batampos – Hottest bertemu boyband Korea 2PM dalam formasi utuh dalam waktu dekat. Boyband besutan JYP Entertainment itu dipastikan menghelat konser pada September mendatang.
JYP Entertainment merilis poster konser bertajuk It’s 2PM: 2PM 15th Anniversary Concert pada Senin (24/7). Dalam poster tersebut terlihat bahwa konser untuk merayakan ulang tahun ke-15 2PM itu bakal diadakan di Jamsil Indoor Stadium, Seoul, selama dua hari, yakni pada 9–10 September.
2PM kali terakhir berkumpul sebagai grup utuh pada 2021. Mereka merilis album studio ketujuhnya, Must, pada Juni 2021. Setelah itu, mereka menyapa Hottest secara daring dalam acara fan meeting.
Hal itu membuktikan 2PM masih kompak meski dua anggotanya, Chansung dan Taecyeon, tidak lagi bergabung dengan JYP Entertainment. Chansung sangat bersemangat dengan konser anniversary tersebut. Dia mengungkapkan, konser juga diselenggarakan di luar Korea pada Oktober. Kini dia berfokus menghafal kembali koreografi yang sempat dilupakannya.
’’Junho tidak melupakan koreografinya. Tapi, untuk beberapa alasan, otak Wooyoung dan aku benar-benar kosong. Pada awalnya, ini terasa seperti koreografi yang belum pernah aku lihat sebelumnya dan kemudian kembali sedikit demi sedikit begitu aku mulai mengikuti musik, tetapi sangat lambat,’’ katanya sebagaimana yang dilansir dari Allkpop.
Chansung menyatakan, dirinya dan kelima member 2PM lainnya sangat menikmati waktu promosi mereka sebagai grup. ’’Meluangkan waktu untuk berkumpul, merencanakan, mempersiapkan, dan melihat hasil dari upaya itu. Momen-momen itu adalah kenangan yang berarti bagi kami dan para penggemar. Belum lagi cara kami membalas dukungan para penggemar kami,’’ tandasnya. (*)
Anggota Ditresnarkoba Polda Kepri mendatangi salah satu rumah terlapor pemilik sabu di Payamanggis
batampos– Anggota dari Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri Senin (24/7) pukul 21.00 WIB melakukan penangkapan terhadap 6 warga Karimun di dua lokasi berbeda. Yakni, di Telaga Harapan, Kecamatan Karimun dan Payamanggis, Kecamatan Meral.
6 orang yang diamankan tersebut terdiri dari 3 orang pria dan 3 orang wanita. Diduga keenam orang tersebut terlibat kepemilikan narkotika jenis sabu. Penangkapan yang dilakukan jajaran anggota dari Ditresnarkoba Polda Kepri terjadi di Telaga Harapan.
Dua orang pertama yang diamankan di Telaga Harapan berinisial Hm, 31 dan Fm, 26. Dari tangan Hm, polisi menyita sekitar 100 gram kristal bening diduga sabu. Kemudian, polisi melakukan pengembangan di rumah kontrakan Hm yang ada RT 003 Payamanggis.
Ketua RT 003 Payamanggis, Iskandar yang dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan adanya penangkapan terkait narkoba di wilayahnya.
”Saya ikut menyaksikan proses penggeledahan di salah satu rumah yang ada di RT tempat saya,” ujarnya.
Dikatakannya, ada ditemukan (barang bukti, red) sabu dari dalam rumah tersebut. Setelah itu, polisi langsung menimbang sabu tersebut dan saya lihat beratnya 700 gram. Kemudian, penghuni yang ada di dalam rumah tersebut yabg jumlahnya ada 5 orang (termasuk Hm) dibawa oleh polisi.
Informasi yang dihimpun Batam Pos di lapangan, selain Hm dan Fm yang diamankan, juga diikut diamankan St, 42 seorang perempuan yang menyimpan kristal putih di dalam tas dengan berat 700 gram. Kemudian, Sn, 45 dan dua orang perempuan lainnya masing-masing berinisial Se, 48 dan Ri, 25 ikut diamankan karena mengetahui adanya narkotika jenis sabu tersebut.
Total barang bukti sabu yang disita dari para terlapor atau terduga sebanyak 800 gram. Keenam orang tersebut pada Selasa (25/7) langsung dibawa atau diberangkatkan ke Polda Kepri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (*)
batampos – Festival musik Synchronize Fest kembali diselenggarakan untuk kali ke-7. Tahun ini Synchronize Fest masih konsisten menampilkan musisi-musisi lokal legendaris maupun baru. Mengusung tema Bhinneka Tunggal Musik, Synchronize Fest 2023 menghadirkan 167 penampil.
