Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 5735

Diduga Korupsi Rp 1,9 Miliar, Pegawai Pegadaian Syariah Batam Dimejahijaukan

0
pegadain korupsi
Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam saat resmi menetapkan SN sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi Pegadaian Syariah Cabang Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Suherna Ningsih, Pegawai BUMN, PT Pegadaian di Batam akhirnya menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Ia didakwa telah melakukan korupsi di Pegadaian Syariah Cabang Batam Seipanas sebesar Rp 1,9 miliar.

Kasi Pidsus Kejari Batam, Aji Sastrio Prakoso mengatakan sidang pertama Suherna Ningsih adalah pembacaan dakwaan. Dalam agenda tersebut, Suherna membenarkan dakwaan tersebut, sehingga sidang berlanjut ke keterangan saksi.

“Suherna telah menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungpinang,” kata Kasipidsus Kejari Batam, Aji, kemarin.

Dijelaskan Aji, dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU Abram Marojahan, terdakwa Suherna Ningsih sebelum terjerat kasus tipikor merupakan pegawai BUMN di Pegadaian Syariah cabang Sungai Panas, Kota Batam.

Baca Juga: Sejumlah Komoditi Turun Harga, Pasar Murah Digelar Pekan Depan

Sebagai pegawai BUMN di Pegadaian Syariah cabang Sungai Panas, terdakwa Suherna Ningsih diangkat sebagai Penaksir barang jaminan sesuai dengan kewenangannya secara cepat, tepat dan akurat berdasarkan ketentuan (SOP) yang berlaku.

Terdakwa Suherna dalam bekerja mempunyai tugas dan tanggungjawab menetapkan uang pinjaman dan harga dasar barang yang akan dilelang, menyiapkan barang jaminan yang akan disimpan dan melaksanakan transaksi serah terima barang jaminan kepada Pengelola Agunan dan memonitor kredit macet atau kredit yang akan jatuh tempo serta menyusun dan menetapkan Harga Pasar Setempat (HPS) secara berkala.

“Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dilakukan terdakwa Suherna terjadi sejak bulan Juli tahun 2021 lalu. Jabatannya sebagai penaksir di PT Pegadaian Syariah cabang Sei Panas, Batam,” terang Aji.

Menurut dia, terungkapnya dugaan korupsi di tubuh pegadaian berawal dari hasil audit investigasi tim Satuan Pemeriksa Internal (SPI) Batam IV. Dalam investigasi itu, tim audit menemukan adanya 66 transaksi fiktif di CPS Seipanas dan UPS Bengkong.

Baca Juga: Polsek Sagulung Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan di Ruli Kampung Bumi Aji

Setelah ditelusuri, ternyata transaksi itu dilakukan oleh Suherna dengan memakai nama 10 orang, baik itu kerabat maupun nama orang lain. Dari hasil pemeriksaan itu, Suherna diduga telah melakukan 66 Rahn Gadai Fiktif yang terjadi di CPS Sei Panas dan UPS Bengkong.

Sebanyak 66 Rahn gadai fiktif tersebut, kata Aji lagi, bersumber dari 14 Jasa Titipan, 11 order Mulia Ultimate (Pembelian Emas Secara Cicilan), 7 Rahn aktif dan 1 Barang jatuh tempo yang akan dilelang (MDPL) serta 1 Arrum Emas Baru dengan total Uang Pinjaman sebesar Rp 1.940.000.000.

Barang yang digadaikan Suherna dalam transaksi fiktif bersumber dari 14 jasa titipan, 11 mulia ultimate (pembeliaan emas secara cicilan), 7 Rahn aktif, 1 barang jatuh tempo lelang, 1 arrum emas baru. Proses transaksi itu dilakukan Suherna dalam kurung waktu awal 2021 hingga Februari 2022 dengan total kerugiaan negara mencapai Rp 1,905 miliar.

Baca Juga: 1.065 Warga Tinggalkan Batam Naik KM Kelud

Atas perbuatannya Suherna Ningsih didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP dan Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Sementara, penasehat hukum terdakwa Suherna Ningsih, Faris Lasenda dan Husni Hamzah dari FHS Law Office mengatakan tidak mengajukan keberatan (Eksepsi) atas surat dakwaan tersebut. Alasannya, kliennya sudah menerima dakwaan tersebut.

“Terkait surat dakwaan yang dijabarkan Jaksa, kami tidak mengajukan Keberatan (Eksepsi). Kami akan fokus di pembuktiannya nanti,” kata Fariz. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

1.065 Warga Tinggalkan Batam Naik KM Kelud

0
pelabuhan batu ampar mudik
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Pelni di Batu Ampar sudah mulai ramai dengan pemudik. Foto: Rengga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Aktivitas penumpang di Pelabuhan Pelni di Batu Ampar sudah mulai ramai dengan pemudik yang memilih pulang kampung lebih awal guna menghindari kepadatan pada musim mudik Lebaran 2023.

Tercatat pada Jumat (7/4), atau dua pekan menjelang Lebaran, ada sebanyak 1.065 warga Batam berangkat dari Pelabuhan Batu Ampar tujuan Belawan.

“Sengaja mudik awal-awal supaya beli tiket gampang dan tak berdesak-desakan, ” ujar Imran, warga Batam, Jumat (7/4/2023).

Baca Juga: Ini Kata Kapolsek Sagulung Terkait Motif Pengeroyokan di Ruli Kampung Bumi Aji

Warga Bengkong itu mengaku belajar dari pengalaman mudik tahun lalu yang mana jumlah penumpang membludak mulai dari awal masuk kapal sampai turun kapal.

“Iya kemarin pas 3 hari jelang lebaran, penumpang ramai banget, Anak-anak pada trauma jadi kami memilih lebih awal mudik, ” tambahnya.

Penumpang lainnya, Wahyu mengaku telah mengajukan izin cuti selama satu bulan untuk pulang kampung lebih awal agar menghindari pemudik yang membludak jelang lebaran.

“Kebetulan ada cuti panjang juga jadi bisa lebih awal,” katanya.

Baca Juga: Kepala BP Batam Disambut Hangat Warga Buliang, Batuaji

Calon penumpang terus berdatangan ke Pelabuhan Batuampar sekitar pukul 06.30 WIB. KM Kelud baru berangkat ke Belawan Medan sekitar pukul 07.30 WIB dengan membawa 1.065 penumpang dan 319 penumpang transit ke Belawan.

Terlihat juga para calon penumpang antre di pintu masuk keberangkatan. Begitu juga sejumlah porter pun berseliweran menawarkan jasa angkut barang kepada calon penumpang. Di Pelabuhan juga terlihat aparat kepolisian yang melaksanakan pengamanan kedatangan dan keberangkatan penumpang.

Kegiatan pengamanan ini dipimpin Waka Polsek Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam Iptu Alfajri. Pengamanan meliputi penumpang turun dari Kapal sampai pintu keluar dan tempat keberangkatan penumpang sampai menaiki KM Kelud.

Baca Juga: Terkait Penyebab Kebakaran Plaza Botania 1, Ini Kata Kapolsek Batam Kota

Kapolsek KKP Batam, Iptu Putra Jaya Tarigan, mengatakan, kegiatan pengamanan ini rutin dilaksanakan Polsek KKP dalam rangka mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas saat kedatangan Kapal.

Kegiatan pengaman dan pelayanan arus balik ini meliputi penumpang turun dari kapal sampai dengan pintu keluar dan juga tempat keberangkatan calon penumpang dari turun sampai dengan mereka menaiki Kapal Kelud ini.

“Sasaran kita penumpang yang turun, arus lalu lintas truk kontainer, kendaraan parkir tepi jalan dan keluarga atau pengantar, ” ujarnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Batam Imbau Perusahaan Segera Bayarkan THR

Menurutnya, KM Kelud tiba di Pelabuhan Batu Ampar Batam sekitar pukul 04.30 WIB dengan membawa 237 penumpang, 319 penumpang transit ke Belawan Medan dan 1.065 penumpang naik dari Batam dengan tujuan Belawan, Medan.

