Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 5169

Gubkepri Sosialisasikan Pencegahan Stunting di SMAN 20 Batam

0

batampos– Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menghadiri sosialisasi Pencegahan Stunting Pada Remaja melalui Program Generasi Emas Anti Stunting (GeMas) di SMAN 20 Mega Legenda, Kota Batam, pada Senin (10/7).

Gerakan GeMas yang ditujukan kepada anak-anak usia sekolah kali ini mendapat sambutan antusias dari para siswa SMAN 20 Batam, yang berkumpul di halaman sekolah. Gubernur Ansar dan rombongan disambut dengan riang oleh para siswa.

Menurut Gubernur Ansar, program pencegahan stunting merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan kualitas emosional yang baik.

BACA JUGA:Angka Penderita Stunting di Karimun Menurun

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai upaya sejak dini, mulai dari memberikan ASI eksklusif selama enam bulan oleh ibu, konsumsi makanan bergizi dan seimbang, hingga menjalani pola hidup bersih dan sehat. Hal ini diungkapkan oleh mantan Bupati Bintan selama dua periode.

Guna mendukung upaya tersebut, Gubernur Ansar menekankan pentingnya perhatian terhadap remaja, termasuk para siswa sekolah. Karena mereka adalah generasi masa depan yang akan menentukan nasib bangsa dan negara.

“Ketika anak-anak kita mengalami stunting, selain terlihat dari perbedaan fisik dengan orang normal, hal tersebut juga berdampak pada tingkat kecerdasan mereka. Pola pikir mereka menjadi lemah dan tidak mampu berfikir cerdas dan bijaksana,” jelasnya.

Jika hal ini terjadi, akan menjadi beban yang berat, baik bagi keluarga maupun negara. Oleh karena itu, kita ingin agar semua anak kita lahir dan tumbuh kembang secara sehat tanpa mengalami stunting.

Selanjutnya, Gubernur Ansar menjelaskan bahwa ketika generasi muda semua hidup sehat tanpa stunting, seiring dengan pertumbuhan mereka menuju dewasa, mereka juga akan mampu melahirkan generasi berikutnya yang sehat.

“Kita juga patut bersyukur, karena angka stunting di Provinsi Kepri pada tahun lalu, yang masih mencapai 17,6 persen, telah turun menjadi 15,4 persen. Dan tahun depan, tepatnya pada tahun 2024, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kita diminta untuk menurunkan angka stunting menjadi sekitar 14 persen,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Manajer Program Satgas Stunting BKKBN Kepri, Aditya Wirapratomo, menjelaskan bahwa BKKBN terus melakukan pendekatan dalam pencegahan stunting, mulai dari masa kehamilan hingga anak memasuki usia 1000 hari.

Sebagai bagian dari kegiatan, Gubernur Ansar juga memberikan hadiah dalam bentuk kuis bagi siswa dan guru yang beruntung. Gubernur juga mengajak para guru untuk ikut bernyanyi dan bersolawat bersama.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan piagam dukungan GeMas dari BKKBN Provinsi Kepri kepada SMAN 20. Selain itu, acara juga melibatkan minum obat tablet penambah darah dan vitamin untuk pencegahan stunting oleh semua siswa SMAN 20 Batam.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua TP-PKK Provinsi Kepri/Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Hj. Dewi Kumalasari, Wakil I DPRD Kepri, Rizki Faisal, SE., MM, Ketua BKKBN Kepri,Rohina, Koordinator Program Manajer Satgas Stunting Provinsi Kepri, Aditya Wirapratomo, Sp.SPSI, Pimpinan Klinik De’ Wira, Dr. Hendra Januriansyah, Kepala Sekolah SMA 20 Batam, Adi Saputra, M.Pd, Kepala Sekolah SLB Negeri Batam, Dian, dan sejumlah Kepala OPD Pemprov Kepri dan Tim Percepatan Pembangunan. (*)

Protes Blocking Area Taksi Online di Bandara Hang Nadim, Driver Grab di Batam Lakukan Off Bid

0
Grab e1688980794160
Aliansi Driver Online Kota Batam berunjuk rasa di depan kantor Grab Batam, di Ruko Botania 2, Belian, Kota Batam

batampos – Masuknya Grab dengan penerapan sistem blocking area di Bandara Hang Nadim Batam kini menuai polemik baru bagi mitranya yang tak terdaftar di bandara. Sistem ini dinilai hanya menguntungkan driver lama yang hanya 30 driver saja.

