Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 449

Lahan Sekolah Garuda Tersedia, Pemprov Kepri Tunggu Kepastian Pusat

0
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Andi Agung. F. Dok. Batam Pos

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di kawasan Dompak untuk pembangunan Sekolah Garuda. Namun hingga kini, realisasi sekolah unggulan nasional tersebut masih menunggu keputusan dan regulasi dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Andi Agung, mengatakan, kesiapan daerah pada prinsipnya sudah final, khususnya dari sisi penyediaan lahan. Pemerintah daerah kini tinggal menanti kepastian skema pelaksanaan dari kementerian terkait.

“Untuk Sekolah Garuda di Kepri, lahannya sudah siap di Dompak seluas 20 hektare. Saat ini kami masih menunggu aturan dan keputusan dari pemerintah pusat,” ujarnya, Kamis (5/2).

Baca Juga: BKKBN Kepri Gelar Gerakan Indonesia ASRI Serentak di Tujuh Daerah

Sekolah Garuda merupakan program pendidikan unggulan berasrama yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing global menuju visi Indonesia Emas 2045.

Melalui APBN 2025, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 triliun untuk penyelenggaraan Sekolah Garuda. Dari jumlah tersebut, Rp1 triliun dialokasikan sebagai dana abadi sekolah unggul guna menjamin keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Secara nasional, Sekolah Garuda telah diluncurkan di 16 titik wilayah. Sebanyak 12 sekolah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi, yakni penguatan terhadap SMA/MA unggul yang sudah ada, sementara empat lainnya merupakan Sekolah Garuda Baru yang dibangun dari awal dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Pemerintah pusat menargetkan hingga 2029 terbentuk 80 Sekolah Garuda Transformasi dan 20 Sekolah Garuda Baru di berbagai daerah.

Namun mekanisme yang diterapkan di sejumlah wilayah tersebut belum berjalan di Kepulauan Riau. Di beberapa daerah lain, program sudah mulai dilaksanakan meski pembangunan fisik belum rampung. Untuk Kepri, skema tersebut masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Kepri Perkuat Logistik Pangan, Bulog Terima Hibah Gudang di Karimun

“Apakah pembangunan fisik dilakukan terlebih dahulu atau sekolah bisa berjalan dengan fasilitas sementara, itu masih menunggu kebijakan pusat,” kata Andi.

Pemprov Kepri menyatakan siap mendukung penuh program tersebut, termasuk koordinasi lintas sektor, apabila penetapan resmi telah dikeluarkan. Keberadaan Sekolah Garuda di Kepri diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi pusat pengembangan talenta unggul di wilayah perbatasan.

Dengan kesiapan lahan dan komitmen daerah yang telah disiapkan, realisasi Sekolah Garuda di Kepri kini sepenuhnya menunggu keputusan pemerintah pusat. (*)

Artikel Lahan Sekolah Garuda Tersedia, Pemprov Kepri Tunggu Kepastian Pusat pertama kali tampil pada Kepri.

KY Sesalkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terjerat OTT KPK: Pengadilan Benteng Terakhir Keadilan

0
Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Abhan menyampaikan keterangan terkait OTT ketua dan wakil ketua PN Depok. (KY)

batampos – Komisi Yudisial (KY) menyesalkan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, I Wayan Eka Mariarta dan Bambang Setyawan. KY menegaskan bahwa pengadilan seharusnya menjadi benteng terakhir bagi para pencari keadilan.

Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Abhan menyatakan, pihaknya mendukung penuh langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap dugaan penerimaan suap tersebut. Ia mendorong penegakan hukum dilakukan secara tegas demi menjaga integritas peradilan di Indonesia.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa OTT ini. Ketika pengadilan adalah benteng terakhir keadilan, justru oknum ketua dan wakil ketua PN Depok diduga terlibat tindak pidana korupsi,” ujar Abhan, Sabtu (7/2).

Menurut Abhan, dugaan keterlibatan pimpinan PN Depok tersebut sangat mengecewakan. Terlebih, negara selama ini terus berupaya meningkatkan kesejahteraan hakim, termasuk melalui kebijakan kenaikan gaji. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa persoalan utama dalam kasus ini bukanlah kesejahteraan, melainkan integritas.

“Peristiwa OTT ini menjadi catatan serius bagi KY. Ini membuktikan bahwa akar persoalan judicial corruption bukan soal kesejahteraan, tetapi integritas hakim,” katanya.

KY, lanjut Abhan, akan segera berkoordinasi dengan KPK karena para terduga saat ini berada dalam tahanan lembaga antirasuah. KY berharap dapat segera diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan etik.

“Kami berharap KPK dapat memberikan akses secepatnya agar KY bisa menjalankan pemeriksaan etik terhadap yang bersangkutan,” jelasnya.

Terkait sanksi, KY berencana mengajukan rekomendasi penjatuhan sanksi kepada Mahkamah Agung (MA) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Apabila rapat pleno KY memutuskan sanksi berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat, maka KY bersama MA akan membentuk Majelis Kehormatan Hakim (MKH).

Abhan menegaskan, KY dan MA berkomitmen menerapkan prinsip zero tolerance terhadap praktik judicial corruption maupun tindakan transaksional lainnya di lingkungan peradilan.

“Kami akan mengambil tindakan keras dalam penegakan kode etik hakim. Harapannya, tidak ada lagi hakim maupun aparatur peradilan yang terlibat praktik korupsi,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK mengungkap dugaan penerimaan suap terkait proses eksekusi lahan milik PT KD. Ketua dan Wakil Ketua PN Depok diduga meminta fee percepatan eksekusi sebesar Rp1 miliar, yang kemudian disepakati menjadi Rp850 juta.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan tujuh orang di sejumlah lokasi berbeda. Setelah pemeriksaan, KPK menetapkan lima orang tersangka, termasuk Ketua dan Wakil Ketua PN Depok. (*)

Artikel KY Sesalkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terjerat OTT KPK: Pengadilan Benteng Terakhir Keadilan pertama kali tampil pada News.

Sunderland Bidik Ulangi Kejutan atas Arsenal di Emirates

0
Noni Madueke (Instagram @nonzinoo10)

batampos – Sunderland AFC menjadi satu-satunya klub promosi yang belum pernah dikalahkan Arsenal pada paruh pertama Premier League musim ini. Bermain di Stadium of Light, 9 November 2025, The Black Cats menahan imbang The Gunners dengan skor 2-2.

Memasuki paruh kedua Premier League 2026, Sunderland kembali berpeluang mencatatkan sejarah sebagai tim promosi pertama yang mampu mencuri poin dari Arsenal. Kali ini, Arsenal gantian menjamu Sunderland di Stadion Emirates, London, malam ini. Laga tersebut disiarkan langsung oleh Champions TV 5/Vidio mulai pukul 22.00 WIB.

Pelatih Sunderland Regis Le Bris menyiratkan tekad tersebut dalam konferensi pers jelang pertandingan, Kamis (6/2). Ia menegaskan timnya datang ke Emirates dengan status kuda hitam.

“Kami harus menunjukkan versi terbaik Sunderland dengan bermodalkan mindset sebagai underdog,” ujar Le Bris, dikutip dari laman resmi klub.

Musim ini, Sunderland memang kerap merepotkan tim-tim besar. Selain Arsenal, The Black Cats juga berhasil mencuri poin dari sejumlah klub big six, termasuk Liverpool FC, Manchester City, dan Tottenham Hotspur. Aston Villa pun gagal mengalahkan mereka.

Dari kubu Arsenal, winger Noni Madueke mengakui bahwa posisi Sunderland sebagai tim promosi justru membuat mereka semakin berbahaya. Madueke diproyeksikan kembali menjadi starter menyusul cedera yang masih dialami Bukayo Saka.

“Sebagai pemuncak klasemen, kami selalu menghadapi lawan dengan motivasi berlipat. Itu yang membuat pertandingan seperti ini tidak mudah,” ujar Madueke, dikutip dari Football London.


Perkiraan Susunan Pemain

ARSENAL (4-3-3):
Raya (g); Timber, Saliba, Gabriel, Calafiori; Odegaard (c), Rice, Zubimendi; Madueke, Gyokeres, Trossard
Pelatih: Mikel Arteta

SUNDERLAND AFC (5-4-1):
Roefs (g); Hume (c), Mukiele, Ballard, Alderete, Mandava; Habib Diarra, Sadiki, Le Fee, Talbi; Brobbey
Pelatih: Regis Le Bris

Artikel Sunderland Bidik Ulangi Kejutan atas Arsenal di Emirates pertama kali tampil pada Olahraga.

Kepri Perkuat Logistik Pangan, Bulog Terima Hibah Gudang di Karimun

0
Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, bersama perwakilan pemerintah daerah usai penandatanganan hibah gudang di Batam. F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Perum Bulog bersama sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Kepulauan Riau dan Riau menandatangani pelaksanaan dokumen hibah Barang Milik Daerah (BMD) serta kesepakatan rencana hibah infrastruktur pergudangan, Kamis (6/2), di Batam. Langkah ini menjadi strategi penguatan ketahanan dan distribusi pangan, khususnya di wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar.

Daerah yang telah siap melaksanakan hibah BMD kepada Perum Bulog meliputi Kabupaten Karimun, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Sementara Kabupaten Natuna, Lingga, dan Kepulauan Anambas masih berada pada tahap kesepakatan bersama dan akan ditindaklanjuti melalui proses hibah selanjutnya.

Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, mengatakan kerja sama ini difokuskan pada penyediaan infrastruktur logistik pangan berupa gudang. Hal itu penting mengingat sebagian besar wilayah Kepri bukan sentra produksi padi.

Baca Juga: Imigrasi Kepri Perketat Pengawasan Aktivitas Warga Negara Asing

“Untuk daerah seperti Kepri yang bukan produsen padi, fokusnya adalah pembangunan gudang. Dengan gudang ini, Bulog bisa melayani kebutuhan masyarakat, terutama di pulau-pulau terluar, sehingga ketersediaan beras terjaga sepanjang tahun,” ujarnya.

Sudarsono menjelaskan, untuk Kabupaten Karimun, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti, proses hibah telah siap dan segera diajukan ke kementerian terkait untuk memperoleh pengesahan. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan dengan tahapan uji tanah hingga konstruksi.

“Karimun dan Bengkalis minggu depan sudah kami ajukan ke kementerian. Untuk Meranti, target realisasi pembangunan bisa dimulai pada 2026. Jika ada kendala teknis, pembangunan dapat dilanjutkan hingga 2027,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya berupa gudang penyimpanan, tetapi juga kompleks pergudangan modern yang dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk kantor operasional petugas Bulog.

Sementara itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan Pemkab Natuna telah menyiapkan tiga titik lokasi di pulau yang berbeda untuk pembangunan gudang Bulog. Kesiapan lahan dinilai menjadi kunci percepatan realisasi.

“Di Natuna kami sudah menyiapkan tiga titik lokasi. Jika proses administrasi dan penyerahan lahan bisa dipercepat, kami berharap pembangunan sudah dapat dimulai pada 2026,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Pj Sekdaprov Kepri Luki Zaiman Prawira menilai keberadaan gudang Bulog sangat strategis mengingat kondisi neraca pangan Kepri yang masih defisit.

“Kepri secara neraca pangan masih minus. Hampir semua daerah belum swasembada. Dengan kondisi geografis kepulauan dan rentang kendali yang jauh, kehadiran gudang Bulog menjadi sangat penting,” katanya.

Baca Juga: Pembunuh Balita di Karimun Divonis 15 Tahun Penjara, Jaksa Ajukan Banding

Menurut Luki, Bulog berperan sebagai penyeimbang harga dan pengendali pasokan, terutama di tengah fluktuasi harga pangan seperti beras dan komoditas lainnya.

“Bulog selama ini menjaga harga tetap sesuai HET. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi agar tingginya biaya distribusi dari luar Kepri tidak membebani masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, gudang-gudang tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk penyimpanan beras, tetapi juga komoditas pangan lain seperti jagung dan kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah daerah berharap kerja sama ini mampu menjamin ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, serta pemerataan distribusi hingga ke pulau-pulau terluar di Kepulauan Riau. (*)

Artikel Kepri Perkuat Logistik Pangan, Bulog Terima Hibah Gudang di Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

Penyelundupan Masih Tinggi, Bea Cukai Batam Tingkatkan Sinergi TNI-Polri

0
Benih baby lobster (BBL) senilai Rp11 miliar hasil tangkapan DJBC Kepri diserahkan ke Balai Perikanan Budi Daya Laut (BPBDL) Batam, Rabu (4/2) lalu. F. Yofi Yuhendri/Batam Pos

batampos – Bea Cukai Batam memastikan pengawasan dan penindakan kepabeanan akan terus diperketat menyusul masih efektifnya langkah penegakan hukum yang dijalankan selama ini. Penguatan sinergi lintas aparat penegak hukum menjadi fokus utama untuk menutup celah penyelundupan di jalur pelabuhan dan perairan Batam.

Kepala Bidang BKLI Bea Cukai Batam, Evi Octavia, menegaskan intensitas pengawasan tidak akan dikendurkan. Hasil penindakan yang konsisten dinilai membuktikan strategi pengawasan terpadu masih relevan dan efektif dalam menekan peredaran barang ilegal.

“Masih kita lanjutkan karena masih efektif. Bahkan ke depan akan lebih kita tingkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum maupun petugas terkait lainnya,” ujar Evi.

Baca Juga: Dilaporkan Hilang, Siswi SMAN 1 Batam Ditemukan Bersama Pria yang Dikenal Lewat TikTok

Ia menjelaskan, penguatan sinergi tersebut merupakan arahan langsung dari pimpinan pusat agar pengawasan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan. Kolaborasi dilakukan bersama unsur TNI, Polri, serta instansi teknis lain yang memiliki kewenangan di wilayah pelabuhan dan perairan.

Menurut Evi, dinamika modus penyelundupan terus berkembang, mulai dari pemanfaatan kapal kecil, kontainer, hingga jalur penumpang. Karena itu, patroli laut, pemeriksaan fisik barang, serta pengawasan terhadap pergerakan orang dan barang akan terus ditingkatkan.

Selain pengawasan lapangan, Bea Cukai Batam juga memperkuat pengawasan administratif dan dokumen kepabeanan guna mencegah manipulasi dokumen yang kerap digunakan pelaku untuk meloloskan barang larangan dan pembatasan.

Pengetatan pengawasan turut difokuskan pada kawasan pergudangan dan tempat penimbunan sementara yang dinilai rawan menjadi celah pelanggaran bila tidak diawasi secara ketat dan berlapis.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Bea dan Cukai serta Menteri Keuangan yang menaruh perhatian serius pada stabilitas perdagangan dan perlindungan industri dalam negeri dari masuknya barang ilegal.

Evi menegaskan, penindakan tegas tidak semata untuk penegakan hukum, tetapi juga memberikan efek jera agar Batam tidak lagi dimanfaatkan sebagai pintu masuk barang ilegal ke Indonesia.

Baca Juga: Imigrasi Batam Perketat Pengawasan Tenaga Kerja Asing di KEK Nongsa

Bea Cukai Batam juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berperan aktif mendukung pengawasan dengan patuh terhadap ketentuan serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

“Dengan pengawasan yang diperketat dan sinergi antarinstansi yang kuat, kami optimistis ruang gerak pelaku penyelundupan akan semakin sempit,” ujarnya. (*)

Artikel Penyelundupan Masih Tinggi, Bea Cukai Batam Tingkatkan Sinergi TNI-Polri pertama kali tampil pada Metropolis.

Prabowo: Dana Umat Bisa Capai Rp500 Triliun per Tahun, Pemerintah Siapkan Lembaga Pengelola

0
Presiden Prabowo Subianto saat Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal Jakarta, sabtu (7/2/2026). (YouTube Setpres)

batampos – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan potensi dana umat di Indonesia dapat mencapai Rp500 triliun per tahun apabila dikelola secara optimal dan terkoordinasi. Untuk itu, pemerintah berencana membentuk lembaga pengelola dana umat guna memaksimalkan pemanfaatannya bagi kepentingan umat dan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).

Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara sebagai kunci kebangkitan nasional.

“Kalau tidak salah, nanti akan dibentuk lembaga pengelolaan dana umat. Saya diberi laporan oleh Menteri Agama, jika dana umat dikelola dengan baik, jumlahnya bisa minimal Rp500 triliun dalam satu tahun. Ulama dan umara bersatu, kita akan melihat kebangkitan bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menjanjikan pembangunan kantor baru MUI di kawasan strategis Jakarta, tepatnya di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Prabowo menyebut pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi untuk pembangunan gedung 40 lantai yang akan digunakan oleh MUI, organisasi kemasyarakatan Islam, serta lembaga-lembaga umat seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Saya sebagai Presiden Republik Indonesia telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI untuk gedung bagi MUI dan badan-badan umat Islam, termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruang,” katanya.

Ia menambahkan, gagasan pembangunan gedung tersebut berasal dari Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.

Prabowo bercerita, beberapa bulan lalu Nasaruddin menyampaikan kepadanya bahwa hingga kini MUI belum memiliki kantor yang representatif dan jelas keberadaannya.

“Ini permintaan Imam Besar Masjid Istiqlal Profesor Nasaruddin Umar kepada saya beberapa bulan lalu, dalam kapasitas beliau juga sebagai Menteri Agama,” ujar Prabowo.

Dengan pembangunan gedung 40 lantai tersebut, Prabowo berharap MUI dan berbagai institusi Islam lainnya nantinya memiliki kantor yang representatif di jantung ibu kota Jakarta.

Sehingga Bundaran HI ke depan tidak hanya diisi oleh hotel dan mal mewah saja. Ada bangunan baru yang diperuntukkan bagi MUI.

”Nanti kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantungnya ibu kota Jakarta ini. Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah, jangan hanya ada mal, nanti akan ada gedung yang akan diperuntukan untuk lembaga-lembaga umat Islam,” jelasnya. (*)

Artikel Prabowo: Dana Umat Bisa Capai Rp500 Triliun per Tahun, Pemerintah Siapkan Lembaga Pengelola pertama kali tampil pada News.

Imigrasi Batam Perketat Pengawasan Tenaga Kerja Asing di KEK Nongsa

0
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melaksanakan kegiatan Operasi Wira Waspada terhadap keberadaan dan kegiatan warga negara asing (WNA) di Batam tahun 2025. F. Imigrasi Batam

batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam memastikan pengawasan ketat terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA), termasuk tenaga kerja asing (TKA), yang beroperasi di Kota Batam, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana, menegaskan seluruh WNA yang masuk dan berada di Indonesia wajib memiliki izin tinggal sesuai dengan tujuan kedatangannya serta tercatat dalam sistem keimigrasian nasional.

Menurut Kharisma, keberadaan TKA di KEK Nongsa tercatat secara resmi dalam data keimigrasian. Informasi tersebut dihimpun melalui Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) serta laporan perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca Juga: Brosur Nikah Massal Misterius Beredar, KUA Batam Kota Minta Warga Waspada

“Pada umumnya, keberadaan TKA di KEK Nongsa berkaitan dengan proyek strategis, terutama pembangunan infrastruktur pendukung seperti pusat data (data center) dan fasilitas penunjang lainnya,” ujar Kharisma, Sabtu (7/2).

Ia menegaskan seluruh data TKA tersebut tercatat secara administratif dan menjadi objek pengawasan berkelanjutan oleh Imigrasi Batam.

Pengawasan dilakukan melalui dua jalur, yakni pengawasan administratif dan pengawasan langsung di lapangan. Secara administratif, setiap TKA yang bekerja di Indonesia wajib memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS).

Untuk memperoleh ITAS, TKA terlebih dahulu harus mengantongi izin ketenagakerjaan berupa Notifikasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing dari instansi berwenang. Melalui mekanisme tersebut, Imigrasi memastikan izin tinggal yang diterbitkan sesuai dengan jabatan, lokasi kerja, serta aktivitas yang dilakukan WNA bersangkutan.

Hingga saat ini, Imigrasi Batam menyatakan belum menerima laporan maupun menemukan secara langsung adanya TKA di KEK Nongsa yang menggunakan visa kunjungan untuk melakukan pekerjaan fisik atau konstruksi.

Namun demikian, Imigrasi mencatat pernah menemukan WNA pemegang visa kunjungan berada di kawasan tersebut untuk keperluan rapat, pertemuan bisnis, maupun pembahasan proyek.

“Aktivitas tersebut dikategorikan non-produktif dan masih diperbolehkan dalam ketentuan keimigrasian,” jelas Kharisma.

Terkait rencana pembentukan satuan tugas (Satgas) pengawasan TKA oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Riau, Imigrasi Batam menyatakan siap mendukung pengawasan lintas sektor.

Imigrasi Batam merupakan bagian dari Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang selama ini menjalankan koordinasi melalui pertukaran data, pengawasan gabungan, serta rapat koordinasi lintas instansi.

“Pada prinsipnya, Imigrasi Batam siap berpartisipasi dalam setiap langkah pengawasan terpadu yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi teknis,” ujarnya.

Baca Juga: Damkar Batam Catat 47 Kebakaran dalam 35 Hari, Cuaca Panas Jadi Pemicu

Kharisma menjelaskan, dokumen ketenagakerjaan seperti Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), notifikasi penggunaan TKA, hingga sertifikasi profesi merupakan kewenangan instansi ketenagakerjaan dan lembaga profesi terkait.

Sementara itu, Imigrasi berperan memastikan adanya dasar izin kerja dari instansi berwenang serta memastikan izin tinggal yang diterbitkan sesuai dengan tujuan bekerja.

Jika dalam pengawasan gabungan ditemukan ketidaksesuaian izin kerja atau persyaratan profesional, hal tersebut akan menjadi dasar koordinasi lanjutan dengan instansi teknis. Imigrasi kemudian dapat mengambil tindakan dari sisi keimigrasian.

“Apabila ditemukan pelanggaran, kami dapat menjatuhkan sanksi administratif hingga tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kharisma. (*)

Artikel Imigrasi Batam Perketat Pengawasan Tenaga Kerja Asing di KEK Nongsa pertama kali tampil pada Metropolis.

Damkar Batam Catat 47 Kebakaran dalam 35 Hari, Cuaca Panas Jadi Pemicu

0
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar kios pusat kuliner di kawasan Mega Legenda, Selasa (20/1) F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Rentetan peristiwa kebakaran di Kota Batam sepanjang awal 2026 menjadi alarm serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Dalam kurun waktu 35 hari, tercatat 47 kejadian kebakaran terjadi di berbagai wilayah, atau lebih dari satu kejadian per hari.

Data resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Batam menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Februari 2025, jumlah kejadian kebakaran hanya tercatat 20 kasus.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Damkar Kota Batam, Andi M. Yusuf, mengatakan sepanjang periode 1 Januari hingga 5 Februari 2026, kebakaran masih didominasi oleh kebakaran semak, lahan, dan hutan.

Baca Juga: Kemarau, BPBD Batam Ingatkan Bahaya Puntung Rokok dan Bakar Sampah

“Dari 47 kejadian kebakaran tersebut, sebagian besar merupakan kebakaran semak, lahan, dan hutan. Itu yang paling banyak kami tangani,” ujar Andi.

Berdasarkan data Damkar, sebanyak 27 kejadian merupakan kebakaran lahan, semak, dan hutan. Insiden tersebut tersebar di 12 kecamatan dan terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kota Batam.

Kebakaran lahan dinilai paling rentan terjadi dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang yang melanda Batam dalam beberapa pekan terakhir. Situasi tersebut membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan, terutama di area terbuka dengan vegetasi kering.

Selain kebakaran lahan, Damkar Batam mencatat kebakaran akibat tumpukan sampah dan ban bekas sebagai penyumbang terbanyak kedua, dengan total 10 kejadian.

“Untuk kebakaran yang disebabkan tumpukan sampah dan ban bekas, jumlahnya ada 10 kejadian,” kata Andi.

Sisa kejadian lainnya meliputi kebakaran rumah, gudang, kios, scrap, serta sejumlah objek lain. Menurut Andi, kebakaran jenis ini umumnya dipicu oleh kelalaian manusia, korsleting listrik, hingga aktivitas yang memicu percikan api di lingkungan kering.

Dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Batam Kota menjadi daerah dengan jumlah kebakaran terbanyak, yakni 16 kejadian dalam kurun waktu 35 hari. Kecamatan Nongsa menyusul di posisi kedua dengan delapan kejadian kebakaran.

Tingginya angka kebakaran tersebut sejalan dengan maraknya insiden kebakaran di lapangan, mulai dari lahan kosong, gudang, pasar, hingga fasilitas umum. Damkar Batam menilai faktor cuaca panas yang disertai angin kencang turut mempercepat penyebaran api.

Baca Juga: Brosur Nikah Massal Misterius Beredar, KUA Batam Kota Minta Warga Waspada

Menanggapi kondisi ini, Damkar Batam mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran terbuka. Warga juga diminta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area lahan kering dan semak belukar.

Imbauan serupa disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Damkar Kota Batam, M. Hafiz. Ia menegaskan cuaca panas dan kering sangat memudahkan api menyebar jika dipicu kelalaian manusia.

“Masyarakat diminta tidak membakar sampah, lahan, maupun semak belukar, serta lebih berhati-hati dalam penggunaan api dan listrik,” ujarnya.

Damkar Batam juga mengingatkan warga untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran melalui Call Centre 112. Pelaporan cepat dinilai krusial untuk mempercepat penanganan dan mencegah api meluas serta menimbulkan kerugian yang lebih besar. (*)

Artikel Damkar Batam Catat 47 Kebakaran dalam 35 Hari, Cuaca Panas Jadi Pemicu pertama kali tampil pada Metropolis.

Brosur Nikah Massal Misterius Beredar, KUA Batam Kota Minta Warga Waspada

0
Brosur digital yang menawarkan program nikah massal di Aula Mujahidin, kawasan Orchid Park, Batam Kota, memicu kegelisahan warga. F. Istimewa

batampos – Sebuah brosur digital yang menawarkan program nikah massal di Aula Mujahidin, kawasan Orchid Park, Batam Kota, memicu kegelisahan masyarakat. Otoritas resmi memastikan kegiatan tersebut tidak tercatat dan berpotensi menimbulkan risiko hukum, termasuk penyalahgunaan data pribadi.

Kantor Urusan Agama (KUA) Batam Kota menegaskan tidak pernah menerima pemberitahuan maupun permohonan pelaksanaan nikah massal sebagaimana tercantum dalam flyer yang beredar luas di media sosial, termasuk TikTok.

Kepala KUA Batam Kota, Zainal Arifin, mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran setelah brosur tersebut viral. Namun, tidak ditemukan adanya koordinasi dengan lembaga resmi pencatat pernikahan.

Baca Juga: Kemarau, BPBD Batam Ingatkan Bahaya Puntung Rokok dan Bakar Sampah

“Hingga saat ini tidak ada konfirmasi atau laporan yang masuk ke KUA. Kami tidak mengetahui siapa penyelenggara sebenarnya,” kata Zainal, Sabtu (7/2).

Penelusuran juga dilakukan ke pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menaungi lokasi kegiatan sebagaimana tercantum dalam brosur. Hasilnya, pengurus masjid mengaku tidak mengetahui adanya rencana penyelenggaraan nikah massal di tempat tersebut.

Menurut Zainal, kondisi ini menimbulkan kejanggalan. Sebab, penggunaan fasilitas masjid untuk kegiatan berskala besar umumnya harus melalui koordinasi resmi dengan pengelola setempat.

Ia menduga flyer tersebut berpotensi menjadi sarana pengumpulan data masyarakat secara tidak bertanggung jawab. Indikasi itu terlihat dari tidak dicantumkannya persyaratan administrasi pendaftaran, yang seharusnya menjadi komponen utama dalam program nikah massal resmi.

“Jika kegiatan legal dan bertujuan baik, syarat administrasi biasanya dijelaskan secara terbuka. Dalam brosur ini justru diarahkan ke komunikasi personal tanpa identitas panitia yang jelas,” ujarnya.

Secara regulasi, pencatatan akad nikah merupakan kewenangan negara melalui KUA. Zainal menegaskan, nikah massal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses hukum yang membutuhkan verifikasi dokumen secara ketat.

Program nikah massal, lanjutnya, kerap melibatkan peserta dengan status hukum beragam, seperti janda atau duda, sehingga memerlukan validasi dokumen secara detail. Tanpa pengawasan KUA, risiko pernikahan tidak sah secara administrasi negara menjadi tinggi.

Dampaknya, persoalan hukum dapat muncul di kemudian hari, mulai dari status hukum anak hingga pembagian harta waris.

“Jika kegiatan tetap dilakukan tanpa keterlibatan KUA, kami tidak bertanggung jawab. Itu berbahaya bagi peserta karena penyelenggara bukan pelaksana resmi negara,” tegasnya.

Baca Juga: Dilaporkan Hilang, Siswi SMAN 1 Batam Ditemukan Bersama Pria yang Dikenal Lewat TikTok

KUA Batam Kota mengimbau masyarakat agar berhati-hati sebelum menyerahkan dokumen kependudukan, seperti KTP, kartu keluarga, maupun akta cerai, kepada pihak yang tidak memiliki legalitas jelas.

“Masyarakat harus teliti. Jangan sampai dokumen sudah diserahkan, tetapi kegiatan ternyata fiktif atau tidak bisa dilaksanakan secara sah. Kami bukan mempersulit pernikahan, melainkan memastikan pernikahan berjalan tertib sesuai hukum dan agama,” ujar Zainal.

Fenomena ini kembali menunjukkan kerentanan masyarakat terhadap penawaran layanan publik melalui media digital yang belum terverifikasi. (*)

Artikel Brosur Nikah Massal Misterius Beredar, KUA Batam Kota Minta Warga Waspada pertama kali tampil pada Metropolis.

Masuk Tahun ke-17, Kontes Layanan Honda Kepri Perkuat Standar Pelayanan & Budaya Layanan

0
Peserta Kontes Layanan Honda Regional Kepulauan Riau 2026 mengikuti salah satu tahapan penilaian kompetensi layanan di Batam. F. Istimewa

batampos – Komitmen menjaga kualitas layanan kepada konsumen kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Kontes Layanan Honda Regional Kepulauan Riau 2026. Kegiatan tahunan tersebut digelar pada 4–5 Februari 2026 dan memasuki tahun ke-17 pelaksanaannya.

Kontes layanan ini menjadi ajang penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sekaligus standarisasi kualitas pelayanan bagi garda terdepan layanan Honda di wilayah Kepulauan Riau.

“Kontes layanan ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan SDM jaringan penjualan dan purna jual sepeda motor Honda,” kata Regional Head Honda Kepri, Syaiful, Sabtu (7/2).

Baca Juga: Dugaan Penyimpangan Rumah Subsidi di Batam, Ombudsman Kepri Minta Warga Bersuara

Menurut Syaiful, kontes layanan merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen, khususnya pada sektor purna jual. Ia menekankan kompetensi teknis harus berjalan seiring dengan empati serta penerapan standar layanan yang konsisten.

“Tujuannya agar konsumen merasakan pengalaman layanan yang hangat dan profesional di setiap interaksi,” ujarnya.

Secara umum, kontes layanan Honda dirancang untuk meningkatkan keterampilan SDM dealer, sekaligus menjaga standar pelayanan melalui penguatan kemampuan teknis dan komunikasi layanan.

“Program ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja insan layanan Honda di seluruh jaringan dealer,” tambahnya.

Sebanyak 250 peserta dari jaringan dealer dan Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) di Kepulauan Riau mengikuti tahapan seleksi awal. Setelah melalui seleksi administrasi, jumlah peserta disaring menjadi 70 orang, sebelum akhirnya terpilih 20 finalis terbaik dari sejumlah kategori.

Kategori yang diperlombakan meliputi Front Line People (FLP) Sales, FLP Non Sales, Deliveryman, dan Team Leader. Proses seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari tes administrasi hingga tes tulis tahap pertama dan kedua yang menguji pemahaman produk serta standar layanan Honda.

Baca Juga: Dilaporkan Hilang, Siswi SMAN 1 Batam Ditemukan Bersama Pria yang Dikenal Lewat TikTok

Pada tahap penilaian regional, para peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD), roleplay layanan konsumen, presentasi product knowledge, presentasi standar layanan, hingga sesi wawancara.

Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kemampuan komunikasi, sikap, dan empati terhadap konsumen. Hal tersebut sejalan dengan tujuan kontes layanan Honda yang menekankan keseimbangan antara hard skill dan soft skill dalam membangun kepercayaan pelanggan.

“Seluruh juara pertama dari masing-masing kategori akan mewakili Kepulauan Riau pada Kontes Layanan Honda tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang,” tutup Syaiful. (*)

Artikel Masuk Tahun ke-17, Kontes Layanan Honda Kepri Perkuat Standar Pelayanan & Budaya Layanan pertama kali tampil pada Metropolis.