Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 511

Dishub Bangun Lima Halte Tahun Ini, Anggarannya Rp450 Juta

0
Bus Trans Batam menunggu jadwal berangkat di halte depan kawasan TPI, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (26/1) lalu. Tahun depan, Dishub akan kembali membangun sejumlah halte baru.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan penambahan dan renovasi halte Trans Batam akan mulai dikerjakan pada awal 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus memperkuat layanan transportasi publik di Kota Batam.

‎Kepala Dishub Kota Batam Leo Putra mengatakan, hingga akhir 2025 Batam telah memiliki 104 halte resmi milik Dishub. Pada awal 2026, jumlah tersebut akan bertambah lima halte baru, sehingga total halte Trans Batam mencapai 109 unit.

‎“Penambahan halte ini sekaligus dibarengi dengan renovasi halte lama yang kondisinya sudah tidak layak,” ujar Leo kepada Batam Pos, Rabu (28/1/2026).

‎Selain pembangunan halte baru, Dishub juga melanjutkan program renovasi halte eksisting. Sepanjang 2025, tercatat sembilan halte telah direnovasi.

‎Tahun 2026, perbaikan kembali dilanjutkan, termasuk pembangunan halte baru di kawasan Pelabuhan Sagulung dengan konsep fasilitas yang lebih lengkap.

‎“Khusus di Sagulung, halte akan kita besarkan dan lengkapi. Nantinya ada toilet dan suplai air bersih untuk penumpang,” kata Leo.

‎Adapun lokasi lima halte baru yang akan dibangun pada 2026 tersebar di beberapa titik strategis. Di antaranya Batam Center tepatnya di Simpang Frangki dekat Kampus Politeknik, Batu Besar satu unit, Batu Aji tiga unit, serta Sagulung satu unit.

‎Untuk wilayah Batu Aji, tiga halte akan dibangun di Bundaran Bascamp arah Batam Center di depan SPBU Bascamp, Pasar Melayu dekat Hotel ABC, dan depan Kampus Universitas Putera Batam.

‎Sementara itu, Kepala UPTD Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto menjelaskan, proses pembangunan halte akan dimulai dari tahap perencanaan konsultan pada Februari 2026, dengan pekerjaan fisik diperkirakan berjalan pada Maret hingga April 2026.

‎“Anggaran satu halte sekitar Rp90 juta. Untuk lima halte totalnya sekitar Rp450 juta dan bersumber dari APBD 2026,” kata Bambang.

‎Selain pembangunan dan renovasi, Dishub juga akan menertibkan halte yang rusak akibat vandalisme. Pengecatan ulang dan perbaikan halte yang dicoret-coret akan mulai dilakukan pada Februari mendatang.

‎“Kalau vandalisme yang sudah parah dan mengganggu estetika, itu akan kami prioritaskan lebih dulu,” ujarnya.

‎Bambang menegaskan, perawatan halte menjadi agenda rutin Dishub setiap tahun. Fokus perbaikan diberikan pada halte yang mengalami kerusakan struktur, seperti atap bocor, fasilitas hilang, atau kondisi yang membahayakan penumpang.

‎“Renovasi tidak berhenti. Setiap tahun pasti ada perawatan, tergantung halte mana yang paling membutuhkan,” kata Bambang.(*)

Artikel Dishub Bangun Lima Halte Tahun Ini, Anggarannya Rp450 Juta pertama kali tampil pada Metropolis.

Kejari Bintan Perkuat Pelayanan Bersih lewat Zona Integritas WBK-WBBM

0
Pegawai korps Adhyaksa menandatangani Pakta Integritas di halaman kantor Kejari Bintan, Bintan Buyu. F. Kejari Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan resmi mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) sebagai bentuk penguatan komitmen pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pencanangan tersebut ditandai dengan apel khusus serta penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pegawai Kejari Bintan di halaman kantor Kejari Bintan, Bintan Buyu, Selasa (27/1).

Kepala Kejaksaan Negeri Bintan, Rusmin, menegaskan pencanangan Zona Integritas menjadi komitmen resmi institusinya dalam membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Ini merupakan wujud komitmen Kejari Bintan untuk memperkuat integritas aparatur, mencegah praktik korupsi, serta meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat,” ujar Rusmin, Rabu (28/1).

