Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 516

Kapal Tongkang Muatan Batu Bara Tabrak Kelong Warga di Pulau Kubung, jadi Tanggung Jawab Penuh Pemilik Kapal

0
Kapal tabrak kelong warga di Pulau Kubung. f Istimewa

batampos – Sebuah kapal tugboat dan tongkang berwarna biru bertuliskan SM Golden Cirebon bermuatan batu bara menabrak kelong milik warga di Pulau Kubung, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Jumat (23/1/2026).

Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada tapak kelong nelayan setempat dan memicu perdebatan soal ganti rugi antara warga dan pihak kapal.

‎Kapal tersebut diketahui membawa muatan batu bara dari Banjarmasin dan hendak bersandar di PLTU Tanjung Kasam, Batam.

Namun, saat hendak mengambil posisi labuh jangkar di perairan Pulau Kubung, kapal diduga kehilangan kendali hingga akhirnya kandas di atas karang dan menabrak kelong warga.

‎Bidin, nelayan sekaligus warga Pulau Kubung, mengatakan setidaknya tiga tapak kelong warga terdampak akibat insiden tersebut. Ia menyebut, awalnya telah tercapai kesepakatan lisan terkait kompensasi kerusakan, namun belakangan berubah.

‎“Kami sudah sempat sepakat soal kompensasi. Tapi tiba-tiba berubah lagi dari pihak owner kapal. Katanya mau diselam dulu, mau dipastikan lagi,” ujar Bidin.

‎Menurut Bidin, kapal telah berhasil dikeluarkan dari lokasi karena dikhawatirkan kerusakan tidak hanya terjadi pada kelong, tetapi juga pada terumbu karang di sekitar perairan tersebut.

‎“Kapalnya sudah kita keluarkan. Takutnya bukan cuma kelong yang rusak, tapi karang juga,” katanya.

‎Bidin menyebut, dalam pembahasan awal pihak kapal menyanggupi kompensasi sebesar Rp20 juta per kelong, sehingga total Rp60 juta untuk tiga kelong yang terdampak. Namun, belakangan pihak perusahaan disebut hanya bersedia memberikan Rp20 juta untuk seluruh kerusakan.

‎“Awalnya per kelong Rp20 juta. Tapi kemudian berubah lagi, jadi Rp20 juta untuk semuanya. Itu yang kami keberatan,” ujarnya.

‎Bahkan, lanjut Bidin, pihak kapal meminta pembuktian dengan menurunkan penyelam untuk memastikan keberadaan dan kondisi kelong yang rusak.

‎“Silakan saja kalau mau cek. Tapi sampai sekarang belum juga datang. Katanya besok,” katanya.

‎Sementara itu, Anggi, agen kapal Pembangkit Listir Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, membenarkan adanya insiden kapal tongkang yang menabrak kelong warga di Pulau Kubung.

Namun ia menegaskan, persoalan ganti rugi sepenuhnya menjadi kewenangan pemilik kapal (owner) yang berada di Jakarta.

‎“Kalau soal ganti rugi Rp20 juta per kelong, itu bukan wewenang kami. Kami sudah sampaikan ke owner di Jakarta,” kata Anggi.

‎Anggi menjelaskan, insiden terjadi akibat kondisi cuaca dan gangguan teknis saat kapal hendak melabuhkan jangkar pada malam hari.

‎“Kapal terbawa arus. Waktu mau ambil posisi labuh, jangkar putus. Tali second towing tersangkut di propeller,” jelasnya.

‎Ia menyebut, meski mesin kapal masih hidup dan awak berada di dalam kapal, namun kapal tidak dapat dikendalikan karena kuatnya angin utara. “Mesin hidup, tapi tidak bisa dikendalikan. Angin kencang, kapal larat,” ujarnya.

‎Terkait tuntutan warga, Anggi mengatakan awalnya warga meminta ganti rugi sebesar Rp80 juta. Namun setelah negosiasi, owner kapal hanya menyanggupi Rp20 juta. Kesepakatan tersebut tidak diterima warga sehingga belum ditemukan titik temu.

‎“Awalnya warga minta Rp80 juta. Owner keberatan, lalu negosiasi dan setuju Rp20 juta. Tapi warga tidak setuju, jadi mentok di situ,” katanya.

