Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 596

4.000 Ton Beras Premium dari Makassar Bakal Masuk Batam, Tapi Terkendala Pembeli

0
Kepala Bulog Batam, Guido XL Pereira. F. Yashinta

batampos – Rencana mendatangkan 4.000 ton beras premium dari Makassar, Sulawesi Selatan, ke Kota Batam hingga kini belum dapat direalisasikan. Penyebabnya, belum ada distributor di Batam yang menyatakan minat membeli beras tersebut, meski stok itu disiapkan Bulog sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan pengiriman beras premium tersebut sejatinya akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan 1.000 ton tahap pertama. Namun, pengiriman baru bisa dilakukan apabila pembelinya di Batam sudah ada.

“Pengiriman itu sifatnya bertahap. Tahap awal 1.000 ton, tapi dengan catatan pembelinya di Batam sudah ada. Sampai sekarang belum ada,” ujar Guido, Rabu (7/1).

Menurutnya, Bulog Batam telah menerima sampel beras premium asal Makassar yang kini tersimpan di kantornya. Sampel tersebut ditawarkan kepada sejumlah distributor beras di Batam, namun belum mendapat respons.

Baca Juga: Amsakar Pastikan Tak Ada Impor Beras ke Batam, Stok Premium Aman

“Saya sudah tawarkan ke distributor-distributor yang ada di sini. Sama distributor saya kenal, tapi lima distributor yang saya hubungi langsung, sampai sekarang belum ada respons,” katanya.

Guido memperkirakan harga beras premium asal Makassar tersebut jika tiba di Batam berada di kisaran Rp14.500 per kilogram, dengan kondisi kemasan polos ukuran 50 kilogram. Harga tersebut belum termasuk biaya tambahan jika distributor ingin melakukan pengemasan ulang menjadi ukuran 5 kilogram atau 10 kilogram dengan merek masing-masing.

“Kalau sampai di Batam, kira-kira Rp14.500 per kilo, itu masih kemasan polos 50 kilogram. Kalau mau dikemas ulang sesuai merek distributor, tentu ada biaya lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Bulog Batam telah lebih dulu menyalurkan 48 ton beras premium asal Subang, Jawa Barat, ke pasaran Batam. Beras tersebut dipasarkan dengan merek Sentra Rama dan Punakawa, dan sudah tersedia di dua gerai ritel besar, termasuk di kawasan Batam Center.

“Yang dari Subang sudah masuk, total 48 ton, dan sudah disebar di ritel modern,” kata Guido.

Meski rencana mendatangkan beras premium dari Makassar belum terealisasi, Guido memastikan ketersediaan beras di Batam masih relatif aman. Berdasarkan pemantauan Bulog bersama Satgas Pangan, pasokan beras di pasar tradisional maupun ritel modern masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Pencinta Korean Food? Ini 5 Tempat Makan Korea Halal di Batam

“Kalau saya lihat, stok beras di Batam masih cukup. Distributor juga masih mendatangkan beras dari Karawang, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Jadi untuk saat ini masih aman,” ujarnya.

Namun demikian, Guido mengakui harga beras di pasaran mengalami kenaikan. Salah satunya beras merek Harumas yang sebelumnya dijual di bawah Rp15.000 per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp15.400 hingga Rp15.500 per kilogram.

“Di ritel, kemasan 5 kilogram sekarang dijual sekitar Rp77.000 sampai Rp77.500. Memang ada kenaikan dibandingkan sebelumnya,” kata Guido.

Bulog, lanjutnya, tetap menjalankan tugas pokok untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, khususnya beras, di Kota Batam. Jika ke depan kondisi pasokan mulai tidak normal dan stok di pasaran menipis, Bulog siap segera mendatangkan beras dari luar daerah, termasuk dari Makassar.

“Kalau nanti kondisi sudah tidak normal dan stok mulai berkurang, saya pasti minta segera dikirim ke Batam. Bulog siap, tinggal menunggu kebutuhan dan permintaan di lapangan,” tutupnya. (*)

Artikel 4.000 Ton Beras Premium dari Makassar Bakal Masuk Batam, Tapi Terkendala Pembeli pertama kali tampil pada Metropolis.

