Siswa baru SMKN 1 Batam mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (10/7).
batampos – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri masih terus memformulasikan rencana daya tampung (RDT) tambahan bagi siswa yang belum lolos dalam PPDB tingkat SMA dan SMK sebelumnya.
Proses ini berjalan agak lambat karena ada sejumlah poin pertimbangan agar tetap mempertahankan kuota daya tampung yang ideal di masing-masing sekolah. Dinas berencana akan melakukan pemerataan ke semua sekolah sehingga perlu kajian data yang lebih serius lagi.
“Masih disusun Dinas. Laporan penerimaan (kuota tambahan) dari sekolah masih dipertimbangkan biar merata nantinya. Tidak menumpuk pada satu sekolah saja,” ujar Kepala SMKN 1 Batam Deden Suryana saat dikonfirmasi terkait kuota tambahan, Senin (10/7).
Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri cabang Batam Kasdianto juga menyampaikan hal yang sama. Pembagian kuota tambahan agar merata di semua sekolah yang ada masih diformulasikan. Untuk itu dia meminta orangtua atau calon siswa sedikit bersabar lagi dan persoalan ini akan segera diselesaikan.
“Pasti diselesaikan cuman masih disusun yang lebih pasti. Anak-anak harus tetap sekolah,” ujarnya.
Upaya penyelesaian persoalan PPDB ini diapresiasi oleh pihak sekolah. Pihak sekolah berharap agar orangtua ataupun calon siswa yang masih mengantre ini untuk tidak memilih dan memilah sekolah yang ada. Jika memang dialihkan ke sekolah yang telah ditentukan oleh Disdik sebaiknya diterima.
“Jangan dipaksakan harus sekolah ini, kalau memang di sekolah lain masih ada kuota yang mencukupi ya sudah diterima biar anak-anak tetap sekolah,” ujar Deden Suryana.
Harapan Deden juga diamini Kepala SMKN 5 Batam Hendra Debeni. Itu karena di Batuaji dan Sagulung untuk SMK, dua sekolah ini yang paling banyak antrean siswa yang tidak lolos dalam PPDB sebelumnya. Mereka berharap agar orangtua bisa legowo dengan anjuran sekolah yang dikeluarkan Diknas nanti. (*)
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah menunjuk plapon yang rusak di ruang untuk salat pegawai di kantor BPBD Kabupaten Bintan, Senin (10/7/2023). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Atap dan plapon kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan rusak akibat angin kencang. Peristiwa terjadi sekira Maret lalu.
Pantauan di lapangan, plapon ruang apel kantor BPBD terlihat rusak.
Terlihat air menetes dari atap sehingga mengenangi lantai keramik lantai 2 ini.
Tidak hanya di ruang apel, atap dan plapon ruang untuk salat pegawai pun mengalami kerusakan.
“Ya benar, ada kerusakan di bagian atap dan plapon. Kejadiannya sekira Maret lalu,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah saat ditemui di kantornya di Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan pada Senin (10/7/2023).
Perihal kerusakan ini, kata dia, sudah dilaporkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Bintan karena secara kepemilikan kantor BPBD Bintan milik Dinsos Kabupaten Bintan.
“Kerusakan ini menjadi tanggung jawab Dinsos dan sudah kita sampaikan ke Dinsos,” kata dia.
Bahkan, kata dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan telah meninjau ke lokasi atap dan plapon yang rusak.
“Sudah ditinjau. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diperbaiki,” kata dia.
Ke depan, dia berharap, BPBD Kabupaten Bintan memiliki kantor sendiri yang dibangun di lokasi yang dapat mengkover semua wilayah di Kabupaten Bintan.
Saat ini kantor BPBD Bintan di Bintan Buyu, sementara kata dia, gudang logistik masih sewa di Km 22 Gesek.
“Jadi kalau ada bencana, respon time sedikit lama karena jarak kantor dan gudang lebih kurang 30 kilometer. Ini menjadi pertimbangan ke depan agar kantor dan gudang dibangun jadi 1 gedung,” harap dia.
Kadis Sosial Bintan, Samsul menyampaikan, awalnya dianggarkan untuk pengecatan kantor sekira Rp 197 juta. Kemudian, terdapat musibah dimana atap dan plapon mengalami kerusakan.
