan Donald dari kejadian-kejadian bunuh diri yang sudah terjadi selama ini jarang sekali korban yang selamat jika meloncat dari atas jembatan. Kebanyakan mereka loncat menghilang dan ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga: Bunuh Diri Marak di Jembatan Barelang, Polisi Tingkatkan Patroli Pengawasan

Itu karena jarak antara jembatan dan permukaan air di bawah cukup tinggi dan diperparah lagi dengan kencang angin arus air yang mengalir di bawah jembatan.

“Jadi jangan lagi lah yang meloncat dari atas jembatan itu. Jarang sekali yang selamat loncat dari jembatan itu,” ujar Donald.

Begitu juga untuk mereka yang mencari sensasi atau perhatian, dilarang keras untuk melakukan aksi berbahaya tersebut dari atas jembatan ini.

“Kita akan bantu dengan proses pengawasan dan patroli rutin. Boleh berkunjung ke Barelang tapi jangan keluar dari pagar pembatas jembatan. Itu dipagar agar pengunjung aman. Jangan sampai nongkrong keluar dari pagar jembatan ini. Kami akan tidak tegas kalau kedapatan pengunjung yang keluar pagar pembatas,” ujar Donald.

Semua jembatan yang ada di jalan Trans Barelang ini sudah diberi pagar pembatas. Tujuannya agar pengunjung atau pengendara yang istrahat dalam perjalanannya tidak melewati pagar pembatas ini.

Baca Juga: Dinilai Lalai Berkendara, Calon Bidan Dituntut 3 Tahun Penjara

Di Jembatan I Barelang, pagar pembatas bahkan ditambah lagi dengan pagar teralis yang tajam bagian atasnya. Itu artinya pengunjung tidak boleh memanjat atau melewati pagar pembatas tadi.

“Ini juga akan kita awasi. Jangan keluar dari pagar pembatas itu,” kata Donald.

Seperti diketahui korban bunuh diri terakhir, seorang pria pekerja galangan kapal yang loncat pada, Minggu (30/6) sore. Pria ini selamat sebab saat meloncat petugas gabungan SAR yang melakukan pencarian korban bunuh diri sebelumnya masih berada di lokasi Jembatan.

Dinihari sebelumnya seorang pria lain juga meloncat dari atas jembatan yang tingginya sekitar 39 meter ini. Pria ini tak selamat dan ditemukan meninggal dunia sore harinya.

Asman, warga yang berdiam di sekitar Jembatan I Barelang menuturkan hal yang sama. Kebanyakan mereka yang loncat dari atas jembatan ini meninggal dunia. Dari sekian puluh aksi bunuh diri yang loncat dari Jembatan I ini, masih hitungan jari tangan yang selamat.

“Seingat saya baru empat atau lima kasus yang selamat setelah loncat dari atas jembatan ini. Lainnya pada meninggal semua. Dulu pernah ada anak-anak SMA yang adu nyali, meninggal juga. Lama jumpanya. Yang selamat sangat minim,” ujar Asman.

Baca Juga: Tenggak Mikol, Aniaya Warga, dan Rusak Rumah Kos, Geng Remaja Ditangkap Polisi

Sependapat dengan imbauan polisi, Asman juga minta kepada pengunjung untuk tidak keluar dari pagar pembatas Jembatan yang ada. Jika memang ingin menikmati suasana yang berbeda bisa turun ke bawa kolong Jembatan untuk nongkrong dan bersantai.

“Kalau bosan diatas silahkan turun ke bawa. Itu sudah bagus ditata. Tidak seperti dulu gelap dan seram. Sekarang ramai ada pedagang dan penerangan sangat baik,” ujar Asman.

Selain Jembatan I, spanduk himbauan serupa juga dipasang di Jembatan selanjutnya hingga Jembatan VI oleh polsek Bulang dan Polsek Galang. Polsek Bulang dan Galang juga menyampaikan hal yang sama, agar tak ada lagi pengunjung yang meloncat dari atas lokasi Jembatan.

“Siapapun itu tak boleh keluar dari pagar Jembatan. Itu akan kami awasi,” ujar Kapolsek Galang Iptu Alex Yasral. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Koalisi Besar Usung Amsakar: Nasdem-Gerindra-Golkar Bersatu pada Pilkada Batam

0

amsakar batamposbatampos – Partai Nasdem, Gerindra, dan Golkar akan berkoalisi di Pilkada Kota Batam. Sedang menunggu rekomendasi tertulis dari pengurus pusat masing-masing partai.

Pertemuan di lantai 20 Nasdem Tower, Jakarta Pusat, pada Rabu 22 Mei 2024 menjelang siang itu, berlangsung cair. Surya Paloh, sang tuan rumah, banyak bercerita tentang perkembangan politik nasional usai pemilihan presiden. Gaya bicaranya yang berapi-api sesekali diselingi guyonan.

Para tetamu yang duduk meriung di depan Ketua Umum Partai Nasdem itu, khusyuk mendengarkan. Saat sahibul bait melempar canda, sontak mereka pun melepas tawa. Hadir di situ Hermawi Taslim, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem; Felly Estelita Runtuwene, Ketua Komisi IX DPR RI dari Nasdem; Rusdi Masse, anggota DPR RI dan Ketua Nasdem Sulawesi Selatan; Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam dan Ketua Nasdem Kota Batam; Saan Mustopa, anggota DPR RI dari Nasdem.

Selain membahas dinamika politik nasional, Paloh juga menyampaikan rencana partai dalam menghadapi pemilihan kepala daerah serentak yang bakal dihelat 27 November 2024.

Menurut seorang politisi dan seorang petinggi lembaga negara yang mengetahui isi pertemuan tersebut, saat membahas pemilihan wali kota Batam, Surya Paloh memastikan bahwa tiket Nasdem untuk calon wali kota Batam akan diserahkan kepada Amsakar. “Itu sudah final. Pak Amsakar maju di Batam,” ujar sumber tersebut menirukan ucapan Paloh.

Dalam pertemuan itu, sumber menambahkan, Paloh menyampaikan kepada Amsakar bahwa partainya akan berkoalisi dengan Partai Gerindra di Batam. “Saya sudah membicarakannya dengan Dasco, sudah tiga kali bertemu, dan sudah sepakat,” kata Paloh sebagaimana dituturkan sumber tersebut. Dasco yang dimaksud adalah Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Harian DPP Partai Gerindra.

Sumber tersebut bercerita, Amsakar sempat melontarkan pernyataan bernada tanya kepada Paloh perihal posisi Partai Golkar. “Kan, sebelum Lebaran Golkar sudah terang-terangan ingin meminang Amsakar untuk pilkada Batam, bahkan menawarkan pindah partai. Itu yang ditanyakan Amsakar,” ujar sumber tersebut.

Paloh menukas pertanyaan itu. “Ah, itu gampang. Nanti Saan (Mustopa) komunikasi dengan Doli (Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Partai Golkar). Saya juga akan bicara dengan Airlangga (Ketua Umum Golkar). Saya ini kan dulu Golkar juga. Mereka adik-adik saya semua,” kata Paloh, ditirukan sumber tersebut.

Amsakar disebut juga sempat bertanya perihal nasib Pietra Machreza Paloh, keponakan Surya Paloh, yang dikabarkan semula akan ditugaskan mendampinginya sebagai calon wakil wali kota Batam. Menurut sumber Batam Pos, Paloh meminta Amsakar tidak merisaukan masalah itu. “Pietra nanti saya yang urus,” ujar Paloh seperti disampaikan sumber.

Paloh kemudian menyuruh Saan Mustopa memanggil Pietra yang saat itu berada di lantai 14 Nasdem Tower untuk datang ke ruangannya di lantai 20. “Kau bantu Amsakar di Batam. Dia harus menang,” kata Paloh kepada Pietra. “Siap,” kata Pietra. Pertemuan bubar menjelang pukul 13.00 WIB.

Amsakar Achmad yang dihubungi Batam Pos membenarkan bahwa pada tanggal 22 Mei ia dipanggil Surya Paloh ke Jakarta. “Sebagai kader, kalau dipanggil ketum kita wajib datang,” ujarnya, akhir pekan lalu. Ditanya, apakah benar ia sudah diberi tiket pilkada Batam oleh DPP Nasdem, Amsakar menjawab diplomatis. “Tiket itu kalau rekomendasi resminya sudah keluar dan sudah di tangan.”

Amsakar mengatakan, saat ini, ia diperintahkan oleh Surya Paloh untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat Batam. “Sementara untuk saat ini, itu dulu perintah yang saya terima,” katanya.

Perihal koalisi dengan Gerindra dan partai lain, menurut Amsakar, itu sepenuhnya menjadi wewenang pengurus pusat. “Koalisi itu otoritasnya di DPP. Itu pembicaraan tingkat ketua umum. Saat ini saya fokus sosialisasi dulu. Nanti kita tunggulah bagaimana keputusan akhirnya,” kata dia.

Jawaban senada disampaikan Ketua Gerindra Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura. Ia mengaku sejauh ini belum menerima arahan dari pengurus pusat terkait koalisi pilkada.

“Termasuk dengan Nasdem, belum tahu. Karena itu adalah kebijakannya ketua umum partai kita. Kami di daerah ini hanya melaksanakan apa yang diperintahkan,” tuturnya.

Partai Gerindra sendiri sudah menetapkan Li Claudia Chandra sebagai calon wali kota Batam 2024. Claudia adalah perempuan kelahiran Dabo, Lingga. Ia kini menjabat wakil ketua DPRD Kota Tangerang Selatan dan juga ketua Gerindra Tangerang Selatan. Baliho dan poster Claudia kini bertebaran di banyak titik di Kota Batam.

Nyanyang Pratamura menyebutkan, penunjukan Claudia merupakan intsruksi langsung dari pengurus pusat Gerindra.

“Kita melaksanakan apa yang diperintahkan oleh DPP untuk menjadikan Li Claudia Chandra sebagai calon wali kota Batam,” kata anggota DPRD Provinsi Kepri tersebut.

Komunikasi terus dilakukan DPC Gerindra dengan partai-partai lain terkait pencalonan Claudia. Salah satunya dengan mendaftarkan Claudia ke beberapa partai, di antaranya PDI-Perjuangan, PAN, Hanura, PKB, PSI, PKN dan Demokrat.

Sekretaris DPC Gerindra Kota Batam, Aweng Kurniawan mengatakan, Ketua DPD Partai Gerindra Kepri, Iman Sutiawan, telah menginstruksikan semua kader agar segera merapatkan barisan untuk mendukung pencalonan Claudia.

“Bu Li Claudia Chandra salah satu kader terbaik Partai Gerindra,” ujar Aweng.

Selain koalisi Nasdem-Gerindra, pencalonan Amsakar Achmad di arena Pilkada Batam 2024 juga disokong Partai Golkar. Akhir pekan lalu, sejumlah petinggi Golkar Kepri dan Batam bertemu dengan Amsakar. Dalam pertemuan yang dihadiri Ketua Golkar Kepri Achmad Makruf Maulana, Ketua Golkar Batam M Yunus Muda, dan Wakil Ketua Golkar Kepri Ade Angga itu diputuskan Golkar mencalonkan Amsakar di Pilkada Batam.

Sekretaris Golkar Kota Batam Djoko Mulyono membenarkan pertemuan tersebut. “Ya, memang ada pertemuan yang diinisiasi oleh DPD Golkar Provinsi, Pak Makruf. Ada juga di sana Pak Yunus Muda,” kata Djoko.

Djoko mengatakan, dalam kesempatan tersebut, DPD Golkar Kepri menyatakan bahwa Golkar akan mengusung Amsakar Achmad. Namun, tetap menunggu keputusan dari pengurus pusat.

Ketua Komisi III DPRD Batam tersebut menambahkan, dari internal Partai Golkar sendiri ada beberapa nama yang diusulkan untuk maju dalam Pilkada Kota Batam seperti Yunus Muda, Asmin Patros, dan Taba Iskandar.

“Tetapi itu masih tahap komunikasi. Semuanya akan tetap tergantung keputusan dari DPP Golkar,” katanya.