Beberapa di antaranya akan berkolaborasi lintas generasi dan genre yang menarik. Salah satunya Bimbo bersama Yanti Bersaudara yang masuk 12 special show. Mereka akan menjadi penampil tertua sepanjang Synchronize Fest digelar.
Director of Festival David Karto menuturkan alasan pihaknya menggaet dua musisi legendaris tersebut. ’’Ini superspesial karena mereka juga performer yang kiprahnya paling lama. Selain legendaris, mereka masih aktif. Tahun ini Bimbo sudah 52 tahun,” ucapnya saat konferensi pers di M Bloc Space, Selasa (25/7).
Menurut dia, Bimbo memang layak mendapat tempat di Synchronize Fest. Sebab, lagu-lagu mereka masih diapresiasi para penikmat musik sampai saat ini. Pihaknya juga ingin menunjukkan bahwa grup band yang terdiri atas Sam, Acil, dan Jaka itu bukanlah sebuah band religi. ’’Menariknya, karena dalam beberapa dekade terakhir Bimbo terkenal dengan materi Islamnya. Padahal, Bimbo memulai sebagai band pop, Latin, folk, dan pop Sunda,” papar David.
Dalam kesempatan yang sama, Raden Muhamad Syamsudin Dajat Hardjakusumah alias Sam Bimbo mengaku sangat antusias bisa tampil di Synchronize Fest. Apalagi bareng Yanti Bersaudara. Sebab, menurut dia, kesempatan itu menjadi salah satu bukti bahwa Bimbo masih dihargai sekaligus diminati publik. ’’Ini sangat mengejutkan buat kami. Bimbo berdiri sejak 1967 dan banyak yang bilang kami musisi religi. Sebetulnya musik religi kami hanya 200, sedangkan yang popnya 600,’’ jelas Sam.
Selain itu, ada aksi ciamik dari Soneta x Dipha Barus. Aldila Jelita selaku director of communication menuturkan bahwa itu bukanlah kali pertama mereka tampil bareng. Sebelumnya, Soneta dan Dipha pernah beraksi di Synchronize Fest 2020 yang digelar secara daring. ’’Memang dari dulu penginnya menghadirkan sesuatu yang baru, lintas generasi dan genre. Cuma waktu itu mereka nyanyi satu lagu. Nah, sekarang akan lebih banyak,’’ jelas Dila.
Perbedaan lainnya, di event tahun ini, penampilan mereka akan dipimpin Rhoma Irama. Synchronize Fest 2023 akan digelar selama tiga hari pada 1–3 September di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Festival tersebut juga dimeriahkan musisi ternama lainnya seperti Melly Goeslaw Songbook (feat BBB, Anda Perdana, dan Eric Erlangga), Selangkah Keseberang: Dekade Fariz RM ’79-’89, Konser Petualangan Sherina (Jakarta Movin, Isyana Sarasvati, Yura Yunita, dan Reza Chandika), Republik Cinta Manajemen (TRIAD, Mulan Jameela, dan Mahadewi), Noah, BCL, D’Masiv, Project Pop, serta JKT48 bersama ex member Gen 1. (*)
batampos – Mabes Polri menyebut SMK Al Zaytun atau Yayasan Pendidikan Islam (YPI) tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu diketahui berdasarkan pemeriksaan saksi dari pihak kementerian.
“Didapatkan informasi bahwa tidak ditemukan daftar program studi SMK dengan atas nama Yayasan Pendidikan Islam (YPI) ataupun Al Zaytun,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (25/7).
Meski begitu, Kemenag bersama stakeholder terkait akan melakukan penelusuran di lapangan. Langkah ini guna memastikan keberadaan SMK Al Zaytun.
“Akan melakukan penelusuran terkait adanya kemungkinan SMK dengan atas nama YPI ataupun Al Zaytun,” jelas Ramadhan.
Diketahui, Bareskrim Polri memutuskan menaikan status perkara dugaan penistaan agama di Pondok Pesantren Al Zaytun ke tahap penyidikan dari penyelidikan. Keputusan ini diambil usai adanya pemeriksaan kepada Panji Gumilang selaku pimpinan pondok pesantren tersebut.
“Selesai pemeriksaan penyidik telah melaksanakan gelar perkara. Adapun kesimpulan gelar perkara bahwa perkara ini dari penyelidikan dinaikan menjadi penyidikan,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.
Penyidik selanjutnya akan melaksanakan upaya-upaya penyidikan. Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, dan saksi ahli. Kemudian pemeriksaan terhadap terlapor Panji Gumilang juga telah dilakukan.
“Ini sudah cukup untuk kami meyakini bahwa ada perbuatan pidana. Selanjutnya kami akan melengkapi alat bukti,” jelas Djuhandhani.
Selain tindak pidana penistaan agama, Panji Gumilang juga tengah didalami mengenai kemungkinan adanya TPPU. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah melakukan pemblokiran rekening milik Panji Gumilang maupun Al Zaytun yang diduga dipakai untuk TPPU. (*)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai diperiksa Kejaksaan Agung Jakarta, Senin (24/7/2023) malam. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
batampos – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan permohonan maaf, atas insiden perlakuan tak mengenakan kepada para wartawan yang melakukan peliputan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (24/7) malam. Sebab, diduga pihak dari Airlangga mengeluarkan ancaman perintah tembak kepada para wartawan.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto secara tegas menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi terkait ketidaknyamanan yang terjadi usai pemeriksaan tersebut. Ia mengkaim, sudah mengklarifikasi kepada pihak protokoler Menko Perekonomian.
“Kami berterima kasih atas kesediaan teman-teman wartawan menunggu sekitar 12 jam pemeriksaan dan kami juga mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi usai pemeriksaan,” kata Haryo Limanseto dalam keterangannya, Selasa (25/7).
Haryo mengklaim, pihak Kemenko Perekonomian sudah melakukan klarifikasi dan memastikan bahwa tidak ada protokoler Kemenko Perekonomian yang mengucapkan kata-kata tembak.
Ia menegaskan, Protokoler Kemenko Perekonomian telah memiliki SOP tersendiri dalam melaksanakan pendampingan kepada pimpinan dan dalam menjalankan tugasnya.
“Protokol Kemenko Perekonomian tidak dibekali dengan senjata,” ucap Haryo.
Usai Airlangga menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung awak media mencoba meminta keterangan lebih lanjut, terkait materi pemeriksaan. Namun, upaya itu mendapat penghalangan dan ancaman dari pihak Airlangga Hartarto.
Sementara itu, Airlangga mengaku diberikan 46 pertanyaan oleh tim jaksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung). Puluhan pertanyaan itu terkait kapasitas Airlangga sebagai Menko Perekonomian, yang bersinggungan dengan kebijakan izin ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya.
Airlangga yang menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 13 jam, sejak pukul 08.25 WIB hingga pukul 21.08 itu tak banyak memberikan pernyataan. Namun, Airlangga enggan merinci puluhan pertanyaan yang diajukan Jaksa Penyidik terhadapnya.
“Saya hari ini hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tadi disampaikan dan saya telah menjawab 46 pertanyaan” ujar Airlangga usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (24/7).
Ketua Umum Partai Golkar itu menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Kejagung, terkait penanganan kasus tersebut. Ia memastikan, telah menjawab pertanyaan penyidik dengan sebaik-baiknya.
“Mudah-mudahan jawaban sudah dijawab dengan sebaik-baiknya hal-hal lain tentunya nanti penyidik yang akan menyampaikan atau menjelaskan,” pungkas Airlangga.
Kebijakan izin ekspor CPO itu, diduga telah mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 6,47 triliun. Di mana, kasus korupsi yang terjadi pada periode 2021-2022 itu masih di bawah pengawasan Airlangga Hartarto.
Perkara ini juga turut menyeret lima orang pelaku yang proses sidangnya sudah inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Mereka di antaranya mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Indra Sari Wisnu Wardhana; mantan Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei; Komisaris PT. Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair PT VAL, Stanley MA; dan General Manager (GM) Bagian General Affair PT MM, Pierre Togar Sitanggang. (*)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pejabat Basarnas. Dalam operasi senyap ini, KPK juga turut menangkap pihak swasta.
“Benar, hari ini ( 25/7) tim KPK lakukan kegiatan tangkap tangan terhadap penyenggara negara dan pihak swasta serta beberapa pihak lainnya yang diduga sedang melalukan tindak pidana korupsi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Selasa (25/7).
Ali menyampaikan, pihak-pihak yang diamankan tengah dalam pemeriksaan. Namun, KPK masih enggan menjalaskan secara rinci identitas pihak-pihak yang diamankan itu.
“Tim masih melakukan permintaan keterangan terhadap para pihak di Gedung Merah Putih KPK,” ucap Ali.
Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyatakan, pihaknya akan mengumumkan kepada publik terkait status hukum dari pihak-pihak yang diamankan itu.
“Kami masih memiliki waktu sesuai ketentuan untuk menentukan sikap berikutnya terhadap hasil kegiatan tangkap tangan dimaksud. Perkembangan akan disampaikan besok,” pungkas Ali. (*)
Bryan Domani, Prilly Latuconsina dan Refal Hady saat jumpa pers film Ketika
batampos – Mengangkat cerita tentang kehilangan, film Ketika Berhenti di Sini mampu memberikan pandangan baru bagi para pemainnya. Prilly Latuconsina, Refal Hadi, hingga Bryan Domani mengakui bahwa film yang disutradarai Umay Shahab itu memberikan banyak pelajaran yang bisa diambil ke dalam kehidupan mereka.
Dalam konferensi pers di XXI Plaza Indonesia Senin (24/7), mereka menyampaikan perspektif masing-masing. Prilly mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya merupakan pribadi yang pintar menyembunyikan kesedihan. Sekalipun di depan orang tua. Sebab, dia selalu ingin dikenal sebagai orang yang ceria.
”Pokoknya, Prilly tuh ramah banget, di depan teman dan orang tua selalu haha huhi. Nggak boleh ada yang tahu kalau aku sedih atau stres,” beber Prilly. Namun, keterlibatannya sebagai produser sekaligus pemain mengubah kondisi itu.
Prilly jadi paham bahwa sikapnya tersebut membuat orang-orang di sekitarnya tidak bisa menjalankan peran masing-masing dengan baik. ”Karena aku nggak pernah nunjukin kesedihan itu. Makanya, orang-orang terdekatku nggak bisa jadi support system yang baik,” jelas mantan kekasih Maxime Bouttier tersebut.
Kini Prilly menyatakan bahwa dirinya menjadi lebih terbuka dengan perasaannya. Dan selalu berusaha untuk mengutarakan segala emosi, terutama kesedihan, ke kerabat terdekat. Sebab, segala emosi yang dirasakannya itu merupakan hal yang wajar dialami manusia.
”Jadi, sekarang aku suka ngirim foto nangis pas lagi kerja ke orang tua atau asisten aku kalau lagi kenapa-kenapa. Aku bilang jangan tanya-tanya dulu kalau aku lagi sedih,” paparnya.
Kondisi serupa dialami lawan mainnya, Refal. Awalnya Refal memandang bahwa manusia tidak selayaknya hidup dengan menampilkan kelemahan. Hal itu juga disebabkan kebiasaannya dari kecil yang kerap menimbun kesedihan. Sekarang dia menyadari, perasaan apa pun pantas untuk divalidasi sekaligus dirasakan.
”Ternyata nggak baik pura-pura senang, menghindari atau menyembunyikan itu (kesedihan, Red). Jadi, film ini bikin gue belajar banyak untuk nggak apa-apa kelihatan lemah. Kita juga manusia biasa,” terang Refal.
Berbeda dari keduanya, Bryan mendapat sudut pandang baru berkat proyek terbarunya ini. Dia mengaku jadi lebih bisa memahami perasaan orang lain sekaligus cara menyikapinya. Sebab, Bryan sejak kecil telah dibiasakan untuk selalu mengungkapkan apa pun emosi yang dirasakan. Dia dibebaskan untuk berekspresi oleh kedua orang tuanya.
Namun, sebelum main di film ini, Bryan kerap bersikap egois terhadap rekan yang merasakan kesedihan. Bryan selalu memaksa siapa pun yang curhat kepadanya untuk meluapkan emosi tersebut. ”Tapi, aku jadi belajar kalau di beberapa situasi nggak semua orang bisa kayak aku. Lagi sedih dinangisin, kesal ya marah aja,” ucapnya.
Bryan tersadarkan bahwa tidak semua orang beruntung seperti dirinya. Dia sudah paham beberapa manusia memiliki tembok atau batasan terhadap diri masing-masing. Serta memiliki waktu dan cara berbeda untuk meluapkan emosinya itu. ”Aku salah dan aku sadar soalnya sedihnya orang itu berbeda-beda. Jadi, (kalau ada yang curhat, Red), aku bilang ya udah, take your time dan aku di sini buat kamu,” papar dia.
Film Ketika Berhenti di Sini menceritakan jalinan cinta Dita (Prilly Latuconsina) dan Ed (Bryan Domani). Setelah bertahun-tahun hidup bahagia, hubungan keduanya dihantam badai. Ed mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Pertengkaran yang terjadi sesaat sebelum peristiwa tersebut membuat Dita terperangkap ke dalam penyesalan. Film itu rencananya mulai tayang di bioskop besok (27/7). (*)
Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang memenuhi panggilan penyidik Dittipidum Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama. (Dery Ridwansah)
batampos – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan kepada delapan saksi terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang. Dari jumlah tersebut, dua orang saksi adalah anak dari Panji.
