Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 5168

50 Warga Binaan Rutan Karimun Jalani Tes Urine

0
Petugas BNN melakukan tes urin terhadap warga ninaan. foto.dok BNNK untuk batam pos

batampos– Rumah Tahanan Tanjungbalai Karimun menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar razia sel warga binaan, Rabu (5/7) malam. Penggeledahan sel sekaligus tes urine terhadap 50 warga binaan dilakukan secara acak.

Razia yang dipimpin Kepala Rutan Tanjungbalai Karimun Yogisuhara, dan Kepala BNN Karimun Eryan Noviandi itu, menyisir sejumlah sel. Mulai memeriksa tempat tidur hingga kamar mandi.

Kepala Rutan Karimun Yogi Suhara menyebutkan, razia gabungan digelar sebagai bentuk sinergitas dan upaya pencegahan peredaran narkotika di dalam Rutan Karimun. “Dalam penggeledahan sel, petugas menemukan sejumlah barang-barang terlarang. Seperti mancis atau korek api, tali, kaca, dan alat cukur. Selanjutnya barang tersebut kita amankan,” ungkap Yogi.

BACA JUGA:Dicurigai Konsumsi Narkoba, Sejumlah Pengunjung Tempat Hiburan Malam Dites Urine

Sementara petugas BNN melakukan tes urine secara acak terhadap 50 orang warga binaan. Hasilnya, tidak satupun warga binaan yang kedapatan menggunakan narkotika atau napza.

Kepala BNN Karimun Eryan Noviandi memberikan apresiasi terhadap kepala rutan atas kerjasama yang telah terjalin sangat baik selama ini. Dan razia gabungan yang dilaksanakan sebagai wujud dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).

“Dari hasil operasi gabungan ini, bahwa Ruta Karimun dinyatakan bebas dari penyalahgunaan, dan peredaran narkoba. Dan pastinya, kita selalu bersinergi memerangi narkoba,” tegas Eryan Noviandi. (*)

reporter: ichwanul fahmi

Paspor Hilang, Jemaah Asal Embarkasi Aceh Pulang Terpisah dari Rombongannya

0
Jamaah haji menunggu kepulangan dengan bus menuju bandara Jeddah di Hotel 908, Jarwal, Mekah, Arab Saudi, Rabu (5/7/2023). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.)

batampos – Sejumlah persoalan muncul dalam proses pemulangan jemaah haji dari Jeddah menuju tanah air. Seorang jemaah lansia dari kloter BTJ 01 (embarkasi Aceh) terpaksa pulang terpisah dari rombongannya. Pasalnya ketika sudah berada di bandara Jeddah, paspor yang bersangkutan hilang.

Kasus itu diaampaikan Kepala Daker Bandara Haryanto di Jeddah kemarin (6/7). Untuk menangani kasus itu, PPIH Arab Saudi Daker Bandara langsung berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Supaya bisa menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi jemaah tersebut.

“Alhamdulillah (SPLP) sudah terbit hanya saja terlambat, sehingga ketinggalan kloternya,” kata Haryanto. Dia menegaskan jadwal penerbangan jemaah haji tidak bisa ditunda. Termasuk karena ada satu-dua jemaah yang kehilangan paspor. Jemaah lansia yang kehilangan paspor itu, sempat diinapkan di hotel tempat petugas haji. Sambil menunggu ditanazulkan bersama kloter berikutnya.

Haryanto menuturkan jemaah itu kemudian dititipkan ke kloter BTJ 02. “Alhamdulillah sudah terbang,” katanya. Perpindahan kloter itu biasanya disebut juga dengan tanazul. Tanazul dilakukan jemaah karena sejumlah penyebab. Misalnya terkait kesehatan. Jemaah yang masih dirawat, sementara dia jadwalnya pulang, kemungkinan besar ditanazul ke kloter berikutnya hingga dinyatakan layak terbang. Alasan lainnya biasanya urusan dinas, atau hal lain yang menyebabkan jemaah tersebut harus pulang lebih awal atau belakangan.