Djoko menambahkan, Partai Golkar saat ini masih terus menjalin komunikasi dengan partai lain. Termasuk masih berupaya untuk mengadakan pertemuan dengan Li Claudia Candra (cawako Gerindra). “Kita sudah ada rencana untuk bertemu, tapi sejauh ini belum ada waktu yang tepat,” kata Djoko.

Dengan bersatunya ketiga partai tersebut, kemungkinan besar pasangan yang diusung adalah Amsakar Achmad-Claudia Chandra.

Belum Memutuskan Calon

Jika Nasdem, Gerindra, dan Golkar sudah memastikan calon yang akan diusung, partai-partai lain yang memiliki kursi di DPRD Batam masih menimbang-nimbang nama yang akan dijagokan.

DPC PDI Perjuangan Kota Batam sudah mengusulkan beberapa nama, di antaranya Marlin Agustina, Li Claudia Chandra, dan Amsakar Achmad. Dan untuk calon wakil wali kota ada beberapa dari internal partai, yakni Udin P Sihaloho, Putra Justisi Respaty, Buralimar, dan Budi Masdiyanto. Sedangkan dari luar partai, ada nama Jefridin Hamid.

“Kalau untuk wakil ada beberapa nama yang kita kirim ke pusat dan semua keputusan ada di pusat,” kata Tumbur M Sihaloho, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Kota Batam sekaligus Ketua Penjaringan untuk Pilkada Kota Batam.

Tumbur tegas mengatakan bahwa PDI Perjuangan dengan perolehan kursi yang signifikan diminta untuk tetap ikut berpartisipasi di pilkada. “Perpolitikan ini masih dinamis sekali. Yang jelas dengan pencapaian kursi PDI Perjuangan, kita wajib mendorong salah satu kader terbaik kita untuk maju. Apakah nanti menjadi calon wakil atau wali kota, kita lihat saja keputusan pusat,” katanya.

Menurut Tumbur, pusat akan tetap melihat elektabilitas atau dari masing-masing calon. Dan komunikasi dengan calon atau partai lain masih terus dilakukan. “Pusat akan tetap melihat elektabilitas calon. Artinya survei akan tetap menentukan,” katanya.

Terpisah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Batam menyiapkan target tinggi dengan menawarkan tiga nama sebagai kandidat calon wali kota atau calon wakil wali kota Batam 2024. Sekum DPD PKS Batam Warya Burhanuddin menyebutkan, tiga nama itu ialah Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kepri Suryani, Wakil Ketua DPRD Kepri Raden Hari Tjahyono dan Ketua DPD PKS Batam M Yusuf.

“Jadi yang kami sorong untuk maju Pilkada Batam ya tiga nama itu,” kata Warya.

Ia menerangkan, PKS Batam terus menjalin komunikasi lintas partai untuk ikut bergabung dalam bursa calon kepala daerah 2024. Untuk diketahui, PKS Batam mendapat 6 kursi pada Pileg 2024. Jumlah kursi ini masih kurang untuk dapat bertarung pada Pilkada Batam 2024.

“Yang kami lakukan sekarang adalah membangun silaturahmi dengan calon wali kota dari luar PKS. Yang lagi santer saat ini kan Marlin Agustina dan Amsakar Achmad,” kata dia.

Ia menyebutkan, PKS yakin kader yang direkomendasikan adalah kader terbaik dan mempunyai basis suara riil. Maka dari itu, PKS terus menjalin komunikasi dengan berbagai partai. Termasuk dengan para calon wali kota. “Kami sudah tawarkan juga ke Bu Marlin dan Pak Amsakar. Selain itu, kami juga tawarkan ke partai lain yang belum mempunyai kandidat seperti PDIP Batam, PKB, dan PAN,” kata dia.

Menurut dia, sudah ada calon wali kota yang tertarik dengan rekomendasi kandidat yang ditawarkan oleh PKS. Namun, Warya belum bisa membeberkan lebih jauh siapa calonnya itu. “Itu nanti tunggu keputusan DPP PKS. Karena masih ada survei dan lain-lain,” jelas dia.

Dalam Pileg 2024 lalu, suara partai PKS lebih dari 60 ribu. Dengan jumlah ini ia yakin bisa menjadi pertimbangan bagi partai lain untuk berkoalisi. “Target kami ikut pilkada tentu ingin menang, bukan hanya berpartisipasi,” tuturnya.

Kader PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Kepri, Raden Hary Tjahyono, menyatakan siap untuk maju di pilkada 2024. “Berdasarkan hasil keputusan rapat kerja daerah DPD PKS Batam untuk pilkada Batam saya yang direkomendasikan. Karena sudah seperti itu, ya, saya tanggapi dengan penuh tanggungjawab,” kata dia.

Ia juga siap untuk dipasangkan dengan Marlin Agustina atau Amsakar Achmad.

“Untuk itu, saat ini PKS sedang membangun komunikasi politik dengan beberapa partai dan kandidat yang sudah memutuskan maju. Intinya siap jika dipasangkan dengan siapa saja,” pungkasnya.

Senada dengan parpol lain, Partai Amanat Nasional menyiapkan sejumlah nama untuk diusulkan sebagai kandidat calon wali kota Batam 2024. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Batam Safari Ramadan menjelaskan, nama -nama yang sudah diserahkan ke DPW dan DPP PAN ialah Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina, Sekda Batam Jefridin, dan Wakil Wali Kota Batam saat ini, Amsakar Achmad.

“Selain itu ada juga nama dari internal kita seperti Safari Ramadhan dan Edward Brando. Nama -nama ini sudah dikirim ke DPP. Nanti DPP yang akan memutuskan, kemungkinan pertengahan bulan ini sudah ada, ” tuturnya.

Sama dengan PAN, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menawarkan enam nama sebagai kandidat calon wali kota dan calon wakil wali kota Batam dalam membangun koalisi.

“Saya pikir kita sudah melalui tahapan yang panjang. Mulai dari penjaringan, pendaftaran hingga didapat tiga nama yang direkomendasikan ke DPP sebagai calon wali kota Batam dan tiga nama untuk calon wakil wali kota Batam, ” ujar Ketua DPC PKB Batam Surya Makmur Nasution.

