Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 581

Tertunda 11 Jam, KM Bukit Raya Akhirnya Berangkat dari Kijang ke Natuna dan Pontianak

0
KM Bukit Raya akhirnya diberangkatkan dari Bintan setelah sempat tertunda selama 11 jam. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kapal penumpang KM Bukit Raya akhirnya diberangkatkan dari Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Kabupaten Bintan, Selasa (13/1) sore, setelah sempat mengalami keterlambatan selama hampir 11 jam. Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tersebut bertolak menuju Anambas–Natuna–Pontianak.

KM Bukit Raya semula dijadwalkan berangkat pada pukul 06.00 WIB. Namun, akibat cuaca buruk saat pelayaran dari Belinyu menuju Kijang, kapal baru dapat diberangkatkan sekitar pukul 17.00 WIB.

Keterlambatan panjang tersebut membuat ratusan penumpang harus menunggu hampir seharian penuh di area Pelabuhan Sei Kolak. Sejak subuh, para penumpang telah memadati ruang tunggu dan area sekitar pelabuhan demi memastikan tidak tertinggal jadwal keberangkatan.

Pantauan di lapangan, ruang tunggu pelabuhan hingga area luar dipenuhi calon penumpang yang duduk di lantai sambil menjaga barang bawaan berupa koper dan tas.

Lamanya waktu tunggu membuat sebagian penumpang terpaksa membeli makanan dan minuman di sekitar pelabuhan dengan harga yang relatif lebih mahal.

Salah seorang penumpang tujuan Letung, Hamid, mengaku cukup terbebani dengan kondisi tersebut.

“Lumayan lama juga berangkatnya, hampir 12 jam. Kami siang tadi beli makan di pelabuhan, harganya mahal. Kalau berangkat sesuai jadwal, kita bisa dapat jatah makan dari kapal,” ujar Hamid.

Menurut Hamid, keterlambatan juga membuat para penumpang kelelahan, terutama mereka yang membawa keluarga dan anak-anak.

Sementara itu, Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, mengatakan jumlah penumpang KM Bukit Raya pada pelayaran kali ini mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan data Pelni, sebanyak 962 penumpang tercatat mendapatkan tempat tidur atau seat. Sementara itu, 288 penumpang lainnya berstatus non-seat atau tidak memperoleh tempat tidur.

“Secara global penumpang yang mendapatkan seat 962 orang. Ada 288 orang yang tidak ada seat. Kita lakukan penambahan demi kemanusiaan, supaya mereka bisa pulang ke daerahnya,” kata Putra.

Putra menjelaskan, KM Bukit Raya sebelumnya tiba dari Belinyu dan menurunkan 224 penumpang di Pelabuhan Sei Kolak. Namun, jumlah penumpang yang naik dari Kijang mencapai 1.094 orang.

Dengan demikian, total penumpang yang berada di atas kapal atau on board mencapai 1.247 orang dengan tujuan beragam, mulai dari Anambas, Natuna, hingga Pontianak.

Ia membenarkan, penumpukan penumpang tidak terlepas dari kondisi cuaca ekstrem di wilayah perairan Kepulauan Riau. Sejumlah penumpang dari Anambas dan Natuna memilih menggunakan KM Bukit Raya karena beberapa kapal ferry mengalami penundaan akibat gelombang laut yang mencapai hingga 4 meter.

Kondisi tersebut membuat KM Bukit Raya menjadi tumpuan utama warga untuk kembali ke daerah tujuan, meski harus rela menunggu hingga berjam-jam akibat keterlambatan keberangkatan. (*)

Artikel Tertunda 11 Jam, KM Bukit Raya Akhirnya Berangkat dari Kijang ke Natuna dan Pontianak pertama kali tampil pada Kepri.

Max Biaggi Sebut Aprilia Satu-satunya Pabrikan Italia di MotoGP, Sindir Ducati

0
Max Biaggi. F. x.com/maxbiaggi.

batampos – Mantan juara dunia MotoGP enam kali, Max Biaggi, menyebut Aprilia sebagai satu-satunya pabrikan Italia yang sesungguhnya di ajang MotoGP. Sebaliknya, Biaggi menilai Ducati bukan lagi sepenuhnya pabrikan Italia karena kepemilikannya berada di bawah Audi.