“Akan dilakukan klarifikasi perkara dugaan TPPU saudara PG dengan jadwal panggilan jadwal klarifikasi perkara,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (25/7).
Kedua anak Panji yakni IP selaku Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI), dan APU selaku sekretaris pengurus YPI. Saksi lainnya yakni IS, jabatan Bendahara YPI; AH, jabatan Pembina Anggota 1 YPI.
Lalu MJA, jabatan Ketua Pengawas YPI; MM, jabatan Pembina Anggota 2 YPI; MAS, jabatan Pembina Anggota 3 YPI; dan AS, jabatan pengurus YPI. “Apabila kedelapan orang tersebut tidak hadir maka akan diberikan undangan klarifikasi yang kedua,” imbuh Ramadhan.
Diketahui, Bareskrim Polri memutuskan menaikan status perkara dugaan penistaan agama di Pondok Pesantren Al Zaytun ke tahap penyidikan dari penyelidikan. Keputusan ini diambil usai adanya pemeriksaan kepada Panji Gumilang selaku pimpinan pondok pesantren tersebut.
“Selesai pemeriksaan penyidik telah melaksanakan gelar perkara. Adapun kesimpulan gelar perkara bahwa perkara ini dari penyelidikan dinaikan menjadi penyidikan,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.
Penyidik selanjutnya akan melaksanakan upaya-upaya penyidikan. Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, dan saksi ahli. Kemudian pemeriksaan terhadap terlapor Panji Gumilang juga telah dilakukan.
“Ini sudah cukup untuk kami meyakini bahwa ada perbuatan pidana. Selanjutnya kami akan melengkapi alat bukti,” jelas Djuhandhani.
Selain tindak pidana penistaan agama, Panji Gumilang juga tengah didalami mengenai kemungkinan adanya TPPU. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah melakukan pemblokiran rekening milik Panji Gumilang maupun Al Zaytun yang diduga dipakai untuk TPPU. (*)
Petugas Inafis Polresta Barelang mendatangi TKP Masjid Agung Batam setelah seorang pekerja kecelakaan, Rabu (5/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Yakub, pekerja yang terjatuh dalam proyek revitalisasi Masjid Agung Batam di Batam Center hingga kini masih menjalani perawatan. Korban dirawat di Rumah Sakit Awal Bros.
“Untuk korban masih dalam pengobatan dan masih ditnggung biaya pengobatan sampai sembuh,” ujar Kapolsek Batam Kota, AKP Betty Novia.
Diketahui, korban terjatuh dari ketinggian 5 meter. Dalam kejadian tersebut, korban mengalami cidera dibagian kepala dan di leher. Lehernya memakai gips dan kepalanya diperban.
“Sampai sekarang gaji yang bersangkutan masih berjalan normal sampai korban sembuh oleh pihak perusahaan,” katanya.
Betty mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan atas jatuhnya pekerja ini. Penyelidikan memeriksa seorang saksi dan akan memeriksa pihak kontraktor.
Anggota Polsek Kundur menunjuk pintu belakang kantor pos yang dirusak pelaku.
batampos– Kantor Pos Tanjungbatu, Kundur yang beralamat di Jl. Tanjung Sari Poyo RT.02, RW 04 Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur, dibobol maling.
Kasus pembobolan ini, diketahui pertama kali oleh pegawai saat masuk kantor, Senin (24/7) sekira pukul 07.30 WIB.
Saat itu, kondisi kantor sudah acak-acakan. Pintu belakang kantor pun terlihat rusak.
Akibat kasus ini, uang tunai sebesar Rp350.000 yang berada di kantor pos, lenyap dibawa pelaku.
“Pembobolan terjadi Minggu malam hari, dan baru diketahui paginya sekitar pukul 07.30 WIB oleh karyawan saat masuk kantor,” ucap Kapolsek Kundur AKP Buala Harefa, Selasa (25/07/2023).
Ia melanjutkan, kondisi pintu belakang kantor pos yang sudah agak rusak dimanfaatkan oleh pelaku untuk masuk ke kantor pos tersebut.
“Maling masuk melalui pintu belakang, terlihat ada bekas pintu yang dijebol. Karena kondisi pintunya rusak jadi mempermudah maling untuk masuk,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, uang tunai sebesar Rp350.000 yang berada di kantor pos, lenyap dibawa lari oleh maling.
“Saat ini Polsek Kundur tengah melalukan penyelidikan, dan akan secepatnya mengungkap pelaku pencurian tersebut,” tutupnya. (*)