Adapun ketiga nama calon walikota yang diberikan ke DPP pusat ini, kata Surya, adalah Marlin Agustina, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra. Sedangkan tiga nama calon wakil wali kota adalah Jefridin Hamid, Hendrik, dan Heri Mukrizal. Nama-nama ini telah melalui pertimbangan suara masyarakat siapa yang layak dan terbaik membawa Batam lebih maju.

“Calon yang akan diusung menunggu keputusan DPP. Juli ini saya kira sudah keluar,” pungkasnya. (*)

Reporter: ALFIAN LUMBAN GAOL, RENGGA YULIANDRA

Pusat Data Nasional Belum Juga Pulih Maksimal, Pemerintah Perlu Siapkan Respons Darurat Ancaman Siber

0
Pesan hacker kepada pemerintah Indonesia. (X)

batampos – Peretasan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diretas sejak Kamis, 20 Juni 2024 belum pulih sepenuhnya hingga hari ini. Peretasan terhadap PDNS 2 berdampak pada terganggunya akses data 282 Kementerian, Lembaga dan Instansi Daerah.

Penyerangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok hacker LockBit 3.0 yang meminta tebusan senilai USD 8 juta atau setara Rp 131 miliar. Pemerintah diketahui hanya memiliki cadangan data sekitar 2 persen.

Direktur Eksekutif Pusat Studi dan Analisa Keamanan Indonesia (PUSAKA), Adhe Nuansa Wibisono memaparkan tiga rekomendasi pendekatan dalam merespon insiden peretasan data PDNS tersebut. Masukan pertama, mendorong pemerintah untuk segera mengadopsi standar keamanan yang ketat untuk semua sistem infomasi lembaga pemerintahan.

“Hal ini mencakup pembaruan perangkat lunak secara berkala, penggunaan sistem enkripsi yang kuat dan penerapan teknologi canggih untuk mendeteksi dan merespons ancaman dan serangan siber,” kata Wibisono kepada wartawan, Selasa (2/7).

Rekomendasi kedua, lanjut Wibisono, perlu dilakukan evaluasi kebijakan sentralisasi data pemerintah pusat.

“Desentralisasi penyimpanan dengan menggunakan platform cloud yang kredibel harus dilakukan untuk mengurangi risiko ransomware dalam skala besar seperti yang terjadi dalam kasus ini,” tegas alumnus Turkish National Police Academy tersebut.

Upaya pembenahan lainnya adalah dengan melakukan persiapan respons darurat terhadap ancaman siber. Ia menekankan, Pemerintah perlu menyiapkan prosedur respons krisis untuk mengatasi ancaman serangan siber.

“Respons ini mencakup langkah-langkah mengisolasi serangan, memulihkan layanan dan memastikan kelangsungan operasional pemerintah,” ucap Wibisono.

Menkominfo Budi Arie Setiadi sebelumnya menyampaikan bahwa proses pemulihan gangguan akibat peretasan atau serangan ransomware diperkirakan akan selesai hingga akhir Juli 2024. Hal itu disampaikan Budi Arie saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6).

Budi menjelaskan, strategi pemulihan layanan jangka pendek dilakukan selama periode 20 Juni-30 Juli 2024. Ia mengutarakan, telah melakukan pembagian tugas dalam proses pemulihan ini.

“Setelah kita melakukan koordinasi dan rapat-rapat maraton, kami sudah memutuskan to do list dari masing-masing Kementerian/lembaga dan tugasnya,” ujar Budi.

Langkah Pertama, lanjut Budi, respons cepat yang dilakukan oleh Kominfo, KSO PDNS, Kementerian/Lembaga dan daerah yang telah dilakukan pada Minggu ketiga Juni 2024.
Kedua, melakukan inventarisasi tenant terdampak yang dilakukan oleh Kominfo, KSO PDNS, Kementerian/lemaga dan daerah di akhir atau pada pekan ketiga Juni 2024.

“Sirkulasi surat kewajiban backup. Jadi Kominfo, KSO PDNS dan Kementerian lembaga daerah sampai dengan Minggu keempat bulan Juni,” ucap Budi.

Sementara, penyusunan strategi dan pedoman recovery layanan ditargetkan pada pekan depan bisa diselesaikan.

“Nah forensik, Kominfo KSO PDNS dan Bareskrim diharapkan dalam Minggu pertama Juli sudah jelas,” ujar Budi.

Lebih lanjut, penyusunan shortlist dan pemulihan layanan prioritas yang akan dilakukan Kominfo KSO PDNS Kementerian lembaga daerah diharapkan sampai akhir Juli bisa dilakukan pemulihan secara total.

“Pemulihan layanan yang memiliki backup, ini dilakukan oleh Kominfo, KSO PDNS, BSSN, Kementerian/lembaga/ daerah diharapkan akhir Juli sudah selesai,” pungkasnya. (*)

Belum Ada Arahan Gubernur, Calon Siswa yang Tereliminasi Terus Mendatangi di Sekolah

0
IMG 20240613 WA0001
Orangtua dan calon peserta didik saat mendaftar di hari terakhir pelaksanaan PPDB SMK di SMKN 1 Batam, Kamis (13/6). Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikannya Provinsi Kepri masih merampungkan tahapan proses penerima peserta didik baru tingkat SMA dan SMK Negeri. Tahapan terakhir adalah pendaftaran ulang untuk jalur zonasi SMA hingga tanggal 4 Juli besok.

Dinas belum memutuskan permintaan orangtua yang anaknya tidak lolos PPDB untuk diakomodir kembali melalui kuota tambahan.

“Tanggal 4 selesai daftar ulang zonasi SMA. Setelah itu baru diputuskan. Itu tergantung dari kebijakan pak Kadis sesuai arahan pak Gubernur,” ujar kepala kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri cabang Batam Kasdianto.

Untuk orangtua yang hingga saat ini masih mendatangi sekolah demi mendapatkan informasi kuota tambahan, Kasdianto berharap agar menahan diri dulu. Sebab belum ada keputusan terkait kuota tambahan tersebut.