Melalui Pakta Integritas tersebut, seluruh pegawai Kejari Bintan berkomitmen untuk tidak melakukan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Pegawai juga menyatakan kesiapan melaporkan setiap indikasi KKN serta menolak pemberian maupun penerimaan suap dan gratifikasi.

Rusmin menambahkan, pembangunan Zona Integritas merupakan langkah strategis dalam menciptakan sistem kerja yang berorientasi pada pencegahan korupsi, peningkatan kinerja aparatur, serta penguatan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.

“Kami akan terus melakukan pembenahan internal dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum yang bersih, profesional, dan berintegritas,” tegasnya.

Sebagai simbol komitmen bersama, Kejari Bintan turut melepas burung merpati dan memasang selempang Duta Layanan. Duta Layanan diharapkan menjadi teladan dalam memberikan pelayanan hukum yang cepat, profesional, dan bebas dari praktik KKN. (*)

Artikel Kejari Bintan Perkuat Pelayanan Bersih lewat Zona Integritas WBK-WBBM pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Ingatkan Masyarakat Waspada Terhadap Pelaku Hipnotis yang Terstruktur

0

batampos – Polisi masih terus mendalami peran para pelaku dalam kasus penipuan bermodus hipnotis yang menimpa seorang dokter di kawasan Grand Batam Mall dengan kerugian mencapai Rp190 juta. Dari hasil pengembangan sementara, kejahatan ini diketahui dilakukan secara terstruktur dengan pembagian tugas yang jelas di antara para tersangka.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, mengatakan para pelaku menjalankan aksinya dengan skema yang telah disusun rapi. “Jadi ketiganya memiliki peran masing-masing dalam rangkaian peristiwa penipuan modus hipnotis itu,” ujar Deni.

Dalam kasus ini, Sri Firdaus (53) berperan sebagai pelaku yang melakukan komunikasi langsung dengan korban. Sri Firdaus melakukan bujuk rayu dan tipu muslihat dengan media telur serta modus sedekah, dengan dalih menjauhkan korban dari santet atau gangguan gaib.

Melalui rangkaian modus tersebut, korban diyakinkan untuk menyerahkan perhiasan, kartu ATM, hingga nomor PIN. Seluruh permintaan disampaikan dengan alasan pembersihan diri dari pengaruh santet, sehingga korban tidak menyadari telah menjadi sasaran penipuan.

Sementara itu, Tomi Arianto (40) berperan membantu mencari calon korban serta memperkuat bujuk rayu yang disampaikan Sri Firdaus. Peran Tomi dilakukan untuk memastikan korban benar-benar percaya dan bersedia menyerahkan harta bendanya.
Adapun Joy Sky (25) bertugas mengelola hasil kejahatan. Joy Sky menerima kartu ATM dan paspor korban, kemudian melakukan penarikan tunai serta membeli emas logam mulia Antam seberat 25 gram dan 10 gram di Planet Gold Grand Batam.

Selain mengelola hasil penipuan, Joy Sky juga menyiapkan sarana pendukung kejahatan, mulai dari kendaraan, tempat tinggal selama berada di Batam, hingga tiket pesawat menuju Jakarta dan Bali untuk melancarkan pelarian.

Aksi komplotan ini akhirnya terhenti setelah polisi melacak pergerakan mereka hingga ke Denpasar Barat, Bali. Ketiga tersangka ditangkap di kamar hotel berbeda tanpa perlawanan dan kini dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang turut serta melakukan perbuatan pidana.

Kapolsek Lubuk Baja juga menghimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap modus penipuan serupa.

“Hindari menerima tawaran pengobatan atau bantuan spiritual dari orang yang tidak dikenal, jangan menyerahkan barang berharga atau kartu ATM kepada pihak lain, dan segera laporkan ke polisi jika merasa menjadi target penipuan,” pesan Kompol Deni Langie. (*)

Artikel Polisi Ingatkan Masyarakat Waspada Terhadap Pelaku Hipnotis yang Terstruktur pertama kali tampil pada Metropolis.