“Pengamanan ini rutin kita laksanakan untuk mengantisipasi dan pencegahan terjadinya tindak pidana Narkoba dan barang terlarang lainnya. Termasuk juga memberikan pelayanan bagi masyarakat yang turun maupun yang akan naik ke Kelud, ” sebut Kapolsek.

Sekitar pukul 07.30 WIB, KM. Kelud bertolak dari Pelabuhan Batu Ampar dengan Tujuan Belawan Medan.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Ascott Indonesia Bagikan 3.000 Meal Box kepada Masyarakat di 14 Kota

0

 

batampos – Unit bisnis penginapan yang sepenuhnya dimiliki oleh CapitaLand Investment Limited, The Ascott Limited (Ascott), merayakan bulan Ramadan melalui program Ascott Berbagi atau Ascott Takes Part Ramadan. Tahun ini, sebanyak 3000 meal box dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan yang berasal dari 69 properti yang berpartisipasi di 14 kota di Indonesia. Jaringan properti Ascott serentak membagikan meal box yang berisi makanan dan minuman untuk berbuka puasa kepada keluarga yang tinggal di lingkungan padat penduduk, yayasan yang membutuhkan, dan panti asuhan. Meal box tersebut dibuat oleh restoran yang berasal dari properti Ascott.

ascottChuck Abbott, Ascott Country General Manager Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina mengatakan: “Sebagai perusahaan penginapan yang bertanggung jawab, Ascott telah memberikan kontribusi kepada masyarakat selama lebih dari 25 tahun sejak kami beroperasi di Indonesia. Ascott Takes Part Ramadan merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang kami lakukan setiap tahun selama bulan Ramadan. Tahun ini, sebanyak 69 properti kami yang terdiri dari serviced residence dan hotel di 14 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bali, Batam, dan kota-kota lainnya, berpartisipasi dalam Ascott Takes Part Ramadan tahun ini.”

Program Ascott Takes Part Ramadan bertujuan untuk memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan dengan menciptakan momen kebersamaan selama bulan Ramadan. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh staf dari hotel dan serviced residence yang berpartisipasi, tetapi juga dari manajemen Ascott Indonesia corporate office dan rekan media di beberapa kota yang turut serta dalam membagikan meal box kepada mereka yang membutuhkan.

Patrick Vaysse, Chief Operating Officer Ascott mengatakan: “Kami sangat senang dapat menyelenggarakan Ascott Takes Part Ramadan kembali tahun ini, yang merupakan program CSR tahunan kami. Dengan semangat kebersamaan yang kuat dari kolaborasi staf gabungan di berbagai kota, kami senang dapat mendistribusikan 3000 meal box yang berasal dari restoran-restoran kami untuk masyarakat. Kami berharap hal ini dapat memberikan kegembiraan dan keberkahan bagi mereka selama bulan suci Ramadhan.”

Kegiatan ini sejalan dengan ‘Ascott Cares’ yaitu komitmen kami untuk memperluas budaya kepedulian dan menghadirkan keramahtamahan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan keberadaan Ascott yang semakin global, kami berada dalam posisi untuk memberikan dampak positif yang lebih besar kepada masyarakat dan saling menghormati melalui kesetaraan dalam keberagaman. Kami berupaya membangun komunitas yang tangguh dan sejahtera di tempat kami beroperasi, dengan berpijak pada dukungan masyarakat dan warisan budaya yang kuat.

Bergabunglah dengan program loyalitas kami, Ascott Star Rewards (ASR) dan dapatkan lebih banyak keuntungan. Dapatkan promo khusus berbuka puasa dan pemesanan kamar khusus Idul Fitri yang eksklusif untuk anggota ASR. Anggota ASR dapat menikmati keuntungan dan keistimewaan selama bulan Ramadan melalui program “Iftar Delight”. Program ini menawarkan berbagai diskon makanan dan minuman khusus untuk berbuka puasa di jaringan hotel Ascott di Indonesia.

Selain itu, anggota ASR juga mendapatkan keuntungan untuk pemesanan kamar selama periode Idul Fitri melalui program “Blissful Lebaran”. Promo ini memberikan keuntungan tambahan untuk tamu dengan periode menginap minimum termasuk sarapan. Penawaran ini berlaku hingga 22 April 2023, dengan periode menginap mulai tanggal 20 – 25 April 2023. Pemesanan dapat dilakukan melalui website discoverasr.com, atau melalui telepon, email, dan WhatsApp business langsung ke properti. (*)

Dinkes Tidak Temukan Campuran Bahan Berbahaya

0
Petugas saat mengecek makanan yang dijual di bazar

batampos– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun dalam dua hari terakhir turun ke pasar-pasar tumpah yang dijadikan bazar Ramadan untuk menjual berbagai makanan dan minuman. Tujuannya tidak lain memeriksa kandungan makanan fan minuman.

”Salah satu tugas kita (Dinkes) adalah pengawasan makanan dan minuman. Untuk itu, terkait dengan banyaknya jajanan yang dijual untuk berbuka puasa di beberapa lokasi di Tanjungbalai Karimun, maka staf kita turun ke lapangan,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Karimun, Rachmadi, Kamis (6/4).

BACA JUGA:Warga Serbu Bazar Pangan Murah 

Staf yang turun tersebut, katanya, mengambil 50 sampel jajanan berbuka puasa atau takjil yang dijual di dua kecamatan berbeda. Yakni, di Kecamatan Meral dan Karimun. Sampel takjil yang diambil langsung dilakukan pemeriksaan dengan test kit.

”Alhamdulillah, hasil pemeriksaan sampel negatif bahan berbahaya. Artinya, di makanan dan minuman yang dijual di Tanjungbalai Karimun tidak ada menggunakan bahan seperti borak, methylen yellow, formalin dan rodamin,” papar Rachmadi.

Dengan tidak ditemukannya bahan-bahan berbahaya di dalam makanan dan minuman yang dijual saat Ramadan di pasar-pasar tumpah atau pasar menunjukkan bahwa masyarakatnya sudah sadar. Artinya, dagangan yang mengandung bahan berbahaya tidak akan dibeli masyarakat. (*)

reporter: sandi

Ini Kata Kapolsek Sagulung Terkait Motif Pengeroyokan di Ruli Kampung Bumi Aji

0
polsek sagulung
Personel Reskrim Polsek Sagulung mengamankan dua pelaku pengeroyokan di Ruli Bumi Aji, Sagulung. Foto: Polsek Sagulung untuk Batam Pos

batampos – Pengeroyokan yang dilakukan RY (31) dan RK (26) terhadap Anggi Mario di Ruli Kampung Bumi Aji berawal dari cekcok mulut.

Kapolsek Sagulung, Iptu Nyoman Ananta Mahendra, mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendalami motif pengeroyokan yang dilakukan kedua pelaku.

“Awalnya cekcok mulut dan itu keluarganya juga. Motifnya masih kita dalami,” jelasnya, Jumat (7/4/2023).

Baca Juga: Sejumlah Komoditi Turun Harga, Pasar Murah Digelar Pekan Depan

Ia menjelaskan, salah satu pengeroyokan adalah abang ipar korban.

Kata dia, informasi awal yang didapat pihaknya awalnya cekcok terjadi antara korban dengan istri salah seorang pelaku.

“Untuk cekcoknya karena apa masih kita dalami,” ujarnya lagi.

Diketahui RY dan RK melakukan pengeroyokan terhadap Anggi Mario di kediaman orang tuanya yang berada di Ruli Kampung Bumi Aji, pada Kamis (6/4/2023).

Baca Juga: Polsek Sagulung Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan di Ruli Kampung Bumi Aji

Perbuatan keduanya terekam dan tersebar luas di grup-grup Whatsapp warga Kota Batam.

Korban yang sedang berada di bagian belakang rumah orang tuanya, tiba tiba didatangi para pelaku.

Tangan korban lantas diikat oleh pelaku. Kemudian, kedua pelaku memukuli korban. Setelah dipukuli, korban kemudian dibawa menemui orang tuanya. Dihadapan orang tuanya, pelaku kembali memukuli korban.

Akibatnya korban mengalami luka memar di bagian wajah, luka gores di bagian bahu dan luka memar dibagian rusuk sebelah kanan.(*)

Reporter: Dalil Harahap

Ayah Asmirandah Sudah Lama Idap Kanker Usus, tapi Terlihat Sehat

0
Asmirandah dan Jonas Rivanno (Abdul Rahman/jawapos.com)

batampos – Ayah Asmirandah sebenarnya sudah lama mengidap kanker usus tapi kelihatan sehat, orangnya kuat dan tidak terlihat sakit.

Asmirandah tampak sedih berduka atas meninggalnya sang ayahanda yang menutup lembaran hidupnya di dunia pada usia 71 tahun.

Asmirandah dengan didampingi suaminya, Jonas Rivanno, mengantarkan jenazah ayahnya, Muhammad Tarmizi Zantman, dimakamkan di TPU Srengseng Sawah, Jagakarsa Jakarta Selatan, Jumat (7/4).

Usai pemakaman, Asmirandah berusaha mengikhlaskan kepergian ayahanda kembali kepada Sang Pencipta. Dia yakin ayahnya tidak lagi merasakan kesakitan dan lebih tenang di alam sana.

“Pasti Papa sudah bahagia, Papa sudah senang di sana,” ujar Asmirandah di hadapan awak media, Jumat (7/4).

Baca Juga: Diundang Fuji Bukber, Livy Renata Mengira Kurma Itu Rasanya Asam

Jonas Rivanno mengenang sosok mertuanya itu.Muhammad Tarmizi Zantman, katanya, termasuk orang yang kuat, tidak mudah mengeluhkan rasa sakit yang dideritanya kepada keluarga dan orang-orang terdekat.

“Papa meski sakit gimana pun juga sama sekali tidak mau ngerepotin orang, tidak mau ngerepotin keluarga,” kata Jona Rivanno.

“Semua orang kalau lihat Papa akan bilang Papa sehat-sehat saja,” timpal Asmirandah.

Pak Joyo, ketua RT tempat orang tua Asmirandah di bilangan Depok Jawa Barat menyebut sosok Muhammad Tarmizi Zantman selama ini dikenal warga setempat sebagai sosok yang baik, dermawan, dan memiliki jiwa sosial tinggi.

“Sebenarnya sudah lama sakit kanker dari usus ya. Tapi kalau kita lihat dia kelihatan sehat, orangnya kuat, nggak kelihatan sakit,” katanya.

Menurutnya, ayah Asmirandah dilarikan ke rumah sakit hari Selasa (4/4) dan meninggal dunia pada Kamis (6/4). Selama sakit, Asmirandah kerap mendampingi ayahnya.(*)

Reporter: jpgroup

Bupati Meranti Diduga Terima Suap Pengadaan Jasa Ibadah Umrah

0
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Kamis (6/4) malam. KPK menduga, pihak-pihak yang diamankan, salah satunya Bupati Meranti Muhammad Adil.

