Korban dilarikan ke RSUD Embung Fatimah untuk mendapatkan penanganan medis.
batampos – MA, pelaku penikaman rekan kerja di Tanjung Uncang, Batuaji terancam hukuman selama 5 tahun. Pria ini terlibat cek-cok hingga nekat menikam korban, RM, di bagian punggung.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan mengatakan dari pemeriksaan, pelaku dan korban merupakan karyawan PT Sinar Cendana atau subcon PT ASL, Tanjung Uncang.
“Korban dan pelaku sesama rekan kerja. Karyawan dari perusahaan tersebut (PT Sinar Cendana),” ujarnya.
Kepada polisi, MA mengaku motif penikaman tersebut karena sakit hati. Pelaku dan korban bertemu sesaat pulang bekerja hingga terjadi keributan.
“Pelaku sudah kita amankan setelah menerima laporan korban,” katanya.
Sebelumnya, peristiwa keributan yang berujung penikaman terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Sabtu (20/12) sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Peristiwa ini berawal saat korban dan pelaku bertemu di jalan. Korban mengalami 2 luka tusukan di bagian belakang tubuh korban hingga dilarikan ke RSUD Embung Fatimah.
batampoos – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Mandiri berupa satu unit ambulans dalam kondisi siap pakai, Selasa (23/12/2025).
Penyerahan mobil ambulans dari Bank Mandiri tersebut diterima oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, di halaman luar lobi Gedung B RSBP Batam.
Dalam sambutannya, Ariastuty Sirait menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Mandiri atas kontribusi nyata melalui program CSR.
“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Bank Mandiri. Hal ini menjadi penanda sinergi antara dunia usaha dan instansi pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Tuty.
Ambulans tersebut telah dilengkapi dengan perlengkapan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan siap digunakan untuk mendukung layanan kegawatdaruratan serta penanganan medis awal.
“Melalui kolaborasi ini, RSBP Batam dan Bank Mandiri menunjukkan sinergi positif dalam memperkuat layanan kesehatan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. Semoga memberikan manfaat besar bagi pelayanan kesehatan, khususnya di RSBP Batam,” pungkas Tuty.
Bank Mandiri menyampaikan komitmennya untuk berperan serta dalam pembangunan Kota Batam, khususnya di bidang kesehatan masyarakat. Ke depan, kerja sama dengan instansi pemerintah, terutama di sektor kesehatan, diharapkan dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari sinergi berkelanjutan.
Usai serah terima secara simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan unit ambulans. Jajaran pimpinan RSBP Batam bersama perwakilan Bank Mandiri meninjau spesifikasi mobil ambulans tersebut, yang diharapkan dapat semakin mendukung pelayanan kesehatan di RSBP Batam.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSBP Batam dr. Tanto Budiharto, perwakilan Bank Mandiri, serta jajaran pejabat RSBP Batam. (*
batampos – Mandeknya penerbitan izin melaut nelayan di Batam mulai memunculkan dampak yang lebih luas dari sekadar persoalan administrasi. DPRD Provinsi Kepri memperingatkan, terhentinya aktivitas ratusan kapal nelayan berpotensi mengganggu ketersediaan ikan lokal dan mendorong ketergantungan pada impor.
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, menyebut, kondisi ini sebagai alarm serius bagi ketahanan pangan laut di Batam dan Kepri. Hingga kini, sebanyak 143 kapal nelayan belum dapat melaut karena izin belum diterbitkan sejak kewenangan perizinan dialihkan ke BP Batam.
Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri Cabang Batam, kapal yang terdampak terdiri dari 43 kapal berukuran 6-10 GT dan 100 kapal berukuran 11-30 GT. Seluruhnya berhenti beroperasi sejak September 2025.
batampos – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Amerika Serikat kini mengambil peran lebih besar dalam upaya penyelesaian konflik global, yang menurutnya selama ini tidak dijalankan secara efektif oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Trump menyampaikan kepuasannya atas gencatan senjata yang dicapai Thailand dan Kamboja. Ia mengatakan kedua negara yang sempat terlibat konflik bersenjata itu akan kembali hidup dalam suasana damai.
“Mungkin Amerika Serikat telah menjadi PBB yang sesungguhnya, yang selama ini sangat sedikit membantu,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Ahad (28/12).
Dalam unggahannya, Trump juga mengkritik kinerja PBB yang dinilainya tidak berperan signifikan dalam penyelesaian berbagai konflik internasional, termasuk perang antara Rusia dan Ukraina.
“Perserikatan Bangsa-Bangsa harus mulai bertindak aktif dan terlibat dalam perdamaian dunia,” ujarnya.
Gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja mulai berlaku pada Sabtu (27/12) pukul 12.00 waktu setempat, setelah kedua pihak menjalani perundingan selama beberapa hari.
Sebelumnya, kedua negara telah menandatangani perjanjian damai yang disaksikan oleh Trump di Kuala Lumpur pada Oktober lalu. Namun, ketegangan kembali meningkat sejak awal Desember sebelum akhirnya disepakati gencatan senjata terbaru. (*)
Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia, Surya Wijaya.
batampos – Promosi pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) dinilai masih lemah dan belum menyentuh pasar internasional secara tepat sasaran. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu penyebab belum optimalnya arus wisatawan mancanegara ke daerah ini, meski Kepri memiliki potensi pariwisata bahari yang besar.
Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI), Surya Wijaya, menilai selama ini promosi pariwisata Kepri justru lebih banyak bergantung pada upaya individual, bukan strategi terpadu yang digerakkan secara resmi.
“Kalau kita lihat fakta di lapangan, ramainya wisatawan Malaysia ke Batam dan Kepri bukan karena promosi pemerintah, tetapi karena promosi individual, seperti yang dilakukan para TikToker Malaysia, agen perjalanan, dan pelaku usaha pariwisata,” kata Surya.
Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa promosi berbasis digital dan konten personal jauh lebih efektif dibandingkan promosi konvensional yang selama ini dilakukan secara terbatas.
Selain itu, Surya juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan penerbangan langsung internasional. Ia mencontohkan rute penerbangan langsung dari Korea Selatan yang dinilai belum berdampak signifikan terhadap peningkatan wisatawan asing.
“Kita punya direct flight dari Korea, tapi faktanya justru lebih banyak orang Indonesia yang pergi ke Korea dibandingkan orang Korea yang datang ke Batam atau Kepri. Ini masalah yang sangat fundamental,” ujar Surya yang juga sebagai Direktur Forum Jurnalis Pariwisata Kepri.
Surya menilai, persoalan utama terletak pada arah promosi yang belum fokus ke luar negeri. Ia menyebut, banyak negara justru aktif mempromosikan destinasinya di Batam, sementara promosi Kepri di negara asal wisatawan masih minim.
“Promosi yang tepat itu seharusnya ke luar negeri, bukan hanya di lokal. Uang promosi harus dipakai untuk menarik wisatawan asing datang ke Kepri, seperti yang lazim dilakukan negara-negara lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, promosi pariwisata yang efektif harus menyasar pasar potensial secara langsung, dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter wisatawan masing-masing negara.
Surya berharap, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata di Kepri dapat melakukan terobosan nyata dalam strategi promosi pariwisata ke depan.
“Kita menunggu gebrakan promosi pariwisata Kepri, terutama memasuki tahun 2026. Kalau promosi tidak dibenahi, sulit berharap kunjungan wisatawan mancanegara bisa meningkat signifikan,” tutupnya. (*)
batampos – Pisang adalah salah satu buah paling serbaguna, yang bentuk mentahnya, bagian dalam berwarna putih, bahkan kulitnya dapat bermanfaat dalam berbagai cara.
Pisang juga merupakan salah satu buah yang paling terjangkau dan mudah didapatkan. Buah yang paling banyak dikonsumsi dan dapat dimakan saat bepergian, di mana saja dan kapan saja
Selain itu, kebanyakan orang tidak tahu bahwa mengonsumsi pisang setiap hari dapat menjadi solusi untuk masalah kesehatan sehari-hari.
Hal ini disebabkan oleh profil nutrisi kaya yang menjadikan pisang sebagai makanan fungsional, menyediakan vitamin B6, vitamin C, kalium, magnesium, serat, dan antioksidan.
Dilansir ndtv, berikut 8 masalah kesehatan umum yang dapat diatasi dengan mengonsumsi pisang
1.Masalah pencernaan
Pisang punya efek positif terhadap kesehatan pencernaan. Profil nutrisinya yang kaya membantu meringankan sembelit dan asam lambung.
Di sinilah makan pisang setiap hari menjadi penting.
2.Energi rendah dan kelelahan
Cuaca dingin membawa rasa lesu, yang membuat orang lebih rentan untuk terus mencari makanan penghasil energi.
Keinginan akan gula alami dapat diubah dalam tubuh untuk mendapatkan dorongan energi instan, di sinilah mengonsumsi pisang dapat membantu menyehatkan tubuh.
Kandungan gula alami, vitamin, dan mineral dalam buah ini bermanfaat untuk mempertahankan tingkat energi dan membantu pemulihan dari aktivitas fisik.
3.Tekanan darah tinggi
Pisang merupakan sumber kalium, mineral yang dikenal dapat mengurangi efek natrium dan menjaga keseimbangan cairan yang sehat dalam tubuh.
Asupan natrium yang tinggi merupakan penyebab utama hipertensi, yang terjadi ketika tekanan darah tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama.
Kalium dalam pisang berinteraksi dengan natrium untuk mengurangi peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh konsumsi natrium berlebihan.
4.Stres dan kecemasan
Akibat meningkatnya beban emosional dan fisik, orang menjadi lebih rentan terhadap gangguan kecemasan dan depresi.
Masalah kesehatan mental ini memengaruhi setiap aspek fungsi sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.
Pola makan sangat berpengaruh terhadap masalah kesehatan mental. Salah satu solusi tersebut adalah mengonsumsi satu buah pisang setiap hari.
5.Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Stres kronis, kurangnya perhatian terhadap nutrisi dan mineral penting dalam tubuh, gangguan siklus tidur, dan banyak faktor gaya hidup lainnya dapat menyebabkan melemahnya kekebalan tubuh.
Manusia membutuhkan asupan nutrisi yang padat seperti pisang, yang memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan, ini bisa meningkatkan sistem pertahanan alami tubuh.
6.Pengelolaan berat badan
Dengan mengonsumsi satu buah pisang setiap hari, seseorang dapat meningkatkan asupan serat, membuat mereka kenyang lebih lama.
Kenaikan berat badan yang tidak diinginkan adalah konsekuensi yang tidak diinginkan dari ketidakseimbangan nutrisi dan kurangnya aktivitas fisik.
Untuk mengatasi kekurangan nutrisi, mengonsumsi satu buah pisang dapat membantu.
7.Kram otot
Pisang mengandung kadar kalium yang tinggi, bisa mengurangi kram otot setelah berolahraga.
Meskipun kram otot dapat terjadi akibat olahraga intensitas tinggi, beberapa orang juga dapat mengalami kram otot akibat duduk terlalu lama dan peningkatan ketegangan otot.
Kandungan kalium yang tinggi dan kemampuan pisang untuk menyeimbangkan elektrolit dapat membantu pemulihan cepat dari kram otot.
8.Kesehatan kulit
Lapisan terluar kulit dapat terpapar radikal bebas yang berbahaya, ini meningkatkan penumpukan racun dan mempercepat penuaan.
Banyak antioksidan dapat membantu mengurangi beban ini pada tubuh sehingga menurunkan stres oksidatif.
Tidak hanya bagian daging putihnya, tetapi juga kulit pisang, ketika dioleskan sebagai masker wajah memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesehatan kulit. (*)
Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. (Instaagram: ataliapraraatyaa)
batampos – Sepanjang 2025 berbagai kasus hukum muncul. Tidak sedikit diantaranya menyeret nama-nama besar, bernuansa skandal. Di antara kasus-kasus tersebut, yang tidak kunjung berhenti menarik atensi publik sejak awal adalah perkara Ridwan Kamil dengan Lisa Mariana.
Kasus yang bermula dari unggahan-unggahan Lisa pada akun media sosial itu kini bahkan berkelindan dengan kasus dugaan korupsi. Juga kerap dikait-kaitkan oleh netizen sebagai penyebab perceraian Ridwan Kamil dengan Atalia Praratya.
Meski tudingan Lisa kepada politisi yang akrab dipanggil RK itu sudah terbantahkan dengan hasil tes DNA, namun kasus tersebut tetap jadi sorotan.
Perseteruan antara Lisa dengan RK terjadi sejak Maret 2025. Dimulai dengan unggahan-unggahan mantan model majalah dewasa itu terkait dengan putrinya yang berinisial CA.
Lisa menyatakan bahwa RK adalah ayah kandung CA. Tudingan tersebut langsung direspons oleh mantan gubernur Jawa Barat (Jabar) tersebut dengan bantahan.
Tidak sekedar membantah, pada April 2025, RK resmi membuat laporan di Bareskrim Polri. Laporan tersebut kini sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan. Bahkan, polisi telah menetapkan Lisa sebagai tersangka. Dalam kasus tersebut, Lisa berurusan dengan polisi lantaran disangkakan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Proses hukum terhadap Lisa bukan hanya berlangsung di Bareskrim Polri, Polda Jawa Barat (Jabar) juga memproses hukum Lisa. Namun konstruksi kasus yang ditangani oleh Polda Jabar adalah dugaan tindak pidana asusila.
Lisa telah menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Bahkan Lisa sempat dijemput paksa untuk menjalani pemeriksaan.
Di luar kasus tersebut, Lisa turut diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret petinggi Bank Jabar Banten. KPK menduga ada aliran dana non bujeter yang mengalir sampai ke tangan Lisa.
Dalam kasus yang sama, Lembaga Antirasuah juga sudah memanggil dan memeriksa RK. Sebab, dugaan korupsi itu terjadi saat RK menjabat gubernur Jabar.
Terbaru, Lisa terseret-seret dalam gugatan perceraian yang dilayangkan oleh Atalia Praratya. Setelah menjalani pernikahan selama 29 tahun, Atalia melayangkan gugatan cerai. Meski belum buka suara secara langsung, Atalia mempercayakan proses perceraian tersebut kepada kuasa hukumnya. Sedangkan RK melalui akun media sosialnya sudah menyampaikan permohonan maaf.
”Saya mengakui selama 29 tahun pernikahan, saya banyak melakukan kekhilafan dan dosa kepada istri saya Atalia, sehingga perpisahan ini adalah hak beliau untuk bahagia dalam hidupnya tanpa ada saya di dalamnya. Permohonan maaf untuk Ibu Atalia dan teriring doa terbaik dari saya,” tulis RK.
Bukan cuma Lisa, warganet juga mengait-ngaitkan perceraian RK dan Atalia dengan sosok Aura Kasih. Pada berbagai unggahan di media sosial, tampak berbagai foto dan video yang dinarasikan sebagai momen-momen kebersamaan pria yang pernah menjadi wali kota Bandung itu dengan Aura Kasih. Namun, pihak Aura Kasih telah membantah tudingan warganet. (*)
Kasatreskrim Polresta Barelang AKP Debby Tri Andrestian. (Laily Rahmawaty/Antara)
batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Anggoro Wicaksono berkomitmen akan menekan angka kriminalitas di Kota Batam. Ia mengintruksikan anggotanya untuk menindak tegas seluruh pelaku kejahatan.
“Penekanan Bapak Kapolresta Barelang untuk menindak tegas segala tindakan kriminal yang terjadi di Kota Batam,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, Minggu (28/12).
Debby mengaku penekanan dari Kapolresta ini sudah diatensikan kepada seluruh personel. Untuk itu, para personel diminta cepat menindak lanjuti laporan maupun aduan masyarakat.
“Kami dari Reskrim akan menindak lanjuti penekanan dari Kapolresta ini secara serius,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menjaga kamtibmas jelang pergantian akhir tahun ini. Sebab, para pelaku kejahatan kerap memanfaatkan momen libur panjang untuk beraksi.
“Apalagi dalam rangka Natal dan Tahun Baru ini, saya harapkan masyarakat meningkatkan unsur kehati-hatian,” ungkapnya.
Debby turut mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan penemuan atau kecurigaan terkait adanya dugaan kejahatan di sekitar lingkungannya. Sehingga, pihaknya bisa langsung menindak para pelaku kejahatan tersebut.
“Pelaku kejahatan ini kami peringati, agar berpikir dua kali melakukan aksinya,” tutupnya. (*)
Ramailah orang bukan kepalang Riuh rendah berderung-derang Ada yang lari lintang-pukang Takutkan datang air gelombang
Datang gelombang pula di situ Ramailah lari bukan suatu Hilanglah akal di dalam kalbu Banyaklah mati pulanya itu.
KUTIPAN di atas berasal dari Syair Lampung Karam, naskah syair yang merekam kedahsyatan letusan Gunung Krakatau pada 26 hingga 28 Agustus 1883. Letusan ini bukan hanya menewaskan lebih dari 35.000 jiwa, tetapi juga mengubah rupa geografis Krakatau dan kawasan sekitarnya di ujung selatan Pulau Sumatra.
Dentumannya terdengar hingga ribuan kilometer, gelombang tsunaminya menyapu pesisir, dan debu vulkaniknya memengaruhi iklim dunia.
Lebih dari satu abad kemudian, di ujung utara Pulau Sumatra, bencana yang tak kalah dahsyat kembali terjadi. Tsunami Aceh pada 2004 merenggut sekitar 200.000 nyawa dan meluluh-lantakkan permukiman serta lahan pertanian. Seperti Krakatau, bencana ini juga meninggalkan jejak global, yakni perubahan iklim, pergeseran kebijakan mitigasi bencana, dan trauma kolektif yang panjang.
Dua peristiwa ini menunjukkan bahwa Sumatra berada di wilayah dengan risiko kebencanaan tinggi. Suatu fakta geografis yang tak dapat disangkal.
Pulau Sumatra memang dilintasi jalur lipatan dan patahan utama, terutama Sesar Besar Sumatra (Great Sumatran Fault), yaitu sesar geser raksasa yang membentang dari Aceh hingga Lampung.
Jalur ini membentuk pegunungan, patahan aktif, serta aktivitas vulkanik yang intens. Kondisi tersebut menghadirkan kondisi yang menguntungkan sekaligus rawan menjadi ancaman, yaitu di satu sisi potensi bencana selalu mengintai, tapi di sisi lain tanah menjadi sangat subur dan kaya sumber daya alam.
Kekayaan inilah yang sejak lama menarik eksploitasi, dari masa kolonial hingga era industri modern.
Namun, muncul pertanyaan penting: apakah semua bencana di Sumatra murni peristiwa alam? Ataukah sebagian di antaranya merupakan bencana yang dipercepat, bahkan diproduksi, oleh ulah manusia?
Pertanyaan ini relevan ketika menilik banjir besar yang melanda berbagai wilayah Sumatra sejak November hingga penghujung 2025. Banjir terjadi hampir serentak di sejumlah provinsi, utamanya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang menenggelamkan pemukiman, merusak infrastruktur, dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Memang, hujan deras turun berhari-hari. Namun, hujan semata tidak otomatis menjelma menjadi bencana. Hutan yang semestinya berfungsi sebagai penyangga air kini banyak beralih fungsi akibat deforestasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembukaan lahan dan ekspansi industry, terutama pertambangan dan perkebunan skala besar, terjadi secara masif. Tak heran jika kemudian muncul asumsi publik bahwa industri memegang peran besar dalam banjir Sumatra 2025.
Analisis Tim Jurnalisme Data Kompas menunjukkan bahwa sepanjang 1990–2024, hutan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hilang rata-rata 36.305 hektare per tahun. Jika dihitung per hari, sekitar 99,46 hektare hutan lenyap setiap hari.
Angka ini memperlihatkan bahwa banjir besar tersebut bukan peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan hasil pertemuan antara faktor alam dan ulah manusia. Kerusakan di kawasan hulu memperparah daya rusak banjir, sekaligus menyingkap rapuhnya benteng alam yang selama ini menjaga keseimbangan ekologi.
Dari titik inilah kita perlu memperluas cara pandang terhadap bencana. Dampak industri tidak berhenti pada kerusakan lingkungan fisik, tetapi juga merambat ke lingkungan sosial dan budaya.
Ruang tempat pengetahuan, nilai, dan bahasa tumbuh serta diwariskan. Bahasa daerah, sebagai salah satu unsur kebudayaan, kerap luput dari perhatian dalam wacana pembangunan dan mitigasi bencana.
Keberadaan industri, tidak hanya pertambangan, turut berkontribusi terhadap melemahnya posisi bahasa daerah. Industri membuka arus masuk penduduk dari luar wilayah, mengubah lanskap komunikasi setempat.
Bahasa pengantar pun bergeser mengikuti kebutuhan ekonomi dan mobilitas tenaga kerja. Selain itu, pembangunan kawasan industri sering kali memicu relokasi penduduk asli. Mereka tercerai-berai, berpindah ke wilayah pinggiran, atau bahkan meninggalkan kampung halaman. Dalam kondisi seperti ini, bahasa daerah kehilangan ruang hidupnya.
Kepunahan bahasa sering kali disebabkan oleh perubahan sosiologis yang menyertai pembangunan industri. Dampaknya bersifat antropologis, yaitu pola relasi sosial berubah, struktur komunitas terpecah, dan transmisi bahasa antargenerasi terputus.
Bahasa tidak punah secara tiba-tiba, tetapi perlahan terkikis seiring hilangnya penutur dan konteks penggunaannya.
Fenomena ini dapat dilihat di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, khususnya di kawasan Lobam. Dalam beberapa dekade terakhir, industri tumbuh pesat dan menyebar di berbagai titik.
Pendirian kawasan industri di Lobam membawa perubahan besar, tidak hanya pada geografi wilayah, tetapi juga pada struktur sosial dan budaya masyarakat setempat.
Dahulu, kawasan ini dialiri Sungai Mengkilu. Berdasarkan sejarah Desa Teluk Sasah, kampung Mengkilu dihuni mayoritas masyarakat Melayu yang menetap di tepi kuala sungai. Sungai menjadi pusat kehidupan: jalur transportasi, sumber penghidupan, sekaligus ruang interaksi sosial.
Namun, setelah kawasan industri dibangun, jejak komunitas masyarakat ini kian memudar. Banyak penduduk bermigrasi ke pulau lain dan sebagian yang bertahan terdesak ke pinggiran kawasan industri.
Secara historis, Lobam memiliki eksistensi penting sejak masa Kerajaan Bintan. Wilayah ini merupakan jalur perlintasan pelayaran internasional. Mengkilu, yang dalam ingatan kolektif juga dikenal sebagai Bengkilau, pernah menjadi pesanggrahan keluarga istana, tempat peristirahatan dan rekreasi. Jejak itu terekam dalam naskah Sejarah Melayu.
“Pada suatu hari, baginda berkira-kira hendak membawa isteri baginda bermain-main ke Bengkilau Maka baginda menyuruhkan Aria Bupala mengadap bunda baginda, Wan Seri Beni; titah baginda, ‘Katakan sembah hamba kepada bunda, bahwa hamba hendak membawa perempuan bermain-main ke Bengkilau.’ Maka Aria Bupala pun menyembah, lalu masuk mengadap Wan Seri Beni, persembahkan seperti titah Sri Tri Buana itu.”
Kini, Bengkilau atau Mengkilu telah berubah menjadi kawasan industri. Sungai yang dahulu menjadi denyut peradaban masyarakat Melayu Lobam bahkan beralih fungsi menjadi helipad.
Migrasi penduduk asli dan masuknya masyarakat pendatang mengubah pola komunikasi sehari-hari. Bahasa Melayu khas Lobam semakin sulit dilacak, tersisa dalam ingatan dan tuturan orang-orang tua di wilayah pinggiran.
Fenomena yang terjadi di Lobam mencerminkan ancaman serupa di berbagai daerah Sumatra yang kini terdampak industri dan bencana banjir. Perubahan pola permukiman hampir pasti diikuti perubahan pola komunikasi.
Ketika industri dibangun, analisis dampak lingkungan sering kali hanya berhenti pada aspek fisik. Padahal, dampak terhadap kebudayaan, termasuk bahasa daerah, sama pentingnya untuk diperhitungkan.
Bahasa menyimpan pengetahuan lokal tentang alam, cara bertahan hidup, dan relasi manusia dengan lingkungannya. Ketika bahasa hilang, pengetahuan itu ikut lenyap. Oleh karena itu, membicarakan industri dan bencana tanpa menyinggung kerentanan bahasa berarti mengabaikan satu lapisan penting dari dampak pembangunan.
Di tengah derasnya arus industrialisasi, menjaga bahasa daerah bukan sekadar persoalan melanggengkan budaya, tetapi juga bagian dari upaya merawat ingatan kolektif dan keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat. (*)
Oleh: Priyo Joko Purnomo Widyabasa di Kantor Bahasa Prov. Kepulauan Riau, kini sedang tugas belajar di Magister Sastra, Universitas Gadjah Mada
Rumah warga terdampak banjir bandang di Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. (Ragil Darmawan/Antara)
batampos – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), melaporkan sebanyak 10.949 jiwa terdampak dan 3.511 unit rumah terendam banjir. Banjir melanda 27 desa tersebar pada tujuh kecamatan di Balangan.
”Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir hingga 3 Januari 2026,” kata Bupati Balangan Abdul Hadi seperti dilansir dari Antara.
Dia menyampaikan keprihatinan atas musibah banjir yang melanda sejumlah desa khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Halong.
”Saya sangat prihatin atas musibah yang menimpa warga di Kecamatan Tebing Tinggi, Halong, dan lainnya. Semoga masyarakat yang terdampak tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan ini,” tutur Abdul Hadi.
Hadi menegaskan proses penanganan pasca banjir dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, serta relawan. Fokus utama saat ini adalah pembersihan lumpur dan sisa material banjir agar rumah warga dan fasilitas umum dapat kembali difungsikan.
Sementara itu, Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang terjadi sejak Sabtu (27/12) pagi di sejumlah desa. Khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi.
”Untuk mempercepat pemulihan kondisi wilayah terdampak, saya telah menginstruksikan personel Polres Balangan dan BKO Brimob Yon Tabalong untuk turun langsung membantu pembersihan lumpur dan sisa material pascabanjir bersama Pemkab Balangan, TNI, masyarakat, dan relawan,” ujar Yulianor.
Selain meninjau lokasi banjir, rombongan Forkopimda Balangan juga berdialog dengan warga terdampak serta menyalurkan bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan mendesak. Seperti popok bayi, sabun, lilin, dan kebutuhan lain.
Rombongan juga meninjau Posko Penanganan Bencana yang berada di halaman Kantor Camat Tebing Tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi di Aula Kecamatan Tebing Tinggi untuk membahas langkah keberlanjutan penanganan dampak pasca banjir.
Selain Kabupaten Balangan, banjir juga melanda beberapa kabupaten lain di Provinsi Kalsel, yang disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Jumat (26/12) malam.(*)