Pembalap asal Roma, Italia, itu menyampaikan pandangan tersebut dalam sebuah wawancara dengan TNT Sport. Menurut Biaggi, status kepemilikan Ducati membuat pabrikan asal Borgo Panigale tersebut lebih tepat disebut sebagai pabrikan Jerman.

“Secara jujur, Aprilia adalah satu-satunya pabrikan Italia di paddock karena kita semua tahu Ducati dimiliki Jerman melalui Audi,” ujar Biaggi.

Biaggi, yang kini berusia 54 tahun, dikenal sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang masa di kelas 250cc. Ia mengoleksi empat gelar juara dunia 250cc secara beruntun pada periode 1994 hingga 1997.

Setelah itu, Biaggi naik ke kelas utama MotoGP pada 1998 dan langsung mencatatkan kemenangan debut di Grand Prix Jepang bersama Honda. Sepanjang kariernya di kelas premier, ia menjadi rival utama Valentino Rossi dan mengoleksi total 13 kemenangan balapan.

Usai pensiun dari MotoGP, Biaggi melanjutkan kesuksesan di ajang World Superbike dengan meraih dua gelar juara dunia pada 2010 dan 2012. Saat ini, ia menjabat sebagai duta Aprilia dan telah mengemban peran tersebut hampir satu dekade.

“Saya sudah hampir 10 tahun menjadi duta Aprilia dan itu merupakan sebuah kehormatan besar untuk dikaitkan dengan pabrikan ini,” katanya.

Meski demikian, Ducati tetap mempertahankan identitasnya sebagai merek Italia meskipun telah dimiliki Audi sejak 2012. Pabrikan tersebut masih beroperasi dari markas utamanya di Borgo Panigale, Italia.

Ducati juga mencatatkan salah satu musim paling sukses dalam sejarah MotoGP pada musim lalu. Pabrikan itu meraih kemenangan dalam 17 dari 22 seri Grand Prix dan menyapu bersih tiga gelar juara dunia.

Pada musim tersebut, Marc Marquez tampil dominan dengan mencatatkan 11 kemenangan balapan Grand Prix serta 14 kemenangan pada balapan sprint, sekaligus memastikan gelar juara dunia. (*)

Artikel Max Biaggi Sebut Aprilia Satu-satunya Pabrikan Italia di MotoGP, Sindir Ducati pertama kali tampil pada Olahraga.

Apple Resmi Gunakan AI Google Gemini untuk Siri Mulai 2026

0
F. x.com/livedoornews.

batampos – Apple dan Google resmi mengumumkan kerja sama strategis di bidang kecerdasan buatan (AI). Melalui kolaborasi ini, teknologi AI Google Gemini akan menjadi fondasi utama pembaruan besar asisten suara Siri serta pengembangan fitur Apple Intelligence yang dijadwalkan mulai diluncurkan sepanjang 2026.

Kerja sama tersebut menandai aliansi langka antara dua raksasa teknologi yang selama ini dikenal sebagai pesaing utama di pasar global. Apple menyatakan pemilihan Gemini dilakukan setelah melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah model AI.

Menurut Apple, Gemini dinilai paling mampu menjadi landasan bagi Apple Foundation Models untuk menghadirkan kecerdasan baru pada Siri yang lebih kontekstual, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.

Teknologi Gemini juga akan menopang pengembangan Apple Intelligence secara luas, mencakup pemrosesan bahasa alami, pemahaman konteks pengguna, hingga eksekusi perintah yang lebih kompleks.

The Guardian melaporkan pembaruan ini disebut sebagai langkah besar yang telah lama dinantikan oleh pengguna perangkat Apple.

Meski menggandeng Google, Apple menegaskan tetap mempertahankan standar tinggi perlindungan privasi pengguna. Pemrosesan data akan dilakukan langsung di perangkat serta melalui sistem Private Cloud Compute milik Apple.

Apple dan Google tidak mengungkap nilai kesepakatan kerja sama tersebut. Namun, sejumlah laporan menyebut Apple kemungkinan membayar sekitar US$1 miliar kepada Google untuk memperoleh akses teknologi AI Gemini.

Kesepakatan ini tercapai setelah Apple sebelumnya menguji sejumlah teknologi AI dari pesaing lain, seperti OpenAI dan Anthropic, sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada Gemini.

Siri versi terbaru yang lebih personal dan cerdas diperkirakan meluncur pada musim semi 2026 sebagai bagian dari pembaruan iOS 26.4.

Model Gemini yang akan digunakan Apple disebut memiliki skala sangat besar dengan lebih dari 1,2 triliun parameter, melampaui kemampuan model AI Apple saat ini, terutama dalam menangani tugas komputasi berat dan kompleks.

Kerja sama ini turut berdampak pada pasar saham global. Alphabet, induk perusahaan Google, dilaporkan mencapai valuasi sekitar US$4 triliun dan melampaui Apple sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.

Kolaborasi ini dinilai memperkuat posisi Google dalam lanskap AI global, sementara teknologi Gemini akan hadir di lebih dari 2 miliar perangkat Apple di seluruh dunia.

Artikel Apple Resmi Gunakan AI Google Gemini untuk Siri Mulai 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kendalikan Narkoba dari Lapas, Seorang Napi Dituntut Penjara Seumur Hidup

0
Dandi Faisal, terdakwa kasus narkoba dituntut seumur hidup oleh JPU dalam sidang di PN Batam, Selasa (13/1/2026). F Azis Maulana

batampos – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara seumur hidup terhadap terdakwa Dandi Faisal dalam perkara tindak pidana narkotika yang disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (13/1/2026).

Tuntutan dibacakan JPU Aditya Syaummil di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Watimena dengan anggota Rinaldi dan Elen.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait pemufakatan jahat dan percobaan peredaran narkotika golongan I dengan berat melebihi 5 gram.

“Menuntut pidana penjara seumur hidup,” ujar JPU di ruang sidang.

Perkara ini menarik perhatian publik lantaran terdakwa diketahui pernah divonis 20 tahun penjara dalam perkara sebelumnya, namun kembali terjerat kasus narkotika yang dikendalikan dari balik jeruji.

Dalam uraian surat dakwaan, JPU menjelaskan bahwa Dandi Faisal bermufakat dengan Fajar Aulia (dituntut terpisah) untuk mengirimkan sabu dari Batam ke Lombok.

Aksi tersebut terungkap pada Kamis, 15 Mei 2025 sekitar pukul 14.00 WIB di Bandara Internasional Hang Nadim*.

Petugas Bea Cukai mencurigai isi sebuah koper abu-abu merek Polo Lock yang terdeteksi mesin X-ray. Setelah ditelusuri, koper tersebut milik Fajar Aulia dengan rencana penerbangan menuju Lombok transit Yogyakarta.

Pemeriksaan lanjutan menemukan tiga bungkus plastik bening berisi kristal diduga sabu.

Pengakuan Fajar Aulia menyebutkan barang haram tersebut berasal dari terdakwa. Selanjutnya, Fajar Aulia bersama barang bukti diserahkan kepada petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau untuk pengembangan.

Hasil penyidikan mengungkap bahwa Dandi Faisal mengendalikan pengiriman dari Lapas Kelas II Tanjungpinang menggunakan telepon genggam.

Dakwaan juga membeberkan peran terdakwa sebagai penghubung antara kurir dan pemasok berinisial Bakri (DPO). Pada 12 Mei 2025, terdakwa menerima informasi pekerjaan pengantaran sekitar setengah kilogram sabu dengan upah Rp40 juta.

Terdakwa kemudian menawarkan kepada Fajar Aulia dengan imbalan Rp25 juta di luar biaya transportasi.

Untuk operasional, terdakwa mengirimkan dana tiket dan kebutuhan awal. Sabu diserahkan di kawasan Batu Aji dengan sandi “88” lalu diperintahkan disimpan dalam koper dan dibawa ke Lombok. Namun, upaya tersebut gagal setelah tertangkap di bandara.

Berdasarkan Laporan Pengujian BPOM Batam 28 Mei 2025, sampel kristal bening dinyatakan positif mengandung metamfetamin termasuk Narkotika Golongan I.

