ILUSTRASI. Tersangka kasus pembunuhan berantai Bekasi-Cianjur, Wowon Erawan alias Aki ternyata doyan menikah. Dia diketahui memiliki 6 istri. (Dok JawaPos)
batampos – Seorang anak kandung berinisial Y, 35, secara sadis membunuh ayah kandungnya, Mustari, 60, sendiri di Kampung Kedaung Rajeg, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (16/5), sekira pukul 04.30 WIB.
Korban meninggal akibat mengalami luka di bagian kepala akibat dipukul menggunakan benda tumpul (paving block). “Iya, benar, korban ditemukan keluarga bersimbah darah di dalam rumahnya, dengan kondisi tidak bernyawa,” kata Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Aryono, Sabtu (18/5).
Diduga pelaku menghabisi nyawa orang tua kandungnya pada Kamis dini hari saat tertidur pulas. Menurut Aryono, pelaku Y tersebut sedang mengalami gangguan jiwa berdasarkan keterangan pihak keluarga.
“Berdasarkan rekam medis rumah sakit jiwa Dr Soeharto didapatkan, pelaku tersebut sedang rawat jalan karena mengalami gangguan kejiwaan,” terangnya.
Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Sepatan mendapatkan laporan masyarakat langsung mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah tempat kejadian.
“Untuk motifnya sedang kami dalami, pelaku saat ini sudah diamankan di Kantor Polres Metro Tangerang Kota untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan. Sementara untuk jenazah korban dibawa ke rumah sakit umum Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi,” pungkas Aryono. (*)
Pesepak bola Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Vietnam pada laga lanjutan grup F babak kualifikasi Piala dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (21/3/2024). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
batampos – Belakangan ini, harga tiket pertandingan Timnas Indonesia menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Mayoritas netizen mempertanyakan alasan mengapa harga tiket bisa melonjak dua kali lipat dari sebelumnya.
Salah satu podcaster dan pengamat sepak bola, Dex Glenniza, turut membahas isu ini dalam unggahannya di media sosial X, dengan menguraikan berbagai faktor yang menyebabkan kenaikan harga tiket dan dampaknya bagi para penonton.
Dalam unggahannya, Dex Glenniza mencatat bahwa harga tiket pertandingan Timnas Indonesia kali ini lebih tinggi dibandingkan harga tiket pada FIFA matchday terakhir yang berkisar antara Rp100.000 hingga Rp750.000.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita bulanan non-makanan di Jakarta sebesar Rp1.572.026 menurut BPS 2022, kenaikan harga tiket ini terasa signifikan.
Namun, Dex menjelaskan ada formula yang digunakan untuk menentukan harga tiket, termasuk kenaikan harga sewa stadion, jasa keamanan, penurunan dukungan sponsor, dan biaya merchandise. Semua faktor ini bisa mempengaruhi keputusan untuk menaikkan harga tiket.
Penelitian dari University of Lausanne dan University of Liverpool pada 2022 menunjukkan bahwa harga tiket sepak bola bisa dipengaruhi oleh variabel non-ekonomi seperti status lawan (misalnya dalam pertandingan derby), performa tim yang sedang bagus (biasanya hanya mempengaruhi harga tiket termahal), dan sejarah pemanfaatan kapasitas stadion (misalnya jika dalam pertandingan sebelumnya stadion tidak penuh).
Dex Glenniza juga menekankan bahwa klub atau organisasi, dalam hal ini PSSI, menentukan harga tiket berdasarkan kemampuan dan kemauan pasar untuk membayar lebih tinggi.
Harga tiket seringkali mencerminkan tingkat kemakmuran daerah atau negara. Namun, ia mencatat bahwa kenaikan harga tiket biasanya diterapkan terutama pada kategori tiket termahal, seperti VIP atau VVIP.
Selanjutnya podcaster tersebut juga mengingatkan bahwa harga tiket bisa naik secara signifikan, namun umumnya hal ini terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang, sekitar 6-7 tahun, bukan dalam 2-3 bulan.
Kenaikan harga yang cepat seperti ini, menurutnya, belum dijelaskan secara memadai oleh pihak terkait.
Meskipun begitu, Dex memahami bahwa PSSI berhak menentukan harga tiket, dengan atau tanpa mempertimbangkan harga sebelumnya.
