Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 352

Siklon Tropis Picu Angin Kencang, BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Perairan Kepri

0
Cuaca mendung yang disertai hujan terjadi di perairan Batuampar, Kamis (10/10). Saat ini gelombang dan arus laut cukup kencang selama musim angin utara. Masyarakat diminta berhati-hati saat beraktivitas di laut. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca maritim di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Peringatan ini menyusul masih aktifnya sistem siklon tropis di sekitar laut Filipina yang berdampak pada peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan Kepri, khususnya wilayah utara.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, mengatakan dampak siklon tersebut paling dirasakan di wilayah perairan Natuna dan Kepulauan Anambas.

“Siklon di dekat Filipina masih aktif meskipun bergerak menjauh. Dampaknya, kecepatan angin meningkat dan berpotensi menyebabkan tinggi gelombang laut, terutama di wilayah Anambas dan Natuna,” ujar Ramlan, Selasa (20/1).

Selain wilayah utara, BMKG juga mengingatkan potensi kondisi gelombang di sejumlah wilayah lain, seperti Bintan bagian timur dan Dabo Singkep, yang masuk dalam kategori perlu kewaspadaan.

Baca Juga: Pelunasan Biaya Haji Diperpanjang 4 Hari, Ini Jadwalnya

Sementara itu, untuk wilayah Batam, Karimun, dan Tanjungpinang, kondisi cuaca relatif lebih stabil. Namun demikian, masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara cepat.

Ramlan menjelaskan, dalam beberapa hari ke depan, hujan di Kepri masih bersifat sporadis dan lokal. Hal ini dipengaruhi oleh adanya bibit siklon lain di wilayah utara Australia yang menyebabkan sistem cuaca saling berinteraksi dan membagi massa awan hujan.

“Dengan adanya dua sistem siklon, pengaruhnya ke wilayah Kepri menjadi terpecah. Karena itu hujan masih ada, tapi sifatnya lokal dan tidak merata,” jelasnya.

Secara klimatologis, Februari sudah mulai memasuki musim kemarau. Namun untuk wilayah Kepri, hujan masih berpotensi terjadi meski intensitasnya tidak setinggi bulan-bulan sebelumnya.

“Untuk Kepri, meskipun sudah masuk periode kemarau, hujan masih tetap ada,” tambah Ramlan.

BMKG memprakirakan, pada Rabu (21/1), kondisi cuaca di Kepri umumnya cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masih terdapat potensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa wilayah.

“Kelembapan udara di lapisan atas cukup rendah, sementara kecepatan angin relatif kencang. Kondisi ini mengurangi pembentukan awan hujan, tetapi potensi hujan lokal masih ada,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Nagoya-Jodoh Khawatir karena Kabel Semrawut, bahkan Sangat Dekat ke Jalan Raya

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim yang berlaku mulai Rabu (21/1) hingga Sabtu (24/1). Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 1,5 meter (kategori sedang) di Perairan Selatan dan Utara Kepulauan Anambas, Perairan Anambas–Natuna, Perairan Natuna, Perairan Subi–Serasan, serta Perairan Bintan dan Lingga.

Pada 22 Januari 2026, tinggi gelombang di seluruh perairan Kepri diperkirakan meningkat hingga 1,8 meter (kategori sedang). Kondisi paling ekstrem diprediksi terjadi pada 23 Januari 2026, dengan tinggi gelombang mencapai 2,7 meter (kategori tinggi) di Perairan Utara Natuna dan sekitar 2,5 meter di perairan Kepri lainnya.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan serta menunda aktivitas pelayaran jika kondisi cuaca dinilai berisiko.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami minta masyarakat rutin memantau informasi cuaca dari BMKG,” pungkas Ramlan. (*)

Artikel Siklon Tropis Picu Angin Kencang, BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Perairan Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Perlu Diantisipasi Sejak Dini, Berikut Masalah Kesehatan yang Kerap Muncul Saat Puasa

0
Ilustrasi asam lambung kambuh. (freepik)
Ilustrasi asam lambung kambuh. (freepik)

batampos – Perubahan pola hidup yang cukup drastis terjadi selama bulan Ramadan. Perubahan, terutama karena berpuasa, dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Sejumlah keluhan kerap dialami oleh orang yang sedang berpuasa. Keluhan seperti mudah pusing, perut kembung, mual, maag, asam lambung naik, sampai hipoglikemia dapat berpotensi mengganggu aktivitas berpuasa.

