Minggu, 10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4728

Usai Jadi Korban Video Asusila, Begini Kondisi Mahasiswi Batam

0
Pelaku Penyebar Video Asusila 3 F Cecep Mulyana
Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Nasriadi memberikan keterangan pengungkapan tersangka penyebar video asusila mahasisiwi di Batam saat ekspos di Mapolda Kepri, Kamis (19/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos – Mahasiswi Batam yang jadi korban video asusila, kondisinya cukup memprihatinkan. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Nasriadi mengatakan, kondisi korban masih sangat tertekan.

Sehingga, mahasiswi Batam itu didampingi tim psikolog. Tim ini berusaha menenangkan korban.

“Pertama, dia (mahasiswi Batam) menjadi korban penganiayaan dari tersangka. Kedua, dia menjadi objek seksual dan menjadi korban pornografi yang disebarkan oleh tersangka,” kata Nasriadi.

Demi memberikan dukungan terhadap mahasiswi tersebut. Nasriadi berharap, masyarakat dapat memberikan dorongan moral. Apalagi korban masih dalam proses belajar di salah satu universitas di Batam.

Baca Juga: Mahasiswi di Batam Diancam dan Dipaksa Membuat Video Asusila

Salah satu caranya adalah tidak menyimpan atau merekam video viral itu. “Jika ada, hapus saja. Jangan lagi disebarkan,” kata Nasriadi.

Ia mengatakan, jika menyebarkan video itu, ada konsekuensi hukum juga.

“Kalau masih ada penyebaran video tersebut, maka kami akan menetapkan tersangka baru lagi. Kami akan melakukan penangkapan terhadap mereka yang menyebarkan video tersebut. Karena ini sangat tidak bermoral,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi telah menangkap dan menetapkan sebagai tersangka mantan pacar dari mahasiswi Batam, berinisial AN,22. An ini diduga menyebarkan video asusila, yang korbannya adalah mahasiswi di Batam.

Reporter: AZIZ MAULANA

Wisman Asal Tiongkok Mendominasi

0
ILUSTRASI: Kunjungan wisman ke Batam. (Dok.Batampos)

batampos – Setelah sempat 3 tahun vakum akibat pandemi, kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) Tiongkok menunjukkan pemulihan yang kuat pada 2023. Bahkan, wisatawan Tiongkok telah mendominasi jumlah kunjungan wisatawan terbanyak ke Indonesia, mencapai 465.204 orang pada Januari hingga Agustus 2023. Jumlah itu melampaui target kunjungan wisatawan Tiongkok yang ditetapkan sebanyak 361.500 orang sampai tutup tahun ini.

“Pada Agustus 2023, ada 85.198 wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia. Dan itu menjadikan Tiongkok sebagai penyumbang kunjungan wisman terbesar ke-4 ke Indonesia pada Agustus 2023, setelah Malaysia, Australia, dan Singapura,” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Secara keseluruhan, pada Agustus 2023 terhitung kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,132 juta kunjungan.

Secara kumulatif, lanjut Sandi, sapaan akrab Sandiaga Salahuddin Uno, total kunjungan wisman dari Januari – Agustus 2023 mencapai 7.443.260 kunjungan. Di mana, jumlah tersebut naik 1,02 persen dibandingkan pada Juli 2023 (mom) dan naik 68,92 persen dibandingkan Agustus 2023 (yoy). “Artinya, angka tersebut sudah berhasil memecahkan target kunjungan wisman pada awal tahun sebesar 7,4 juta dan direvisi menjadi 8,5 juta wisman pada pertengahan tahun,” jelas Sandi.

Karena itu, Sandi pun meyakini di sisa waktu yang masih ada, target kunjungan wisman sebesar 8,5 juta pada akhir tahu ini dapat tercapai. Bahkan, dia pun optimis target tersebut akan terlampaui secara signifikan. Yakni antara 15-20 persen atau mencapai 10-11 juta kunjungan wisman. “Khusus untuk wisatawan Tiongkok, kami memprediksi kunjungan wisman dari Tiongkok baru akan pulih sepenuhnya di atas tahun 2025,” terang Sandi.