“Tidak ada keuntungan kepada driver online yang berjuang ketika di Kota Batam ini ada red zone, sekarang kami merasa ditinggalkam Grab,” kata Ketua Solidaritas Online Batam (SOB), Feryandi Tarigan, Senin (10/7).

Selain itu, perbedaan tarif antara Grab bandara dan Grab di luar bandara juga menjadi masalah yang dianggap perlu untuk diselaraskan.

Baca Juga: Aliansi Driver Online Kota Batam Unjuk Rasa di Kantor Grab, Ini Tuntutannya

“Tentu kami minta berbanding lurus. Kalau sekarang Grab bandara antar dari bandara ke Nagoya Rp130 ribu, maunya kami juga sama. Ketika kami antar penumpang atau user ke bandara dari Nagoya Rp130 ribu juga. Sekarang kami juga Rp70 ribu,” kata dia.

Feryandi mengatakan, tidak akan mempermasalahkan terkait blocking area jika juga mendapatkan keuntungan dari hal tersebut.

“Harusnya ada benefit keuntungan juga ke kami yang antar ke bandara, jangan dibedakan,” kata dia.

Ia juga mempertanyakan terkait jumlah kuota yang diberikan bandara kepada pengemudi Grab. Diketahui pihak bandara hanya memberikan kuota 30 driver saja ke Grab, sementara sisanya 60 dari taksi konvensional.

“Kurang tepat atau bijak kalau saya bilang, jika bisa semua menikmati,” kata dia.

Baca Juga: 34 Jemaah Haji Debarkasi Batam Wafat di Tanah Suci, 2 Meninggal Setiba di Batam

Ia meminta kepada Grab Indonesia, sebelum pihaknya menerima apa yang mereka tuntut, blocking area untuk sementara dihentikan dulu.

Adapun buntut dari masalah ini, pengemudi Grab Kota Batam melakukan Off bid secara massal, baik roda empat maupun roda dua.

“Hari ini sampai Rabu, kami off bid massal,” kata dia.

Sementara itu, Director of Government Affairs & Strategic Collaborations, Grab Indonesia, Uun Ainurrofiq, mengatakan, menyuarakan pendapat merupakan hak setiap warga, termasuk bagi mitranya.

“Grab Indonesia menghargai setiap kebebasan mitra untuk menyampaikan pendapat dan aspirasinya, selama dilakukan secara tertib, damai dan tetap menghormati hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata dia.

Baca Juga: Polisi Kembali Gerebek Gelper di Kampung Aceh

Pihaknya juga menyediakan wadah bagi mitra untuk mengemukakan pendapat dan masukan melalui berbagai saluran komunikasi yang ada, termasuk diskusi langsung dengan komunitas Mitra Pengemudi.

Uun menambahkan, kehadiran layanan GrabCar Airport di Bandara Hang Nadim Batam diharapkan dapat semakin memudahkan mobilitas wisatawan pengguna jasa menuju berbagai tujuan di kota Batam.

“Didampingkannya Grab dengan pengemudi taksi konvensional di bandara Hang Nadim oleh PT BIB, diharapkan untuk turut berkontribusi dalam upaya peningkatan layanan transportasi di lingkungan Bandara Internasional Hang Nadim,” kata dia. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

3 Juta Lebih Paket Makanan Disiapkan Untuk Jemaah Haji Gelombang II Selama di Madinah

0
Suasana Jamaah haji melintasi jembatan Jamarat untuk melempar jumrah, Kamis. (29/6/2023). (Antara)

batampos – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah mulai menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua. Sejumlah layanan telah disiapkan, salah satunya adalah paket makanan.

