AG saat mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjalani putusan sela, Jakarta, Senin (3/4/2023). (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)
batampos – Sidang dengan agenda pembacaan pleidoi dimanfaatkan AG untuk meminta maaf kepada David Ozora kemarin. AG menangis saat membaca pleidoi yang dia susun sendiri itu.
Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) itu dimulai sekitar pukul 13.00. AG masuk ke ruang sidang dengan didampingi kuasa hukum dan orang tuanya. Dia menunduk dan menutupi wajahnya dengan baju. Karena AG masih di bawah umur, sidang dilakukan secara tertutup.
Seusai sidang yang berlangsung selama empat jam itu, kuasa hukum AG, Mangatta Toding Allo, menuturkan bahwa pleidoi disusun dan dibacakan sendiri oleh AG. Namun, orang tua AG dan kuasa hukum juga membacakan pleidoi sendiri. ”Pleidoi memang kami bagi tiga. Untuk orang tua AG, AG sendiri, dan kuasa hukum,” jelasnya.
Dia menerangkan, dalam pleidoi tersebut, AG menyampaikan permohonan maaf kepada David atas apa yang terjadi. AG bahkan menangis saat membacakan pleidoi tersebut. ”AG menyesal dan minta maaf,” tuturnya. AG juga mendoakan agar David cepat sembuh.
Dia menerangkan, tim kuasa hukum mempersiapkan kemungkinan terburuk dalam putusan majelis hakim nanti. Dia menyatakan akan menerima putusan apa pun yang diberikan oleh hakim.
Sementara itu, Melissa Anggarini, kuasa hukum David Ozora, menuturkan bahwa selain meminta maaf, pleidoi AG juga berisi permintaan agar dibebaskan dari jeratan hukum. ”Permintaan itu sungguh tidak rasional,” paparnya.
Dia lantas membandingkan dengan kondisi David yang hingga kini masih terkapar di rumah sakit. Sudah 47 hari dia harus mendapatkan perawatan intensif. ”Kalau AG yang masih 15 tahun khawatir masa depannya, bagaimana dengan masa depan David sendiri yang rusak dan hancur,” tegasnya.
Dia menilai permintaan maaf AG dan orang tuanya tidak diwujudkan dengan tindakan yang nyata. ”Hanya minta maaf saja,” ucapnya. (*)
Jefri Nichol saat ikut aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja bersama ratusan mahasiswa (Instagram @jefrinichol)
batampos – Aktor Jefri Nichol melempar tikus mati dan payung hitam ke gedung DPR saat ikut demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Payung hitam sebagai merupakan simbol berduka atas matinya nalar dan kemanusiaan.
Jefri Nichol ikut berdemo bersama para mahasiswa di depan kompleks gedung DPR MPR RI, untuk menegaskan penolakan terhadap Undang Undang Cipta Kerja yang disahkan DPR dan dinilai bermasalah.
Tidak hanya berdemo lewat perannya dalam film Dear Nathan: Thank You Salma yang dibintanginya bersama Amanda Rawles. Di kehidupan nyata, dia memang suka demo demi membela kepentingan publik luas.
Melalui unggahan Instagram Story, Jefri Nichol memperlihatkan sejumlah momen saat ikut aksi demo kemarin. Ada momen dimana dia melemparkan bangkai tikus mengarah ke gedung DPR.
“Mahasiswa UNJ ngasih gua kesempatan buat ngelempar tikus gedung sarang tikus @dpr_ri. Yang dilempar ini tikus mati, yang hidup dilepasin aja ke gerbangnya,” tulis Jefri Nichol
Selain melemparkan bangkai tikus, pemain film Habibie & Ainun 3 juga ikut melemparkan payung hitam ke arah gedung DPR. Payung hitam merupakan simbol berduka atas matinya nalar dan kemanusiaan.
“Terima kasih @bem_si buat orasi- orasinya, keren banget mahasiswa yang turun ke jalan.Untuk kalian para tikus-tikus yang melindungi oligarki dan orang-orang korup, makan ta* lah semuanya,” tulis Jefri Nichol.(*)
Personel Reskrim Polsek Sagulung mengamankan dua pelaku pengeroyokan di Ruli Bumi Aji, Sagulung. Foto: Polsek Sagulung untuk Batam Pos
batampos – Unit Reskrim Polsek Sagulung mengamankan dua orang laki-laki yang diduga pelaku pengeroyokan di Ruli Kampung Bumi Aji Kelurahan Sungai Binti, Sagulung, Kamis (6/4/2023).