Kondisi ini tergolong wajar karena tubuh perlu beradaptasi dengan kebiasaan menahan makan dan minum selama lebih dari 13 jam.

Namun, jika tidak dikenali sejak awal dan tidak ditangani dengan tepat, gangguan masalah kesehatan tersebut bisa menghambat kelancaran ibadah puasa Anda.

Mengutip dari laman mitramedika.com dan www.ptsuparmatbk.com berikut adalah sejumlah penyakit yang paling umum ditemui saat menjalankan ibadah puasa.

1.Asam lambung

Asam lambung adalah penyakit yang sering terjadi saat berpuasa. Meskipun tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama 14 jam, lambung akan tetap memproduksi zat asam.

Jika anda melewatkan sahur ataupun mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, maka asam lambung bisa naik dan anda menyebabkan berbagai gejala seperti mual, perut kembung, dan dada terasa panas.

2.Dehidrasi

Puasa menyebabkan banyak orang kekurangan asupan cairan. Selama kurang lebih 14 jam tubuh anda tidak menerima air akibat pola waktu konsumsi makanan dan minuman yang berubah, terutama juga pada saat cuaca sedang panas.

Dehidrasi menyebabkan anda lebih mudah terkena berbagai penyakit seperti sakit tenggorokan, bau mulut, sariawan, gangguan saluran kemih bahkan sampai pingsan.

3.Bau mulut

Bau mulut terjadi saat tubuh kekurangan cairan. Sehingga produksi air liur berkurang dan mulut terasa kering selama berpuasa.

Akhirnya, sel mati menumpuk dan nafas menjadi kurang segar. Oleh karena itu, saat berpuasa dianjurkan untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi serta tidak lupa untuk menyikat gigi setelah berbuka dan sahur.

4.Pusing

Sakit kepala atau pusing adalah salah satu penyakit umum yang terjadi saat berpuasa. Pusing terjadi saat tubuh mengalami dehidrasi dan kekurangan asupan makanan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo, Libra, dan Sagitarius, Besok Selasa 20 Januari 2026: Karier Melejit Bisa Mulai Cicil Rumah

Akibatnya, glukosa dan oksigen menjadi berkurang untuk dipasok ke dalam otak, sehingga anda mengalami sakit kepala.

5.Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi gula darah yang sangat rendah di dalam tubuh. Gejala hipoglikemia berupa tubuh gemetaran, mata berkunang-kunang, pusing, dan muncul keringat dingin.

Hipoglikemia dapat berakibat fatal bagi penderita diabetes jika tidak ditangani dengan tepat. (*)

 

 

Artikel Perlu Diantisipasi Sejak Dini, Berikut Masalah Kesehatan yang Kerap Muncul Saat Puasa pertama kali tampil pada Lifestyle.

Gus Ipul di Rakernas Apkasi Batam, Dorong Kepala Daerah Sukseskan Sekolah Rakyat

0
Mensos Saifullah Yusuf di acara Rakernas XVII Apkasi yang digelar di Kota Batam, Selasa (20/1). F. Arjuna/Batam Pos

batampos – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan peran krusial kepala daerah dalam menyukseskan Program Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat. Menurutnya, bupati, wali kota, hingga gubernur menjadi penentu utama dalam menjangkau serta menetapkan peserta didik yang berhak mengenyam pendidikan gratis melalui program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Kota Batam, Selasa (20/1). Dialog tersebut mengangkat tema Arah Kebijakan Program Strategis Nasional Sekolah Rakyat di Daerah.

“Penentu siapa yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat adalah bupati, wali kota, dan gubernur, bukan Menteri Sosial. Ini perlu saya tegaskan,” kata Gus Ipul di hadapan para bupati peserta Rakernas.

Baca Juga: Pasar Kuliner Mega Legenda Batam Ludes Terbakar

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Pemerintah secara aktif menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Proses penjangkauan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Sosial melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dinas sosial daerah, serta Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil asesmen lapangan kemudian diverifikasi kepala daerah sebelum diajukan ke Kementerian Sosial.