Peringatan Dini dari BMKG, Gelombang Sangat Tinggi Bisa Terjadi Periode 8–11 Januari 2026

0
Ilustrasi: Kapal nelayan berlayar ditengah gelombang laut tinggi di perairan pantai Slili, Gunungkidul, Yogyakarta. (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi pelaut dan masyarakat pesisir, terkait potensi gelombang laut yang sedang hingga sangat tinggi, di sejumlah perairan Indonesia pada periode 8 – 11 Januari 2026.

Di beberapa wilayah, tinggi gelombang diperkirakan bisa mencapai 4 – 6 meter alias kategori sangat tinggi dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

BMKG menjelaskan, peningkatan tinggi gelombang ini dipicu oleh Siklon Tropis Jenna yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten. Sistem tersebut memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah perairan Indonesia, dengan angin di wilayah utara bergerak dari barat laut hingga timur laut berkecepatan 8–30 knot, sementara wilayah selatan dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara.

Dalam rilis resminya, berikut potensi gelombang sedang hingga tinggi di perairan Indonesia berdasarkan kategorinya dari BMKG.

1. Kategori gelombang sangat tinggi (4,0–6,0 meter) berpeluang terjadi di:

Laut Natuna Utara

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya, terutama bagi perahu nelayan hingga kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

2. Gelombang tinggi (2,5–4,0 meter) diprakirakan terjadi di wilayah:

Samudra Hindia selatan Jawa Barat

Samudra Hindia selatan Jawa Tengah

Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta

Samudra Hindia selatan Jawa Timur

Samudra Hindia selatan NTB

Selat Karimata bagian utara

Laut Arafuru bagian tengah

Laut Arafuru bagian timur

3. Gelombang sedang hingga tinggi (1,25–2,5 meter) berpeluang terjadi di perairan:

Selat Malaka bagian utara

Samudra Hindia barat Aceh

Samudra Hindia barat Kepulauan Nias

Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai

Samudra Hindia barat Bengkulu

Samudra Hindia barat Lampung

Samudra Hindia selatan Banten

Samudra Hindia selatan Bali

Samudra Hindia selatan NTT

Selat Karimata bagian selatan

Laut Jawa bagian barat

Laut Jawa bagian tengah

Laut Jawa bagian timur

Laut Bali

Laut Sumbawa

Laut Flores

Laut Banda

Laut Arafuru bagian utara

Laut Arafuru bagian barat

Selat Makassar bagian selatan

Selat Makassar bagian utara

Laut Sulawesi bagian timur

Laut Maluku

Samudra Pasifik utara Maluku

Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya

Samudra Pasifik utara Papua Barat

Samudra Pasifik utara Papua

Seiring kondisi tersebut, BMKG mengimbau pelaku pelayaran meningkatkan kewaspadaan. Perahu nelayan disarankan tidak melaut saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter.

Adapun kapal tongkang diimbau waspada pada angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter, kapal ferry pada angin 21 knot dan gelombang 2,5 meter, serta kapal besar saat angin mencapai 27 knot dengan gelombang hingga 4 meter.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca maritim terkini melalui kanal resmi BMKG selama periode peringatan dini ini guna meminimalkan risiko kecelakaan laut.(*)

Artikel Peringatan Dini dari BMKG, Gelombang Sangat Tinggi Bisa Terjadi Periode 8–11 Januari 2026 pertama kali tampil pada News.

2026, BP Batam Garap 4 Proyek Jalan Strategis

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mendorong peningkatan infrastruktur jalan guna mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Pada tahun 2026, BP Batam akan melaksanakan empat proyek pembangunan dan peningkatan jalan di kawasan strategis Batam.

Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai langkah strategis pihaknya untuk terus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Batam.