Ada 111.120 jemaah haji yang tiba di Arab Saudi pada pemberangkatan gelombang II. Mereka secara bertahap akan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah mulai 10 Juli 2023. Jemaah akan tinggal kurang lebih selama 8 hari di Madinah sebelum kembali ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz pada 19 Juli sampai 4 Agustus 2023.

Kepala Seksi Konsumsi PPIH Daker Madinah, Suvianto mengatakan, petugas akan menyiapkan 3.044.601 paket makanan untuk jamaah haji gelombang kedua. Makanan ini akan dibagikan kepada jemaah 3 kali sehari.

“Selama di Madinah, jemaah haji Indonesia akan mendapat layanan makan sebanyak 3 kali sehari,” ujar Suvianto.

Untuk memastikan kesiapan, tiga tim pemantau akan mengecek 21 dapur katering jemaah. PPIH juga sudah bertemu 21 manager dan chef dapur di kantor daker, untuk mendengar kesiapan mereka selama 24 hari masa pelayanan di Madinah.

“Tiga tim mulai bergerak pagi hingga sore, fokusnya cek stok, rantai pasok makanan jelang kedatangan jamaah dari Makkah. Insya Allah, jemaah dari Makkah mulai tiba di Madinah pada 10 Juli 2023,” tandasnya. (*)

Reporter: JP Group

Operasi Patuh Seligi 2023 Dimulai, Pengendara Bawah Umur Jadi Sasaran

0
Polisi Raziaa
Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho, mengecek kendaraan personel Satlantas yang akan melaksanakan operasi keselamatan seligi. Foto: Humas Polresta Barelang

batampos – Kapolresta Barelang Kombes Nugroho Tri Nugroho memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Seligi 2023 di Mapolresta Barelang, Senin (10/7) pagi. Apel ini ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan peserta yakni POM TNI AD, Polri, dan Dishub.

Nugroho mengatakan operasi ini digelar untuk menjawab permasalahan di bidang lalu lintas yang telah berkembang dengan cepat dan dinamis, sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas.

“Target operasi ini yakni masyarakat yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas dan lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, dengan sasaran prioritas melaksanakan penegakan hukum dengan ETLE atau statis dan mobile,” katanya.

Baca Juga: Polisi Kembali Gerebek Gelper di Kampung Aceh

Operasi ini melibatkan 72 personel Satlantas Polresta Barelang. Sasarannya juga pemberian teguran pada 7 prioritas pelanggaran. Seperti pengemudi atau pengendara ranmor yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi atau pengendara yang masih di bawah umur, pengemudi atau pengendara yang berboncengan lebih dari 1 orang.

Kemudian pengemudi atau pengendara yang tidak menggunakan helm SNI dan pengemudi pengendara ranmor yang tidak menggunakan safety belt, pengemudi atau pengendara yang dalam pengaruh atau mengonsumsi alkohol, pengemudi atau pengendara yang melawan arus dan pengemudi atau pengendara yang melebihi batas kecepatan.

“Pahami target dan sasaran operasi ini serta laksanakan secara maksimal dan sungguh-sungguh sehingga dalam pelaksaannya berjalan secara optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan,” kata Nugroho kepada personelnya.

Baca Juga: Aliansi Driver Online Kota Batam Unjuk Rasa di Kantor Grab, Ini Tuntutannya

Nugroho juga berpesan kepada personelnya untuk mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan, kedepankan tindakan preemtif dan preventif. Kemudian mengupayakan pendekatan yang simpatik dan humanis serta lakukan edukasi kepada masyarakat, hindari tindakan pungli dan lakukan tugas ops patuh ini dengan baik dengan tidak melakukan tindakan yang kontra produktif.