“Kena angin. Kemudian, akibat rembesan air plapon rusak,” kata dia.
Dia mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Bintan dan akan segera diperbaiki.
“Diperbaiki atap dulu dari baja ringan, sedangkan perbaikan plapon menyusul,” kata dia. (*)
batampos – Sebanyak 38 pemuda dari 19 negara yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Asia Timur-Amerika Latin (FEALAC) terlibat dalam upaya mencari solusi bersama guna mengatasi isu perubahan iklim melalui FEALAC Youth Summit 2023. Kegiatan ini digelar di Bandung mulai 9-13 Juli mendatang.
Para peserta FEALAC Youth Summit 2023. F Kemlu RI via Antara
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Indonesia Umar Hadi menyambut kehadiran para pemuda tersebut. Mereka antusias mengikuti program lima hari yang mencakup kunjungan ke berbagai proyek lingkungan hidup di Bandung, menurut siaran pers dari Kemlu RI, Senin kemarin.
“Dengan melihat langsung inisiatif yang dimiliki Jawa Barat, peserta akan mendapatkan alat dan amunisi untuk merumuskan dan menerapkan solusi iklim yang tepat guna di negara mereka masing-masing,” kata Dubes Umar dalam pembukaan acara itu di Bandung, awal minggu in.
Umar mengapresiasi program tersebut karena memberikan pengalaman, melihat langsung pengelolaan mitigasi perubahan iklim kepada para delegasi.
Ia juga menyambut baik inisiatif dari Pemprov Jawa Barat untuk kembali menjadi tuan rumah gerakan pemuda FEALAC, seperti yang dulu pernah dilakukan pada 2015.
Menurutnya, inisiatif tersebut dapat memunculkan gagasan perubahan untuk mengatasi dampak negatif perubahan iklim.
“Semua sudah tahu dampak perubahan iklim dirasakan oleh kita semua dan yang diperlukan sekarang adalah aksi nyata untuk memitigasi dan beradaptasi dengan perubahan iklim,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Ridwan Kamil menekankan, implementasi aksi iklim sangat penting dan membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.
Perubahan iklim, kata dia, sudah dirasakan semua negara. Ridwan Kamil mengajak delegasi untuk menjadi penggerak aksi iklim karena dampak lingkungan yang terjadi di negara masing-masing juga akan berpengaruh dan dialami negara lainnya.
“Perubahan iklim telah menjadi tantangan bagi semua negara. Kegagalan untuk beradaptasi dan memitigasi perubahan iklim akan menghambat kemajuan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Peserta dari Venezuela, Freidys Teresa Carrasquel, mengaku tertarik mengikuti program itu karena dapat memperluas jejaringnya untuk memperkuat gerakan pemeliharaan ekosistem alam yang ia rintis di negaranya.
Peserta lain, Wang Yinzhao dari Tiongkok, juga mengatakan melalui program tersebut ia dapat mengenal sesama aktivis yang menaruh perhatian pada mitigasi perubahan iklim untuk dapat meminimalkan dampak negatif fenomena alam terhadap manusia.
FEALAC Youth Summit 2023 akan mengusung tiga sub tema penting bagi negara-negara Asia dan Amerika Latin, yakni restorasi lahan kritis, masyarakat tangguh bencana dan ekonomi sirkular.
Selama di Bandung, para peserta akan diajak melihat penanganan kebencanaan di Sungai Citarum yang meliputi Oxbow Bojongsoang dan Kolam Retensi Cieueuntung.
Mereka juga akan diajak ke Bank Sampah Bersinar, inisiatif penanganan sampah berbasis komunitas yang saat ini telah memiliki ratusan unit kerja sama di berbagai daerah di Indonesia, dan mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda di Dago.
FEALAC merupakan organisasi antarkawasan Asia Timur dan Amerika Latin yang bertujuan mendorong kerja sama luas antara kedua negara.
Sejak didirikan pada 1999, keanggotaannya terus berkembang dari 25 negara menjadi 36 negara, yang terdiri dari 16 negara Asia Timur dan 20 negara Amerika Latin.
