batampos – Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada bulan Januari 2023 menunjukkan deflasi sebesar 0,26 persen. Deflasi ini terjadi karena penurunan IHK dari 113,61 pada Desember 2022, menjadi 113,31 pada Januari 2023.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersama jajaran Forkopimda Batam meninjau stabilitas harga dengan berdiskusi bersama pedagang dan pembeli di Pasar Botania 2, Batam Kota, akhir tahun lalu. Kota Batam menduduki peringkat deflasi tertinggi sebesar 0,26 persen karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya dua indeks kelompok pengeluaran.
“Deflasi di bulan Januari 2023 ini terjadi karena adanya penurunan harga yang di-tunjukkan oleh turunnya dua indeks kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok transportasi turun sebesar 2,40 persen, juga kelompok makanan, minuman dan tembakau turun sebesar 0,71 persen,” ujar Kepala BPS Batam, Agus Kadar-yanto, Jumat (3/2).
Dari 24 Kota IHK di Sumatra, tercatat semua 21 kota mengalami inflasi pada Januari 2023, dan tiga kota mengalami def-lasi. Kota Batam menduduki peringkat deflasi tertinggi sebesar 0,26 persen, dan terendah terjadi di Kota Pangkalpinang sebesar 0,10 persen.
“Inflasi Kota Batam Januari 2023 tercatat -0,26 persen, dimana lebih rendah dari inflasi Kepri yaitu -0,24 persen dan nasional 0,34 persen,” kata Agus.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam juga mencatat, Kota Batam menduduki peringkat ke-4 inflasi tahun ke tahun (Januari 2023 terhadap Januari 2022) terendah se-Sumatra sebesar 4,90 persen.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berharap capaian ini dapat menjadi sebuah langkah yang baik, agar ekonomi Batam semakin maju dan masyarakat sejahtera.
“Semoga menjadi awal yang baik di tahun 2023 untuk pengendalian inflasi di Kota Batam,” harap Rudi.
Upaya pengendalian inflasi ini juga merupakan hasil dari beberapa kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Di antaranya, menggelar pasar murah di berbagai kecamatan di Kota Batam dengan menggandeng distributor bahan pangan. Di pasar murah ini, harga barang-barang kebutuhan pokok dijual dengan harga standar distributor, sehingga lebih murah dibanding harga di pasar pada umumnya.
Selain itu, Pemko Batam juga menggelar bazar sembako murah bagi masyarakat. Pada program ini, warga bisa mendapatkan paket sembako yang berisi antara lain beras, minyak goreng, gula dan tepung terigu cukup dengan mem-bayar separuh harga. Misalnya, harga sembako tersebut totalnya bernilai Rp 100 ribu, maka masyarakat cukup menebusnya seharga Rp 50 ribu.
”Kalau harga terjangkau, daya beli masyarakat akan tinggi. Masyarakat mampu beli,” kata Rudi. (*)