“Setelah semua sepakat, hasil asesmen dinaikkan ke bupati. Setelah bupati tanda tangan baru disampaikan ke saya. Kalau sudah benar semua datanya, saya tanda tangan. Resmilah dia jadi siswa Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

Sekolah Rakyat disebut sebagai miniatur program pengentasan kemiskinan yang terstruktur, terpadu, dan berkelanjutan. Selain memperoleh pendidikan berkualitas secara gratis, siswa juga mendapatkan fasilitas pendukung seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Program ini juga menyasar keluarga siswa. Orang tua akan memperoleh program pemberdayaan ekonomi dan didorong menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Baca Juga: HARRIS Batam Hadirkan Iftar Delights 1447H dengan Menu Nusantara

Karena itu, Gus Ipul mengingatkan kepala daerah agar menjalankan perannya secara jujur dan profesional. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titipan, suap, maupun permainan dalam penetapan peserta Sekolah Rakyat.

“Jangan ada serobotan, jangan ada titip-titipan, jangan ada sogok-menyogok, dan jangan ada permainan-permainan. Dengan hormat saya mengajak seluruh bupati untuk bersama-sama menindaklanjuti ini di lapangan,” ujarnya.

Sepanjang 2025, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi di 34 provinsi dengan total 15.945 siswa, didukung 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Selain itu, pemerintah juga mulai membangun Sekolah Rakyat Permanen di 104 titik lokasi di seluruh Indonesia sebagai penguatan program jangka panjang. (*)

Artikel Gus Ipul di Rakernas Apkasi Batam, Dorong Kepala Daerah Sukseskan Sekolah Rakyat pertama kali tampil pada Metropolis.

Jejak Pelarian Antika Kades Serat, Sempat Kabur ke Sumut hingga Menyamar Jadi Satpam

0
Kepala Desa Serat nonaktif, Antika saat berfoto mengenakan baju satpam dan nama palsu Indra saat pelariannya ke Sumatera Utara. F. Istimewa.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Anambas menetapkan Kepala Desa Serat nonaktif, Antika, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020–2022. Perbuatan tersebut diduga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 743 juta.

Penetapan tersangka dilakukan pada Selasa (20/1/2026) setelah Antika memenuhi panggilan kedua penyidik. Usai ditetapkan sebagai tersangka, Antika langsung ditahan dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kepulauan Anambas.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Anambas, Jody Valdano, membenarkan penetapan tersangka tersebut.

“Iya benar, hari ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan dengan dititipkan di Rutan Polres Anambas,” kata Jody.

Dalam proses penyidikan, jaksa sempat mengalami kesulitan lantaran Antika menghilang sejak kasus ini naik ke tahap penyidikan pada September 2024.

Berdasarkan penelusuran, Antika terakhir diketahui berada di Anambas setelah mengikuti rapat bersama Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, di Tanjungpinang pada Oktober 2024.

Namun, usai kegiatan tersebut, Antika tidak kembali ke Anambas seperti kepala desa lainnya. Ia justru pergi ke luar Provinsi Kepulauan Riau dan keberadaannya tidak diketahui oleh masyarakat maupun aparat penegak hukum.

Ketidakhadiran Antika berdampak pada jalannya pemerintahan Desa Serat yang dinilai tidak efektif. Pemerintah daerah kemudian mengambil langkah administratif dengan memberhentikan Antika sementara dari jabatannya.

Bupati Kepulauan Anambas menunjuk Sekretaris Desa Serat, Legimin, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa. Pemberhentian sementara tersebut dilakukan pada 16 Desember 2024 sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Anambas saat itu, Tetty Arnita, menjelaskan bahwa kepala desa yang tidak diketahui keberadaannya selama tiga bulan dapat diberhentikan sementara.

“Dalam aturan, kalau hilang tiga bulan diberhentikan sementara, dan kalau enam bulan bisa diberhentikan penuh,” ujar Tetty, Rabu (22/12025).

Harapan untuk menemukan Antika sempat muncul pada 24 Maret 2025 setelah adanya informasi bahwa ia berada di Sumatera Utara. Antika diduga menyamar dengan menggunakan nama palsu, Indra, dan bekerja sebagai petugas keamanan atau satpam.

Meski sempat terlacak, Antika kembali menghilang. Ia bahkan disebut sempat berencana bekerja ke Malaysia, namun rencana tersebut tidak terealisasi.

Setelah buron selama sekitar satu tahun enam bulan, Antika akhirnya berhasil diamankan pada awal Januari 2026. Kini, ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya terkait dugaan korupsi dana desa di hadapan hukum. (*)

Artikel Jejak Pelarian Antika Kades Serat, Sempat Kabur ke Sumut hingga Menyamar Jadi Satpam pertama kali tampil pada Kepri.

Cuaca Buruk, Pencarian Pekerja Hilang di Perairan PT BAI Bintan Dihentikan Sementara

0
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian dan penyisiran terhadap Malik, pekerja PT Shandong Geologi Eksplorasi, yang hilang di depan Perairan PT BAI, Selasa (20/1). F. Tim SAR Gabungan untuk Batam Pos.

batampos – Hari kedua pencarian Malik, pekerja PT Shandong Geologi Eksplorasi yang dilaporkan hilang di perairan depan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kabupaten Bintan, belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menghentikan sementara operasi pencarian pada Selasa (20/1) sore.

Kasat Polairud Polres Bintan, Iptu Syafril, mengatakan pencarian dihentikan sekitar pukul 17.00 WIB dan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.

“Pencarian akan dilanjutkan besok,” ujar Syafril.

Ia menjelaskan, upaya pencarian terkendala kondisi cuaca, khususnya angin kencang yang bertiup dari arah perairan Laut Cina Selatan. Kondisi tersebut menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran di laut.

Bahkan, drone yang biasa digunakan untuk membantu pencarian dari udara tidak dapat diterbangkan karena faktor keselamatan.

“Pencarian dan penyisiran hari ini hanya dilakukan di sekitar perairan Pulau Poto hingga kembali ke perairan depan PT BAI,” jelasnya.

Syafril mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jalur laut di sekitar lokasi kejadian, untuk segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda atau benda yang berkaitan dengan korban.

“Mudah-mudahan korban dapat segera ditemukan,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, insiden ini bermula saat tiga pekerja PT Shandong Geologi Eksplorasi terseret arus laut ketika berupaya saling menolong pada Senin (19/1).

Peristiwa tersebut menyebabkan satu pekerja meninggal dunia, satu lainnya berhasil selamat, sementara Malik hingga kini masih dalam pencarian.

Kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 14.10 WIB di perairan depan PT BAI, tepatnya di area ponton pengeboran PT Shandong Geologi Eksplorasi. (*)

Artikel Cuaca Buruk, Pencarian Pekerja Hilang di Perairan PT BAI Bintan Dihentikan Sementara pertama kali tampil pada Kepri.

Warga Kampung Tembeling Resah Usai Serangan Buaya, BPBD Petakan 5 Kecamatan Rawan

0
Rapat koordinasi BPBD bersama instansi terkait termasuk KKP terkait penanganan buaya di Kantor Camat Teluk Bintan, Selasa (20/1). F. Agus Ariyadi untuk Batam Pos.

batampos – Warga Kampung Tembeling, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, diliputi rasa cemas setelah salah seorang warga menjadi korban terkaman buaya. Insiden tersebut membuat masyarakat takut beraktivitas di laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Seorang warga Kampung Tembeling, Ali Rusli, mengatakan serangan buaya bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Ia menyebut kejadian serupa sudah tiga kali menimpa warga setempat.

“Kami jadi khawatir dan takut ke laut. Kejadian diterkam buaya sudah tiga kali,” ujar Ali, Selasa (20/1).

Dari tiga kejadian tersebut, dua korban berhasil selamat meski mengalami luka-luka, sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah diterkam buaya belum lama ini. Warga pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi ancaman buaya yang kerap muncul di sekitar permukiman.

Menanggapi kekhawatiran warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan menyebut telah melakukan pemetaan wilayah rawan kemunculan buaya di Bintan. Hasil pemetaan menunjukkan setidaknya ada lima kecamatan yang kerap menjadi lokasi kemunculan buaya.

