Penumpang terlihat memadati Pelabuhan Internasional Batam center, Senin (17/6). Kepadatan penumpang terlihat di pintu keberangkatan yang didominasi warga negara Singapura dan Malaysia yang akan pulang usai berlibur dari Batam.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center membludak, Senin (17/6). Terutama untuk arus keberangkatan penumpang tujuan negara Singapura dan Malaysia yang mencapai 11 ribu penumpang.
Momen libur Hari Raya Iduladha 1445 H, dimanfaatkan para wisatawan untuk berkunjung ke Batam. Dimana beberapa hari sebelumnya, arus penumpang membeludak di kedatangan, terutama dari negara Singapura.
”Untuk hari ini arus penumpang lebih didominasi keberangkatan. Sebelumnya di kedatangan,” ujar General Manager Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, Senin (17/6).
Menurut Nika, data penumpang yang akan berangkat pada Senin (17/6) hampir mencapai 12.500 penumpang. Seribu lebih penumpang batal berangkat. Sehingga yang berangkat diperkirakan 11 ribuan penumpang.
”Ini perkiraan data sore. Untuk data pasti malam nanti. Namun hingga sore, jam 3 ada seribuan penumpang yang batal berangkat, ” sebut Nika.
Lonjakan penumpang sudah diantisipasi operator dengan extra trip kapal. Pada hari senin, untuk keberangkatan ada 12 trip kapal, sehingga total kapal yang berangkat ada 79 trip.
”Untuk normal, kapal berangkat 67 trip. Hari ini (kemarin, red) 79 trip. Kapal ukuran besar juga. Kapal berangkat hitungan per 15 menit,” ungkap Nika.
Dikatakan Nika, untuk lonjakan arus penumpang saat ini bisa diatasi dengan baik. Sebab pihaknya memberlakukan jalur buka tutup antrean penumpang yang hendak menuju konter check in Imigrasi.
”Apalagi saat ini autogate berfungsi dengan baik, penumpang hanya beberapa detik, bisa lewat dengan baik. Sehingga antrean terurai dengan baik,” ujar Nika.
Pihaknya juga melembutkan semua petugas keamanaan. Dibantu juga dengan personel polisi. ”Yang pasti kami memberikan pelayanan terbaik untuk penumpang,” kata Nika.
Sedang Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Eric Mario Sihotang, mengatakan hal serupa bahwa arus penumpang keberangkatan pada Senin (17/6) sangat padat.
”Ada extra trip 12 kapal, tujuan Singapura,” pungkas Mario. (*)
Kepala Satgas Arafah PPIH Arab Saudi Ali Machzumi (kanan) mengunjungi dapur maktab Arafah, Jumat (14/6). F. MEDIA CENTER HAJI
batampos – SUARA yang bersumber dari tungku pengapian tak pernah absen keluar dari atap tenda berwarna putih di maktab 94 Arafah sejak Jumat (14/6) dini hari hingga Sabtu (15/6) siang. Empat pekerja sibuk dengan tugas masing-masing.
Mengenakan seragam serbahitam, sebagian mengecek nasi yang tengah dimasak. Sebagian lagi sedang mengepak paket makanan ke dalam kotak berbahan aluminium foil. Di atasnya terdapat penutup dari kertas yang di salah satu sudutnya bertulisan ”makan siang”.
Di sudut lain, sejumlah pekerja lain sedang mempersiapkan bahan minuman bagi jemaah. Mulai kopi, teh, gula, hingga air panas yang ditempatkan dalam dispenser. Bahan-bahan itu didistribusikan ke masing-masing halaman tenda yang ada di maktab tersebut.
”Seluruh makanan ini sudah harus siap sebelum jam 06.00. Sebab, mulai pukul 08.00, para jemaah sudah datang ke Arafah,” kata Nuralim, salah satu petugas di dapur itu.
Nuralim tidak bertugas sendiri. Di maktab lain juga berdiri dapur khusus untuk menyediakan konsumsi bagi para jemaah yang bersiap-siap menjalankan wukuf di Arafah pada Sabtu (15/6) siang hingga menjelang petang. Total, ada 73 maktab yang diperuntukkan bagi para jemaah Indonesia selama persiapan hingga pelaksanaan wukuf.
Tugas para personel di dapur khusus yang berdiri di tiap maktab itu tidak ringan. Mereka harus menyiapkan sedikitnya 3 ribu porsi per waktu makan di tiap harinya.