Namun, meskipun begitu, lanjut Sandi, pihaknya akan terus menggenjot jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok kembali ke level seperti saat 2019. Di antaranya dengan berfokus pada wisatawan berkualitas dan berkelanjutan di pasar-pasar utama, seperti Shanghai, Beijing, dan Guangzhou. Salah satu caranya yakni melalui nation branding Wonderful Indonesia di Pameran Pariwisata China-ASEAN Expo 2023 yang berlangsung pada 13-15 Oktober 2023 di Guangxi, Tiongkok.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pameran menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk Indonesia di negara lain. Untuk itu dipilih tempat yang paling baik dan tempat yang paling strategis untuk promosi,” ucap Sandi. Dia menyebut, CAExpo-TE telah diselenggarakan selama 8 tahun berturut-turut dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Sementara itu, Deputi Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini menekankan pentingnya konektivitas langsung untuk mempercepat pemulihan pariwisata Indonesia dan untuk menarik lebih banyak wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Namun, kapasitas kursi penerbangan Tiongkok-Indonesia dan penerbangan langsung baru pulih 45 persen dibandingkan sebelum pandemi.

“Kami mencatat total 429 rute penerbangan dari 12 kota di Tiongkok menuju Jakarta, Bali, dan Manado yang dioperasikan oleh 9 maskapai penerbangan asal Tiongkok ke Indonesia. Sehingga total kapasitas kursi mencapai 90.873 kursi dalam setahun,” terang Ni Made. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendorong maskapai mitra untuk membuka kembali rute dan memenuhi kapasitas penumpang, setidaknya hingga ke level sebelum pandemi. (*)

Reporter: JP Group

 

Kunjungan wisatawan ke Indonesia:

– Jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok sejak Januari-Agustus sebanyak 465.204 kunjungan dan menjadi yang terbanyak berkunjung ke Indonesia

– Jumlah itu melampaui target kunjungan wisatawan Tiongkok yang ditetapkan sebanyak 361.500 orang sampai tutup tahun ini

– Pada Agustus 2023, ada 85.198 wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia dan itu menjadikan Tiongkok sebagai penyumbang kunjungan wisman terbesar ke-4 ke Indonesia setelah Malaysia (15,43%), Australia (11,39%), dan Singapura (9,31%)

– Total kunjungan wisman dari Januari – Agustus 2023 mencapai 7.443.260 dan jumlah itu telah melebihi target awal 2023 sebesar 7,4 juta sebelum direvisi menjadi 8,5 juta

– Sampai akhir tahun kunjungan wisman diprediksi akan melebihi target hingga 15-20 persen atau mencapai 10-11 juta kunjungan

Data Pelaku Koperasi dan UMKM, BPS Turunkan 213 Tenaga Sensus

0
Petugas BPS Karimun sedang melakukan pendataan terhadap pelaku KUMKM di Karimun. f,BPS KARIMUN UNTUK BATAMPOS

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Karimun, mulai tanggal 15 September hingga 14 Oktober telah melakukan pendataan lengkap bagi para pelaku koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) se kabupaten Karimun. Kepala BPS Karimun Donny Cahyo Wibowo mengungkapkan, untuk pendataan sendiri telah selesai pada hari Sabtu (14/10).

” Alhamdulillah, proses pendataan telah selesai oleh petugas sensus di lapangan. Dengan menerjunkan 213 orang, secara door to door mengunjungi pelaku koperasi maupun UMKM. Dimana, petugas melakukan pendataan secara system menggunakan aplikasi,” terangnya, Kamis (19/10).

Dengan demikian, pihaknya saat ini masih proses lanjutan pemeriksaan data, perbaikan anomali dan sebagainya oleh tim dengan melakukan ground check untuk memastikan lagi apakah masih ada usaha yang belum terdata. Sehingga, data pelaku koperasi maupun UMKM di kabupaten Karimun benar-benar data yang valid.

BACA JUGA: Sensus Pertanian 2023, BPS Kepri Kerahkan 819 Petugas

” Nah, data tersebut nanti kita serahkan Kementerian Koperasi dan UKM. Disini (BPS Karimun) hanya melakukan pendataan saja. Sehingga, data pelaku koperasi maupun UMKM di kabupaten Karimun yang bisa umumkan hanya Kementerian Koperasi dan UKM,” ujarnya.

Tujuan, pendataan KUMKM ini untuk membentuk basis data tunggal koperasi dan umkm yang terpusat di kementerian koperasi dan UKM yang ditargetkan selesai dan tersusun diakhir tahun 2024 mendatang. Dimana, pelaku KUMKM yang dilakukan pendataan yang mempunyai omzet dibawah Rp50 miliar per tahun dilakukan sensus.

