Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 4687

Atap Rumah Terangkat Diterjang Puting Beliung di Sagulung

0
WhatsApp Image 2023 09 22 at 10.52.15
Rumah yang rusak diterjang angin puting beliung di Komplek Perumahan Azure Gardenia, Kelurahan Seibinti, Kecamatan Sagulung, Kamis (21/9).

batampos – Satu unit rumah yang berada di komplek Perumahan Azure Gardenia, Kelurahan Seibinti, Kecamatan Sagulung rusak diterjang angin puting beliung, Kamis (21/9) sore. Tidak ada korban jiwa namun hantaman puting beliung juga merusak hiasan teras tiga rumah lain yang sederetan.

Informasi yang didapat, terjangan puting beliung terjadi saat wilayah sekitar sedang diguyur hujan. Angin dengan cepat mengangkat atap rumah. Perumahan sistem cluster ini atapnya satu arah dengan buangan air ke belakang sehingga dengan mudah terangkat.

“Satu yang rusak parah. Atapnya terangkat. Tiga lain rusak ringan paling lis rumah dan kanopi rumah bagian depan,” ujar Lurah Seibinti Jamil, Jumat (22/9).

Baca Juga: Kasus Dugaan Pencabulan Pegawai BP Batam Masuk Persidangan, Korban Cium Tangan Terdakwa

Meskipun rusak parah, rumah tersebut masih dalam tanggungan developer atau pengembangan sehingga kerusakan akan diganti oleh developer.

“Iya developer mau ganti. Semalam kita sudah jumpai developernya, ” ujar Jamil.

Sementara pihak developer yang kantornya berada di depan perumahan tersebut enggan berkomentar banyak dengan berbagai alasan. Bahkan Batam Pos yang mencoba masuk melihat lokasi kejadian juga dipersulit.

“Izin bos dulu ya. Bosnya lagi di luar, ” ujar petugas keamanan di gerbang perumahan.

Seperti diketahui, Perumahan Azure Gardenia ini berada di dekat kawasan Tunas Regency Sepintu Sagulung. Lokasi perumahan ini sejajar dengan Pulau Buluh yang memang sudah sering diterjang angin puting beliung. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Sequis Resmikan Kantor Pemasaran Baru di Tanjungpinang

0

 

batampos – PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis) resmikan kantor pemasaran baru di Kota Tanjungpinang yang beralamat di Jalan Ir Sutami nomor 2 Tanjungpinang. Cheif Executive Officer (CEO) dan President Director Sequis Life, Ted Margono mengelaskan hingga Agustus 2023, Sequis didukung oleh lebih dari 10.000 agen yang berlisensi dan terdaftar di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Foto : Peri Irawan/Batam Pos
Sequis resmikan kantor pemasaran baru di Tanjungpinang, Jumat (22/9/2023)

Sejak 2021 hingga kini, pihaknya giat melakukan ekspansi jalur distribusi keagenan untuk memperkuat jalur distribusi agar dapat berkontribusi terhadap pendapatan bisnis perusahaan.

“Salah satu jalur keagenan yang ingin kami kuatkan adalah wilayah Pulau Sumatera. Tahun 2022, Sequis sudah membuka sejumlah kantor pemasaran di Medan dan Batam. Hari ini Jumat (22/9). Sequis meresmikan pemasaran barunya di Tanjungpinang,” kata Ted, Jumat (22/9).i

Pertumbuhan bisnis yang positif itu didukung oleh kepercayaan nasabah pada Sequis yang terus meningkatkan kualitas layanannya.

Seiring perkembangan teknologi digital pihaknya menyediakan aplikasi Sequis yang menyediakan informasi terkait layanan asuransi dan kesehatan.

“Sequis juga membuktikan komitmen perlindungan nasabah melalui pembayaran Klaim dan manfaat sebesar Rp 770,66 miliar hingga Juli 2023,” paparnya.

Sementara itu, BP Legend Musketeer Linda Kirana menambahkan kehadiran Agency Legend Musketeer akan menjadi basis penguatan operasional kepada agen Sequis agar dapat lebih maksimal mengembangkan jumlah tenaga pemasaran Sequis yang profesional di Kepri.