Kewajiban personel di tiap dapur itu tidak terlepas dari kebijakan baru yang dibuat Kementerian Agama (Kemenag) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada musim haji 2024. Para jemaah haji Indonesia mendapat jatah konsumsi secara penuh selama pelaksanaan ibadah puncak haji di Armuzna yang dimulai 8-13 Zulhijah (14-19 Juni).
Di musim-musim haji sebelumnya, para jemaah tidak mendapatkan jatah konsumsi penuh. Itu akibat sulitnya pendistribusian konsumsi mengingat padatnya kawasan Arafah saat hari tasyrik. Sebagai gantinya, setiap jemaah diberi jatah uang konsumsi pada hari-hari tanpa kiriman konsumsi.
Tidak mudah merealisasikan pemberian konsumsi rutin selama masa Armuzna. Sampai akhirnya muncul ide baru: menyediakan makanan siap saji yang awet. Sebelum para jemaah berangkat menuju Arafah, tim konsumsi sudah mengirim paket lauk yang sudah dikemas dalam boks. Jumlahnya disesuaikan dengan jatah makan setiap jemaah selama di Arafah.
Setiap kali sebelum diberikan kepada jemaah, paket lauk itu dipanasi. Sedangkan untuk nasinya dimasak di dapur-dapur maktab. Jika sudah matang, petugas tinggal menaruh nasi di kotak-kotak tersebut.
”Dengan skema ini, paket makanan yang disajikan kepada jemaah benar-benar masih hangat semua. Baik nasi maupun lauknya,” kata Kasi Konsumsi PPIH Arab Saudi Daker Makkah Beny Hermawan.
Karena itu, agar skema tersebut berjalan, petugas khusus diterjunkan di seluruh dapur yang beroperasi 24 jam nonstop. Selain itu, PPIH yang bekerja sama dengan masyariq (penyedia paket layanan haji yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi) juga harus menyediakan bahan-bahannya terlebih dulu.
Khusus di Arafah, total ada 1,58 juta paket bahan makanan untuk 213 ribu makanan siap saji untuk jemaah yang disimpan. Untuk bahan bakar, yang dipakai memasak bukan elpiji, melainkan kayu bakar.
”Sebab, jika memakai gas elpiji cukup berbahaya. Mengingat kondisi cuaca di Arafah yang panas sehingga rawan meledak. Karena itu, lebih aman jika menggunakan kayu bakar,” terang Nuralim.
Seluruh lauk yang disediakan bagi jemaah pada masa Armuzna 100 persen menggunakan menu khas Nusantara. Mulai gulai ikan, rendang ayam, rendang daging, hingga ayam saus asam manis.
Untuk menghindari keterlambatan pengiriman paket konsumsi kepada jemaah, semua paket itu harus sudah siap dan selesai pengepakan maksimal tiga jam sebelum waktu makan. Misalnya, untuk makan pagi harus selesai pada pukul 03.00 WAS. Sedangkan untuk makan malam sudah harus selesai pukul 17.00 WAS.
Beny menyebutkan, paket-paket konsumsi itu disediakan tidak hanya saat jemaah berada di Arafah. Tapi juga saat mabid (bermalam sejenak) di Muzdalifah serta menginap di tenda Mina selama tiga hari.
Sehingga, jika ditotal, selama masa pelaksanaan ibadah di Armuzna, setiap jemaah mendapat jatah 15 kali makan. ”Khusus untuk di paket konsumsi Muzdalifah sudah disiapkan petugas di Arafah. Nanti dibawa jemaah saat berangkat,” katanya.
Sedangkan di Mina, setiap jemaah juga akan mendapat paket konsumsi serupa dari dapur yang disediakan di dapur masing-masing maktab jemaah Indonesia. Di luar itu, PPIH Arab Saudi juga menye-diakan sejumlah paket konsumsi pelengkap.
Di antaranya berupa bahan minuman. ”Seperti kopi, krimer, gelas-sendok, dan lainnya yang ditempatkan dalam paket. Paket itu belum termasuk jatah teh, kopi, plus dispenser berisi air di tiap tenda,” katanya.
Soal kualitas makanan, Beny memastikan seluruhnya sangat layak untuk para jemaah, termasuk para lansia. ”Sebab, nasinya lebih empuk karena dimasak khusus sehingga mudah dicerna. Demikian pula semua lauknya,” ujar dia. (*)
batampos– Waktu pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun pendidikan 2024-2025 sudah selesai dan hanya tunggu pengumuman pada Kamis (20/6). Khusus untuk tamatan sekolah dasar (SD) baik dari sekolah negeri dan swasta jumlahnya lebih banyak dibandingkan jumlah tamatan SMP. Hal ini terkait dengan jumlah rombongan belajar yang tersedia di SMP negeri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya, Sugianto yang dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, memang kalau dilihat jumlah siswa SD yang tamat tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan jumlah siswa SMP yang tamat. ”Jumlah siswa SD yang tamat sebanyak 4.615 dan untuk jumlah tamatan SMP sebanyak 3.725 orang,” ujarnya.
Meski jumlah tamatan SD lebih banyak dibadingkan tamatan SMP, katanya, pihaknya yakin semua tamatan SD bisa tertampung dan bersekolah. Dengan catatan, wali murid atau orang tua siswa tidak memilih sekolah. Artinya, tidak memaksa untuk masuk ke suatu sekolah negeri. Kemudian, jika mau melanjutkan ke SMP swasta.
”Seperti yang pernah kami sampaikan orang tua jangan pilih-pilih sekolah untuk melanjutkan sekolah anaknya ke jenjang SMP. Khususnya, untuk SMP negeri masih menerapkan sistim zonasi. Kalau sekolah yang dituju tidak masuk dalam zonasi domisili, maka sudah tentu tidak bisa masuk ke sekolah tersebut. Melainkan, pilih sekolah yang masuk dalam zonasi domisili,” jelasnya.
Menyinggung tentang jika seandainya jumlah kelas tdiak mencukupi untuk menampung tamatan SD untuk masuk ke SMP negeri, Sugianto menyebutkan, hal ini akan dibahas nanti. ”Artinya, apakah akan ditambah rombongan belajar (Rombel) atau tidak akan dibahas dan didiskusikan lagi,” terangnya. (*)
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra (baju kaos putih) saat menyaksikan petugas menyembelih sapi miliknya
batampos – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 H menjadi momen umat muslim untuk berqurban hewan. Salah satunya, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra yang berkurban di Masjid Agung Baitul Ma’mur, Tarempa, Kecamatan Siantan.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu, berkurban satu ekor sapi yang memiliki bobot 190 Kilogram.
Saat sapi milik Wan Zuhendra ingin disembelih, petugas penyembelihan hewan kurban kesulitan menaklukkan sapi.
Pantauan batampos, sejak pukul 07.45 WIB petugas berusaha menaklukkan sapi dengan mengikat kaki. Usaha yang dilakukan petugas tak membuahkan hasil.
Tak bisa kaki diikat, petugas mencari cara lain dengan mengingkat pinggang serta perut sapi. Tepat pukul 08.15 WIB, petugas pun berhasil, meski sapi terus memberontak hampir membuat salah satu petugas terpelanting.
“Biasalah aja itu,” ujar Wan Zuhendra sambil tertawa, saat ditanyai perihal sapi miliknya yang susah ditaklukkan.
Wan Zuhendra yang juga Ketua Masjid Agung Baitul Ma’mur mengatakan pada tahun ini pihaknya menyembelih 4 ekor sapi yang mana 1 ekor sapi merupakan sumbangan darinya.
“Kita lakukan pemotongan pada hari ini. Karena semalam panitia kita menjadi petugas di tempatnya masing-masing,” ujar Wan Zuhendra.
Setelah pemotongan, panitia langsung membagikan daging hewan kurban ke warga yang berdomisili di sekitar Masjid Agung Baitul Ma’mur.
“107 warga yang dapat daging ini. Semua berdomisili sekitar Masjid ini,” tukas Wan Zuhendra. (*)
Mbappe cedera patah tulang hidung saat Prancis menang 1-0 atas Austria di Piala Eropa. (Ozan Kose/AFP/Antara)
batampos – Kapten Timnas Prancis Kylian Mbappe mengalami cedera patah tulang hidung saat mengantar Les Bleus menang 1-0 atas Austria pada pertandingan grup D Piala Eropa 2024 di Düsseldorf, Selasa (18/6) dini hari WIB.
”Kondisi hidungnya tidak bagus…itu jelas menjadi poin buruk dalam pertandingan ini. Ini sangat mengkhawatirkan kami,” kata pelatih Prancis Didier Deschamps sesaat setelah pertandingan sebagaimana diwartakan AFP seperti dilansir dari Antara.
Mbappe mengalami patah tulang hidung setelah bertabrakan dengan bek Austria Kevin Danso. Saat itu, keduanya berusaha berebut bola di udara pada menit ke-86.
Ketika melompat, hidung Mbappe membentur sisi luar bahu kiri Kevin Danso. Mbappe sempat tersungkur dan mendapatkan perawatan medis di sisi lapangan. Setelah itu Mbappe tetap lanjut bermain selama beberapa menit.
Namun, striker PSG itu terpaksa ditarik keluar lapangan pada menit ke-90 digantikan Oliver Giroud. Sebab, darah yang terus mengalir dari hidungnya.
Prancis menang 1-0 atas Austria melalui gol bunuh diri Max Wober pada menit ke-38. Les Bleus akan melawan Belanda di Leipzig pada Sabtu (22/6) dan Polandia pada Selasa (25/6). (*)
Penumpang terlihat memadati Pelabuhan Internasional Batam center, Senin (17/6). Kepadatan penumpang terlihat di pintu keberangkatan yang didominasi warga negara Singapura dan Malaysia yang akan pulang usai berlibur dari Batam. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Ada dua polemik besar yang dianggap menghambat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Kepri, khususnya Batam. Yak-ni tiket feri ke Singapura yang sangat mahal dan juga pemberlakuan Visa on Arrival (VoA). Dimana untuk harga tiket Batam-Singapura pulang pergi sekitar Rp760 ribu dari harga sebelumnya sekitar Rp400 ribu. Sementara VoA sekitar Rp500 ribu.
Tetapi terkait upaya pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait terhadap VoA ini kemungkinan akan membuahkan hasil. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Guntur Sakti mengatakan bahwa terkait dengan relaksasi kebijakan visa khusus (Short Term Visa) yang telah ditetapkan Kemenhumkam untuk Kepri sudah diperjuangkan. Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, pada 25 April 2024 lalu telah mengirim surat kedua kepada Menparekraf untuk mempercepat usulan pengadaan tarif PNBP Visa on Arival (VoA) 7 hari/short term visa untuk Kepri kepada Menteri Keuangan.
”Jadi surat itu ditembuskan juga ke Menko Perekonomian, Menko Marves, Menteri Keua-ngan, dan Menhumkam,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pada Mei 2024 lalu, Menparekraf telah menindak lanjuti surat Gubernur Kepri kepada Menteri Keuangan perihal Akselerasi Permohonan Tarif PNBP Visa Kunjungan saat Kedatangan/VoA 7 hari untuk Provinsi Kepri.
”Perjuangan bersama pemerintah, pemerintah daerah, dan stakeholder pariwisata di Kepri agar kebijakan Visa untuk Kepri sebagai border tourism, insyaallah akan membuahkan hasil,” kata Guntur.
Ia mengatakan, proses untuk mewujudkan VoA yang murah ini memang tidak mudah dan sebentar, karena harus merevisi Perpres tentang Visa dan Izin Tinggal dan Peraturan Pemerintah tentang PNBP. Dimana ini harus mendapatkan paraf koordinasi dari kementerian dan lembaga terkait, sebelum masuk ke setneg untuk ditanda tangani presiden.
Guntur menyebutkan bahwa skema visa untuk Kepri akan ada dua jenis. Pertama, bebas visa kunjungan (resiprokal) bagi 10 negara ASEAN.
”Kemungkinan para ekspatriat pemegang permanen residen di Singapura pun akan mendapatkan fasilitas kebijakan baru utk masuk ke kepri, persisnya seperti apa kita tunggu regulasinya terbit,” ujarnya.
Kedua, skema Visa on Arrival yang infonya selain existing VoA 30 hari dengan tarif Rp500 ribu saat ini, akan muncul skema baru untuk short term visa sebagaimana usulan gubernur dan pemangku kepentingan di daerah dengan skema 7 hari. ”Namun, ada info juga ada skema baru visa singkat 14 hari untuk Kepri yang kepastian soal jenis dan tarif visa baru ini kita tunggu regulasinya terbit,” ujarnya.
Guntur menyatakan, dihadapkan dengan target tinggi yang ditetapkan oleh Menparekraf tahun ini (3 juta wisman), memang kita berharap ada terobosan dan insentif regulasi dari pemerintah pusat untuk memperkuat daya saing Kepri sebagai border tourim. Termasuk perjuangan KPPU dan seluruh stakeholder di daerah agar harga tiket feri internasional bisa turun di nominal yang wajar dan berkeadilan untuk semua.
”Semoga perjuangan kita bersama terkait short term visa untuk Kepri dan penurunan harga tiket feri dalam waktu dekat ini bisa menemui titik terang,” harapnya.
Ia menyebutkan pariwisata Kepri sedang menghadapi kendala pada aksesibilitas (visa dan harga tiket) yang membuat ekosistem pariwisata kita tidak kompetitif dibanding negara negara tetangga yang saat ini aksesibilitasnya makin borderless dan seamless. ”Semoga dalam waktu tidak lama lagi, pemerintah akan menerbitkan regulasi baru terkait visa khusus untuk Kepri. Sebagai border tourism, Kepri membutuhkan spesial regulasi yang lebih localize, segmented, dan customize,” katanya.
Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, mengatakan, VoA sangat memberatkan wisatawan yang membuat pelaku usaha pariwisata kesulitan untuk membawa masuk wisa-tawan asing ke Batam. Padahal menurut Jadi, dengan free VoA maka negara juga akan diuntungkan. Tentunya dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang ke Batam.
”Kalau misalnya seorang turis datang ke Batam, maka hotel akan banyak terisi. Tempat makan akan penuh. Dan ini sudah pasti akan langsung berimbas kepada pendapatan negara. Kan pajak hotel ada, demikian juga makanan dan minuman juga kan dipajak,” katanya.
Menurut Jadi, VoA ini juga akan menghambat penerbangan langsung dari beberapa negara ke Batam. Padahal saat ini Bandara Hang Nadim sedang membuka sejumlah direct fligft dari beberapa negara Asia.
”Kalau misalnya mereka terbang langsung dari Korea atau Jepang ke Batam maka harus bayar Rp500 ribu. Nah setelah berlibur di Batam, dan mereka hendak ke Singapura dan ingin ke Batam lagi maka kena lagi. Ini sangat berat. Bagusan mereka langsung direct flight ke Singapura,” katanya.
Dengan kondisi seperti ini, Jadi pesimis target kunjungan wisata ke Kepri khususnya ke Batam akan terpenuhi. Bahkan hingga Juni ini, jumlah kunjungan wisman ke Batam masih sangat minim. ”Pemerintah harus mencari solusi untuk dua kasus ini, tiket mahal dan VoA. Kalau tidak maka target wisman itu harus direvisi.
Padahal saat ini lebih dari 6 juta wisatawan asing ada di Singapura dan Malaysia. Situasi yang cukup potensial untuk ditarik ke Batam sebagai destinasi pariwisata. Tetapi yang menjadi kendala adalah biaya untuk datang ke Batam yang sudah masuk dalam kategori mahal dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura.
Ketua DPD Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Batam, Andi Xie juga mengatakan kendala untuk mendatangkan wisman saat ini adalah soal tiket mahal dan pembelakuan Visa on Arrival (VoA). ”Data kami, dua bulan lalu, kami hanya mampu mendatangkan seribuan (wisman) aja. Sekarang, masuk high season, harga tiket naik, lang-sung drop. Gimana kita mau nge-push, kondisi sudah berat. Ditambah lagi VoA yang dulunya free, sekarang berbayar Rp500 ribu,” katanya.
Ia berharap pemerintah harus bergerak cepat mencari solusi serta memecahkan masalah. Kemungkinan, ada kesulitan juga dari pihak agen pelayaran. ”Singapura dan Malaysia sekarang lagi booming turis, karena di sana bebas VoA. Mereka bahkan sampai menolak kedatangan turis. Sedangkan di Indonesia sepi. Pemerintah harus mencari solusinya,” kata Andi. (*)
batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar pelaksanaan sholat Idul Adha 1445 H yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Ma’mur, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Senin, (17/6).
Ratusan warga Tarempa terlihat memadati Masjid Agung Baitul Ma’mur. Termasuk, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra.
Wan Zuhendra mengajak masyarakat untuk meneladani sifat nabi Ibrahim dan Ismail yang rela berkurban untuk menegakkan agama Islam.
“Idul Adha sarat dengan keteladanan, ketaqwaan, keikhlasan dan kepasrahan Nabi Ibrahim dan Ismail pada titah sang pencipta,” ujar Wan Zuhendra.
Wan Zuhendra tak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus berpatisipasi aktif dalam pembangunan.
“Berkontribusi bersama-sama Pemkab Kepulauan Anambas untuk mencapai kemajuan daerah dan meningkatkan derajat kehidupan yang lebih baik,” kata Wan Zuhendra.
Hal itu dapat dilakukan dengan berbagi tenaga dan pemikiran yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas berkelanjutan.
“Dalam konteks kehidupan bermasyarakat di era saat ini, bukan tidak mungkin kita dituntut pengorbanan materi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang menyentuh masyarakat banyak,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Pada saat itu juga, Wan Zuhendra menyumbangkan 1 ekor sapi untuk di sembelih di Masjid Agung Baitul Ma’mur. Kemudian, dagingnya dibagikan untuk masyarakat yang berada disekitar masjid tersebut. (*)
batampos – Belitan judi online (judol) makin meresahkan. Terbaru, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut, banyak korban judol mengambil dana dari pinjaman online (pinjol). Akibatnya, sudah bangkrut dikejar-kejar utang pula.
PPATK telah memblokir sekitar 5.000 rekening yang terdeteksi digunakan untuk judol. Pemblokiran itu dilakukan dari 3,5 juta orang yang terindikasi bermain judol di Indonesia. Dari jutaan orang itu, tercatat sekitar 80 persen bermain judol dengan nominal di bawah Rp 100 ribu.
Masih maraknya judol itu lantaran aksesnya belum semua terblokir. Nominal taruhan yang beragam juga membuat pemain judol datang dari banyak kalangan. ”Mulai dari anak SD,” terang Koordinator Humas PPATK Natsir Konga kepada Jawa Pos, grup Batam Pos.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, saat ini PPATK terus membantu Menkopolhukam dalam hal pemberantasan judol. Data menunjukkan, sudah ada penurunan transaksi judol akibat sinergitas kuat antar lembaga dalam menekan perkembangan judol.
”Tapi semua wajib tetap waspada pola-pola baru yg sangat mungkin dilakukan oleh para mastermind judol ini,” terangnya. Di antaranya yang terdeteksi adalah judol yang menggunakan fintech, e wallet, dan bitcoins. Kondisi inilah yang menjadi perhatian dalam pemberatan judol ke depan.
Ivan memaparkan, tak hanya pemberantasan judol, PPATK menganalisis soal sumber daya pemain yang digunakan untuk bermain taruhan. Salah satunya mereka menggunakan pinjol untuk judol. Akibatnya bisa ditebak, sudah bangkrut terjerat utang. ”Bayangkan lalu kalau sudah habis masih dikejar utang pinjol dengan (bunga, red) selangit itu,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari PPATK, jumlah transaksi judol melonjak sejak 2020. Di mana, di tahun itu, jumlah transaksi judol mencapai 5,6 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp 15,7 triliun. Angka itu kembali naik di tahun 2021. Dengan jumlah transaksi mencapai 43,5 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp 57,9 triliun.
Sementara itu, Ketua Harian Pencegahan Satgas Pemberantasan Judol sekaligus Menkominfo Budi Arie Setiadi menga-takan, upaya pencegahan judol perlu kolaborasi banyak pihak. Di antaranya dia mengajak elemen mahasiswa untuk sosialisasi jauhi judol kepada masyarakat.
Menurut dia judol sudah merusak ekonomi keluarga. Selain itu juga merusak hubungan keluarga itu sendiri. Dia mengakui bahwa perkembangan teknologi menimbulkan ironi. Di satu sisi, perkembangan teknologi membawa dampak positif bagi kehidupan. Tetapi di satu sisi lain membawa kerugian, termasuk praktik judol.
Selain itu, Budi juga menga-takan pemerintah saat ini menaruh perhatian pada kejahatan siber yang membawa korban anak-anak. ”Sebentar lagi, dalam waktu tidak lama kami akan mengeluarkan regulasi mengenai child online protection,” katanya. Regulasi ini untuk melindungi anak-anak di ruang digital. Dia menegaskan anak-anak perlu dilindungi dari kejahatan siber seperti pornografi, bullying, bahkan judol yang sudah merambah ke pelajar.
Budi mengatakan di era digital seperti ini, kejahatan digital kerap kali muncul di tengah masyarakat. Secara khusus dia berharap dunia pendidikan, termasuk lingkungan sekolah untuk sosialisasi pencegahan kejahatan siber.