“Lakukanlah penegakan hukum dengan memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya ketaatan dan kepatuhan pada saat berlalu lintas di jalan, Jalin komunikasi dan sinergisitas dengan TNI dan instansi terkait lainnya,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Ribuan Pangkalan Gas di Batam Diverifikasi

0
WhatsApp Image 2023 04 25 at 17.31.13 e1683130553943
Pasokan gas 3 kilogram masuk di salah satu pangkalan di Kecamatan Batam Kota.

batampos – Ribuan pangkalan gas LPG di Batam diverifikasi kembali untuk memastikan data administrasi usaha tersebut benar. Tujuannya, tak lain agar penyaluran gas LPG, terutama gas bersubsidi 3 kilogram atau gas melon tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau mengatakan pertemuan dengan seluruh agen dan pangkalan di Batam terakhir kali digelar 7 tahun lalu. Pada Senin (10/7), pihaknya bersama Pertamina dan Hiswana Migas Kepri, kembali mengumpulkan para agen dan pangkalan, dalam kegiatan sosialisasi dan verifikasi administrasi data pangkalan.

“Sudah 7 tahun tak ada pertemuan seperti ini. Kami gelar kembali, untuk verifikasi administrasi, sekaligus silaturahmi bersama para agen dan pangkalan se-Kota Batam,” ujar Gustian, disela kegiatan sosialisasi di Hotel Harmoni One, Batam Center, Kota Batam.

Baca Juga: Polisi Kembali Gerebek Gelper di Kampung Aceh

Menurut Gustian, di Batam terdapat 17 agen LPG dan 2.344 unit pangkalan yang tersebar di seluruh Batam. Dalam pertemuan itu, para agen diminta untuk menghadirkan setiap pangkalan yang mereka handle, untuk diverifikasi kembali.

“Jadi didata lagi, kemungkinan ada dari daftar pangkalan yang sudah tutup dan tidak buka lagi. Jadi diverifikasi, biar memastikan data sebenarnya. Dalam rangka percepatan pelayanan LPG ini, kami bagi wilayah 12 kecamatan,” jelas Gustian.

Di tempat yang sama, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan para agen dan pangkalan memiliki peran penting dalam menyalurkan gas elpiji tepat sasaran. Apalagi, untuk bisa membeli gas LPG harus memiliki data, yang nanti diserahkan ke pangkalan, dari pangkalan menindaklajuti ke agen.

Baca Juga: Ini 10 Penyakit Terbanyak yang Diderita Warga Batam

“Para agen dan pangkalan punya peran penting sebagai penyambung peraturan pemerintah pusat. Terimakasih banyak bapak ibu sudah membantu Pemko Batam mulai dari peralihan dari minyak tanah ke gas elpiji,” ujar Rudi.

Ia berharap, para agen dan pangkalan bisa mengikuti peraturan terkait penyaluran LPG yang sudah ada. Ia berterimakasih juga, para agen dan pangkalan tetap berperan aktif menyalurkan gas, meski beberapa waktu lalu dalam kondisi Covid-19.

“Covid-19 melanda Kota Batam sudah cukup lama, tapi bersyukur Batam bisa mampu menyelesaikan Covid-19 terbaik se-Indonesia. Pertumbuhan ekonomi tertinggi se Kepri dan se sumatera. Batam sudah diangka 6,84 persen,” katanya. (*)

 

 

Reporter: YASHINTA

Belanda Kembalikan 472 Artefak Indonesia, Ada Keris sampai Perhiasan Emas

0
Seremoni penyerahan artefak di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, Senin (10/7). (DITJEN KEBUDAYAAN KEMENDIKBUDRISTEK)

batampos – Koleksi Museum Nasional, Jakarta, segera bertambah. Pemerintah Belanda mengembalikan 472 artefak kepada Indonesia. Repatriasi ratusan benda bersejarah itu diterima secara simbolis oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid di Belanda kemarin (10/7).