Kedua pelaku berinisial RY (31) dan RK (26). Keduanya merupakan warga Sakura Renggali, Sekupang.
Kapolsek Sagulung, Iptu Nyoman Ananta Mahendra, membenarkan telah mengamankan dua pelaku pengeroyokan yang videonya beredar luas di group-group WhatsApp warga.
“Iya benar. Polsek Sagulung telah mengamankan dua orang laki-laki diduga sebagai pelaku pengeroyokan,” ujar Nyoman, Jumat (7/4/2023).
Ia menjelaskan, kronologis kejadian saat itu korban atas nama Anggi Mario sedang berada di bagian belakang rumah orang tuanya. Tiba tiba, ia didatangi oleh para pelaku dan langsung mengikat tangan korban.
Kemudian, kedua pelaku langsung memukuli korban. Setelah dipukuli, korban kemudian dibawa menemui orang tuanya. Dihadapan orang tuanya, pelaku kembali memukuli korbannya.
“Akibatnya korban mengalami luka memar di bagian wajah, luka gores di bagian bahu dan luka memar dibagian rusuk sebelah kanan,” jelasnya.
Usai kejadian itu, korban bersama-sama dengan orang tuanya langsung membuat Laporan Polisi ke Polsek Sagulung.
Setelah menerima laporan Polisi, Unit Opsnal Reskrim Polsek Sagulung yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Yuda Firmansyah langsung melakukan penyelidikan dilapangan.
Kemudian, Team Opsnal Reskrim Polsek Sagulung mendapatkan informasi dari masyarakat yang mengetahui keberadaan para pelaku pengeroyokan. Dimana, para pelaku tersebut sedang berada di Taman Cipta Laguna Tembesi Sagulung.
Selanjutnya, Unit Opsnal Reskrim Polsek Sagulung beserta Kanit Reskrim Polsek Sagulung langsung menuju ke lokasi seputaran informasi dari masyarakat tersebut dan langsung mengamankan dua orang pelaku pengeroyokan beserta barang bukti yang ada ditangan pelaku pengeroyokan tersebut.
“Pelaku pengeroyokan beserta barang bukti dibawa ke Polsek Sagulung guna untuk pengusutan lebih lanjut,” sebutnya.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan tersebut yakni 1 unit kendaraan roda dua merek Yamaha R15 warna hitam, 1 unit kendaraan roda dua merek honda beat warna putih dan 1 buah kaos warna hitam (alat yang digunakan untuk mengikat tangan korban.(*)
batampos-Sebanyak 1.968 orang mahasiswa Provinsi Kepri dari berbagai universitas dan perguruan tinggi buru beasiswa Pemprov Kepri tahun 2023. Pendaftaran bantuan pendidikan ini, sudah ditutup Pemprov Kepri sejak 3 April 2023 lalu.
“Dari data terakhir, jumlah pendaftara program beasiswa Pemprov Kepri tahun 2023 ini, sebanyak 1.968 orang mahasiswa dari kuota 1.500 orang,” ujar Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri, Aiyub, Kamis (6/4) di Tanjungpinang.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyetujui usulan beasiswa afirmasi 2022 oleh Anggota DPRD Kepri, Sirajudin Nur.
Mantan Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ini menjelaskan, untuk jalur DIII Prestasi sebanyak 113 orang pendaftar dari kuota 100 orang. Kemudian untuk DIII Kurang Mampu, jumlah pendaftar sebanyak 70 orang atau kurang dari kuota 100 orang.
“Selanjutnya, untuk jalur SI/D4 prestasi, jumlah pendaftarnya sebanyak 373 orang dari kuota 250 orang,” jelas Aiyub.
Kemudian untuk S1/D4 kurang mampu, jumlah pendaftar sebanyak 787 orang dari kuto 750 orang. Sedangkan untuk jalur S1/DIV prestasi luar negeri, pemintanya sebanyak 625 orang dari kuota 300 orang. Menurutnya, hasil sementara ini, akan disampaikan ke pimpinan.
“Apakah akan dilakukan pergeseran untuk kuota yang kurang atau tidak. Karena masih ada jalur yang pendaftarnya kurang kuota yang ditetapkan,” jelasnya lagi.