Sementara hasil penimbangan Pegadaian Kota Batam mencatat berat netto masing-masing 96,9 gram, 191,1 gram dan 193,4 gram dengan total 481,4 gram*

Atas perbuatannya, JPU menilai terdakwa layak dijatuhi hukuman paling berat.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembelaan (pleidoi) dari terdakwa dan penasihat hukumnya pada persidangan berikutnya.(*)

 

Artikel Kendalikan Narkoba dari Lapas, Seorang Napi Dituntut Penjara Seumur Hidup pertama kali tampil pada Metropolis.

Dinas Perkim Tegaskan Aset Stadion Megat Alang Perkasa Sudah Diserahkan ke Dispora

0
Kondisi atap tribun Stadion Megat Alang Perkasa di Jalan Busung, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, terlihat berkarat dan ada yang lepas. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Aset Stadion Megat Alang Perkasa yang berlokasi di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, telah resmi diserahkan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bintan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bintan.

Berdasarkan data Dinas Perkim Bintan, penyerahan aset berupa tanah, bangunan, serta sarana dan prasarana stadion telah dilakukan sejak Juli 2019.

Serah terima tersebut dituangkan dalam berita acara barang milik daerah yang ditandatangani Kepala Dinas Perkim Bintan saat itu, Juni Rianto, dan Kepala Dispora Bintan, Hasfi Handra.

Sejak penandatanganan berita acara tersebut, pemeliharaan, penggunaan, serta pengelolaan Stadion Megat Alang Perkasa sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dispora Bintan.

Kepala Dinas Perkim Bintan, Mohammad Irzan, menjelaskan bahwa proses penyerahan aset stadion berlangsung secara bertahap sejak 2019 hingga 2022, mencakup gedung utama, lapangan sepak bola, serta perlengkapan pendukung lainnya.

“Artinya pengelolaan stadion sudah di Dispora Bintan,” kata Irzan, Selasa (13/1).

Ia menambahkan, lahan Stadion Megat Alang Perkasa telah diganti rugi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar.

Irzan memastikan seluruh aset dan lahan stadion tidak lagi bermasalah secara administrasi maupun hukum dan telah dapat dimanfaatkan.

Menurut Irzan, Dinas Perkim Bintan juga telah mengutus tim teknis untuk berkoordinasi dengan Dispora Bintan guna melakukan pengukuran dan pendataan menyeluruh terhadap aset stadion.

“Tim akan melakukan pengukuran secara keseluruhan sehingga diharapkan stadion dapat diperbaiki dan dipergunakan di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dispora Bintan, Alfeni Harmi, menyampaikan kondisi Stadion Megat Alang Perkasa saat ini mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap tribun yang lepas dan mengalami korosi sehingga dinilai membahayakan jika digunakan secara normal.

Sebagai langkah antisipasi, Dispora Bintan membatasi aktivitas di area stadion serta menyiagakan petugas khusus untuk pengawasan.

“Ada tiga orang petugas yang khusus menjaga kondisi stadion,” kata Alfeni.

Alfeni juga sempat menyampaikan bahwa perbaikan stadion belum dapat dilakukan karena masih menunggu kejelasan administrasi aset.

Namun, dengan adanya penegasan dari Dinas Perkim Bintan, pengelolaan stadion kini telah berada di bawah kewenangan Dispora Bintan. (*)

Artikel Dinas Perkim Tegaskan Aset Stadion Megat Alang Perkasa Sudah Diserahkan ke Dispora pertama kali tampil pada Kepri.

Waspada Cuaca Panas, Jangan Tinggalkan 5 Barang Ini di Dalam Mobil

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Cuaca panas dapat membuat suhu di dalam kabin mobil meningkat drastis, bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan suhu udara di luar.

Kondisi ini bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berbahaya jika sejumlah barang ditinggalkan di dalam kendaraan, khususnya di atas jok mobil.

Paparan panas ekstrem di kabin mobil berisiko merusak barang, memicu kebakaran, hingga membahayakan keselamatan pengendara. Berikut lima barang yang dilarang ditinggal di atas jok mobil saat cuaca panas, dikutip dari eptyres.com:

1. Elektronik dan Perangkat Bertenaga Baterai

Perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, kamera, tablet, hingga power bank menggunakan baterai lithium-ion yang sensitif terhadap panas.

Suhu tinggi di dalam mobil dapat menyebabkan baterai menggelembung, bocor, rusak, bahkan meningkatkan risiko ledakan.