“Itu pun harus dilihat dari ketersediaan seat (tempat duduk) yang ada. Kalau ada open seat ya bisa dilakukan tanazul,” jelasnya. Haryanto mengatakan ada beberapa syarat tanazul. Diantaranya adalah memiliki kesadaran baik, hemodinamik stabil (Mean Arterial Pressure > 65 mmHg), saturasi oksigen > 92 persen, dan transportable, dan tidak dalam kondisi krisis hipertensi.

Haryanto menuturkan, sejauh ini hanya ada satu jemaah haji yang kehilangan paspor saat hendak dipulangkan. Sehingga harus ditanazulkan ke kloter berikutnya. “Untuk tiga hari ini hanya satu tadi. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi paspor yang hilang, karena proses dengan imigrasi di KJRI memakan waktu,” ucapnya. Dia berpesan jemaah harus menjaga betul dokumennya, khususnya paspor.

Sementara itu dari Jakarta, Kemenag mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan. Khususnya kepada jemaah yang akan melakukan perjalanan pulang ke tanah air. Apalagi setibanya di tanah air, jemaah biasanya menerima tamu sampai beberapa hari berikutnya.

Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin mengatakan, saat menunggu kepulangan, jemaah diimbau tetap mematuhi pesan promosi kesehatan yang disampaikan petugas kesehatan. Diantaranya jangan menunggu haus, hingga tetap memakai Alat Pelindung Diri (APD) setiap menjalankan aktivitas di luar hotel.

“Selain itu, jemaah agar tetap menjaga asupan makanan dan istirahat yang cukup,” katanya di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta kemarin. Fauzin mengingatkan perjalanan udara dari Saudi ke tanah air cukup panjang. Belum lagi dari asrama haji sampai ke rumah, juga ada yang masih membutuhkan waktu panjang. Dia berharap jemaah mengembalikan energi setelah mengikuti rangkaian puncak ibadah haji beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan fase kepulangan jemaah berjalan sejak 4 Juli lalu. Data Kemenag menyebutkan, total jemaah gelombang 1 yang telah tiba di tanah air sebanyak 12.604 orang. “Hari ini (kemarin) 6 Juli 2023 jemaah yang diberangkatkan ke Tanah Air dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah berjumlah 6.820 jemaah atau 18 kelompok terbang (kloter),” katanya. Sementara rencana kedatangan hari ini (7/7) sebanyak 6.138 orang dari 16 kloter. Suhu di Makkah masih cukup panas, bisa mencapai 41 derajat celcius. Total kemaah yang wafat per 5 Juli pukul 24.00 WIB berjumlah 410 orang. (*)

Reporter: JP Group

5 Kloter Haji Debarkasi Batam Telah Kembali ke Tanah Air

0
Haji 2 F Cecep Mulyana e1688618936979
Jemaah haji kloter tiga embarkasi Batam tiba di Asrama Haji Batam, Rabu (5/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sebanyak 374 haji asal Batam yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 Debarkasi Batam mendarat dengan selamat di Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (6/7) sekitar pukul 07.30 WIB. Tercatat, sampai kemarin sudah ada 5 kloter haji Debarkasi Batam yang pulang ke tanah air.

“Ya, pagi ini kloter 5 yang seluruhnya jemaah asal Batam, ” ujar Kepala Seksi Haji Batam, Syahbudi, Kamis (6/7).

Lebih lanjut, Syahbudi menyebutkan jamaah kloter 5 BTH yang kembali ke Batam dengan rincian 177 jamaah laki laki dan 197 jamaah perempuan. Setiba di bandara, jamaah selanjutnya mengikuti upacara pelepasan, pengembalian paspor, pengembalian koper serta air zamzam di Asrama Haji Batam.

Baca Juga: Jemaah Haji Debarkasi Batam Dapat Jatah 10 Liter Air Zamzam

Menurutnya dengan kedatangan kloter 5 ini, maka secara keseluruhan jemaah haji debarkasi Batam yang kembali ke tanah air berjumlah 1.840 orang. Jamaah tersebut berasal dari dari dua yakni Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau.