Ditegaskannya, program bantuan pendidikan ini adalah masuk dalam misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri 2021-2026. Harapan melalui program ini adalah meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan dan profesionalisme Sumber Daya Manusia sehingga memiliki daya saing tinggi.
Adapun tujuan yang akan dicapai yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar berpendidikan, berprestasi dan berdaya saing. Keberhasilan pencapaian tujuan tersebut tentunya melibatkan berbagai komponen yang saling bersinergi, sehingga sasaran pembangunan daerah yaitu meningkatnya kualitas pendidikan melalui indeks pembangunan manusia.
Lebih lanjut katanya, untuk mencapai misi tersebut salah satunya adalah dengan pemberian beasiswa untuk mahasiswa-mahasiswi Kepri. Program ini bertujuan untuk meringankan beban biaya perkuliahan mahasiswa-mahasiswi Kepri, baik itu di kampus yang berada di wilayah Provinsi Kepri.
Dijelaskannya, beasiswa ini sifatnya bantuan stimulan yang diberikan satu tahun satu kali disesuaikan dengan kondisi ketersediaan anggaran dari Pemprov Kepri. Dengan adanya bantuan beasiswa ini diharapkan agar mahasiswa dapat lebih bersemangat dan fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi.
“Beasiswa itu merupakan bentuk bantuan pendidikan Pemprov Kepri untuk putra/putri daerah yang sedang kuliah. Namun, tidak ditujukan untuk peserta CPNS atau PNS.” tutup Aiyub. (*)
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil. (Riau Pos.co)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi kedap tersebut, tim penindakan lembaga antirasuah menangkap Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Muhammad Adil.
Selain orang nomor satu di bumi ‘Tanah Jantan, tim KPK juga menjaring beberapa pihak lain yang diduga turut terlibat dalam perkara dugaan pemerasan, seperti pihak pemberi dan perantaranya.
Lebih lanjut, tim KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti uang senilai ratusan juta yang diterima bupati, dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang diduga diperasnya.
“Diterima melalui ajudannya uangnya,” ujar sumber JawaPos.com, di Jakarta, Jumat (7/4).
Diduga, pemberian uang tersebut bukan yang pertama kalinya, sehingga tim meyakini sang bupati telah melakukan tindak pidana korupsi dalam bentuk pemerasan.
Terpisah, Terkait adanya OTT ini, Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Ali Fikri, membenarkanya.
“Benar, tadi malam, (6/4) tim KPK berhasil lakukan tindakan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang sedang melakukan korupsi di Kabupaten kepulauan Meranti Riau,” kata Ali kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/4).
Ali menambahkan, usai dilakukan penangkapan, para pihak ini tengah menjalani pemeriksaan intensif, guna ditentukan status hukumnya dalam waktu 1×24 jam.
“Saat ini tim KPK masih bekerja. Terus kami kumpulkan bahan keterangan dari beberapa pihak. Setelahnya pasti kami sampaikan lengkap hasil kegiatan tersebut sebagai bagian keterbukaan informasi KPK kepada masyarakat,” tukas Ali. (*)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi bersama rombongan menggelar Safari Ramadhan dan Tarawih bersama di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Buliang, Batuaji. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat Kota Batam, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi bersama rombongan menggelar Safari Ramadhan dan Tarawih bersama di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Kamis (6/4/2023).
Kehadiran Muhammad Rudi dan rombongan disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh warga masyarakat setempat.
Sebab, sosok Muhammad Rudi, yang menurut warga telah banyak memberi konstribusi perubahan pembangunan dan perekonomian Kota Batam menjadi lebih baik selama Kota ini dipimpin Muhammad Rudi.
Ketua Yayasan Baiturrahman, Akhirman mengatakan, Muhammad Rudi sudah banyak berkontribusi dalam pembangunan di Kota Batam. Bahkan, saat ini seluruh jemaah yang ada di Masjid Baiturrahman sudah merasakan langsung dampak dari pembangunan selama ini.
“Terima kasih banyak bapak pembangunan, Muhammad Rudi. Kami sekarang sudah tidak merasakan macet lagi. Terutama di simpang Barelang itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengaku bahagia dan bangga atas sambutan yang diberikan kepadanya. Sambutan hangat dari masyarakat ini, kata Muhammad Rudi, karena adanya hubungan emosional yang sudah terjalin sejak lama.
“Silaturahmi ini dekat sekali, karena ada rasa saling menghargai dan sudah dekat. Jadi seperti sudah tidak ada batas. Sehingga suasana menjadi hidup,” ujarnya.