Kelima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Tambelan, Teluk Bintan, Gunung Kijang, Toapaya, dan Bintan Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, menjelaskan Kecamatan Tambelan menjadi wilayah dengan titik kemunculan buaya terbanyak, yakni 18 titik. Disusul Teluk Bintan dengan 9 titik, Gunung Kijang 4 titik, serta Toapaya dan Bintan Timur masing-masing 3 titik.

“Setelah satgas di tingkat kabupaten terbentuk, selanjutnya akan dibentuk satgas di tingkat kecamatan agar penanganan lebih terukur,” kata Ramlah.

Ia menegaskan buaya merupakan satwa yang dilindungi, sehingga penanganannya tidak boleh sembarangan dan harus melibatkan tim terpadu lintas instansi.

“Tidak boleh membunuh buaya karena termasuk hewan dilindungi. Penanganannya harus melibatkan tim terpadu,” tegasnya.

Tim terpadu tersebut nantinya akan melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai pihak yang memiliki kewenangan utama dalam penanganan satwa buas di wilayah perairan.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, mengatakan pihaknya akan memasang spanduk imbauan di lokasi-lokasi rawan kemunculan buaya. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Kami akan memasang spanduk peringatan agar masyarakat tidak memancing atau beraktivitas di lokasi yang berbahaya,” ujarnya.

Agus menambahkan, meskipun kewenangan penanganan buaya berada di bawah KKP, BPBD Bintan akan terus berperan aktif mendukung upaya pengamanan bersama instansi terkait.

“Kita hanya supporting, tapi tetap berkoordinasi dengan KKP dan lembaga lain demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Artikel Warga Kampung Tembeling Resah Usai Serangan Buaya, BPBD Petakan 5 Kecamatan Rawan pertama kali tampil pada Kepri.

Album Reverxe Tanda Kembalinya EXO ke Panggung K-Pop

0
EXO. F. x.com/AboutMusicYT.

batampos – Boy grup K-pop asal Korea Selatan, EXO, resmi melakukan comeback dengan merilis album studio kedelapan bertajuk Reverxe. Album ini diluncurkan pada Senin (19/1) pukul 18.00 waktu Korea Selatan dan menjadi album penuh pertama EXO dalam lebih dari dua setengah tahun terakhir.

Reverxe berisi sembilan lagu dengan “Crown” sebagai single utama. Lagu andalan tersebut mengusung gaya hard dance yang memadukan elemen Atlanta trap, heavy metal, dan EDM, menampilkan karakter musik yang lebih agresif dan modern.

Crown” menonjolkan vokal kuat khas EXO dengan lirik yang menggambarkan tekad melindungi orang-orang berharga, yang dianalogikan sebagai mahkota. Konsep ini menegaskan citra EXO yang kembali dengan identitas musikal yang lebih matang.

Comeback ini menandai kembalinya EXO sebagai unit aktif setelah hiatus panjang sejak 2019, seiring selesainya kewajiban wajib militer sejumlah anggota. Album Reverxe menampilkan enam anggota, yakni Suho, Chanyeol, D.O, Kai, Sehun, dan Lay.

Sementara itu, tiga anggota lainnya, Chen, Baekhyun, dan Xiumin, tidak ikut berpartisipasi dalam album ini karena masih terlibat sengketa kontrak dengan SM Entertainment.

Selain “Crown”, album Reverxe juga memuat lagu-lagu seperti “I’m Home” dan “Suffocate” yang mengusung nuansa musim dingin serta emosi patah hati.

Secara keseluruhan, album ini menghadirkan ragam genre, mulai dari R&B pop hingga dance yang kuat, mencerminkan evolusi musikal EXO sepanjang karier mereka.