“1.840 jemaah ini terbagi dalam lima kloter,” ungkap Syahbudi.

Ia menambahkan, proses pemulangan jemaah haji dimulai sejak Selasa, 4 Juli sampai 18 Juli 2023. Seluruh jemaah haji gelombang pertama tersebut akan diterbangkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah menuju Batam. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

 

Terpidana Narkotika Ajukan PK

0
batampos– Terpidana narkotika Dika Tri Pamungkas, mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kepada Pengadilan Negeri Tanjungpinang.
Permohonan ini terkait putusan Mahkamah Agung yang memutuskan merampas barang bukti satu unit mobil Toyota Yaris warna putih, BP 1036 RY.
Kuasa Hukum terpidana, Januarsyah, mengatakan atas putusan banding ini, pemohon PK merasa keberatan.
Sebab putusan tersebut dengan jelas memperlihatkan suatu kekeliruan hakim dalam menerapkan hukum.
“Tidak melaksanakan peradilan sesuai ketentuan undang-undang dan atau tidak obyektif dalam memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara a quo,” sebutnya.
Barang bukti baru, lanjut Januarsyah, berupa mobil Toyota Yaris milik Rudi Hartono dan berdasarkan nama yang tertera pada BPKB.
Bahkan, barang bukti ini belum pernah diungkapkan pada persidangan sebelum pemeriksaan perkara pada tingkat Pengadilan Negeri dan pemeriksaan pada tingkat banding.
“Mobil itu masih digunakan oleh Lola Fauziah berdasarkan perjanjian kredit di PT. Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Kepri,” jelasnya.
Terpisah, Manager BPR Kepri Bintan, M Rahmad Syahroni, mengatakan pihaknya memang sebagai penerima jaminan atas mobil tersebut. Pihaknya tidak mengetahui mobil tersebut jadi barang bukti tindak pidana.
Rahmad yang menjadi saksi pada persidangan menerangkan, Bank BPR Kepri Bintan baru mengetahui setelah debitur menginformasikan mobil tersebut di rampas oleh negara.
Rahmad menambahkan Bank BPR Kepri Bintan tidak mengetahui adanya aturan diberikan waktu 14 hari untuk melakukan keberatan atas putusan Pengadilan Tinggi Riau.
“Kalau kami mengetahui pasti akan keberatan juga, karna Bank juga merasa dirugikan,” terangnya. (*)
reporter: yusnadi

Resmikan Bandara Ewer, Jokowi Berharap Warga Asmat di Papua Selatan Tak Lagi Terisolir

0
residen Jokowi bersama masyarakat Kabupaten Asmat dalam peresmian Bandar Udara Ewer (Foto : Akun Twitter Resmi @jokowi).

batampos – Presiden Jokowi mengunggah fotonya yang tampak sumringah bersama masyarakat Kabupaten Asmat yang turut hadir dalam acara peresmian Bandar Udara Ewer Provinsi Papua Selatan Kamis (6/7) di akun Twitter resmi miliknya. Sang presiden dilaporkan tiba di Asmat pukul 09.35 WIT disambut dengan cuaca cerah dan tarian selamat datang.

Seolah tak ingin membuang waktu, Presiden Jokowi segera meninjau hasil kerajinan UMKM dan dengan berjalan kaki Ia menuju tempat peresmian pengembangan Bandar Udara (Bandara). Usai dilakukannya pengembangan, pesawat tipe ATR72-600 akan mendarat di bandara yang memiliki landasan dengan ukuran 1.650 meter x 30 meter persegi. 

Sementara, luas terminal penumpangnya memiliki ukuran 488 m2 dan dapat memuat kapasitas hingga 14 ribu penumpang per tahun.

Dalam pidato peresmiannya, Presiden Jokowi menyatakan, pengembangan Bandara Ewer ini bertujuan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat Kabupaten Asmat sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

“Ini penting sekali konektivitas keterhubungan antara sebuah wilayah. Baik itu kabupaten, provinsi maupun pulau karena akan mempercepat mobilitas orang dan mobilitas barang,” ucap Presiden Jokowi,” ujar Jokowi.

Jadwal penerbangan Bandara ini tercatat dari Timika sebanyak dua kali seminggu, penerbangan dari Kamur sebanyak empat kali dalam seminggu, sedangkan dari Merauke sebanyak empat kali seminggu. Hal ini disambut baik oleh Presiden dan berharap dengan selesainya pengembangan Bandara ini dapat membuat Kabupaten Asmat semakin berkembang dan maju, terutama di sektor pariwisata.

“Kita harapkan perekonomian di Kabupaten Asmat, di Papua Selatan semakin baik dan semakin meningkat,” kata Presiden.

Diketehui, Presiden Jokowi menempuh perjalanan ke Bandara Ewer yang berlokasi di Distrik Agart dengan penerbangan yang ditemani oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadia, serta Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. (*)

Reporter: JP Group

Pengelola Janji Aliran Air ke Tanjunguncang Lancar September Nanti

0
air tanjunguncnag
Warga Tanjunguncang menampung air yang disalurkan dengan mobil tangki. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Pasokan air bersih masih bermasalah di Kelurahan Tanjunguncang. Air mengalir hanya di malam hari dengan volume yang sangat kecil. Untuk mendapatkan air dengan kapasitas satu drum warga harus bersiaga tiga sampai empat jam.

Solusi jangka pendek yang ditawarkan oleh pengelolah berupa suplai air dengan mobil tanki juga belum memuaskan warga. Sistem rebutan masih terjadi sehingga melelahkan warga.

“Satu perumahan lima samai tujuh tanki per hari tapi itu pun masih berebutan. Setiap hari itu, makanya lelah juga dengan keadaan seperti ini terus,” ujar Sulastri, warga Perumahan Marina View, Tanjunguncang.

Baca Juga: Akhirnya Sekolah Negeri di Seibeduk Tampung Semua Pendaftar

Warga harus kembali berebutan dengan pasokan air mobil tanki karena suplai air dari pipa di malam hari tidak mencukupi kebutuhan harian warga.

Ketua RT 01/ RW 023 Surya Dharma Sitompul menyampaikan hal yang sama. Perihal persoalan air bersih ini sebelumnya juga sudah ada komitmen dengan pihak pengelolah dalam hal ini BP Batam, SPAM Batam dan juga PT Moya. Pengelola sudah menandatangani komitmen bahwa pasokan air melalui pipa akan lancar di bulan September nanti. Jika tidak maka warga akan menuntut secara hukum.

“Karena komitmen ini ditandatangani diatas meteri semua kemarin. Komitmen itu muncul karena warga mau demo ke pengelola. Pengelola minta tak usah demo dan mengeluarkan komitmen itu,” tutur Surya Dharma.

Baca Juga: Tangki Seribu Sudah Kondusif, Ini Pemilik Sah Lahan

Seperti diketahui, krisis air bersih sudah lama terjadi di wilayah Tanjunguncang. Berbanga protes warga sudah dilakukan sebab dampak dari krisis air bersih ini merambat ke semua lini kehidupan masyarakat di sana. Bahkan ada warga yang jatuh sakit dan meninggal dunia karena persoalan air bersih ini.

Warga pun berencana melakukan aksi demo besar-besaran belum lama ini. Namun oleh pihak pengelola dijanjikan akan segera mengatasi persoalan ini di bulan September nanti. Artinya pasokan air melalui pipa akan lancar di bulan September nanti. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Kasih Uang Sogokan Rp 100 Juta ke Bupati Pemalang, Sekretaris DPRD Ditahan KPK

0

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menahan tersangka kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang melibatkan mantan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW). Kali ini, giliran Sekretaris DPRD Kabupaten Pemalang Sodik Ismanto (SI) yang dijebloskan ke hotel prodeo lembaga antirasuah, usai yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk kebutuhan penyidikan, tim penyidik menahan tersangka SI selama 20 hari pertama, mulai tanggal 6 Juli 2023 sampai dengan 25 Juli 2023 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur,” kata Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip dari Antara Kamis (6/7).

Ihwal adanya kasus ini, berawal saat mantan Bupati Pemalang periode 2021-2026 Mukti Agung Wibowo, akan melakukan perubahan komposisi dan rotasi pada beberapa level jabatan di Pemerintahan Kabupaten Pemalang.

Mukti kemudian mempercayakan Komisaris PD Aneka Usaha Adi Jumal Widodo, untuk mengurus pengaturan proyek termasuk mengatur rotasi, mutasi dan promosi para ASN di Pemkab Pemalang.

Kemudian Mukti memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Pemalang membuka seleksi terbuka untuk posisi jabatan eselon IV, eselon III dan eselon II.

Ada beberapa jabatan yang dikondisikan bagi para ASN yang berkeinginan untuk menduduki jabatan eselon IV, eselon III dan eselon II dengan kisaran tarif bervariasi mulai Rp15 juta sampai Rp 100 juta.

Tersangka SI kemudian memberikan Rp 100 juta untuk mengikuti seleksi posisi jabatan eselon II, sebagaimana tawaran dari Adi Jumal Widodo agar dapat dinyatakan lulus.

Penyerahan uang dilakukan secara tunai di kantor Adi Jumal Widodo dan selalu diinformasikan pada Mukti Agung Wibowo.

Beberapa waktu setelah dilakukan penyerahan uang tersebut, SI kemudian dinyatakan lulus seleksi dan menduduki jabatan eselon II.

Uang tersebut kemudian diistilahkan sebagai “uang syukuran” dan selanjutnya digunakan Adi Jumal Widodo membiayai berbagai kebutuhan Mukti Agung Wibowo.

Atas perbuatannya tersangka SI dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Reporter: JP Group

Tanaman Hias Mini Cocok untuk Boratorium

0
Boratorium yang cantik, cocok untuk memperindah ruangan. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

batampos – Tanaman hias mini cocok untuk boratorium. Boratorium bisa dipakai untuk memperindah ruangan. Boratorium sendiri adalah media khusus yang membahas terarium yang sejak 2019 dikembangkan oleh Kebun raya Bogor.

Bayu Irwanda Tanjung dari Kebun Raya Bogor menjelaskan Kebun Raya Bogor memiliki botarium sejak 2019. Dia mengakui, sebenarnya teknik menanam tanaman hias di dalam akuarium atau rumah kaca mini itu sudah dikenal lama. ’’Sebutan resminya terarium,’’ katanya. Botarium adalah alternatif untuk menghidupkan estetika ruangan.

Boratorium menurut Bayu tidak memerlukan tanaman yang spesifik. Hanya saja, biasanya digunakan tanaman hias yang memiliki ukuran kecil karena mudah ditata. Pertimbangan lainnya adalah tanaman hias mini dan memiliki kekhasan.

’’Biasanya, kami pakai begonia, peperomia, atau petunia,’’ jelasnya. Selain itu, ada sejumlah tanaman pakis yang cocok untuk mempercantik lanskap.

Menurut Bayu, membuat botarium atau terarium tidaklah sulit. Bahan pertama yang harus disiapkan tentu adalah akuarium, fish bowl, atau bisa juga merakit sendiri rumah kaca mini sesuai dengan selera. Di Kebun Raya Bogor, ada botarium yang panjangnya sekitar 1 meter.

Baca juga: Hasilkan Varietas Baru Anggrek dengan Teknik Penyilangan, Syaratnya Pilih Indukan yang Bagus

Tahap berikutnya adalah menyiapkan media tanam. Bayu mengungkapkan, media tanam yang digunakan adalah perpaduan dari beberapa material. ’’Lapisan paling pertama adalah pasir malang. Wujudnya butiran-butiran,’’ ujarnya. Lapisan ini sangat penting untuk drainase di dalam akuarium.

Lapisan berikutnya adalah arang. Lalu, yang paling atas adalah lumut yang sudah dikeringkan. Dua bahan ini memiliki fungsi berbeda-beda. Lapisan arang berfungsi menunjang nutrisi. Lumut kering dapat menjaga kelembapan di dalam akuarium. Jadi, kadar air bisa tetap terjaga.

’’Bahan-bahan itu tidak dicampur, tetapi disusun secara berlapis,’’ terangnya. Paling atas adalah media tanam lagi sebagai tempat hidup tanaman hiasnya.

Bayu menyampaikan, botarium memiliki keunikan sendiri. Yakni, tanaman di dalamnya bisa mengolah sumber daya yang ada.

CANTIK: Bayu Irwanda menata tanaman untuk botarium. Dibutuhkan ketelitian untuk membuat tanaman mini ini. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Secara alamiah, tanaman di dalam akuarium akan mengeluarkan karbon atau CO2. Karbon tersebut diolah tanaman menjadi O2 atau oksigen. Dua zat ini sangat diperlukan tanaman untuk melakukan fotosintesis. Pada jam-jam tertentu, kaca dari botarium bagian dalam terlihat berembun. Kondisi itu alami hasil dari pengolahan kedua gas tadi.

Bayu menegaskan, terarium yang menunjukkan ekosistem basah butuh kelembapan yang tinggi, bahkan bisa dilengkapi dengan air mancur di dalamnya. Sebab, tanaman-tanaman yang dipasang juga butuh asupan air cukup banyak.

Kemudian, ada juga botarium yang cenderung kering sehingga tidak butuh asupan air terlalu banyak. Bahkan sekilas lapisan media tanam paling luar tampak kering. Berupa pasir. Botarium yang kering biasanya dipercantik dengan tanaman kantong semar untuk jenis yang kecil. Saat tumbuh, kantongnya menempel ke media tanam.

Pembuatan botarium, jelas Bayu, tidak terlalu lama. Rata-rata, dia bisa menyelesaikannya dalam waktu dua hari. ’’Kemudian, menunggu tanamannya hidup biasanya butuh waktu satu bulan,’’ ungkapnya. Ketika muncul tunas baru, bisa dipastikan tanamannya tumbuh dengan baik.

Baca juga: Seni Merawat Bonsai, Menuntut kejelian Si Pemilik

Perawatannya juga tidak terlalu sulit. Jika sudah rimbun, tinggal dipotong sedikit demi sedikit. Begitu pun jika mulai tampak ada daun atau bunga yang kering, bisa langsung dipotong.

Dia menegaskan, sama dengan akuarium, ekosistem botarium disesuaikan dengan selera masing-masing. Harga satu botarium di Kebun Raya Bogor bervariasi. Yang paling kecil dijual di kisaran Rp 500 ribu. Botarium yang lebih besar dan dilengkapi dengan tanaman kantong semar dibanderol lebih dari Rp 1 juta. (*)

Reporter: JPGroup

Gubkepri Gesa Pemberian Insentif Tahun 2023 untuk Kota Batam

0

batampos– Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, mengungkapkan bahwa pemberian insentif kepada RT/RW, Posyandu Balita, Guru PAUD, dan rumah ibadah merupakan ucapan terima kasih kepada para perangkat yang telah mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat.

“Meskipun tanpa bantuan ini, Bapak/Ibu sebagai perangkat senantiasa mengabdikan diri untuk masyarakat,” jelas Gubernur Ansar saat menyerahkan secara simbolis bantuan insentif di Gedung Serba Guna Balai Perikanan Budidaya Laut, Pulau Setokok, Kota Batam, pada Kamis (6/7).

Gubernur Ansar menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan telah sesuai dengan peraturan perundangan yang mengaturnya, termasuk UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Sebagai Gubernur, tugasnya adalah menjadi kepanjangan tangan Pemerintah Pusat di daerah dan memberikan pembinaan kepada pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya.

“Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari teman-teman di dewan legislatif. Oleh karena itu, kita berterima kasih kepada mereka,” ucap Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar menegaskan bahwa pemberian insentif ini adalah bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Dengan bertemu dan bersilaturahmi, pemimpin dapat mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.

BACA JUGA:PT Timah Tbk Serahkan Bantuan Pembangunan Surau Baitul Ana Desa Prayun

“Dengan demikian, kita dapat mengetahui keluhan apa saja yang ada di tempat Bapak/Ibu semua, dan dengan cepat meresponsnya dengan memberikan solusi penyelesaian,” tutupnya.

Pemberian insentif kali ini dilakukan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Galang dan Kecamatan Bulang. Total terdapat 142 RT dan 53 RW yang menerima insentif, serta 53 Posyandu Balita. Selain itu, terdapat juga bantuan untuk guru PAUD dan rumah ibadah.

Pada Tahun 2023, Pemerintah Provinsi Kepri memberikan insentif kepada 3.395 RT dan 809 RW di Kota Batam, dengan total anggaran sebesar Rp5,04 miliar. Sementara itu, bantuan untuk posyandu di Kota Batam diberikan kepada 554 posyandu, dengan total anggaran Rp2,77 miliar. Setiap posyandu menerima bantuan sebesar Rp5 juta.

Selanjutnya, bantuan juga diberikan kepada 1.418 guru pendidikan anak, termasuk TK, PAUD, dan Raudhatul Athfal di Kota Batam. Rincian penerima bantuan adalah 960 guru TK, 145 guru PAUD, dan 313 guru Raudhatul Athfal. Setiap guru menerima bantuan sebesar Rp1,2 juta. Sedangkan untuk rumah ibadah di Kota Batam, terdapat 354 tempat yang menerima bantuan dengan total anggaran sebesar Rp52.696.420.414. (*)

 

KPPU Soroti Dugaan Terjadinya Monopoli Pembangunan Tower BTS

0
Ilustrasi: Antena BTS telekomunikasi. (Dok.JawaPos.com)

batampos – Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Guntur Syahputra Saragih menyoroti dugaan terjadinya monopoli menara telekomunikasi bersama atau tower base transceiver station (BTS). Menurutnya, dugaan monopoli itu terindikasi dari sulitnya pelaku usaha tower yang lain masuk untuk mendirikan menara BTS.

“Potensi entry barrier bagi pelaku usaha tower yang lain masuk ke pasar,” kata Guntur kepada wartawan, Kamis (6/7).
Guntur mengatakan, dugaan monopoli tower BTS di Kabupaten Badung, Bali itu sudah naik ke penyelidikan. Karena itu, pihaknya akan mendalami dugaaan pelanggaran yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Dia menambahkan, para pihak terkait seperti pemerintah daerah dan pelaku usaha tower akan dipanggil terkait dugaan monopoli ini. Proses penyelidikan ini akan berjalan sampai dianggap apakah bukti memadai atau tidak.
“Pihak-pihak pelaku usaha tower, Pemda terkait atau pihak-pihak lain yang memiliki keterkaitan,” ucap Guntur.
Sebelumnya, Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) menaikkan kasus dugaan monopoli menara telekomunikasi bersama atau tower BTS di kabupaten Badung ke tahap penyelidikan atau penegakan hukum.
Kepala Kantor Wilayah IV KPPU, Dendy Rakhmad Sutrisno mengatakan sudah melakukan pemanggilan kepada semua pihak terkait dan mendengarkan keterangan mereka. Dari hasil kajian tersebut ditemukan dugaan pelanggaran hukum yang harus diselidiki lebih lanjut.
“Setelah mendengar keterangan dari berbagai pihak, baik pelaku usaha yang bersangkutan, asosiasi usaha, dan pemerintah daerah setempat, KPPU menilai perlu untuk meningkatkan menjadi penyelidikan awal perkara inisiatif, yang berfokus pada dugaan pelanggaran pasal 17 dan 24 UU No. 5/1999″, ujar Dendy dari keterangan resminya, Selasa (4/7).
“Proses penyelidikan awal perkara inisiatif yang teregister dengan No. 03-81/DH/KPPU-I/VI/2023 ini akan berlangsung selama 14 hari kerja dan berakhir pada tanggal 13 Juli 2023,” jelas Dendy. (*)
Reporter: JP Group