” Pendataan yang kita lakukan terhadap pelaku mikro yang omzetnya dibawah Rp2 miliar, kemudian kecil Rp2 miliar sampai Rp15 miliar dan menengah Rp15 miliar hingga Rp50 miliar per tahunnya yang dilakukan pendataan,” tuturnya.

Terpisah salah satu pelaku UMKM Tini mengungkapkan, bahwa pendataan yang dilakukan oleh BPS Karimun sangat bagus. Mengingat, data sebagai pelaku UMKM bisa terdata di kementerian koperasi dan UKM nanti. Sehingga, bisa mendapatkan bantuan maupun penambahan modal usaha.

” Positif sih. Cuman, kita lihat nantilah apakah ada manfaatnya dari kementerian koperasi dan UKM,” singkatnya.(*)

reporter: tri haryono

Polisi Imbau Warga Tidak Sebar Video Asusila Mahasiswa Batam, Nanti Bisa Ditangkap dan Jadi Tersangka

0
Pelaku Penyebar Video Asusila 3 F Cecep Mulyana scaled e1697718765865
Dirkrimsus Polda Kepri Kombes Pol Nasriadi memberikan keterangan pengungkapan tersangka penyebar video asusila mahasisiwi di Batam saat ekspos di Mapolda Kepri, Kamis (19/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri meminta masyarakat tidak menyebarkan lagi video berunsur asusila terkait salah satu mahasiswi Batam yang viral di media sosial instagram.

“Apabila masyarakat, khususnya di Batam yang masih menyimpan atau merekam video yang viral tersebut harap dihapus dan jangan lagi disebarkan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol. Nasriadi, Jumat (20/10).

Dia menegaskan, akan memberikan hukuman kepada siapa saja pihak dengan sengaja yang ketahuan masih menyimpan dan menyebarkan video tersebut.

Baca Juga: Ini Ternyata Pelaku Penyebar Video Syur Mahasiswi di Batam

“Kalau masih ada penyebaran video tersebut, maka kami akan menetapkan tersangka baru lagi. Kami akan melakukan penangkapan terhadap mereka yang menyebarkan video tersebut. Karena ini sangat tidak bermoral,” tegasnya.

Nasriadi berharap, masyarakat dapat memberikan dorongan moral kepada korban dengan memberikan motivasi. Karena kata dia, korban masih berstatus mahasiswi.

“Mari kita bantu korban dengan tidak menyebarkan video tersebut. Mari kita berikan motivasi kepada korban, karena dia masih berstatus mahasiswi di salah satu universitas di Batam,” katanya.

Baca Juga: Diduga Inisiasi Perjokian IMEI di Batam, Pemilik Konter Lucky Star Disidang

Untuk saat ini, kata Nasriadi, kondisi korban masih sangat tertekan dan sudah didampingi oleh tim psikologi untuk menenangkan korban.

“Karena dia ini pertama menjadi korban penganiayaan dari tersangka, yang kedua dia menjadi objek seksual dan menjadi korban pornografi yang disebarkan oleh tersangka,” jelasnya.

Polisi telah menangkap tersangka berinisial AN, 22, terkait kasus penyebaran video berunsur asusila terhadap salah satu mahasiswi di Batam. (*)

Reporter: Azis Maulana

Kantor Bahasa Provinsi Kepri Jalin Kerja Sama dengan Universitas Universal

0
Rektor Universitas Universal foto bersama Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri usai penandatanganan perjanjian kerja sama di Universitas Universal pada Kamis (19/10). (Istimewa)

Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjalin kerja sama dengan Universitas Universal. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antarkedua pihak di Universitas Universal, Bukit Beruntung, Batam, Kamis (19/10/2023).

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Rahmat, beserta tim bertemu dengan Rektor Universitas Universal, Bapak Aswandy, yang didampingi oleh staf.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk bersinergi dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Kepulauan Riau. (*)

Kebahagiaan, Surga, dan Formula Antikematian

0
Benny Arnas, Penulis dan Pegiat Literasi

Sebelum masuk ke dalam contoh-contoh yang variatif dan subjektif, mari kita kunjungi titik tolaknya. Sejatinya, kerja hormon-hormon yang membuat kita berada dalam “kenikmatan, kenyamanan, kegembiraan, dan kelegaan” atau sejenisnyalah yang membuat (ke)bahagia(an) lahir dan diukur.

Dalam perspektif kimia(wi), tingkat serotonin, dopamin, oksitosin dalam tubuh manusia berbeda-beda secara genetik, meskipun, katakanlah, pada umumnya kebahagiaan itu akan stabil pada angka 8 setelah perlahan-lahan naik dari bawah (bisa 0 atau lebih) menuju 10 (meskipun juga bisa berhenti sebelum 10). Apabila seorang bocah miskin di Tegucigalpa sejak lahir dikaruniai serotonin, dopamin, oksitosin yang bisa mencapai 8-10, sedangkan anak seorang legislator Bremen hanya bisa mendapatkan hormon-hormon itu dalam kadar 6 maka ketika bocah Tegucigalpa itu berhasil mencicipi es krim vanila yang ia impi-impikan sejak lama dan bocah Bremen itu mampu memiliki Play Station 4 lebih awal daripada teman-teman sekolahnya, bocah Honduras itu jauh lebih bahagia daripada si Jerman.

Dalam perkara di atas, masuk akal ketika Harari dalam dua bab terakhir Sapiens-nya mengatakan bahwa orang-orang zaman pertengahan yang sibuk dengan sihir dan paganisme bisa saja lebih bahagia dari mereka yang bebas berpendapat di bawah lindungan HAM. Itu pula yang memicu orang-orang Mesir yang hidup jauh lebih nyaman di bawah bendera demokrasi pemerintahan Husni Mubarak justru sibuk berdemonstrasi menuntut pemerintahan itu mangkat, padahal belum pernah bangsa itu berada di alam kebebasan sebagaimana Era Mubarak, apalagi jika hendak dibandingkan dengan Era Ramses dan Heraklius yang penuh pengultusan, kediktatoran, dan dogma-dogma langit yang tidak masuk akal.

Namun, apa benar kebahagiaan itu tentang (kadar) hormon-hormon?

Selintas lalu, kebahagiaan yang sangat kimiawi itu selaras dengan semangat Era New Age (kebahagiaan itu berasal dari dalam) yang mau tidak mau sepaket dengan semangat Liberalisme (jadilah dirimu apa adanya) dan ruh Kapitalisme (Just do it!) yang ujung-ujungnya mengantar penganutnya ke nganga jurang yang bernama Individualisme.

Kebahagiaan yang menolak konvensi adalah cikal-bakal lahirnya sinkretisme atau bahkan ateisme dan tentu saja “anak-anaknya” yang bernama feminisme dan sepakbolaisme dan jandabolongisme. Subjektivisme tanpa batas didewa-dewakan. Kemeriahan era disruptif yang melahirkan sekaligus memungkinkan segala hal menjadi profesi dan segala profesi menjadi duit dan segala yang menjadi duit disembah-sembah menyempurnai segala.

Lalu, apakah benar kebahagiaan sepersonal itu? Bisa iya. Namun, apakah benar kebahagiaan itu tentang mengkhidmati yang ada “di dalam” sebagaimana hormon-hormon yang bersemayam secara biologis dan menafikan yang berasal “dari luar”? Bahwa, seorang kaya yang baru mendapatkan hadiah mobil BMW bisa saja kalah bahagia dari seorang jelata yang sangat percaya bahwa calon anggota dewan akan mengubah nasibnya? Bisa saja begitu. Bahkan, dalam kekacauan informasi dan malstandar, kebahagiaan itu sungguh oportunistik: menerima apa saja yang cocok dan menolak apa saja yang menyusahkan.

Kalau memang benar itu, takaran kebahagiaan di atas haruslah sering-sering dikampanyekan kepada orang miskin atau kepada mereka yang jomlo sebab menikah bukan jaminan hidupnya lebih bahagia. Namun demikian, manusia makan kentang dan minum susu, bukan kebahagiaan.

Mungkin, saat ini, para ahli biokimia sedang meramu cara atau meracik formula terbaik untuk memastikan serotonin, dopamin, oksitosin selalu berada dalam kadar terbaiknya. Sebenarnya sudah ada, obat-obatan yang disebut “terlarang” dan “penenang” sebenarnya sudah mampu membereskannya, tetapi kesementaraan efeknya membuat manusia merasa ia bukanlah temuan yang memuaskan.

Katakanlah, semangat New Age tentang kebahagiaan yang berasal dari dalam itu dapat diterima, apakah segala “sesuatu dari dalam” adalah baik untuk kebahagiaan itu sendiri?

Mungkin ada yang terlupa bahwa tidak semua yang berasal “dari dalam” baik untuk kebahagiaan itu sendiri?

Oleh karena itu, dalam Agama Abrahamik, salah satu sumber kekuatan manusia adalah ketika ia bisa mengendalikan sesuatu yang bergeliat dari dalam yang dinamakan Hawa Nafsu. Pemahaman kebahagiaan secara biologis rentan membuat kita menuhankan kenikmatan dan sensasi-sensasinya secara membabi-buta. Kalau sudah begitu, sangat mungkin bahwa seorang pecandu narkoba mendefinisikan kebahagiaan ketika sedang fly di bawah pengaruh obat-obatan terlarang yang sangat delusional itu? Haruskah periset yang mendapati jawaban itu di angketnya merilis esai bahwa mengonsumsi narkoba adalah salah satu cara meraih kebahagiaan?

Kebahagiaan-kebahagiaan yang dirasai hari ini, dalam perspektif psikologi dan biologi, kental sekali dengan pengaruh (atau intervensi) materialisme dan individualisme. Hawa nafsu yang diganti dengan “renjana” atau “kegembiraan personal” atau “kepuasan subjektif” adalah pisau tajam yang membunuh sesiapa untuk segera tiba di surga fatamorganik.

Tapi sebentar, apa yang tidak fatamorganik di dunia ini? Atau apa yang sebenarnya penting di dunia ini, termasuk kebahagiaan yang dalam berbagai kacamata tadi? Misalnya tiba-tiba besok meteor sebesar Pluto jatuh ke Bumi sehingga yang ada hanya kelengangan? Siapa peduli idealisme atau kebahagiaan atau karya-karya besar yang mengatasnamakan kemanusiaan dan kebudayaan? Tidak ada. Matahari masih dikitari planet-planet dan kita hanya kelengangan yang tak dicatat (si)apa-(si)apa?

Kematian, hari ini, adalah hiburan paling manjur bagi kebahagiaan yang selalu gagal menafkahi orang-orang yang kurang beruntung secara ekonomi, fisik, dan nasib baik. Tah, pada akhirnya orang kaya atau artis cantik atau Youtuber superkaya akan mati juga. Hal paling luar biasa yang turun ke bumi yang kian renta ini adalah tetap tidak ditemukannya formula antikematian!

Tiba-tiba saya teringat dialog dalam sebuah film yang saya lupa judulnya:

“Eh, kamu percaya surga itu indah?”

“Nggak tahu, belum pernah ke sana.”(*)

*Benny Arnas, Penulis dan Pegiat Literasi

Diduga Inisiasi Perjokian IMEI di Batam, Pemilik Konter Lucky Star Disidang

0
Kasus joki IMEI e1697776149400
Joko saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (19/10).

batampos – Kasus dugaan perjokian IMEI yang diinisiasi Joko alias Anok, pemilik konter ponsel Lucky Star di Komplek Lucky Plaza akhirnya bergulir di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (19/10). Terdakwa yang tak ditahan, mengikuti proses sidang tanpa didampingi kuasa hukum.

Agenda sidang yang awalnya mendengar keterangan saksi, akhirnya beralih untuk mendengarkan keterangan terdakwa. Dalam keterangannya, Joko mengakui menjual ponsel bekas dari Singapura.

“Ponsel yang saya jual iPhone, tapi tidak ada IMEI. Kalau ada IMEI, harganya beda Rp 1 juta,” ujar Joko yang saat itu mengenakan kemeja hitam.

Baca Juga: Pengendara Wanita Dianiaya, Harta Dirampas, dan Nyaris Diperkosa, Kejadian di Batam Centre

Menurut dia, ponsel-ponsel itu ia dapat dengan cara pergi ke Singapura seorang diri. Kemudian kembali ke Batam dengan membawa 2 ponsel

“Saya yang bolak balik, bawa 2 ponsel setiap berangkat,” terang Joko.

Dijelaskan Joko, agar iPhone bisa memiliki IMEI, maka harus berangkat dulu ke luar negeri. Pendaftaran IMEI baru dilakukan setelah sampai di Indonesia melalui Bea Cukai.

“Harus keluar negeri dulu baru bisa dapat IMEI,” sebutnya.

Masih kata Joko, dari penangkapan itu, ada 24 ponsel miliknya yang diamankan.

Baca Juga: BNNP Kepri Tahan Tiga Tersangka Terlibat Peredaran Narkotika

“Ponsel 24 unit, cuma sudah terjual 6 unit,” katanya kepada majelis hakim yang dipimpin David P Sitorus didampingi hakim Benny dan Yuane.

Keterangan Joko, jauh berbeda dengan keterangan Ditkrimsus Polda Kepri beberapa waktu lalu. Dimana Joko sebagai pemilik konter ponsel Lucky Star memakai belasan joki agar ponsel yang ia jual bisa daftar nomor IMEI.

Para joki diminta berangkat ke Singapura dengan membawa ponsel tanpa IMEI. Lalu sepulang dari Singapura barulah IMEI ponsel itu didaftarkan. Saat pengamanan itu, polisi juga mengamankan 26 unit iPhone berbagai jenis.

Perbuatan Joko dijerat dan diancam pidana dalam Pasal 111 jo Pasal 47 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan sebagaimana diubah dengan Perpu Nomor 2 tahun 2022 . Ancaman hukuman diatas 5 tahun. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

RSJKO EHD Tanjunguban Beri Edukasi dan Skrining Kesehatan Jiwa ke Pekerja Wisata di Lagoi

0
Tim dari RSJKO EHD Kepri di Tanjunguban memberikan edukasi dan skrining kesehatan jiwa di Anmon Resort Bintan di Lagoi, Kamis (19/10/2023). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepri di Tanjunguban memberikan edukasi dan skrining kesehatan jiwa terintegrasi bagi pekerja wisata di kawasan wisata Bintan Resort di Lagoi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Anmon Resort Bintan di Lagoi, Kamis (19/10/2023).

Direktur RSJKO EHD Provinsi Kepri di Tanjunguban, dr Asep Guntur Sapari, MARS menyampaikan, kegiatan edukasi dan skrining kesehatan jiwa bagi pekerja wisata di Lagoi terbagi dalam dua sesi.

Sesi pertama dimulai sekira pukul 11.00 hingga sekira pukul 12.30 WIB. Sedangkan sesi kedua mulai pukul 14.00 WIB hingga 15.30 WIB.

Edukasi langsung diberikan Ns. Yanti Girsang, M.Kep SpJiwa dan Ns. Erion S.Kep.

Dalam edukasi, petugas memaparkan soal penanganan anxiety atau kecemasan.

Dia menjelaskan, Tim Promosi Kesehatan RSJKO EHD memiliki program Sejati (Assesment dan Edukasi Jiwa Terintegrasi).

BACA JUGA: Simulasi RSUD Bintan di Kijang Terbakar, Pasien Terjebak di Lantai Dua

Kali ini, difokuskan program jiwa yang berintegrasi dengan program HIV AIDS,

Dari kegiatan ini, dia mengatakan, petugas tidak hanya mengajak pekerja wisata membuang stigma terhadap orang yang memiliki masalah kejiwaan atau Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Tapi, lanjutnya, mengajak mereka untuk membuang stigma terhadap orang dengan penderita HIV AIDS.

“Kita mengedukasi mereka soal apa HIV AIDS, cara penularan, cara pencegahan dan apa yang harus dilakukan,” kata dia.

Dari program ini, dia berharap pekerja wisata menjadi motivator bagi diri sendiri, keluarga dan orang di sekitarnya.

“Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala oleh tim,” tukas dia. (*)

reporter: slamet

Pesantren Diberikan Kebebasan Menetapkan Standar Mutunya

0
ILUSTRASI: Saat pengajian digelar, para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Assuniyah, Jember. (Dok. Jawa Pos)

batampos – Ada sejumlah kebijakan baru yang bakal menjadi kado dalam peringatan Hari Santri 2023. Diantaranya adalah penetapan standar mutu untuk lingkungan pesantren. Berbeda dengan standar mutu di sekolahan, pesantren memiliki kebebasan dalam menetapkan standar mutu masing-masing.

Aturan soal penetapan standar mutu pesantren itu, saat ini sedang digodok oleh Majelis Masyayikh Pesantren yang dibentuk Kementerian Agama (Kemenag). Anggota Majelis Masyayikh KH A. Muhyiddin Khotib menuturkan, keberadaan standar mutu pesantren mendesak untuk segera dijalankan. Diantara tujuannya adalah untuk menjaga pengakuan masyarakat di tengah dunia pendidikan yang semakin kompetitif.

’’Saat ini Majelis Masyayikh tengah menyusun sistem penjaminan mutu pesantren. Yang akan jadi alat ukur progresifitas pendidikan di pesantren,’’ katanya dalam sosialisasi UU 18/2019 tentang Pesantren di Pesantren Bahrul Ulum Diniyah Islamiyah Aceh Jaya secara virtual kemarin (19/10). Muhyiddin mengatakan standar mutu pesantren itu nantinya disusun bersama antara Majelis Masyayikh di tingkat pusat dengan satuan quality control pendidikan di masing-masing atau disebut Dewan Masyayikh.

Dia menegaskan pengakuan masyarakat termasuk negara kepada pesantren harus dijaga. ’’Antusiasme masyarakat kepada pesantren saat ini meningkat. Sehingga perlu ada penjaga mutu internal,’’ tandasnya.

Muhyiddin mengatakan aturan penjaminan mutu di pesantren berbeda dengan di sekolah. Untuk di pesantren, sifatnya adalah bottom-up atau usulan dari tingkat lembaga pesantren itu sendiri. Sehingga penjaminan mutu nantinya mengakui kearifan lokal dan partisipasi aktif pesantren itu sendiri.

Dengan demikian pesantren akan mendapatkan kebebasan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengawasi sistem penjaminan mutu di lembaganya. Skema ini dijalankan untuk meningkatkan mutu pesantren, tanpa meninggalkan orisinalitas pengajaran yang dijalankan pesantren bersangkutan.

Pada kesempatan yang sama pengasuh pesantren Dayah Bustanul Hidayatullah Aceh Timur KH Tgk Faisal M. Ali mengatakan penetapan standar mutu pesantren akan dijembatani oleh Dewan Masyayikh di unit satuan pendidikan pesantren. Kerjasama antara Dewan Masyayikh dengan Majelis Masyayikh itu diharapkan menghasilkan ukuran kualitatif standar mutu dan tidak mengabaikan kekhasan lokal.

Dengan adanya penjaminan mutu itu, dia mengatakan pelaksanaan pendidikan di pesantren menjadi lebih sistematis. Dia menegaskan skema penjaminan mutu untuk pesantren itu, tidak memaksakan aturan atau ukuran dari pusat untuk pesantren. Tetapi memberikan kewenangan dan kebebasan bagi pesantren untuk mengatur, mengelola, dan mengembangkan program pendidikannya sendiri. (*)

Reporter: JP Group

Harga Gula Naik Lagi di Batam

0
Gula Dalil Harahap 2 e1695226208169
Ilustrasi: Seorang penjual menunjukkan gula curah yang dijual Rp 14 ribu per kilogram, Rabu (20/9). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Harga gula pasir di pasaran Batam kembali naik hingga Rp 17 ribu per kilogram. Kenaikan harga gula lebih terlihat pada gula curah yang dijual di swayalan atau supermarket.

Sebelumnya, gula pasir curah dijual Rp 15 ribu per kg, saat ini naik menjadi Rp 16 ribu per kg.

Tati, warga Batuampar mengaku kaget saat mengetahui harga gula curah dijual hingga Rp 16 ribu.

Baca Juga: Ada Kenaikan, Disperindag Batam Bakal Tinjau Harga Gula di Pasar

“Sekarang harga gula curah sudah Rp 16 ribu per kg. Kalau kemasan itu sudah Rp 16 sampai 17 ribu,” ujar Tati.

Bahkan, harga gula curah dijual Rp 17 ribu per kg di warung-warung sekitaran rumahnya. Jika setengah kg, harga gula curah itu bisa dijual Rp 9 ribu.

“Di warung harga gula curah sudah Rp 17 ribu per kg,” jelasnya.

Baca Juga: Operasi Pasar Murah Diminati Masyarakat Batuaji, Berharap Dilanjutkan

Sementara, Icha warga Nongsa mengatakan harga gula pasir lebih mahal di swalayan dibanding retail modern. Di retail modern, harga gula pasir kemasan masih dijual Rp 14,5 ribu per kg, sementara di swalayan gula pasir kemasan sudah Rp 16,5 ribu per kg.

“Kalau di retail modern biru dan merah itu yang kemasan masih Rp 14,5 ribu, lebih murah dibanding gula pasir curah yang dijual di swalayan,” jelas Icha .

Swalayan kawasan Batamcenter, harga gula curah dijual berkisar Rp 15000-15500 per kg. Sedangka gula kemasan dijual Rp 16.000-16.500 ribu per kg. (*)

 

Reporter: Yashinta