2. Kaleng Aerosol atau Produk Bertekanan

Produk bertekanan seperti deodorant semprot, hairspray, pengharum ruangan, atau aerosol lainnya berisiko meledak saat terpapar suhu tinggi. Ledakan ini dapat merusak interior mobil dan membahayakan penumpang.

3. Botol Minuman Plastik

Minuman atau air yang disimpan dalam botol plastik di dalam mobil panas berpotensi melepaskan zat kimia berbahaya dari plastik ke dalam cairan. Selain itu, botol plastik juga bisa memicu risiko kebakaran kabin akibat efek pembiasan panas.

4. Produk Medis

Obat resep, vitamin, inhaler, maupun produk medis lainnya umumnya harus disimpan pada suhu tertentu. Paparan panas berlebihan dapat mengubah komposisi kimia obat sehingga mengurangi efektivitas dan membahayakan kesehatan.

5. Barang Plastik dan Produk Sensitif Suhu

Barang berbahan plastik seperti kacamata, kosmetik, mainan, atau aksesori kecil berisiko meleleh atau berubah bentuk jika ditinggalkan di dalam mobil tertutup saat cuaca panas.

Perlu diketahui, suhu kabin mobil yang terpapar sinar matahari langsung dapat meningkat dengan sangat cepat dan jauh melampaui suhu lingkungan. Hal ini mempercepat kerusakan barang yang sensitif terhadap panas.

Pengendara diimbau untuk selalu memarkir kendaraan di tempat teduh, menggunakan pelindung kaca, serta tidak meninggalkan barang-barang berisiko di dalam mobil, terutama saat cuaca panas ekstrem. (*)

Artikel Waspada Cuaca Panas, Jangan Tinggalkan 5 Barang Ini di Dalam Mobil pertama kali tampil pada Lifestyle.

Ditarget Rp 2 Triliun, Bapenda Petakan Ulang Potensi PAD

0

Juru parkir saat mengatur kendaraan di Nagoya, Lubukbaja beberapa waktu lalu. Dok Batam Pos

batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam menyiapkan langkah agresif untuk memperkuat penerimaan pajak dan retribusi daerah pada tahun 2026. Sejumlah sektor dinilai masih belum tergarap optimal, terutama jasa parkir, persampahan dan kebersihan, serta beberapa jenis retribusi lainnya

Kepala Bapenda Batam, Raja Azmansyah, mengungkapkan, pihaknya akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah melalui diskusi intensif dan penyusunan strategi bersama. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target pendapatan daerah yang tahun ini dipatok sebesar Rp2 triliun.

“Terutama dari teman-teman retribusi. Kami akan lakukan brainstorming bersama, menyusun strategi pencapaian target, termasuk bagaimana memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi,” katanya, Selasa (13/1).

Dia mencontohkan sektor parkir yang mulai menunjukkan perbaikan. Optimalisasi sistem dan peningkatan kepatuhan membuat pendapatan retribusi parkir naik dari kisaran Rp11 miliar menjadi sekitar Rp15 miliar. Lonjakan itu didorong oleh pembinaan terhadap juru parkir dan sistem pelaporan yang lebih tertib.

Namun, masih ada persoalan kebijakan yang membatasi optimalisasi penerimaan. Salah satunya adalah aturan batas waktu drop up 15 menit, yang dinilai terlalu lama dan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengelola parkir.

“Keluhan dari pengelola, drop up 15 menit itu cukup lama. Orang masuk area parkir, putar sebentar, lalu keluar, masih gratis. Itu mempengaruhi sekitar 10 sampai 15 persen pendapatan parkir,” ujar Azman.

Ia menyebut, aturan ini berbeda dengan banyak daerah lain yang rata-rata hanya menerapkan batas waktu drop up lima menit. Bahkan, saat penyusunan target pendapatan, diasumsikan akan ada perubahan regulasi, tapi hingga kini belum terealisasi.

Untuk mengejar target pendapatan, Bapenda akan meningkatkan pengawasan, uji kepatuhan, dan validasi pelaporan wajib pajak. Pemeriksaan akan diperkuat oleh keberadaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang kini dimiliki Bapenda.