Indonesia saat ini menjadi Co-Chair Culture, Youth, Gender, and Sports (CYGS) bersama Ekuador, dan terus berkomitmen memajukan kerja sama di bidang-bidang tersebut dalam kerangka FEALAC. (*)
batampos– Atlet Judoka Kungfu Indonesia (JKI) Kepri kembali menorehkan prestasi dalam kejuaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VII di Bandung, Jawa Barat. Adalah Andika Dwi Putra Sinaga siswa baru SMAN 5 Batam di Sagulung.
Andika yang ternyata sudah kali keempat mendapatkan mendali emas, mengharumkan nama Kepulauan Riau (Kepri) di tingkat nasional ini bersaing cukup sengit dalam kejuaraan tersebut. Dia berhasil lolos dan kembali mempertahankan gelar peraih medali emas di kompetisi yang sama.
Meski kaya prestasi, namun belum cukup untuk menarik perhatian dan empati pemerintah dalam memberikan apresiasi kepada para atlit. Namun demikian Andika mengaku bangga dapat mempertahankan mendali emas tersebut. Dia pun bertekad akan terus berlatih untuk mengasah kemampuan nya itu dan bisa memperbanyak lagi prestasinya ke depan.
“Saya empat kali juara nasional, tapi belum sekalipun bertemu Gubernur. Saya berharap ada apresiasi kepada para atlit yang mengharumkan nama baik Kepri,” kata Andika siswa yang baru diterima di SMA Negeri 5 Batam.
Tak hanya Andika mendapatkan medali emas namun JKI juga mendapatkan mendali perunggu yang di peroleh oleh Naiya Duina di Fornas yang digelar sejak Minggu-Kamis (2-6/7).
Meski hanya membawa empat atlit ke Fornas VII, para pengurus JKI Kepri patut berbangga dapat membawa pulang dua mendali. Saat tiba di Bandara Hang Hadim Batam, Sabtu (8/7), para atlit disambut langsung oleh Ketua Dewan Guru Utama JKI Kepri, Wasden Turnip SH, Ketua Pengda Sarjono Siregar, Ketua Pengurus Kota (Pemkot) Oktavianus Nanggolan dan HJ. Erlita Sari Amsyakar Ketua Aliansi Perempuan Peduli Indonesia Kepri.
Robinson Sinaga bersama Bernados Rajagukguk manajer yang mendampingi empat atlit di Fornas mengaku bangga dapat menyumbang dua mendali meskipun hanya empat atlit yang dibawa ke Bandung. Dia berharap atlit JKI terus berprestasi di ajang nasional maupun internasional.
“Cukup puas dengan hasil yang kita dapat di Fornas VII. Kami berharap Fornas yang akan datang dapat membawa lebih banyak lagi atlit berbakat,” tutupnya. (*)
batampos – Polsek Nongsa mengungkap kekerasan seksual (pencabulan) terhadap anak dibawah umur, kali ini pelaku merupakan ayah angkat dari korban yang beralamat di Kampung Teluk Bakau, Nongsa.
F. Polsek Nongsa Pelaku Kejahatan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur
Korban diketahui masih berusia 10 tahun, pelaku H,45, dibekuk oleh tim Opsnal Polsek Nongsa saat berada kawasan Perumahan Marcelia, Batamkota.
“Pelaku telah kami amankan pada Sabtu, malam (8/7) lalu oleh tim Opsnasl Reskrim Polsek Nongsa setelah dilakukan pengejaran, dimana pelaku ialah ayah angkat dari korban,” ujar Kapolsek Nongsa, Kompol Fian Agung, Selasa (11/7).
Fian menjelaskan, peristiwa ini terungkap ketika korban menyampaikan ke pihak RW setempat sebagai pelapor bahwa korban telah dilecehkan dan serta dari pengakuan korban, pelaku dengan teganya melakukan hubungan badan terhadapnya dan diketahui pula pelaku ini menyetubui korban di dalam kamar pelaku.
“Saat menceritakan perbuatan bejat ayah angkatnya, korban diancam tidak boleh menceritakan ke siapapun dengan nada yang tinggi,” terang Kapolsek.
Atas tindak tercela oleh ayah angkatnya , korban mengalami trauma dan merasakan rasa sakit dibagian alat vital. Setelah menerima laporan dan dari hasil visum et repertum dari pihak korban tim Opsnal melakukan penyelidikan dan penyidikan dan diketahui keberadaan pelaku di kawasan perumahan Marcelia.