”Penanaman kurikulum digital dengan tetap menekankan pada nilai-nilai positif juga perlu ditingkatkan,” katanya.
Pemberantasan judi online dinilai masih belum menimbulkan efek jera. Pasalnya, penegakkan hukum belum sepenuhnya mengebiri kemampuan bandar judi. Pengamat Kepolisian Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menjelaskan, bandar judi online selama ini hanya dijerat dengan KUHP dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam pasal 303 KUHP hukuman maksimal hanya 10 tahun dengan denda maksimal Rp10 juta. ”Dalam UU ITE Pasal 27 Ayat 2 hukuman maksimal enam tahun atau denda Rp1 miliar,” ujarnya.
Seharusnya, penegak hukum juga menjerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang hukumannya lebih berat. Dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp2 miliar. ”Seharusnya pakai TPPU,” terangnya.
Namun begitu, melihat begitu besarnya transaksi mencurigakan yang diduga terkait judi online sebesar Rp327 triliun pada 2023 tentunya penegakan hukum tersebut belum menimbulkan efek jera. ”Karena itu perlu UU perampasan aset hasil kejahatan,” urainya.
Dia mengatakan, kunci uta-ma menghentikan judi online itu menghentikan aliran dana hasil judi. Hal tersebut terhubung dengan berbagai layanan keuangan yang tentunya memiliki izin.
”Transaksi keuangannya dihentikan, uangnya disita sebelum sampai ke bandar judi di luar negeri,” terangnya.
Menurutnya, perlu keseriusan dalam menangani transaksi keuangan judi online. Hingga saat ini belum juga ada kabar menggembirakan soal penyitaan aset hasil judi online kendati transaksi mencurigakannya mencapai ratusan triliun. ”Selama ini belum serius,” paparnya.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meluruskan isu soal korban judi online bakal menerima bansos. Diakuinya, pernyataan tersebut menjadi kontroversi publik lantaran interpretasi yang keliru.
”Jadi itu terjadi misleading itu, tidak begitu,” tegasnya usai melaksanakan salat Iduladha 1445 H di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (17/6).
Dirinya pun mengaku sudah mencermati reaksi dari masyarakat tentang usulannya untuk memberi bansos dengan kriteria tertentu pada korban judi online. Dimana, ternyata, sebagian masyarakat berfikir bahwa korban yang dimaksud adalah pelaku. Padahal bukan demikian. Di poin ini, Muhadjir menekankan, bahwa korban judi online yang dimaksud bukan pelaku judi online itu sendiri. Melainkan pihak keluarga atau individu terdekat dari para penjudi yang dirugikan baik secara material, finansial, maupun psikologis.
Menurutnya, tak jarang pihak keluarga atau individu terdekat ini jatuh miskin akibat ulah pelaku judi online. ”Kalau memang dipastikan bahwa dia telah jatuh miskin akibat judi online, ya, dia akan dapat bansos. Jadi, jangan bayangkan terus pemain judi, kemudian miskin, kemudian langsung dibagi bagi bansos. Bukan begitu,” jelasnya. Hal ini sesuai dengan amanat UUD Pasal 34 Ayat 1, di mana orang miskin menjadi tanggung jawab negara.
Sementara itu, terkait pelaku, Muhadjir memastikan mereka tetap akan dijatuhi sanksi, sebagaimana bandar dan pemilik situs judol. Ketentuan ini jelas disampaikan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 303 maupun UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 27, yang mana pelaku judi merupakan pelaku tindak pidana.
”Karena itu para pelaku, baik itu pemain maupun bandar, itu adalah pelanggar hukum dan harus ditindak,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia turut meminta agar PPATK mengecek kembali rekening pelaku judi online yang telah diblokir. Muncul kekhawatiran, ada rekening penerima bansos dalam 5.000 rekening yang telah diblokir terkait kasus ini.
Jika ditemukan, Mantan Mendikbud ini pun mengaku langsung meninjau ulang statusnya. Selain itu, dari data itu, akan ditelusuri untuk kemudian direhabilitasi. Proses rehabilitasi ini rencananya digarap keroyokan melalui koordinasi pihaknya bersama Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (*)
Penyerang Prancis Kylian Mbappe merayakan gol bersama Ousmane Dembele pada pertandingan sepak bola Grup D UEFA Euro 2024 lawan Austria. (Antara)
batampos – Timnas Prancis memenangi laga perdana Euro atau Piala Eropa 2024 dengan kemenangan tipis 1-0 melawan Austria. Kemenangan diraih melalui gol bunuh diri Maximilian Wober pada menit ke-38 di Esprit Arena, Dusseldorf, Selasa (18/6) WIB.
Di bawah asuhan pelatih Ralf Rangnick, Austria bermain dengan pressing tinggi yang menyulitkan Prancis di 30 menit pertama. Marcel Sabitzer dan kawan-kawan melakukan pressing sampai garis kotak penalti Prancis, membuat Les Bleus kesulitan melakukan build-up.
Dilansir dari Antara, Prancis beberapa kali terpaksa melakukan umpan-umpan lambung yang mudah diantisipasi pemain-pemain Austria. Meski demikian, anak-anak asuh Didier Deschamps sesekali mampu keluar dari tekanan dengan transisi serangan cepat. Seperti saat kerja sama apik Theo Hernandez dan Adrien Rabiot yang menemukan celah bagi Kylian Mbappe pada menit-menit awal.
Mbappe yang terbebas dari sisi kanan Austria menembak bola dari sisi dekat. Sayang bola masih dapat dihalau kiper Austria Patrick Pentz.
Setelah peluang itu, Prancis kesulitan membuat peluang berbahaya. Hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Burschen yang melancarkan serangan ke gawang Mike Maignan.
Pada menit ke-35, Austria bahkan hampir membuka keunggulan melalui kerja sama apik Marcel Sabitzer dan Christoph Baumgarter. Namun Baumgarter yang tinggal satu lawan satu dengan Maignan gagal menaklukkan kiper milik AC Milan tersebut.
Tiga menit setelahnya, Prancis sebagai tim unggulan di Euro tahun ini menunjukkan taji sebagai tim besar yang tak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol. Dimulai aksi Mbappe yang mengelabui Mwene dari sisi kiri pertahanan Austria. Bintang Les Bleus itu melepaskan umpan tarik yang membuat Maximilian Wober melakukan kesalahan karena menanduk bola ke gawangnya sendiri.
Prancis unggul satu gol dan bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Prancis hampir menambah keunggulan.
Pada menit ke-55, Mbappe memenangi sprint dengan bek Austria yang membuatnya satu lawan satu dengan Pentz. Namun, tendangan striker 25 tahun itu justru melebar tipis.
Prancis menemukan cara untuk menjinakkan pressing Austria di babak kedua. Mereka kembali mendapatkan peluang pada menit ke-66 melalui sepakan Jules Kounde yang masih diblok. Satu menit setelahnya, Thuram berganti mengancam yang kali ini tendangannya mampu dihalau Pentz.
Di sisa waktu, kedua tim saling memburu gol, tapi hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 untuk kemenangan Prancis tak berubah. Kemenangan itu membawa Prancis berada di posisi kedua Grup D dengan tiga poin, di bawah Belanda dengan koleksi poin yang sama. Kedua tim selanjutnya akan saling berhadap di Red Bul Arena, Lepizig, pada Sabtu (22/6) pukul 02.00 WIB. (*)
Sejumlah warga memisahkan daging dari tulang hewan kurban yang sudah disembelih di salah satu lokasi penyembelihan hewan kurban di Kecamatan Seri Kuala Lobam pada Senin (17/6/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Empat tim diterjunkan mengawasi proses penyembelihan hewan kurban untuk memastikan kelayakan hewan kurban yang disembelih di Kecamatan Bintan Utara (Binut) dan Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL), Kabupaten Bintan, Senin (17/6/2024).
“Untuk wilayah Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam, ada empat tim. Dua tim di Bintan Utara dan dua tim di Seri Kuala Lobam,” ujar petugas pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban Bintan, drh Oryona saat melakukan pengawasan hewan kurban di lapangan Hang Tuah, Tanjunguban, Senin (17/6/2024).
Dikatakannya, masing-masing tim berpencar ke lokasi-lokasi penyembelihan hewan kurban yang ada di Kecamatan Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam.
Sejauh ini, dia mengatakan, tidak menemukan adanya hewan kurban yang tertular penyakit menular atau berbahaya untuk konsumsi.
“Dari laporan tim, kita tidak menemukan tanda-tanda penyakit menular atau berbahaya untuk dikonsumsi,” ujarnya.