India Laporkan Dua Kasus Baru Virus Nipah, Asia Tingkatkan Kewaspadaan

0
Ilustrasi. F. Jawa Pos.

batampos – Pemerintah India melaporkan dua kasus baru infeksi virus Nipah yang berbahaya di negara tersebut. Informasi itu disampaikan Kementerian Kesehatan India berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Penyakit Nasional (NCDC), Selasa malam.

Dikutip dari kantor berita Jerman, dpa, Kementerian Kesehatan India menyebutkan hingga saat ini hanya dua kasus terkonfirmasi virus Nipah yang tercatat di negara bagian Bengal Barat sejak Desember tahun lalu.

Kementerian tersebut sekaligus membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya tambahan kasus baru. Pemerintah menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tidak didukung data resmi.

Menyusul dua kasus tersebut, otoritas kesehatan India meningkatkan langkah pengawasan, pemeriksaan laboratorium, serta penyelidikan lapangan untuk mencegah meluasnya penularan.

Sejumlah negara Asia lain turut meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya kasus lokal virus Nipah di India.

Di Thailand, otoritas kesehatan melakukan pemeriksaan ketat terhadap penumpang yang datang dari Kolkata, ibu kota Bengal Barat, di tiga bandara utama sejak akhir pekan lalu.

Menteri Kesehatan Thailand, Pattana Promphat, mengatakan pemeriksaan suhu tubuh dilakukan di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang di Bangkok, serta Bandara Phuket.

“Hingga Selasa, sekitar 1.700 penumpang telah diperiksa dan semuanya dinyatakan negatif. Tidak ada alasan untuk panik,” ujar Pattana.

Ia menambahkan, virus Nipah jauh lebih sulit menular dari manusia ke manusia dibandingkan virus corona.

Sementara itu, Institut Kedokteran Tropis Bernhard Nocht (BNITM) di Hamburg menjelaskan bahwa virus Nipah merupakan penyakit virus langka namun sangat serius, yang dapat menginfeksi manusia dan hewan.

Virus tersebut secara alami terdapat pada kelelawar pemakan buah, namun dapat menular ke hewan lain dan manusia.

“Pada manusia, tingkat kematian akibat virus Nipah dapat mencapai hingga 92 persen,” ungkap BNITM.

Penularan antar manusia dapat terjadi melalui kontak erat, termasuk melalui percikan droplet saat batuk atau bersin. (*)

Artikel India Laporkan Dua Kasus Baru Virus Nipah, Asia Tingkatkan Kewaspadaan pertama kali tampil pada News.

Pembajakan Anime dan Gim Jepang Melejit, Kerugian Hampir Tiga Kali Lipat

0
F. x.com/Zuby_Tech.

batampos – Pemerintah Jepang mengungkap lonjakan signifikan kerugian industri kreatif akibat pembajakan konten digital. Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) mencatat kerugian akibat pembajakan anime, gim, manga, dan video meningkat hampir tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data survei METI, nilai kerugian akibat pembajakan digital pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 5,7 triliun yen, melonjak tajam dibandingkan 2022 yang berada di kisaran 2 triliun yen. Data tersebut dikutip dari Automaton Media, Rabu (28/1).

Survei terbaru pada 2026 turut memasukkan kategori baru, yakni pembajakan produk fisik berupa merchandise karakter. Kajian ini melibatkan responden dari Jepang, China, Vietnam, Prancis, Amerika Serikat, dan Brasil.

METI menjelaskan, estimasi kerugian dihitung berdasarkan tingkat konsumsi konten bajakan oleh responden di masing-masing negara. Hasilnya menunjukkan seluruh sektor mengalami peningkatan kerugian hampir tiga kali lipat dalam kurun tiga tahun.

Rinciannya, sektor penerbitan mencatat kerugian terbesar dengan nilai sekitar 2,6 triliun yen, disusul sektor film sebesar 2,3 triliun yen. Pembajakan gim video diperkirakan mencapai 500 miliar yen, sementara musik sekitar 100 miliar yen.

Meski jumlah konten bajakan yang dikonsumsi per individu cenderung menurun, METI menilai peningkatan jumlah pengguna internet global serta melonjaknya popularitas anime dan gim Jepang membuat total kerugian tetap membesar.

Tak hanya konten digital, pembajakan juga meluas ke produk fisik. Kerugian akibat peredaran merchandise karakter bajakan diperkirakan mencapai 10,4 triliun yen, menunjukkan tingginya nilai komersial produk budaya Jepang di pasar global.

Pemerintah Jepang menilai penegakan hukum semata belum cukup untuk menekan pembajakan. METI menekankan pentingnya memperluas akses distribusi legal yang mudah dijangkau secara global agar konsumen beralih ke layanan resmi.

Selain itu, kerja sama internasional dengan otoritas setempat serta penguatan perlindungan hak cipta terus didorong seiring meningkatnya konsumsi anime dan gim Jepang di berbagai negara.

Pemerintah berharap kombinasi penegakan hukum, edukasi pasar, dan penguatan distribusi legal dapat menekan konsumsi konten ilegal yang selama ini merugikan salah satu ekspor budaya terbesar Jepang tersebut. (*)

Artikel Pembajakan Anime dan Gim Jepang Melejit, Kerugian Hampir Tiga Kali Lipat pertama kali tampil pada Lifestyle.

Latihan Boarding Officer, PLP Tanjunguban Simulasikan Pengamanan Kapal Bermasalah

0
Petugas memeriksa salah satu kru kapal dalam latihan boarding officer di atas kapal yang berada di Perairan Tanjunguban, Bintan, pada Rabu (28/1/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban menggelar latihan boarding officer di Perairan Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Rabu (28/1).

Latihan ini digelar untuk menguji kesiapan armada dan personel dalam mengamankan kapal yang diduga melanggar aturan pelayaran.

Dalam skenario latihan, Pangkalan PLP Tanjunguban menerima informasi adanya kapal tanker yang terindikasi tidak membawa dokumen barang serta tidak mengibarkan bendera kebangsaan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) langsung bergerak menuju lokasi menggunakan rescue boat.

Petugas bersenjata laras panjang kemudian melakukan proses boarding ke atas kapal setelah kondisi dinyatakan aman. Pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen kapal, muatan, serta identitas kru kapal.

Selain itu, petugas juga mengecek palka kapal dan melakukan penggeledahan terhadap seluruh kru. Dalam proses tersebut, salah satu kru sempat melakukan perlawanan dan langsung diamankan oleh petugas dengan tindakan pengamanan berupa pemborgolan.

Usai pemeriksaan, kapal tanker tersebut dinyatakan diamankan sebagai bagian dari skenario latihan.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Zulkarnaen, mengatakan latihan boarding officer bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dan armada Pangkalan PLP Tanjunguban dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan pelanggaran hukum di laut.

“Latihan ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mempersiapkan personel sebagai pengawas di wilayah perairan,” ujar Zulkarnaen.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul, menyebut latihan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi KPLP dan Pangkalan PLP Tanjunguban.

“Sebelumnya kami juga telah melaksanakan simulasi penanggulangan tumpahan minyak dan kebakaran kapal,” kata Alfaizul.

Ia berharap melalui latihan ini, kesiapan personel dan armada Pangkalan PLP Tanjunguban dalam menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran di wilayah perairan dapat terus meningkat. (*)

Artikel Latihan Boarding Officer, PLP Tanjunguban Simulasikan Pengamanan Kapal Bermasalah pertama kali tampil pada Kepri.

359 Pengungsi Ditangani di Batam, 67 Anak Sudah Sekolah Formal

0
Rapat Koordinasi Penanganan Pengungsian Luar Negeri di Daerah yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (28/1/2026). f. arjuna/ batam pos

batampos – Sebanyak 67 anak pengungsi luar negeri kini telah mengenyam pendidikan formal di Kota Batam. Di tengah penanganan 359 pengungsi yang tersebar di dua lokasi penampungan, Pemko Batam memastikan hak dasar, terutama pendidikan dan kesehatan, tetap terpenuhi.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Pengungsian Luar Negeri di Daerah yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (28/1/2026).

Dia mengatakan, akses pendidikan jadi salah satu fokus utama Pemko Batam dalam memastikan anak-anak pengungsi tetap mendapatkan hak belajar selama berada di Kota Batam.

“Saat ini tercatat sebanyak 67 anak pengungsi telah mengikuti pendidikan formal di berbagai jenjang sekolah di Batam, sementara 38 anak lainnya mengikuti program persiapan sekolah,” kata Firman.

Selain pendidikan formal, Pemko Batam juga memfasilitasi anak pengungsi berkebutuhan khusus untuk mengakses layanan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB).

Secara keseluruhan, saat ini Batam menangani 359 pengungsi yang didampingi oleh International Organization for Migration (IOM). Para pengungsi tersebut tersebar di dua lokasi penampungan sementara, yakni Hotel Kolekta Lubuk Baja dan Akomodasi Non-Detensi (AND) Sekupang.

Berdasarkan data, mayoritas pengungsi berasal dari Afghanistan sebanyak 227 jiwa, disusul Sudan 84 jiwa, Somalia 20 jiwa, serta sisanya dari sejumlah negara lainnya.

Sebagai wilayah perbatasan dan kawasan strategis nasional, Batam memiliki tantangan tersendiri dalam menangani isu lintas negara. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari pemantauan hunian, penanganan sosial kemasyarakatan, hingga pemeliharaan ketertiban dan keamanan lingkungan.

“Sinergi antarinstansi sangat penting agar penanganan pengungsi berjalan optimal dan tetap menjaga kondusivitas daerah,” kata dia.

Selain sektor pendidikan, Pemko Batam juga memperkuat layanan kesehatan bagi para pengungsi melalui kolaborasi Dinas Kesehatan (Dinkes), puskesmas, rumah sakit, serta mitra pelaksana. Layanan yang diberikan mencakup edukasi kesehatan, skrining dasar, layanan kesehatan mental dan psikososial, hingga rujukan medis sesuai kebutuhan.

Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan para pengungsi, khususnya anak-anak, tetap memperoleh perlindungan dan layanan dasar yang layak selama berada di Batam. (*)

 

Artikel 359 Pengungsi Ditangani di Batam, 67 Anak Sudah Sekolah Formal pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiga Plt Kepala OPD Anambas Berpeluang Jadi Pejabat Definitif

0
Dari kiri: Plt Kadishub, Nurullah, Plt Kadinkes, Feri Oktavia dan Plt Kadis DPPP, Arcan Iskandar. Ketiganya berpeluang menjadi pejabat definitif. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kekosongan jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mulai menemui titik terang.

Tiga pejabat yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala OPD disebut berpeluang ditetapkan sebagai pejabat definitif.

Hingga akhir Januari 2026, masih terdapat tiga OPD strategis di lingkungan Pemkab Anambas yang belum memiliki kepala dinas definitif. Kekosongan jabatan tersebut dinilai berpotensi menghambat efektivitas kinerja pemerintahan jika berlangsung terlalu lama.

Untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan, Bupati Kepulauan Anambas Aneng menunjuk tiga pejabat eselon III sebagai Plt Kepala OPD pada Desember 2025 lalu.

Ketiganya yakni Nurullah sebagai Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Arcan Iskandar sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP), serta Feri Oktavia sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Anambas Sahtiar mengatakan, masa jabatan Plt diberikan selama tiga bulan dan dapat diperpanjang satu kali dengan durasi yang sama.

“Penunjukan sebagai Plt kepala dinas itu tiga bulan dan bisa diperpanjang satu kali. Total maksimal enam bulan,” ujar Sahtiar, Rabu (28/1).

Ia menyebutkan, selama menjalankan tugas sebagai Plt, ketiga pejabat tersebut akan dievaluasi kinerjanya. Hasil penilaian itu nantinya menjadi dasar penentuan apakah mereka akan diangkat sebagai kepala dinas definitif.

“Ketiganya berpeluang didefinitifkan apabila kinerjanya dinilai baik dan maksimal. Semua tergantung hasil evaluasi,” kata Sahtiar.

Menurutnya, penilaian dilakukan terhadap kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan program dan pelayanan di masing-masing OPD.

Selain itu, Pemkab Anambas juga membuka peluang tidak melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding dalam pengisian jabatan kepala OPD. Pemerintah daerah mempertimbangkan penerapan sistem manajemen talenta sebagai alternatif.

Manajemen talenta merupakan sistem pengelolaan aparatur yang menitikberatkan pada pemetaan kompetensi, potensi, kinerja, dan rekam jejak ASN secara objektif dan berkelanjutan.

Sahtiar menilai, sistem tersebut lebih efektif dan efisien, terutama karena pejabat yang saat ini menjabat sebagai Plt telah memahami kondisi internal organisasi.

“Kalau dianggap mampu, bisa langsung didefinitifkan. Mereka sudah tahu kondisi di dalam, jadi tidak perlu adaptasi dari awal,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan manajemen talenta diyakini dapat mempercepat proses pengisian jabatan sekaligus menjaga stabilitas organisasi pemerintahan.

Sebagai Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Anambas, Sahtiar menegaskan bahwa seluruh proses penilaian akan dilakukan secara objektif dan profesional.

Pemkab Anambas berharap, pengisian jabatan kepala OPD ke depan dapat menghasilkan pimpinan yang kompeten, berintegritas, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah kepulauan tersebut. (*)

Artikel Tiga Plt Kepala OPD Anambas Berpeluang Jadi Pejabat Definitif pertama kali tampil pada Kepri.

25 Kontainer Bermuatan Limbah B3 Sudah Direekspor

0
Bea Cukai Batam kawal re ekspor kontainer limbah di pelabuhan Batuampar. f. Istimewa
batampos – Bea Cukai Batam mencatat sebanyak 25 kontainer bermuatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) telah berhasil dilakukan pengeluaran kembali (reekspor) melalui Pelabuhan Batu Ampar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pihak Bea Cukai dalam menuntaskan penyelesaian kontainer yang tidak memenuhi ketentuan masuk ke wilayah Indonesia.
Sejak awal kasus ini terungkap, lebih dari 914 kontainer terindikasi bermuatan limbah B3, berasal dari tiga perusahaan berbeda, tertahan di pelabuhan selama lebih dari tiga bulan. Kondisi ini menimbulkan kepadatan di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar dan menjadi sorotan publik maupun regulator terkait dampak lingkungan dan kepatuhan kepabeanan.
Pada pekan sebelumnya, Bea Cukai Batam berhasil merealisasikan re-ekspor empat kontainer milik PT Esun Internasional Utama Indonesia. Kemudian, hingga Selasa (27/1/2026), 21 kontainer milik PT Logam Internasional Jaya juga telah berhasil dikembalikan ke luar negeri. Total 25 kontainer yang direekspor ini menandai progres signifikan dalam penanganan limbah B3 di Batam.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Oktavia, menyatakan bahwa saat ini permohonan re-ekspor terhadap 49 kontainer telah disetujui, sementara 889 kontainer lainnya masih didorong agar segera diajukan permohonan re-ekspornya. “Yang terpenting, barang harus keluar dari Indonesia,” tegasnya.
PT Esun Internasional Utama Indonesia, yang memiliki 386 kontainer, telah mengajukan permohonan re-ekspor untuk 19 kontainer. Dari jumlah itu, empat kontainer telah kembali ke negara asal dan 15 kontainer lainnya masih dalam proses penyelesaian re-ekspor.
Sementara PT Logam Internasional Jaya, pemilik 412 kontainer, telah mengajukan permohonan untuk 21 kontainer. Semua permohonan tersebut disetujui dan berhasil direalisasikan, menjadi bukti kooperasi perusahaan dengan Bea Cukai dalam menindaklanjuti himbauan pengeluaran kontainer.
PT Batam Battery Recycle Industries, yang memiliki 116 kontainer, mengajukan permohonan untuk sembilan kontainer. Persetujuan telah diberikan dan proses re-ekspor sedang berjalan. Evi Oktavia mengapresiasi perusahaan yang kooperatif dan berharap perusahaan lain dapat segera mengajukan permohonan re-ekspor untuk kontainer mereka.
Bea Cukai Batam menekankan bahwa setiap tahapan re-ekspor dilakukan sesuai prosedur, dengan koordinasi erat bersama BP Batam dan Dinas Lingkungan Hidup. Langkah sinergis ini menjadi bentuk komitmen menjaga lingkungan hidup dan memastikan limbah B3 tidak menumpuk di Batam.
Selain kepatuhan, langkah re-ekspor juga dimaksudkan untuk mengurangi risiko biaya tambahan akibat penumpukan kontainer di pelabuhan, sekaligus memastikan arus logistik tetap lancar. Bea Cukai menegaskan semua perusahaan pemilik kontainer yang belum mengajukan permohonan re-ekspor segera menindaklanjuti himbauan, agar penyelesaian berjalan cepat dan tertib.
Dengan dimulainya re-ekspor 25 kontainer ini, Bea Cukai Batam optimistis penumpukan kontainer dapat berkurang secara signifikan. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga kelancaran arus barang, tetapi juga memperkuat kepatuhan perusahaan serta melindungi lingkungan Batam dari potensi dampak limbah B3.(*)

Artikel 25 Kontainer Bermuatan Limbah B3 Sudah Direekspor pertama kali tampil pada Metropolis.

Mesin Mobil F1 vs Mobil Konvensional, Seberapa Jauh Perbedaannya?

0
F. x.com/F1 & x.com/Earlsimxx.

batampos – Mobil balap Formula 1 (F1) menggunakan mesin berteknologi tinggi yang secara teknis masih tergolong mesin pembakaran dalam. Namun, teknologi yang diterapkan pada mesin F1 jauh berbeda dibandingkan mesin mobil yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Di ajang Formula 1, mesin dikenal dengan sebutan power unit. Unit ini terdiri dari mesin internal combustion 1,6 liter turbocharged V6 yang dipadukan dengan sistem Energy Recovery System (ERS).

Sistem hybrid tersebut berfungsi menangkap dan memanfaatkan kembali energi yang biasanya terbuang, seperti energi panas dan energi pengereman.

Kombinasi mesin pembakaran dan motor listrik ini memungkinkan mobil F1 menghasilkan tenaga total hingga sekitar 1.000 tenaga kuda (horsepower/hp). Angka tersebut jauh melampaui kemampuan mesin mobil konvensional.

Sementara itu, mesin mobil biasa umumnya menggunakan sistem pembakaran internal tanpa teknologi hybrid yang kompleks. Tenaga yang dihasilkan berkisar antara 100 hingga 300 hp, dengan fokus utama pada efisiensi bahan bakar, emisi rendah, serta keandalan untuk penggunaan jangka panjang.

Mengutip F1 Chronicle, terdapat beberapa perbedaan utama antara mesin mobil F1 dan mesin mobil konvensional:

1. Teknologi dan Struktur

Mesin F1 merupakan unit hybrid yang menggabungkan pembakaran internal dengan motor listrik serta sistem pemulihan energi canggih. Sebaliknya, mesin mobil biasa masih mengandalkan pembakaran internal konvensional tanpa sistem pemulihan energi yang kompleks.

2. Performa dan Tenaga

Mesin F1 mampu beroperasi pada putaran ekstrem hingga 15.000 rpm, menghasilkan akselerasi dan kecepatan maksimal di lintasan balap. Mesin mobil biasa bekerja pada putaran yang lebih rendah, umumnya di kisaran 6.000–8.000 rpm.

3. Tujuan Desain

Mesin F1 dirancang khusus untuk kebutuhan balap dengan fokus pada tenaga besar, bobot ringan, dan efisiensi termal tinggi. Sementara mesin mobil biasa dikembangkan untuk kenyamanan berkendara, penggunaan harian, serta usia pakai yang panjang tanpa perawatan ekstrem.

Meski sama-sama menggunakan prinsip dasar pembakaran internal, mesin F1 tidak memungkinkan untuk diaplikasikan pada mobil biasa karena biaya yang sangat tinggi serta tingkat kompleksitas teknologi yang ekstrem. (*)

Artikel Mesin Mobil F1 vs Mobil Konvensional, Seberapa Jauh Perbedaannya? pertama kali tampil pada Lifestyle.