Selain mengamankan Bupati Meranti, KPK juga turut menangkap puluhan pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Meranti. Serta pihak swasta juga turut diamankan dalam operasi kedap itu.
Menurut Wakil Ketua KPK Nurul Ghufon, sang bupati diduga menerima suap terkait pengadaan jasa ibadah umrah. Selain itu juga melakukan pemerasan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
“Suap pengadaan jasa umrah, itu yang tercapture awal selanjutnya kami kembangkan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dikonfirmasi, Jumat (7/4).
Selain itu, kata Ghufron, pihaknya juga menduga terdapat pemotongan uang persediaan (UP) dan ganti uang persediaan (GUP) di Kabupaten Meranti. Hal ini disinyalir, turut dimainkan oleh sang Bupati Muhammad Adil.
“Pemotongan uang persediaan dan ganti uang persediaan (UP dan GUP ) dipotong 5-10 persen,” ungkap Ghufron.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut, pihaknya turut mengamankan barang bukti uang dalam kegiatan OTT yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Kamis (6/4) malam. Dalam operasi senyap itu, tim penindakan KPK turut mengamankan barang bukti berupa uang.
“Untuk bukti uang sementara kami pastikan tim juga mengamankannya,” ucap Ali.
Disinyalir, barang bukti uang yang diamankan tersebut bernilai ratusan juta rupiah. Namun, KPK saat ini masih menghitungnya untuk kemudian dikonfirmasi ke pihak-pihak yang diamankan.
“Jumlahnya masih terus dihitung dan dikonfirmasi kepada beberapa pihak yang diamankan,” papar Ali.
“Namun, sebagai pemahaman bersama, mengenai jumlah uang besar ataupun kecil itu bukan utama dalam pembuktian unsur korupsi. Sedikit atau banyak sama saja itu perbuatan korupsi, bahkan menerima janjipun bila itu ada transaksi terkait penyalahgunaan jabatan sebagai  penyelenggara, sudah masuk kategori tindak pidana korupsi,” imbuhnya. (*)
Reporter: JP Group

Bupati Meranti Diduga Terima Suap Pengadaan Jasa Ibadah Umrah

0
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Kamis (6/4) malam. KPK menduga, pihak-pihak yang diamankan, salah satunya Bupati Meranti Muhammad Adil.

Selain mengamankan Bupati Meranti, KPK juga turut menangkap puluhan pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Meranti. Serta pihak swasta juga turut diamankan dalam operasi kedap itu.
Menurut Wakil Ketua KPK Nurul Ghufon, sang bupati diduga menerima suap terkait pengadaan jasa ibadah umrah. Selain itu juga melakukan pemerasan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
“Suap pengadaan jasa umrah, itu yang tercapture awal selanjutnya kami kembangkan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dikonfirmasi, Jumat (7/4).
Selain itu, kata Ghufron, pihaknya juga menduga terdapat pemotongan uang persediaan (UP) dan ganti uang persediaan (GUP) di Kabupaten Meranti. Hal ini disinyalir, turut dimainkan oleh sang Bupati Muhammad Adil.
“Pemotongan uang persediaan dan ganti uang persediaan (UP dan GUP ) dipotong 5-10 persen,” ungkap Ghufron.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut, pihaknya turut mengamankan barang bukti uang dalam kegiatan OTT yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Kamis (6/4) malam. Dalam operasi senyap itu, tim penindakan KPK turut mengamankan barang bukti berupa uang.
“Untuk bukti uang sementara kami pastikan tim juga mengamankannya,” ucap Ali.
Disinyalir, barang bukti uang yang diamankan tersebut bernilai ratusan juta rupiah. Namun, KPK saat ini masih menghitungnya untuk kemudian dikonfirmasi ke pihak-pihak yang diamankan.
“Jumlahnya masih terus dihitung dan dikonfirmasi kepada beberapa pihak yang diamankan,” papar Ali.
“Namun, sebagai pemahaman bersama, mengenai jumlah uang besar ataupun kecil itu bukan utama dalam pembuktian unsur korupsi. Sedikit atau banyak sama saja itu perbuatan korupsi, bahkan menerima janjipun bila itu ada transaksi terkait penyalahgunaan jabatan sebagai  penyelenggara, sudah masuk kategori tindak pidana korupsi,” imbuhnya. (*)
Reporter: JP Group

Tim Kuasa Hukum AG Siap Terima Apa pun Putusan Hakim

0
AG saat mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjalani putusan sela, Jakarta, Senin (3/4/2023). (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

batampos –  Sidang dengan agenda pembacaan pleidoi dimanfaatkan AG untuk meminta maaf kepada David Ozora kemarin. AG menangis saat membaca pleidoi yang dia susun sendiri itu.

Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) itu dimulai sekitar pukul 13.00. AG masuk ke ruang sidang dengan didampingi kuasa hukum dan orang tuanya. Dia menunduk dan menutupi wajahnya dengan baju. Karena AG masih di bawah umur, sidang dilakukan secara tertutup.

Seusai sidang yang berlangsung selama empat jam itu, kuasa hukum AG, Mangatta Toding Allo, menuturkan bahwa pleidoi disusun dan dibacakan sendiri oleh AG. Namun, orang tua AG dan kuasa hukum juga membacakan pleidoi sendiri. ”Pleidoi memang kami bagi tiga. Untuk orang tua AG, AG sendiri, dan kuasa hukum,” jelasnya.

Dia menerangkan, dalam pleidoi tersebut, AG menyampaikan permohonan maaf kepada David atas apa yang terjadi. AG bahkan menangis saat membacakan pleidoi tersebut. ”AG menyesal dan minta maaf,” tuturnya. AG juga mendoakan agar David cepat sembuh.

Sementara itu, Melissa Anggarini, kuasa hukum David Ozora, menuturkan bahwa selain meminta maaf, pleidoi AG juga berisi permintaan agar dibebaskan dari jeratan hukum. ”Permintaan itu sungguh tidak rasional,” paparnya.

Dia lantas membandingkan dengan kondisi David yang hingga kini masih terkapar di rumah sakit. Sudah 47 hari dia harus mendapatkan perawatan intensif. ”Kalau AG yang masih 15 tahun khawatir masa depannya, bagaimana dengan masa depan David sendiri yang rusak dan hancur,” tegasnya.

Dia menilai permintaan maaf AG dan orang tuanya tidak diwujudkan dengan tindakan yang nyata. ”Hanya minta maaf saja,” ucapnya. (*)

Reporter: JP Group

Jefri Nichol Lempar Tikus Mati ke Gedung DPR, Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

0
Jefri Nichol saat ikut aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja bersama ratusan mahasiswa (Instagram @jefrinichol)

batampos – Aktor Jefri Nichol melempar tikus mati dan payung hitam ke gedung DPR saat ikut demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Payung hitam sebagai merupakan simbol berduka atas matinya nalar dan kemanusiaan.

Jefri Nichol ikut berdemo bersama para mahasiswa di depan  kompleks gedung DPR MPR RI, untuk menegaskan penolakan terhadap Undang Undang Cipta Kerja yang disahkan DPR dan dinilai bermasalah.

Baca juga:Gaet Musisi Legendaris, Dewa 19 Garap Video Klip Lagu Love is Blind di Amerika

Tidak hanya berdemo lewat perannya dalam film Dear Nathan: Thank You Salma yang dibintanginya bersama Amanda Rawles. Di kehidupan nyata, dia memang suka demo demi membela kepentingan publik luas.

Melalui unggahan Instagram Story, Jefri Nichol memperlihatkan sejumlah momen saat ikut aksi demo kemarin. Ada momen dimana dia melemparkan bangkai tikus mengarah ke gedung DPR.

“Mahasiswa UNJ ngasih gua kesempatan buat ngelempar tikus gedung sarang tikus @dpr_ri. Yang dilempar ini tikus mati, yang hidup dilepasin aja ke gerbangnya,” tulis Jefri Nichol

Selain melemparkan bangkai tikus, pemain film Habibie & Ainun 3 juga ikut melemparkan payung hitam ke arah gedung DPR. Payung hitam merupakan simbol berduka atas matinya nalar dan kemanusiaan.

“Terima kasih @bem_si buat orasi- orasinya, keren banget mahasiswa yang turun ke jalan.Untuk kalian para tikus-tikus yang melindungi oligarki dan orang-orang korup, makan ta* lah semuanya,” tulis Jefri Nichol.(*)

Reporter: jpgroup