Baca Juga: Tarif Listrik Batam Naik hingga 9 Persen, Pengusaha Minta PLN Tingkatkan Layanan

“Sabar aja dulu. Tunggu keputusan dari Dinas setelah tahapan pendaftaran ulang selesai. Percuma datang ke sekolah karena kebijakan kuota tambahan ini tetap harus dari Dinas,” imbau Kasdianto.

Seperti diketahui, SMA dan SMK Negeri di Batuaji dan Sagulung ramai didatangi orangtua dan calon siswa yang tidak lolos dalam seleksi PPDB. Mereka minta pihak sekolah untuk kembali mengakomodir anak mereka.

Setiap hari mereka ngetem di sekolah meskipun belum ada keputusan pasti terkait kuota tambahan ini. Mereka tak putus asa sebab sekolah negeri harapan satu-satu untuk kelanjutan pendidikan anak-anak mereka.

“Tak sanggup ke swasta pak. Kurang mampu kami. Anak tiga orang semuanya lagi sekolah semua. Ke (sekolah) negeri biar agak hemat biaya pendidikan pendidikan,” kata Nurhayati, orangtua calon siswa Batuaji yang datang ke SMKN 1 Batam.

Baca Juga: Pajak Reklame Batam Capai Rp 8 Miliar di Semester Pertama 2024

Pantauan dan penelusuran di lapangan, hampir semua calon peserta didik yang tereliminasi dalam PPDB sebelumnya memilih bertahan di sekolah negeri yang mereka daftar sebelumnya. Mereka enggan mendaftar ke sekolah swasta dengan alasan biaya pendidikan yang lebih mahal.

Kebijakan menggratiskan SPP dari Pemprov Kepri juga menguatkan orangtua untuk tetap mengupayakan anaknya masuk sekolah negeri.

“Tak apa-apa beli kursi sendiri asalkan anak saya masuk sekolah negeri,” kata Ismail, warga lainnya.

Sejumlah sekolah swasta yang ditelusuri Batam Pos mengakui hingga saat ini masih kekurangan siswa. Peminat untuk sekolah swasta sangat rendah tiap tahunnya. Jika terpenuhi, kuota PPDB sekolah swasta baru bisa terisi setelah semua tahapan PPDB sekolah negeri ditutup.

Baca Juga: DPRD Batam Kritik Sistem Zonasi PPDB SMA: Pendaftar Overload, Daya Tampung Tak Seimbang

“Masih belum. Mungkin sebagian masih berharap ada kuota tambahan di sekolah negeri jadi banyak yang tidak lolos (PPDB sekolah negeri) tetap bertahan di sekolah negeri. Yang sudah daftar ke sekolah kami ini memang yang dari awal memutuskan masuk sekolah kami. Yang eliminasi dari sekolah negeri belum ada lagi,” kata Kepala Sekolah Yos Sudarso III Batam di Batuaji Marianus Sihotang. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

BP Batam Beri Kesempatan Warga Terdampak Pembangunan Rempang Eco-City Pilih Lokasi Hunian Baru Sesuai Site Plan

0

banonbatampos –  BP Batam memberikan kesempatan kepada warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City untuk memilih lokasi hunian atau rumah baru sesuai site plan.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen BP Batam dalam rangka pemenuhan hak-hak warga terdampak pengembangan Kawasan Rempang yang telah bergeser sejak bulan September 2023 lalu.

“Warga yang sejak awal bersedia untuk bergeser kami berikan kesempatan di awal untuk memilih rumah dan blok yang mereka inginkan sesuai dengan site plan. Harapannya, warga tersebut dapat menempati rumah baru yang saat ini dalam tahap pengerjaan,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Selasa (2/7/2024).

Ariastuty menjelaskan, BP Batam saat ini sedang menggesa pengerjaan 96 rumah baru yang berlokasi di Tanjung Banon.

Dimana, keseluruhan rumah tersebut akan berdiri di atas kaveling seluas 500 meter persegi dan memiliki tipe 45.

“Sesuai hasil rapat bersama Kementerian Investasi, target pengerjaan rumah ini bisa selesai pada bulan September nanti. Mohon doanya agar tidak ada kendala selama proses berlangsung,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan tahap pertama Rempang Eco-City akan memakai lahan seluas 2.370 hektare.

Di lahan tersebut, terdapat 961 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pembangunan proyek.

Untuk warga terdampak, BP Batam pun memberikan santunan berupa uang sewa rumah sebesar Rp 1,2 juta per KK sebelum hunian baru selesai.

Tidak hanya itu, BP Batam juga memberikan biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta per jiwa dan memfasilitasi pengangkutan orang dan barang-barang dari rumah asal ke hunian sementara.

“Sejauh ini kami optimis pengerjaan rumah baru untuk masyarakat dapat terselesaikan sesuai target. Kami pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung agar proyek strategis nasional ini bisa berjalan lancer dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah,” tutup Tuty. (*)

BP Batam Beri Kesempatan Warga Terdampak Pembangunan Rempang Eco-City Pilih Lokasi Hunian Baru Sesuai Site Plan

0

banonbatampos –  BP Batam memberikan kesempatan kepada warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City untuk memilih lokasi hunian atau rumah baru sesuai site plan.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen BP Batam dalam rangka pemenuhan hak-hak warga terdampak pengembangan Kawasan Rempang yang telah bergeser sejak bulan September 2023 lalu.

“Warga yang sejak awal bersedia untuk bergeser kami berikan kesempatan di awal untuk memilih rumah dan blok yang mereka inginkan sesuai dengan site plan. Harapannya, warga tersebut dapat menempati rumah baru yang saat ini dalam tahap pengerjaan,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Selasa (2/7/2024).

Ariastuty menjelaskan, BP Batam saat ini sedang menggesa pengerjaan 96 rumah baru yang berlokasi di Tanjung Banon.

Dimana, keseluruhan rumah tersebut akan berdiri di atas kaveling seluas 500 meter persegi dan memiliki tipe 45.

“Sesuai hasil rapat bersama Kementerian Investasi, target pengerjaan rumah ini bisa selesai pada bulan September nanti. Mohon doanya agar tidak ada kendala selama proses berlangsung,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan tahap pertama Rempang Eco-City akan memakai lahan seluas 2.370 hektare.

Di lahan tersebut, terdapat 961 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pembangunan proyek.

Untuk warga terdampak, BP Batam pun memberikan santunan berupa uang sewa rumah sebesar Rp 1,2 juta per KK sebelum hunian baru selesai.

Tidak hanya itu, BP Batam juga memberikan biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta per jiwa dan memfasilitasi pengangkutan orang dan barang-barang dari rumah asal ke hunian sementara.

“Sejauh ini kami optimis pengerjaan rumah baru untuk masyarakat dapat terselesaikan sesuai target. Kami pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung agar proyek strategis nasional ini bisa berjalan lancer dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah,” tutup Tuty. (*)

PN Batam Tidak Keluarkan Perinah Eksekusi Terdakwa,Sekarang Jaksa masih Mencari Mahmoud Abdelazis Mohammed

0
c64eceaf c115 479e ab27 3924ab03658b
Kapten Kapal MT Arman 114 Mahmoud Mohamed Abdelaziz Mohamed Hatiba saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos.

batampos– Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam telah menetapkan penundaan sidang putusan perkara lingkungan hidup yang menjerat Mahmoud Abdelazis Mohammed, Kapal MT Arman 114, Kamis (4/7). Namun hingga Selasa (2/7) jaksa belum mengetahui keberadaan atau posisi Mahmoud, yang sempat mangkir dalam sidang putusan minggu lalu.

Kasi Intel Kejari Batam, Tiyan Andesta mengakui pihaknya masih belum tahu keberadaan warna negara Mesir itu.

“Masih sedang kami cari,” ujar Tiyan, Selasa (2/7).

Menurut dia, pihaknya masih berusaha mencari keberadaan terdakwa di tempat-tempat yang pernah ditinggali terdakwa. Namun hasilnya masih nihil, belum ada informasi pasti.

“Kami sudah berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait, mempertanyakan keberadaan terdakwa, untuk bisa hadir dalam sidang putusan Kamis depan,” sebut Tiyan.

BACA JUGA: Kapten Kapal MT Arman 114 Menghilang, Imigrasi Batam Sebut Tak Ada Tanda Keluar Negeri

Ditegaskan Tiyan, hal yang memberatkan dalam perkara ini, karena majelis hakim PN Batam tidak mengeluarkan perintah untuk mengesekusi terdakwa. Padahal sudah jelas, terdakwa yang tidak ditahan tak memiliki itikad baik, dengan mangkir ke dipersidangan.

“Kami sudah meminta untuk mengesekusi terdakwa, namun ditolak hakim dengan pertimbangan pasal 154 ayat 2. Yakni hanya kembali memanggil terdakwa tanpa ditahan,” jelas Tiyan.

Meski begitu, pihaknya masih berharap terdakwa bisa hadir ke persidangan pada Kamis depan. Sehingga semua prosea hukum dapar berjalan dengan baik.

“Harapannya terdakwa dapat hadir di persidangan nanti. Jadi tidak mangkir lagi,” tegas Tiyan.

Sementara, penasehat hukum terdakwa Daniel Samosir, tak merespon konfirmasi terkait keberadaa terdakwa Mahmoud.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Batam gagal memutus perkara limbah atau lingkungan hidup dengan terdakwa Mahmoud Abdelazis Mohamed, Kamis (27/6). Alasannya, karena Kapten Kapal MT Arman 114 itu “menghilang” dan tidak diketahui keberadaanya oleh siapapun.

Bisik-bisik soal Mahmoud menghilang sudah mulai terdengar sejak Kamis pagi. Keberadaan Kapten Kapal itu sudah tak diketahui sejak 5 hari sebelumnya. Bahkan ada yang menduga, Mahmoud sudah meninggalkan Batam. Selama proses persidangan, Mahmoud memang tidak ditahan oleh majelis hakim PN Batam.

Banyak pihak yang ingin menyaksikan sidang putusan pidana MT Arman tersebut. Mulai dari pelaut , kelompok nelayan, kedutaan Iran ,pengusaha hingga puluhan media. Bahkan ada yang meduga, gelaran sidang itu akan batal digelar.

Namun sekitar pukul 16.56, majelis hakim yang diketuai Sapri Tarigan didampingi hakim Setyaningsih dan Douglas RP Napitupulu membuka sidang. Ruangan sidang pun seketika penuh oleh pengunjung. Di ruang sidang juga hadir dua JPU dan satu kuasa hukum terdakwa.

Usai sidang, penasehat hukum terdakwa, Daniel mengatakan terakhir kali bertemu kliennya saat sidang pembelaan. Ia pun tak tahu keberadaan terdakwa karena selama ini di Jakarta.

“Terakhir ketemu di PN Batam. Selama ini tak tahu juga alamat terdakwa, karena kami hanya bertemu dari kafe ke kafe. Tapi setahu saya dia tinggal di kawasan Harboubay,” dalih kuasa hukum Mahmoud.

Pada sidang sebelumnya, Mahmoud dituntut oleh jaksa dengan 7 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar, yang apabila tak dibayar maka diganti pidana 6 bulan. (*)

Reporter: Yashinta

TNI Minta Bukti Oknumnya Terlibat Judi dan Sebabkan Meninggalnya Rico

0
Foto Rico Sempurna Pasaribu yang diunggah akun Instagram @merindink yang dikutip ANTARA, Selasa (2/7/2024). ANTARA/HO-Tangkapan layar akun Instagram @merindink

batampos –  Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Kristomei Sianturi memberi kesempatan masyarakat untuk melaporkan atau memberikan bukti terkait adanya keterlibatan anggota TNI AD dalam kasus perjudian yang ditengarai menjadi penyebab tewasnya seorang wartawan bernama Rico Sempurna Pasaribu dan keluarganya dalam peristiwa kebakaran.

“Justru itu membantu tugas kami dalam penyelidikan masalah tersebut nantinya. Jika benar terbukti, pasti akan kita proses hukum sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku,” kata Kristomei saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurut Kristomei, isu perjudian yang dilakukan anak buahnya itu perlu dibuktikan agar informasi tersebut tidak menjadi rumor belaka. Informasi tersebut harus diluruskan akan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Jika ada beberapa pihak yang memberikan bukti kuat bahwa anggotanya terlibat perjudian serta menjadi dalang dari terbunuhnya Rico dan satu keluarga, maka pihak TNI AD siap untuk mengusut dan menindak tegas oknum tersebut.

“TNI AD selalu merespons indikasi indikasi yang dilaporkan dan mengecek kebenaran setiap informasi yang diberikan,” ujar Kristomei.

Sebelumnya berdasarkan informasi yang beredar di media massa, Rico merupakan seorang wartawan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang tewas mengenaskan setelah rumahnya yang berlokasi di Jalan Nabung Surbakti Ujung terbakar pada Kamis (27/6).

Tidak hanya Rico yang tewas, istri, anak hingga cucunya juga meninggal di dalam rumah yang terbakar tersebut.

Berdasarkan akun Instagram @merindink yang mengunggah informasi tersebut, dikatakan bahwa kebakaran tersebut berkaitan dengan kasus perjudian dan peredaran narkoba yang sedang diliputi Rico beberapa hari terakhir.

Aktivitas narkoba dan perjudian yang berlokasi di Jalan Bom Ginting, Lau Cimba, Kaban Jahe, Karo, Sumatera Utara diduga melibatkan oknum TNI AD. (*)

Sumber: Antara

Berangkat dari Jemaja Menuju Karimun, KM Bintang Jaya 9 Dikabarkan Hilang di Perairan Anambas

0
Ilustrasi gelombang menghantam haluan depan kapal. Foto : Screen Shoot video ABK MV Ocean Dragon 5

batampos – Satu unit kapal kargo dengan nama KM Bintang Jaya 9 yang berlayar dari Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas menuju Tanjung Balai Karimun yang seharusnya tiba di daerah tujuan pada Sabtu, (29/6) pukul 17.00 WIB, hingga kini belum tiba.

Kantor Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Natuna menerima informasi tersebut dari istri salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Jaya 9, Senin, (1/7) kemarin.

Kepala Basarnas Natuna, Abdurrahman melalui Kasub Seksi Operasi SAR, Budiman saat dikonfirmasi mengatakan setelah mendapatkan informasi dari keluarga korban, pihaknya langsung menelusuri.

“Setelah ditelusuri benar kapal tidak diketahui kabarnya, bahkan posisi terakhir belum diketahui,” ujar Budiman kepada batampos, Selasa, (2/7).

BACA JUGA: BMKG Ingatkan Warga Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Basarnas Natuna juga berkordinasi dengan Basarnas Tanjungpinang untuk upaya pencarian bersama. Mengingat, lokasi kejadian sangat jauh dari kantor Basarnas Natuna.

Selain itu, Basarnas Natuna juga berkordinasi dengan Pos TNI AL Jemaja, VTS Batam, KSOP Tanjungpinang dan Anambas serta BPBD Kepulauan Anambas.

“Korban ada 3 yaitu Syahbuddin sebagai Nakhoda, Firdaus sebagai Kepala Kamar Mesin dan Rino sebagai Kelasi,” terang Budiman.

Perlu diketahui, saat ini cuaca di Kepulauan Anambas sedang ekstrem. Kecepatan angin memcapai 2 hingga 15 knots dengan arah angin tenggara barat baya.

Kemudian, untuk gelombang dengan ketinggian 0,5 meter hingga 2,5 meter. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

1.204 Calon Siswa SMP Tidak Diterima Sekolah Negeri

0
PPDB SMP F Cecep Mulyana
Panitia PPDB SMPN 42 Batam membantu orangtua calon siswa yang terkendala pendaftaran PPDB secara online, Senin (24/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pengumuman hasil seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) Batam 2024 jenjang SMP sudah keluar. Hasilnya, ada 13.999 calon siswa yang mendaftar. Sebanyak 13.753 calon siswa lulus verifikasi dan hanya 12.206 siswa yang diterima. Sementara itu 1.204 calon siswa SMP di Kota Batam harus menelan kekecewaan setelah gagal diterima di sekolah negeri.

Sebagaimana diketahui rencana saya tampung SMP negeri di Batam tahun ini yakni 13.040 calon siswa dari 45 SMP negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu mengatakan, jumlah pendaftar yang melebihi kapasitas sekolah menjadi faktor utama banyaknya siswa yang tidak diterima. “Banyak sekolah yang penuh. Jadi ada sekitar 1.204 yang tidak diterima di sekolah negeri jenjang SMP di Batam,” kata Tri, Selasa (2/7).
Berdasarkan data yang disampaikan Tri, jumlah siswa yang paling banyak tidak diterima atau ditolak di SMP negeri ada di Kecamatan batu aji dengan 361 calon siswa, Kecamatan Sekupang 276 calon siswa dan Batam Kota 284 calon siswa.
Selanjutnya, Kecamatan Sagulung ada 153 siswa, Kecamatan Sungai Beduk 120 siswa, kecamatan Nongsa 97 siswa, lalu kecamatan Bengkong 70 siswa dan Lubuk baja 4 orang siswa.
“Ya,  paling banyak itu di Batuaji dan Sekupang,” tuturnya.
Sementara siswa yang diterima berjumlah, 12.206 siswa dengan rincian jalur Afirmasi 1.535 siswa, prestasi 1.610 siswa, perpindahan orang tua 44 siswa dan zonasi 9.017 siswa.
“Sehingga totalnya yang diterima ada 12.206 siswa,” kata dia.
Tri mengungkapkan, bahwa sejak pembukaan PPDB SMP sudah dimulai pada 20 Juni – 1 Juli 2024 sebanyak 13.999 peserta didik telah menyelesaikan berkas dan memilih sekolah melalui jalur afirmasi, perpindahan orang tua, dan zonasi.
Namun yang dinyatakan lengkap dan lulus verifikasi hanya 13.573 peserta didik. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Batam.
“Ada beberapa sekolah yang kuotanya tidak penuh. Jadi kami sarankan wali murid agar mengarahkan anaknya untuk masuk ke sekolah sesuai dengan pilihan kedua atau ke tiga,” kata dia.
Pihaknya berkomitmen untuk menampung peserta didik yang tidak diterima dengan menyesuaikan kuota yang masih tersisa di beberapa kecamatan. “Kita arahkan ke sekolah yang masih tersisa kuota. Untuk penambahan rombel memang kita ngak ada karena guru kita juga terbatas. Pilihan lain kalau tak masuk sekolah negeri ya silahkan cari sekolah swasta,” sambung Tri.
Dinas pendidikan juga membuka pengaduan bagi wali murid yang tidak terima dengan hasil PPDB janjang SMP di Batam. Posko pengaduan lewat akun PPDB yang sudah ada. Selain itu calon peserta didik juga bisa langsung datang ke sekolah.
“Kami buka posko pengaduan di sekolah, tapi belum tentu anaknya diterima di sekolah itu. Kecuali nanti ada yang calon siswa yang mengundurkan diri dan sebagainya” sambung Tri.
Tri mengimbau masyarakat bisa memahami keterbatasan daya tampung sekolah negeri dan menekankan bahwa sekolah swasta memiliki kualitas yang setara dengan sekolah negeri. “Terkait siswa tidak diterima ini kita juga masih menunggu kebijakan dari Wali Kota dan saya yakin kebijakan ini tentu akan berpihak pada masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi satuan Pendidikan di Kota Batam,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebanyak 628 calon siswa SD di Batam tidak lolos atau ditolak. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto menyebutkan, usai pengumuman pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) terdapat ratusan calon peserta didik baru yang tidak lolos atau ditolak dan belum mendapatkan sekolah hingga saat ini.
“Totalnya ada 628 siswa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Batam,” ujarnya, Kamis (20/6).
Tri menjelaskan, jumlah rencana daya tampung (RDT) pada dasarnya mencukupi jumlah pendaftar yang ada. Sehingganya PPDB tingkat SD negeri yang telah selesai digelar tidak terdapat kendala. Namun, dalam perjalanannya proses PPDB tingkat SD tersebut berjalan tidak merata dan menyebabkan beberapa sekolah di Batam mengalami kelebihan pendaftar.
“Perlu diketahui RDT kita di tahun ini sebanyak 12.528 siswa. Sementara yang mendaftar melalui aplikasi ppdbbatam.id itu sebanyak 12.349 siswa dan yang melengkapi berkas pendaftaran itu sebanyak 11.755 orang siswa,” ungkap Tri.
Peserta yang sudah melengkapi persyaratan dalam PPDB itu sudah dinyatakan lulus sebanyak 11.755 siswa. Namun kemudian setelah dilakukan seleksi yang dapat diterima hanya 11.127 siswa dan yang ditolak 628 siswa. “Sehingga kita masih ada sisa RDT Sebanyak 1.041 orang siswa lagi,” terang Tri.
“Orangtua calon peserta didik juga dinilai terlalu memaksakan kehendak agar anak mereka dapat masuk di sekolah tertentu. Padahal dalam aturannya, pelaksanaan PPDB ini akan melihat usia dan zonasi rumah calon siswa ke sekolah,” tuturnya.
Adapun calon peaerta didik yang paling banyak ditolak zonasi ini berada di kecamatan Bengkong sebanyak 181 siswa. Lalu diikuti kecamatan Batam Kota sebanyak 153 orang siswa. “Itu ditolak dalam artian tidak memenuhi persyaratan. Lalu muncul pertanyaan kok masih ada sisa RDT tapi ditolak, tentu karena lokasi sebaran zonasi sekolah berbeda-beda,” terangnya.
Ia mencontohkan, seperti di Batu Ampar hanya ada satu orang siswa yang tidak diterima di salah satu sekolah. Padahal disana masih ada daya tampung sekolah untuk 54 siswa lagi.
Terkait dengan solusi yang akan diambil, Tri meminta masyarakat yang anaknya tidak lolos PPDB di SD Negeri untuk mencari sekolah alternatif. Sebab kuota di sekolah negeri yang terbatas. Sementara jika dilakukan penambahan kuota terkendala di jumlah guru di sekolah negeri yang juga terbatas
“Kedua jika ada kebijakan pak Wali Kota kita akan menempatkan yang bersangkutan di sekolah yang terdekat yang masih cukup menyisakan RDT daya tampung,” ucapnya.
Adapun usia termuda di jalur afirmasi, zonasi dan perpindahan orang tua SD tahun ini adalah 5 tahun 7 bulan 14 hari. Sedangkan siswa usia tertua adalah 10 tahun 6 bulan 26 hari.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Sudirman Dianto mengatakan, pendidikan disamping tanggung jawab orang tua dari sisi kenegaraan juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Oleh sebab itu ia berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa mengakomodir semua aspirasi masyarakat Batam yang menginginkan agar anaknya bisa bersekolah di sekolah negeri.
“Kita berharap apa yang menjadi aspirasi para orang tua ini bisa diakomodir Disdik. Terkait bagaimana nanti penerimaan dan sebagainya itu kan bisa diatur dinas terkait,” ujarnya.
Apakah itu dengan menambah shift belajar bagi siswa SD dan SMP atau sebaganya kata Sudirman, tentu tak menjadi masalah asalkan solusi sementara tersebut dicarikan jalan dan alternatif lainnya seperti penambahan ruang kelas baru (RKB).
“Memang dari sisi kualitas itu tentu mengurangi kualitas (double shift). Namun kan ini solusi sementara sambari dinas membangun RKB di tiap sekolah yang menerapkan double shift ini. Saya pikir hal tersebut sah-sah sah,” ujarnya.
Sudirman juga melihat di Batam sampai saat ini belum ada sekolah yang melaksanakan pembelajaran di sekolah lain atau menumpang di sekolah lain. Selain itu sejauh ini untuk SD dan SMP juga belum ada yang melaksanakan pembelajaran online.
“Artinya masih memungkinkan untuk double shift ini sehingga disisi lain kita bisa mengakomodir keinginan orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri,” tambahnya.
“Yang paling penting itu tidak ada anak Batam yang tidak bersekolah karena tak diterima di sekolah negeri, ” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra