batampos – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Amerika Serikat kini mengambil peran lebih besar dalam upaya penyelesaian konflik global, yang menurutnya selama ini tidak dijalankan secara efektif oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Trump menyampaikan kepuasannya atas gencatan senjata yang dicapai Thailand dan Kamboja. Ia mengatakan kedua negara yang sempat terlibat konflik bersenjata itu akan kembali hidup dalam suasana damai.
“Mungkin Amerika Serikat telah menjadi PBB yang sesungguhnya, yang selama ini sangat sedikit membantu,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Ahad (28/12).
Dalam unggahannya, Trump juga mengkritik kinerja PBB yang dinilainya tidak berperan signifikan dalam penyelesaian berbagai konflik internasional, termasuk perang antara Rusia dan Ukraina.
“Perserikatan Bangsa-Bangsa harus mulai bertindak aktif dan terlibat dalam perdamaian dunia,” ujarnya.
Gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja mulai berlaku pada Sabtu (27/12) pukul 12.00 waktu setempat, setelah kedua pihak menjalani perundingan selama beberapa hari.
Sebelumnya, kedua negara telah menandatangani perjanjian damai yang disaksikan oleh Trump di Kuala Lumpur pada Oktober lalu. Namun, ketegangan kembali meningkat sejak awal Desember sebelum akhirnya disepakati gencatan senjata terbaru. (*)
Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia, Surya Wijaya.
batampos – Promosi pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) dinilai masih lemah dan belum menyentuh pasar internasional secara tepat sasaran. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu penyebab belum optimalnya arus wisatawan mancanegara ke daerah ini, meski Kepri memiliki potensi pariwisata bahari yang besar.
Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI), Surya Wijaya, menilai selama ini promosi pariwisata Kepri justru lebih banyak bergantung pada upaya individual, bukan strategi terpadu yang digerakkan secara resmi.
“Kalau kita lihat fakta di lapangan, ramainya wisatawan Malaysia ke Batam dan Kepri bukan karena promosi pemerintah, tetapi karena promosi individual, seperti yang dilakukan para TikToker Malaysia, agen perjalanan, dan pelaku usaha pariwisata,” kata Surya.
Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa promosi berbasis digital dan konten personal jauh lebih efektif dibandingkan promosi konvensional yang selama ini dilakukan secara terbatas.
Selain itu, Surya juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan penerbangan langsung internasional. Ia mencontohkan rute penerbangan langsung dari Korea Selatan yang dinilai belum berdampak signifikan terhadap peningkatan wisatawan asing.
“Kita punya direct flight dari Korea, tapi faktanya justru lebih banyak orang Indonesia yang pergi ke Korea dibandingkan orang Korea yang datang ke Batam atau Kepri. Ini masalah yang sangat fundamental,” ujar Surya yang juga sebagai Direktur Forum Jurnalis Pariwisata Kepri.
Surya menilai, persoalan utama terletak pada arah promosi yang belum fokus ke luar negeri. Ia menyebut, banyak negara justru aktif mempromosikan destinasinya di Batam, sementara promosi Kepri di negara asal wisatawan masih minim.
“Promosi yang tepat itu seharusnya ke luar negeri, bukan hanya di lokal. Uang promosi harus dipakai untuk menarik wisatawan asing datang ke Kepri, seperti yang lazim dilakukan negara-negara lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, promosi pariwisata yang efektif harus menyasar pasar potensial secara langsung, dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter wisatawan masing-masing negara.
Surya berharap, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata di Kepri dapat melakukan terobosan nyata dalam strategi promosi pariwisata ke depan.
“Kita menunggu gebrakan promosi pariwisata Kepri, terutama memasuki tahun 2026. Kalau promosi tidak dibenahi, sulit berharap kunjungan wisatawan mancanegara bisa meningkat signifikan,” tutupnya. (*)
batampos – Pisang adalah salah satu buah paling serbaguna, yang bentuk mentahnya, bagian dalam berwarna putih, bahkan kulitnya dapat bermanfaat dalam berbagai cara.
Pisang juga merupakan salah satu buah yang paling terjangkau dan mudah didapatkan. Buah yang paling banyak dikonsumsi dan dapat dimakan saat bepergian, di mana saja dan kapan saja
Selain itu, kebanyakan orang tidak tahu bahwa mengonsumsi pisang setiap hari dapat menjadi solusi untuk masalah kesehatan sehari-hari.
Hal ini disebabkan oleh profil nutrisi kaya yang menjadikan pisang sebagai makanan fungsional, menyediakan vitamin B6, vitamin C, kalium, magnesium, serat, dan antioksidan.
Dilansir ndtv, berikut 8 masalah kesehatan umum yang dapat diatasi dengan mengonsumsi pisang
1.Masalah pencernaan
Pisang punya efek positif terhadap kesehatan pencernaan. Profil nutrisinya yang kaya membantu meringankan sembelit dan asam lambung.
Di sinilah makan pisang setiap hari menjadi penting.
2.Energi rendah dan kelelahan
Cuaca dingin membawa rasa lesu, yang membuat orang lebih rentan untuk terus mencari makanan penghasil energi.
Keinginan akan gula alami dapat diubah dalam tubuh untuk mendapatkan dorongan energi instan, di sinilah mengonsumsi pisang dapat membantu menyehatkan tubuh.
Kandungan gula alami, vitamin, dan mineral dalam buah ini bermanfaat untuk mempertahankan tingkat energi dan membantu pemulihan dari aktivitas fisik.
3.Tekanan darah tinggi
Pisang merupakan sumber kalium, mineral yang dikenal dapat mengurangi efek natrium dan menjaga keseimbangan cairan yang sehat dalam tubuh.
Asupan natrium yang tinggi merupakan penyebab utama hipertensi, yang terjadi ketika tekanan darah tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama.
Kalium dalam pisang berinteraksi dengan natrium untuk mengurangi peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh konsumsi natrium berlebihan.
4.Stres dan kecemasan
Akibat meningkatnya beban emosional dan fisik, orang menjadi lebih rentan terhadap gangguan kecemasan dan depresi.
Masalah kesehatan mental ini memengaruhi setiap aspek fungsi sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.
Pola makan sangat berpengaruh terhadap masalah kesehatan mental. Salah satu solusi tersebut adalah mengonsumsi satu buah pisang setiap hari.
5.Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Stres kronis, kurangnya perhatian terhadap nutrisi dan mineral penting dalam tubuh, gangguan siklus tidur, dan banyak faktor gaya hidup lainnya dapat menyebabkan melemahnya kekebalan tubuh.
Manusia membutuhkan asupan nutrisi yang padat seperti pisang, yang memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan, ini bisa meningkatkan sistem pertahanan alami tubuh.
6.Pengelolaan berat badan
Dengan mengonsumsi satu buah pisang setiap hari, seseorang dapat meningkatkan asupan serat, membuat mereka kenyang lebih lama.
Kenaikan berat badan yang tidak diinginkan adalah konsekuensi yang tidak diinginkan dari ketidakseimbangan nutrisi dan kurangnya aktivitas fisik.
Untuk mengatasi kekurangan nutrisi, mengonsumsi satu buah pisang dapat membantu.
7.Kram otot
Pisang mengandung kadar kalium yang tinggi, bisa mengurangi kram otot setelah berolahraga.
Meskipun kram otot dapat terjadi akibat olahraga intensitas tinggi, beberapa orang juga dapat mengalami kram otot akibat duduk terlalu lama dan peningkatan ketegangan otot.
Kandungan kalium yang tinggi dan kemampuan pisang untuk menyeimbangkan elektrolit dapat membantu pemulihan cepat dari kram otot.
8.Kesehatan kulit
Lapisan terluar kulit dapat terpapar radikal bebas yang berbahaya, ini meningkatkan penumpukan racun dan mempercepat penuaan.
Banyak antioksidan dapat membantu mengurangi beban ini pada tubuh sehingga menurunkan stres oksidatif.
Tidak hanya bagian daging putihnya, tetapi juga kulit pisang, ketika dioleskan sebagai masker wajah memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesehatan kulit. (*)
Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. (Instaagram: ataliapraraatyaa)
batampos – Sepanjang 2025 berbagai kasus hukum muncul. Tidak sedikit diantaranya menyeret nama-nama besar, bernuansa skandal. Di antara kasus-kasus tersebut, yang tidak kunjung berhenti menarik atensi publik sejak awal adalah perkara Ridwan Kamil dengan Lisa Mariana.
Kasus yang bermula dari unggahan-unggahan Lisa pada akun media sosial itu kini bahkan berkelindan dengan kasus dugaan korupsi. Juga kerap dikait-kaitkan oleh netizen sebagai penyebab perceraian Ridwan Kamil dengan Atalia Praratya.
Meski tudingan Lisa kepada politisi yang akrab dipanggil RK itu sudah terbantahkan dengan hasil tes DNA, namun kasus tersebut tetap jadi sorotan.
Perseteruan antara Lisa dengan RK terjadi sejak Maret 2025. Dimulai dengan unggahan-unggahan mantan model majalah dewasa itu terkait dengan putrinya yang berinisial CA.
Lisa menyatakan bahwa RK adalah ayah kandung CA. Tudingan tersebut langsung direspons oleh mantan gubernur Jawa Barat (Jabar) tersebut dengan bantahan.
Tidak sekedar membantah, pada April 2025, RK resmi membuat laporan di Bareskrim Polri. Laporan tersebut kini sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan. Bahkan, polisi telah menetapkan Lisa sebagai tersangka. Dalam kasus tersebut, Lisa berurusan dengan polisi lantaran disangkakan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Proses hukum terhadap Lisa bukan hanya berlangsung di Bareskrim Polri, Polda Jawa Barat (Jabar) juga memproses hukum Lisa. Namun konstruksi kasus yang ditangani oleh Polda Jabar adalah dugaan tindak pidana asusila.
Lisa telah menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Bahkan Lisa sempat dijemput paksa untuk menjalani pemeriksaan.
Di luar kasus tersebut, Lisa turut diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret petinggi Bank Jabar Banten. KPK menduga ada aliran dana non bujeter yang mengalir sampai ke tangan Lisa.
Dalam kasus yang sama, Lembaga Antirasuah juga sudah memanggil dan memeriksa RK. Sebab, dugaan korupsi itu terjadi saat RK menjabat gubernur Jabar.
Terbaru, Lisa terseret-seret dalam gugatan perceraian yang dilayangkan oleh Atalia Praratya. Setelah menjalani pernikahan selama 29 tahun, Atalia melayangkan gugatan cerai. Meski belum buka suara secara langsung, Atalia mempercayakan proses perceraian tersebut kepada kuasa hukumnya. Sedangkan RK melalui akun media sosialnya sudah menyampaikan permohonan maaf.
”Saya mengakui selama 29 tahun pernikahan, saya banyak melakukan kekhilafan dan dosa kepada istri saya Atalia, sehingga perpisahan ini adalah hak beliau untuk bahagia dalam hidupnya tanpa ada saya di dalamnya. Permohonan maaf untuk Ibu Atalia dan teriring doa terbaik dari saya,” tulis RK.
Bukan cuma Lisa, warganet juga mengait-ngaitkan perceraian RK dan Atalia dengan sosok Aura Kasih. Pada berbagai unggahan di media sosial, tampak berbagai foto dan video yang dinarasikan sebagai momen-momen kebersamaan pria yang pernah menjadi wali kota Bandung itu dengan Aura Kasih. Namun, pihak Aura Kasih telah membantah tudingan warganet. (*)
Kasatreskrim Polresta Barelang AKP Debby Tri Andrestian. (Laily Rahmawaty/Antara)
batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Anggoro Wicaksono berkomitmen akan menekan angka kriminalitas di Kota Batam. Ia mengintruksikan anggotanya untuk menindak tegas seluruh pelaku kejahatan.
“Penekanan Bapak Kapolresta Barelang untuk menindak tegas segala tindakan kriminal yang terjadi di Kota Batam,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, Minggu (28/12).
Debby mengaku penekanan dari Kapolresta ini sudah diatensikan kepada seluruh personel. Untuk itu, para personel diminta cepat menindak lanjuti laporan maupun aduan masyarakat.
“Kami dari Reskrim akan menindak lanjuti penekanan dari Kapolresta ini secara serius,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menjaga kamtibmas jelang pergantian akhir tahun ini. Sebab, para pelaku kejahatan kerap memanfaatkan momen libur panjang untuk beraksi.
“Apalagi dalam rangka Natal dan Tahun Baru ini, saya harapkan masyarakat meningkatkan unsur kehati-hatian,” ungkapnya.
Debby turut mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan penemuan atau kecurigaan terkait adanya dugaan kejahatan di sekitar lingkungannya. Sehingga, pihaknya bisa langsung menindak para pelaku kejahatan tersebut.
“Pelaku kejahatan ini kami peringati, agar berpikir dua kali melakukan aksinya,” tutupnya. (*)
Ramailah orang bukan kepalang Riuh rendah berderung-derang Ada yang lari lintang-pukang Takutkan datang air gelombang
Datang gelombang pula di situ Ramailah lari bukan suatu Hilanglah akal di dalam kalbu Banyaklah mati pulanya itu.
KUTIPAN di atas berasal dari Syair Lampung Karam, naskah syair yang merekam kedahsyatan letusan Gunung Krakatau pada 26 hingga 28 Agustus 1883. Letusan ini bukan hanya menewaskan lebih dari 35.000 jiwa, tetapi juga mengubah rupa geografis Krakatau dan kawasan sekitarnya di ujung selatan Pulau Sumatra.
Dentumannya terdengar hingga ribuan kilometer, gelombang tsunaminya menyapu pesisir, dan debu vulkaniknya memengaruhi iklim dunia.
Lebih dari satu abad kemudian, di ujung utara Pulau Sumatra, bencana yang tak kalah dahsyat kembali terjadi. Tsunami Aceh pada 2004 merenggut sekitar 200.000 nyawa dan meluluh-lantakkan permukiman serta lahan pertanian. Seperti Krakatau, bencana ini juga meninggalkan jejak global, yakni perubahan iklim, pergeseran kebijakan mitigasi bencana, dan trauma kolektif yang panjang.
Dua peristiwa ini menunjukkan bahwa Sumatra berada di wilayah dengan risiko kebencanaan tinggi. Suatu fakta geografis yang tak dapat disangkal.
Pulau Sumatra memang dilintasi jalur lipatan dan patahan utama, terutama Sesar Besar Sumatra (Great Sumatran Fault), yaitu sesar geser raksasa yang membentang dari Aceh hingga Lampung.
Jalur ini membentuk pegunungan, patahan aktif, serta aktivitas vulkanik yang intens. Kondisi tersebut menghadirkan kondisi yang menguntungkan sekaligus rawan menjadi ancaman, yaitu di satu sisi potensi bencana selalu mengintai, tapi di sisi lain tanah menjadi sangat subur dan kaya sumber daya alam.
Kekayaan inilah yang sejak lama menarik eksploitasi, dari masa kolonial hingga era industri modern.
Namun, muncul pertanyaan penting: apakah semua bencana di Sumatra murni peristiwa alam? Ataukah sebagian di antaranya merupakan bencana yang dipercepat, bahkan diproduksi, oleh ulah manusia?
Pertanyaan ini relevan ketika menilik banjir besar yang melanda berbagai wilayah Sumatra sejak November hingga penghujung 2025. Banjir terjadi hampir serentak di sejumlah provinsi, utamanya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang menenggelamkan pemukiman, merusak infrastruktur, dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Memang, hujan deras turun berhari-hari. Namun, hujan semata tidak otomatis menjelma menjadi bencana. Hutan yang semestinya berfungsi sebagai penyangga air kini banyak beralih fungsi akibat deforestasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembukaan lahan dan ekspansi industry, terutama pertambangan dan perkebunan skala besar, terjadi secara masif. Tak heran jika kemudian muncul asumsi publik bahwa industri memegang peran besar dalam banjir Sumatra 2025.
Analisis Tim Jurnalisme Data Kompas menunjukkan bahwa sepanjang 1990–2024, hutan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hilang rata-rata 36.305 hektare per tahun. Jika dihitung per hari, sekitar 99,46 hektare hutan lenyap setiap hari.
Angka ini memperlihatkan bahwa banjir besar tersebut bukan peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan hasil pertemuan antara faktor alam dan ulah manusia. Kerusakan di kawasan hulu memperparah daya rusak banjir, sekaligus menyingkap rapuhnya benteng alam yang selama ini menjaga keseimbangan ekologi.
Dari titik inilah kita perlu memperluas cara pandang terhadap bencana. Dampak industri tidak berhenti pada kerusakan lingkungan fisik, tetapi juga merambat ke lingkungan sosial dan budaya.
Ruang tempat pengetahuan, nilai, dan bahasa tumbuh serta diwariskan. Bahasa daerah, sebagai salah satu unsur kebudayaan, kerap luput dari perhatian dalam wacana pembangunan dan mitigasi bencana.
Keberadaan industri, tidak hanya pertambangan, turut berkontribusi terhadap melemahnya posisi bahasa daerah. Industri membuka arus masuk penduduk dari luar wilayah, mengubah lanskap komunikasi setempat.
Bahasa pengantar pun bergeser mengikuti kebutuhan ekonomi dan mobilitas tenaga kerja. Selain itu, pembangunan kawasan industri sering kali memicu relokasi penduduk asli. Mereka tercerai-berai, berpindah ke wilayah pinggiran, atau bahkan meninggalkan kampung halaman. Dalam kondisi seperti ini, bahasa daerah kehilangan ruang hidupnya.
Kepunahan bahasa sering kali disebabkan oleh perubahan sosiologis yang menyertai pembangunan industri. Dampaknya bersifat antropologis, yaitu pola relasi sosial berubah, struktur komunitas terpecah, dan transmisi bahasa antargenerasi terputus.
Bahasa tidak punah secara tiba-tiba, tetapi perlahan terkikis seiring hilangnya penutur dan konteks penggunaannya.
Fenomena ini dapat dilihat di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, khususnya di kawasan Lobam. Dalam beberapa dekade terakhir, industri tumbuh pesat dan menyebar di berbagai titik.
Pendirian kawasan industri di Lobam membawa perubahan besar, tidak hanya pada geografi wilayah, tetapi juga pada struktur sosial dan budaya masyarakat setempat.
Dahulu, kawasan ini dialiri Sungai Mengkilu. Berdasarkan sejarah Desa Teluk Sasah, kampung Mengkilu dihuni mayoritas masyarakat Melayu yang menetap di tepi kuala sungai. Sungai menjadi pusat kehidupan: jalur transportasi, sumber penghidupan, sekaligus ruang interaksi sosial.
Namun, setelah kawasan industri dibangun, jejak komunitas masyarakat ini kian memudar. Banyak penduduk bermigrasi ke pulau lain dan sebagian yang bertahan terdesak ke pinggiran kawasan industri.
Secara historis, Lobam memiliki eksistensi penting sejak masa Kerajaan Bintan. Wilayah ini merupakan jalur perlintasan pelayaran internasional. Mengkilu, yang dalam ingatan kolektif juga dikenal sebagai Bengkilau, pernah menjadi pesanggrahan keluarga istana, tempat peristirahatan dan rekreasi. Jejak itu terekam dalam naskah Sejarah Melayu.
“Pada suatu hari, baginda berkira-kira hendak membawa isteri baginda bermain-main ke Bengkilau Maka baginda menyuruhkan Aria Bupala mengadap bunda baginda, Wan Seri Beni; titah baginda, ‘Katakan sembah hamba kepada bunda, bahwa hamba hendak membawa perempuan bermain-main ke Bengkilau.’ Maka Aria Bupala pun menyembah, lalu masuk mengadap Wan Seri Beni, persembahkan seperti titah Sri Tri Buana itu.”
Kini, Bengkilau atau Mengkilu telah berubah menjadi kawasan industri. Sungai yang dahulu menjadi denyut peradaban masyarakat Melayu Lobam bahkan beralih fungsi menjadi helipad.
Migrasi penduduk asli dan masuknya masyarakat pendatang mengubah pola komunikasi sehari-hari. Bahasa Melayu khas Lobam semakin sulit dilacak, tersisa dalam ingatan dan tuturan orang-orang tua di wilayah pinggiran.
Fenomena yang terjadi di Lobam mencerminkan ancaman serupa di berbagai daerah Sumatra yang kini terdampak industri dan bencana banjir. Perubahan pola permukiman hampir pasti diikuti perubahan pola komunikasi.
Ketika industri dibangun, analisis dampak lingkungan sering kali hanya berhenti pada aspek fisik. Padahal, dampak terhadap kebudayaan, termasuk bahasa daerah, sama pentingnya untuk diperhitungkan.
Bahasa menyimpan pengetahuan lokal tentang alam, cara bertahan hidup, dan relasi manusia dengan lingkungannya. Ketika bahasa hilang, pengetahuan itu ikut lenyap. Oleh karena itu, membicarakan industri dan bencana tanpa menyinggung kerentanan bahasa berarti mengabaikan satu lapisan penting dari dampak pembangunan.
Di tengah derasnya arus industrialisasi, menjaga bahasa daerah bukan sekadar persoalan melanggengkan budaya, tetapi juga bagian dari upaya merawat ingatan kolektif dan keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat. (*)
Oleh: Priyo Joko Purnomo Widyabasa di Kantor Bahasa Prov. Kepulauan Riau, kini sedang tugas belajar di Magister Sastra, Universitas Gadjah Mada
Rumah warga terdampak banjir bandang di Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. (Ragil Darmawan/Antara)
batampos – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), melaporkan sebanyak 10.949 jiwa terdampak dan 3.511 unit rumah terendam banjir. Banjir melanda 27 desa tersebar pada tujuh kecamatan di Balangan.
”Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir hingga 3 Januari 2026,” kata Bupati Balangan Abdul Hadi seperti dilansir dari Antara.
Dia menyampaikan keprihatinan atas musibah banjir yang melanda sejumlah desa khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Halong.
”Saya sangat prihatin atas musibah yang menimpa warga di Kecamatan Tebing Tinggi, Halong, dan lainnya. Semoga masyarakat yang terdampak tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan ini,” tutur Abdul Hadi.
Hadi menegaskan proses penanganan pasca banjir dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, serta relawan. Fokus utama saat ini adalah pembersihan lumpur dan sisa material banjir agar rumah warga dan fasilitas umum dapat kembali difungsikan.
Sementara itu, Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang terjadi sejak Sabtu (27/12) pagi di sejumlah desa. Khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi.
”Untuk mempercepat pemulihan kondisi wilayah terdampak, saya telah menginstruksikan personel Polres Balangan dan BKO Brimob Yon Tabalong untuk turun langsung membantu pembersihan lumpur dan sisa material pascabanjir bersama Pemkab Balangan, TNI, masyarakat, dan relawan,” ujar Yulianor.
Selain meninjau lokasi banjir, rombongan Forkopimda Balangan juga berdialog dengan warga terdampak serta menyalurkan bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan mendesak. Seperti popok bayi, sabun, lilin, dan kebutuhan lain.
Rombongan juga meninjau Posko Penanganan Bencana yang berada di halaman Kantor Camat Tebing Tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi di Aula Kecamatan Tebing Tinggi untuk membahas langkah keberlanjutan penanganan dampak pasca banjir.
Selain Kabupaten Balangan, banjir juga melanda beberapa kabupaten lain di Provinsi Kalsel, yang disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Jumat (26/12) malam.(*)
Ilustrasi – Kapal tenggelam. (ANTARA/Shutterstock/am.)
batampos — Tim SAR Gabungan yang memasuki hari ketiga pencarian terhadap empat warga negara asing (WNA) asal Spanyol di perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Minggu (28/12) pukul 17.00 Wita belum membuahkan hasil.
Keempat korban terdiri atas Martin Carreras Fernando, seorang pelatih sepak bola Klub Valencia B asal Spanyol, bersama tiga anaknya, yakni Martin Garcia Mateo, Martinez Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier.
Meski belum menemukan korban, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan sebuah barang pelampung (life jacket) yang diduga milik KM Putri Sakinah.
“Tim SAR Gabungan yang melaksanakan penyisiran sejak pukul 06.30 Wita menemukan life jacket milik KM Putri Sakinah sekitar pukul 09.30 Wita pada koordinat 8°38.423’ LS – 119°37.843’ BT, dengan jarak sekitar 1,61 mil laut dari lokasi kejadian,” ujar Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman.
Fathur menjelaskan, pada hari ketiga pencarian, tim melakukan penyisiran di perairan utara Pulau Padar yang kemudian diperluas hingga ke arah selatan. Selain itu, upaya pencarian juga dilakukan melalui snorkeling oleh tim rescuer Pos SAR Manggarai Barat bersama Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM).
“Penyelaman juga dilakukan oleh tim Dive Master P3KOM yang dibagi dalam dua sesi, yakni pada pukul 11.30 Wita dan 14.30 Wita. Namun, hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” kata Fathur.
Menurutnya, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Arus laut yang cukup kuat dinilai membahayakan keselamatan tim penyelam. Selain itu, hujan deras yang sempat mengguyur perairan Pulau Padar turut mengurangi jarak pandang.
“Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, pencarian terhadap keempat korban akan dilanjutkan pada Senin (29/12) atau hari keempat operasi SAR,” ujar Fathur.
Dalam operasi pencarian hari ketiga, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah alutsista, di antaranya RIB 500 PK Pos SAR Manggarai Barat, kapal patroli cepat Polairud Polda NTT, RIB 600 PK Polairud, Kapal Negara KN Gahawisri (KPLP), RBB 500 PK Lanal Labuan Bajo, RIB 230 PK KSOP Labuan Bajo, serta peralatan SAR air, medis, dan evakuasi.
Adapun unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat berasal dari Pos SAR Manggarai Barat, KSOP Manggarai Barat, Satpolair Polres Manggarai Barat, Direktorat Polairud Mabes Polri, Direktorat Polairud Polda NTT, TNI Angkatan Laut, kru kapal KN Gratin, tim Dive Master, KPLP, Balai Taman Nasional Komodo, P3KOM, Dokes Polres Manggarai Barat, Pelni Labuan Bajo, serta Kodim 1830 Manggarai Barat. (*)
Pemain Inter Milan pimpin klasemen sementara liga Italia. (@inter)
batampos — Inter Milan menutup tahun 2025 dengan status pemuncak klasemen sementara Liga Italia Serie A 2025/26 setelah meraih kemenangan 1-0 atas Atalanta pada laga pekan ke-17 di Gewiss Stadium, Bergamo, Senin (29/12) dini hari WIB.
Kemenangan Nerazzurri ditentukan oleh gol tunggal kapten tim, Lautaro Martinez, pada babak kedua. Hasil tersebut mengantarkan Inter kembali merebut posisi puncak klasemen yang sempat ditempati rival sekota, AC Milan, beberapa jam sebelumnya.
Tambahan tiga poin membuat Inter mengoleksi 36 poin dari 17 pertandingan, unggul satu poin atas AC Milan di peringkat kedua. Sementara itu, Atalanta harus tertahan di posisi ke-10 dengan raihan 22 poin, sebagaimana dilansir laman resmi Serie A.
Sejak awal laga, Inter tampil dominan dan langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama didapat pada menit kesembilan melalui Manuel Akanji, namun belum membuahkan hasil.
Penjaga gawang Atalanta, Marco Carnesecchi, tampil impresif sepanjang babak pertama dengan melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang Marcus Thuram pada menit ke-23 dan tendangan keras Lautaro Martinez empat menit berselang.
Inter sempat mencetak gol pada menit ke-35 lewat Thuram, namun dianulir setelah tinjauan VAR menyatakan sang penyerang berada dalam posisi offside. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.
Memasuki babak kedua, Atalanta melakukan sejumlah pergantian pemain untuk mengubah ritme permainan. Namun, Inter tetap tampil dominan dan mengontrol jalannya laga.
Gol penentu kemenangan akhirnya tercipta pada menit ke-65. Francesco Pio Esposito yang baru masuk sebagai pemain pengganti memberikan umpan matang kepada Lautaro Martinez, yang dengan tenang menaklukkan Carnesecchi untuk membawa Inter unggul 1-0.
Atalanta berupaya bangkit pada sisa waktu pertandingan, tetapi solidnya lini pertahanan Inter membuat tuan rumah gagal mencetak gol balasan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Inter Milan.
Susunan Pemain:
Atalanta (4-4-2): Marco Carnesecchi; Berat Djimsiti, Isak Hien, Sead Kolasinac (Lazar Samardzic 75’), Davide Zappacosta (Yunus Musah 45’); Ederson, Marten de Roon, Nicola Zalewski (Lorenzo Bernasconi 65’), Charles De Ketelaere; Mario Pasalic (Ibrahim Sulemana 58’), Gianluca Scamacca.
Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer; Yann Aurel Bisseck, Manuel Akanji, Alessandro Bastoni; Luis Henrique, Nicolo Barella (Henrikh Mkhitaryan 76’), Hakan Calhanoglu, Piotr Zielinski (Davide Frattesi 83’), Federico Dimarco (Carlos Augusto 76’); Lautaro Martinez (Andy Diouf 84’), Marcus Thuram (Francesco Pio Esposito 64’). (*)
Ilustrasi: Nelayan Tanjunguma bersiap-siap pergi melaut, Selasa (24/11). Banyak nelayan belum mengantongi izin karena lambannya proses pelayanan perizinan. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Anggota DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin, menilai SDM di BP Batam belum siap dan belum memadai untuk menjalankan pelimpahan kewenangan perizinan sebagaimana diatur dalam PP No 28 dan 47 Tahun 2025, khususnya untuk sektor nelayan.
Menurut Wahyu, ketidaksiapan SDM tersebut berdampak langsung pada lambannya proses perizinan nelayan, yang berpotensi menghambat aktivitas melaut dan mengganggu sektor perikanan di Batam dan Kepulauan Riau.
“Untuk sektor lain mungkin bisa berjalan. Tapi untuk nelayan, BP Batam belum siap. SDM-nya belum memadai. Harusnya implementasi kebijakan ini dikecualikan dulu untuk nelayan,” katanya, Minggu (28/12).
Pelimpahan perizinan seharusnya dilakukan setelah ada kajian komprehensif dan kesiapan teknis di lembaga pelaksana. Namun, hal tersebut dinilai belum terlihat dalam penerapan PP tersebut di BP Batam.
“Ketika PP itu diajukan, seharusnya kajiannya sudah lengkap dan disiapkan terlebih dahulu, termasuk kesiapan SDM. Faktanya, kajian PP 25, 28, dan 47 tidak turun ke nelayan,” ujar dia.
Akibat belum siapnya SDM BP Batam, hingga akhir tahun ini banyak nelayan belum mengantongi izin. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada penyerapan kuota BBM subsidi nelayan.
“Kalau sampai Desember izin nelayan tidak keluar, maka kuota BBM tidak terserap. Saya sudah berdiskusi dengan Pertamina, dari sekitar 143 kapal nelayan kebutuhannya mencapai kurang lebih 500 ton BBM,” katanya.
Ia mempertanyakan keberlanjutan kuota BBM nelayan pada tahun 2026 apabila kuota tahun ini tidak terserap akibat kendala administrasi dan perizinan.
Selain itu, Wahyu juga mengingatkan potensi gangguan terhadap pasokan ikan jika nelayan tidak bisa melaut secara optimal. Ia menyebut, rata-rata satu kapal nelayan menghasilkan 4 hingga 10 ton ikan per bulan.
“Kalau dikalikan 143 kapal, produksi bisa mencapai sekitar 1.430 ton per bulan. Kalau perizinan tersendat karena SDM belum siap, ini bisa berdampak pada ketersediaan ikan,” ujarnya.
Kondisi tersebut perlu segera dievaluasi agar pelimpahan perizinan tidak justru mematikan sektor nelayan. Ia mendesak pemerintah dan BP Batam untuk memperbaiki kesiapan SDM sebelum memaksakan implementasi kebijakan secara menyeluruh. (*)