“Usai mendeteksi keberadaan pelaku, tim opsnal langsung membekuk pelaku yang tidak berkutik. Pada saat pemeriksaan( introgasi) diakuinya ia telah melakukan perbuatan tersebut kepada anak angkatnya selama tiga bulan terakhir,” ujarnya.
Pelaku kini telah ditahan di Polsek Nongsa bersama barang bukti yakni satu helai baju kaos lengan pendek, 1 helai celana panjang
Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan pasal Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan pasal 81 ayat (1) (2)(3) Jo pasal 76D dan atau Pasal 82 Ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76E UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU RI No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.
“Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 milyar,” tutupnya.
Wakapolres Karimun, Kompol Petra CK Tumengkol menyematkan pita tanda dimulainya Operasi Patuh Seligi 2023
batampos- Polres Karimun, Senin (10/7) resmi melaksanakan Operasi Patuh Seligi 2023. Hal ini ditandai dengan dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Wakapolres Karimun, Kompol Petra CK Tumengkol. Namun, sebelum pelaksanaan operasi dimulai, Polres Karimun terlebih dulu melakukan pemeriksaan kendaraan yang dibawa oleh personil polisi.
”Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan kendaraan yang dikemudikan oleh masyarakat dalam Operasi Patuh Seligi 2023, maka terlebih dulu melakukan pemeriksaan kelengkapan personil polisi yang akan masuk ke Mapolres. Kegiatan ini diikuti juga oleh Provos Polres Karimun. Hasilnya, seluruh kendaraan yang digunakan anggota Polri lengkap,” ujar Wakapolres Karimun, Kompol Petra CK Tumengkol.
Untuk kegiatan apel gelar pasukan Operasi Patuh Seligi 2023, kata Wakapolres, serentak hari ini dilaksanakan di seluruh jajaran Polda dan tingkat Polres dan Polresta. Operasi akan berlangsung selama 14 hari dan akan berakhir pada Ahad (23/7). Jumlah personil yang dilibatkan dalam operasi sebanyak 48 orang.
”Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun agar tetap mematuhi peraturan dalam berlalu lintas agar terhindar dari kecelakaan lalulintas. Lengkapi kendaraan sesuai dengan standar dan juga termasuk surat kendaraan bermotor,” papar Wakapolres Karimun.
Dalam pelaksanaan apel gelar pasukan, juga dihadiri jajaran PM TNI AL dan PM TNI AD Karimun. Pelaksanaan apel di lapangan Mapolres Karimun berjalan lancar, meski dalam keadaan hujan gerimis. (*)
Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang memenuhi panggilan penyidik Dittipidum Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama. (Dery Ridwansah)
batampos – Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas didugat Rp 1 triliun oleh Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga turut menjadi pihak tergugat.
Merespons itu, Wakil Ketua MPR Yandri Susanto meyakini, Anwar Abbas memiliki argumentasi yang kuat saat berbicara soal Panji Gumilang. Karena itu, ia meminta MUI untuk tidak takut dengan gugatan tersebut.
“Ya enggak apa-apa dilayani saja (gugatannya). Saya kira Abbas mempunyai alasan argumentasi yang kuat ya kenapa berbicara tentang Panji Gumilang. Enggak apa-apa,” kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/7).
Politikus PAN itu juga menilai, langkah gugatan itu sebagai upaya Panji lolos dari jeratan hukum. Yandri pun mendorong Kepolisian segera menangkap Panji Gumilang.
“Saya kira itu trik Panji gemilang untuk lolos dari gugatan dan jeratan hukum saja itu. Jadi enggak perlu takut menurut saya, hadapi saja (gugatannya). Sekarang yang paling penting itu ya Panji Gumilangnya harus ditangkap dulu,” tegas Wakil Ketum PAN tersebut.
Tak hanya mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan tuntutan ganti rugi material sebesar Rp 1 triliun, pihak Panji Gumilang juga akan melaporkan Anwar Abbas ke pihak Kepolisian. (*)
Salah satu mesin gelper yang diamankan tim gabungan saat pengerebekan di Kampung Aceh beberaopa waktu lalu. Foto: Humas Polresta Barelang
batampos – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang menggrebek arena gelanggang permainan (gelper) di Simpang Dam atau Kampung Aceh, Mukakuning. Di lokasi, polisi menangkap 10 orang dan mengamankan 6 mesin ketangkasan.
Diketahui, arena gelper di lokasi ini digerebek dan bangunannya dibongkar Tim Gabungan pada Maret lalu. Namun, berselang beberapa bulan arena berbau judi ini kembali beroperasi.
Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Thetio Nardiyanto mengatakan penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan informasi masyarakat.
“Dari laporan itu kita mendatangi lokasi dan mendapatkan arenanya beroperasi,” ujar Thetio di Mapolresta Barelang, Senin (10/7) siang.
Sepuluh orang yang diamankan terdiri dari 2 wasit dan 8 pemain. Kemudian 6 mesin ketangkasan berupa mesin tembak kuda, 2 mesin tembak burung merak, 2 mesin tembak kumbang, dan mesin slot.
“Barang bukti kita amankan uang jutaan rupiah dan kunci mesin,” katanya.
Thetio menjelaskan dari pemeriksaan, arena gelper tersebut merupakan milik seorang pria berinsial JK. “Pemiliknya masih DPO,” tegasnya.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Budi Hartono mengatakan pihaknya akan rutin melakukan pengawasan ke arena gelanggang permainan (gelper) di Kota Batam.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya praktik perjudian arena gelper yang kini disebut arena permainan di Batam. “Pemantauan dan monitoring di lapangan (arena gelper) itu secara rutin,” ujar Budi.
Budi mengaku akan menindak tegas arena permainan yang ditemukan unsur perjudian. Seperti adanya transaksi uang, wasit dan pemain.
“Kalau ada unsur judinya pasti ditindak,” tutupnya. (*)
batampos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mengalokasikan anggaran senilai Rp 5 miliar lebih untuk pembangunan kantor baru Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan di komplek perkantoran Bupati Bintan, Bintan Buyu.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Disnaker Bintan berkantor di Batu 3, Tanjungpinang.
Kantor lama tersebut akan diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang.
Saat ini, Disnaker Bintan menempati kantor lama Disdukcapil Bintan di belakang kantor Dinas PUPR Bintan.
Kadis PUPR Kabupaten Bintan, Wan Affandi mengatakan, setelah pembangunan kantor baru Dinas Kependudukan (Disdukcapil) Bintan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan tahun lalu, Pemkab akan membangun kantor baru Disnaker Bintan di Bintan Buyu pada tahun ini.
“Tahun ini akan dibangun kantor baru Disnaker di Bintan Buyu. Satu lantai saja,” kata dia ditemui di kantor DPRD Kabupaten Bintan, Bintan Buyu, Senin (10/7/2023).
Dia mengatakan, rencana pembangunan kantor baru Disnaker Bintan masih dalam proses lelang di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).
“Insha Allah tidak lama lagi dikontrakkan pekerjaannya. Kalau sekarang masih proses lelang di LPSE,” kata dia.
Dia mengatakan, pembangunan kantor baru Disnaker dekat dengan kantor baru Disdukcapil Bintan dan DLH Bintan di Bintan Buyu.
“Kemungkinan, dekat kantor DLH,” kata dia.
Pembangunan kantor baru Disnaker Bintan, kata dia, ditargetkan selesai tahun ini.
“Infrastruktur utama selesai tahun ini, namun untuk pendukung dan lainnya menyesuaikan anggaran karena APBD terbatas,” kata dia.
Dia berharap, pembangunan kantor baru Disnaker di komplek perkantoran Bupati Bintan di Bintan Buyu dapat meningkatkan pelayanan ketenagakerjaan bagi masyarakat. (*)
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat ada 10 jenis penyakit terbanyak yang diidap warga Batam sepanjang semester 1 tahun 2023. Dari 10 penyakit tersebut Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi yang paling banyak diderita warga Batam sepanjang tahun 2023 lalu.
Berdasarkan data Dinkes Kota Batam sebanyak 16.706 warga Batam menderita ISPA sepanjang Januari sampai dengan Juni 2023. Angka ini melampaui penyakit lainnya seperti diabetes, hipertensi, radang tenggorokan serta gangguang pencernaan.
“Masih sama dengan tahun sebelumnya. Paling banyak infeksi saluran nafas atas akut, dengan 16.706 penderita,” ujar Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi, Senin (10/7).