Ia melanjutkan, melalui kegiatan ini dirinya berharap dapat semakin mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat Kota Batam. Hal ini tak lain, sebagai wujud sinergi, guna membangun Kota Batam menjadi kota Madani dan Modern.
“Mari kita terus menjaga kekompakan ini untuk membangun Batam yang kita cintai ini,” ujar Muhammad Rudi.(*)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi bersama rombongan menggelar Safari Ramadhan dan Tarawih bersama di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Buliang, Batuaji. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat Kota Batam, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi bersama rombongan menggelar Safari Ramadhan dan Tarawih bersama di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Kamis (6/4/2023).
Kehadiran Muhammad Rudi dan rombongan disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh warga masyarakat setempat.
Sebab, sosok Muhammad Rudi, yang menurut warga telah banyak memberi konstribusi perubahan pembangunan dan perekonomian Kota Batam menjadi lebih baik selama Kota ini dipimpin Muhammad Rudi.
Ketua Yayasan Baiturrahman, Akhirman mengatakan, Muhammad Rudi sudah banyak berkontribusi dalam pembangunan di Kota Batam. Bahkan, saat ini seluruh jemaah yang ada di Masjid Baiturrahman sudah merasakan langsung dampak dari pembangunan selama ini.
“Terima kasih banyak bapak pembangunan, Muhammad Rudi. Kami sekarang sudah tidak merasakan macet lagi. Terutama di simpang Barelang itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengaku bahagia dan bangga atas sambutan yang diberikan kepadanya. Sambutan hangat dari masyarakat ini, kata Muhammad Rudi, karena adanya hubungan emosional yang sudah terjalin sejak lama.
“Silaturahmi ini dekat sekali, karena ada rasa saling menghargai dan sudah dekat. Jadi seperti sudah tidak ada batas. Sehingga suasana menjadi hidup,” ujarnya.
Ia melanjutkan, melalui kegiatan ini dirinya berharap dapat semakin mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat Kota Batam. Hal ini tak lain, sebagai wujud sinergi, guna membangun Kota Batam menjadi kota Madani dan Modern.
“Mari kita terus menjaga kekompakan ini untuk membangun Batam yang kita cintai ini,” ujar Muhammad Rudi.(*)
Gegap gempita menyambut bulan suci ramadhan riuh rendah tersiar melalui sejumlah akun media sosial warganet. Bukan hanya sebatas ucapan, para warganet juga turut merayakan bulan suci ramadhan dengan beragam kegiatan. Dari lomba adzan hingga lomba kasidahan. Lomba-lomba yang memang menjadi identik dengan bulan suci ramadhan entah sejak kapan dan biasanya akan tuntas menjelang lebaran. Bukan hanya sebatas lomba, pawai pun digelar, mulai menjelang masuknya hari pertama ramadhan dan seminggu menjelang datangnya hari raya idul fitri. Selama bulan suci ramadhan, para warga juga gegap gempita mengikuti shalat terawih, tedarusan, berbuka puasa bersama, memburu dan berbagi ta’jil hingga bersukaria saur on the road.
Sekilas tak ada yang menarik apalagi mengisyaratkan suatu kesalahan dari satu paragraf di atas yang ditulis Erwin, seorang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun. Ketika itu saya meminta rekan-rekan mahasiswa untuk menuliskan pengetahuan mereka tentang bulan suci Ramadan. Hari itu pertemuan terakhir menjelang bulan suci Ramadan dan tulisan Erwin tersebut merupakan perwakilan dari tulisan rekan-rekannya. Bukan hanya mewakili rekan-rekannya, tulisan Erwin juga mewakili kesalahan umum berbahasa Indonesia para pengguna bahasa yang kerap ditemui menjelang, selagi, dan setelah bulan suci.