“Fokus utama kami adalah peningkatan pengawasan, pemeriksaan, dan penegakan kepatuhan. Kami sudah memiliki PPNS, sehingga kepatuhan wajib pajak bisa lebih terukur dan selaras dengan pelaporannya,” katanya.

Pendataan dan pembaruan data wajib pajak juga akan dilakukan secara menyeluruh. Bapenda akan menyisir wajib pajak baru dan memverifikasi data lapangan untuk mengetahui potensi riil. Setelah melakukan survei potensi pajak restoran dan hotel pada tahun sebelumnya, tahun ini Bapenda berencana memperluas survei ke sektor hiburan.

Selain penguatan pengawasan, Bapenda juga menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Sejak awal tahun, kampanye kepatuhan pajak turut menyasar pelajar dan mahasiswa melalui kegiatan sosialisasi di perguruan tinggi.

“Kami ingin mengkomunikasikan pentingnya pajak dan manfaatnya bagi pembangunan Kota Batam. Saat ini sekitar 52 persen pendapatan APBD Batam bersumber dari PAD, artinya kemandirian fiskal kita sangat bergantung pada kepatuhan pajak,” kata Azman.(*)

 

Artikel Ditarget Rp 2 Triliun, Bapenda Petakan Ulang Potensi PAD pertama kali tampil pada Metropolis.

Soal Protes Warga, PT Hermina Jaya Akui Ada Kesepakatan yang Belum Tuntas

0
Warga Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga saat melakukan aksi di lokasi operasional PT Hermina Jaya, Senin (12/1). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – PT Hermina Jaya mengakui masih terdapat sejumlah kesepakatan dengan warga Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, yang belum direalisasikan.

Menanggapi aksi warga, pihak perusahaan memastikan akan segera turun langsung ke desa untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hal itu disampaikan Ari, perwakilan PT Hermina Jaya, saat ditemui di lokasi perusahaan di Marok Tua, Senin (12/1).

Ia menyebut komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi langkah penting agar seluruh kesepakatan yang telah dibuat dapat diselesaikan secara terbuka.

“Nanti kami dari Hermina Jaya akan ke desa untuk menyelesaikan kesepakatan-kesepakatan itu, supaya semuanya jelas dan kami bisa bekerja dengan lancar,” ujar Ari.

Sebelumnya, ratusan warga Desa Marok Tua menggelar aksi dengan menuntut pemenuhan hak sesuai perjanjian yang telah disepakati bersama perusahaan. Warga juga meminta PT Hermina Jaya menghentikan sementara aktivitas operasional hingga tuntutan tersebut dipenuhi.

Ari mengakui adanya beberapa poin kesepakatan yang tertunda pelaksanaannya. Menurut dia, penundaan tersebut berkaitan dengan tahapan pengapalan hasil produksi perusahaan.

“Ada beberapa poin yang memang tertunda. Setelah pengapalan, baru bisa kami realisasikan,” katanya.

Aksi warga tersebut dikoordinatori oleh Safarudin. Dalam tuntutannya, warga mendesak perusahaan untuk membuka dialog langsung dan menghentikan sementara aktivitas operasional sebelum kesepakatan direalisasikan.

Menanggapi permintaan tersebut, Ari menegaskan kesiapan PT Hermina Jaya untuk segera datang ke Desa Marok Tua guna melakukan pertemuan dengan masyarakat.

“Kalau ingin segera beraktivitas, berarti kami juga harus segera ke desa. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan turun ke sana,” tuturnya.

Pihak perusahaan berharap pertemuan langsung dengan masyarakat dapat menjadi ruang dialog untuk menyamakan persepsi, sehingga aktivitas perusahaan dan kehidupan sosial masyarakat Desa Marok Tua dapat berjalan berdampingan secara kondusif. (*)

Artikel Soal Protes Warga, PT Hermina Jaya Akui Ada Kesepakatan yang Belum Tuntas pertama kali tampil pada Kepri.

Pemerintah RI Terus Jalin Komunikasi dengan Pemerintah Gabon dalam Penyelamatan WNI yang Diculik Bajak Laut

0
Ilustrasi Gedung Pancasila di Kemenlu. F.portal kemlu

batampos – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya menyelamatkan anak buah kapal warga negara Indonesia (WNI) yang diculik bajak laut di perairan Gabon. Pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah Gabon untuk penyelamatan tersebut.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya korban WNI dalam pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 di Gabon pada Minggu (11/1) waktu setempat.

“Segera setelah mendapat informasi pembajakan, Kemlu melalui KBRI Yaounde telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik,” kata Heni, dalam keterangan tertulis dikonfirmasi Selasa.

KBRI Yaounde juga telah meminta informasi terbaru terkait kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak pembajakan, khususnya yang lolos dari penculikan oleh bajak laut.

Pelaku pembajakan diketahui menculik 9 dari 12 awak kapal IB FISH 7, sementara 3 lainnya – 2 di antaranya adalah WNI – lolos dari penculikan dan bertahan di atas kapal hingga diselamatkan otoritas setempat, yang mengawal kapal sampai Libreville, ibu kota Gabon.

Heni memastikan WNI yang selamat tersebut dalam kondisi aman, sementara personel Angkatan Laut Gabon telah memulai operasi pemburuan terhadap para pelaku penculikan ABK tersebut.

KBRI Yaounde terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa penanggung jawab tetap melaksanakan semua hak ketenagakerjaan yang dimiliki para ABK WNI maupun keluarganya, ucap dia.

“⁠Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” kata Heni, menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong mengkonfirmasi bahwa ada 4 WNI dan 5 WN China yang diculik bajak laut dalam peristiwa tersebut.

“Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon,” kata Meyong, sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24, Senin waktu setempat.

Ia pun memastikan bahwa situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim.(*)

 

Artikel Pemerintah RI Terus Jalin Komunikasi dengan Pemerintah Gabon dalam Penyelamatan WNI yang Diculik Bajak Laut pertama kali tampil pada News.

Tak Jadi ke BRK, Pemprov Kepri Ajukan Pinjaman Rp400 Miliar ke Bank BJB

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dipastikan akan mengajukan pinjaman dana ratusan miliar rupiah ke Bank Jabar Banten (BJB) guna mendukung pembangunan di tujuh kabupaten/kota di Kepri.

Saat ini, Pemprov Kepri masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Keuangan sebelum merealisasikan pinjaman senilai lebih dari Rp400 miliar tersebut.

“Saat ini lagi proses di kementerian, kita juga sudah berkoordinasi dan harus melengkapi dokumen lagi. Nilainya Rp400 miliar,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Selasa (13/1).

Ansar menjelaskan, sebelumnya Pemprov Kepri sempat mempertimbangkan pinjaman ke Bank Riau Kepri (BRK). Namun rencana tersebut batal karena proses penyusunan dewan direksi bank tersebut belum rampung.

Selain itu, kata Ansar, limit pinjaman di BRK hanya mencapai sekitar Rp50 miliar sehingga dinilai tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan pembangunan daerah. Oleh karena itu, Pemprov Kepri memilih mengajukan pinjaman ke Bank BJB.

Dana pinjaman tersebut rencananya akan digunakan untuk sejumlah proyek pembangunan, seperti pembenahan RSUD Raja Ahmad Tabib, pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai daerah.

“Kalau tidak meminjam, kita tidak ada kegiatan pembangunan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Kepri juga telah menjajaki opsi pinjaman ke sejumlah lembaga lain untuk mendukung pembangunan infrastruktur, di antaranya PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan BRK Syariah.

Ansar menegaskan, pinjaman tersebut difokuskan untuk pembiayaan proyek pembangunan dan peningkatan layanan publik, bukan untuk kebutuhan operasional pemerintah seperti pembayaran gaji atau tunjangan pegawai.

Salah satu tujuan utama pinjaman ini adalah meningkatkan pelayanan kesehatan di Kepri. Dengan fasilitas rumah sakit yang lebih memadai dan ketersediaan dokter spesialis yang lengkap, masyarakat diharapkan tidak lagi harus berobat ke luar daerah maupun ke luar negeri.

“Kalau sudah lengkap, warga tidak perlu lagi berobat ke luar daerah atau ke Malaysia dengan biaya besar,” pungkas Ansar. (*)

Artikel Tak Jadi ke BRK, Pemprov Kepri Ajukan Pinjaman Rp400 Miliar ke Bank BJB pertama kali tampil pada Kepri.