“Kepri memiliki potensi yang besar untuk penetrasi asuransi. Dari Tanjungpinang, kami berharap dapat berkontribusi mendukung perusahaan meningkatkan pendapatan bisnis, meningkatkan penetrasi serta inklusi dan literasi asuransi jiwa di masyarakat,” ujarnya.

Dengan pertumbuhan perekonomian Kepri yang sangat positif, Linda menyakinkan bahwa mobilitas dan aktivitas usaha masyarakat juga sangat produktif.

“sehingga Sequis perlu semakin agresif mendorong pertumbuhan jumlah agen dan menyediakan perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan bagi masyarakat Kepri,” tambahnya. (*)

YLBHI Buka Posko Bantuan Hukum untuk Warga Rempang

0
Gambar WhatsApp 2023 09 15 pukul 17.25.24 scaled e1694801392926
Proses pembangunan akses jalan menuju lahan relokasi warga Rempang

batampos–  Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBI) dan YLBHI-LBH Pekanbaru , Walhi Riau , LBH Mawar Saron , PBH Peradi Batam, dan Kontras membangun  posko bantuan hukum solidaratias untuk Rempang di Sembulang Hulu, Galang.

“Yang jelas ini ialah rentetan pendampingan kami kepada warga usai peristiwa 7 September di Rempang, dan 11 September di Gedung BP Batam. Kami menilai adanya upaya kriminalisasi dan intimidasi, sehingga kami akan melakukan upaya hukum akar masalah penolakkan relokasi oleh warga ,” Ketua YLBHI -LBHI Pekanbaru, Andi Wijaya , Saat di jumpai, Kamis (21/9).

Andi mengatakan hadirnya posko bantuan hukum dan rekan-rekan dari lawyer telah melakukan pendampingan hukum terkait status tersangka yang ditangguhkan dan ada yang berasal dari Sembulang Hulu.

“Yang jelas nanti akan ada beberapa titik dan tin sedang mendata  dan di lokasi Sembulang Hulu ini titik kumpulnya. Posko ini terbuka bagi siapapun akan kami terima,” ujarnya.

Sejauh ini aduan dari masyarakat terkait menolak bentuk relokasi dan juga menolak untuk didatangi oleh petugas.

BACA JUGA: Kejari Batam Sediakan Pos Pelayanan Hukum Gratis bagi WNA

“Itu yang menjadi aduan warga selain menolak relokasi juga menolak agar petugas tidak perlu lagi mendatangi  intimidasi kampung mereka,” ujarnya.

Lanjutnya,untuk proses hukum pidana dari Tim advokasi dari LBH Mawar Saron Batam, Mangara Sijabat,mengatakan sebelumnya pada peristiwa 7 September para tersangka telah di tangguhkan.

“Bukan hanya penangguhan yang kami minta tetapi juga penghentian penyidikan agar status tersangka menjadi gugur. Karena tindakan mereka ialah upaya mempertahankan hak nya,” ujarnya.

Kemudian, diminta agar Polda Kepri dan Polresta Barelang untuk menerbitkan SP3 pemberhentian penyidikan kepada 8 tersangka tersebut.

“Lalu juga untuk peristiwa 11 September untuk proses hukum dikakukan secara transparan terbuka sesuai l hukum acara pidana sehingga tidak ada dugaan kriminalisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Warga Sembulang Hulu, Miswadi, mengatakan, warga sangat butuh bantuan hukum dan sangat berterima kasih sebab warga sangat lemah.

“Saya merasa agak tenang dengan hadirnya posko ini untuk membantu kami secara sukarela,” ujarnya. (*)

reporter: azis

Di Hadapan Teori Sastra

0
Polanco S. Achri

AGAKNYA, sebelum jauh menyoal pokok bahasan tentang teori sastra, sebagai semacam mula, sebagai sejenis titik berangkat dan bertolak bersama, semacam esai ini merasa perlu untuk mengajukan sebuah tanya tentang karya sastra.
Adapun tanya tersebut adalah tentang apa karya sastra itu hidup ataukah tidak; tentu “hidup” di sini hendaknya diartikan secara luas—dan bukan hanya berarti biologis, meski tetaplah mungkin.

Tanya tersebut dirasa penting dan genting guna dijawab tak lain karena konsekuensi jawaban atau cara pandang tersebut akanlah memengaruhi bagaimana seseorang memandang dan bersentuhan dengan teori sastra—dan juga dengan kerja kritik dan sejarah sastra.

Dan tanya yang barusan pun, sebenarnya, dapatlah dikata, bersumber pula dari pertanyaan yang lainnya: pertanyaan tentang berhadapan dengan (si)apakah seseorang ketika membaca karya sastra.

Sejak semula, semacam esai ini hendak dimaksud-tujukan sebagai catatan pendek, sebagai jenis studi kecil-kecilan, keberpihakan jawaban pun dirasa perlu untuk dilekas-lekaskan.

Karenanya, dengan lekas, semacam esai pendek ini hendak berpihak pada pilihan yang pertama, hendak berpihak pada jawaban bahwa karya sastra adalah sesuatu yang hidup: adalah suatu organisme.

Baca juga: Turut Semarakkan Pekan Kebudayaan Daerah Kepulauan Riau

Dengan kata lain, semacam esai pendek ini pun memposisikan diri pembaca tengah berhadapan dengan makhluk hidup ketika tengah membaca karya sastra.

Dan andai kata ada yang menghendaki penjelasan serta menguatan atas pernyataan barusan maka semacam esai pendek ini hendaklah mengatakan bahwa titik berangkat jawaban dan juga kesadaran tersebut adalah pernyataan dari A. Teeuw dalam bukunya, “Sastra dan Ilmu Sastra”.

Dalam buku tersebut, dikatakan, sebuah karya sastra adalah artefak, dan baru mempunyai makna dan menjadi suatu objek estetik ketika diberikan arti oleh manusia yang hadir sebagai pembaca.

Di samping soalan tersebut, semacam esai ini jugalah hendak menawarkan pandangan bahwa karya sastra memiliki kedekatan dengan makhluk bernama virus.

Betapa virus barulah dapat dikatakan hidup ketika menempel-bereaksi pada tubuh manusia, pada tubuh inangnya; dan begitu pula dengan karya sastra: yang baru bisa dikata hidup ketika dibaca dan dimaknai oleh manusia.

Baca juga: Khat dalam Surat Sultan Mahmud al-Muzaffar Syah, Lingga (1849)

Dan meski demikian, semacam esai ini pun nyaman pada anggapan bahwa karya sastra tak beda jauh dengan manusia, identik dengan manusia dalam tingkah lakunya.

Amatlah mungkin, saat diajukan tanya tentang apa itu teori sastra, sekalian akademisi sastra akanlah berkata dengan lekasnya, bahwa teori sastra adalah sebuah atau seperangkat pisau dan modula guna bedah-membedah; dan karenanya, sekalian akademisi pun menempatkan kritikus pada pengertian dan kerja daripada dokter bedah yang mencacah dan membelah; lantas menempatkan kerja sejarah sastra sebagai serangkaian upaya pencatatan dan pengelompokan potongan-potongan.

Kemudian, apakah hal yang demikian dapatlah dikatakan sebagai kesalahan dan kekeliruan? Agaknya tidak. Atau, mungkin saja tidak genap salah. Dan di sinilah, agaknya, jawaban atas pertanyaan yang ditanyakan di mula menjadi suatu yang penting diperhatikan!

Adapun konsekuensi pemahaman teori sastra sebagai pisau bedah, setidaknya, telah berhasil membawa sekalian akademisi sastra melihat dan menghadapi karya sastra sebagai objek potong yang hendak dibedah dan dikuliti.
Persoalannya, apakah berlaku demikian benar; apakah karya sastra ialah objek potong atau benda yang mesti dikuliti, apakah hanya dengan pisau bedah sastra dapat ditemukan inti dan nilainya?

Karenanya, penting kiranya menilik kembali tentang bagaimana pembaca, khususnya para pembaca ahli, atau para kritikus sastra dan akademisi, ketika berhadapan teori sastra.

Dengan demikian, bersamaan atau bahkan beriringan, pertanyaan yang mesti lekas diajukan sebagai semacam lanjutan atau bahkan beriringan dengan pertanyaan di mula sana tak dan tak bukan adalah bagaimana cara berhadapan dengan karya sastra.

Dalam sebuah khazanah, dapatlah dijumpai pernyataan dan pengibaratan yang menarik. Seorang yang memegang palu akan melihat apa saja sebagai paku; atau sebab melihat apa saja sebagai paku, maka apa-apa yang dipegangnya akan dianggap sebagai palu!

Baca juga: Menelisik Transformasi Karya Sastra dalam Seni Pertunjukan

Dan dari sinilah pula kiranya soalan di atas dapat dihubung-sambungkan! Karenanya, dapatlah dinyatakan, bahwa sebab seorang memegang pisau bedah, maka soalan di depannya akan dianggap sebagai benda-benda yang mesti dibedah, mesti dicacah-dibelah; atau sebab melihat segala soalan tadi sebagai objek bedah, maka apa-apa yang di tangannya akan menjadi pisau atau modula bedah.

Dan dari sana dapatlah genap diajukan pertanyaan: Jika karya sastra dianggap sebagai organisme, sebagai makhluk yang hidup, lantas layakkah dibedah?
Meski demikaian, di samping kesadaran pada dan dengan (si)apa berhadapan, ada sesuatu yang penting pula untuk diajukan, yaitu diagnosis awal. Bukankah konyol, dan terasa tolol, untuk mengetahui jantung seseorang itu sehat atau tidak maka seorang dokter harus membedah jantungnya—hingga melihat dengan mata telanjang jantung tersebut berdetak dengan lumrah ataukah tidak? Dan bukankah terasa aneh bila untuk mengetahui apakah seorang tadi flu atau tidak, maka mesti melalui metode pembedahan hidung?

Ya, semacam esai ini, yang mana sejak semula dimaksudkan sebagai catatan pendek, sebagai sejenis studi kecil-kecilan, tidaklah hendak genap bermaksud menyoal kerja krtitik sastra yang menjadi polemik di masa silam, seperti kritik Rawamangun dan Ganzheit, kritik objektif atau subjektif, dan lain-lain; meski amatlah mungkin dijumpai ada suatu kecenderungan.

Akan tetapi, agaknya, yang perlu dibutuhkan seluruh elemen yang menaruh minat tinggi pada Ilmu Sastra adalah analisis awal, adalah diagnosis awal, adalah kepekaan hati dan juga pikir; sehingga seseorang tadi dapatlah menimbang-memilih dan memilah.

Ah, bukankah tujuan utama Ilmu Sastra adalah pemahaman, adalah upaya memahami—baik karya sastra maupun serangkaian fenomena sastra, termasuk manusianya?

Lantas, apabila pemahaman dan segala upayanya dapat dicapai dengan dialog, tentulah itu baik dan dapat dikedepankan. Dan andai kata pemahaman baru dapat dicapai dengan uji lab, dengan membedah dan mengambil darah, maka hal demikian pun mestilah dipilih dan dikerjakan dengan sepenuh dan seluruh.

Karenanya, amatlah diharapkan, teori sastra sebagai cabang ilmu sastra tidaklah hanya dilihat sebagai alat oleh sekalian akademisi atau pengamat sastra: tetapi juga sebagai kesadaran, sebagai upaya pendekatan—seperti yang dituliskan pula pada buku pengantar-pengantar teori sastra.

Bukankah saat menilik kembali buku-buku tentang Ilmu Sastra, dapatlah dijumpai, bahwa apa yang disebut sebagai teori sastra sebenarnya adalah cabang Ilmu Sastra yang mempelajari mengenai prinsip, hukum, kategori, serta kriteria suatu karya sastra; dan bukan hanya alat bedah. Karenanya, pembacaan, sebagai interaksi antara karya sastra dan pembaca, adalah kunci dan inti. (*)

Oleh:
Polanco S. Achri
Pengajar sastra di Yogyakarta

Johanis Tanak Lolos Kasus Dugaan Pelanggaran Etik Dewas KPK

0
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak. (Dok.JawaPos.com)

batampos – Wakil Ketua KPK Johanis Tanak lolos dari sidang majelis etik Dewan Pengawas (Dewas) KPK kemarin. Sidang itu untuk menilai dugaan pelanggaran kode etik Tanak kasus chatting dengan pejabat kementerian ESDM Muhammad Idris Froyoyo Sihite. Di mana saat itu KPK sedang lakukan proses penyelidikan di kementerian energi itu.

“Mengadili, menyatakan terperiksa saudara Johanis Tanak tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku,” ujar Ketua Majelis Etik Dewas KPK Harjono, ketika membacakan putusan sidang yang digelar di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK kemarin. Dengan itu, Tanak berhak mendapatkan harkat dan martabatnya pada keadaan semula, sebagai wakil pimpinan KPK.

Sebelumnya, dugaan kasus chatting antara Tanak dan Sihite itu dilaporkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 18 April. Bukti laporan itu adalah isi chat Tanak yang tersebar di media sosial oleh akun “rakyatjelata” pada 9 April. Namun isi chat yang dilaporkan itu berbeda dengan hasil dari ekstrasi ponsel Sihite. Yang dalam penelusuran Dewas ada chat lain.

Dalam sidang, dari hasil Laboratorium Barang Bukti Elektronik KPK, memang ada bukti chat Tanak dengan Idris pada 27 Maret. Namun, dalam pemeriksaan Dewas, Tanak menghapus tiga chat di awal percapapaan. Di hari yang sama, KPK juga sedang melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di ESDM.

Dari paparan, Idris dalam chatnya sempat bertanya soal mengapa chat Tanah di hapus. Namun, Tanak dalam percakapan itu menjawab “sudah dijawab siap”. Ucapnya membalas chat Idris yang bertulis “Kok di delete pak”. Saat itu, dalam keteranganya kepada Dewas mengaku sebenarnya belum membaca utuh pesan itu. Sehingga dirinya tidak paham apa yang disampaikan oleh Tanak. Dia hanya membaca saat itu ada nama perusahaan. Dewas menilai, chat “terputus” belum termasuk bukti komunikasi sesuai dengan KBBI. Karena salah satunya belum memahami apa yang dimaksud.

Dalam pengakuannya pada Dewas, Tanak mengaku mengapus chat tersebut karena takut terjadi konflik kepentingan. Dalam keputusan itu, Dewas memastikan Tanak tidak melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf a dan b PerDewan Pengawas Nomor 03 Tahun 2021 tentang Penegakan Kode Etik dan Kode Perilaku KPK sesuai dengan yang dituduhkan semula. (*)

Reporter: JP Group

Ini Klasemen Sementara Grup F Sepak Bola Asian Games 2022 Usai Indonesia Kalah

0
Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Taiwan dalam laga kedua penyisihan Grup F sepak bola Asian Games 2022, Kamis (21/9). (NOC Indonesia)

batampos – Secara mengejutkan Timnas U-24 Indonesia kalah dari Taiwan pada laga kedua penyisihan Grup F sepak bola Asian Games 2022, Kamis (21/9). Indonesia kalah dengan skor tipis 0-1. Di atas kertas, Indonesia sebenarnya berpeluang meraih kemenangan lantaran sebelumnya dalam uji coba atas lawan yang sama, Indonesia menang 9-0.

Dengan kekalahan itu, Indonesia memang berada di posisi kedua di bawah Korea Utara. Namun, pada laga ketiga yang menentukan, Indonesia bertemu lawan berat yakni Korea Utara. Sementara itu, Taiwan yang menghidupkan peluang lolos ke babak berikutnya menghadapi Kirgistan. Seperti diketahui, Kirgistan telah dua kali mengalami kekalahan yakni saat menghadapi Indonesia dan Korea Utara.

Indonesia memiliki poin sama dengan Taiwan yakni 3. Indonesia berada di posisi kedua di atas Taiwan yang berada di posisi ketiga lantaran unggul dalam selisih gol.

Sementara itu, Korea Utara kokoh di puncak klasemen sementara Grup F dengan 6 poin. Usai menang atas Taiwan 2-0, Korea Utara mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0. Dalam dua laga, gawang Korea Utara belum kebobolan.

Di sisi lain, pelatih Timnas U-24 Indonesia, Indra Sjafrie, mendapat pesan khusus dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir setelah kalah 0-1 dari Taiwan. Pesan tersebut diberikan Erick melalui sambungan telepon seusai laga. “Pak Ketum menekankan untuk tetap semangat menatap laga berikutnya. Pak Ketum meminta anak-anak tetap semangat dan bermain lebih tenang,” ujar Indra Sjafrie seperti dilansir Antara.

Indra Sjafrie mengatakan bahwa Ketum PSSI melihat permainan Timnas U-24 sudah cukup baik, bahkan mampu mendominasi hampir sepanjang jalannya pertandingan. Erick Thohir juga meminta para pemain lebih berani melakukan tendangan dari luar kotak penalti lawan.

Timnas Indonesia masih memiliki peluang lolos ke fase gugur, seandainya mampu mengalahkan Korea Utara pada pertandingan terakhir fase grup atau mengunci peringkat ketiga terbaik. “Pak Erick bilang sama saya, bola itu bundar dan meminta para pemain mati-matian saat menghadapi Korea Utara,” ucap Indra.

Indra meyakini pesan dari Erick akan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tetap optimistis menatap laga terakhir fase grup.

Klasemen Sementara Grup F Sepak Bola Asian Games 2022

 

Anggota KST Ditembak Mati, Pencari Amunisi Tertangkap

0
Ilustrasi. Salah satu kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. (Antara)

batampos – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz berupaya memotong pasokan amunisi untuk kelompok separatis teroris (KST). Seorang anggota KST berinisial ET ditangkap di sekitar RSUD Nabire Selasa (19/9). ET diketahui bertugas mencari amunisi untuk KST pimpinan Egianus Kogeya.

Kasatgas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Faizal Ramadhani mengatakan, ET merupakan orang kepercayaan Egianus Kogeya. Yang memiliki tugas untuk mencari amunisi untuk aksi terornya. “Benar sudah kami tangkap,” ujarnya.

Tak hanya bertugas mencari amunisi, ET juga terlibat dalam sejumlah aksi teror ke Masyarakat Papua. Kebanyakan aksi itu menggunakan senjata. “Terlibat penyerangan juga,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya kemarin (21/9).

Saat ini ET sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut di Polres Nabire. Berbagai perannya nanti akan diumumkan setelah pemeriksaan selesai. “Masih dikembangkan,” jelasnya.

Sementara Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz AKBP Bayu Suseno mengatakan, selain penangkapan pencari amunisi, satgas juga berhasil menembak mati seorang anggota KST Pimpinan Ananas Arti Mimin. “Satu anggota KST ditembak dari jarak 800 meter,” urainya.

Menurutnya, kelompok tersebut tengah berupaya mengganggu operasional pesawat terbang. Dengan menembak pesawat yang melintasi Oksibil. “Satu orang ditembak mati inisial RS, beberapa lain terluka,” jelasnya.

Saat coba dikejar petugas, sayangnya kelompok itu telah kabur dengan membawa senjata api. Dia mengatakan bahwa Satgas Damai Cartenz akan terus menegakkan hukum terhadap KST “semoga yang lain segera tertangkap,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Infanteri Johanis Parinussa menyampaikan bahwa KST kembali beraksi di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Pada Rabu (20/9) mereka membakar satu unit rumah dinas DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang. Tidak hanya itu, mereka juga membakar dua unit kios milik masyarakat setempat.

Johanis memastikan bahwa aksi teror itu masih dilakukan oleh kelompok yang sama yang biasa beroperasi di wilayah Pegunungan Bintang. Yakni KST di bawah komando Ananias Ati Mimin. Pihaknya menyayangkan tindakan tersebut. Sebab rumah dinas itu merupakan fasilitas yang dibangun pemerintah. ”Rumah dinas DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang yang dibakar berada di Kampung Yapimakot dimana setelah dibangun sampai saat ini belum pernah ditempati,” kata dia. (*)

Reporter: JP Group

Warga Pasir Panjang Rempang Tolak Relokasi, Minta Aparat Keamanan Ditarik

0
sosialisasi
Ilustrasi: Tim sosialisasi dan verifikasi Pengembangan Rempang Eco-City saat sedang melaksanakan apel persiapan.

batampos – Warga Pasir Panjang, Rempang Cate merespon kehadiran Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Muhammad Rudi dengan menyampaikan aspirasi, Kamis (21/9). Dalam pertemuan itu, warga tetap menolak untuk direlokasi dan meminta agar aparat keamanan untuk segera ditarik dari kampung mereka.

“Kami mendukung proyek investasi berkelanjutan khususnya kampung kami di Rempang. Lalu kami mendesak agar pemerintah tidak tergesa-gesa dalam proyek ini dan mengkaji kembali,” ujar warga Pasir Panjang, Riska, di sela-sela penyampaian sosilasiasi, Kamis (21/9).

Baca Juga: Perbaikan Jalan Longsor di Tanjungpiayu Laut Memasuki Tahap Pengerasan

Warga menolak setitik pergeseran atau relokasi dan pengosongan di tanah leluhur.

“Kami mendesak Presiden dan Komnas Ham untuk memberika kami kepastian hukum dengan menerbitkan sertifikat hak milik. Ada 16 titik kampung dan pengakuan negara atas keberadaan kami,” kata dia.

Lebih lanjut, warga juga mendesak agar Presiden untuk segera membubarkan aparat di lapangan karena masih meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan anak-anak setempat.

“Dan terpenting untuk segera membebaskan warga kami yang masih ditahan dan menolak iming-iming yang ditawarkan oleh BP Batam,” tutupnya. (*)

Reporter: Azis Maulana

Basarnas Perluas Area Pencarian Korban Hanyut Hingga ke Laut

0
Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari Muhammad Al Rizky Akbar, bocah 2 tahun yang hanyut di Jembatan Tiban Kampung Sekupang, Kamis (21/9).

batampos – Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari MARA, bocah 2 tahun yang hanyut di Jembatan Tiban Kampung Sekupang, Kamis (21/9). Rizky dilaporkan pihak keluarga hanyut terbawa arus Sungai Tiban Kampung pada Kamis (21/9) sekira 16.50 WIB. Belasan personel yang dikerahkan itu menyusuri sungai menggunakan dua unit perahu karet agar korban dapat segera ditemukan.

“Belum (ditemukan), masih terus dilakukan pencarian,” ujar Kepala Pos Basarnas Batam Muhammad Saleh, Jumat (22/9).

Dikatakan Saleh, tim SAR dibantu Polair Polda Kepri, Polsek Sekupang, TNI serta masyarakat masih terus menyisir bibir sungai hingga sampai ke muara laut. Dua perahu karet dari tim SAR dan Polair dikerahkan untuk mencari keberadaan korban.

“Anggota juga sudah berkoordinasi dengan masyarakat di laut apabila melihat korban segera melaporkan ke kami, ” tuturnya.

Pantauan di lokasi, hingga pukul 10.30 WIB, upaya pencarian masih terus dilakukan. Tim SAR menyisir hingga ke muara laut. Aparat kepolisian dari Polsek Sekupang, babinsa dibantu masyarakat juga terlihat melakukan penyisiran di bibir sungai.

“Pencarian tidak hanya difokuskan di sekitar lokasi korban tenggelam saja, namun tim menyebar menyusuri sungai agar korban segera ditemukan, ” ungkap Saleh.

Sebelumnya, Bocah berusia 2 tahun, Muhammad Al Rizky Akbar hanyut di sungai jembatan Tiban Kampung, Tiban Sekupang, Kamis (21/9). Balita laki-laki tersebut diduga hilang bermain di sekitaran Jembatan Tiban Kampung, Sekupang.

Kisah sebelumnya klik di sini ya…

(*)

Reporter : Rengga Yuliandra

10 Kelompok Nelayan di Bintan Dapat Bantuan Peralatan

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyerahkan bantuan peralatan ke nelayan aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (20/9/2023) sore. F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos– 10 kelompok nelayan dari 4 kecamatan di Bintan menerima bantuan barang sarana dan prasarana produksi perikanan tangkap.

Mereka juga mendapat santunan dan kartu tanda peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan didampingi Wakil Bupati Bintan Ahdi Muqsith di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (20/9/2023) sore.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyampaikan bantuan yang diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan yang ada di Bintan.

BACA JUGA: Bupati Karimun Serahkan Bantuan Dua Speedboat untuk Dua Kelompok Nelayan Desa Parit

Dia meminta nelayan dapat memanfaatkan bantuan peralatan yang telah diberikan untuk meningkatkan hasil tangkapan.

Kalau hasil tangkap meningkat, kata dia, kesejahteraan dan ekonomi keluarga juga akan meningkat.

Dia juga meminta masyarakat ikut dapat mengawasi bantuan yang diberikan ke nelayan.

Adapun bantuan barang sarana dan prasarana produksi perikanan tangkap yang diberikan antara lain, aki basah 50 AH 131 unit, papan solar cell 50 WP 104 unit, alat penangkap ikan jaring udang 691 pcs, alat penangkap ikan jaring udang lengkap 136 pcs, tali rumpon 12 mm 842 kg, alat penangkap ikan bahan kawat bubu ikan 236 roll. (*)

reporter: slamet