‎Menurut Anggi, pihak owner meminta pembuktian kerusakan, termasuk foto kelong dan dokumen kepemilikan. Namun, ia menyebut surat kepemilikan yang ditunjukkan warga telah lama kedaluwarsa. “Owner minta foto dan bukti. Surat kepemilikan kelong yang ada pun sudah expired,” ujarnya.

‎Anggi menegaskan, insiden tersebut bukanlah kesengajaan dan tidak ada niat dari pihak kapal untuk merusak wilayah laut maupun mata pencaharian warga.
‎“Ini murni kecelakaan. Tidak ada yang mau merusak wilayah laut,” katanya.

‎Ia berharap ke depan ada pertemuan lanjutan yang melibatkan owner kapal secara langsung, bukan hanya melalui komunikasi telepon, agar persoalan ganti rugi dapat segera diselesaikan.

‎“Kalau pertemuan hanya crew, agen, warga, TNI AL, dan Polair, tetap tidak bisa memutuskan. Karena keputusan ada di owner di Jakarta. Itu yang bikin lama,” pungkasnya.

‎Anggi kembali menegaskan bahwa pihak agen tidak memiliki kewenangan dalam menentukan besaran ganti rugi. “Yang bisa memutuskan hanya owner di Jakarta, bukan kami,” ujarnya.(*)

Artikel Kapal Tongkang Muatan Batu Bara Tabrak Kelong Warga di Pulau Kubung, jadi Tanggung Jawab Penuh Pemilik Kapal pertama kali tampil pada Metropolis.

Jaksa Terima Tahap Dua Kasus Pembunuhan Pegawai Imigrasi di Anambas

0
Tersangka, Andi Syahputra Marpaung saat rekontruksi pembunuhan Harsyad, pegawai Imigrasi Tarempa, baru-baru ini. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Penanganan perkara pembunuhan terhadap pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad, resmi memasuki tahap dua. Penyidik Polres Kepulauan Anambas telah menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada jaksa.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kepulauan Anambas, Erwin Napitupulu, membenarkan penerimaan tahap dua tersebut pada Rabu (28/1).

“Kemarin kami menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polres Anambas untuk perkara pembunuhan. Saat ini terdakwa dititipkan di Rumah Tahanan Polres Kepulauan Anambas,” ujar Erwin, Kamis (29/1).

Dalam perkara ini, jaksa menetapkan satu orang terdakwa, yakni Andi Syahputra Marpaung (ASM), berusia 21 tahun. Ia diduga sebagai pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan tersebut.

Selain tersangka, penyidik turut menyerahkan sejumlah barang bukti yang berkaitan langsung dengan peristiwa pidana. Barang bukti tersebut meliputi dua unit kendaraan yang digunakan pelaku, serta pakaian milik korban dan tersangka saat kejadian.

Erwin menjelaskan, selama proses penelitian berkas perkara, tersangka mengakui seluruh perbuatannya. Pengakuan tersebut didukung oleh alat bukti yang sah serta keterangan para saksi.

Menurut Erwin, motif pembunuhan dipicu persoalan ekonomi dan rasa kesal pelaku terhadap korban. Tersangka diketahui bekerja sebagai pencukur rambut dan memiliki hubungan personal dengan korban.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, telah terjadi pertemuan beberapa kali yang disertai pemberian imbalan. Namun pada pertemuan berikutnya, korban tidak memberikan bayaran, sehingga memicu emosi tersangka,” jelas Erwin.

Selain pengakuan tersangka, jaksa juga mengantongi keterangan saksi yang melihat korban dan pelaku bersama-sama menuju lokasi kejadian sebelum pembunuhan terjadi. Keterangan tersebut menjadi penguat pembuktian, selain hasil visum dan barang bukti lainnya.

Saat ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah menyusun administrasi dan mempersiapkan pelimpahan perkara ke pengadilan.

“Kami memiliki waktu 20 hari untuk melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Negeri Natuna,” kata Erwin.

Ia memastikan proses hukum akan berjalan maksimal agar perkara segera disidangkan dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Diketahui sebelumnya, kasus pembunuhan ini terjadi pada Jumat, 17 Oktober 2025, dini hari, di Jalan MH Thamrin, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan.

Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga setempat setelah korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. (*)

Artikel Jaksa Terima Tahap Dua Kasus Pembunuhan Pegawai Imigrasi di Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Cari Menu Makan Malam? Ini 5 Sate Taichan Favorit di Batam

0
Sajian sate Taichan. F. Tangkapan layar youtube.com/@devinahermawan.

batampos – Sate taichan menjadi salah satu pilihan kuliner favorit masyarakat Batam, terutama untuk santapan malam. Rasanya yang gurih, pedas, dan segar membuat menu ini digemari berbagai kalangan, dari anak muda hingga keluarga.

Berbeda dengan sate pada umumnya, sate taichan disajikan tanpa bumbu kacang. Daging ayam dibakar sederhana, lalu disiram sambal cabai segar, perasan jeruk nipis, serta taburan bawang goreng yang menggugah selera. Perpaduan rasa pedas dan asam menjadikannya cocok disantap saat malam hari.

Berikut lima rekomendasi sate taichan enak di Batam yang bisa menjadi pilihan makan malam:

1. Sahabat Taichan

Sahabat Taichan dikenal sebagai salah satu pelopor sate taichan di Batam. Potongan dagingnya tebal dan gurih, dengan sambal khas yang terkenal pedas. Gerainya dapat ditemukan di kawasan Nagoya, Hotel 01, dan Nagoya Food Court.

2. Taichan Yuk

Bagi pencinta sate taichan autentik, Taichan Yuk menjadi pilihan favorit. Selain menu klasik, tersedia juga varian taichan gulung telur dan taichan crispy. Cabangnya tersebar di Hotel 01, Food Court Mega Legenda, Tiban, Greenland, hingga Batu Aji SP Plaza.

3. Taichan Bang Jibb

Taichan Bang Jibb tergolong pendatang baru namun langsung menarik perhatian. Harganya terjangkau dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Lokasinya berada di Aero 88 Premium Car Wash, samping SPBU Marselia, Batam Centre.

4. Sate Taichan Buratna

Sate Taichan Buratna menawarkan beragam paket, termasuk menu jumbo untuk makan ramai-ramai. Sambalnya dikenal pedas dan bikin ketagihan. Lokasinya berada di Bukit Palem Permai C1-2A, Botania 2.

5. Taichan King

Taichan King sudah lama dikenal masyarakat Batam. Uniknya, selain sambal pedas, tersedia juga menu taichan dengan saus kuah kacang. Cabangnya tersebar di Nagoya, Baloi, dan Batam Centre.

Sate taichan kerap menjadi pilihan kuliner malam karena mudah ditemukan dan cocok disantap santai bersama teman maupun keluarga. Meski begitu, pengunjung disarankan memastikan jam operasional dan lokasi sebelum berkunjung.(*)

Artikel Cari Menu Makan Malam? Ini 5 Sate Taichan Favorit di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

UNIBA Resmi Buka Empat Program Dokter Spesialis, Perkuat Layanan Kesehatan Kepri

0
Universitas Batam resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai langkah memperkuat pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan di Kepulauan Riau. Kamis (29/1) F. Uniba untuk Batam Pos.

batampos – Universitas Batam (UNIBA) secara resmi membuka empat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan kedokteran lanjutan sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Empat program studi dokter spesialis yang dibuka melalui Fakultas Kedokteran UNIBA tersebut meliputi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer, Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Spesialis Bedah, serta Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Pembukaan program ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis yang selama ini masih terbatas, khususnya di wilayah Kepulauan Riau dan kawasan sekitarnya.

Program studi dokter spesialis UNIBA telah melalui tahapan evaluasi lapangan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada Desember 2025.

Evaluasi dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan nasional, termasuk perwakilan dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Sumatera Utara, serta kolegium masing-masing disiplin ilmu kedokteran.

Proses evaluasi mencakup penilaian kesiapan UNIBA dari berbagai aspek, mulai dari kurikulum akademik, sistem pembelajaran klinik, ketersediaan sumber daya manusia dosen dan tenaga pendidik, hingga tata kelola kelembagaan.

Selain itu, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai wahana pendidikan klinik juga menjadi fokus utama penilaian untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berjalan sesuai regulasi dan standar nasional.

Seluruh program studi dokter spesialis UNIBA didukung Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah sebagai rumah sakit pendidikan utama. Rumah sakit tersebut telah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang, tenaga pendidik klinik yang kompeten, serta sistem pembelajaran terintegrasi guna mendukung proses pendidikan dokter spesialis secara optimal.

Keberadaan program ini diharapkan memberikan akses pendidikan lanjutan bagi para dokter umum, khususnya yang berdomisili di Kepulauan Riau, tanpa harus menempuh pendidikan ke luar daerah.

Selain itu, pembukaan program ini juga diharapkan berkontribusi pada pemerataan tenaga dokter spesialis dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.

UNIBA membuka pendaftaran Program Pendidikan Dokter Spesialis mulai 28 Januari hingga 9 Februari 2026. Tahapan seleksi calon peserta dijadwalkan berlangsung pada 10–20 Februari 2026, dengan pengumuman hasil seleksi pada 27 Februari 2026. Perkuliahan perdana direncanakan dimulai pada 2 Maret 2026.

Melalui pembukaan empat program studi dokter spesialis ini, UNIBA menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan kedokteran yang berkualitas, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan kesehatan nasional, khususnya di Kepulauan Riau.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran dan program pendidikan dokter spesialis Universitas Batam, masyarakat dapat menghubungi:

  • ‎0813-5888-2001 (WhatsApp Admin UNIBA)
  • ‎0822-6111-2225 (WhatsApp Admin UNIBA).

(*)

Artikel UNIBA Resmi Buka Empat Program Dokter Spesialis, Perkuat Layanan Kesehatan Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

11 WNI Selundupkan 7,5 Ton Timah Ilegal ke Malaysia, Para Tersangka Dipulangkan via Pelabuan Batamcenter

0
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Moch Irhamni. F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Upaya penyelundupan pasir timah ilegal lintas negara kembali terbongkar. Sebanyak 11 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dideportasi dari Malaysia setelah tertangkap membawa 7,5 ton pasir timah ilegal asal Indonesia ke Negeri Jiran.

Belasan ABK tersebut tiba di Tanah Air melalui Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Kamis (29/1) sekitar pukul 14.30 WIB, dan langsung diserahkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk proses hukum lanjutan.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Moch Irhamni, menegaskan kasus ini ditangani secara gabungan karena bersifat lintas negara dan lokasi kejadian berada di luar wilayah Indonesia.

“Ada 11 orang. Mereka menyelundupkan pasir timah ilegal ke Malaysia. Karena TKP di luar negeri, penanganannya dilakukan bersama,” kata Irhamni di Mapolda Kepri, Kamis (29/1) sore.

Ia menegaskan tidak ada pengambilalihan perkara oleh Bareskrim Polri dari Polda Kepri, melainkan koordinasi dengan satuan terkait untuk mengungkap jaringan penyelundupan timah ilegal yang diduga terorganisir.

“Ini tugas bersama. Kami fokus pada unsur pidana penyelundupan dan aliran barangnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk 11 WNI dalam dugaan tindak pidana itu adalah ABK kapal. Bukan sebagai pemilik.

“Mereka ini ABK. Nah untuk peranan lainnya nanti kami kembangkan dulu,” jelasnya.

Menurut informasi para pelaku menggunakan perahu fiberglass tanpa nomor registrasi untuk mengangkut pasir timah ilegal dari Indonesia menuju Malaysia. Aksi tersebut akhirnya terendus Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) Negeri Pahang.

Penangkapan dilakukan pada Selasa, 14 Oktober 2025 di perairan Pulau Tioman, Johor. Saat itu, para ABK tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan maupun dokumen resmi terkait muatan pasir timah yang dibawa.

Muatan pasir timah diperkirakan mencapai 7,5 ton, dengan nilai keseluruhan barang bukti, termasuk kapal, ditaksir mencapai RM1,1 juta atau setara sekitar Rp4,3 miliar.

Para ABK tersebut masing-masing berinisial MTA (23), LOM (24), RH (31), Z (50), A (41), B (47), H (53), S (29), J (39), Za (44), dan I (52).

Di Malaysia, para pelaku dijerat Akta Imigresen 1959/1963 karena masuk ke wilayah negara tersebut tanpa izin. Pengadilan setempat menjatuhkan hukuman tiga bulan penjara atau denda RM3.000.

Setelah menjalani hukuman, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan para ABK melalui Program M dari Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Putrajaya. Setibanya di Batam, mereka langsung diserahkan ke Bareskrim Polri.

Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes  Imam Setiawan, menyebutkan seluruh ABK merupakan warga Kepri, sebagian di antaranya berasal dari Batam.

“Sebelas PMI ini terlibat dalam kasus penyelundupan pasir timah ilegal. Proses hukumnya kami serahkan ke Polri,” tegas Imam.

Menurut Imam, untuk para pelaku ada yang beberapa kali berhasil membawa pasir timah ilegal ke Malaysia.

“Untuk sementara status mereka ABK,  nanti untuk peranannya itu pasti dikembangkan oleh penyidik,” sebut Imam.

Bareskrim kini mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk kemungkinan keterlibatan pemodal dan jaringan penadah timah ilegal di balik aksi penyelundupan tersebut. Penelusuran alur distribusi dan tujuan akhir timah juga menjadi fokus penyidikan.

Dalam kurun waktu 2024–2026, KJRI Johor Bahru tercatat telah menangani enam kasus dugaan penyelundupan timah ilegal asal Indonesia ke Malaysia, menandakan praktik kejahatan ini masih marak terjadi.

Artikel 11 WNI Selundupkan 7,5 Ton Timah Ilegal ke Malaysia, Para Tersangka Dipulangkan via Pelabuan Batamcenter pertama kali tampil pada Metropolis.

DLH Bantah Isu Sampah Tak Diangkat Hingga 5 Hari di Pusat Kota

0
Petugas mengangkat sampah di daerah pusat kota.
F istimewa

batampos -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam membantah adanya sampah yang tidak diangkut hingga lima hari di kawasan pusat kota, khususnya di sepanjang Jalan Raja M Tahir dan deretan pertokoan Greenland, Batam Center.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Batam, Iqbal Feliansyah, menegaskan informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, pengangkutan sampah di kawasan jalan protokol dan pusat aktivitas ekonomi tetap dilakukan setiap hari oleh petugas kebersihan.

“Tidak ada itu sampai lima hari. Sampah di pusat kota setiap hari diangkut. Kalau ada yang bilang sampai lima hari, itu tidak benar,” tegas Iqbal, Kamis (29/1).

Ia mengakui, dalam beberapa kesempatan memang terjadi keterlambatan pengangkutan. Namun keterlambatan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak berlangsung berhari-hari.

“Paling hanya terlambat kesiangan atau kesorean. Kalau pun ada kendala teknis, seperti mobil angkut sedang perbaikan, itu maksimal dua hari sekali, tidak mungkin sampai lima hari,” jelasnya.

Iqbal menyebut kawasan Jalan Raja M Tahir hingga Batam Center merupakan area prioritas DLH karena berada di jalur protokol dan ramai aktivitas kuliner serta perdagangan. Oleh sebab itu, lokasi tersebut masuk dalam jadwal pengangkutan rutin.

“Lokasinya di pinggir jalan utama dan kawasan kaki lima. Sampahnya kami angkat setiap hari. Kalau terlihat menumpuk, itu karena faktor waktu pengangkutan, bukan karena tidak diangkut,” katanya.

Menanggapi hal itu, Iqbal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelaku usaha atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia memastikan DLH Kota Batam tengah melakukan perbaikan pelayanan agar pengangkutan sampah berjalan lebih optimal.

“Kami DLH Kota Batam mohon maaf atas kondisi yang terjadi. Saat ini kami sedang dalam proses perbaikan pelayanan. Terima kasih atas perhatian dan masukan dari masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, tumpukan sampah dilaporkan berserakan dan menimbulkan bau menyengat di kawasan tersebut nyaris sepekan terakhir. Sampah rumah makan dan pertokoan terlihat memenuhi trotoar, menimbulkan aroma tak sedap dan mengganggu kenyamanan pengunjung.

Pantauan di lokasi pada Rabu (28/1) sore, sampah plastik, sisa makanan, dan kardus bekas tampak berserakan di sepanjang trotoar. Kondisi ini menuai keluhan dari para pelaku usaha setempat.

Salah seorang pemilik warung, Irna Wati, mengaku khawatir kondisi tersebut berdampak pada usahanya. Ia menyebut, para pedagang rutin membayar iuran kebersihan sebesar Rp150 ribu per bulan, namun pengangkutan sampah dinilai kerap terhenti tanpa kejelasan.

“Kami sebagai pemilik warung tak enak sama pengunjung. Makan ditemani bau sampah,” ujarnya.

‎Keluhan serupa disampaikan Yusril, juru parkir di kawasan tersebut. Menurutnya, tumpukan sampah sudah terjadi hampir lima hari terakhir.‎“Sudah lima hari sampah menumpuk tidak diangkut sama mobil sampah,” ujarnya.(*)

Artikel DLH Bantah Isu Sampah Tak Diangkat Hingga 5 Hari di Pusat Kota pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasokan Batam Mandek, Harga TV dan Kulkas di Lingga Kian Mahal

0
Harga barang elektronik di Lingga makin mahal seiring dengan terhentinya pasokan dari Batam. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Terhentinya pasokan barang dari Kota Batam berdampak pada kenaikan harga barang elektronik di Dabo Singkep, Lingga. Sejumlah pedagang terpaksa mengambil suplai dari Provinsi Jambi dengan harga lebih mahal dan dikenakan pajak sebesar 12 persen.

Kondisi tersebut membuat harga jual berbagai produk elektronik, seperti kulkas dan televisi pintar, mengalami lonjakan signifikan. Padahal sebelumnya, pedagang di Dabo Singkep mengandalkan pasokan dari Batam yang masih satu provinsi dan memiliki harga relatif lebih terjangkau.

Kini, terhentinya arus barang dari Batam memaksa pedagang mencari alternatif pasokan dari luar daerah. Namun, biaya pembelian yang lebih tinggi ditambah pajak membuat harga jual ke konsumen ikut naik.

Hari, salah satu pedagang elektronik di Dabo Singkep, mengaku kesulitan mendapatkan barang dengan harga murah sejak pasokan dari Batam belum kembali normal.

“Saat ini barang semuanya masuk dari Jambi dengan pajak 12 persen dari harga beli di sana. Untuk barang elektronik dengan harga beli Rp3 juta ke atas, kenaikannya cukup terasa,” ujar Hari, Kamis (29/1).

Ia menyebutkan, beberapa jenis barang mengalami kenaikan harga cukup tinggi, terutama kulkas dan smart TV.

“Smart TV ukuran 43 inci yang biasanya kami jual sekitar Rp3,3 juta, sekarang hampir tembus Rp4 juta. Kulkas yang sebelumnya Rp3,5 juta, kini bisa mencapai lebih dari Rp5 juta,” jelasnya.

Tak hanya harga yang meningkat, Hari juga mengaku tidak berani memesan barang dalam jumlah besar. Menurunnya daya beli masyarakat menjadi pertimbangan utama para pedagang.

“Daya beli sedang turun. Ditambah lagi kondisi cuaca laut kurang baik. Beberapa waktu lalu kapal yang membawa barang dari Jambi bahkan mengalami kecelakaan dan tenggelam,” katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, dampak terhentinya pasokan ini mulai terasa pada ketersediaan barang. Sejumlah toko elektronik di Dabo Singkep dilaporkan kehabisan stok.

“Saat ini stok lama saja belum habis, sementara barang baru belum masuk. Perkiraan satu minggu lagi baru sampai, itu pun kalau cuaca mendukung,” ujar pedagang lainnya.

Para pedagang berharap pasokan barang dari Batam dapat kembali berjalan normal agar harga barang elektronik di Kabupaten Lingga kembali stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

“Kondisi ekonomi sedang sulit dan lapangan kerja terbatas. Mudah-mudahan ke depan barang dari Batam bisa masuk lagi ke Lingga,” tutup Hari. (*)

Artikel Pasokan Batam Mandek, Harga TV dan Kulkas di Lingga Kian Mahal pertama kali tampil pada Kepri.

Kolaborasi Ikonik! Silent Hill f Masuk ke Fatal Frame II Crimson Butterfly

0
F. x.com/SilentHill.

batampos – Dua waralaba horor legendaris asal Jepang, Silent Hill f dan Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake, resmi menjalin kolaborasi. Kerja sama ini menghadirkan konten tambahan gratis (DLC) dengan nuansa horor Jepang yang kental.

Pengumuman kolaborasi tersebut disampaikan publisher Koei Tecmo bersama developer Team NINJA melalui trailer terbaru gim. Kolaborasi ini dirancang untuk mempertemukan dua pendekatan horor Jepang yang berbeda dalam satu pengalaman bermain.

Dalam kolaborasi ini, pemain Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake akan mendapatkan DLC kostum bertema Silent Hill f yang dapat diunduh secara gratis. Kostum tersebut terinspirasi dari karakter dan atmosfer gelap khas Silent Hill f.

Meski demikian, pihak pengembang belum mengungkap detail lebih lanjut terkait tanggal rilis DLC maupun rincian lengkap isi kostum. Informasi lanjutan dijanjikan akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan.

Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake sendiri merupakan versi remake penuh dari gim horor klasik yang pertama kali dirilis pada 2003. Gim ini mengisahkan dua saudari kembar, Mio dan Mayu Amakura, yang terjebak di sebuah desa terkutuk dan dihantui roh-roh penasaran.

Selain menghadirkan kolaborasi DLC, Koei Tecmo juga mengumumkan bahwa Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake akan menyediakan demo gratis yang dapat dimainkan mulai 5 Maret 2026. Data permainan dari demo tersebut dapat dilanjutkan ke versi penuh saat gim resmi dirilis.

Adapun versi penuh Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake dijadwalkan meluncur pada 12 Maret 2026 di berbagai platform. Versi remake ini menjanjikan peningkatan visual, atmosfer, serta pengalaman horor klasik yang lebih imersif.

Melalui kolaborasi ini, karakter seperti Mio Amakura akan tampil dengan kostum yang terinspirasi dari Silent Hill f, menghadirkan sensasi baru bagi penggemar kedua franchise horor tersebut.

Sementara itu, detail tambahan seperti item khusus, efek visual, atau kemungkinan konten naratif tambahan masih belum diumumkan dan berpotensi hadir dalam pembaruan berikutnya. (*)

Artikel Kolaborasi Ikonik! Silent Hill f Masuk ke Fatal Frame II Crimson Butterfly pertama kali tampil pada Lifestyle.

Lori Crane yang Menabrak Rumah di Sekupang Belum Diketahui Status Uji Kirnya

0
Lori Crane yang rem blong menabrak rumah di perumahan Akasia Garden, Senin (26/1/2026). f. rengga yuliandra/ batam pos
batampos– Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam belum memastikan status uji KIR lori crane yang menabrak rumah warga di kawasan Akasia Garden, Sekupang, beberapa hari lalu. Meski demikian, Dishub menegaskan akan menindak tegas jika kendaraan tersebut terbukti tidak mengantongi uji KIR yang masih berlaku.

‎Kepala Dishub Kota Batam, Leo Putra, mengatakan pihaknya hingga kini belum melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

‎“Belum kita cek. Tapi kalau KIR-nya mati, nanti saya tindak tegas, saya akan cek,” kata Leo kepada Batam Pos, Kamis (29/1) siang.

‎Leo menjelaskan, sejak awal tahun 2026 Dishub Batam mencatat jumlah kendaraan yang menjalani uji KIR mencapai sekitar 80 unit per hari. Kendaraan yang diuji didominasi mobil angkutan barang dan kendaraan operasional perusahaan.

‎“Mulai awal tahun kita terima 80 kendaraan per hari. Kadang sampai antre, tapi uji KIR ini gratis, tidak dipungut biaya,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, uji KIR wajib dilakukan setiap enam bulan sekali sebagai syarat kelayakan kendaraan beroperasi di jalan raya. Dalam proses pengujian, Dishub melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, mulai dari sistem pengereman, lampu, ban, hingga kelayakan teknis lainnya.

‎“Yang kita uji itu rem dan kelayakan kendaraan. Kalau belum layak, kendaraan kita tahan dan tidak boleh beroperasi di jalan raya untuk menghindari kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

‎Menurut Leo, persyaratan uji KIR juga tergolong mudah. Pemilik cukup membawa kendaraan ke lokasi pengujian untuk dilakukan pemeriksaan sesuai tahapan yang berlaku.

‎“Lampu, ban, rem, semuanya dicek. Kalau tidak memenuhi syarat, berarti belum layak jalan,” katanya.

‎Dishub Batam juga rutin melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan agar kendaraan operasional mereka menjalani uji KIR tepat waktu.

Selain itu, razia uji KIR dilakukan secara berkala hingga 18 kali dalam setahun guna memastikan kendaraan yang beroperasi di jalan raya benar-benar laik dan aman.

‎Terkait insiden lori crane yang menabrak rumah warga di Sekupang, Leo menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran yang berkaitan dengan kelayakan kendaraan.

‎“Kalau terbukti KIR-nya mati, pasti kita tindak tegas,” pungkasnya.(*)

Artikel Lori Crane yang Menabrak Rumah di Sekupang Belum Diketahui Status Uji Kirnya pertama kali tampil pada Metropolis.

Anambas Kekurangan Nakes, Penempatan Perawat ke Jabatan Struktural Dievaluasi

0
Kepala BKPSDM Anambas, Usman. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kabupaten Kepulauan Anambas hingga kini masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan (nakes). Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Kekurangan nakes diperkirakan akan semakin terasa saat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa tipe C yang baru selesai dibangun mulai beroperasi.

Rumah sakit rujukan tersebut membutuhkan tenaga medis dalam jumlah besar, mulai dari dokter, perawat, hingga tenaga pendukung lainnya.

Sebagai rumah sakit rujukan tingkat kabupaten, RSUD Tarempa nantinya akan melayani pasien dari berbagai kecamatan di Anambas. Dengan kapasitas dan jenis layanan yang lebih lengkap, ketersediaan sumber daya manusia kesehatan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Di tengah kondisi kekurangan nakes tersebut, sejumlah tenaga kesehatan justru dilantik menduduki jabatan struktural di luar Dinas Kesehatan pada pelantikan pejabat yang digelar pekan lalu. Penempatan ini memicu perhatian karena dinilai tidak sejalan dengan latar belakang profesi mereka.

Beberapa tenaga kesehatan diketahui ditempatkan di kecamatan dan kelurahan, padahal sebelumnya berprofesi sebagai perawat yang dibutuhkan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Adapun tenaga kesehatan yang kini menduduki jabatan struktural tersebut antara lain Feni Yurlina yang dimutasi sebagai Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Kute Siantan, Soni Ari Candra sebagai Sekretaris Kelurahan Tarempa, serta Agus Supriyadi sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Siantan Timur.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas, Usman, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan latar belakang keilmuan.

“Akan dievaluasi kembali terhadap kinerjanya. Kita masih melihat kinerjanya, apalagi tidak sesuai dengan bidangnya. Sementara penyegaran dulu,” ujar Usman saat ditemui, Kamis (29/1).

Menurut Usman, evaluasi dilakukan untuk memastikan efektivitas penempatan sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah. Ia juga membuka peluang bagi para tenaga kesehatan tersebut untuk dikembalikan ke instansi kesehatan sesuai profesinya.

“Bisa dibalikkan lagi jika memang dibutuhkan tenaga kesehatan. Apalagi RSUD yang baru akan beroperasi. Nanti akan kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Usman mengakui, ketersediaan tenaga kesehatan di Anambas hingga kini masih sangat terbatas, terutama untuk tenaga dokter. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Ia menambahkan, dalam beberapa kali pembukaan seleksi CPNS maupun PPPK, formasi tenaga kesehatan, khususnya dokter, kerap sepi peminat bahkan tidak ada pendaftar.

“Kalau pembukaan lowongan, kita tetap menunggu arahan dari pemerintah pusat,” pungkas Usman. (*)

Artikel Anambas Kekurangan Nakes, Penempatan Perawat ke Jabatan Struktural Dievaluasi pertama kali tampil pada Kepri.