ISPA merupakan infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan, terutama pernapasan bagian atas. Bagian saluran pernapasan atas yang terkena meliputi hidung, sinus, faring, dan laring. Contoh infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu biasa, epiglottitis, radang tenggorokan, faringitis dan sinusitis (infeksi sinus).
“Penyebab ISPA yang menyebabkan pilek, bronkitis, dan pneumonia. Rhinovirus yang dapat menyebabkan pilek,” sebut Didi.
Selain ISPA, penyakit tertinggi kedua di Kota Batam adalah, hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi disebut juga sebagai pembunuh senyap, sebab sering tak bergejala. Penderita hipertensi sering tidak menyadari dirinya mengidap penyakit ini.
Hipertensi ditandai dengan meningkatnya tekanan darah tanpa diketahui secara pasti penyebabnya. Meski demikian, jenis hipertensi ini merupakan penyakit yang paling banyak terjadi.
Sekitar 90 persen kasus tekanan darah tinggi pada orang dewasa termasuk dalam hipertensi esensial. Tekanan darah normal orang dewasa umumnya adalah 120/80 mmHg. Seseorang dapat dikatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih.
Melakukan pengecekan rutin tekanan darah ialah cara paling efektif memantau penyakit ini.
“Sepanjang semester 1 tahun 2023 ini sebanyak 15.554 warga Batam menderita essential hypertension,” terang Didi.
Selanjutnya posisi ketiga ada Dispepsia. Penyakit ini bisa terjadi karena berbagai kondisi. Sering kali, masalah kesehatan ini dihubungkan dengan pola hidup yang tidak sehat. Namun, konsumsi makanan, minuman, dan efek samping dari obat juga turut berpengaruh kepada penderita dispepsia ini.
“Jika tahun lalu posisi ketiga ada penyakit diabetes, maka di tahun ini ada 8.260 penderita dispepsia di Batam,” terang Didi.
Lalu posisi keempat ada Nasofaringitis atau nama lain dari flu biasa. Ini adalah infeksi ringan pada hidung dan tenggorokan yang dapat menimbulkan gejala seperti pilek, bersin, dan batuk.
Nasofaringitis berkembang karena virus. Dokter biasanya menyarankan penderita flu untuk beristirahat, minum banyak cairan, dan mencari pertolongan medis jika gejalanya menjadi parah. Tercatat sepanjang semester 1 Tahun 2023 ini ada sebanyak 8.131 warga Batam yang menderita flu biasa ini.
Sepanjutnya posisi kelima terbanyak adalah Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus. Diabetes atau penyakit gula adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas normal.
Diabetes terjadi ketika tubuh pengidapnya tidak lagi mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi. Kondisi ini pada akhirnya menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh.
“Non insulin dependent diabetes mellitus tahun 2023 mencapai 7.104 penderita,” ungkap Didi.
Selanjutnya ada demam tanpa diketahui penyebabnya yakni sebanyak 4.469 kasus, Myalgia atau nyeri otot sebanyak 4.151 kasus dan diare serta gastroenteritis atau lebih dikenal dengan istilah flu perut yaitu penyakit yang menyebabkan pengidapnya mengalami muntah dan diare hingga berpotensi dehidrasi sebanyak 3.180 penderita.
Ada juga radang tenggorokan atau faringitis akut sebanyak 2.149 kasus dan alergi kontak dermatitis yaitu peradangan kulit yang ditandai dengan ruam kulit yang gatal kemerahan, yang timbul akibat iritasi setelah kontak langsung dengan zat tertentu, atau akibat reaksi alergi terhadap zat tertentu yakni sebanyak 1.646 penderita.
Berikut ini 10 penyakit terbanyak yang diderita masyarakat Batam sepanjang semester 1 tahun 2023.
1. Infeksi Saluran Nafas Atas Akut 16.706 penderita
2. Essential Hypertension 15.554 penderita
3. Dispepsia 8.260 penderita
4. Nasofaringitis 8.131 penderita
5. Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus 7.104 penderita
6. Demam Tanpa Diketahui Penyebabnya 4.469 penderita
7. Myalgia 4.151 penderita
8. Diare dan Gastroenteritis 3.180 penderita
9. Faringitis Akut 2.149 penderita
10. Alergic Contack Dermatitis 1.646 penderita