Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3407

Epson Indonesia Tanamkan Semangat Berbagi

0
epson
Penyerahan hewan kurban oleh PT Epson Indonesia kepada warga.
F. EPSON UNTUK BATAM POS

batampos – Epson Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap masya­rakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1445 H. Dalam semangat berbagi dan kepedulian sosial, Epson Indonesia melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan serta lingkungan sekitar.

Dalam program CSR Iduladha kali ini, Epson Indonesia menyalurkan sejumlah hewan kurban berupa sapi dan kambing kepada beberapa yayasan, panti asuhan, dan masyarakat kurang mampu di wilayah Jabodetabek.

Proses penyaluran hewan kurban dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, demi menjaga kesehatan dan keselamatan semua pihak yang terlibat.

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung tradisi keagamaan dan memperkuat ikatan sosial, Epson Indonesia telah menyumbangkan total 10 ekor hewan kurban untuk masyarakat yang membutuhkan. Kesepuluh hewan tersebut terdiri dari 6 ekor sapi/lembu dan 4 ekor kambing, yang disalurkan ke beberapa kota besar di Indonesia.

Proses penyembelihan dilakukan secara serentak di Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, dengan partisipasi aktif dari perwakilan Epson Indonesia dan masyarakat setempat. Hal ini tidak hanya menjadi wujud nyata kepedulian Epson Indonesia terhadap kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

”Kami di Epson Indonesia merasa sangat bersyukur dapat berbagi kebahagiaan dan memperkuat ikatan sosial melalui program CSR Iduladha ini,” ujar E. Heriyanti Hastuti selaku Head of Human Resource, General Affairs & Facility Management Epson Indonesia

”Semoga kontribusi ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.” tambahnya

Program CSR Iduladha ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan Epson Indonesia untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Epson Indonesia akan terus berupaya menciptakan program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Epson Indonesia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini, serta berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (*)

Warganet Ramai-Ramai Ganti Nama di Desa Sukolilo Jadi Kampung Maling, Bupati Angkat Bicara

0
Warga Sukolilo, Pati saat terekam membantai tiga pengusaha rental mobil yang tak bersalah.

batampos – Desa Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sedang menjadi sorotan. Itu setelah kejadian seorang pemilik rental mobil yang dikeroyok warga pada Kamis (6/6).

Diketahui ternyata daerah tersebut banyak dihindari pemilik rental dan pihak leasing. Saat netizen melihat lokasi melalui google maps banyak kendaraan tidak ada identitas motor seperti pelat. Sekitar 33 motor dan 6 mobil diamankan polisi saat melakukan sweeping di daerah tersebut.

Setelah melihat kejadian tersebut netizen pun geram atas kampung tersebut yang dianggap penadah barang ilegal seperti motor curian. Akibatnya warganet beramai-ramai mengganti nama di Maps menjadi Kecamatan Sukomaling Mobil, sarang bandit, Desa Iblis.

Hingga saat ini, jika dicari di maps, Desa Sukolilo akan banyak tempat yang diganti menjadi sindiran dari warganet. Banyak netizen yang geram atas sumber daya manusia di desa tersebut yang dianggap sangat rendah.

Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro pun angkat bicara atas julukan yang diberikan untuk Desa Sukolilo.

”Sarang bandit tentu kondisi ini kami ikut prihatin, tetapi tidak demikian kondisi yang sebenarnya kondisi semuanya baik-baik saja,” ujar Henggar Budi Anggoro.

”Saat ini seluruh elemen masyarakat entah tokoh agama, tokoh masyarakat, di Kabupaten Pati, kita selalu memberikan komunikasi dan berkoordinasi agar bisa memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat, sehingga jangan sampai masalah seperti itu terjadi kembali,” tambah dia.

Dari kejadian tersebut banyak komentar yang menceritakan kejadian serupa dialami jika merentalkan kendaraan ke orang Pati. Hal itu membuat banyak orang berharap mem-blacklist orang Pati di dunia kerja maupun di kehidupan sosial misalnya transaksi rental.

Henggar menyebutkan, wilayah Sukolilo perbukitan sehingga banyak warga asli yang merantau. Selama ini, tidak pernah adalah masalah.

Warganet yang memberikan komentar atas pernyataan tersebut.

”Pj Bupati pembela maling, tuh buktinya ada razia di Sukolilo dan berhasil mendapatkan motor dan mobil yang surat-suratnya tidak lengkap,” tutur @/aafhit1.

”Dari kemarin Pj bupati dan camat Pati sibuk klarifikasi dan bilang di wilayahnya tidak ada warganya yang menjadi penadah mobil bodong dan ternyata Polda Jateng melakukan razia menemukan puluhan motor dan enam mobil di wilayah itu, ayo klarifikasi pak,” tulis @/yos_tri.

”Sangat disayangkan pak rekan kami meninggal dengan mengenaskan di sana semoga kejadian ini yang terakhir ya pak,” komentar @/funoutdoorr.

Hal itu pun dibalas Pj Bupati. ”Nderek belasungkawa, atas nama pemerintah daerah kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang di luar kendali kami, nuwuni,” tulis Pj bupati. (*)

 

 

VoA Gratis Jadi Kunci Tercapainya Target 3 Juta Wisman ke Kepri

0
Wisatawan 3 F Cecep Mulyana scaled
Sejumlah wisatawan asyik menikmati suasana pantai kawasan Wisata Pulau Nirup di berada di Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (8/7). kehadiran destinasi wisata baru ini bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Batam. Baik wisatawan domestik atau Nusantara maupun wisatawan mancanegara (wisman). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pelaku usaha perjalanan wisata menanti kebijakan Visa on Arrival (VoA) gratis. Relaksasi kebijakan visa khusus atau short term visa ini diyakini jadi kunci tercapainya target 3 juta kunjungan wisman ke Kepri.

Sambutan hangat disampaikan oleh pengamat pariwisata Kepri, Mulyadi Tan. Ia sangat menyetujui kebijakan itu, apalagi jika VoA digratiskan.

“Saya setuju VoA digratiskan. Kebijakan khusus ini sudah lama kita dengar dari pusat, cuma sampai sekarang belum ada kabar gembira. Jadi statusnya hanya menunggu. Saya bosan juga menunggu, hanya angin segar saja dari tahun ke tahun,” kata dia, Selasa (18/6).

Informasi yang ia dapat, persoalan itu hanya tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Ia harap, kebijakan itu segera terealisasi agar target kunjungan 3 juta wisatawan mancanegara (wisman) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, dapat terwujud.

Baca Juga: Bebas Visa untuk 10 Negara ASEAN

Sebagai pelaku pariwisata, dirinya sangat setuju VoA gratis. Efeknya sangat luar biasa buat industri wisata. Ia bahkan berani menjamin apa yang ditargetkan oleh Kemenparekraf RI mudah saja tercapai.

“Saya berani jamin, kalau gratis (VoA), angka 3 juta itu gampang lah. Kalau hitungan bisnis simpel aja, kita ingin dapat income lebih banyak harus dikasi kemudahan dulu. Impaknya ke kemajuan pariwisata, meliputi UMKM, hotel, transportasi, hiburan, restoran dan lain-lain,” kata pria yang akrab disapa Ahi itu.

Ia mencontohkan negara dengan perkembangan pariwisata yang terbilang pesat seperti Thailand. Di sana, pemerintah memberi kemudahan bagi wisman. Dari situ, semuanya nanti akan terkena dampak positifnya.

“Pebisnis itu enggak melihat uang di depan dulu. Kita ingin orang datang ke negara kita. Negara maju di bidang pariwisata mana ada begitu. Biaya VoA di kita, yang Rp500 ribu itu, bisa dipakai untuk yang lain, makan bahkan bisa 2 sampai 3 hari. Kan, itu lumayan,” katanya.

Kemungkinan lain seperti terbukanya lapangan pekerjaan, pendapatan daerah dari pajak naik, pun pasti terjadi. Dia menginginkan pemerintah memikirkan sisi jangka panjang, bukan malah sebaliknya.

Baca Juga: Wisata Alam Lembah Pelangi Ramai Dikunjungi Saat Libur Hari Raya

Ahi menyebut, bahwa tantangan untuk memajukan dunia pariwisata di Kepri, khususnya Batam, memang terbilang berat, ditambah lagi faktor polemik tarif tiket. Meski demikian, jika semua elemen bersinergi, maka apa yang menjadi kekhawatiran bukanlah sebuah kesulitan.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua DPD Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Batam, Andi Xie. Jika pemerintah bisa menggratiskan VoA, turis akan senang berkunjung ke Batam.

Selain itu, dukungan dari pihak lain, seperti agen pelayaran juga sangat dibutuhkan. Semua lini diharapkan bisa saling bergandeng tangan, menciptakan dunia pariwisata semakin gemilang.

“Pastinya kita berharap VoA gratis, kedatangan turis meningkat. Apalagi ditambah dengan support agen pelayaran feri untuk menurunkan harga tiket, itu akan lebih baik. Jadi, untuk target 3 juta wisman masuk ke Kepri, saya optimistis bakal terealisasi,” katanya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota pada Musim Haji Tahun 2025

0
Umat Islam dari berbagai negara berdoa menjelang pelaksanaan wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Makkah, Sabtu (15/6). (MEDIA CENTER HAJI)

batampos – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Indonesia mendapat kuota 221.000 orang pada operasional haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Hal itu diumumkan dalam tasyakuran penutupan penyelenggaraan ibadah haji 1445 H.

Acara diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Makkah. Hadir para pimpinan delegasi haji dari berbagai negara.

”Saya mendapat informasi dari Wakil Kementerian Bidang Urusan Haji ‘Ayed Al Ghuwainim, dan sesuai surat yang saya terima, Indonesia mendapat 221.000 kuota haji 1446 H/2025 M,” ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas seperti dilansir dari Antara di Makkah, Rabu (19/6).

Kemenag mengapresiasi langkah Kementerian Haji Saudi yang kembali mengumumkan kuota lebih awal. Sehingga proses persiapan penyelenggaraan haji juga bisa dilakukan lebih cepat.

”Apresiasi juga atas ketegasan otoritas Saudi dalam menerapkan aturan terkait visa haji dan visa non haji,” tutur Yaqut Cholil Qoumas.

Yaqut menilai, penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M berjalan sukses. Ada sejumlah indikator. Pertama, pelayanan jamaah pada fase kedatangan berjalan lancar. Kuota jamaah haji reguler sebanyak 213.320 orang terserap optimal, hanya menyisakan 45 orang yang tidak bisa digantikan karena proses visa sudah ditutup.

”Ini angka kuota tidak terserap yang terkecil dalam lebih 10 tahun penyelenggaraan ibadah haji,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Kedua, menurut dia, proses pelayanan jamaah pada fase kedatangan juga berjalan lancar. Baik di Madinah maupun Makkah. Jamaah bisa mendapatkan layanan katering, transportasi, akomodasi, termasuk perlindungan jamaah, dan bimbingan ibadah.

”Indonesia adalah pengirim jamaah haji terbesar di dunia. Ini jelas bukan tugas mudah. Layanan fast track untuk kali pertama di tiga embarkasi, Jakarta, Solo, dan Surabaya juga berjalan lancar,” papar Yaqut Cholil Qoumas.

Di samping itu, layanan katering bahkan bisa tetap diberikan hingga jelang puncak haji. Indikator kesuksesan ketiga, kata Yaqut, proses puncak haji berjalan lancar. Ikhtiar mitigasi yang dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama otoritas Saudi berhasil memperlancar proses pergerakan jamaah dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina.

”Skema murur atau melintas di Muzdalifah banyak mendapat apresiasi. Jamaah bisa diberangkatkan lebih awal, pukul 07.37 waktu Saudi sudah tidak ada di Muzdalifah. Ini patut disyukuri,” ucap Yaqut.

Perihal beberapa dinamika di Mina, kata dia, akan menjadi bagian yang akan dievaluasi. Wilayah Mina jelas batasannya dan sangat terbatas. Dengan kuota 213.320 orang, ruang yang tersedia kurang dari 0,8 meter persegi per orang.

”Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan. Sehingga, menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan,” kata Yaqut. (*)

Wisata Alam Lembah Pelangi Ramai Dikunjungi Saat Libur Hari Raya

0
IMG 20240414 WA0085 e1718760320671
Pengunjung menikmati sejuknya air kolam renang di Wisata Alam Lembah Pelangi yang berlokasi di Kecamatan Sekupang, Batam. F.Rengga Yuliandra

batampos – Wisata Alam Lembah Pelangi yang berlokasi di Kecamatan Sekupang, Batam, menjadi salah satu pilihan warga Batam untuk menghabiskan libur Idul Adha 1445 Hijriah bersama keluarga. Tempat wisata ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan beragam aktivitas menarik.

Wisatawan dapat menikmati kegiatan seperti hunting foto, piknik, berenang di kolam renang anak hingga kemping.

Lembah Pelangi punya konsep wisata hutan belantara dengan nuansa pohon dan kontur tanah yang terjal berbukit. Tak kalah menarik, di lokasi ada kolam renang, dimana sumber mata air dari dalam hutan dimanfaatkan untuk mengisi kolam renang.

Air yang segar dikeliling hutan belantara menjadi daya tarik kolam renang tersebut. Bahkan, air di kolam renang tersebut terasa dingin dikulit. Airnya juga terlihat bersih. Apalagi saat diterpa sinar matahari, maka akan terlihat silau. Air kolam renang tanpa campuran obat kaporit. Sehingga lebih alami.

Baca Juga: Sekolah Siap Jalankan SPP Gratis SMA dan SMK Mulai Tahun Ajaran Baru

Pantauan Batam Pos di Lembah Pelangi, sejumlah pengunjung telah ramai mendatangi kawasan hutan wisata ini sejak pagi hari. Banyak dari mereka adalah keluarga yang sengaja datang untuk berenang, piknik dan juga berfoto bersama keluarga.

“Hampir tiap weekend, kalau gak ke pantai liburnya ke Lembah Pelangi ini,” ujar Dede, warga Tiban Sekupang, Selasa (18/6).

Ia menjelaskan, Lembah Pelangi menjadi daya tarik karena selain memiliki pemandangan alamnya yang asri dan hijau, kawasan wisata hutan ini juga dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun. Tempat ini memberikan nuansa sejuk dan menyegarkan bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari

“Cocok untuk berfoto bersama keluarga,” kata dia.

Heni pengunjung lain mengaku, selalu mengunjungi Lembah Pelangi setiap kali ada libur panjang. Sebab arena selain dekat, tempat ini menawarkan pengalaman yang menyenangkan.

“Kebetulan anak-anak juga senang berenang,” ujarnya.

Baca Juga: Anggaran Terbatas, DBM-SDA Batam Fokus Pelebaran Jalan dan Pemeliharaan Berkala

Pengelola kawasan wisata Lembah Pelangi Sekupang, Lubis mengaku,Lembah Pelangi dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, dengan tiket masuk Rp 10.000 per orang.

“Tempat ini cocok untuk keluarga, menawarkan suasana alam yang asri dengan sejumlah fasilitas yang memadai​,” ujarnya.

Selain itu di sini menyediakan sejumlah spot foto yang banyak. Jika berkunjung ke wisata ini, pengunjung rasanya ingin berlama lama di lokasi lantaran suguhan udara yang segar dan rasa sejuk dikelilingi pohon rindang. Tak sampai di situ saja lokasi ini juga layak dijadikan tempat berolahraga pendakian.

“Di sini, pengunjung juga diperbolehkan membawa paket makanan. Termasuk kompor dan hingga bekal nasi. Petugas menyediakan beberapa fasilitas, saat pengunjung ingin melaksanakan BBQ dan acara termasuk tenda, kursi,” ujarnya.

Sementara itu untuk paket kemping ditawarkan Rp 30 per orang. Ada banyak fasilitas yang diberikan seperti air, listrik, kayu untuk api unggun dan juga tenda-tenda kemping. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Penggunaan Karcis Parkir di Kota Tanjungpinang Sangat Minim

0
Petugas parkir menata kendaraan milik pengendara di Batu 7 belum lama ini. f.peri

batampos-Kepatuhan juru parkir (Jukir) di Kota Tanjungpinang dalam menggunakan karcis saat memungut biaya parkir kepada pengendara sudah sangat minim dan kerap dikeluhkan masyarakat.

Pantauan Batam Pos, di beberapa titik parkir di Tanjungpinang seperti di pasar, rumah makan, ataupun lokasi lain yang telah dijaga jukir banyak yang tidak menyerahkan karcisnya kepada pengendara.

Selain tidak menyerahkan karcis saat memungut biaya parkir, keluhan masyarakat lainnya adalah petugas yang bekerja dengan dinas perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang itu juga sering tidak mengatur kendaraan yang parkir di tempat penjagaanya.

Tidak jarang, petugas jukir hanya muncul ketika pemilik kendaraan akan pergi meninggalkan lokasi parkir tersebut.

“Sekarang mana ada lagi parkir yang ngasih karcis ke kita, mereka datang dan pungut biaya parkirnya aja. Karcisnya nggak dikasih. Padahal di rompinya sudah ditulis harus menyerahkan karcis,” kata Warga Tanjungpinang Barat, Idam, Selasa (18/6).

Menurutnya, jika tidak ada ketegasan dari Dishub Tanjungpinang kepada jukirnya dalam menggunakan karcis itu, tentu sangat berpotensi dimanipulasi dan berpengaruh terhadap setoran ke kas daerah.

“Kalau nggak pakai karcis pendapatanya mudah dimainkan, dapatnya banyak setoranya dikit,” ujarnya.

Warga lain, Rahmad, juga menyampaikan hal serupa bahwa di Tanjungpinang saat ini sangat jarang ditemukan jukir yang menyerahkan karcis kepada pengendara.

Jukir hanya mendatangi pemilik kendaraan untuk meminta biaya parkir tanpa dibarengi karcis resmi yang mestinya juga diberikan.

“Saya sudah lama nggak dikasih karcis oleh petugas parkir, harusnya pihak dishub tegas kepada anggotanya untuk menyerahkan karcis tanpa diminta pengendara,” ujarnya.

BACA JUGA: Polisi Ringkus Kurir Sabu usai Mengantar Paket Sabu di Lokasi Parkiran Lapas

Menurutnya, jika jukir tidak patuh menggunakan karcis target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir juga akan sulit tercapai.

“Gimana mau tercapai targetnya, kalau penggunaan karcisnya nggak tertib, banyak masuk kocek duitnya,” ungkap Rahmad.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran Dishub Tanjungpinang, Agus Mukti Wibowo, mengatakan terkait jukir sudah dibekali sebelum menjadi petugas yaitu untuk memberikan karcis kepada masyarakat yang menggunakan jasa parkiran.

“Seperti di rompi yang di gunakan juru parkir jelas tertulis tanpa karcis parkir gratis, maka apabila juru parkir tidak memberi karcis, maka parkir gratis,” terangnya.

Namun demikian, lanjut Agus pihaknya banyak menemukan masyarakat yang menolak diberi karcis oleh jukir.

“Banyak juga kami temui bahwa masyarakat yang diberi karcis oleh juru parkir menolak dengan alasan bikin semak kendaraannya,” tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan

Kasus Uang Palsu Rp 22 M, Polisi Temukan Alat Pembuatnya

0
Ilustrasi uang palsu.

batampos – Polda Metro Jaya masih mengembangkan kasus pembuatan uang palsu senilai Rp 22 miliar. Penyidikan lebih lanjut mengarahkan penyidik ke Sukabumi, Jawa Barat. Di sana penyidik menemukan alat pembuat uang palsu yang digunakan para pelaku.

“Tidak ada (uang palsu di Sukabumi), dari Sukabumi berupa peralatan untuk pembuatannya,” kata Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hadi Kristanto kepada wartawan, Selasa (18/6).

Meski begitu, Hadi belum banyak berkata mengenai kasus ini. Petugas masih berada di Sukabumi untuk proses penyidikan.

“Nanti akan disampaikan apabila sudah lengkap semua, sekarang masih proses pemeriksaan dan pengangkutan barang bukti dari Sukabumi,” jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran uang palsu. Tak tanggung-tanggung, uang palsu yang disita senilai Rp 22 miliar.

“Barang bukti ada Rp 22 M uang palsu siap edar,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (18/6).

Selain uang palsu miliran rupiah, polisi menyita satu mesin penghitung, satu mesin pemotong uang, satu mesin GTO atau mesin percetakan, dan beberapa tinta warna.

Ade mengatakan, ada tiga orang dicokok dalam kasus ini ini. Ketiganya adalah M, YA, dan FF. Mereka memiliki peran berda-beda.

Penangkapan kepada para pelaku dilakukan di Jalan Srengseng Raya Nomor 3 RT1 RW8, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Adapun uang palsu ini rencananya akan disebar untuk Idul Adha.

Para pelaku dikenakan Pasal 244 dan 245 KUHP. Mereka terancam pidana maksimal maksimal 12 tahun penjara. (*)

Derita Warga Nagoya, Aliran Air Selalu Terhenti Siang Hari

0
keran air terganggu
Ilustrasi.

batampos – Aliran air bersih di kawasan Nagoya, Kecamatan Lubukbaja selalu terganggu. Dalam beberapa bulan ini, air kerap mati dan menyala dengan aliran kecil.

“Setiap siang itu sering mati, dan malam ngalir kecil,” ujar Wanda, warga Green Garden, Nagoya.

Ia mengaku kawasan kediamannya tersebut sempat sepekan tidak dialiri air bersih. Sehingga, warga sekitar menggunakan air galon untuk mandi.

“Kemarin ini ada pipa yang bocor, sampai sepekan tidak ada nyala,” katanya.

Hal senada dikatakan Reza, warga Seraya. Ia mengaku aliran air di kawasan tersebut juga kerap mati.

“Alasannya selalu pipa bocor. Sampai kapan seperti ini,” katanya.

Menurut dia, Kota Batam sudah tak seharusnya mengalami kematian air. Sebab, permasalahannya selalu kebocoran pipa.

“Kalaupun ada kebocoran cepat diatasi. Kan kita bayar, bukan gratis,” keluhnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Jamaah Haji Mulai Tinggalkan Mina Usai Lontar Jumrah dan Nafar Awal

0
Rombongan jamaah embarkasi Surabaya asal Bojonegoro melaksanakan prosesi lempar jumrah hari kedua di jamarat, Mina, kemarin (17/6) seusai salat Subuh. (ARIS IMAM MASYHUDI/JAWA POS)

batampos – Memasuki hari ketiga jamaah haji berada di Mina, jamaah haji kembali melakukan lontar jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah. Kegiatan ini dijalankan sesuai jadwal lontar jumrah yang telah ditetapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

PPIH kembali mengingatkan jamaah haji agar mematuhi jadwal dan jalur melontar jumrah yang telah ditetapkan sesuai kloternya masing-masing. Hindari melontar jumrah pada saat cuaca panas yang berlebih dan terlebih dalam kondisi berdesak-desakan.

Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda mengatakan, bagi jamaah haji yang mengambil pilihan Nafar Awal diperbolehkan untuk meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah.

“Sedangkan jamaah haji yang mengambil pilihan Nafar Tsani dapat meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah,” kata Widi, Rabu (19/6).

“Keberangkatan dari Mina menuju hotel di Makkah mulai dari pagi hari hingga selesai. Bus akan menjemput jamaah di sekitar tenda Mina. Lalu mengantar jamaah ke hotel masing-masing di Makkah,” sambungnya.

Widi berpesan, jamaah agar tetap berkelompok saat berjalan menuju jamarat dan saat melontar jumrah. “Jangan memisahkan diri. Jangan sungkan untuk meminta bantuan petugas yang berada di setiap titik di jalur menuju jamarat bila menemui hambatan dan kesulitan. Bekali diri dengan air putih untuk menjaga kebugaran tubuh dan mencegah dehidrasi,” jelasnya.

Dia mengimbau jamaah lanjut usia dan kategori risiko kesehatan tinggi agar mewakilkan lontar jumrahnya kepada keluarga atau sesama jamaah atau petugas yang telah melaksanakan lontar jumrah.

“PPIH berharap jamaah agar mengutamakan keselamatan serta kesehatan. Sehingga pelaksanaan lontar jumrah sebagai bagian wajib haji dapat terlaksana dengan aman dan lancar,” ucap Widi.

Pada saat meninggalkan Mina, kata Widi, jamaah haji seyogyanya terus bersyukur kepada Allah atas segala rahmat yang telah diterima. Sehingga dapat menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya dengan sempurna.

Baca Juga: Alasan Dini Hari Jadi Waktu Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Lempar Jumrah

“Selanjutnya, setelah beristirahat cukup di hotel, jamaah dapat melaksanakan tawaf Ifadhah di Masjidil Haram,” pungkasnya. (*)

Atasi Penumpukan Sampah Usai Hari Raya Idul Adha, Armada Sampah Bekerja Maksimal Seharian

0
Pengangkutan Sampah Dalil Harhaap 3 scaled e1697018848618
Ilustrasi: Truk sampah mengangkut sampah di TPS di Sagulung, Rabu (11/10). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Persoalan sampah yang tak kunjung selesai jadi fokus perhatian satgas penanganan sampah kecamatan di Kota Batam. Satgas akan kembali memaksimalkan pengangkutan sampah pasca hari raya Idul Adha ini untuk mengurangi penumpukan sampah di depan rumah.

Begitu juga sampah yang masih menumpuk di pinggir jalan juga akan dibersihkan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan armada dan petugas yang ada.

Satgas penanganan sampah Kecamatan Sagulung misalkan, seharian kemarin, Selasa, (18/6), bekerja maksimal sepanjang hari untuk membereskan sampah di pemukiman warga usai hari raya Idul Adha. Belasan armada dengan kekuatan penuh keliling pemukiman warga sepanjang pagi hingga siang kemarin. Begitu juga dengan tumpukan sampah di pinggir jalan mulai dibersihkan secara perlahan.

“Hari ini semua masuk untuk bereskan sampah. Masih fokus dari dalam pemukiman karena cukup banyak sampah hari raya kemarin. Semoga terkejar dalam dua hari kedepan,” kata Yandi, petugas pengangkut sampah di Kelurahan Seibinti, Kecamatan Sagulung, Selasa (18/6).

Baca Juga: Jukir Tanpa Seragam dan Karcis Masih Banyak di Batuaji dan Sagulung

Pantauan Batam Pos di lapangan, memang terlihat cukup sibuk petugas dan armada pengangkut sampah sepanjang hari kemarin. Namun demikian penumpukan sampah di pinggir jalan yang selama ini bermasalah belum teratasi.

Pinggir jalan menuju Kaveling Baru Sagulung dan jalan Trans Barelang Tembesi misalkan masih sama seperti sehari sebelumnya. Tumpukan sampah bahkan semakin meluber ke pinggir ke ruas jalan.

Camat Sagulung M Hafiz Rozie mengakui masih banyak penumpukan sampah di pinggir jalan yang bukan merupakan TPS resmi. Itu terjadi karena kebiasaan warga yang menenteng sampah rumah tangga dan buang begitu saja di pinggir jalan.

“Itulah yang terjadi. Kita sudah maksimalkan pengangkutan di dalam pemukiman tapi masih juga buang ke pinggir jalan,” kata Hafiz.

Baca Juga: Realisasi Pajak PBB-P2 Batam Tercapai 44 Persen

Untuk perilaku yang kurang bagus ini, pihak kecamatan juga memberikan perhatian yang lebih yakni dengan membentuk Satgas Pengawasan Pembuang Sampah di pinggir jalan. Satgas ini akan mengawasi perilaku buang sampah sembarangan tadi. Jika ada yang kedapatan akan dikenakan sanksi sesuai Perda yang ada berupa denda Rp 2,5 juta.

“Ada beberapa yang sudah kita berikan sanksi perda tersebut. Ini akan kita maksimalkan lagi. Siapa saja yang kedapatan buang sampah ke pinggir jalan akan ditindak tegas, ” kata Hafiz.

Tindakan tegas dari pihak kecamatan ini tidak lain agar, masyarakat tak lagi buang sampah ke pinggir jalan.

“Taruh saja di tong sampah atau kantong sampah depan rumah. Petugas pasti datang angkut,” ujar Hafiz. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara