Sabtu, 30 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3540

Petugas Kesehatan Hewan Sebut Daging Sapi Kurban Layak Dikonsumsi

0
Petugas kesehatan hewan memeriksa daging sapi kurban usai disembelih

batampos– Ratusan ekor sapi dan kambing sudah dilakukan proses penyembelihan pada Senin (17/6) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1445 H/ 2024. Untuk memastikan daging sapi kurban yang dipotong bersih dari penyakit, Dinas Pengan dan Pertanian Kabupaten Karimun bersama petugas kesehatan hewan turun ke setiap lokasi yang ada melaksakan pemotongan hewan kurban.

”Untuk memastikan bahwa daging sapi kurban post mortem atau setelah disembelih bebas dari penyakit dan layak dikonsumsi, maka kita sudah menyebar petugas kesehatan hewan ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jayaputra.

Fokus pemeriksaan oleh tim kesehatan hewan, katanya, pada bagian hati daging sapi dan parunya setelah disembelih. Sampai dengan siang ini (Senin, red) pantauan yang dilakukan oleh petugas kesehatan hewan tidak menemukan adanya cacing pada hati sapi yang disembelih. Termasuk juga tidak ditemukan penyakit pada paru sapi.

BACA JUGA: Stok Hewan Kurban di Bintan Lebih dari Cukup, Ada 1.731 Ekor

”Alhamdulillah, saya juga turun langsung ke beberapa lokasi pemotongan hewan kurban di Pulau Karimun dari pagi sampai siang hari. Hasilnya memang tidak ditemukan penyakit pada daging sapi hewan kurban. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa daging sapi yang disembelih layak untuk dikonsumsi. Berbeda pada tahun lalu masih ada daging sapi kurban yang ditemukan penyakit,” ungkapnya.

Menyiggung tentang jumlah sapi kurban yang disembelih, Sukrianto menjelaskan, sampai dengan hari H atau Hari Raya Idul Adha jumlah yang disembelih sebanyak 427 ekor. ”Namun, dipastikan akan ada tambahan mengingat waktu penyembelihan hewan kurban masih ada sampai dengan Rabu (19/6). Beberapa instansi dan organisasi ada yang melaporkan akan melakukan penyembelihan Selasa (18/6) dan Rabu (19/6).

Sementara itu, untuk hewan kurban kambing yang disembelih bertepatan dengan Hario Raya Idul Adha sebanyak 464 ekor. Hanya saja, apakah ada tambahan penyembelihan lagi untuk hewan kurban kambing pihaknya belum dapat laporan atau informasi. Yang jelas, untuk hewan kurban kambing yang disembelih juga bebas penyakit, sehingga layak dikonsumsi. (*)

Reporter: Sandi P

Siap Diedarkan untuk Idul Adha, Polisi Sita Uang Palsu Senilai Rp 22 Miliar

0
Ilustrasi uang pecahan Rp 100.000 sasaran utama para pembuat uang palsu.

batampos – Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran uang palsu. Tak tanggung-tanggung, uang palsu yang disita senilai Rp 22 miliar.

“Barang bukti ada Rp 22 M uang palsu siap edar,” ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (18/6).

Selain uang palsu miliran rupiah, polisi menyita satu mesin penghitung, satu mesin pemotong uang, satu mesin GTO atau mesin percetakan, dan beberapa tinta warna.

Ade mengatakan, ada tiga orang dicokok dalam kasus ini ini. Ketiganya adalah M, YA, dan FF. Mereka memiliki peran berbeda-beda.

Penangkapan kepada para pelaku dilakukan di Jalan Srengseng Raya Nomor 3 RT1 RW8, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Adapun uang palsu ini rencananya akan disebar untuk Idul Adha.

“Jadi, ini sudah diamankan oleh penyidik Subdit Ranmor Ditreskrimum berawal dari adanya informasi dari masyarakat, akhirnya ditindaklanjuti oleh penyidik dan akhirnya berhasil diungkap oleh penyidik ini,” jelas Ade.

Para pelaku dikenakan Pasal 244 dan 245 KUHP. Mereka terancam pidana maksimal maksimal 12 tahun penjara. (*)

Membahayakan, Jalan Amblas Dekat RS Bhayangkara Belum Juga Diperbaiki

0
image0 9 scaled e1718672909893
Jalan Dang Merdu, Batubesar, Nongsa yang amblas beberapa waktu lalu belum selesai diperbaiki. F.Yashinta

batampos – Ruas Jalan Dang Merdu, Batubesar, Nongsa yang amblas beberapa waktu lalu belum selesai diperbaiki. Padahal kondisi jalan tersebut sangat rawan jika dilewati pada malam hari karena tak ada lampu penerangan jalan umum (LPJU).

Seperti yang terlihat pada Senin (17/6), kondisi jalan amblas cukup lebar. Mulai dari bahu jalan hingga sepertiga jalan. Diatas jalan amblas, hanya dibatasi dengan pembatas segitiga dan segi empat. Selebihnya, pengendara haruslah pandai-pandai melewati jalan yang hanya satu jalur itu untuk dilewati dua arah.

Beberapa waktu lalu, terlihat juga pengerjaan oleh sejumlah pekerja. Bahkan, sudah ada setengah batu miring yang dibangun. Namun sampai sekarang jalan yang telah amblas sejak awal Maret, tak juga diselesia diperbaiki.

Rina, warga Nongsa mengaku suaminya sempat menabrak pembatas jalan karena jalanan terlalu gelap. Untung saja suaminya sigap sehingga tak sampai masuk ke dalam jalanan yang amblas.

“Itu bahaya, jalanan amblas setinggi itu hanya diberi segitiga pembatas. Kami sempat nabrak pembatas jalan itu,” sebut Rina.

Ia heran mengapa kondisi jalan yang sangat rawan itu dibiarkan begitu saja. Padahal jalan tersebut padat dilalui kendaraan. Mirisnya, saat malam, kondisi jalan gelap, sehingga membahayakan pengendara.

“Beberapa waktu lalu sempat dikerjakan, sekarang ditinggalkan begitu saja. Padahal jalan itu padat dilalui kendaraan,” sebut Rina.

Hal senada dikatakan Eko warga lainnya. Ia menyesalkan dengan pembiaran jalan oleh pemerintah dalam kondisi seperti itu.

“Antara jalan dan tempat pembuangan air ini tinggi. Tapi dibiarkan berbulan-bulan seperti ini,” sebutnya.

Ia berharap, pemerintah bisa segera ambil tindakan cepat memperbaiki kondisi jalan. Jangan sampai ada korban dulu, baru menyesal.

“Biasanya viral dulu, ada korban dulu baru diperbaiki. Kalau tidak ya diabaikan seperti ini,” sebut Eko.

Sementara, Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Suhar belum bisa di konfirmasi terkait tak selesainya pembangunan jalan amblas di Jalan Dang Merdu tersebut.

Sebelumnya, Ruas jalan dang merdu, BatuBesar, Nongsa, tepatnya tidak jauh dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri amblas dibagian bahu jalan. Situasi tersebut membuat pengendara khawatir ketika melintas terutama disaat turunya hujan membuat jalanan licin dan berlumpur. (*)

Reporter: Yashinta

Ketua DPRD Batam: Kurban Tak Hanya Ibadah, tapi Wujud Kepedulian Sosial

0
dbf39a5f a0db 4c23 8573 99779730dd1c e1710296047575
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto

batampos – Hari raya Iduladha jadi salah satu momen yang paling dinanti. Masyarakat muslim dapat merayakannya dengan penuh kekhusyukan. Begitu juga dengan anggota DPRD Batam.

Segala sesuatunya juga diharapkan berjalan aman dan lancar. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Senin (17/6).

Bagi yang berkecukupan, ia mengajak untuk ikut serta dalam berkurban. Tak cuma punya nilai ibadah, namun dia menganggap kurban punya aspek sosial yang luas.

Baca Juga: Sholat Id di Lapangan Parkir One Batam Mall

“Ibadah kurban bukan hanya sekedar aspek ibadah sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah, tetapi juga memiliki aspek sosial, yakni keinginan dan semangat untuk berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Cak Nur ini berharap, seluruh rangkaian ibadah di Iduladha dapat terlaksana dengan lancar. Ia mengimbau seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bekerjasama dan saling menjaga agar pelaksanaannya dapat terlaksana dengan penuh kedamaian dan ketenangan.

Baca Juga: Lapas dan Rutan Batam Sembelih 13 Ekor Kambing dan Lima Ekor Sapi

“Kita doakan juga saudara-saudara kita yang berangkat haji ke Tanah Suci, mendapatkan haji yang mabrur dan mabruroh, serta kembali dengan selamat,” katanya.

Ucapan senada juga disampaikan Wakil Ketua I DPRD Batam, Muhammad Kamaludin. Dia mengajak seluruh masyarakat muslim dapat memaknai perintah kurban dengan penuh semangat ketaatan dan keikhlasan kepada Allah.

“Semoga kurban yang kita berikan mendapat nilai ibadah tertinggi di hadapan Allah,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Lokasi Tak Memadai, Masjid Nurul Ihsan Tarempa Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban di Dermaga

0
Pemotongan hewan kurban yang dilaksanakan panitia

batampos – Pelaksanaan penyembelihan hewan Kurban di Masjid Nurul Ihsan, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas terbilang cukup unik dibandingkan dengan tempat lain.

Pasalnya, panitia setempat melaksanakan penyembelihan di Dermaga Kopitiam, Jalan Takari. Hal ini dikarenakan, lokasi sekitar masjid tidak memiliki lahan yang memadai.

Pantauan batampos, diarea penyembelihan tidak didapati lubang untuk menampung darah sapi yang telah disembelih lehernya.

Sehingga, darah sapi yang telah di sembelih mengalir deras dan menetes ke area dermaga takari.

BACA JUGA: ASN Pemkab Kepulauan Anambas Kurban 35 Ekor Sapi, Disebar ke Desa-Desa

“Tempat kami lahannya sempit, tak ada tempat untuk buat galian penampung darah,” ujar Panitia Kurban Masjid Nurul Ihsan, Abdul Rahim, Senin, (17/6).

Rahim mengatakan cara penyembelihan ini telah berlangsung cukup lama. Dan tidak mengalami kendala apapun.

“Sudah lama macam gini. Lebih praktis juga, darah sapi langsung kita bersihkan lalu jatuh ke laut, jadi tak ada yang tersisa darahnya,” terang Rahim.

Untuk tahun ini, Masjid Nurul Ihsan memotong hewan kurban sebanyak 10 ekor sapi.

“Ini hewan kurban dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi Masjid. Selesai dipotong kita distribusikan langsung ke masyarakat,” tukas Rahim. (*)

Reporter : Ihsan

Jamaah Haji Lansia dan Risiko Tinggi Diimbau Membadalkan Lontar Jumrah

0
Ilustrasi: Jemaah haji melaksanakan ritual melempar jumrah di Jamarat, Mina. (AFP)

batampos – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah lanjut usia dan risiko tinggi agar membadalkan lontar jumrahnya, guna menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

“Jamaah haji dengan risiko tinggi (risti), lanjut usia, disabilitas, serta jamaah yang sedang kurang sehat dan mengalami kelelahan diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar tenda Mina,” ujar Kepala Daerah Kerja Makkah, Khalilurrahman, di Mina, Senin (17/6).

Fase mabit (menginap) di Mina memasuki hari kedua. Jamaah haji Indonesia secara bergelombang melakukan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada hari Tasyrik.

Menurut Khalilurrahman, suhu di Mina juga sangat panas, di atas 40 derajat Celsius. Sementara perjalanan dari tenda Mina ke Jamarat juga lumayan jauh, jaraknya sekitar empat kilometer untuk sekali jalan.

“Jamaah dapat mewakilkan/membadalkan pelaksanaan lempar jumrah kepada jamaah lain atau petugas,” ucapnya.

Khalilurrahman meminta kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah KBIHU untuk mengkoordinasikan pelaksanaan badal lempar jumrah bagi jamaah binaan yang lansia, risti, disabilitas, sakit, kelelahan dan kurang sehat secara fisik.

Mabit di Mina menjadi tahapan terberat fase puncak haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sebab, jamaah tinggal lebih lama di tenda Mina.

Selain itu, jika di Arafah dan Muzdalifah jamaah relatif hanya berdiam di tenda, di Mina ada aktivitas lontar jumrah. Karenanya, ikhtiar menjaga kesehatan sangat diperlukan. Jamaah diimbau untuk tidak memaksakan diri dalam melontar jumrah. (*)

Penumpang Pelabuhan Internasional Batam Center Membeludak, Keberangkatan Capai 11 Ribu Orang

0
pelabuhan batam center
Ilustrasi: Calon penumpang antre dari depan pintu keberangkatan di lantai dua hingga ke lobi bawah di Pelabuhan Internasional Batam Center, Senin (12/2). (F. Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos – Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center membeludak, Senin (17/6). Terutama untuk arus keberangkatan penumpang tujuan negara Singapura dan Malaysia yang mencapai 11 ribu penumpang.

Momen libur hari Raya Idul Adha 1445, dimanfaatkan para wisatawan untuk berkunjung ke Batam. Dimana beberapa hari sebelumnya, arus penumpang membeludak di kedatangan, terutama dari negara Singapura.

“Untuk hari ini arus penumpang lebih didominasi keberangkatan. Sebelumnya di kedatangan,” ujar General Manager Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Senin (17/6).

Baca Juga: Jemaah Haji Embarkasi Batam Meninggal di Tanah Suci Bertambah Jadi 10 Orang

Menurut Nika, data penumpang yang berangkat pada Senin (17/6) hampir mencapai 12.500 penumpang. Seribu lebih penumpang batal berangkat. Sehingga yang berangkat diperkirakan 11 ribuan penumpang.

“Ini perkiraan data sore. Untuk data pasti malam nanti. Namun hingga sore, jam 3 ada seribuan penumpang yang batal berangkat,” sebut Nika.

Lonjakan penumpang sudah diantisipasi operator dengan extra trip kapal. Pada hari senin, untuk keberangkatan ada 12 trip kapal, sehingga total kapal yang berangkat ada 79 trip.

“Untuk normal, kapal berangkat 67 trip. Hari ini (kemarin) 79 trip. Kapal ukuran besar juga. Kapal berangkat hitungan per 15 menit,” ungkap Nika.

Baca Juga: 11.755 Siswa Baru SD Negeri di Batam Selesaikan Berkas dan Pilih Sekolah

Dikatakan Nika, untuk lonjakan arus penumpang saat ini bisa diatasi dengan baik. Sebab pihaknya memberlakukan jalur buka tutup antrean penumpang yang hendak menuju konter check in Imigrasi.

“Apalagi saat ini autogate berfungsi dengan baik, penumpang hanya beberapa detik, bisa lewat dengan baik. Sehingga antrean terurai dengan baik,” ujar Nika.

Tak hanya, pihaknya juga melembutkan semua petugas kemanaan. Dibantu juga dengan personil polisi.

“Yang pasti kami memberikan pelayanan terbaik untuk penumpang,” kata Nika.

Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Eric Mario Sihotang mengatakan hal serupa jika arus penumpang keberangkatan pada Senin sangat padat.

“Ada extra trip 12 kapal, tujuan Singapura,” pungkas Mario. (*)

 

Reporter: Yashinta

Tidak Hanya Orang Dewasa, Pelajar pun Terpapar Judi Online

0
Ilustrasi judi online. (ISQ Espana)

batampos – Upaya pencegahan dan penindakan akan dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online. Rencana kerja pun tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

”Kami perlu bekerja dengan Interpol, dengan Kemenlu, untuk bisa memfasilitasi agar server-server (judi online) yang ada di luar sana tidak mengakomodasi kepentingan judi online di Indonesia,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online yang juga Menko Polhukam Hadi Tjahjanto.

Dia menjelaskan, langkah pencegahan penting untuk memagari masyarakat agar tidak terseret dalam judi online. Sementara itu, penindakan perlu dilakukan agar para pelaku jera.

Khusus di TNI, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan bakal memberikan sanksi kepada prajurit yang kedapatan main judi online. ”Yang jelas, yang melanggar saya hukum. Hukum berat, bisa dipecat supaya tobat,” tegasnya.

Pakar keamanan siber Pratama Pershada mengakui, judi online sudah menjadi persoalan akut di Indonesia. Apalagi yang terjerat bukan hanya masyarakat sipil. Banyak aparat yang bermain judi online. ”Tingginya peminat serta rendahnya kesadaran dan kesulitan penegakan hukum juga menjadi salah satu faktor sulitnya memberantas judi online,” ungkap chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC tersebut.

Di sisi lain, lanjut Pratama, operator judi online juga terus mengembangkan teknologi dan perangkat lunak. Mereka berusaha menyembunyikan jejak agar lepas dari kejaran aparat.

Bila judi online tidak diberantas, menurut Pratama, korban akan terus bertambah. Sebab, judi online sudah masuk ke berbagai lapisan masyarakat. Bahkan, paparan judi online sampai kepada pelajar di level SD dan SMP. ”Kecanduan judi online sudah merambah kepada siswa SD serta SMP,” imbuhnya.

Fakta menunjukkan, korban tidak segan mengakhiri hidup saat sudah mentok. Tidak sedikit juga yang terjerat pinjaman online. (*)

Dua Puncak Musim Hujan di Batam, BMKG: Waspada Hujan dan Angin Kencang

0
Genangan Air Hujan 3 F Cecep Mulyana scaled
Hujan yang mengguyur kota Batam, mengakibatkan ruas jaln Laksamana Bintan depan Mitra Raya tergenang, Minggu (2/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Cuaca di Batam tengah tak menentu. Pada hari Senin (17/6) saja, hujan mengguyur sejak siang hingga sore.

Beberapa daerah seperti di Kecamatan Sekupang hingga Lubukbaja, sampai sore masih diguyur hujan. Sementara di kawasan Batamcenter, cuaca dominan mendung.

Berdasarkan informasi dari BMKG, musim hujan di Batam biasanya terjadi di sekitar bulan November sampai Januari. Namun secara umum, cuaca yang tak menentu dikarenakan faktor awan hujan yang terbentuk cenderung cepat.

Baca Juga: KSOP Batam Pastikan Kesiapan Armada Mudik Idul Adha, 1 Kapal Tambahan Disiagakan

Prakiraan BMKG untuk cuaca di Batam hari ini cenderung hujan yang cukup merata di semua wilayah. Hujan pun berpotensi terus berlanjut hingga malam dan dini hari.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman mengatakan, bahwa hujan yang berlangsung pada Juni ini merupakan efek dari sisa puncak hujan yang terjadi pada tiap-tiap Mei lalu.

“Jadi, jika bulan ini sudah mulai diguyur hujan, baik itu intensitas kecil, sedang atau tinggi, maka wajar terjadi,” kata Suratman.

Baca Juga: Sampah Masih Berserakan di Pinggir Jalan

Sebagaimana diketahui, Kepri mempunyai dua puncak musim hujan di tiap tahun. Terjadi pada bulan Mei dan juga Desember.

Hal sama pun berlangsung di laut. Potensi angin kencang dan gelombang tinggi berkemungkinan terjadi. (*)

 

Reporter: Arjuna

Tim Kesehatan Hewan Kurban Temukan Kasus Cacing Hati di Kecamatan Bintan Timur

0
Tim kesehatan hewan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan pada kambing sebelum disembelih di lokasi penyembelihan di Kecamatan Bintan Timur, Senin (17/6/2024). F.Kiriman drh. Iwan Berri Prima

batampos– Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan menemukan kasus cacing hati pada hewan kurban di Kecamatan Bintan Timur.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada DKPP Kabupaten Bintan, drh Iwan Berri Prima mengatakan, kondisi hewan kurban di Kabupaten Bintan secara umum layak dan sehat.

“Kita tidak menemukan kasus hewan kurban yang terkena penyakit hewan menular strategis,” ujar pria yang juga merupakan Pejabat Otoritas Veteriner Kabupaten Bintan ini saat dihubungi, Senin (17/6/2024) sore.

Namun, katanya, berdasarkan pengawasan hari pertama dari tim kesehatan hewan di lapangan ada ditemukan kasus cacing hati pada hewan kurban.

“Masih kita temukan kasus cacing hati pada hewan kurban, salah satunya di Kecamatan Bintan Timur,” katanya.

Namun dia memastikan daging kurban itu masih aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, tim juga masih menemukan lokasi pemotongan hewan yang belum memenuhi kaidah kesejahteraan hewan, salah satunya saat pemrosesan daging hewan kurban tidak menggunakan alas terpal.

BACA JUGA: TPID Karimun Siapkan 1,5 Ton Beras dan 1 Ton Daging di Operasi Pasar Murah

“Jadi daging diproses hanya di atas tanah beralaskan kulit hewan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, tim juga menemukan panitia hewan kurban yang ketika menangani daging kurban dilakukan sambil merokok.

Padahal sebelumnya, kata dia, pihaknya sudah menyampaikan kaidah-kaidah salah satunya dalam memproses daging kurban melalui surat edaran ke seluruh kecamatan, kelurahan atau desa bahkan masjid-masjid di Kabupaten Bintan.

Diketahui, Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Kabupaten Bintan diterjunkan sebanyak 16 orang terdiri dari 4 orang dokter hewan dan 12 orang paramedik veteriner atau tenaga pendamping kesehatan hewan.

Tim menyebar di 7 kecamatan di Kabupaten Bintan untuk melakukan pengawasan pada hari H Iduladha dan juga pada hari Tyasrik jika ada pemotongan hewan kurban. (*)

 

Reporter: Slamet N