“Hari ini (kemarin, Red) serah terimanya dijadwalkan. Pak Dirjen di sana. Kita tunggu berita dari beliau,” ujar Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek Fitra Arda saat dihubungi kemarin. Direktorat Kebudayaan telah membentuk tim repatriasi. Tim akan mendata benda bersejarah apa saja yang ada di sana. Juga, merancang proses pemulangan artefak ke tanah air.

Menurut Fitra, pemulangan benda cagar budaya itu tak bisa asal. Ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Termasuk keamanan yang mencakup pengepakan hingga asuransi. Kendati begitu, pemulangan dijanjikan segera. “Tentu kita akan bawa secepatnya,” katanya.

Soal lokasi penyimpanan, lanjut Fitra, untuk sementara dibawa ke Museum Nasional. Nanti, perawatannya di bawah koordinasi UPT Museum dan Cagar Budaya.

Hilmar Farid menerima penyerahan koleksi benda-benda bersejarah dari pihak Belanda yang diwakili oleh Gunay Uslu, Menteri Muda Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda. Seremoni penyerahan berlangsung di Museum Volkenkunde, Leiden.

Dalam acara yang sama, dilakukan penandatanganan dokumen pengaturan teknis (technical arrangement) dan pengakuan pengalihan hak dari Kerajaan Belanda ke Republik Indonesia.

Hilmar mengungkapkan, pemerintah Indonesia menyambut baik penyerahan koleksi benda-benda bersejarah itu. Dia berjanji akan merawat koleksi-koleksi tersebut dengan hati-hati. ”Indonesia, dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, akan melakukan konservasi dan pemanfaatan terbaik untuk benda-benda budaya ini,” ujarnya.

Menurut dia, repatriasi dapat dilakukan berkat kerja sama dan kerja keras kedua komite repatriasi serta dukungan kedua pemerintah. Yakni, Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek yang telah menginisiasi pembentukan Tim Repatriasi Indonesia dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda.

Hilmar menyebutkan, Ketua Tim Repatriasi Koleksi Asal Indonesia di Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja dan Komite Repatriasi Benda Kolonial Belanda yang dipimpin oleh Lian Gongalvez-Ho Kang You sejak dua tahun lalu terus menjalin komunikasi. Mereka sepakat mendorong ikhtiar pengembalian benda-benda bersejarah dari Belanda ke Indonesia.

”Repatriasi ini bukan sekadar memindahkan barang dari Belanda ke Indonesia, melainkan pula mengungkap pengetahuan sejarah dan asal-usul benda-benda seni bersejarah yang selama ini belum diketahui masyarakat,” jelasnya.

Setelah melalui serangkaian penelitian yang komprehensif dari para ahli, empat koleksi artefak, yakni 132 koleksi benda seni Bali Pita Maha, patung Singasari, pusaka Kerajaan Lombok, dan keris Puputan Klungkung, akan dikembalikan ke Indonesia.

Sebanyak 132 koleksi benda seni Bali itu berupa lukisan, ukiran kayu, serta benda-benda perak dan tekstil karya para maestro seniman yang tergabung di dalam kelompok seni Pita Maha. Paguyuban seniman Bali yang didirikan pada 29 Januari 1936 oleh Tjokorda Gde Agung Sukawati, I Gusti Nyoman Lempad, Walter Spies, dan Rudolf Bonet.

Kemudian, empat patung Singasari yang tersimpan di Museum Volkenkunde, Leiden, yang merupakan primadona dari abad ke-13 Masehi.

Keempat patung tersebut berasal dari Candi Singasari yang didirikan untuk menghormati kematian Raja Kertanegara, dinasti terakhir dari Kerajaan Singasari. Empat arca yang akan kembali ke Indonesia adalah Durga, Mahakala, Nandishvara, dan Ganesha. (*) 

Reporter: JP Group

Rencana Daya Tampung Tambahan SMA/SMA akan Merata ke Semua Sekolah

0
IMG 20230710 115539 scaled e1689044346747
Siswa baru SMKN 1 Batam mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (10/7).

batampos – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri masih terus memformulasikan rencana daya tampung (RDT) tambahan bagi siswa yang belum lolos dalam PPDB tingkat SMA dan SMK sebelumnya.