Mengingat animo dan performa Timnas Indonesia yang sedang tinggi, Dex memprediksi tiket tetap akan terjual, baik melalui pembelian langsung oleh penggemar atau pembelian oleh pihak lain untuk kemudian dibagikan.
Namun, ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa kenaikan harga tiket lebih dari 100% dalam waktu singkat dan tanpa penjelasan yang jelas dapat mempengaruhi atmosfer pertandingan.
Di Indonesia, sepak bola masih menjadi alat perjuangan bagi banyak orang yang daya belinya tidak tinggi. Suara-suara paling lantang dan semangat terbaik biasanya hadir dari tribun dengan harga tiket yang lebih terjangkau.
Sebagai penutup, Dex membandingkan situasi ini dengan pengalaman Arsenal di Inggris, di mana harga tiket yang mahal berkontribusi besar terhadap pendapatan klub tetapi juga meminggirkan penggemar lokal yang setia.
Ia menekankan pentingnya memahami berbagai faktor yang mempengaruhi harga tiket dan dampaknya terhadap para penggemar.
Dengan kenaikan harga tiket yang signifikan ini, diharapkan PSSI dapat memberikan penjelasan yang transparan agar para penggemar dapat memahami alasan di balik keputusan tersebut dan tetap mendukung Timnas Indonesia dengan semangat yang sama. (*)
Kandang sapi di Km 6 Tanjungpinang sudah menyediakan kambing kurban.
batampos– Waktu menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024 tinggal satu bulan. Namun, sampai dengan Jumat (17/5) belum ada sapi untuk kebutuhan hewan kurban dari luar Provinsi Kepri yang masuk ke Kabupaten Karimun. Padahal, pra rekomendasi sudah dikeluarkan untuk mendatangkan sapi dari luar provinsi.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jayaputra yang dikonfrimasi Batam Pos mengatakan, belum adanya sapi untuk keperluan atau kebutuhan hewan kurban pada saat Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024 karena masih ada persyaratan yang harus dipenuhi sebelum ratusan sapi untuk dijadikan hewan kurban masuk ke Kabupaten Karimun.
”Untuk administrasi sejak awal kita sudah memberikan bantuan. Misalnya, peternak yang akan mendatangkan sapi kurban dari luar cukup memebrikan identitas ke kami dan proses selanjutnya kami yang bantu. Hanya saja belum adanya sapi untuk kurban yang masuk disebabkan menunggu hasil sampel laboratoriumm,” ujarnya.
Seperti diketahui, katanya, sampel laboratorium, salah satunya berupa hasil pemeriksaan darah sapi dari daerah asal merupakan syarat utama. Untuk wilayah Sumatera, laboratorium pemeriksaan ada di ukit Tinggi, Sumatera Barat. Jika memang ada hasil pemeriksaan laboratoium, baru akan diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kepri.
”Kita perkirakan dalam bulan ini, hasil pemeriksaan sampel darah sapi-sapi untuk dijadikan hewan kurban pada saat Hari Raya Idul Adha sudah bisa selesai. Jika memang hasil pemeriksaan laboriatorium sudah keluar, maka akan kita masukkan ke dalam data base yang sudah disediakan secara daring ke Pemerintah Provinsi Kepri. Setelah itu, baru bisa rekomendasi dikeluarkan untuk bisa memasukkan hewan kurban ke dalam wilayah Provinsi Kepri. Khususnya, Kabupaten Karimun,” ungkapnya.
Untuk pengawasan, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan juga mengirimkan surat ke Polres Karimun. Hal ini sebagai bentuk pengawasan yang ketat untuk menghindari masuknya hewan kurban tanpa memenuhi dan melalui prosedur yang sudah ditetapkan. Sehingga, hewan kurban yang akan disembelih dan dikonsumsi benar-benar bebas dari penyakit berbahaya. (*)
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto menghadiri kegiatan Curhat Kamtibmas di Kelurahan Seraya Batuampar, Jumat (17/5) pagi. Kegiatan tersebut untuk mengetahui situasi kamtibmas Kota Batam saat ini.
Dalam kesempatan itu, Nugroho langsung mendengar keluhan serta masukan dari masyarakat. Dan meminta masyarakat langsung melaporkan ke nomor pribadinya jika menemukan permasalahan di sekitar lingkungannya.
“Saran dan masukan dari masyarakat untuk kemajuan institusi kepolisian ini. Kami menerima saran masukan 24 jam,” katanya.
Nugroho menjelaskan kegiatan tersebut merupakan program Kapolri yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya, untuk mencari permasalahan yang ada di wilayah Kelurahan ataupun dilingkungan RT dan RW.
“Ini juga sebagai bentuk kepedulian kami dari Polri kepada masyarakat. Dengan tujuan kegiatan ini adalah mendengarkan langsung keluhan serta langsung menanggapi dan merespon keluhan masyarakat tersebut,” katanya.
Nugroho berpesan kepada masyarakat agar saling menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Dan segera malapor jika ada menemukan gangguan di wilayah masing-masing.
“Apapun keluhan dan permasalahan segera laporkan. Agar segera kita ketahui dan tindak lanjuti,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Seraya mengeluhkan masih adanya kenakalan remaja. Dan berterimakasih kepada Kapolresta atas pengamanan penggusuran ruli Tanki 1000 yang berlangsung tertib. (*)
Petugas haji mengantar seorang jemaah haji yang sempat kebingungan pulang saat berada di area Masjid Nabawi, Madinah, Kamis (16/5) malam Waktu Arab Saudi. (ARIS IMAM MASYHUDI/JAWA POS)
batampos – Sebuah insiden terjadi di kawasan Masjid Nabawi, Madinah. Dua jemaah asal Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji harus berurusan dengan askar/polisi Arab Saudi.
Dua jemaah asal embarkasi Surabaya itu dianggap melanggar aturan berkerumun serta membentangkan spanduk berlogo. Beruntung, berkat negosiasi oleh panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi Kementerian Agama (Kemenag), keduanya akhirnya dibebaskan.
Dari informasi yang dihimpun, pada Kamis (16/5) sore, dua jemaah tersebut sedang melaksanakan acara bersama rombongan jemaah lain yang masuk kelompok mereka di pelataran masjid. Setelah acara selesai, mereka lantas berfoto bersama sambil membentangkan bendera yang mereka bawa.
Pengibaran bendera itu menarik perhatian askar. Dua petugas lantas mendatangi rombongan. Lalu membawa dua jemaah yang menjadi pimpinan rombongan itu ke kantor polisi.
Selang beberapa saat, sekitar pukul 18.50 waktu setempat, petugas PPIH Arab Saudi di sektor khusus Masjid Nabawi yang mendapat laporan langsung menuju kantor polisi. Setelah melalui proses koordinasi dan negosiasi, dua jemaah tersebut akhirnya dibebaskan dan diminta tidak melakukan kegiatan serupa.
Sementara itu, anggota Tim Media Center Kemenag Widi Dwinanda mengatakan, pemerintah Arab Saudi menerbitkan sejumlah peraturan yang harus menjadi perhatian jemaah haji Indonesia saat berada di kawasan Masjid Nabawi di Madinah maupun Masjidilharam, Makkah. Salah satunya, jemaah dilarang membentangkan spanduk dan bendera di Tanah Suci.
”Otoritas Saudi melarang keras pengibaran spanduk, bendera penanda-penanda tersebut, termasuk membentangkan bendera Merah Putih sekalipun,” terang Widi dalam keterangan pers, Jumat (17/5).
Jemaah haji juga diingatkan untuk tidak berkerumun lebih dari lima orang di area Masjid Nabawi dan Masjidilharam. ”Kepada ketua kloter, perangkat kloter, serta para kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) agar terus memberikan edukasi kepada jemaahnya perihal ketentuan-ketentuan yang ditetapkan otoritas pemerintah Saudi,” lanjutnya.
Jemaah Lansia Paling Rawan Tersesat
Senyum Ruqoyah, 65, seketika mengembang setelah keluar lift lantai 3 di salah satu hotel di kawasan Gharbiyah, Madinah. Sebab, di depan pintu lift itu, wajah-wajah orang yang dia kenal langsung histeris menyambutnya.
”Sampeyan digoleki nang ndi ae to (Anda dicari-cari ke mana saja, Red),” ujar salah seorang rekan rombongan Ruqoyah.
Sebelum itu, Ruqoyah begitu panik. Sebab, setelah salat Isya berjemaah di Masjid Nabawi, dia sempat tersesat. Berjalan ke sana kemari demi mencari hotel tempat dia menginap.
Sampai akhirnya, dia didatangi petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi yang sedang berkeliling. Petugas itu lantas mengantar jemaah haji asal Bojonegoro tersebut ke hotelnya.
Bukan hanya Ruqoyah yang sempat tersesat. Begitu banyak jemaah haji Indonesia yang mengalami insiden serupa. Terutama para jemaah lansia.
Hampir setiap hari selalu ada jemaah yang tersesat. Rata-rata mereka bingung saat hendak keluar Masjid Nabawi gara-gara lupa di mana pintu saat kali pertama masuk.
Kepala Seksi Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi Ahmad Hanafi menjelaskan, fenomena tersebut memang sudah diprediksi. Sebab, ramainya situasi di Madinah membuat jemaah rawan kebingungan. ”Karena itu, PPIH menempatkan tim khusus di sektor Masjid Nabawi,” katanya. (*)
petugas mengevakuasi jenazah korban bunuh diri di Jembatan IV Barelang.
batampos – Aksi bunuh diri dalam sepekan belakang banyak terjadi. Terhitung, ada tiga kasus, yakni dua dengan cara meloncat di Jembaran I dan IV Barelang, dan satu gantung diri di Batuaji.
Psikolog Mahmud Syaltut mengatakan faktor utama penyebab seseorang bunuh diri karena mengalami depresi. Selain itu, seseorang tersebut menghadapi tekanan psikologis yang berat.
“Faktor ini bisa dialami oleh semua orang. Kemudian karena tidak memiliki pegangan secara spiritual, mental, dan motivasi dari keluarga,” katanya.
Syaltut menjelaskan dari penelitian dan kajian kasus, rata-rata korban bunuh diri sudah pernah melakukan percobaan. Sehingga, para korban nekat mengulanginya lagi.
“Bunuh diri ini sifatnya jalan buntu. Dan mereka menganggap ini jalan terbaik, padahal tidak,” katanya.
Menurut Syaltut, orang yang memiliki depresi dan tekanan psikologis tersebut harus didampingi atau masuk dalam pengawasan.
“Karena hal tersebut akan diulang. Karena berfikir tidak ada jalan lagi,” tutupnya. (*)
Como 1907, klub Italia milik keluarga Hartono, pengusaha dari Indonesia berhasil memastikan tiket untuk promosi ke Serie A. (Como Football)
batampos – Klub sepak bola asal Italia, Como 1907 yang berusia 112 tahun, mencatatkan sejarah baru. Kepastian untuk berlaga di Serie A musim depan diraih setelah mereka berhasil menahan imbang 1-1 lawan Cosenza Calcio dalam pertandingan pamungkas Serie B di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (11/5/2024) dini hari WIB.
Hasil ini memantapkan Como di posisi kedua Serie B, memastikan promosi mereka ke Serie A bersama Parma yang sebelumnya sudah lebih dulu memastikan gelar juara Serie B musim ini.
Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi warga Como, tetapi juga menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Di balik kesuksesan klub ini, terdapat dukungan dari keluarga Hartono, keluarga terkaya di Indonesia. Melalui perusahaan SENT Entertainment, keluarga Hartono membeli Como pada 2019 ketika klub ini masih berlaga di Serie D.
Pembelian Como 1907 oleh keluarga Hartono merupakan kejutan besar bagi banyak orang. Media-media besar pun terlewat untuk menangkap berita mengejutkan tersebut. Banyak yang tidak menyangka bahwa keluarga dari Indonesia, yang dikenal dengan bisnisnya di bidang rokok dan perbankan, akan berinvestasi di sepak bola Italia.
Para penggemar Como pun dibuat penasaran dengan pemilik baru mereka. Mereka mencari tahu siapa sebenarnya keluarga Hartono. “Kami sangat terkejut ketika mengetahui pemilik baru Como adalah perusahaan Indonesia yang sangat kuat. Kami sempat bertanya-tanya bagaimana mungkin sebuah perusahaan Indonesia akan berinvestasi di sepak bola kami? Di klub kami?” ujar salah satu fans bernama Andrea Villa.
Meskipun ada yang skeptis, sebagian fans lainnya tidak terlalu mempedulikan asal-usul pemilik baru asalkan mereka peduli dan tahu cara membawa klub ini maju. “Hal terpenting adalah bukan kamu tahu sepak bola atau tidak. Orang Amerika atau bukan, penting untuk mengetahui bahwa di Como kamu perlu menang,” tambahnya.
Yang lebih mengejutkan lagi adalah harga pembelian klub tersebut. Keluarga Hartono membeli Como dengan jumlah yang tidak fantastis, hanya sebesar 850 ribu euro atau sekitar Rp5 miliar pada waktu itu. Mereka juga langsung melunasi utang klub sebesar 150 ribu euro saat mengakuisisinya. Saking murahnya, pembelian ini diibaratkan seperti menebus barang yang telah lama digadaikan.
Untuk menangani bisnis dan aktivitas lain di Como, keluarga Hartono menunjuk Michael Gandler, sosok yang pernah menjadi Manajer Pemasaran Inter Milan saat klub tersebut dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia lainnya, Erick Thohir.
Tugas Michael Gandler di Como sangat berbeda dengan tugasnya di Inter Milan. Apalagi, faktanya Como adalah klub yang benar-benar terpuruk. Namun, seperti keluarga Hartono, Michael Gandler yakin bahwa Como memiliki sejarah yang istimewa.
“Kenyataannya adalah walau kondisi stadion seperti ini dan sejarah kebangkrutan yang telah dialami, ada sesuatu yang sangat istimewa. Itu yang membuat kami membeli klub ini,” ujarnya dikutip dari serial dokumenter Como 1907: The Real Story.
Como memang klub yang penuh sejarah. Didirikan pada 1907, klub ini memiliki masa-masa kejayaan pada tahun 1980-an dan 1990-an. Mereka dijuluki “Pabrik Italia” karena banyak melahirkan pesepak bola kelas dunia seperti Gianluca Zambrotta, Marco Tardelli, dan Stefano Borgonovo. Namun, beberapa dekade kemudian, mereka mengalami masa-masa sulit dan bahkan terdegradasi hingga Serie D.
Di tangan keluarga Hartono, Como mulai menunjukkan performa yang membaik. Pada 2018, mereka langsung promosi ke Serie C. Dua tahun setelahnya, mereka naik kasta ke Serie B. Dan, kini Como akan berlaga di liga utama Italia, Serie A.
Keberhasilan ini tentu tidak datang dengan mudah. Keluarga Hartono bersama tim manajemen yang dipimpin Michael Gandler bekerja keras untuk membangun kembali klub ini dari dasar. Investasi besar-besaran dilakukan untuk memperbaiki fasilitas klub, termasuk stadion dan pusat latihan. Mereka juga fokus pada pengembangan akademi sepak bola untuk memastikan bakat-bakat muda lokal mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
Tidak hanya itu, pendekatan bisnis yang modern juga diterapkan. Michael Gandler membawa pengalaman dan keahliannya dari Inter Milan untuk membangun strategi pemasaran yang kuat. Ini termasuk merangkul komunitas lokal, menjalin kemitraan dengan sponsor-sponsor besar, dan meningkatkan kehadiran klub di media sosial dan platform digital lainnya.
Kesuksesan ini juga tidak lepas dari dukungan para penggemar yang semakin mencintai keluarga Hartono. Mereka melihat perubahan positif yang terjadi di klub dan merasakan komitmen nyata dari pemilik baru mereka. “Kami melihat keluarga Hartono benar-benar peduli dengan klub ini. Mereka tidak hanya menginvestasikan uang, tetapi juga hati dan jiwa mereka,” ujar salah satu penggemar setia Como.
Kisah inspiratif Como 1907 ini menjadi bukti bahwa dengan komitmen, visi yang jelas, dan manajemen yang baik, sebuah klub sepak bola yang terpuruk dapat bangkit kembali dan mencapai kesuksesan. Bagi keluarga Hartono, investasi ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang cinta terhadap sepak bola dan keinginan untuk meninggalkan warisan yang berarti.
Dengan promosi ke Serie A, Como 1907 kini berada di panggung yang lebih besar. Tantangan tentu akan semakin berat, tetapi dengan pondasi yang telah dibangun dan dukungan penuh dari pemilik dan penggemar, mereka optimis bisa bersaing di level tertinggi sepak bola Italia. Sejarah panjang dan julukan “Pabrik Italia” kembali menjadi inspirasi dan motivasi bagi klub ini untuk terus berprestasi.
Kisah Como 1907 menjadi inspirasi bukan hanya bagi dunia sepak bola, tetapi juga bagi siapa saja yang percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, impian bisa menjadi kenyataan. Seperti yang diungkapkan oleh Enrico Levrini, ahli sejarah klub Liga Italia.
“Como adalah klub bersejarah, berusia 112 tahun. Periode krusial kami adalah pada 1980 dan 1990. Kami disebut Pabrik Italia. Beberapa alumnus kami adalah Gianluca Zambrotta, Marco Tardelli, Stefano Borgonovo.”
Dengan semangat yang sama, Como 1907 siap menorehkan sejarah baru di Serie A, membawa kebanggaan bukan hanya bagi Kota Como, tetapi juga bagi Indonesia yang kini turut berperan dalam kisah kebangkitan klub legendaris ini. (*)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan saat konferensi pers. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
batampos – Pemerintah telah kembali merevisi aturan barang impor yang berlaku di Indonesia. Hal ini ditandai dengan telah diundangkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 yang secara efektif berlaku mulai Jumat, 17 Mei 2024.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang dalam hal ini menjabat sebagai Menteri Perdagangan Ad Interim, mengumumkan Permendag terbaru yang merupakan revisi atas Permendag 36/2023 juncto 3/2024 juncto 7/2024 per tanggal 10 Maret 2024.
Alasan diterbitkannya aturan ini untuk menyelesaikan kedua permasalahan terkait masuknya barang impor. Yakni, kendala perizinan impor dan penumpukan kontainer di pelabuhan.
“Per sore ini telah diterbitkan dan telah diundangkan Permendag baru Nomor 8 Tahun 2024,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/5).
Dia menjelaskan, dalam Permendag Nomor 8 Tahun 2024 memberikan relaksasi terhadap tujuh kelompok barang yang sebelumnya diperketat dalam Permendag 36/2023 juncto 7/2024. Relaksasi itu berlaku untuk elektronik, alas kaki, pakaian jadi dan aksesoris pakaian jadi, tas, dan katup.
Bahkan, untuk komoditas seperti obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan perbekalan rumah tangga, maupun katup hanya perlu mengurus laporan surveyor (LS) impor, tanpa perlu adanya persetujuan impor (PI).
“Jadinya, komoditas yang di dalam permendag tersebut dikembalikan ke Permendag 25 yaitu hanya perlu laporan daripada survei (LS) terhadap empat komoditas tersebut,” ungkapnya.
Airlangga menyebut, Permendag Nomor 8 Tahun 2024 dapat diberlakukan untuk barang impor tertahan. Sehingga, dia berharap pemberlakuan Permendag terbaru ini akan mempercepat distribusi masuk barang impor yang masih tertahan di sejumlah pelabuhan.
“Artinya barang yang sudah mempunyai perizinan impor dan mempunyai pertek, namun barangnya belum seluruhnya dibebaskan, atau belum semuanya masuk wilayah, masih tertahan di pelabuhan, nah ini bisa langsung berproses,” tegasnya.
Sedangkan, bagi para pelaku usaha terkait yang belum mempunyai persetujuan impor pada saat barangnya sudah masuk di pelabuhan untuk kembali mengajukan persetujuan impor melalui mekanisme berlaku. Dalam hal ini bisa diurus melalui Kementerian Perdagangan atau melalui Kementerian Perindustrian.
Di sisi lain, melalui aturan baru ini, segala kiriman impor yang nonkomersial. Seperti kebutuhan pribadi lebih lanjut akan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) atau bisa juga peraturan Direktur Jenderal Bea Cukai.
“Permendag baru juga mengatur barang-barang yang nonkomersial atau bukan barang dagangan, atau personal use seperti kebutuhan pribadi, ini dikeluarkan dari pengaturan diatur melalui Permenkeu atau Dirjen Bea Cukai,” pungkasnya. (*)
Kepala Bea Cukai Batam Rizal bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri, Kapolresta Barelang, Kejari Batam dan undangan memberikan keterangan penindakan minuman mengandung etil alkohol saat konferensi pers di kantor Bea Cukai Batam Senin (4/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Kejaksaan Negeri mengembalikan berkas penyidikan dugaan penyelundupan minuman berakohol ke Bea Cukai Batam. Alasannya, karena penyidikan dari Bea Cukai Batam dinilai kurang lengkap.
Kasi Intel Kejari Batam, Andreas Tarigan mengatakan berkas penyidikan dugaan penyelundupan mikol telah dikembalikan beberapa hari lalu.
“Berkas kami P19 kan ke Bea Cukai, atau kami kembalikan,” ujar Andreas, kemarin.
Menurut dia, pengembalian berkas disertai dengan petunjuk baru yang diberikan jaksa. Dimana jaksa meminta penyidik Bea Cukai melengkapi petunjuk yang diberikan tersebut.
“Kami berikan petunjuk untuk dilengkapi,” sebut Andreas.
Atas petunjuk baru itu, Andreas berharap penyidik BC bisa segera melengkapi. Sehingga kembali diserahkan ke Kejaksaan.
“Semoga penyidik bisa cepat melengkapi petunjuk itu,” imbuh Andreas.
Diketahui, penyidik Bea Cukai Batam menaikkan status kasus penyelundupan minuman beralkohol (mikol) ilegal senilai Rp 6,9 miliar dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Hal ini dilakukan setelah penyidik meminta keterangan para saksi dan gelar perkara, yang akhirnya menetapkan dua orang tersangka.
Mikol ilegal produk Tiongkok ini sudah beredar di Batam selama 2 tahun. Mikol dipasok dari Singapura via kontainer.
Di Batam, mikol ini didistribusikan PT Buana Omega Sakti (BOS) beralamat di kawasan Komplek Town House Buana Central Park Clifton, Batu Aji. Pemilik mikol ini disebut merupakan pengusaha hiburan malam, Andika
Penegah mikol tanpa dokumen senilai Rp 6,9 miliar dilakukan BC pada awal Februari lalu. Dari pemeriksaan, mikol tersebut terdiri dari golongan A berupa bir dan golangan C berupa spirit dengan total 30.864 botol atau 10.057,8 liter.
Untuk golongan sebanyak 6.504 botol (3.358,8 liter) dan golongan A sebanyak 24.360 botol (6.699 liter).
Kasus ini juga sempat bergulir ke PN Batam dalam permohonan Praperadilan yang diajukan tersangka Andika melalui kuasa hukumnya. Namun majelis hakim menolak permohonan itu, karena menilai proses penyidikan dan penetapan tersangka sudah sesuai prosedur. (*)
Personel Polsek Sekupang menyisir ruas jalan yang teridentifikasi rawan kejahatan di Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Jumat (17/5).
batampos – Usai menyampaikan pesan melalui media massa akan menindak tegas para pelaku kejahatan jalanan di wilayah hukumnya, Kapolsek Sekupang Kompol Benhur Gultom memimpin belasan personilnya menyisir ruas jalan yang teridentifikasi rawan kejahatan di Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Jumat (17/5).
Belasan personil Polsek Sekupang itu bergerak di pagi hari mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat. Tak hanya berpatroli, polisi juga langsung memberhentikan pengendara yang mencurigakan untuk diperiksa. Jika saat diperiksa makin mencurigakan pengendara akan dinterogasi.
“Hari ini kami menyisir ruas jalan dari lampu merah Sei Harapan menuju Sei Temiang hingga ke Kelurahan Tanjung Riau. Ruas jalan ini kami identifikasi rawan kejahatan,” ujar Kompol Benhur.
Ruas jalan dua arah dari lampu merah Sei Harapan hingga ke Sei Temiang memang dikenal sebagai tempat para pelaku begal dan jambret beraksi.
Di sepanjang ruas jalan itu polisi juga akan langsung berhenti dan melakukan interogasi singkat kepada pengendara yang berhenti di pinggir jalan. Hal itu dilakukan karena ditengarai sebagai pelaku kejahatan yang sedang memantau untuk menentukan calon korbannya.
“Ini kita lakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya kejahatan dan mempersempit ruang gerak para pelaku. Tentunya dalam berpatroli dan melakukan pemeriksaan kami tetap mengedepankan sikap yang humanis,” kata Kompol Benhur.
Personil Kepolisian Sektor Sekupang yang berpatroli itu juga berinteraksi dengan warga dan para pedagang di pinggir jalan yang dilalui. Warga diminta untuk segera menginformasikan tindak kejahatan maupun hal yang mencurigakan.
Suminah, 50, salah satu pedagang di pinggir jalan Sei Temiang, mengaku merasa aman dengan kehadiran belasan polisi yang berpatroli. “Kalau ada pak polisi yang patroli terus di tengah masyarakat kan kami merasa aman saat berjualan,” ujarnya.
Kompol Benhur mengatakan akan rutin melakukan patroli dan tindakan preventif lainnya untuk mengantisipasi pencurian motor, pencurian dengan pemberatan dan kekerasan.
“Saya tegaskan lagi, kami akan menidak tegas serta tidak akan segan-segan untuk melumpuhkan pelaku kejahatan yang melakukan aksinya,” ujarnya. (*)