Jika dicermati, beberapa kosakata yang ditulis Erwin dalam paragraf tersebut menandakan suatu kesalahan berbahasa, tak sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan. Kesalahan semacam yang dituliskan Erwin tersebut teramat sering terjadi. Oleh karena itu kesalahan berbahasa tersebut diidentifikasi sebagai salah satu bagian dari kesalahan umum berbahasa Indonesia yang kemudian hari disebut dengan istilah hiperkoreksi. Hiperkoreksi merupakan perwujudan sikap dan upaya yang sia-sia oleh pengguna bahasa karena, sebagimana pengertiannya, merupakan upaya pengguna bahasa membetulkan penulisan kosakata yang telah betul. Upaya pembetulan ini justru menjadi bumerang bagi para pengguna bahasa dan mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Sebagai acuan dalam berbahasa, terlebih dalam berbahasa tulis, Kamus Besar Bahasa Indonesia mencatat bahwa hiperokoreksi merupakan perbuatan memperbaiki secara berlebihan sehingga hasilnya malah menjadi sebaliknya. Upaya tersebut dicontohkan Erwin (baca: pengguna bahasa Indonesia) dengan membetulkan sejumlah kosakata yang kerap ditemui pada bulan suci ini, semisal penulisan kata Ramadan yang ditulis menjadi ramadhan, azan menjadi adzan, salat tarawih menjadi shalat terawih, tadarusan menjadi tedarusan, dan takjil menjadi ta’jil.
Tampaknya bukan hanya hiperkoreksi, kesalahan umum lainnya dalam berbahasa Indonesia di bulan suci juga dapat kita temui ketika menjelang akhir. Kesalahan ini yang dapat dengan mudah dan sering disebarluaskan melalui grup-grup WhatsApp maupun di sejumlah akun media sosial lainnya semisal dalam penulisan Selamat Hari Raya Idulfitri. Jika tak cermat, penulisan semacam ini dianggap telah sesuai dengan kadiah kebahasaan. Namun sayangnya, dalam kaidah penulisan bahasa Indonesia yang benar, penulisan tersebut merupakan suatu kekeliruan, keliru atau salah karena berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan dan kekeliruan semacam ini dalam bahasa Indonesia diidentifikasi dan dikenal dengan sebutan pleonasme.
Selamat Hari Raya Idulfitri dikategorikan pleonasme karena dalam penulisan kalimat tersebut terdapat kosakata bermakna sama yang dituliskan dalam satu kalimat. Penulisan kosakata secara bersama tersebut ialah hari raya dan idulfitri. Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, Idulfitri memiliki makna hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan puasa selama bulan Ramadan. Jika dengan menuliskan kosakata idulfitri saja telah merujuk pada suatu hari raya, penulisan Selamat Hari Raya Idulfitri menunjukkan inefisiensi, suatu pemborosan. Hal yang sama kerap terjadi pada hari raya yang lain, misalnya saat menyambut Iduladha.
Hiperkoreksi dan pleonasme menjadi yang paling lumrah dalam penulisan kosakata bahasa Indonesia, khususnya ketika Ramadan menjelang dan pergi. Kesalahan dan kekeliruan telah dianggap lumrah bahkan telah mendarah daging bagi para pengguna bahasa Indonesia dan kerap disepelekan. Padahal, berbahasa Indonesia bukan hanya dituntut dapat menggunakan bahasa Indonesia secara baik tapi juga–khususnya dalam penulisan kosakata berbahasa Indonesia–harus memperhatikan kebenaran bahasa Indonesia. Berbahasa Indonesia yang baik memperhatikan kondisi sosial-budaya penutur dan petuturnya sementara berbahasa Indonesia yang benar memperhatikan dan berlandas pada sejumlah kaidah yang telah ditetapkan dalam berbahasa Indonesia. Berbahasa Indonesia yang benar bukan hanya mewajibkan penggunaan bahasa baku dalam sebuah tulisan tapi juga memperhatikan keefektifan kosakata yang digunakan.
Diperlukan kesadaran kolektif para pengguna bahasa untuk memperbaiki pola pikirnya dalam merespons kesalahan-kesalahan yang selama ini dianggap lumrah. Para pengguna bahasa Indonesia seyogianya perlu menghabituasikan kecermatan dalam memilah dan memilih kosakata yang akan dituliskan sehingga tabur ragam kesalahan berbahasa Indonesia dapat diminimalisasi dalam setiap kesempatan. Sebab, kalau bukan para pengguna bahasa Indonesia, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Terlebih lagi, sebagaimana dalam melaksanakan ibadah, dalam berbahasa pun ada kaidahnya dan tak elok jika berlebih-lebihan.
Hubbi S. Hilmi Pascasarjana Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta
Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menyelenggarakan Diskusi Sastra di Ruang Publik pada Kamis, 6 April 2023. Diskusi sastra ini dilaksanakan di salah satu kafe yang berlokasi di kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri foto bersama narasumber dan peserta kegiatan Diskusi Sastra di Ruang Publik pada Kamis (6/4/2023).
Tema yang diusung dalam diskusi sastra ini ialah “Tadarus Puisi Religius”. Adapun narasumber dari diskusi ini adalah Rida K Liamsi, seorang maestro sastra dan budaya, serta Zainal Takdir, sastrawan muda Tanjungpinang.
Diskusi ini dipandu oleh N. Asti Lalasati yang merupakan anak muda pegiat sastra sekaligus pendiri dari Komunitas PSB Putri Payung. Diskusi juga dihadiri sederet pejabat, seperti Kepala Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IV, Kepala Museum Kota Tanjungpinang, dan perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri. (*)
batampos – Pemberhentian Brigjen Pol Endar Priantoro sebagai direktur penyelidikan KPK terus memicu polemik. Sebagian kalangan di internal KPK, khususnya di Direktorat Penyelidikan, menyatakan penolakan atas pemberhentian itu. Bahkan, ada yang mengancam akan mogok kerja.
Jika belum ada penjelasan masuk akal dari pimpinan KPK terkait pemberhentian Endar.
Seorang pegawai KPK mengungkapkan, komunikasi internal di KPK sejauh ini belum menjawab pertanyaan-pertanyaan para pegawai negeri Polri yang ditugaskan (PNYD) di KPK tentang pemberhentian Endar. Klarifikasi KPK terkait hal itu justru lebih banyak disampaikan ke media massa daripada diinformasikan ke jajaran internal. ”Mirip seperti kisruh TWK (tes wawasan kebangsaan, Red) dulu,” ujarnya kemarin (6/4).
Dia menambahkan, pemberhentian Endar memicu polemik di kalangan internal PNYD dari Polri. Mereka melakukan protes dengan berbagai cara. Ada yang mengirim surat tertulis, ada pula yang walk out saat audiensi dengan pimpinan KPK. ”Ada juga yang mogok kerja dengan berbagai alasan,” tuturnya.
Dia menerangkan, penjelasan KPK soal pemberhentian Endar yang berpedoman pada Peraturan Komisi Nomor 1/2022, Permen PAN-RB Nomor 62/2020, Peraturan BKN Nomor 16/2022, dan Perkap Nomor 4/2017 juncto Nomor 12/2018 dinilai kurang pas. Sebab, penugasan Polri tidak termasuk dalam konsep PNS yang dimaksud dalam permen PAN-RB dan peraturan BKN.
Sementara itu, terkait perkom, dia menyebut aturan itu hanya mengatur PNS/PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) KPK serta keabsahan KPK untuk menerima bantuan dari PNS lain dan anggota Polri. ”Teman-teman dari Polri yang bertugas di KPK itu sejatinya pegawai negeri pada Polri, bukan pegawai negeri sipil (PNS, Red),” terangnya.
Kepala Bidang Litigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Gufroni menambahkan, kisruh pencopotan Endar harus segera diselesaikan. Sebab, itu bisa memengaruhi kinerja pemberantasan korupsi di KPK, khususnya dalam hal penindakan. Saat ini, posisi Dirlidik definitif belum terisi pasca ditinggalkan Endar.
Gufroni menyebut, Dewan Pengawas (Dewas) KPK mestinya menjadi penengah untuk menyelesaikan kerumitan itu. Dia mendesak dewas segera menindaklanjuti aduan terkait dugaan pelanggaran etik Firli dkk atas pemberhentian Endar yang kontroversial itu. ”Dewas harus menjatuhkan sanksi tegas untuk Firli jika terbukti melanggar etik,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemberhentian Endar direspons Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan aksi demonstrasi di gedung KPK, Jakarta. Mereka mendesak Firli mundur dari jabatannya karena semena-mena mencopot Endar sebagai Dirlidik. Massa yang mengenakan jas merah itu menilai pemberhentian Endar sarat muatan politis.
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menegaskan bahwa pemberhentian Endar sudah sesuai ketentuan. Pasal 3 Ayat (2) Perkom Nomor 1/2022, kata dia, jelas menyebutkan bahwa KPK dapat meminta dan menerima penugasan dari PNS dan anggota Polri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Ali menambahkan, penugasan PNS pada instansi pemerintah dan di luar instansi pemerintah juga diatur dalam Permen PAN-RB Nomor 62/2020. Pasal 1 peraturan itu menyebut bahwa PNS diberi penugasan atas dasar permintaan instansi yang membutuhkan dan penugasan dari instansi induknya. (*)