Proses ini berjalan agak lambat karena ada sejumlah poin pertimbangan agar tetap mempertahankan kuota daya tampung yang ideal di masing-masing sekolah. Dinas berencana akan melakukan pemerataan ke semua sekolah sehingga perlu kajian data yang lebih serius lagi.

“Masih disusun Dinas. Laporan penerimaan (kuota tambahan) dari sekolah masih dipertimbangkan biar merata nantinya. Tidak menumpuk pada satu sekolah saja,” ujar Kepala SMKN 1 Batam Deden Suryana saat dikonfirmasi terkait kuota tambahan, Senin (10/7).

Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri cabang Batam Kasdianto juga menyampaikan hal yang sama. Pembagian kuota tambahan agar merata di semua sekolah yang ada masih diformulasikan. Untuk itu dia meminta orangtua atau calon siswa sedikit bersabar lagi dan persoalan ini akan segera diselesaikan.

“Pasti diselesaikan cuman masih disusun yang lebih pasti. Anak-anak harus tetap sekolah,” ujarnya.

Upaya penyelesaian persoalan PPDB ini diapresiasi oleh pihak sekolah. Pihak sekolah berharap agar orangtua ataupun calon siswa yang masih mengantre ini untuk tidak memilih dan memilah sekolah yang ada. Jika memang dialihkan ke sekolah yang telah ditentukan oleh Disdik sebaiknya diterima.

“Jangan dipaksakan harus sekolah ini, kalau memang di sekolah lain masih ada kuota yang mencukupi ya sudah diterima biar anak-anak tetap sekolah,” ujar Deden Suryana.

Harapan Deden juga diamini Kepala SMKN 5 Batam Hendra Debeni. Itu karena di Batuaji dan Sagulung untuk SMK, dua sekolah ini yang paling banyak antrean siswa yang tidak lolos dalam PPDB sebelumnya. Mereka berharap agar orangtua bisa legowo dengan anjuran sekolah yang dikeluarkan Diknas nanti. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Atap dan Plapon Kantor BPBD Bintan di Bintan Buyu Rusak

0
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah menunjuk plapon yang rusak di ruang untuk salat pegawai di kantor BPBD Kabupaten Bintan, Senin (10/7/2023). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Atap dan plapon kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan rusak akibat angin kencang. Peristiwa terjadi sekira Maret lalu.

Pantauan di lapangan, plapon ruang apel kantor BPBD terlihat rusak.

Terlihat air menetes dari atap sehingga mengenangi lantai keramik lantai 2 ini.

Tidak hanya di ruang apel, atap dan plapon ruang untuk salat pegawai pun mengalami kerusakan.

“Ya benar, ada kerusakan di bagian atap dan plapon. Kejadiannya sekira Maret lalu,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah saat ditemui di kantornya di Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan pada Senin (10/7/2023).

Perihal kerusakan ini, kata dia, sudah dilaporkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Bintan karena secara kepemilikan kantor BPBD Bintan milik Dinsos Kabupaten Bintan.

“Kerusakan ini menjadi tanggung jawab Dinsos dan sudah kita sampaikan ke Dinsos,” kata dia.

Bahkan, kata dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan telah meninjau ke lokasi atap dan plapon yang rusak.

“Sudah ditinjau. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diperbaiki,” kata dia.

Ke depan, dia berharap, BPBD Kabupaten Bintan memiliki kantor sendiri yang dibangun di lokasi yang dapat mengkover semua wilayah di Kabupaten Bintan.

Saat ini kantor BPBD Bintan di Bintan Buyu, sementara kata dia, gudang logistik masih sewa di Km 22 Gesek.

“Jadi kalau ada bencana, respon time sedikit lama karena jarak kantor dan gudang lebih kurang 30 kilometer. Ini menjadi pertimbangan ke depan agar kantor dan gudang dibangun jadi 1 gedung,” harap dia.