Taofan menyebutkan ada empat ruas jalan yang ditingkatkan sepanjang tahun 2026. Pertama, Jalan Gajah Mada sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer, yang menghubungkan Landing Point Flyover Sei Ladi menuju Simpang Laluan Madani. Jalan ini akan dikembangkan menjadi enam lajur dua arah dengan konfigurasi tiga lajur di masing-masing sisi. Proyek ini dikontrak dengan anggaran Rp 140 miliar dan mulai dikerjakan pada Januari ini.

Kedua, Jalan R. Suprapto, yaitu ruas Simpang Batamindo menuju Dam Mukakuning sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer. Proyek ini juga dilaksanakan pada Januari ini dan akan dibangun menjadi empat lajur dua arah di masing-masing sisi sebagai kelanjutan peningkatan jalan menuju kawasan industri Mukakuning. Adapun nilai proyek sebesar Rp 50,8 miliar.

Selanjutnya, masih dalam tahap perencanaan, terdapat jalan Kawasan Industri Tanjung Gundap sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer dan jalan Kawasan Industri Kabil sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Keduanya akan menggunakan anggaran proyek masing-masing sebesar Rp 27 miliar.

“Dengan infrastruktur yang memadai, kita ingin aktivitas ekonomi dan industri di Batam semakin tumbuh dan kompetitif,” ujar Taofan, Rabu (7/1/2026). (*)

Artikel 2026, BP Batam Garap 4 Proyek Jalan Strategis pertama kali tampil pada Metropolis.

2026, BP Batam Garap 4 Proyek Jalan Strategis

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mendorong peningkatan infrastruktur jalan guna mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Pada tahun 2026, BP Batam akan melaksanakan empat proyek pembangunan dan peningkatan jalan di kawasan strategis Batam.

Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai langkah strategis pihaknya untuk terus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Batam.

Taofan menyebutkan ada empat ruas jalan yang ditingkatkan sepanjang tahun 2026. Pertama, Jalan Gajah Mada sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer, yang menghubungkan Landing Point Flyover Sei Ladi menuju Simpang Laluan Madani. Jalan ini akan dikembangkan menjadi enam lajur dua arah dengan konfigurasi tiga lajur di masing-masing sisi. Proyek ini dikontrak dengan anggaran Rp 140 miliar dan mulai dikerjakan pada Januari ini.

Kedua, Jalan R. Suprapto, yaitu ruas Simpang Batamindo menuju Dam Mukakuning sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer. Proyek ini juga dilaksanakan pada Januari ini dan akan dibangun menjadi empat lajur dua arah di masing-masing sisi sebagai kelanjutan peningkatan jalan menuju kawasan industri Mukakuning. Adapun nilai proyek sebesar Rp 50,8 miliar.

Selanjutnya, masih dalam tahap perencanaan, terdapat jalan Kawasan Industri Tanjung Gundap sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer dan jalan Kawasan Industri Kabil sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Keduanya akan menggunakan anggaran proyek masing-masing sebesar Rp 27 miliar.

“Dengan infrastruktur yang memadai, kita ingin aktivitas ekonomi dan industri di Batam semakin tumbuh dan kompetitif,” ujar Taofan, Rabu (7/1/2026). (*)

Artikel 2026, BP Batam Garap 4 Proyek Jalan Strategis pertama kali tampil pada Metropolis.

Diam-diam, Penyidik Pidsus Kejagung Geledah Ruang Strategis di Kemenhut

0
Penyidik JAMPidsus Kejagung membawa 1 kontainer hasil penggeledahan di kantor Kemenhut, Rabu (7/1). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com).

batampos – Tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Rabu (7/1/2026). Penggeledahan tersebut berlangsung secara senyap dan tidak banyak diketahui pegawai di lingkungan kementerian.

Salah seorang pegawai Kemenhut mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas penggeledahan yang dilakukan penyidik Kejagung di kantornya.

“Enggak tahu saya malah kalau ada penggeledahan,” ujar pegawai tersebut saat ditemui di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan berlangsung selama sekitar enam jam, sejak pukul 10.30 WIB hingga 16.39 WIB. Penyidik JAMPidsus menyasar lantai 6 blok 4 kantor Kemenhut, tepatnya di ruang Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan.

Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Kemenhut, Ade Tri Ajikusumah, mengaku tidak mengetahui secara rinci ruangan mana yang digeledah. Saat penggeledahan berlangsung, ia mengaku tengah mendampingi agenda Presiden Prabowo Subianto di Karawang.

“Saya tadi di Karawang acara dengan Bapak Presiden, tidak ke kantor,” kata Ade saat dikonfirmasi JawaPos.com. Ia pun mengarahkan agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan melalui Humas Kemenhut.

Pantauan di lokasi, sejumlah petugas penyidik berbaju merah dengan emblem Pidsus terlihat mengangkut kontainer box yang diduga berisi barang bukti. Proses pengangkutan tersebut dibantu oleh personel TNI.

Selain kontainer, penyidik juga terlihat menambahkan sejumlah bundel dokumen ke dalam kotak barang bukti sebelum dimasukkan ke mobil operasional.

Hingga berita ini diturunkan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni belum memberikan keterangan resmi terkait penggeledahan yang dilakukan di salah satu ruangan di kantornya tersebut.

Langkah Kejagung ini menjadi sorotan karena kasus serupa sebelumnya pernah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, KPK memutuskan menghentikan penyidikan atau menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap perkara yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,7 triliun.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa SP3 dilakukan karena unsur kerugian keuangan negara tidak dapat dibuktikan secara teknis.

“SP3 tersebut didasari sangkaan Pasal 2 dan Pasal 3 yang tidak cukup bukti karena berdasarkan surat dari BPK sebagai auditor negara, kerugian negaranya tidak bisa dihitung,” ujar Budi, Selasa (30/12).

Menurut Budi, berdasarkan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terdapat perbedaan persepsi terkait status aset negara pada lahan tambang yang belum dikelola.

“Dalam surat BPK disampaikan bahwa kerugian negara tidak bisa dihitung karena tambang yang belum dikelola tidak tercatat sebagai keuangan negara atau daerah, termasuk tambang yang dikelola perusahaan swasta,” jelasnya.

Atas dasar tersebut, KPK menyimpulkan bahwa penyimpangan dalam proses pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai kerugian keuangan negara sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Artikel Diam-diam, Penyidik Pidsus Kejagung Geledah Ruang Strategis di Kemenhut pertama kali tampil pada News.

Marvel Bocorkan Era Mutan Lewat Teaser Avengers: Doomsday

0
Professor X hingga Magneto hadir di Teaser Avengers: Doomsday. F. x.com/MarvelsContent.

batampos – Marvel Studios kembali merilis teaser trailer terbaru untuk film Avengers: Doomsday. Dalam cuplikan singkat tersebut, Marvel akhirnya menampilkan kehadiran X-Men ke dalam Marvel Cinematic Universe (MCU), menandai era baru mutan setelah bertahun-tahun berada di bawah semesta film 20th Century Fox.

Teaser berdurasi 1 menit 8 detik itu dirilis pada Selasa (6/1) melalui kanal YouTube resmi Marvel. Cuplikan tersebut langsung mencuri perhatian penggemar dengan nuansa gelap dan atmosfer nostalgia khas X-Men klasik era 2000-an.

Tiga karakter legendaris X-Men dipastikan tampil dan berkumpul untuk pertama kalinya di semesta besar MCU, yakni Patrick Stewart sebagai Professor Charles Xavier, Ian McKellen sebagai Magneto atau Erik Lehnsherr, serta James Marsden sebagai Cyclops alias Scott Summers.

Adegan pembuka memperlihatkan bangunan Xavier’s School for Gifted Youngsters dalam kondisi hancur, memberi sinyal bahwa konflik besar tengah terjadi. Latar cerita terlihat lebih kelam dan intens dibandingkan film Avengers sebelumnya.

Salah satu momen ikonik dalam teaser menampilkan Professor X dan Magneto duduk berhadapan di depan papan catur, visual klasik yang menggambarkan hubungan kompleks keduanya sepanjang sejarah X-Men.

Sementara itu, Cyclops tampil dalam adegan penuh aksi saat melepaskan visornya dan menembakkan sinar optik di tengah kekacauan. Latar puing-puing dan bayangan ancaman besar memunculkan spekulasi kehadiran musuh ikonik mutan, seperti robot Sentinel.

Dialog singkat Magneto dalam teaser turut memperkuat nuansa serius film ini, dengan tema besar seputar pilihan, identitas, dan konflik ideologi yang diperkirakan menjadi inti cerita Avengers: Doomsday.

Kehadiran X-Men klasik ini menjadi penegasan bahwa Marvel tidak sekadar memindahkan karakter dari era Fox ke MCU, melainkan menjadikan mutan sebagai bagian penting dalam konflik besar Avengers ke depan. (*)

Artikel Marvel Bocorkan Era Mutan Lewat Teaser Avengers: Doomsday pertama kali tampil pada Lifestyle.

Khawatir Toksin Cereulide, Nestlé Tarik Susu Formula Bayi dari Pasar Eropa

0
F. x.com/standardnews.

batampos – Nestlé mengumumkan penarikan sejumlah batch produk susu formula bayi dari pasar Eropa sebagai langkah pencegahan terkait kekhawatiran potensi kontaminasi zat berbahaya yang dapat berdampak pada kesehatan.

Penarikan ini dilakukan setelah ditemukan kemungkinan beberapa batch produk bermerek SMA, BEBA, dan NAN mengandung cereulide, toksin yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin tersebut dikenal tahan panas dan tidak mudah rusak meski susu disiapkan menggunakan air panas.

Cereulide dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti mual, muntah, hingga kram perut apabila dikonsumsi dalam jumlah tertentu, terutama pada bayi.

Dikutip dari Reuters, penarikan produk ini berdampak pada sedikitnya sembilan negara Eropa, yakni Austria, Inggris, Denmark, Finlandia, Jerman, Irlandia, Italia, Norwegia, dan Swiss, serta beberapa negara Eropa lainnya.

“Penarikan ini menjadi salah satu penarikan produk terbesar dalam sejarah Nestlé. Lebih dari 800 produk dari lebih dari 10 pabrik terkait ditarik dari peredaran,” ujar otoritas kesehatan Austria, Rabu (7/1).

Meski demikian, Nestlé menyatakan belum memverifikasi secara independen angka tersebut. Perusahaan menegaskan penarikan dilakukan secara sukarela sebagai langkah pencegahan, meskipun hingga kini belum ada laporan kasus penyakit atau gangguan kesehatan yang dikonfirmasi berasal dari produk yang ditarik.

Nestlé telah merilis daftar nomor batch produk yang tidak boleh dikonsumsi dan mengimbau konsumen agar tidak memberikan produk tersebut kepada bayi. Konsumen diminta mengembalikan produk ke tempat pembelian atau otoritas setempat.

Perusahaan juga berupaya meminimalkan gangguan pasokan dengan memastikan ketersediaan produk yang aman di pasar.

Penarikan ini menjadi perhatian serius bagi investor dan konsumen karena menyangkut produk nutrisi bayi, yang merupakan salah satu segmen bisnis utama Nestlé. Perusahaan mengidentifikasi sumber masalah berasal dari bahan baku tertentu yang dipasok oleh pihak ketiga. (*)

Artikel Khawatir Toksin Cereulide, Nestlé Tarik Susu Formula Bayi dari Pasar Eropa pertama kali tampil pada News.

Panggilan Saksi Lewat WhatsApp Tuai Sorotan Hakim PN Tanjungpinang, Kejari Beri Penjelasan

0
Suasana Ruang Sidang PN Tanjungpinang usai Majelis Hakim menunda persidangan kasus pengeroyokan karena JPU tak mampu hadirkan saksi yang telah dipanggil, Selasa (6/1). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dalam memanggil saksi persidangan menjadi sorotan setelah sidang lanjutan kasus pengeroyokan kakak-beradik terpaksa ditunda karena saksi tidak hadir.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Tanjungpinang, Martahan Napitupulu, mengakui bahwa pemanggilan saksi dilakukan melalui pesan WhatsApp. Menurutnya, cara tersebut digunakan sebagai sarana tercepat untuk menyampaikan informasi kepada saksi.

“Fisiknya tetap harus dikirim. Kami kirim melalui WhatsApp terlebih dahulu sebagai sarana tercepat,” kata Martahan kepada Batam Pos, Rabu (7/1).

Ia menjelaskan, pengiriman surat pemanggilan secara fisik membutuhkan waktu karena harus disampaikan langsung oleh petugas Kejari. Sementara WhatsApp digunakan untuk memastikan saksi segera menerima informasi jadwal persidangan.

Namun, Martahan enggan menjawab secara tegas terkait sah atau tidaknya pemanggilan saksi melalui WhatsApp dari sisi hukum acara pidana.

Ia juga menyebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desta Garinda Rahdianawati telah menunjukkan surat pemanggilan saksi yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

“Untuk persidangan selanjutnya pada 13 Januari, JPU diberikan kesempatan untuk menghadirkan saksi,” ujarnya.

Terkait status penahanan terdakwa Evita Intan Ceria dan Sherina Intan Ceria, Martahan menyatakan Kejari tidak lagi memiliki kewenangan melakukan penahanan karena perkara sudah masuk tahap persidangan.

“Prosesnya sudah di persidangan, sehingga kewenangan penahanan ada pada hakim,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahap kejaksaan sebelumnya, kedua terdakwa hanya dikenakan tahanan kota dengan pertimbangan sebagai tulang punggung keluarga.

Sidang pemeriksaan saksi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang pada Selasa (6/1/2026) sebelumnya ditunda karena pemanggilan saksi dinilai tidak dilakukan sesuai prosedur hukum.

Ketua Majelis Hakim, Aderia Dwi Afanti, menegaskan JPU tidak mampu membuktikan bahwa pemanggilan saksi telah dilakukan secara patuh dan sah.

“Jika majelis meminta bukti secara sah dan tidak bisa dibuktikan, berarti pemanggilan itu tidak patuh,” tegas Aderia dalam persidangan. (*)

Artikel Panggilan Saksi Lewat WhatsApp Tuai Sorotan Hakim PN Tanjungpinang, Kejari Beri Penjelasan pertama kali tampil pada Kepri.

Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik Tolak Pilkada Lewat DPRD

0
Penyandang disabilitas tunanetra saat mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang berlangsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 007 Panti Sosial Tuna Netra Bina Cahaya Batin, Jakarta, Rabu (27/11/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

batampos – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memaparkan hasil survei publik terbaru yang menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) dilakukan oleh DPRD.

Peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengatakan sebanyak 66,1 persen responden menyatakan kurang setuju, tidak setuju, atau sangat tidak setuju terhadap wacana Pilkada DPRD. Sementara itu, hanya 28,6 persen responden yang menyatakan setuju atau sangat setuju.

“Dari data ini kita bisa lihat bahwa di atas 65 persen publik menolak Pilkada DPRD. Angka ini bukan kecil, tapi masif dan sistemik,” kata Ardian saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Rabu (7/1).

Menurut Ardian, dalam kajian opini publik, tingkat persetujuan atau penolakan yang melampaui 60 persen menandakan dampak yang besar dan kuat. Ia menegaskan, penolakan tersebut datang dari responden yang tersebar di berbagai segmen masyarakat.

Penolakan terhadap wacana perubahan sistem Pilkada itu juga terjadi lintas gender. Baik responden laki-laki maupun perempuan sama-sama menolak jika Pilkada tidak lagi dilakukan secara langsung.

Selain itu, penolakan juga datang dari masyarakat di wilayah desa maupun perkotaan. “Isu ini bukan hanya milik masyarakat kota, tapi juga masyarakat desa,” ujarnya.

Dari sisi pendapatan, Ardian menyebut penolakan muncul baik dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah maupun tinggi. Bahkan, kelompok berpendapatan lebih tinggi tercatat sebagai segmen yang paling kuat menolak wacana Pilkada DPRD.

Jika dilihat dari kelompok usia, generasi Z menjadi kelompok yang paling keras menentang. Sebanyak 84 persen responden Gen Z menyatakan menolak. Disusul generasi Milenial sebesar 71,4 persen, Generasi X sebesar 60 persen, dan Baby Boomer sebesar 63 persen.

“Secara sistemik, penolakan ini tidak hanya terjadi pada satu generasi saja, tapi di seluruh generasi, mayoritas menolak Pilkada DPRD,” kata Ardian.

Survei tersebut dilakukan menggunakan metode multi-stage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang. Pengambilan data dilakukan pada periode 19–20 Oktober 2025.

Menurut Ardian, jumlah responden tersebut dinilai cukup representatif untuk menggambarkan opini masyarakat Indonesia secara nasional.

Ia menambahkan, hasil survei LSI dengan jumlah responden serupa dalam pemilu sebelumnya terbukti memiliki tingkat akurasi yang mendekati hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). (*)

Artikel Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik Tolak Pilkada Lewat DPRD pertama kali tampil pada News.

Keran Ekspor Ikan Hidup ke Hong Kong Kembali Dibuka, Anambas Kirim 7 Ton Kerapu

0
Bupati Anambas, Aneng melihat langsung proses penyortiran ikan hidup yang akan diekspor ke Hong Kong. F. Arcan untuk Batam Pos.

batampos – Keran ekspor ikan hidup dari Kabupaten Kepulauan Anambas ke Hong Kong kembali dibuka setelah sempat vakum selama satu tahun pada 2025. Kembalinya aktivitas ekspor ini disambut positif oleh nelayan dan pelaku usaha perikanan setempat, meski harga jual ikan mengalami penurunan.

Sebelumnya, ekspor ikan hidup terhenti akibat konflik yang terjadi di Hong Kong. Kondisi tersebut berdampak pada jalur perdagangan dan permintaan pasar, sehingga hasil budidaya ikan hidup nelayan Anambas sempat menumpuk dan hanya dipasarkan secara lokal.

Ekspor kembali dimulai pada Rabu (7/1) menggunakan kapal pengangkut ikan hidup MV Putri Ayu 8. Kapal tersebut membawa sekitar 7 ton ikan hasil budidaya nelayan Anambas untuk dikirim ke Hong Kong.

Jenis ikan yang diekspor meliputi Kerapu Macan, Kerapu Sunu, Kerapu Cantang, Kerapu Cantik, dan Kerapu Hitam. Seluruh komoditas tersebut merupakan ikan unggulan yang memiliki permintaan tinggi di pasar ekspor.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar, memastikan pengiriman kali ini tidak menyertakan ikan Napoleon.

“Kalau untuk ikan Napoleon tidak ada dikirim ke Hong Kong,” ujar Arcan.

Meski ekspor kembali berjalan, harga ikan hidup justru mengalami penurunan. Jika sebelumnya nelayan dapat menjual ikan dengan harga sekitar Rp 300 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp 250 ribu per kilogram.

Penurunan harga tersebut membuat sebagian nelayan belum sepenuhnya merasakan dampak positif dari dibukanya kembali keran ekspor. Namun, mereka berharap harga akan kembali stabil seiring berjalannya aktivitas pengiriman.

Menurut Arcan, turunnya harga diduga dipengaruhi kondisi harga pasaran di Hong Kong. “Harga turun, mungkin karena dipicu harga pasaran Hong Kong,” katanya.

Ia menambahkan, mulai tahun ini Anambas akan dilayani dua kapal khusus pengangkut ikan hidup ke Hong Kong. Dengan penambahan armada tersebut, ekspor diharapkan dapat berlangsung lebih rutin setiap bulan.

“Harapan Bupati seperti itu, jadi setiap bulan ada ekspor dan ekonomi bisa terus berputar,” pungkasnya. (*)

Artikel Keran Ekspor Ikan Hidup ke Hong Kong Kembali Dibuka, Anambas Kirim 7 Ton Kerapu pertama kali tampil pada Kepri.