Video musik “Crown” dirilis bersamaan dengan peluncuran album dan langsung disambut antusias oleh penggemar global. Comeback ini sekaligus membuka babak baru perjalanan EXO di industri musik K-pop. (*)

Artikel Album Reverxe Tanda Kembalinya EXO ke Panggung K-Pop pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pasar Kuliner Mega Legenda Batam Ludes Terbakar

0
Kebakaran Pasar Kuliner Mega Legenda Batam hanguskan seluruh lapak pedagang.
Kebakaran melalap kawasan Pasar Kuliner Mega Legenda, Kota Batam, Selasa (20/1). Kebakaran terjadi sejak sore sekitar pukul 18.00 WIB hingga malam. F. Istimewa

batampos – Kebakaran hebat melanda Pasar Kuliner Mega Legenda, Kota Batam, Selasa (20/1) sore sekitar pukul 18.00 WIB. Api dengan cepat melalap seluruh area pasar yang didominasi bangunan berbahan kayu dan tripleks, hingga nyaris tidak menyisakan bangunan maupun isi di dalamnya.

Pasar kuliner dengan luas sekitar satu hektare tersebut dipastikan ludes terbakar. Aktivitas pasar diketahui baru dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, atau dua jam sebelum kebakaran terjadi.

Berdasarkan keterangan warga, api diduga berasal dari bagian belakang pasar, tepatnya dari area penumpukan palet kayu bekas dan besi tua. Api kemudian dengan cepat merembet ke bagian depan akibat material bangunan yang mudah terbakar serta tiupan angin.

Salah seorang warga sekaligus saksi mata, Ady Putra, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena hampir seluruh lapak dan peralatan dagang hangus terbakar.

“Untungnya tidak ada korban jiwa. Pasar baru beroperasi sekitar dua jam, tiba-tiba terjadi kebakaran. Orang-orang yang ada di dalam pasar langsung berteriak dan berlarian menyelamatkan diri,” ujar Ady.

Di tengah kepanikan, sejumlah pedagang sempat berupaya menyelamatkan barang dagangan dan peralatan seadanya sebelum api membesar. Namun, sebagian besar tidak berhasil diselamatkan.

Warga lainnya, Uswatun, mengatakan proses pemadaman berlangsung cukup lama karena bangunan pasar sebagian besar terbuat dari kayu dan kondisi angin yang cukup kencang.

“Kayunya banyak, jadi apinya susah padam. Sudah sekitar sepuluh unit mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi,” kata Uswatun.

Ia menambahkan, api baru berhasil dipadamkan setelah hampir dua jam petugas berjibaku di lokasi kejadian.

Selain mobil pemadam kebakaran, satu unit kendaraan water cannon milik Polda Kepri juga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (*)

Artikel Pasar Kuliner Mega Legenda Batam Ludes Terbakar pertama kali tampil pada Metropolis.

Damkar Tanjunguban Kewalahan Tangani Enam Kebakaran dalam Sehari

0
Petugas Damkar Tanjunguban berusaha memadamkan api yang membakar lahan di jalan Sekera, Tanjunguban, pada Senin malam. F. Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban kewalahan setelah menerima enam laporan kebakaran yang terjadi di lokasi berbeda dalam satu hari, Senin (19/1). Rentetan kejadian tersebut dipicu cuaca panas ekstrem disertai angin kencang.

Petugas Damkar Tanjunguban, Samsoel, mengatakan regu piket pagi hingga malam harus bekerja ekstra menangani sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi sejak dini hari hingga malam.

“Dari pagi dini hari sampai malam, ada enam laporan kebakaran yang masuk dalam satu hari,” kata Samsoel, Selasa (20/1).

Kebakaran pertama terjadi di Jalan Berdikari, Kampung Sukadamai, Tanjunguban, sekitar pukul 00.36 WIB. Api menghanguskan lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare dan berhasil dipadamkan oleh petugas.

Kebakaran kedua kembali terjadi di lokasi yang sama sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, saat petugas tiba di lokasi, api telah padam sehingga pemadaman dilakukan secara manual untuk mencegah titik api kembali muncul.

“Kita hanya melakukan pemadaman manual karena api sudah padam,” ujarnya.

Kebakaran ketiga dilaporkan terjadi di Gang Durian, belakang dealer Yamaha Tanjunguban, sekitar pukul 11.00 WIB. Api berhasil dipadamkan lebih dulu oleh warga setempat sebelum petugas tiba.

Selanjutnya, kebakaran keempat terjadi di Jalan Raya Tanjungpinang–Tanjunguban Kilometer 75, Desa Sebong Pereh, sekitar pukul 13.17 WIB. Kebakaran kelima menyusul di Jalan Berdikari II Tanjunguban pada pukul 15.10 WIB.

Sementara itu, kebakaran keenam terjadi di Jalan Sekera sekitar pukul 19.25 WIB dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 4 hektare.

“Total ada enam laporan kebakaran. Empat di antaranya ditangani langsung oleh Damkar, sedangkan dua lainnya ditangani warga dan petugas tanpa menurunkan armada,” jelas Samsoel.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, membenarkan adanya enam kejadian kebakaran dalam satu hari tersebut. Ia menyebut cuaca panas dan angin kencang menjadi faktor utama pemicu kebakaran lahan.

“Cuaca ekstrem dengan panas dan angin kencang sangat berpengaruh terhadap cepatnya api menjalar,” katanya.

Panyodi mengungkapkan keterbatasan armada dan personel menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran. Saat ini, Damkar Tanjunguban hanya memiliki satu unit mobil pemadam dan satu mobil suplai air.

“Armada kami hanya satu mobil damkar dan satu mobil suplai air. Personel juga terbatas,” ujarnya.

Ia mencontohkan, dalam satu waktu regu piket pernah menerima tiga laporan kebakaran yang terjadi hampir bersamaan. Namun, karena keterbatasan personel dan armada, hanya dua lokasi yang bisa ditangani secara langsung.

Selain itu, luasnya wilayah kerja Damkar Tanjunguban yang mencakup tiga kecamatan turut menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan pemadaman kebakaran.

“Wilayah kerja kami cukup luas, meliputi tiga kecamatan,” katanya.

Panyodi berharap Kecamatan Teluk Sebong ke depan memiliki unit pemadam kebakaran sendiri agar penanganan kebakaran bisa lebih cepat dan merata.

“Wilayah kami terlalu luas. Harapannya Teluk Sebong bisa punya unit sendiri. Kalau mereka butuh bantuan, kita siap membantu,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan, mengingat kondisi cuaca panas dan angin kencang berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar. (*)

Artikel Damkar Tanjunguban Kewalahan Tangani Enam Kebakaran dalam Sehari pertama kali tampil pada Kepri.

Mayat yang Ditemukan Mengapung di Perairan Tanjungpiayu Adalah Korban Bunuh Diri

0
Sepeda motor korban ditinggal di sekitar Jembatan Barelang. F istimewa

batampos – Mayat seorang pria yang ditemukan mengapung di perairan Piayu, Kecamatan Seibeduk pada pekan lalu merupakan korban bunuh diri. Pria berinisial RK tersebut melompat dari Jembatan I Barelang.

Kasat Polairud Polresta Barelang, Kompol I Kade Dwi Suryawandika mengatakan melompatnya korban dari Jembatan I Barelang tersebut diketahui setelah dilakukan penyelidikan.

“Setelah identitas diketahui, kita mendapatkan keluarganya. Keterangan keluarga, korban memang ada permasalahan,” ujarnya, Selasa (20/1).

Aksi bunuh diri ini diperkuat dengan ditemukannya sepeda motor milik RK. Motor Honda Scoopy BP 2879 AM tersebut terparkir di area jembatan.

“Motornya ditemukan di sekitar jembatan. Korban ini sendirian dan bekerja di Batam,” katanya.

Kade menambahkan jasad korban sudah diserahkan ke pihak keluarga dan dimakamkan di Pekanbaru, Riau. Korban diketahui berdomisili di Bida Ayu, Sei Beduk.

“Keluarga sudah mengambil jasadnya dan dimakamkan di Pekanbaru,” ungkapnya.

Dengan maraknya aksi bunuh diri di Jembatan Barelang ini, Kade mengaku telah meningkatkan imbauan kepada masyarakat melalui spanduk.

“Kita sudah lakukan imbauan dengan spanduk di Jembatan, dan melalui kapal juga,” tutupnya.

Diketahui, jasad RK ini pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang melintas di Parairan Piayu, Kamis (15/1) sore. Nelayan tersebut melihat sosok tubuh manusia mengapung di permukaan laut.(*)

Artikel Mayat yang Ditemukan Mengapung di Perairan Tanjungpiayu Adalah Korban Bunuh Diri pertama kali tampil pada Metropolis.