BACA JUGA:Plafon Kantor DPRD Kepri di Tanjungpinang, Runtuh

Kadis Sosial Bintan, Samsul menyampaikan, awalnya dianggarkan untuk pengecatan kantor sekira Rp 197 juta. Kemudian, terdapat musibah dimana atap dan plapon mengalami kerusakan.

“Kena angin. Kemudian, akibat rembesan air plapon rusak,” kata dia.

Dia mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Bintan dan akan segera diperbaiki.

“Diperbaiki atap dulu dari baja ringan, sedangkan perbaikan plapon menyusul,” kata dia. (*)

reporter: slamet

38 Pemuda dari 19 Negara Ikut Forum Aksi Perubahan Iklim

0

batampos – Sebanyak 38 pemuda dari 19 negara yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Asia Timur-Amerika Latin (FEALAC) terlibat dalam upaya mencari solusi bersama guna mengatasi isu perubahan iklim melalui FEALAC Youth Summit 2023. Kegiatan ini digelar di Bandung mulai 9-13 Juli mendatang.

Para peserta FEALAC Youth Summit 2023. F Kemlu RI via Antara

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Indonesia Umar Hadi menyambut kehadiran para pemuda tersebut. Mereka antusias mengikuti program lima hari yang mencakup kunjungan ke berbagai proyek lingkungan hidup di Bandung, menurut siaran pers dari Kemlu RI, Senin kemarin.

BACA JUGA:
Kebijakan dan Langkah Uni Eropa Melihat Masalah Terkait Perubahan Ekstrim Terhadap Iklim Dunia

“Dengan melihat langsung inisiatif yang dimiliki Jawa Barat, peserta akan mendapatkan alat dan amunisi untuk merumuskan dan menerapkan solusi iklim yang tepat guna di negara mereka masing-masing,” kata Dubes Umar dalam pembukaan acara itu di Bandung, awal minggu in.

Umar mengapresiasi program tersebut karena memberikan pengalaman, melihat langsung pengelolaan mitigasi perubahan iklim kepada para delegasi.

Ia juga menyambut baik inisiatif dari Pemprov Jawa Barat untuk kembali menjadi tuan rumah gerakan pemuda FEALAC, seperti yang dulu pernah dilakukan pada 2015.

Menurutnya, inisiatif tersebut dapat memunculkan gagasan perubahan untuk mengatasi dampak negatif perubahan iklim.

“Semua sudah tahu dampak perubahan iklim dirasakan oleh kita semua dan yang diperlukan sekarang adalah aksi nyata untuk memitigasi dan beradaptasi dengan perubahan iklim,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Ridwan Kamil menekankan, implementasi aksi iklim sangat penting dan membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.

Perubahan iklim, kata dia, sudah dirasakan semua negara. Ridwan Kamil mengajak delegasi untuk menjadi penggerak aksi iklim karena dampak lingkungan yang terjadi di negara masing-masing juga akan berpengaruh dan dialami negara lainnya.

“Perubahan iklim telah menjadi tantangan bagi semua negara. Kegagalan untuk beradaptasi dan memitigasi perubahan iklim akan menghambat kemajuan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Peserta dari Venezuela, Freidys Teresa Carrasquel, mengaku tertarik mengikuti program itu karena dapat memperluas jejaringnya untuk memperkuat gerakan pemeliharaan ekosistem alam yang ia rintis di negaranya.

Peserta lain, Wang Yinzhao dari Tiongkok, juga mengatakan melalui program tersebut ia dapat mengenal sesama aktivis yang menaruh perhatian pada mitigasi perubahan iklim untuk dapat meminimalkan dampak negatif fenomena alam terhadap manusia.

FEALAC Youth Summit 2023 akan mengusung tiga sub tema penting bagi negara-negara Asia dan Amerika Latin, yakni restorasi lahan kritis, masyarakat tangguh bencana dan ekonomi sirkular.

Selama di Bandung, para peserta akan diajak melihat penanganan kebencanaan di Sungai Citarum yang meliputi Oxbow Bojongsoang dan Kolam Retensi Cieueuntung.

Mereka juga akan diajak ke Bank Sampah Bersinar, inisiatif penanganan sampah berbasis komunitas yang saat ini telah memiliki ratusan unit kerja sama di berbagai daerah di Indonesia, dan mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda di Dago.

FEALAC merupakan organisasi antarkawasan Asia Timur dan Amerika Latin yang bertujuan mendorong kerja sama luas antara kedua negara.

Sejak didirikan pada 1999, keanggotaannya terus berkembang dari 25 negara menjadi 36 negara, yang terdiri dari 16 negara Asia Timur dan 20 negara Amerika Latin.

Indonesia saat ini menjadi Co-Chair Culture, Youth, Gender, and Sports (CYGS) bersama Ekuador, dan terus berkomitmen memajukan kerja sama di bidang-bidang tersebut dalam kerangka FEALAC. (*)

Source: Ant

4 Kali Juara Nasional, Atlet JKI Kepri Ingin Ada Perhatian dari Pemerintah Daerah

0
Andika Dwi Putra Sinaga

batampos– Atlet Judoka Kungfu Indonesia (JKI) Kepri kembali menorehkan prestasi dalam kejuaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VII di Bandung, Jawa Barat. Adalah Andika Dwi Putra Sinaga siswa baru SMAN 5 Batam di Sagulung.

Andika yang ternyata sudah kali keempat mendapatkan mendali emas, mengharumkan nama Kepulauan Riau (Kepri) di tingkat nasional ini bersaing cukup sengit dalam kejuaraan tersebut. Dia berhasil lolos dan kembali mempertahankan gelar peraih medali emas di kompetisi yang sama.

Meski kaya prestasi, namun belum cukup untuk menarik perhatian dan empati pemerintah dalam memberikan apresiasi kepada para atlit. Namun demikian Andika mengaku bangga dapat mempertahankan mendali emas tersebut. Dia pun bertekad akan terus berlatih untuk mengasah kemampuan nya itu dan bisa memperbanyak lagi prestasinya ke depan.

“Saya empat kali juara nasional, tapi belum sekalipun bertemu Gubernur. Saya berharap ada apresiasi kepada para atlit yang mengharumkan nama baik Kepri,” kata Andika siswa yang baru diterima di SMA Negeri 5 Batam.

BACA JUGA:Jaring Bakat Muda Olahraga Boxing, Private Training AK-46 Hadir di Tanjungpinang 

Tak hanya Andika mendapatkan medali emas namun JKI juga mendapatkan mendali perunggu yang di peroleh oleh Naiya Duina di Fornas yang digelar sejak Minggu-Kamis (2-6/7).

Meski hanya membawa empat atlit ke Fornas VII, para pengurus JKI Kepri patut berbangga dapat membawa pulang dua mendali. Saat tiba di Bandara Hang Hadim Batam, Sabtu (8/7), para atlit disambut langsung oleh Ketua Dewan Guru Utama JKI Kepri, Wasden Turnip SH, Ketua Pengda Sarjono Siregar, Ketua Pengurus Kota (Pemkot) Oktavianus Nanggolan dan HJ. Erlita Sari Amsyakar Ketua Aliansi Perempuan Peduli Indonesia Kepri.

Robinson Sinaga bersama Bernados Rajagukguk manajer yang mendampingi empat atlit di Fornas mengaku bangga dapat menyumbang dua mendali meskipun hanya empat atlit yang dibawa ke Bandung. Dia berharap atlit JKI terus berprestasi di ajang nasional maupun internasional.

“Cukup puas dengan hasil yang kita dapat di Fornas VII. Kami berharap Fornas yang akan datang dapat membawa lebih banyak lagi atlit berbakat,” tutupnya. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara